Jungkat

Rumah Jatinangor Bebas AC: Cuma 10 Menit dari Kampus ITB, UNPAD, IPDN (YouTube Video)

  • 28/07/2025

Hai guys, balik lagi di Arsitak. Kali ini kita akan unboxing satu rumah di daerah Jatinangor. Rumah bergaya Scandinavian dan rumahnya ini lokasinya di daerah pegunungan. Rumahnya tuh banyak bukaan jadi cahaya masuk, sirkulasi udara bagus, dan yang pasti udaranya adalah udara pegunungan jadinya lebih sejuk. Ikutin terus ya. [Musik] Oke, Guys. Sekarang kita sudah barengan sama Mas Ama dari AMA Studio selaku arsitek yang ngedesain rumah di belakang kita ini dan juga seluruh kawasannya ini kita bakal ngobrol-ngobrol. Halo, Mas Ama, apa kabar, Mas? Sehat, Mas. Sehat. Alhamdulillah. Saya juga sehat, Mas. Ini mumpung e kita ketemu nih sama penonton arsitak juga pastinya penasaran sama rumah di belakang kita ini. Jadi, saya mau nanya-nanya mungkin pertama kita mulai dari luasannya dulu nih. Luasan tanahnya berapa, luasan bangunannya juga berapa gitu. Sebenarnya kalau dari luasan tanah itu luas tanahnya 72, bangunannya 83. Nah, untuk konsep fasadnya sendiri mungkin bisa diceritain nih, Mas. Nah, sebenarnya dari konsep fasad ini sendiri itu konsep ee fasadnya Scandinavian. Terus untuk konsep rumahnya ee modern, minimalis. Terus juga lanjut mungkin ke warna fasad ya, Mas ya. He. He. Warna fasad ini kita pemilihan warnanya di warna-warna natural ya, Mas. Heeh. ada putih abu, terus juga ditambah warna kayu biar kesannya terlihat lebih alami. Oke. Karena mungkin juga ini nuansanya pegunungan gitu. Jadi biar menyatu sama alam gitu ya, Mas. Sama ya. Oke. Terus untuk ee materialnya apa aja nih, Mas? Mungkin yang bisa di-highlight dari fasadnya ini. Nah, kalau dari fasad sih materialnya untuk genteng kita pakai merek Cisangkan. Ini unik loh ya gentengnya sampai ke bawah. Iya. Karena kan balik lagi ke konsepnya itu kita pengin ee konsep Scandinaviannya terlihat dengan tegas gitu, Mas. He gitu. Terus lanjut untuk pemilihan warna kayunya dari merek Duma. Terus ee untuk bagian depan sini ini kan kita bisa lihat ada carport juga nih, Mas. Ini luasan berapa ya maksudnya panjangnya berapa dan ini kira-kira bisa kalau saya lihat sih mungkin satu mobil satu motor ya ini ya. Ee ini sih sebetulnya bisa dua mobil Mas. Bisa dua mobil ini ya cuman ee mobil yang satunya mobil besar yang satunya kecil gitu. Oke, yang satu agak lebih maju dikit gitu ya berarti ya. Oke, kita boleh ke situ, Mas? Boleh mendekat lagi ke rumahnya. Saya jadi makin penasaran nih pengin lihat dalamnya rumahnya kayak gimana gitu ya. I kita bisa lihat ini ada jendela juga gede di sini. Emang sengaja dipilih dibuat jendela yang sebesar ini? Ada alasan tertentu enggak, Mas? Sebetulnya kita penginnya rumah ini itu ee cahaya alaminya masuk semua ke dalam rumah ya. Jadi kalau misalkan pada siang hari di rumah itu sebisa mungkin enggak pakai lampu gitu. Jadi biar apa ya biar terang gitu ya. Rumahnya kan juga jadi sehat dengan banyak cahaya masuk, banyak sirkulasi udara juga gitu ya. Oke. Terus ini apa nih