Rumah Japandi Imut 4x9 m Berasa Ademnya (YouTube Video)
[Musik] Hai guys, balik lagi di Behind the Breaks barengan sama saya Taufik Effendi. Kali ini kita udah ada di daerah Ciawi. Kita mau house tour satu rumah karya Ranah Timur Architeks. Namanya adalah PD House. Rumahnya ada di belakang saya bisa teman-teman lihat ya. Ini kalau kita lihat sekilas rumahnya bentuknya mengotak, boksy, dan simpel gitu ya desainnya. Kemudian terlihat kompact juga. Dan kalau saya bisa lihat dari luar sih ini model-modelnya kayaknya agak-agak Japandi gitu ya. Tapi nanti kita lihat dalamnya apakah seperti itu juga atau enggak. Dan sebelum kita masuk, kita keliling-keliling dulu di area luarnya kali ya. Ini di bagian depan ada pagar. Pagarnya simpel aja dan ini dengan model e pagar geser. Kita buka aja kali ya. Oke. Yes. Ayo silakan masuk. Silakan masuk. Nah, ini bisa teman-teman lihat di sebelah kanan saya ini ada ee taman kering gitu sih ya. Ada tanaman-tanaman terus e dengan batu-batuan gitu ya. Dan ini difungsikan jadi tempat untuk nyantai-nyantai, tempat duduk-duduk dari ee pemilik gitu ya atau mungkin untuk terima tamu yang lebih akrab lah gitu di sini. Dan di sisi sebelah sini adalah pintu masuk utamanya. Tapi sebelumnya ini adalah carport-nya, Teman-teman. Jadi ee ini sih kayaknya kalau saya lihat bisa muat satu mobil sama beberapa motor lah di sebelah sini, ya. Jadi cukup luas untuk carport-nya sebelum masuk ke main entrance-nya. Ini adalah pintu utamanya. Tapi dari sini juga saya bisa ngelihat kalau rumahnya ini ternyata enggak nempel sama tembok tetangga nih, Teman-teman. Jadi, modelnya adalah detach karena di sisi sebelah sini itu dia ee ke depan dan sisi sebelah sini juga ada ee lowong gitu ya. Jadi ini tidak menempel tembok dengan tetangga. Jadi rumahnya ada di tengah-tengah gitu. Oke, kita masuk ke dalam kali ya. Yuk, ayo masuk masuk masuk. Tuh di pintu masuk utamanya ada ini apa sih disebutnya? Kayak lampion gitu ya. Jadi untuk nuansa Japanya tuh biar makin dapat ini Jepangnya nih. Unser Jepangnya ya kan. Oke, silakan masuk. Tadi kita udah izin sama e pemilik rumahnya mau house tour gitu ya. Dan nanti di akhir juga kita bakal ngobrol-ngobrol sama Mas Regi. Mas Regi itu adalah e arsiteknya dari ranah timur arsitek arkitek yang mendesain rumah ini gitu ya. dan juga membangun rumah ini. Oke, silakan masuk. Ini kita bisa lihat dari entrance dari pintu utama ini kita langsung disambut ada pembukaan dengan glas blok ini. Jadi ada cahaya masuk dari ee sisi samping gitu ya. Jadi untuk lorongnya tetap dapat pencahayaan alami jadi enggak gelap. Jadi untuk entrance-nya untuk first impression ketika masuk rumah tuh langsung e cerah gitu ya. Terus di sini sama owner dikasih beberapa rak sepatu. Terus ada bench kecil juga. Ini pasti fungsinya untuk pakai sepatah ya. Kalau misalnya mau pergi ee langsung menuju ke mobil di sebelah situ gitu. Nah, di sebelah kanan saya ini ada satu ruangan teman-teman. Kita langsung lihat aja kali ya. Jadi ruangan pertama yang kita lihat di rumah ini adalah tada ini adalah kamar anak kayaknya ya. kita bisa lihat terang gitu karena ada bukaan, ada jendela yang bisa dibuka jadi cahaya