Rumah Introvert yg Full Ketutup dari Luar! InspiArsi: KALA (YouTube Video)
Hari ini aku mau ngedatangin rumah satu lantai, rumahnya Rovert dari luar serba tertutup. Penasaran gimana dalamnya? Yuk, kita bahas sama arsiteknya. [Musik] Halo Kak Fara. Nah, kita kali ini mau ngobrol bareng Kak Fara dari Kala. dari kalahas ya. Kita mungkin ngebahas dari fasadnya dulu kali ya. Ini luas tanahnya, luas bangunan berapa nih, Kak? Luas tanahnya 220, bangunannya di 135 m². Lebarnya ini di 10,7, panjang ke belakang 20,6 deh kalau enggak salah ya. Oke. Nah, segitu teman-teman jadinya 220an lah ya. Oke. Nah, ini untuk konsep fasadnya sendiri seperti apa, Kak? Konsep rumahnya. Oh, konsep rumahnya itu kita mau terapin modern midur tapi tetap ada sentuhan tropisnya juga sih. Oke, berarti ini tuh rumahnya emang dari tanah atau rumah lama dibangun lagi atau seperti apa? Tadinya tuh ada rumah e existingnya. Jadi sebenarnya ini mau renovasi sih. Jadi ada beberapa struktur yang kita masih pakai lagi gitu. Di bagian dalam belakang depan tuh berubah total. Terus ada yang maju jadi kayak dinding existing tuh kayaknya cuman bagian yang kiri doang. Kalau dari depan ya ini udah maju dinding kanan tuh kita existing jadi masih nerusin ke belakang. Jadi memang rumah ini panjang dindingnya tuh memanjang gitu ke belakang. Manjang ke belakang ya. Tapi emang konsep fasatnya berubah total juga ya. Dan kalau aku ngelihat dari depan ini emang tertutup banget ya, Kak. Iya. Cukup tinggi dindingnya dan ada pohon-pohonnya lagi dan ada pohon lagi. Kayak gimana ceritanya, Kak? Apakah emang permintaan dari ownernya kah atau gimana? Jadi emang brief awal. Jadi ee ownernya ini kasih kami PDF judulnya introvert housee. Karena mereka berdua tuh introvert. Terus juga background mereka tuh baik pekerjaan maupun hobinya tuh beda banget. Heeh. Ee tapi cukup beragam sih kayak ada yang hobi masak terus kayak bikin kopi terus main piano si ibunya. Oke. Terus ee yang kesamaannya tuh mereka dan e mereka berdua dan anaknya itu suka baca. Jadi kita coba provide hobi-hobinya mereka. Terus yang mereka kasih tahu ke kita tuh mereka suka sunrise dan sunset. Dan kebetulan rumahnya Map timur. Jadi kan kita bisa kan mainin ke cahaya alaminya untuk ke dalam rumah gitu. Nah, itu juga sih yang ngebentuk fasadnya ini nantinya akan diceritain di dalam kelihatan di dalam gitu. Cuman emang ya karena tadi permintaannya itu ya karena semuanya introvert jadi emang dari luar mereka mintanya tertutup aja semuanya dan bahkan emang masif banget ya Kak dindingnya. Maksudnya semuanya dinding aja gitu. Iya. Tapi di sini berarti ada ini akses untuk pejalan kaki dan untuk karpotnya ya, Kak. Ada cerita apa lagi dulu nih, Kak di sininya? Oh, jadi karena kita mau e terapin konsep modern mid century kita mau coba apa ya terapin tuh lebih ke clean lines geometrik bentuk-bentuk geometris terus lebih ke fungsi sih dibanding kayak dekorasi. Jadi kita coba ada garis horizontal ini dari depan sampai ke dalam gitu. Jadi dari dari luar tuh selalu ada sih garis horizontal ini. Jadi dia jadi kayak statementnya juga ya. Iya. Jadi statement nanti di dalam juga ada gitu ada berarti ini ya dari dinding ini ya Kak ya. Iya sampai menerus ke bahkan bentuk ininya juga ya. Pagarnya sampai di sana. Oh oke oke. Tapi kalau untuk warnanya, pemilihan warnanya juga ini kan warnanya enggak yang terlalu menonjol gimana kan masih soft gitu, Kak. Emang permintaannya Kak ada warna ini berarti ada sentuhan warna hijau ya, Kak? Ini abu-abu. Abu tapi kayak abu-abu tapi kayak agak hijau ya. Iya. Jadi kalau dari pemilihan warna sih memang ee kita kan enggak mau kan emang modern mid yang kita studi ya enggak main terlalu banyak warna dan material kan. Tapi tetap kita kasih di dalam tuh ada bata merah jadi tetap natural. At least ada satu vokal point