Mas? Materialnya yang ini ini pakai keramik. Ini keramik ya berarti ya untuk carport-nya ya? Keramik. Iya. Terus kita bisa lihat juga di sini ini apa nih Mas? Maksudnya akan difungsikan untuk Nah sebetulnya kalau aja atau sebenarnya ada alasan tertentu. Iya. Sebetulnya kalau di rumah ini saya penginnya ya semua konsep yang di perumahan ini konsepnya pengin durabilitasnya tinggi ya Mas. He. Nah, karena ee kalau misalkan bisa dilihat ini kan plinnya kita pakai kamprot terus dinding-dinding yang memang sering kelewat sama orang juga kita pakai kamrot biar enggak cepat kotor dindingnya gitu, Mas. Hm. Oke. Ini jadi PL di bawah ini kan kalau cuci mobil apa? Enggak cepat kotor. Terus area pintu masuk juga kita kamprot. He sama ini ya. Nah, untuk plat ini sebenarnya fungsinya untuk lampu Mas pada malam hari. Jadi nanti di sini ada LED strip. Oh, gitu. Di bawah sini ya gitu ya. Nanti akan ada strip. Ini apa sih materialnya? Iya pakai plat galvanis. Plat galvanis. Oke. I si bisa buat taruh-taruh barang juga sih. Saya tadi kelupa nanya nih Pak E Masama ini e kanopi juga kan di sini ya. Ini udah berarti akan sudah termasuk ya nanti di sini. Jadi setiap pembelian sudah akan dapat ini ya kanopinya ini. Boleh dijelasin enggak? Ini materialnya apa nih Mas? Yang dipakai ini material rangkanya sih pakai holog galvanis. Penutupnya pakai UPVC. Pakai UPVC ya. Ada alasan tertentu enggak kenapa milih material itu gitu untuk jadi kanopi ini? Yang pertama sih kita penginnya di kluster nanti semua kanopinya seragam ya, Mas. Hm. Jadi terlihat clean gitu. terus juga untuk warna putih biar enggak terlalu gelap aja ke bawahnya gitu. Oke ya. I biar enggak terlalu panas juga ya warnanya warna terang gitu. Oke Mas, untuk pintunya sendiri ini lebar berapa ya kalau boleh tahu ya? Lebarnya itu 95 Mas. Lebar 95 ya. Ini saya lihat juga unik juga nih ya. Udah ada aksen-aksennya gini ya. Ini ada alasan tertentu enggak kenapa di diaksenin begini? Sebetulnya kita pengin pintunya yang simpel aja sih Mas. Dari pemilihan motifnya dikasih garis-garis ke bawah. He. Terus untuk kusen kita kasih aluminium biar seragam juga sama jendelanya. Oh, ini kusannya aluminium. I ya, ya. Oke, oke. Sip, sip, sip. Dan udah smart door lock juga ya. Iya. Oke. Baik. Kita boleh lihat ke dalam, Boleh, Mas. Boleh. Oke. Wow, cakep banget, Mas, dalamnya. Wow, wow, wow. Ini saya lihat open plan ya, berarti ya konsepnya ya. Ini eh area living and dining-nya ini mungkin boleh diceritain konsepnya. Jadi sebetulnya e kan luas bangunannya itu 83, Mas, dengan luas tanah 72. He. Nah, kita penginnya di area lantai S ini memang open plan. Oke. Jadi langsung e terlihat luas gitu. Jadi fungsi di bawahnya memang semuanya lengkap. Jadi ada living, ada kitchen, dining. Terus ada tambahan juga bench di sebelah kanan. Untuk luasnya sendiri berapa nih? Untuk yang ini luasnya living lantai 1 30 m², Mas. 30 m², ya? 30 m? 30 m². Oke. Wow, cukup luas ya. Nah, saya jadi penasaran juga nih, Mas, sama ada ruangan apa aja nih kalau di lantai