Jungkat

Rumah Kayu Introvert yang Bikin Kaget (YouTube Video)

  • 29/10/2025

Hai guys, balik lagi di W BSK. Kali ini kita mahausur di rumah yang dalamnya menyatu dengan luar. Bukaannya gak nanggung-nanggung, besar, dan berani banget. Pokoknya kalian jangan kekip ya. [Musik] Oke, Teman-teman. Sekarang kita udah bersama Pak Adi dan Pak Michael dari RDMA selaku arsitek dari Kai House yang kita akan houseur ini sebentar lagi. Jadi, kita akan bahas eksteriornya dulu mungkin sama Pak Adi ya. Boleh. Oke. Oke, Pak Adi e pengen nanya nih dari rumah ini itu luas lahan-luas bangunan tuh berapa sih? Luas lahannya 240 12* 20 bangunannya sekitar 170 m. Kalau dari keseluruhan konsep ini mulai dari mana nih desain? Desainnya desainnya dimulai dari bawah ini adalah akan jadi rumah weekend sebenarnya. Oh rumah weekend sekaligus showroom karena pemiliknya itu main di bisnis kayu ya makanya disebutnya kai house. Oh kai itu dari mana tuh Pak? Kay itu bahasa Sunda sebenarnya. kayu artinya. Oh oke. Iya ya. Jadi nanti kita lihat di sini akan banyak sekali unsur kayu. Heeh. sampai semua mebelnya juga bikin sendiri. Dari keseluruhan material berarti pakai kayu. Pakai kayu juga ya. Berarti ini dari cardboard-nya sendiri gerbangnya kayu juga ini Pak. Ini ah kayu. Kayu ulin. Oh wow. Sampai ke lantainya juga nanti dalam kayu ulin. Oke. Dan dari situ ee biasa kita akses tuh dari semua dari sini. Iya. Satu akses di sini. Nanti di belakang juga ada halaman. Jadi dibikin kayak weekend house. Enggak boleh sama seperti rumah biasa kan sehari-hari. Jadi mungkin ruangannya enggak banyak, tapi vies-nya enak gitu. Oke, silakan masuk. Wow. Oh, ada kolam renangnya juga ya. Iya. Wah, ini jadi konsepnya fasad desain fasad ini tuh gimana nih, Pak? Kan dari luar tuh enggak kelihatan nih dengan gate systemnya mungkin yang lebih tinggi ya. Heeh. Memang sengaja jadi supaya misterius ya di dari tuh kita enggak langsung lihat rumahnya cuma orang-orang yang bisa masuk aja dapat surprise ini gitu. Termasuk lantai carpotnya juga. Seperti tadi kita bilang, karena kita konsepnya kayu lebih utama di sini kita pakai kayu untuk lantai carp. Wah, carboard aja jadi juga pakai kayu ya. Dan ini kolamnya ini memang pengen ee konsep apa nih yang dibawain dari rumah ini? Konsepnya konsepnya lebih ke tropis ya. Jadi kita sengaja bikin sana juga enggak terlalu rata. Ada taman-taman yang dibikin melengkung-melengkung. Iya. Iya. Terus ini ada banyak Kamboja. Eh, resikonya memang banyak yang rontok, tapi justru lebih eksotis ya kelihatannya. Heh. Heh. Ada mebel-mabel yang terendam juga di situ sebagian. Jadi memang mirip-mirip Bali, Bali vibes gitu ya. Iya, bisa dibilang begitu ya. Kalau Bali kan mungkin bisa dijadikan representasi tropis ya kalau di Indonesia ya. Yang orang awam ngerti tropis Bali ya. Jadi kalau disebut kata Bali mungkin lebih, tapi lebih ke tropi sih sebenarnya kita arah. Oh oke. Nah, aku kalau boleh tahu nih, Pak, dari ee fasad sendiri kan nih ada atap gede banget nih. Nih itu ada alasannya enggak sih, Pak? Atau mungkin ini orientasinya. Betul. Kebetulan ini ada barat. Oh, ini barat. Oh, pant. Jadi ini tamengnya di atas tuh kan kamar master. Jadi kita butuh tameng seluas mungkin. Toh di depan juga enggak ada view kan. Oke. Viewnya ke dalam. Jadi kalau dari situ sih kita bisa