lah ya. Tapi pilihan material lain ya kita pilih warna-warna yang terang yang netral. Terus juga karena tropis ya dia disandingkan dengan greenerish juga masih cantik. Masih cantik. Oke, setuju sih. Nah, di sini ternyata juga ada ini ya, Kak. Udah disediain nih buat taruh paket. Iya, ini kita desainin juga sih. Jadi ini custom sih dalamnya nih. Nah, ini. Ini kan gini. Jadi kalau barangnya ditaruh udah di bawah dia bakal jatuh ke bawah. Jadi enggak bisa diambil juga lagi ya. Enggak bisa diambil lagi. Bisanya dari dalam ngambilnya. Oke, terus di sini ada belell dan Oh, ini pakai smart smart juga ya, Kak. Smart. Jadi ini kalau kita tutup kunci nih harus dibuka dari dalam. Oke. Wah, menarik banget. Oke, sekarang kita masuk ke dalam. Oke, silakan. Nah, jadi guys, kita tuh sekarang lagi ngebangun platform jual beli rumah namanya click.id. Biar calon konsumen tuh gampang lihat listingan rumahnya, kita mau bikinin website nih yang nantinya menampilkan listingan harga dan lokasinya. Kita pakai apps namanya ODU yang ternyata cara pakainya gampang banget. Tinggal buka modul website-nya, terus langsung muncul tampilan yang user friendly banget. Udah ada template-nya juga nih. Disesuaikan aja kita maunya tema yang kayak gimana. Terus tinggal drag and drop aja sesuaikan dengan listingan properti kita. Jadi deh kayak gini. Cuma fitur-fitur yang kita pakai di website-nya ini tuh masih basic banget karena kita sendiri juga masih belajar gimana caranya bikin website yang mudah dipahami sama calon konsumen kita. Tapi ada beberapa fitur menarik juga loh dari ODU. Misal fitur live chat. Jadi kalau ada customer yang buka website-nya dan nanya-nanya kita bisa langsung jawab via dashboard. Ada juga fitur appointment untuk booking survei. Jadi customer bisa isi jadwal kunjungan langsung dari website. Gampang banget kan? Semoga next-nya fitur-fitur ini bisa kita aktifkan dan beneran dipakai di website-nya Clickin ya, karena website Clickin ini masih under development. Satu lagi yang menarik, ternyata ada preview mobile secara langsung dari editor Odu. Jadi pas kita lagi ngedit page-nya bisa langsung lihat tampilannya kayak gimana di HP. Nah, hasilnya website yang kita view dari HP pun tetap responsif, tampilannya rapi, gambar rumahnya juga enggak pecah, dan hyperlink ke website lain seperti Instagram pun juga bisa. Gimana? Menarik kan? Kita bisa bikin website pakai Odo. Kalian juga bisa nyobain yang free trial-nya dulu, gratis. Kalian silakan utak-atik, kulak-kulik dulu. Nah, kalau udah cocok, silakan upgrade ke yang berbayarnya. Biaya berlangganan cuma Rp110.000 per bulan. Langsung aja cek link di deskripsi ya, siapa tahu bisa jadi solusi digital buat bisnis kalian. Semoga bermanfaat dan yuk lanjut lagi videonya. Dadah. Nah, sampai dalam ternyata masih ada taman juga hijau-hijau di sini. Masih ada taman. Dan cukup menarik juga di sini ya. Ini tadi yang sempat keion juga ya, Kak ya. Iya betul. Berarti dikasih sentuhan finishing yang berbeda nih materialnya. Iya. Bata tempel. Jadi ada focal point dari warna merah si bata ini yang kita cuma coating juga. Terus juga susunnya juga kita mau ya lurus-lurus aja ya biar garisnya tuh clean sampai ke sana juga. Oke. Jadi pas orang baru masuk langsung kan ngelihatnya ini gitu ya, Kak ya. Langsung beda sama yang di luar ternyata Iya. Oke. Dan ketika masuk ke sini aku ngelihat ini aksesnya berarti dari sini kah atau dari situ tuh, Kak? Kita mungkin agak ke sini juga nih. Oke, boleh. Boleh sambil cerita enggak, Kak? Oh, bentar. Itu teman-teman tadi yang buat ngambil paketnya. Paketnya ya. Sor biar kelihatan. Udah deh, tinggal diambil dari bawah sini. Oh, ini juga tadi kalau mau buka pintunya ini kan ketutup nih. Nah, ini ada magnetnya ya. Jadi kalau mau buka nih ini kan enggak bisa. Harus di ini dulu baru