masuk, sirkulasi udara juga masuk gitu. Jadi untuk tumbuh kembang anak itu juga baik karena sehat kamarnya kan. Terus ee warnanya juga cerah termasuk juga furniturnya juga warna-warna cerah. Dan ini lucu banget sih menurut saya tempat tidurnya dikasih rumah-rumahan gini ya kan. Jadi uniklah gitu untuk sebuah kamar anak. Ini adalah kamar pertama yang kita lihat di sini dan cukup oke space-nya ya, maksudnya bisa masih ada meja untuk meja rias dan juga tempat tidur yang cukup besar. Ini mungkin kayaknya satu berapa nih ya? 120 kali ya tempat tidurnya ya. Oke, itu ruangan pertama. Kita ke ruangan sebelahnya. Ada apakah di sini? T. Dan ruangan berikutnya adalah kamar mandi. Jadi ini adalah kamar mandi yang ada di lantai bawah. Jadi ini mungkin untuk ee jadi kamar mandinya si kamar anak yang pertama ini ya. Bisa mandinya di sini. Tamu juga yang berkunjung kalau mau numpang ke kamar mandi atau lagi nginp bisa mandinya di sini. Ee kita bisa lihat udah ada bukaan juga ada cahaya masuk ya kan tetap teranglah gitu mandinya. Dan di bagian sini untuk eh apa ya? Agak rendah gitu karena ini adalah area bawah tangga, Teman-teman. Jadi pemanfaatan area bawah tangga yang dijadikan kamar mandi yang menurut saya sih cukup lega ya untuk mandi, untuk buang air gitu. Jadi bisa dimanfaatkan untuk anak dan juga tamu yang berkunjung. Oke, sekarang kita ke sebelah sini. Ini kita masuk ke ruangan utama. Tada. Ini adalah this is where the magic happens. Setiap hari semuanya akan berkumpul di sini, makan, nonton TV, ngobrol, ya kan? Bonding. Ini adalah living and dining area yang dibuat dengan konsep open plan gitu ya. Di sini ada sofa, bisa untuk terima tamu yang dekat gitu kan, bisa untuk kumpul-kumpul keluarga. Kemudian ada meja makan juga di sebelah sini. Terus juga kitchen ada di sebelah sini. Komplit juga semuanya. Dan juga teman-teman problemnya rumah compact itu biasanya adalah storage, penyimpanan. Tapi saya bisa lihat di sini walaupun ruangannya enggak terlalu besar ya, tapi semua sisi itu termanfaatkan jadi baik untuk storage gitu. Kita bisa lihat di sini ada satu rak yang isinya ee buku-buku dari pemilik gitu ya. Kita bisa lihat ini mungkin owner hobinya baca buku. Jadi di sisi ini dimanfaatkan untuk storage buku. di sisi sebelah sana juga termanfaatkan jadi ee storage untuk buku gitu ya. Jadi rak untuk buku dan dari sisi dapurnya pun juga kita bisa lihat ini banyak banget kabinetnya gitu. Jadi tuh teman-teman bisa lihat banyak banget space-space penyimpanan di sisi dapurnya ini. Jadi walaupun ruangannya kompact tapi storage itu enggak jadi masalah gitu. Karena udah dipikirkan bahwa ya di sinilah nanti tempat menyimpan. Untuk kalau sisi dapur ya mungkin kitchen appliances-nya gitu ya, peralatan dapur atau mungkin yang lain-lain juga. Di sini juga untuk kulkas ditaruh di sini, terus dispenser, peralatan-peralatan elektronik semua di ee kumpulin di sisi yang sama juga. Jadi ee memanfaatkan ruang dengan sangat baik gitu dan tidak ada masalah storage ya kalau saya lihat ya karena semuanya dipikirkan banget gitu. Nah, selanjutnya kita akan lihat di sisi sebelah sini. Ini kalau teman-teman ingat tadi di awal