lihat ke arah kolam renang, ke arah sini masih bisa. Wah. Iya. Ya. Ya. Ya. Ya. Jadi karena mungkin depan enggak ada view, view-nya jadi di sini ya sebenarnya ya. Iya. Di buat introvert aja gitu. Wah. Kurang lebih ee luas dari luas teras ini besar itu kurang lebih berapa nih, Pak? Atau lebarnya setengah setengah dari luas lahan sudah dibatasin nih. Jadi setengahnya halaman, setengahnya rumah malah kurang setengah. Kurang dari setengah itu. Kalau ini rumah sehari-hari mungkin ini kebalik ada di belakang. Tapi kalau weekend house kita bikin datangnya sudah langsung enak, ambusnya langsung enak. Karena ini juga kan ditujukan untuk ee orang-orang yang mau lihat barang-barang di sini. He. Ee contoh terpasangnya itu kayak gimana. Jadi kita harus kasih approachingnya yang welcoming gitu. welcoming-nya enak. Oke. Berarti di sini makanya ada seating area ya di sini ya, Pak? Iya. Betul. O sini area sini eh memang tertuju untuk e customer atau biasa buat kumpul-kumpul owner juga? Ya, ini kalau owner lagi datang ngumpul di sini, kalau ada customer yang datang mereka mungkin keliling ya melihat apa benda-benda yang terpasang, mebel-mabel yang ee dibikin di dalam juga. Hmm. Oke, oke, oke. Berarti yang ee ini tuh bisa buat seating area juga ya, Pak? Yang di atas ini betul bisa. Ini buat sitting area juga bisa sambil baca buku gitu ya. Ada enak di sini ya. He. Jadi kesannya kayak di hemok besar gitu. Oh. Kalau kayak gini pasang gini tuh biasanya ee bisa cara tahu dia kuat atau enggak tuh gimana caranya ya, Pak? Kan ini mungkin panjang ya lebarnya mungkin. Iya. Ini kita sudah pakai struktur yang cukup kuat ya. Ini kita pakai WF. Terus ada besi pipa juga. Ini juga speknya memang spek untuk amok. Jadi harusnya sih kuat. Nanti bisa dicoba. Iya iya iya iya. Oke nanti kita coba ya. Eh, by the way, Pak, buat kolomnya sendiri pakai kayak catot juga ya, Pak? Sebagai teksturnya juga. Kolom, balok, pasat ini. Kamprot. Sebenarnya kita ada dua macam kamprot di sini. Ini yang kamprot halus. Nanti di dalam ada lagi kamprot yang kasar. Oh, yang kasar. Oh, justru malah di dalam lebih kasar ya. Iya. Jadi, kita dapat teksturnya. Oh, oke. Wah, penasaran nih. Mungkin sebelum kita ke dalam ya, mau nanya dong, Pak. Tadi kita kelewat nih. Nih. Ee tempat duduknya kayunya panjang banget nih, Pak. Pakai kayu asli berarti ya. Ini kayu asli nih. Kayu fosil. Ini sama ini nih. Oh, iya. Heeh. Sama ini ya. Jadi memang ini kelihatannya stok lama dari owner ya. Dulu kan dia juga jual kayu-kayu begini. Selain mebel, selain flooring, seiling, apa ee siling, pintu, dia juga jual seperti ini. Jadi dipakailah buat yang di sini buat bench, yang di situ buat pijakan. Jadi kita combine kayu yang istilahnya fine sama yang rough-nya gitu. Oh ya, jadi balance ya kayak gitu. Jadi balance-nya di situ, Pak. Untuk genteng yang gede ini tuh aku ngelihat ceilingnya unik nih detailnya. Dia pakai kisi-kisi kayu. Betul. Kayu apa nih, Pak? Ini kayu jati. Jadi nanti kita lihat ke dalam semua pengolahan kayu di sini selain ulin untuk lantai, ee pengisinya itu kayu jati. kusen walking closet dan semuanya nanti bisa dilihat di dalam ee warnanya senada itu warna kayu jati. Oh itu kenapa ada alasannya enggak sih Pak? Kita mau kasih balance ya kalau semuanya ulin takutnya gelap. Hmm. Kalau ngasih warna