satunya ini mungkin boleh ditunjukin. Ada teras di area belakang. Oke, kita boleh ke area teras? Saya pengin lihat jadi penasaran melihat dari kejauhan. Silakan dulan, Mas. Oke. Wow. Ini ya area terasnya ya. Oke. Ini nice banget loh. Maksudnya bisa difungsikan sebagai teras. Orang bisa duduk-duduk di sini gitu ya. bisa nyantai-nyantai. Tapi kalau misalnya nih, Mas ama ada ada customer yang mungkin udah udah agak berumur gitu ya, udah lansia terus butuh kamar di bawah, ini tuh bisa difungsikan jadi kamar juga dong sebenarnya bisa Mas. Jadi memang luasan teras ini ee nanti ke depannya bisa difungsikan juga menjadi ee area kamar tambahan begitu, Mas. Bisa jadi kamar tambahan ya di bawah ini ya. Oke. Tapi nanti ketika customer beli nih, Masama ee dapatnya akan seperti ini atau sudah langsung jadi kamar atau gimana? Itu bisa nanti ee diobrolkan sama manajemen. He Apakah mau seperti ini atau mau jadi kamar gitu. Oke. Jadi opsinya tuh diserahkan ke customer ya. Betul. Oke. Dan saya menarik tertarik juga nih Mas Amang lihat ini kan kacanya gede-gede banget gitu ya. Maksudnya tadi kaca yang di sebelah sana yang kaca depan juga gede banget cahaya masuk kaca belakang juga segede ini gitu. Jadi ini kita bahkan sekarang jam berapa ya? Sekarang jam 11.00 pagi ya? Iya, jam 11.00. Jam 11.00 di daerah Jatinangor ini benar-benar enggak pakai lampu ya kan? Lampu cuma ini doang nih dua. Cahaya tuh masuk gitu masuk banyak banget dan terang banget rumahnya. Aku mau ngetes sirkulasi udara. Boleh ya Mas ya? Boleh aku buka. Izin ya pintunya ya. Sambil kita main-main ke belakang buat lihat area belakangnya. Wow. Berarti saya buka jendela depan ya, Mas ya? Iya. Boleh. Berarti buka jendela depan. Saya buka jendela belakang. Jadi kita tes nih sirkulasi udaranya yang masuk. Bukanya selebar ini, segede ini. Wow. Ini kita bisa ngerasain ya di sini langsung ada aliran udara gitu ya. Ada cross ventilation jadi langsung berasa banget dinginnya. Apalagi ditambah daerah Jatinangor ini kan dingin katanya ya. Kalau malam bahkan katanya bisa enggak perlu pakai AC katanya di sini. Enggak perlu, Mas. Enggak perlu. Ya, sedingin apa sih? Penasaran saya. Mungkin kalau malam sampai 18 mungkin, Mas. Kalau subuh ya 18. Wow. Kita di rumah nyalain AC 18. Di sini enggak perlu pakai AC. Udah 18 juga gitu ya. Dan ini memang saya juga bisa ngerasain ini langsung hawa dinginnya tuh berasa gitu ketika jendelanya ini dibuka. Jadi, rumahnya juga bisa dibilang rumah yang sehatlah, cahaya banyak masuk, sirkulasi udara juga bagus gitu ya, Teman-teman. Itu saya lihat ada kamar mandi tuh. Ada powder room Mas. Powder room ya. I. Oke, kita boleh ke sana, Masama. Silakan. Saya mau ngintip dikit powder room-nya. Oh, ini memanfaatkan ruang di bawah tangga ya. Oke. Ini udah ada ini powder room tapi udah ada showernya juga. Jadi, sebenarnya bisa jadi kamar mandi tambahan dong ya, Mas ya. Iya. Untuk yang kamar bawah. Untuk kamar bawah ya nanti bisa mandinya di sini gitu. Oke. Kayaknya lantai satu udah semua nih ya, Mas