Rumah Kecil 42m2 di Dalam Gang! Inspirahoms : Ruma.Rils (YouTube Video)
Halo teman-teman, kembali lagi sama Mifta di Inspira Homes. Hari ini aku mau main ke rumah kecil dalam gang yang luas tanahnya tuh 42 m². Jadi lebarnya cuma 4 dan panjangnya 10,5. Kita langsung ketemu aja yuk sama ownernya. Halo, saya Riri. Saya Ilham. Selamat datang. Selamat datang di rumah Ril. Halo. Apa kabar? Baik, Kak. Alhamdulillah akhirnya kita main juga ke sini. Alhamdulillah ya walaupun bermacat-macatan dan janjiannya udah lumayan lama nih di sini. Oke, mungkin kita boleh tanya-tanya dulu enggak mulai dari fasadnya. Jadi kita agak maju lagi dulu. Aku mau tanya ini ceritanya kayak gimana sih Mbak Ririk? Kenapa kok akhirnya menentukan beli rumah di sini? Ini kan di dalam gang dengan luasan tanah 42 m². Ceritanya seperti apa? Jadi sebenarnya sih kita itu awalnya setelah nikah tuh pengin cari rumah tuh di sekitaran Jakarta Selatan sebenarnya ee sebut aja Depok lah kayak gitu. Cuman memang belum rezeki ya. Terus waktu itu ada dari temannya orang tua ada yang nawarin rumah di sekitaran City. Kebetulan juga kan rumah orang tua di seberang aja. Terus pas kita lihat itu cocok di dalam lokasinya itu dekat banget sama tempat kita kerja gitu. Karena kan mobilitas kita sehari-hari itu kan memang di sekitaran Jakarta kayak gitu. Oke. Oke. Jadi awalnya ini tuh sebelumnya rumah kontrakan tiga petak. Terus ee karena kita sering nonton Inspira Home, jadilah rumah yang sekarang kita tepatin. Jadi memang temanya itu simpel aja, kotak tapi bisa dibilang Japan industrial karena interiornya nanti pas kita masuk ke dalam. Dan emang serba putih-putih semua kayak gini ya. Dan kalau dari luar emang bentuknya ya udah kotak aja gitu. Kotak aja. Memang kita maunya lihatnya ya enggak enggak mau yang mencolok banget sih, Kak. Kayak gitu. He. Pakai arsitek kah ini? Iya. Kebetulan kita pakai arsitek dari desained bandar ada di sini teman-teman soalnya itu yang suka ditanyain juga sih. Ada yang mau diceritain lagi dulu enggak dari fasadnya mungkin? Oke, untuk pilihan gerbangnya pun kita pilihnya itu yang simpel aja ya. Jadi tingginya kurang lebih 1,7 m. Simpel, seless ter warnanya hitam ya. Jadi hitam karena kan Japan di industrial ya. Jadi biar ada industrialnya. Terus di sini kita pakai roas nako juga untuk sirkulasi udara. Terus juga jadi enggak terlalu langsung lihat ke dalam. Plus di sini ada kotak paket. Karena kita berdua jarang di rumah, jadi kalau ada tukang paket tinggal masukin paketnya aja. Kita ambil dari dalam. Oke sih. Simpel ya kalau dari luarnya ya. Kita masuk. Silakan masuk. Nah, ini langsung ketemu untuk motor ya di sini ya. Betul. Berarti e nah maaf nih biasanya kan ada yang tanya, "Kak, kalau nanti punya mobil gimana gitu." Oke, kalau untuk mobil kebetulan di sekitaran sini ada parkiran umum untuk mobil. Jadi, nanti kalau misalnya kita udah butuh kendaraan baroda empat, kita bisa nanti parkirnya bulanan di dekat sini ataupun di rumah orang tua ber karena dekat banget. Iya, berarti sudah ada tempat parkirnya ya. Enggak ngambil jalan orang juga ya. Betul banget. Ini motor aja cukup sih. Untuk dua motor juga masih cukup. Oke, jadi di bagian sini ini kebagi dua ya untuk naruh motor sama yang di sininya untuk teras kecil. Teras. Betul. Nah, ada cerita menarik apa nih di terasnya? Cerita menariknya sih sebenarnya waktu bangun itu kan kita enggak ada plan untuk ground tank