jati kan lebih terang Efeknya juga lebih lebih light lah. Di dalam tuh enggak terlalu maskulin jadinya. Iya iya iya iya. Oh. Kalau pasang-pasang kayak genteng kayak gini e lebih sulit enggak sih, Ini sih kalau genteng genteng biasa ya, genteng M class biasa. Paling yang agak sulit ya mungkin ini nih karena kita harus serapi mungkin ya jarak-jaraknya. Taruh kisi-kisinya ya. Betul. Terus kalau kita lihat ke sini enggak boleh terlalu belok-belok walaupun pasti ada yang namanya natural ya. Pasti dia akan bergerak ya. Dan itu juga yang bikin dia jadi kerasa lebih natural ya. Kalau lurus banget kan juga. Jadi ini harus kita jaga. Pak kalau untuk seating yang sebelah sini itu pakai kayu ulin juga atau gimana? Betul. Ini Kolayolin juga. Ee ini bench yang lebih nyamannya. Jadi kita pakai incusion di sini. Kurang lebih rata levelnya dengan itu ya. Jadi yang tadi saya bilang ya, kita main antara yang fine dengan yang raf. Tempat duduknya pun gitu ya. Ada yang rafnya di sini. Ini yang kita bikin ee fine-nya gitu yang harus rapi dari kayu ulin juga. Berarti sebenarnya yang aku lihat tuh kayu ulin bagus banget ya sebenarnya buat outdoor ya yang ber sering dipakai di outdoor. Memang kayuin kan karakternya untuk outdoor ya. I kayu pelabuhan gitu istilahnya. Tambah dia terkena cuaca tambah dia bagus warnanya. Seperti kita bih lihat di sini kan itu ada yang kena cuaca sama yang enggak Nah nanti di atas juga ada yang jadi lantai itu beda lagi warnanya. Oh, jadi dia aging-nya justru bagus ya, menua seperti itu. Wah, jadi benar-benar material di bangunan ini tuh di rumah ini naturalnya kelihatan banget ya. Kayu aja. Kayu namanya juga kayu living kan? Jadi cocok kayu living. Oke. Oke. Salah satu keunikan di sini juga mungkin kalau lihat di sebelah situ itu ada dinding perforated. Di baliknya itu sebenarnya powder room. Oh. Oh, itu powder room. Powder room. Jadi untuk dapat penghawaan dan pencahayaan. Kalau dari sini mungkin enggak kelihatan ya. Nanti kita ke dalam kita lihat itu untuk penghawaan dan pencahayaan juga. Oh, menarik menarik menarik. Wah, berarti enggak sabar nih aku buat ngelihat ke dalamnya. Kita mungkin bisa lihat ke dalam ya. Ayo. Kalau lu di dalam nanti mungkin sama Pak Michael ya. Iya. Nanti bisa dilanjutin sama Mike ya. Oke. Sip. Thank you Pak Adi. Yuk. Thank you so much. Wah, permisi. Wah, ini Pak Michael nih, Pak. Halo. Gimana? Ya, bisa diceritain enggak, Pak? Mungkin di lantai satu ini ada apa aja nih, Pak? Keren banget. Eh, oke. Kalau lantai satu ini kan kita konsepnya open plan ya. Jadi di sini satu ini kan lebih ke ruangan publik lah. Jadi ini ada living, itu ada ee dining, di sana ada pantry. Oh, oke. Iya, karena ini konsepnya rumah singgah jadi ee dibikin seompact aja gitu fungsinya. Wah, mungkin kita bisa mulai dari lihat di kitchen ini dulu enggak? Boleh yuk. Wah, keren banget nih. Aku suka banget ruangannya kayak diselimuti sama semua kayu ini ya. Oke. Wah, ini dari mejanya sendiri pakai kayu juga atau gimana nih, Pak? Ya, ini ee sebetulnya ini materialnya aslinya tuh ee ee besi semua. Terus tapi kita lapis ee vinir ini. Vinir kayu. Betul. Ini ee besi ya. Dilapis vinir supaya karena kita pengin dapat ee kesan tipisnya ini nih. Iya. Iya. Iya. Dan flat. Beneran flat gitu. Enggak, enggak melenting gitu. Kitchennya sendiri