ya kita bahas ya. Atau ada yang mau ditambahin lagi dari Mas Aama untuk lantai satu ini mungkin cukup ya, Mas ya. Cukup ya. Oke, kalau gitu saya boleh lihat nanti duanya? Boleh boleh. Oke, Teman-teman, yuk kita ke lantai du. Wow, terang banget. Masaama tangganya. Iya, Mas. Oh, ini ada skylight ya di atas ya. Betul. Wow. Ini berapa nih? Panjang loh ini. Dari ujung sampai ujung ini. Panjangnya itu 4,5 m, Mas. 4,5 m ya ini ya? Wow. Ada bukan sepanjang 4,5 m cahaya masuk gitu ya. Apalagi kan ini area tangga kalau misalnya enggak dikasih skylight kan gelap ya, Mas ya. Ya, ini thoughtful banget sih menurut saya. Kenapa awalnya kenapa memutuskan ini dikasih skylight di sini? Jadi memang sebetulnya di lantai 2 ini kan ada tiga kamar tidur. Nah, tiga kamar tidur itu kita penginnya ada langsung jendela bukaan keluar, Mas. Otomatis ada ruangan yang dikorbankan kan, yaitu ruangan tengah ini. Oke, gitu. Jadi pasti ruangan tengah ini kalau misalkan enggak dikasih skylight kan menjadi gelap. Nah, solusinya makanya saya kasih skylight sepanjang ini gitu. Terus ini juga temboknya finishing kamrot juga ini ya, Mas ya? Iya betul kamrot juga. Kenapa sih di depan kan tadi kamrot, dalam juga kenapa di kamrot nih Mas? Karena balik lagi tadi ke konsep awal sih, Mas. Kita penginnya sih durabilitas rumah ini tinggi. Heeh. Jadi area tangga yang lalu-lalang orang itu biar dindingnya enggak cepat kotor Berarti kalau di lantai du ini ada ruangan apa juga, Mas? Tiga kamar tidur. Dua kamar mandi. Tiga kamar tidur, dua kamar mandi. Ya. Iya. Terus saya lihat ini juga ada yang difungsikan sebagai area belajar ini kayaknya ya di sini ya. sip sip sip. E kita mungkin ke kamar yang kamar anaknya dulu kali ya, yang kamar yang lebih kecilnya di Mas yang ini Mas situ ya. Ini bisa jadi kamar anak ya. Ini kalau saya lihat ya sebenarnya cukup ya Mas ya untuk tidur satu orang gitu ya. Maksudnya dengan apa penempatan kayak gini udah bisa ada meja belajar, ada lemari juga gitu. Terus yang menarik juga yang saya lihat banyak bukaan juga nih Mas di kamar ini kan ada caha ada jendela di sebelah sini ada bukaan lagi di sebelah sini yang menghadap ke dalam rumah gitu. Konsepnya sendiri seperti apa, Mas? Sebenarnya konsepnya tetap balik lagi ke awal sih, Mas. Di mana kamar itu harus punya bukaan keluar. Jadi syaratnya satu kamar satu bukaan Iya. Iya. Ya. Tapi ini dapat bonus nih. Satu bukaan lagi. Bonus satu. Iya. Oke. Nah, untuk ee ini kan kamar pertama yang kita lihat untuk muat satu orang gitu ya. Ee kira-kira untuk kamar berikutnya bisa dihuni berapa orang nih, Mas? Maksudnya tempat tidurnya apakah bisa lebih besar gitu? Boleh. Lanjut ke kamar sebelah aja kali ya. Ayo gas kita ke kamar sebelah. Oke. Wah, ini belum master bedroom ya? Belum. Belum ya. Ini masih berarti kamar kedua yang kita lihat di rumah ini. Ini lebih lebih besar sih ya. Bisa. Ini tempat tidur. Berarti ukuran berapa nih, Mas? 160, 180 ini? Ini ukuran tempat tidurnya 160, Mas. 160 Tapi kayaknya di 180 juga masih masih masuk. Masih