bisa. gitu. Oke, menarik ya. Oke, kita bahas dari sini dulu kali ya. Boleh. Berarti ini ada dua akses. Ini buat ke mana, Kak? Sekilas ini. Nah, ini tuh sebenarnya yang pintu dua-duanya tuh pintu utama tapi ini private access. Jadi langsung ke kamar-kamar. Kalau ini semi private access. Jadi, kalau ada tamu yang datang ya kayak kita ke sini lewatnya situ. Oh, tapi di sini ada carport-nya juga ya, Kavara ya. Carportnya berarti muat untuk satu mobil ya, Kak. Mob satu mobil ya sama mungkin motor bisa motor ya bisa di sini ya. Berarti kalau misalnya ownernya sendiri dari sini turun mobil aksesnya lewat situ ke kamar-kamarnya dia. Oh lewat situ guys ternyata dan emang dibikin tertutup lagi ya Kak. Padahal ini kan di dalam sini sudah tertutup nih. Ternyata masih ada dinding ini lagi dan masih ada sekatnya gitu ya, Kak. Oke. Nah, ini juga menarik nih. Ada satu material yang berbeda juga. Oh, iya. Jadi karena kita mau ada e emang kasih sentuhan tropis, jadi materialnya tuh material natural semua sih. Cuma warnanya kenapa kita pilih abu-abu? Ee supaya yang vokal point tetap bata tempel merah di depan gitu. Karena kalau putih semua juga kan ee di sini plain banget jadinya. Bosan ya karena cukup besar juga ya bidangnya. Dan ini kompatibel juga sih untuk ya semi outdoor inilah Jnya ya. Tahanlah ya dia. Tahan banting lah ya. Oke. Terus kalau ini apa aja nih, Kak? Di sini ini ada CCTV terus kayak perlistrikan di sini. Nah, di sini ternyata ada garis yang kayak di depan tadi itu ya, Kak ya? Iya. Sama. Jadi ini tuh kamar ee utama ini tuh ada kita kasih kaca biar cahayanya tuh niatnya sih ya bisa mantul ke dari material lantai ke kamar. Dan emang cukup unik juga ya. Jadi sampai jendelanya juga ini ditaruh di bawah juga gitu ya, Kak. Iya, Ditaruh di bawah. Kalau di atas kan takutnya lebih apa ya bisa lihat gitu. Iya karena itu tadi ada koncern ke situnya ya pengin tertutup semua juga gitu. Tertutup semua. Nah ini juga menarik loh. Jadi dipasangnya dijarak-jarakin gitu ya kayak ini. Iya. Ini tuh jadi kemarin itu koncernnya mau ada secondary tapi tetap bisa sitru ke dalam tapi enggak sitru-sitru banget Benar. Benar. Akhirnya kita coba inilah brainstorm lah sama tim kan. Om gimana ya bikinnya? Cobalah ide bikin si bata tempel ini disusun, ditempel gitu. Kita uji coba juga sih sama yang kerja. Kayak gimana caranya? Karena yang yang kita desain itu cuma tulangan doang. Tulangan. Dan si bata ini ditempel pakai semen. Ternyata waktu kita coba enggak bisa. Akhirnya di tengahnya ini tuh dikikis pelan-pelan. Jadi kalau udah retak ulangin lagi. Pas tulangannya oke tulangannya udah bisa nih masuk. Oke kita kasih semen baru dia biar kayak sandwich. Iya. Tapi emang ini yang menarik kalau aku ngelihat secara keseluruhan dia enggak semuanya lurus ya. Enggak. I ini ada yang dimiringin ke sini. Yang di atas juga ada yang ke sini gitu. Jadi variasinya oke sih. Dan emang enggak yang terlalu sempit gitu ya jaraknya. Iya. Yang penting ada udara lah kalau ada udara bisa masuk dalam jadi enggak masif tertutup gitu ya, Kak ya. Terus di tengah-tengah sini ini loh yang aku suka. Jadi walaupun rumahnya tuh di Jakarta masih ada lahan hijaunya gitu masih ada tamannya. Nah, sekarang kita masuk lewat sini ya, Kak ya. akses semi private-nya ini masih dikasih pintu lagi. Dan sama ada smart lock-nya juga. Ada smart lock-nya yang mirip ya sama tadi berarti ya kurang lebih nih juga cara kerjanya. Oke sampai dalam sini ternyata walaupun luarnya tertutup dalamnya terbuka semua ya Kak Far. Kalau ini bisa diceritain enggak? Ini kan cukup panjang ke belakang. Ini peruntukannya untuk apa aja nih, Kak? Jadi ini peruntukannya yang pertama ini kan ada studio piano. Jadi e si ibunya itu tadinya dia mau mengajar piano. Jadi bikin studio piano yang bisa diakses private kalau mungkin ada muridnya