ya. Jadi ee ternyata pas pembangunan itu butuh ground tank karena kita lumayan tinggi ke atas. Oke. Jadi di dalam ini ada tank. Terus untuk di terasnya sendiri pun ini e ada mesin air. Nah, jadi si mesin airnya ini kita tutupin pakai perforated tetap ala-ala industrial. Terus atasnya kita kasih bench untuk kalau misalnya mau pakai sepatu atau lepas sepatu nanti bisa dimasukin ke dalam juga. Jadi dia kamuflase gitu ya, tapi multifungsi juga. Betul. Soalnya ya udah kita bisa duduk di sini juga gitu ya. Oke. Nah. Ini dari sini sebenarnya udah kelihatan ya dalamnya karena pintunya kebuka. Betul. Inilah salah satu juga ee kenapa kita pilihnya folding door terus kaca karena itu tadi karena luasnya itu benar-benar rainy, kompact banget cuman 4 m aja untuk lebarnya. Bersihnya cuma 3,7 aja. Jadi supaya kelihatan ruangannya itu luas, itu tadi kita pakai sliding door. Jadi kalau misalnya ada keluarga, teman main tetap bisa ee di luar ataupun di dalam kayak gitu. Oke. Ini pun kalau misalnya ditutup kan dia kaca, dia masih ada gordennya kah atau roller blind gitu? Kita pakai vitrasa sih kebetulan. Oh, ada vitasa. Oke, gitu. Jadi nanti kalau misalnya ditutup kurang lebih akan seperti ini. Berarti kalau misalnya untuk lebih mau nutup lagi tinggal kayak gini ya. Iya. Kenapa pakai fit rase? Karena kita tetap pengin ada cahaya masuk aja sih, Kak. Kayak gitu. Terus kalau misalnya pakai roller blind agak ribet ya, karena kan ini folding. Benar, benar, benar. Jadi kurang match aja gitu ya. Terus rencananya nanti kalau ada rezeki kita mau pasang security door juga di bagian sini. That's why ada space kurang lebih itu 7 cent untuk si security door-nya. Nanti berarti next-nya ya. Next-nya gitu. Oke. Biar lebih aman lagi. Tapi sebenarnya kalau misalnya tadi dari depan pun kan karena tinggi dan tertutup juga enggak terlalu kelihatan ya bagian dalam. sekarang udah aman banget sih alhamdulillah di sini jadi juga udah cukup sih untuk saat ini gitu. Oke. Nah, ini kan rumahnya tiga lantai. Di lantai satunya ini ada apa aja nih? Untuk lantai satunya kita open space aja. Jadi kayak communal space, ada living room, ada dining, kitchen, terus toilet, dan ada gudang. Nah, pas waktu di dalam ini kan pemilihan warnanya enggak cuma putih aja nih. Aku ngelihat ada variasi warna lain, ada wood-nya juga. Nah, ini seperti apa nih pas pemilihan warnanya? Iya, kan memang kita konsepnya itu Japan industrial. Jadi, Japan itu kan banyak warna-warna kayu putih, terus industrialnya sendiri tuh ada warna hitam dan abu-abu. Nah, chartnya itu kita pilihnya warna putih aja, plain untuk di area komunalnya. Terus kita mainnya tapi di warna-warna interiornya gitu. Jadi kayak kita kasih ada warna hijau-hijaunya, terus artificial juga warna hijau. Beberapa ada warna kuning, terus di sini juga ada warna hijau dan lain-lain. Jadi lebih gampang ya mix and match-nya ya. Nah, ini kan kalau misalnya aku lihat juga dibikin split level gitu ya. Kalau boleh tahu alasannya kenapa enggak langsung los aja gitu sama rata gitu. Karena kita pengin ngejar si tangga yang menuju ke lantai duanya. Kita kan emang penginnya tangganya itu lurus, enggak ada lengkungan atau belokan. That's why dibuatlah di sini split level ketinggian kurang lebih 50 cent gitu. Sama sebagai pembatas area juga sih. Jadi ini pembatas area untuk living room. Pas naik ini udah ke area dining sama ke kitchen. Berarti pembatas arahnya tuh