masuk loh ini sebenarnya ya. Cukup gede juga kamarnya gitu. Terus ada bukaan cahaya juga gitu. Sebetulnya ee kamar yang ini bisa untuk kamar tamu juga sih, Mas. He. Takutnya kalau misalkan ada tamu di luar kota apa gimana bisa di kamar ini gitu. Hmm. Oke. Jebih untuk kamar tamu lah ya Iya. Karena kan ukuran tempat tidurnya 160 bisa untuk dua orang gitu. He he. Oke, kita boleh lihat kamar mandinya, Ini kamar mandi satu-satunya ya atau ada kamar mandi lagi berarti. Ada kamar mandi lagi. Ada kamar mandi lagi ya. Jadi nanti kamar mandinya itu ada dua. Satu di master bedroom, satu lagi di luar. Oke. Jadi ini kamar mandi yang bisa dipakai bersama lah ya. Ini udah ada shower juga segala macam. Ini nanti yang akan didapatkan customer seperti ini atau yang didapat itu full seperti ini sih, Mas. Kecuali meja wastaffel. Kecuali meja wastaffel, ya. Dan selanjutnya kita ke master bedroom. Boleh? Silakan, Mas. Ini yang saya tunggu-tunggu dari rumah biasanya adalah master bedroom-nya. Ah, ini benar ada kamar mandi ya di sini ya. Kita bisa lihat kamar mandinya udah ada bukaan juga ya, Mas ya. Kalau boleh lihat kamarnya ini lebih gede lagi nih dari tadi kamar yang tadi karena ini memang master bedroom gitu Iya, betul. Boleh kita tanya luasannya enggak kalau master bathroom ini, Mas? Boleh Mas. Biar ada gambaran gitu ke audience. Luasan master bedroom ini 20 m², Mas. Oke, 20 m ya. Wah, cukup luas juga ya. Kita bisa lihat juga di sini, Teman-teman, dengan e setup-nya seperti ini gitu ya. Tempat tidurnya bisa yang gede, ada meja rias, dan juga meja kerja. Di situ bisa ada meja lagi di samping, bisa taruh sofa lagi gitu, ya. Jadi, sebenarnya cukup cukup besar ya. Nih ya. Apa yang spesial dari master bathroom ini? Jadi sebetulnya master bathroom ini mempunyai balkon dan kamar mandi sendiri di dalamnya. Oke, tadi kamar mandi kita sudah lihat Ada balkon juga ya? Ada balkon. Oh, itu I see. Oke. Oke. Wah, ini kasih satu kursi sih bisa ya, Mas ya? Bisa, Mas. Bisa duduk-duduk, bisa nyantai-nyantai gitu kan I ya. Jadi ada udara masuk, ada cahaya masuk juga. Terus apa lagi, Mas, yang menarik lagi dari kamar? Yang menarik sebetulnya bukaan jendelanya yang cukup besar sih, Mas. Iya sih saya bisa lihat sih ini gede banget loh. Iya, ini view-nya langsung Gunung Gelis dari kamar gitu ya. Oh, makanya alasannya dibikin jendelnya sebesar ini gitu ya, Pak. I se. Oke. Oke. Oke. Kita udah ngobrol-ngobrol, udah bahas semua, udah sampai kamar utama juga dari tadi di lantai 1 gitu ya. Ini kayaknya kalau aku pengin ngobrol-ngobrol sama pihak dari E Mitraland Properti bisa enggak nih Mas? Habis ini boleh. Boleh, Mas. Boleh ya? Nanti ada dari Pak Raldi. Sip. Nanti habis ini aku akan tanya-tanya sama Pak Refaldi kalau gitu ya mengenai konsep kawasannya dan lain-lain. Makasih ya sama diajak jalan-jalan keliling rumahnya. Oke. Oke, guys. Sekarang kita udah barengan sama Mas Revaldi perwakilan dari Mitraland Property. Halo, Mas Revaldi. Makasih ya. Kita udah diizinin tadi udah muter-muter sama Mas