sama bisa diakses dari dalam juga dari aksesnya. Jadi ini pintu ini pintu ini kan sliding door. Sliding door ya. Aku pikir tadi ini jendela pas aku perhatiin lagi. Oh iya berarti ini pintar sliding door. Jadi kalau emang dia mau main lagi dibuka bisa, mau tertutup juga bisa. Kalau ada yang mau datang bisa lewat untuk les piano itu tadi ya. Piano itu tadi. Oke. Terus lalu ini sepanjang ini ya udah emang jadi kita akses aja sih masuk buat tambahan green lagi sih gitu. Oke. Jadi emang rumahnya enggak difulin gitu ya Kak sini yaak. Emang dari awal ownernya walaupun luarnya terbuka eh luarnya tertutup dia minta dalamnya terbuka gitu. Iya. Dia tetap mau ada terbuka. Dan ini juga salah satu batas dinding existing sih. Jadi kita terusin aja dari awal rumah ini emang dia ada koridor selebar ini tapi enggak peruntukannya enggak untuk entrance. kayak akses samping aja gitu. Iya. Jadi pas kita masuk ke dalam rumahnya pengalamannya beda ya. Diajak dulu jalan dulu, jalan dulu. Jalan dulu lewat taman gitu kan. Terus habis itu yang di sini dikamprot gitu ya, Kak ya. Dindingnya I dikamprot dinding dan ini ada aksesnya juga ada tanggal. Ini buat servis ya. Tang servis. Buat servis ke atas. Oke. Nah, berarti kalau bisa dibilang ini pintu utamanya ya, Kak Far. Bisa bisa di pintu masuk utama yang benar-benar masuk ke dalam rumahnya gitu. dan makainya sliding door dan full kaca. Kenapa Kak masih dipilih yang sliding door full kaca lagi? Karena ya itu sih selain dari konsepnya kita tuh maunya dia tuh enggak ada batas sama outdoor gitu sama taman. Jadi maunya kayak nyatu aja nih si ruangan tengah ini, ruangan utamanya sama taman samping kanan dan kiri gitu. Iya. Ternyata pas kita masuk ketemu taman lagi loh baru masuk. Pada ini habis ngelewatin taman kan set masuk ke dalam rumahnya terus ada taman lagi. Ada taman lagi. Jadi emang benar-benar konsepnya tuh di dalam enggak difulin ya bangunannya. Aku suka juga sih dan jadi napas lah si Iya bernaapas rumahnya enggak cuman di kanan di kiri juga ya kanan kirinya. Nah kalau ini Kak di belakang ini ini kan terbuka juga ini tadinya mau buat apa nih Kak apa emang fungsinya sebagai apa K? ini tuh tadinya mau catuse, jadi kita udah desainin catuse juga karena ada brief dari kliennya tuh salah satunya si catuse itu. Jadi kita bikinin tempat yang cukup ya lumayan lah ya untuk rumah kucing dan buat maintenance juga ada. Makanya ada ada keran terus ada gutter kalau untuk dia cleaning dan lain-lain gitu. Berarti udah udah dibikinin semuanya disiapin cuman belum ada saat ini ya. Belum ada saat ini kayak nah. Terus yang di ujung sana aku lihat emang atapnya dibuat terbuka. Iya, dibuat terbuka. Jadi biar buat sirkulasi sih. Sirkulasi juga ya. Dan ini pun juga emang masih cahaya matahari masih bisa masuk ya. Iya, bisa masuk karena kan ini kita fullin kan biar enggak tempias. Makanya di ujung sana yang dibuka. Dibuka. Oke. Wah, menarik banget nih konsepnya. Mungkin ada lagi yang mau diceritain dulu sebelum kita masuk di sini enggak sih? Paling kayak ada brief dari si ownernya. Mereka tuh eh selain suka tanaman, mereka tuh pengin punya edible garden gitu loh. Jadi ini kalau lihat ada pot-pot, ada parsley, ada time. Di depan juga tadi ada ada cabe. Jadi dia suka tanam-tanam sendiri. Suka tanaman juga ya. Sekarang kita masuk ke dalam nih, Kak. Oke. Nah, di dalam rumahnya. Jadi sebenarnya pas sudah masuk juga rumahnya jadi emang luas tapi kompact ya. Kayak semuanya ada di sini gitu. Nah, ini bisa diceritain enggak, Kak, konsep untuk living dining kitchen-nya sendiri seperti apa sih? Oke, kalau dari living-nya sendiri sih ini kenapa nih areanya kita plongin aja? Karena hobinya kan beragam ya, hobinya beragam. Jadi, kita mau ya saat mereka itu lagi ngelakuin hobi masing-masing beraktivitas tapi tetap ada di ruangan yang