dari ketinggian level lantainya ya, bukan pakai sekat gitu ya. Jadi masih tetap los aja. Oke, kita balik lagi ke sini dulu karena kayaknya di sini tadi kan di manion ada toilet ya. Iya betul. Di sini juga ada pintu kayaknya. Iya. Kita ke sini dulu kali ya. Oke. Dibuat kamu semua ya pintunya ceritanya. Iya. Biar enggak terlalu kelihatan kalau ini ada toilet. Nah, karena di luar udah netral jadi untuk di toiletnya kita pilih warna main warna sih gitu. Oh, iya langsung beda ya warnanya. Heeh. Kalau yang di sini itu lebih ke pilihan aku sih yang bagian bawah ini. Jadi memang ee tiles-nya warna min. Terus ada motif teraz untuk sanitarynya rose gold. Terus masih ada warna putih. Kalau untuk lebarnya di 90 cm panjangnya itu sekitar 2,7. Bisa jadi kamar mandi ternyata bukan toilet ya di sini. Bukan cuma sekedar toilet. Oke. Dan di sini masih ada jendelanya juga, Teman-teman. Betul. Kita pakai jendela boven. Kenapa ini berbeda? Karena ceritanya tilesnya itu kurang satu garis dan kita enggak bisa beli per pisis. kita to kita minta warn sesuai sama tapi ternyata pas diaplikasiin warnanya beda cuman ya udahlah imperfect make perfect tapi benar sih kalau misalnya enggak terlalu di ini juga oke-oke aja enggak terlalu kelihatan dan untungnya di bagian sini ya Heeh nah ini adalah pintu rahasia yang kedua pintu rahasia dulu yang kedua ya karena rumahnya kompact jadi kita masih ada space juga di bawah tangga kita jadiin gudang ini sama lebar Barnya 90 cent. Untuk panjangnya 2,7. Tapi space-nya lumayan banget loh buat nyimpan-nyimpan kayak gini. Iya, lumayan buat nyimpan bekas-bekas kardus, terus alat-alat bersih-bersih itu cukup. Jadi semuanya yang berantakan di dalam situ aja. Nyimpan semua aib ada di dalam sini. Tapi emang bagus ya. Jadi kalau misalnya aku lihat dari sini kan tengah-tengah ini untuk TV ya. He. Terus yang bagian sininya kayak gisi-gisi tuh untuk pintu-pintunya semua. Nah, ini cozy banget nih ruangan untuk nonton TV-nya. Betul. Ini ada kayak cerita tersendiri enggak? Kayak ini maunya tuh seperti ini gitu atau kayak gini? Iya sih kalau kita lebih ke pemilihan ee interiornya memang pilihnya kalau bisa itu yang multifungsi. Jadi ee ini sofa bed kalau misalnya nanti ada keluarga yang nginp dia bisa tidur di sini juga. Jadi nanti kita bisa dijadiin sofa bed. Terus sama untuk TV sebenarnya ya, ini adalah e request Pak Suami pengin TV-nya segede ini. Walaupun tidak begitu lebar tapi dia request pengin sebesar ini. Cuman masih enaklah untuk kita nonton TV dan lain-lain. Oke. Dan ini dibikin floating ya. Jadi lebih simpel. He. Biar masih ada space juga kan kalau misalnya bersih-bersih juga gampang. Jadi kita buat floating aja. Oke. Boleh kita pindah lagi nih. Boleh kita naik atas sedikit. Sebenarnya aku langsung safok sama ini sih. Karena aku juga pencinta maca. Kita langsung salvok sama ini. Ini emang sengaja jadi pajang di sini apa gimana ceritanya? Iya. Jadi macok nih sebenarnya emang wilayah aku sih gitu kan. Jadi emang kebetulan lagi suka banget sama maca. Jadi beli printilannya juga di sini. Terus emang di dedikasiin tempatnya memang untuk maca station gitu. Jadi enggak boleh disentuh suami di sini. Boleh aja sih, tapi tetap nanti akan ada pembayarannya di terakhir. Nah, yang aku suka sebenarnya deh rumah ini nih masih ada kayak gumiricik airnya gitu. Ini emang dari awal dari rencanain atau gimana? Karena kelihatan jadi beda aja gitu