Ama arsiteknya juga udah dijelasin soal rumahnya. Dan sekarang pengin ngobrol-ngobrol lebih jauh lagi nih tentang ee konsep kawasannya seperti apa dan detail-detail yang pastinya penonton pengin tahu gitu ya. Mungkin yang pertama bisa dijelasin dulu soal konsep kawasannya nih Mas Refaldi. Karena ini kan berarti satu kluster di sebuah kawasan bernama Mansion Hills Jatinangor. Betul ya? Silakan Mas. Untuk kawasan sebenarnya kita kan Scandinavian kita ingin menonjolkan sebuah estetika yang minimalis dan berbaur dengan alam. Serasa resort senyaman rumah. Serasa resort senyaman rumah. W cakep banget tuh. Jadi apa dekat dengan alam lah ya gitu ya. Oke. Nah, untuk luas kawasannya sendiri si Mansion Hills Jatinangor ini nanti akan sebesar apa sih, Mas? Untuk kawasan kita di 10 hektar, Mas. 10 hektar, ya? Ini sudah langsung dibuka semua nih? 10 hektar belum? Kita baru tahap satu dulu sekitar 197 rumah. Oke. Dan bertahap ke kluster du dan kluster 3. Oke. Jadi total nanti akan ada tiga kluster berarti ya di Mansion Hills Jatinangor ini. Nah, sebuah kawasan pastinya kan enggak cuman rumah-rumah aja nih, ada fasilitas-fasilitas pendukungnya juga gitu kan. Fasumnya juga gitu. Itu akan ada apa aja Mas nanti di sini? Di sini kita ada akan ada club house. mungkin itu sih Pak Del enggak Pak Del? Pak De coming soon ya sepertinya lagi mempertimbangkan tren zaman sekarang kan semuanya terpadel-padel gitu kan siapa tahu ada juga di sini gitu. Oke tapi berarti akan ada club house untuk fasilitas olahraga dari warga lah ya sebagai penghuni nanti bisa olahraga di situ. Per kluster satu club house atau satu club house untuk satu kawasan? Eh satu club house untuk semua. Untuk semua ya. Oke. Jadi bisa di situ tuh entar ngumpul ketemu sama penghuni-penghuni yang lain ya kan. Oke. Selain Clubhous apaagi Mas? listrik bawah tanah dan kita juga one gate system. One gate system. Oke. Akses-nya dan CCTV full 24 jam. I dan ada juga masjid. Dan ee untuk area komersialnya sendiri ada enggak sih, Mas? Biasanya kan di kawasan tuh ada pertokoan gitu ya. Pastinya ada dong, Mas. Ada. Kita akan ada ruko komersil di depan jalan utama. Oke, berarti ini kan kawasan besar gitu ya. Untuk jalannya sendiri itu nanti akan selebar apa sih, Mas? Biar ada penonton, ada bayangan aja nanti akan kayak gimana gitu. Untuk jalan utama kita rawnya 12. Jalan utama 12 ya. Dan yang paling kecil row 7. Tujuh itu di dalam perumahan berarti ya. Dalam perumahan itu jalannya selebar 7 m. Wah, itu lebar variasi juga sih, Mas. Ada yang row 8 9. Oke. Tapi yang paling besar berarti jalan utama 12. 