saya sempat bahas soal taman. Nah, ini adalah sisi utara sama sisi selatan. Ini ada dua bukaan besar, ada pintu ya, pintu kaca, ada jendela kaca juga. Jadi sirkulasi cahaya bagus, terus sirkulasi udaranya juga bagus pastinya kan. Dan ini kalau dibuka kanan kiri pasti flow anginnya juga enak. Kita coba kali ya. Saya akan coba buka pintunya. Yang di sebelah sini saya buka. Di sebelah sana juga saya buka deh. Tuh langsung bisa kerasa aliran anginnya gitu ya. Apalagi ini kan di daerah Ciawi, Teman-teman. Jadi enggak perlu AC di sini. Tinggal buka aja kayak gini langsung dapat udara yang sejuk gitu ya. Karena memang daerahnya dataran tinggi. Jadi memang enak udaranya. Terus di sebelah sini ada taman yang tadi saya sempat ee omongin di awal. Nah, ini bisa masuknya dari sini tuh. Jadi bisa duduk-duduk di sini menikmati suasana, ngobrol-ngobrol santai-santai, ngopi-ngopi sore, ya kan. Di sini bisa. Kemudian area santai-santai outdoornya bukan cuman itu doang, Teman-teman. Jadi di rumah ini cukup banyak nih. Itu yang pertama. Yang kedua ada area santai-santai outdoor lagi di sebelah sini tuh. Ini bisa duduk-duduk. Di sini ada dua dua single seater sofa ya buat ngeteh-ngeteh, ngopi-ngopi, menikmati ee udara. Karena ini kan terbuka terus udah ada kanopinya. Jadi enggak usah ee takut kehujanan gitu ya. Karena ini udah ada kanopinya. Dikasih kisi-kisi kayu juga. Jadi, e masih tema rumahnya yang Japandi gitu. Jadi, ini Japandi bangetlah. Terus ini yang saya bilang juga tadi di awal bahwa si bangunannya ini enggak nempel sama tembok tetangga. Jadi, kita bisa lihat di sini ada space lagi nih. Ada another taman kering di sebelah sini. Kita udah keliling semua untuk lantai satu dari ee rumah ini gitu ya. Kita udah lihat dari depan tadi. Kemudian ke kamar anak pertama, kamar mandi. Terus juga ini adalah e living and dining areanya. Kita akan lihat lantai duanya sekarang. Oke, yuk. Yuk, Guys. Kita naik ke lantai duanya. Ini kita bisa lihat ya. Walaupun ini kanan kiri tembok, tapi di sini tetap dapat pencahayaan karena masih ada bukaan kecil yang menghadap ke depan. Jadi, tetap ada cahaya masuk gitu, ya. Terus kita bisa lihat di area tangganya ini juga banyak artwork-artwk yang tertempel di tembok untuk menambah nuansa Jepangnya gitu kan. Kita menuju ke lantai du di mana ini langsung terang banget begitu naik ke lantai du karena banyak sekali bukaan di sini dari berbagai sisi kalau teman-teman bisa lihat. Yuk sini. Ini dari sisi timur ada bukaan ya kan? Ada jendela dari sisi utara, ada bukaan juga di sebelah sini. Dan dari sisi selatan kita bisa lihat di situ tuh ini ada bukaan juga yang ah menghadapnya ke area balkon. Nanti kita bakal ke sana juga. Tapi sebelumnya kita explore dulu ruangan-ruangan yang ada di lantai du ini. Nah, kalau tadi kita udah lihat kamar anak yang pertama di bawah. Ini kamar anak yang kedua tuh. Very nice. Ini benar-benar eh sehat juga ruangannya karena ada jendela bisa dibuka, ada sirkulasi udara, cahaya masuk juga. Dan lagi-lagi ini dua sisi ya. Karena kalau pintunya dibuka kayak gini berarti dari sisi sana juga ada bukaan. Jadi dapat cahaya tuh benar-benar banyak banget gitu. Ini adalah