kalau rumah ada ininya kan. Jadi memang awal kita bangun ini salah satu request-nya itu pengin ada rooftop dan pengin ada suara air. Jadi untuk rencana awal tuh sebenarnya cuman setengah aja nih, Kak. Jadi enggak full dari atas. Oh, setengah di gini gitu. He, kayak air mancur ada umumnya aja. Nah, terus pada saat pembangunan kebetulan aku sama suami kita kan emang suka ke coffee shop kayak gitu kan. Nah, ada salah satu coffee shop di Jakarta Selatan yang entrance-nya itu dia ada air mancur seperti ini tapi lebih besar. Nah, karena di sini ruangannya tidak terlalu besar, jadi kita aplikasiin sini sesuai dengan luasan di rumah. Jadi, jadilah seperti ini gitu. Berarti terinspirasi ceritanya. Heeh. He. Jadi kan lumayan nih sambil minum aja sambil dengerin gemercik airas gitu ya. Betul. Jadi enggak usah ke kafe lagi. Dan ini emang rencananya akan ada ikannya atau cuman seperti ini aja? Seperti ini aja sih Kak. Soalnya waktu itu kita pernah coba e kasih ikan tapi enggak bertahan lama sih. Cuman kayak 1 minggu terus mati akhirnya bau gitu kan. Jadi memang ya udah air aja sama bebatu-batuan. Ikannya enggak betah ya. Ikannya enggak betah. Iya. Nah, ini kalau misalnya kita lihat ke atas ini tinggi banget. Poidnya sampai atas tuh berapa tuh tingginya? Tingginya ini kalau total sampai lantai atas tuh sebenarnya 12 m. Oke. Dan emang dibiarin los aja gitu ya sampai atas ya. Cuman tetap ada atapnya ya di atas. L. Oke, jadi emang salah satu ee kita kasih void ini supaya walaupun kita enggak ee apa rumah di dalam gang, terus e berdempetan sama tetangga juga kanan kiri, terus kita enggak punya back juga, at least kita masih ada bukaan lah di tengah-tengah ini di antara si kolam ini gitu. Jadi bisa jadi sirkulasi dari atas nanti keluar ke depan. Kita ke samping sini akhirnya ketemu sama meja makan sama dapur. Sama dapur. Sebenarnya udah kelihatan sih kalau pas tadi masuk itu langsung kelihatan area sininya. Kalau ini area kekuasaannya siapa? Suami atau Mbak Rini? E bisa dibilang kita berdua sih. Karena kalau untuk masak justru lebih sering Pak Suami Mah yang masak gitu sih. Jadi aku lebih sering beberesnya. Jadi memang kita emang ee pemilihannya pengin satu garis aja biar kelihatan clean terus juga simpel. Warnanya juga masih satu nada. Kayu Japan terus putih kayak gitu sampingnya meja makan. Nanti sambil makan bisa sambil dengerin gemesik air kita. Oke. Aku boleh tanya enggak ini kode HPL-nya apa? Masih ingat ya? Ini Taco Afromorsia. Choco Afromosia ya? Iya Choco Afromia. Kalau Choco Afromia harusnya sama kayak di rumahku kalau enggak salah berapa gitu? 8502 kalau enggak salah ya. Kalau salah entar kita benerin deh. Pokoknya ini semuanya takonya sama sih. Kitchen set sama e kamuflase yang di depan juga itu kodenya sama. Terus mau lanjut ke atas atau masih ada yang ceritain di lantai bawah ini yang mungkin kelewat? Kayaknya sih udah gitu aja ya untuk dapurnya. Udah, Kak. Nah, kita sekarang menuju ke lantai dua nih ceritanya. Kalau tangganya ini sendiri ada cerita tersendiri enggak? Lebarnya berapa nih? Lebarnya sama kayak di kamar mandi bawah itu sekitar 90 centti. Cukup untuk berdua ya. Untuk kita yang slim slim itu cukup banget. Masih ada space lagi. Terus untuk lantainya sendiri kita di sini pakai corn wood gitu. Karena kan kita pengin ada tetap ada ornamen kayu tapi kita enggak pengin yang maintenance-nya itu ribet gitu kan. Jadi ini termasuk yang