ini juga pakai kayu juga atau vinir juga, Dok? Ee sebetulnya kalau ini semuanya pada prinsipnya kalau furniture semuanya vinir. Jadi dia dari e di lapis vinir. Jadi bukan kayu solid gitu. Cuman karena ee pembuatannya bagus jadi kelihatannya kayak kayu beneran. Iya, kayak aku sih ngerasa ini kayak kayu beneran. Iya, betul. Iya iya iya. Heeh. Wah, kalau di dari ininya sendiri ee meja kitchennya ini kita pakai bahannya dari ee brandnya Dekton. Jadi dia tuh bahannya dari batu alam sebetulnya yang diolah jadi seperti ee granit slap gede lah. Oh, karena kelihatan banget sih maksudnya kayak tekstur alam alamnya itu kelihatan. Iya, betul. Dia bagus nih. Dia kuat dan tahan api. Terus kalau mot karena ini fungsinya untuk dapur jadi bisa motong-motong langsung di sini juga aman. Oh, gitu. Iya. Kalau table ini kalau lantai tadi ini pakai apa nih, Pak? Kalau lantai kita pakai material yang sederhana aja. Ini pakai batu andesit. Cuman kita gosok sampai halus istilahnya di hon. Oh, polis ya? Di polis ya? Iya, di polis. Di polis. Oh, i halus banget sih ngerasainnya gitu. Iya, iya. I, Pak, kita bisa ke situ enggak, Pak? Mungin aku pengin nanya Di daerah sini tuh ee mungkin sebelum ngomongin outdoornya aku penasaran banget sama mungkin kusen yang dipakai buat jendelanya nih. Oh iya. Jadi kusennya ini kita custom. Bahannya juga lagi-lagi sama pakai bahan He. Jadi dia ada ada katakanlah ada multi terus didapis vinir jati. gitu ya. kita B kita custom dan kebetulan profilnya juga kita bikin supaya lebih unik gitu dari biasanya. Terus bukaan juga kita sengaja bikinnya besar-besar biar enggak terlalu banyak garis-garis vertikal. Aku lihatnya ee ini ada kayak kaca ya. Ini bisa digeser atau Iya, ini pintunya digeser. Wah. Oh, berarti yang pintu yang terbuka cuman ini doang ya? Ini kaca tanam ya, Iya, itu kaca mati. Ini pintu yang bisa dibuka. Oh, jadi kalau pintu yang di dari sebelah depan dibuka ini jadi ada cross ventilation juga ke sini. jadi lumayan cukup nyamanlah gitu ya udara, aliran udaranya nyaman. Oh, ya. Jadi ini teras ya, Pak? Iya, betul. Ini teras. Terasnya juga kita pakai bahan yang sama pakai andesit juga. Jadi semuanya sebetulnya ini satu material untuk lantai. Semuanya pakai andesit. Cuman bedanya untuk di teras kita bikin ee di teksturnya dibikin lebih kasar gitu. Oke. Selain dari sini ada ruangan apa lagi nih, Pak? Ee di sebelah sini ada kamar tamu. iya. Jadi kamar tamu di sini pintunya dibuka keluar. Wah, ini seperti ini. Bahan materialnya juga sama pakai ee batu and desesit. Cuman ini kita enggak poles, kita enggak poles sampai mengkilat. Kita maunya dove di situ untuk daerah sini sengaja. Oke, Pak. Buat pintunya sendiri itu ee dia pakai material kayu juga asli atau pakai vinir juga? Nah, pintu juga ini sama. Jadi dia bahannya pakai vinir gitu. Jadi cuman di sistem pembuatannya kan dipres ya sama owner di di pabriknya dipres habis sedemikian rupa jadi kelihatannya seperti kayu solid. iya. Nah, kelebihannya pakai vinir itu dia enggak akan ee melenting karena kan udah enggak ada muai susut ya. Kalau kayu solid kan ada muai susutnya. Pasti nanti satu saat mungkin ada ada retak gitu ya, ada retak rambut terus ada melenting. Kalau ini enggak. jadi lebih aman. Plus juga enggak dimakan rayap. H. Oh, iya itu iya juga ya. Berarti ee keselurnya