kamar anak yang kedua yang kita lihat. Nah, selanjutnya kita akan lihat kamar mandi. Ini mungkin bisa dibilang kamar mandi utama kali ya. Kamar mandi utama karena ini yang digunakan oleh pemilik yang tinggal di master bedroom. Ini dia kamar mandinya bright ya maksudnya eh pemilihan warna til-nya. Kemudian juga di sini kita bisa lihat ada bukaan juga tapi tetap e private gitu ya karena karena menggunakan frosted glass jadi enggak akan kelihatan dari luar walaupun ada celah dikit di bagian atas jadi ada sirkulasi udara juga gitu walaupun di sini udah dilengkapin ekha ya saya lihat ya. Terus ini favorit saya sih dari kamar mandi ini ada lengkungan ini dengan kaca yang besar banget jadi bikin ruangannya tuh makin berasa luas gitu kalau menurut saya. Oke, sekarang kita lihat kamar utamanya ya. Yuk, yuk, yuk. Ini adalah master bedroom-nya. Kamar utama dari pemilik rumah ini. Bertabur cahaya dan bertabur udara karena bukaannya tuh banyak gitu ya dari dua sisi. Bahkan kalau di kamar ini dari sisi selatan ada bukaan, ada jendela yang bisa dibuka. Dari sisi utaranya juga ada jendela yang bisa dibuka. Ini bahkan ada dua jendela. Jadi sirkulasi udaranya tuh bagus gitu ya. Dan kalau teman-teman perhatiin di rumah ini tuh tidak ada AC karena ya itu tadi ini lokasinya di daerah Ciawi. Jadi ee udaranya enak, kalau malam juga dingin gitu ya. Jadi memang udah enggak diperlukan lagi AC gitu di sini. Dan yang saya suka juga dari rumah ini, Teman-teman perhatiin enggak bukaan-bukaannya itu, jendela-jendelanya yang di kamar, yang di kamar utama ini, yang di kamar anak, semuanya itu menghadapnya ke utara sama selatan. Jadi walaupun e ada bukaan gitu ya, tapi enggak terpapar direct sunlight karena tidak menghadap timur atau tidak menghadap barat, tapi menghadapnya ke utara sama selatan. Jadi walaupun terang kebuka tapi enggak terlalu panas gitu karena enggak ada direct sunlight yang langsung masuk gitu. Oke, kita udah lihat ini kamar utamanya. Sekarang kita naik ke lantai 1 2 lantai 3 ini berarti ya. Ini adalah area balkonnya teman-teman. Ini adalah area balkonnya. Bisa duduk-duduk di sini. Itu yang saya bilang tadi juga kan, rumah ini tuh banyak banget area duduk-duduk outdoornya. Di bawah tadi kita udah nemu dua ini. Di atas ada lagi nih satu area balkonnya yang spesial dari balkon ini. Setelah tadi sempat ngobrol-ngobrol dikit sama Mas Regi arsiteknya. Jadi ini memang didesain untuk biar bisa dapat view dua gunung. Gunung Salak di sebelah kanan sama Gunung Gede Pangrango di sebelah kiri. Ini sayangnya lagi agak-agak berkabut nih, enggak kelihatan. Tapi kalau cerah katanya tuh benar-benar kelihatan banget dua gunung ini. Jadi bayang enggak sih nyantai-nyantai, duduk di sini ngopi-ngopi ngeteh dengan view dua gunung gitu. Jadi benar-benar wow banget kalau menurut saya sih. Kita udah keliling rumahnya dari lantai satu dari depan sampai sekarang di lantai paling atas ini di balkon. Kalau teman-teman masih penasaran pengin ngulik lebih dalam lagi soal rumahnya, habis ini kita bakal ngobrol-ngobrol sama Mas Regi dari Ranah Timur Arkitek. Tonton terus Mas Regi mungkin buat gambaran ke audiens e luas tanah sama luas bangunannya rumah ini itu berapa sih? Oke, luas tanah itu kurang lebih sekitar 140 m² dengan luas bangunan kurang lebih sekitar 87. 