low maintenance. Kita cat aja warna kayu. Terus untuk list tangganya sendiri kita pakai besi sama dengan si relingnya. Ini kayak kesan industrialnya ya kalau betul tetap industrial dan dan ini sih yang cantik dikasih ambientien slide dari bawah sampai atas mungkin kelihatan bangetnya tuh kalau pas sudah gelap ya. Betul. Jadi kebetulan kan kita syutingnya pagi ya Kak. Jadi memang tapi kelihatan kok ini. Heeh. Oke. Nah, kita sudah sampai di area lantai du dan ini masih ada tangga lagi ke atas. Nah, kita bahas dulu di sini. Kayaknya di sini kamar ya isinya. Betul. Jadi, di lantai du ini kita memang privacy ee area. Jadi, di lantai du cuman ada kamar aja. Ada tiga kamar, yaitu kamar anak, working space, sama kamar utama, dan kamar mandi. Oke. Boleh lihat dulu dari mana? Dari sini boleh. Kamar anaknya silakan. Wah, ini ukurannya berapa nih? Ini ukurannya 19 * 2,1. Kompact banget di sini. Ee karena kan memang untuk kamar anak atau kamar tamu. Cuman untuk bednya sendiri nanti ini masih bisa dixtend. Jadi kurang lebih di 160 cent. Oh, berarti bisa untuk dua orang ya? Bisa untuk dua orang. Betul. Oke. Dan masih ada jendelanya juga. Betul. Tetap jendelanya ada pencahayaan di sini. Dia kecil tapi bermanfaat banget ya. Terus juga ee kabinetnya bisa untuk naruh baju juga kayak gitu. Oke. Dan lantainya sih yang aku notis langsung berubah. Di sini juga pakainya lantai yang motif kayu. Betul. Untuk semua kamar di lantai du ini kita pakai semuanya granit motif kayu untuk pembeda aja sih gitu kan. Jadi lebih warm juga. Oke, tuh. Kita lanjut ke ruang sebelah. Tuh, silakan. Kalau ini kayaknya pintunya beda nih. Pakainya sliding door. Heeh. Pakainya sliding door karena ini lebih compact lagi. Silakan. Oh, ini working area ya? Iya, working area. Sebenarnya sih ini juga nanti untuk kamar anak atau kamar tamu. Cuman untuk saat ini kita fungsikan untuk working space sama tempat penyimpanan koper dan juga baju-baju. Oh, itu di balik sana. Di balik tirai noren ini. Ini ukurannya berapa? Ini untuk panjangnya di 3,75. Untuk lebarnya tadi di 1,8. Oke. Dan tetap harus ada jendelanya. Jadi tetap terang ya di dalam tetap harus ada jendelanya. Kecilkecil tapi ini ya fungsional semua ya gitu kan. Siapa tahu kan teman-teman ada nih yang punya ruangan kecil bingung buat apa bisa buat working space juga ya sebenarnya. Betul. Manfaatin aja sih semua ruangan yang ada di rumah. Kalau bisa jangan sampai mau bazir. Nah ini kita ke sana. Cuman yang menarik ini dinaikin lagi loh lantainya. Betul. Sama kayak tadi yang di lantai satu dibuat leveling karena kita mau ngejar si tangga nanti yang ke roof lantai 3. Tapi kalau yang ini dia lebih pendek aja cuman sekitar 20 cent kita buat dua step. Jadi sebagai pembatas juga Heeh. Pembatas juga nih memasuki ke area kamar utama sama ke kamar mandi. Oke. Boleh ke kamar mandi dulu? Boleh. Oke. Ini untuk kamar mandinya di lantai du. Ee cukup besar loh ini. He. Ukurannya berapa kalau ini? 1,7 * 2,3 m. Terus di sini juga kita kasih skylight itu di ukuran 60 cm sebagai pencahayaan. Jadi selain ada jendela, kita juga ada skylight di atas. Jadi jendelanya juga dari atas ini ya bukaannya. Dan ini untuk area basah dan keringnya juga terpisah loh. Iya, kita pisahin terus kita pakai ini aja enggak mau pakai kaca supaya e maintenance juga ya. Ini pun juga udah cukup kalau mandi enggak akan e ngucur ke mana-mana. Dan kalau di sini temanya abu-abu cuma