ini tuh mungkin jadi akhirnya enggak enggak enggak akan dimakan rayap ya. Iya. lebih aman terhadap rayap lah ya gitu ya. Untuk plafon juga sama kita bikin pakai vinir juga. H iya pakai vinir jati dilapis seperti itu. Iya. Nah, kusen ini juga kita bikin kita desain ee enggak seperti pada umumnya. Jadi kita sengaja bikin kusennya itu tebal di satu sisi. Iya. Satu sisi ini lebih tebal. Iya betul. itu lebih tebal karena memang kita pikir gini yang sebelah tebal itu memang dia ada fungsinya untuk tanam ee engsel kan. Gitu. Karena engselnya seperti itu. Jadi yang sebelah sini ini cuman buat dudukan kunci aja. Jadi kita bikinnya tipis. gitu. Sengaja jadi secara desain juga jadinya ee lucu sih. Menarik karena dia jadinya asimetris gitu. Oh iya. Tapi jadi rapi juga ya. Iya rapi gitu. Clean gitu kesannya gitu. Oh oke. Wah. Oke, sekarang ini kita e ke living areanya ya. Iya, living areanya. Betul. Living areanya sendiri juga pakai kayu asli nih. Kayak kelihatannya kayak kayu asli. Kalau ini sih kayu asli ini. Jadi kayu solid dipotong terus kita ee direatmen jadi kelihatannya lebih rastik gitu ya. Wah, gila ini serbak kayu. Betul. Heeh. Iya iya iya. Dan ini jadi akhirnya buat e area TV-nya. Kenapa? Mungkin ada alasannya enggak mungkin kenapa enggak pakai TV ya? Oh iya betul. Jadi dari awal kita tuh pengin ruangan ini kan sepertinya clean gitu ya. Kalau ada TV kan jadi ada ada jadi seperti ada aksen. Jadi kita enggak mau aslinya tuh dia bersih gitu kecuali Anor mau nonton pakai projektor kita pakai layar. Oh jadi kalau misalnya ee dinaikin jadi kelihatan bersihnya itu Iya bersih. Plus di bagian atas itu kan itu lemari semua ya. Karena owner juga butuh ada storage untuk taruh atau segala macam. Heeh. Itu bisa difungsikan. Oh, oke. Selain dari ruangan ini, ada apa lagi nih, Pak? Dari lantai satu. Oke. Ee mungkin yang agak unik ini ya ee powder room-nya atau toiletnya. Jadi kita posisinya tuh ditaruh di bawah tangga. gitu ya. Heeh. Kalau kita masuk seperti ini. Ini powder room-nya ya. Nah, betul. Powder roomnya seperti ini. Memanfaatkan ee yang ada. Nah, untuk ke arah ini kan enggak ada kurang sirkulasiah bisa dibilang ruangan ini. Jadi kita pakai perforated ee panel metal lah gitu. Dia itu keunikannya dia kan seperti saringan Jadi keunikannya secara privacy kita terjaga. Jadi kita bisa lihat keluar tapi dari luar dia enggak bisa lihat ke dalam sebetulnya dan udara juga tetap lewat. Benar. Ee jadi kamar mandi ini tuh enggak lembab gitu. Engak dan enggak pengap juga gitu. Iya. I kalau dari kamar mandi powdernya sendiri itu ini aku lihat teksturnya beda nih, Pak. Iya, betul. Jadi untuk kamar mandi memang ini kan kebetulan kamar mandi kering gitu ya. Jadi kita enggak pakai Heeh. Biasanya orang kan pakai keramik, pakai apa, kita enggak pakai. Ini cuman dinding sebenarnya ini dinding benteng aja sih. Kita treatmen dikamprot terus setelahnya digaruk gitu istilahnya. Jadi hasilnya seperti ini, seperti batu apung mungkin ya. Seperti permukaan batu apung. Iya. I iya iya ya. alaminya juga kelihatan juga sih. Perpaduan dengan kayu juga jadi bagus ya. Iya. Betul gitu. Oke. Wah, kita mungkin sebelum naik keren banget nih, Pak. Dari bayangannya sudah kelihatan nih. Wah, ini ada jendela dua yang terbuka ini yang ditaruh di sini atau gimana, Iya. Iya. Jadi