12 ya. Oke. Wah, itu lebar banget. Dan yang pasti ini kan apa ya? Orang tuh penasaran pengin ke sini mungkin setelah lihat video ini tadi gitu. Mungkin bisa di kasih tahu nih ke penonton aksesnya tuh lewat mana aja sih, Mas, kalau mau ke sini. Oke, kalau dari arah Bandung mungkin kita bisa langsung pakai tol. He, nanti keluar di tol UNPAT. Dan bisa juga di Pamulihan keluarnya antara UNPAT atau Pamulihan itu kalau dari Bandung. Betul. Kalau dari Bandung. Kalau dari Jakarta nih buat penonton yang dari Jakarta mungkin. Kalau dari Jakarta sebenarnya sama aja Sama aja. Betul. Ujung-ujungnya kan pasti ke sini juga. Oke, berarti bisa lewat dua tol itu tadi ya. Dua akses tol itu ya. Sangat mudah sekarang akses ke sini. Yes. Oke. Dan ini kan judulnya Mansion Hills Jatinangor. Jatinangor tuh di kepala orang kan kampus-kampus ya. Ada UNP. ITB ya. ITB. Ada STPDN atau IPDN gitu ya kan. Itu seberapa jauh dari sini? I dari sini sih sebenarnya sangat-sangat sebentar ya Mas. 10 menit saja cukup. 10 menit ya. 10 menit. Oh, artinya berarti ini sebenarnya ya cocok ya buat misalnya orang tua yang lagi nyariin rumah buat anaknya yang mau kuliah, yang mahasiswa. Betul bisa gitu ya. Atau mungkin nih yang bekerja di kampus-kampus tersebut yang dosen mungkin kan atau karyawan di kampus-kampus itu. Ini sebenarnya cocok ya karena dekat ke tempat kerja pastinya kan atau ke tempat kuliah gitu pastinya. Sekarang yang orang-orang pada penasaran harga nih, Mas, mungkin boleh dipel ke penonton gitu kan. Ini ada tipe apa aja selain yang ini mungkin dan luasannya berapa, harganya masing-masing berapa termasuk yang ini. Di sini kita ada tiga tipe. Tipe pertama yaitu Mesa Diptait itu tipe 50. Harga kisaran R00 jutaan. R00 jutaan. Oke. Dan yang kedua tipe Naladipa tipe 62 itu harga 1an aja. Dan yang terakhir Niscala yang kita berada di sini ini ya yang tadi kita tour rumahnya itu ya. Itu berapa? Itu tipe 83. Harga 1,2 M. 1,2 man. Oke. Wow. Jadi itu tuh range harganya bisa dipilih ya. Kalau mungkin yang ini belum masuk bisa pilih yang dua tadi itu ya yang tipe 50 sama 62 ya. Ada dua tipe lainnya gitu. Ini yang sudah di launching ya. Tapi ke depannya akan ada lagi atau akan ada tambahan dua tipe lagi, tapi itu masih on progress. Mungkin secepatnya akan dibuka. secepatnya akan dipel ya. Oke, Mas. Ee mungkin kalau teman-teman yang nonton pengin berkunjung atau pengin nanya-nanya lebih lanjut gitu ya, pengin cari informasi lebih lanjut, kira-kira bisa ke mana nih, Mas? Boleh ee DM Instagram kita di mitra.land. He nanti tim marketing kita akan menghubungi Anda untuk membantu info yang ada di sini. Oke. Atau kalau mau langsung datang bisa? Bisa. Boleh sekali. Langsung bisa ya. Langsung bisa. Marketing gallerinya di sini ya. Oke. Dan nanti untuk detailnya, lokasinya dan lain-lain nanti akan kita cantumin di deskripsi. Oke, Mas Revali terima kasih banyak. Kami sudah diizinkan dari arsitak buat mampir meliput rumahnya house tour ngobrol-ngobrol sama Mas Refaldi, ngobrol-ngobrol juga tadi sama Mas Ama gitu ya. sudah bahas soal rumah ini. Dan sekali lagi terima kasih sama-sama dan kita sudah sampai di akhir video. Makasih buat teman-teman yang sudah nonton dari awal. Yang pasti untuk informasi lebih lengkap bisa dilihat di deskripsi ya. Jangan lupa untuk like, jangan lupa untuk share, jangan lupa untuk subscribe juga. Kita ketemu lagi di episode Arsita selanjutnya. Saya Taufik Effendi. Bye bye. Makasih ya,

Lihat di YouTube