sama sih kayak ada yang masak, ada yang lagi nonton, mungkin ada yang baca. Kalau berisik bisa ke dalam. Ini ada mini library juga gitu. Oke, jadi ini emang buat ya udah nyesuaiin lah sama ownernya lah ya. I ini benar-benar semua yang ini sih yang mereka mau aja. idealisnya mereka maksudnya ada di sini semuaah ya. Oke. Tapi kalau misalnya untuk desainnya sendiri nih kan aku ngelihat nih dapurnya emang areanya cukup besar ya kayak pembagiannya. Mereka emang minta dapur itu yang paling gede karena memang ee lebih banyak aktivitas mereka tuh di dapur sih. Selain yang memang dari hobi itu ya. Terus ee mereka juga benar-benar tulis detail di awal mereka enggak pakai ART. Jadi dia mau rumahnya ini yang bisa bantuin dia lah untuk kayak bersihin rumah, untuk ee masak dan lain-lain. Akhirnya semua barang yang bisa bantuin pekerjaan mereka itu ada di sini. Kayak mesin pencuci piring, ee robot vakum, nyesuaiin sama emang ownernya itu sendiri yang menghuni rumahnya itu sendiri ya, Kak. Jadi kita enggak bisa kayak ngej, ih dapurnya kok lebih besar, lebih gede dari ini. Ya, mungkin dia lebih banyak kegiatannya tuh di sini. Ternyata cerita di baliknya aktivitasnya emang lebih sering di dapur. Iya. Dan ini meja makannya juga cukup besar ya di tengah-tengah ditaruhnya. I tengah-tengah ditaruhnya. Jadi emang kita sambil makan bisa sambil ngobrol juga sama yang di situ sama yang di sini sambil nonton. Ini kalau misalnya aku lihat ke atas juga cukup tinggi ya, Kak. Karena emang ngikutin bentuk atap ya. Iya kita ngikutin bentuk atapnya. High ceiling mungkin bisa sampai delan mungkin ya. Maaf kalau salah sampai yang ujung atas itu ya. Iya kalau enggak salah sih delapan. Oke. Nah. Terus di bagian depan itu dikasih sobekan tuh. Iya. Jadi sebenarnya atap kita tuh awalnya enggak ada Skylight, tapi dari punya rumah pengin deh skylight-nya. Ya dia coba kasih ide, coba kita akomodir juga idenya. Eh ternyata bagus dan waktu itu sempat ke sini pagi juga ternyata cahayanya juga masuk sih karena kan madap timur ya. Iya cahayanya masuk tapi enggak terlalu silau gitu ya Kak ya. Tetap ada bukaan ya pas sampai dalam sini. Oke. Dan ada kipas anginnya dua. Jadi ini emang brief dari awal sih kipas anginnya. Bahkan speknya udah dikirimin juga sih dari Bapak. Oh, kita lihat kita lihat ukurannya kan. Ah, ini kayaknya ya udahlah kita coba cariin tempatnya baik-baiknya di mana. Kayaknya butuh dua sih, satu di ee area TV sama satu lagi di sini di atas meja makan. Oke. Dan ini bisa untuk dua ya sebenarnya. Kitain di sini juga ada kilihan warnanya juga berarti dari ownernya juga. Dari ownernya juga. Kalau ini berarti udah masuk aja gitu, Kak, sama konsepnya. Eh, iya. Ini sih dari brief yang dikasih referensinya juga. Kalau memang ada yang enggak cocok, kita bilang sih kayak ini kayaknya enggak deh. Dan kita jelasin juga alasannya kenapa gitu dan kalau cocok ya kenapa enggak gitu. Berarti kalau ini udah sejalan lah. I ini sejalan sih. Udah oke gitu ya, Kak untuk pemilihan warnanya. Iya. Baik ee dari arsitektur maupun di interiornya juga gitu. Oke, kita jalan ke sini dikit ke Fara. Nah, di sini ternyata pas sampai dapur ada bukaannya juga ya. Ada jendela. Ada jendela lagi karena tadi ada space itu ya di luar. Iya. Jadi enak ya kalau rumah enggak mepet sama tetangga ya, Kak ya? Kayaknya tuh kendala-kendala rumah di Jakarta sekarang deh. Iya, itu dia nempel tetangga semua ya, terus bangunannya difulin gitu. Alangkah baiknya seperti ini ya, Kak Berti ya. Ya, ini beruntung aja sih sebenarnya ee dibilang tanah ini dibilang kecil kan juga enggak ya. Tapi kebetulan aja kebutuhan dan keinginan dari ownernya tuh enggak ya enggak banyak gitu. Makanya kita masih bisa dapat banyak banget area napas untuk di rumah ini gitu. Emang berasa sih ada angin-angin yang mengalir gitu. Ada