ini sengaja kita kasih gap gitu kiri ee enggak nempel ke ke dinding semuanya. Ruangan kamar ini kan kamar ee tamu ya. Kita gak bikin nempel ke sini supaya masih ada cahaya masuk juga ke tangga ini. Karena tangga ini kan juga enggak terlalu besar sebetulnya. Sempit gitu ya. Dan ee kita pikir takut cahayanya kurang. Jadi kita bantu dari belakang dan dari depan. Buat atasnya juga pakai kisi-kisi kayu juga ya, Pak ya. Dipakai di luar ya. Iya. Betul. Di atas pakai kisi-kisi ulin. Kayu-kayu ulin. Oh. Wah. Oh ini yang dari depan sama ini juga kayu sama ya? Sama. Iya. Semacam. Oh. Oke. Kalau untuk em tangganya sendiri, tangganya juga sama. Ini modelnya pakai vinir ya, pakai vinir jati. Jadi bukan solid, tapi pakai vinir jati ditempel ke struktur betonnya seperti ini. Mungkin kita bisa sambil naik ya, Pak. Iya, boleh. Ayo. Oh, tekstur ee tangganya buat ruang tangga juga pakai yang Iya, sama garuk ya tadi. Sama. Betul. Cuman satu macam aja nih di ruangan sini. Oke. Ini ruangan utamanya. Wah. Wah. Wah, gila kayunya keci banget ya di sini ya? Iya, benar. Kalau di sini lebih banyak pakai kayu asli ya atau ee enggak? Ini juga sama secara konsep sebetulnya kalau untuk lantai kita pakai ulin ini. Oh oke. Ba iya ini pakai kayu ulin. Heeh. Baunya mungkin dari dari ulinnya ya. Iya. Kayu ulinnya ini. Terus kalau plafon ini kita pakai vinir juga tapi vinirnya white oak. Oh. Jadi kita bikin sengaja di potongnya itu di cuttingnya itu ada bekas ee tapak gergajinya. Jadi kelihatannya kan ada garis-garis ya kayak bekas tapak gergajinya gitu. Sengaja. Oh ya biar kelihatan kayu aslinya situ Iya betul. Jadi yang solid cuman lantainya aja. Solid cuman lantai aja. Iya. Sisanya tuh pakai vinir. Begitu juga ini sekat ruangan ini. Betul. Oh. Wah. Jadi konsep ruangan ee master ini open plan juga ya se open plan juga. Betul. Jadi ibaratnya ini cuman ada satu ruangan kosong itu ada sekat aja untuk area ee walkin closet dan ee kamar mandi. Oh oke. Dan ini tadi ee buat aku kan tadi bahas di depan tuh Pak Adi ee ini yang kita bisa akses ke sini ya. Iya betul itu bisa. Oh dari sini. Iya tinggal dibuka aja. Oke. Uh tadi sih e Pak Adi suruh aku coba ya cuman enggak tahu nih gimana. Oke, mungkin selain kita bisa coba ini nanti aja ya, kita bisa bahas di sebelah situ nih, Pak. Aku ngelihat e selain ada ee bed di sini, ada tempat duduk juga di sini tuh e kayaknya nyaman banget nih kayak reading area gitu atau gimana? Iya, betul. Ini reading area. Jadi ini kita bikinnya soal ibaratnya ini integrated gitu ya, satu keseluruhan. Jadi ee di di balik kisi-kisi ini kan kita taruh AC. jadi AC-nya rapi enggak kelihatan. Betul Terus ini ada untuk reading, ini ada ee lemari juga gitu. Oke. Wow. Dan ini buat area TV buat habis nonton juga. Dan aku suka banget nih, Pak ee dengan adanya meja di belakang ee bet. Biasanya itu kayak gitu biasa permintaan owner sendiri atau gimana sih, Pak? Iya. Jadi gini, kebetulan dari setelah kita diskusi dengan owner, akhirnya diputuskan ee ranjangnya itu modelnya di island, di tengah-tengah. Nah, sebetulnya meja itu tuh selain sebagai ending dari ee ranjang ini sendiri, terus bisa berfungsi sebagai tempat kerja owner ya. Oh, iya ya. Owner. Jadi kalau mau kerja pakai laptop atau iPad itu bisa diduduk di belakang. Sampai nonton TV juga gitu. Benar, benar, benar. Aku