87 untuk luas bangunan ya. Lebar berapa, panjang berapa untuk bangunan? Kalau untuk ruangnya ee ruang dalamnya sendiri itu sekitar 4 m * 9. Jadi, betul. Ke kiri kurang lebih ada extend sekitar 2 sampai 3 m, ke kanan sampai 2 sampai 3 m. Ya, klien tuh em datang ke kita di awal memang udah pengin stylenya itu Japani, Mas. Dalam artian eh Japanese Scandanvian ini kita coba interpretasiin bangunan yang memang cerah gitu ya. ee tetap simpel, minimalis, tapi tetap ada warna kayak gitu. Kayak di Scandon Nevian kan enggak cuman warna putih atau coklat aja gitu ya. Nah, ee akhirnya udah kita coba interpretasiin bangunannya ya udah dibuat simpel dan kompact kayak gitu menyesuaikan dengan ee budget klien sendiri sih. Di luar itu kita coba menganalisa secara keseluruhan secara terukur baik pencahayaan dan penghawaannya gitu ya. Dan pada ujung-ujungnya sih memang ee energi yang dibutuhkan gitu ya. ee biar bisa rumah ini hemat kayak gitu. Nah, yang pertama itu rumahnya memang dengan lebar hanya 4 m dengan panjang bangunannya itu sekitar 9 m ee dengan edition di sebelah kiri dan kanannya. Nah, kenapa memanjang sebelah ee 9 m ini kita mengarahkan ke arah utara dan selatan sebenarnya, Mas? Nah, dalam artian kita bisa maksimalin cahayanya di utara dan selatan dia bisa dapat cahaya tapi e enggak langsung dapat panasnya. Kurang lebih kayak itu. Yang kedua juga kita maksimalin udara dan bukaan di arah utara dan selatan untuk memaksimalkan setiap eh ruangan memiliki eh cross air ventilation kayak gitu. Jadi harapannya sih karena posisinya memang sudah di Ciawi ya yang cenderung lebih sejuk, dia bisa memanfaatkan udara di luar ee tanpa harus menggunakan AC. Kurang lebih seperti sih, Mas. Jadi mostly yang kita lakuin di setiap projek kita, kita coba analisis secara terukur eh yang hal-hal yang tadi tersebut sih. Tujuan utamanya tadi ee mencapai kenyamanan orangnya tinggal dan harapannya ee bisa hemat energi jadi ee lebih ramah lingkungan. Ketika tahap proses pembangunan sih tantangannya memang e di Ciawi, Bogor ini tuh curah hujannya cukup tinggi. Jadi cukup terhambat ketika proses finishing kayak gitu ya di luar ketika proses pembangunan awal lagi ada cor dan lain-lain itu bisa jadi jam 10.00 sampai jam .00 sore itu hujan. Jadi e hujannya ee ada enggak ada enggak ada. Nah, itu benar-benar ngambat ee proses bangunan sih di sini kurang lebih. Oke, desain itu kita em normal ya ee sekitar 3 sampai 4 bulanan untuk misalkan ee reduzasi pembangunan itu kurang lebih di 7 bulan memang karena ada pekerjaan-pekerjaan tambah. Jadi ee di tempat tengah perjalanan ada budget yang bertambah, ada area yang ingin memulai desain ulang dan juga area yang awalnya tidak dibangun akhirnya dibangun. Jadi kurang lebih memang ada tambahan waktu ketika proses pembangunan. Kurang lebih gitu sih. Bangunan ini selesai dibangun tahun 2025 awal kayak gitu ya ee di awal tahun kemarin dan kita sekitaran budgetnya itu sekitar Rp800 juta. IG kita di Ranah Timur Architex atau e RTR architect di website kita www.rtrl.co.