udara yang mengalir. Tapi iya ya ke area sini, dapur sini emang besar ya, Kak ya di sini kayaknya puas banget. Iya iya nyaman banget di sini untuk beraktivitas. Kalau emang hobinya di dapur juga kayaknya lengkap semua ya, Kak. Udah ada di sini. Ada coffee corner juga. Ini juga hobinya. Oh iya nih lengkap semuanya ada di atas. Ada kopi-kopinya juga di atas. Iya. Jadi dari desain interiornya juga udah coba akomodir juga sih. Ini kayak contohnya kenapa pintu si kabinet ini enggak sampai bawah ya karena ini akan ada si robot vakium itu keluar-keluar di dalam tuh ada stop kontaknya juga. Jadi udah kita sediain sih stop kontak. Menarik juga loh ini. Soalnya zaman sekarang orang punya robot vakum tuh ya udah ditaruh di tempatnya. Iya ditaruh aja curhat kayak gitu ya. Jadi enggak ada tempatnya. Kalau ini kan udah masuk ke dalam ya Kak ya. Jadi dari awal benar-benar udah disiapin semuanya ya. I mereka udah siapin sih list ininya mereka mau pakai apa aja. Keren ukurannya. Jadi kita tinggalin tempatnya aja. Oke, kita lanjut ke sini. Ini terbuka lagi. Ini apa nih, Kak? Kalau di sini ini laing area. Jadi ee ini untuk mesin cuci dan jemur tuh kita bikin di sini. Oh, belok ini ada. Iya, ini ada belok lagi. Nah, ini untuk mesin cuci. Wah, dia kalau enggak salah tuh pakai dryer deh. Jadi enggak ada e area sebenarnya kita sediain area jemur juga sih di sini. Udah diukur waktu itu. Pinin kabinet untuk semua kebutuhan laundry. Untuk laundry-nya di sini benar-benar ngumpet di belakang ya. Enggak kepos dari mana-mana loh. Iya. Dan ini tuh sebenarnya ada butter tempel lagi. Jadi udaranya masih bisa dapat ya masuk ke dalam sini karena ini udah di belakang untuk laundri ya. A Oh jadi masih ada ini biar enggak ada serangga aja sih masuk. Tapi benar sih sampai area laundry sini aja emang ya terang semua ya Kak areanya. Jadi di sini emang untuk naruh sapu lah, emberitor lah semuanya di sini. Nih semuanya ada di belakang sini, Teman-teman. Ada tempatnya sendiri. Nah, kalau ini kamar mandi ya, Kak. Ini kamar mandi. Nah, ini kalau jadi kalau misalnya lagi ada tamu mau ke toilet enggak perlu masuk ke area dalam, enggak area-area private. Karena kita sediain di sini juga pintunya juga sliding karena kan untuk menghemat space ya. Kalau kamar mandinya ya udah simpel aja kayak sesuai fungsinya aja ya. Paling kayak oh paling materialnya bikin lagi horizontal. Oke, gitu. Jadi masih nyambunglah sama yang depan tadi. Nyambung sama depan tadi. Oke. Dan wasffelnya di luar nih sama cerminnya. I kecil-kecil aja yang penting sesuai fungsinya sih. Sesuai fungsi aja. Benar-benar. Nah, kita lanjut lagi ke sini nih, Kak Fara. Kalau di sini berarti ada ruangan apa, Kak? Nah, ini itu mini library dan bisa jadi ruang kerja. Nah. Oh, oke. Tapi awalnya mini library ya? Iya, mini library. Wah, asik banget. Ada tempat buat istirahatnya. Mungkin sewaktu-waktu mau kayak rebahan dulu atau baca buku sambil rebahan. Oke. Jadi ruang kerja juga ya, K. Iya. Ini bisa untuk dua orang. Bisa di situ sama di sini. Padahal ini ruangannya enggak terlalu besar ya sebenarnya. 1 kompir 2 m lebar ininya Oke. Tapi karena ini sih dapat langsung ke inner court. Iya. Wah ini emang penting sih. Jadi tiap ruangan udah ada ininya juga ya view-nya ke taman gitu. Keluar ke mana tadi? Dapur juga ada. Oke, kita lanjut ke sini nih, Kak. Cuman sebelum ke sana, kita ke sini dulu nih. Karena ini cukup cantik juga tamannya gitu. Tadi kan pas kita baru masuk rumahnya lewat taman dulu. Pas udah benar-benar masuk ke dalam rumahnya ketemu taman lagi. Dan kalau ini kayak benar-benar cantik banget. Kalau ini tanaman-tanamannya di sini ada sente. Emang tropis banget ya, Kak. Ini ya tanamannya. Nah, ada kolam ternyata di Kolam ikan. Kalau ini emang udah bagian dari desainnya. Apa emang pas sudah ditempatin ownernya baru. Oh