juga memang lihat kayak di vila-villa juga biasa konsepnya gitu ya. Wah. Oke. Oke. Nah, di sini kita ee bisa ngelihat area taman tadi ya ke bawah ya, Kalau untuk ukuran kamar sendiri itu ee kurang lebih lebar berapa sih, Pak? Jadi ini ya jadi ini lebar ke sininya en. Gitu. Lalu panjang ke panjangnya 12. Total sudah termasuk kamar mandi. Oh, asik. Wah, mungkin kita bisa lihat kamar mandi ya, Kak. ya, Pak. Ini kamar mandinya connecting. Iya, connecting. Oke. Ini buat kamar mandinya itu em gede ya. Selain selain ada kamar mandi juga biasa ada walking closet. Itu ini ya, Pak? Iya, betul. Jadi ini ee kamar mandinya sengaja kita biasanya kan walk in closet dengan kamar mandi kan dipisah gitu ya. Iya ceritanya basah dan kering dipisah. ini kita jadikan satu cuman area basah aja yang kita sekat lagi supaya karena kita kan areanya juga enggak terlalu besar untuk area kamar apa kamar mandi dan walking closet. Jadi seenggaknya kita bikin terbuka gini open plan tadi gitu. Oke. Kalau untuk kamar mandi sendiri kan mungkin tadi basah ya. Ee jadi materialnya itu ada yang berubah enggak? Mungkin sama yang powder di bawah sama di ee materialnya tetap sama. Jadi ini kayak showernya kita pakai bahannya juga tetap sama pakai batu juga cuman dibikin lebih kasar. Khusus dindingnya aja kita pakai mosaik dari Venus Style. Ini kalau untuk tadi aku belum bahas nih, Pak. Untuk siling sendiri nih kan benar-benar dari sini berasa luas banget gara-gara tinggi. Ini kurang lebih tingginya berapa sih, Pak? Iya. Ini 4 m ya kalau sampai ke atas. Paling atas. Nah, kalau untuk atapnya itu sendiri ee aku penasaran nih, Pak, pemasangannya gimana sih? Karena mungkin kan bentuknya beda ya sama yang di luar. Iya, betul. Jadi begini. Jadi memang atap dari luar kan kita kan modelnya pelana gitu ya, miring dua arah. Jadi untuk kamar sengaja kita enggak bikin ujungnya enggak bikin lancip seperti di luar. Jadi kita kasih ada drop sealing lagi ini turun dibikin rata gitu. Gunanya untuk mengurangi juga volume ruangan ini supaya lebih secara ee interaksi manusianya ini lebih nyamanlah. Iya. Iya. Iya. Betul. Berasa sih mungkin kalau misalnya aku bayangin yang lancip itu kayak terlalu tinggi kayak Iya, terlalu tinggi. Betul. Jadi skala secara skala manusia nanti kurang nyaman ada di sini. H. Oke. Selain dari ee ee batroom, bathroom, ada tempat lain enggak nih, Iya, di sini ada keunikan lain. Di sini kita ada ee outdoor. jacuzzi. Wah, asik banget nih. Iya, gitu. Wah, ini udah benar-benar kayak Bali Vibes banget. Iya, dari Bali kita tetap secara privi tetap terjaga. Ini kan kita kasih kisi-kisi gitu ya. Terus tadi di halaman belakang juga kan kita tanamin tanaman bambu ini udah tinggi banget gitu ya. Jadi sebetulnya udah enggak enggak bisa kelihatan sama orang sih. Iya. I iya. Tapi cukup suasananya jadi mungkin jadi beda ya. Enggak seperti kayak di BSD. Beda wah ini juga pakai kayu ulin ya, Iya, ini pakai kayu ulin semua. Semuanya sama. Wah, ini benar-benar berasa kayak zen. Kayak Zen. Iya. Oke. Oke. Aku penasaran tuh ada di sebelah sono tuh ada pintu. Itu buat apa, Pak, fungsinya? Oh, pintu itu tuh dia tuh aksesnya ke area kloset. Jadi kalau ini tuh fungsinya buat ada sirkulasi udara lah gitu. Ini kan enggak ada jendela. Jadi kalau sedang dipakai ini bisa dibuka jadi enggak enggak pengap lah di dalam. Aku jadi penasaran nih, Pak, durasi konstruksi sama desain tuh berapa lama. Mungkin kita bisa bahas di bawah kali ya. Yuk, mari. Oke, yuk. Nah, Pak. Kolom saya untuk durasi konstruksi sampai durasi desain berapa lama sih baru pemain? Untuk konstruksinya sendiri ini 2 tahun. Eh, proses desainnya kurang lebih 6 bulan lah. Jadi total 2 tahun setengah kurang lebih. Selama proses desain kita juga ada beda pendapat mungkin karena klien e maunya apa terus kita secara eh desain konsepnya ke mana. Tapi ya makanya itu segitu lama itu supaya menyatukan ee apa ya menyatukan chemistry lah istilahnya antara klien dengan kita sebagai arsitek. Oh, oke. Tapi dalam ee konstruksi nih misalnya nih, Pak, em dari seluruh pengaplikasian gitu, ada yang paling sulit enggak sih yang mungkin harus benar-benar dikomunikasikan dengan kontraktor misalnya atau enggak sama tukang gitu? Iya. Dan sebetulnya yang sulitnya ini mungkin lebih ke detail gitu ya, detailing seperti ee bikin kusen gitu. Terus juga ee karena detailnya kan khusus gitu, terus pemakaian bahan juga kan kita banyak pakai vinir. I. Nah, itu kan butuh proses juga di pabrik lah. Hm. Kalau untuk kayunya sendiri ee tetap harus di-maintain, ada maintenance-nya enggak? Gimana, Pak? Nah, kebetulan kita pakai kayunya kan kayu ulin ya. Kayu ulin memang udah tahan cuaca dan dia juga memang dibiarkan natural gitu secara looks-nya. Jadi ee bisa dibilang itu udah enggak ada maintenance sama sekali gitu. Dan di rumah ini memang jadi yang jadi kelebihan itu mungkin rumah ini jadi tahan terhadap rayap ya. Karena kayu ulin kan juga setahu saya enggak dimakan rayap gitu. Terus bahan-bahan kayu yang lain kan pakainya Vinir juga enggak enggak dia enggak kena rayap kan. iya betul. Kira-kira untuk rumah ini itu ee kira bisa di spill enggak budgetnya nih? budgetnya ini kan ini dibangun tahun 2022 kurang lebih. He dia ee budgetnya waktu itu kurang lebih kisaran R jutaan lah per meter. Per. Oke. Kalau dari Pak Adi sendiri ada lagi enggak mungkin yang mau ditambahin dari Ya memang untuk mendapatkan hasil yang maksimal ya spek itu kalau bisa jangan dikompromikan terlalu jauh ya. Di sini juga kita enggak jor-joran, cuma kita kasih set batas minimalnya tuh di sini gitu. Nah, kita rasa ini udah batas minimal yang kita bisa lakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal ya. H kemudian penggunaan material alami ini juga sebenarnya mungkin di awal ya budget atau maintenance itu ada tantangannya tersendiri. Tapi setelah lama, karena kita juga mau bikin rumah ini untuk bertahun-tahun, enggak cuma sebentar ya. Jadi kita ingin saat dia menua itu menua dengan elegan gitu. Hm. Barang-barang yang alami itu menua dengan kelihatannya lebih baik ya dan lebih bisa kita lihat tetap bagus walaupun kita tahu ini udah tua rumahnya kayak gitu. Nah, kalau misalnya teman-teman pengin ngelihat karyanya Bapak nih, kira-kira bisa ke mana nih? bisa ke Instagram RDMA Designs. Di website juga sama rdmadesins.com juga eh cukup update lah. Yang paling update sih di Instagram pastinya. Oke, langsung saja teman-teman langsung cek di bawah komentar juga kalau ingin tanya-tanya langsung di bawah. Jangan lupa like, share, dan juga subscribe supaya tidak tertinggal episode berikutnya. Bye bye.

Lihat di YouTube