tamannya udah ditempatin baru ownernya ini bikin sendiri. Oh oke. Aku pikir emang dari tim kakak juga udah kayak oh ini ada kolamnya nanti sini. Enggak di desain awal tuh ada kolam tapi persegi panjang gitu gini dia kayak kotak lah. Terus setelah dipikir-pikir lagi ah kayaknya ee udah diskusilah ya sama kliennya lebih berubah lagi kayaknya enggak usah kayaknya ini aja. Akhirnya ada lebih bagus sih lebih organik ujung-ujungnya bentuknya. Nah di sini di bagian sini juga ada jendela-jendela besar. Iya. Kalau ini berarti yang kamar utama tadi tuh ya. Utama best view-nya lah ya dia. Oke. Pas dibuka langsung dapat view taman ini ya. Ini ada tangga ke atas tuh. Iya di atas tuh buat maintenance torent sama outdoor-outdoor AC sih di atas. Oke. Jadi emang udah dibikinin aksesnya Gampang. Jadi kalau misalnya ada tukang juga atau apa ke atas udah tinggal naik ke atas naik aja. Oke. Nah ini salah satu yang menarik perhatian juga sebenarnya. Mungkin sudah terbuka tapi enggak apa-apa aku tutup dulu ya. Jadi ini kan memang kita kan bikin zonasi kan awalnya. Ya udah ini area private kita maunya ownernya tuh ee mungkin baru pulang bisa langsung cepat ke kamar area private semua di depan dan semi private-nya kita bikin di belakang jadi biar manjang dan luas. Nah, terus kita butuh pemisah kan pemisah ruang akhirnya tadinya ini tuh e sliding door doang sih. Jadi si backdrop ini agak lebih tebal buat ngumpetin sliding door. Heeh. Tapi seiring berjalan desain apalagi kalau udah ada interior kan lebih variatif lagi ya gua gim kalau ini difungsiin aja deh biar enggak cuma jadi pintu akhirnya bikinlah si mini library ini. Cuman emang benar-benar kalau misalnya ditutup kayak gini ya biasanya kan pintu kamufase sekarang juga banyak kan Kak cuman kalau ini tuh dikamfasenya sama library ini maksudnya sama buku-buku ini. Jadi orang-orang tuh ngiranya ini cuma rak buku aja kalau yang enggak tahu. Padahal ini ada tambahan storage juga di atas bawah. Jadi ngumpetin kamar tidurnya benar-benar ngumpet gitu loh. Enggak ada yang tahu ini dalamnya koridor. Nah, ini kita kasih tahu sekarang ya. Kita kasih tahu ya. Maaf ya, Ibu ya. Kita spill. Oke. Jadi ini dibukanya sini ya, Kak. Megangnya gini ya. Iya. Dari sini. Dari dalam. Terus pakainya berarti exsel atas bawah gitu ya. Exel atas bawah. Okeoke. Sekarang kita masuk ke dalam koridor. Di sini kita langsung ketemu banyak pintu-pintu. Berarti kamar-kamar tidurnya semua ada di sini. saya. Nah, di sini ada apa aja nih, Kak Fara? Berarti selain kamar tidur sebelah kanan kamar tidur utama. Ini kamar tidur anak. Pintunya sama ya, jadi kita kasih sama gitu. Sliding door kayak tadi semua. Sliding door, barn door itu by request dari klien juga. Nah, ini ada bathroom anak karena kalau utama ada kamar mandi dalam. Nah, ini kamar mandi anaknya. Wih, kalau di sini kamar mandinya lebih luas ya daripada yang tadi di sana. Iya, dibanding yang tadi karena ini punya ini kan. Tapi kalau misalnya untuk pemilihan warnanya masih sama ya, Kak ya? Netral lagi sih. Masih netral, putih-putih. Garis horizontal dan masih ada garisnya ini lagi nih dibawa sampai ke kamar mandi juga pokoknya. Bahkan ini penyusunannya juga ya. Iya. Sama. Terus semua kamar mandi di sini itu semua ada jendelanya jadi enggak ada yang pakai exhaust. Oke. Benar. Itu penting juga sih buat sebuah kamar mandi. Jadi enggak lembab juga ya. Nah, terus di sini di pojokan ini ada ini di ini kan sebenarnya foyer ya udah ini ada kayak shoe storage terus mungkin buat bisa gantung-gantung jaket dan lain-lain tambahan storage tambahan lah kenapa ditaruh sini aku tahu karena ini ya Kak I ini kalau misalnya kita buka karena ini adalah pintu utama pintu utama jadi kalau misalnya ownernya datang ya kan baru datang set set langsung naruh pas di sini iya betul naruh jaket kan naruh jaket di sini tapi jadi pintu ini hanya e sering Kaknya diakses emang owner aja ya punya rumah khusus ya dia kalau misalnya ada tamu ada apapun kita langsung lewat samping samping karena kalau kita tadi masuk dari yang luar juga dibawanya langsung ke samping tadi itu ya kan iya memang pintunya kita dekatin gitu loh he kecok ownernya sendiri pulang naik mobil langsung ke sini langsung ke sini oke nah tinggal Oh ada satu lagi ini nih sama yang terakhir itu ya ini nih si studio pianonya jadi kalau ownernya bisa akses langsung dari sini nih dari pintu ini kalau kita tuh bisa dari luar sliding doornya tuh bisa dibuka. Jadi ee sebenarnya sih layout-nya takut ini ya tadinya itu kenapa sliding doornya di sini? Jadi pianonya tuh sebenarnya ada dua. Satu di sisi kanan, satu di sini di kiri gitu. Cuma ya kan kalau bosan perubahan layout ya bisa juga sih kayak gitu gitu. Oh oke. Tinggal entar bisa digeser-geser kalau geser kalau yang ini ya si kelas Innova. Oke. Dan kalau ini Kak Heeh ini peredam ya berarti ya? Karpet peredam. Ini kita nanya-nanya juga sih sama yang lebih ahli ya, baiknya pakai apa materialnya. Berarti ya udah dipasang aja seluruhnya Selur eh bawahnya enggak sih. Bawahnya enggak ya. Kecuali bawah ya di ini sama sampai atas. Iya karena ternyata masih cukup okelah. Enggak terlalu berisik juga enggak sampai ke tetangga. Tidak mengganggu tetangga ya. Oke Oke. Ada lagi ruangan lain mungkin. Udah sih ruangannya udah itu semua. Oke, Teman-teman kita tadi udah ditemenin Kafara muter-muter, haus tuh rumahnya. Kalau udah duduk kayak gini tuh biasanya bahas soal budget, Kak. Soalnya mereka pada pengin tahu, penasaran berapa tuh, Kak ee budgetnya? Ya, paling kita kasih tahu range-nya ya untuk ee dari desain sampai ke arsitekturnya aja itu di 750 sampai 1 m. Oke, berarti belum termasuk belum sama interior ya. ya kalau itu karena ini kan kalau kalian lihat udah full ini udah full udah keisi. Enggak segitu enggak segitu. Kalau untuk selama proses ngedesain rumah ini kendalanya apa tuh, Kak? Ada enggak kayak kesulitan-kesulitannya, Kak? Pasti ada sih kesulitannya apa ya? Paling waktu implementasi ke lapangan aja sih. Hm. Oke. Tapi kalau waktu desain kebetulan juga ee dari ownernya itu dia dia enggak enggak ribet sih orangnya. Ya udah kayak maunya apa kita kasih opsi dia suka jalan, dia enggak suka ganti lagi gitu-gitu ya. Biasanya juga enak ya. Berarti butuh waktu berapa lama tuh, Kak, untuk desain? Kita desain arsitekturnya itu 6 sampai 8 bulan. Interior mungkin tiga ya. Aku agak lupa sih. Mungkin 3 bulan. J interior juga dari Kala. Dari kala. Timnya namanya Bianka. Oh, udah langsung jadi satu berarti ya semuanya. Nah, kalau misalnya teman-teman ada yang mau juga desain sama kalaubungin ke mana, Kak? Ke Instagram kami di @kala ideas. Oke. Entar biasanya tuh yang ada yang bagian ngebalesin di DM tuh ada. Ada nanti di sini orang. Terus ada apa lagi mungkin website apa ada website kita juga di www.ckalaidias.com. Oke, Mas. Ini lagi tadi enggak? Iya, dia juga pokoknya serba semua dia ya. Iya, semua dia ya. Oke, Teman-teman langsung aja tanya ke sana yang lebih detail ya. Tentunya kalau misalnya di sini kan kita tidak bisa menceritakan semuanya, kalian tanya-tanya aja langsung. Semoga kalau cocok ya udah lanjut gitu ya, Kak ya. Oke, makasih banyak makasih sudah ha tour di sini. Bagus karyanya, semoga sukses terus buat kalah. Semoga bisa ketemu lagi kita di video-video lainnya. Oke, Teman-teman. Makasih juga yang sudah nonton sampai akhir. Jangan lupa follow Instagram kita juga, WicKson Miftajana Inspira Homes, TikTok Wicak Mifta dan TikTok Inspira Homes. Bye byye. lantai, rumahnya Introvert. Entar biasanya tuh yang ada yang bagian ngebalesin di DM tuh ada nanti ngebayangin muka Mas Anto. Maaf ya, Sat. Jadi ketahuan dong adminnya. Oh.