tiba-tiba yang untuk area showernya ini dibedain gitu ya. Heeh. Sengaja memang biar ada ornamen sedikit aja kali ya biar enggak abu-abu semuanya tetap kita kasih pembeda sedikit untuk ruangan si showernya. Terus toilet sama di sini area wastaffelnya. Ada wastaffelnya juga di sini. Dan itu jendelanya. Jendela lagi. Oke. Nah, berarti ini kamar utama. Tapi kita ngintip dari sini dulu nih. Nah, jadi kalau misalnya kita dari atas sini teman-teman, kita bisa ngelihat itu air. Oke. Dan ini dari atasnya tuh jadi terang ya di sini ya. Terang. Kalau emang lagi cerah pasti terang. Terus kalau misalnya hujan nanti kita bisa lihat gemercik hujan juga di atas. Enggak terlalu berisik sih, karena kan ini kita pakai kaca yang ketebalan 0,88 mili. Jadi masih ee enggak terlalu meredamah ya. Meredam suara. Betul. Lanjut kita ke kamar utama. Wah, lucu banget kamar tidurnya. Ini ukurannya berapa? Lumayan besar loh kalau ini ya. Iya, ini paling besar di 4 * 3 m. 4 * 3 m. Dan aku suka konsepnya sih simpel aja gitu. kayak kasurnya di bawah, lemarinya juga terbuka. Tapi ini sementara atau rencana ke depannya seperti apa? Kebetulan ini ee sementara sih, Kak, karenaak kan kita masih rumah tumbuh juga ya. Jadi interiornya juga kita masih bertahap lah. Nanti akan ada dipan sama akan ada lemari sama ada meja riasnya full dari atas sampai bawah. Jadi untuk saat ini sih kayak gini aja juga udah cukup ya gitu. Jadi untuk baju-baju kemeja kita gantungin aja selebihnya yang mau dipakai sehari-hari kita bisa taruh di bok sama ada di laci dan tetap dapat pencahayaan karena ada jendelanya yang lumayan besar juga. Jendela lumayan besar juga. Ini juga ada space lumayan nih biasanya buat apa di sini? A sih nantinya sih sebenarnya sini akan ada side table sama halnya sini ada meja nanti kayak untuk ee working space juga. Oke, cuman kayaknya e untuk saat ini gini aja sih, kita an juga ya di sini, terus makeupan juga kadang di sini gitu. Simpel aja karena kan ini emang cuman untuk tidur aja. Asik ya kamarnya ya. Ini juga dibikin kayak gini loh atasnya. Heeh. Karena kan nanti ini akan buat lemari ya, Kak. Jadi sisi sini nih batasnya untuk lemari. Memang udah ada full ya di sini untuk lemari. Heeh. Memang udah disiapin sebenarnya. Siap. Nah, ini saatnya kita ke atas. Oke, sekarang kita udah ganti pemain sama Mas Ilham. Sekarang sudah kita bujuk-bujuk biar ikutan di sini. Oke, Mas. Sebelum kita ke atas, aku mau tanya. Berarti di atas nih ada rooftop juga ya? Ada rooftop, ada area jemur sama laundry. Memang dari awal pengin ada roof itu atau gimana ceritanya? Dari awal emang kita mau ada roof karena kan kita emang teman banyak ya dan kebetulan kita dapat sunset juga di area sana. Jadi e pengsetan di rumah lah daripada ke kafe. Wih asik asik asik. Boleh ada maca ada sunset. Sambil ke atas nih kita, Mas. Boleh. Cuman di ini tangganya aku lihat dia dibikin berbeda ya, Mas. Kalau yang bawah kan full solid ketutup. Yang sini dibikin ada celah-celahnya untuk udara ya. Udara dan cahaya ya biar bisa ke bawah ya. Karena awalnya nih emang solid juga, tapi setelah kita kan saya sama istri kan sering ke kafe gitu dan ternyata kita dapat nih tangga yang melayang gitu langsung kita info ke arsitek kita terus kita info ke tukang kita gitu. Dibikinlah seperti ini. Gimana caranya kayak gini? Ke kafe mana sih Mas? Oke. Terus juga ku perhatiin skylight-nya di sini full ya Mas ya. Satu area tangga ini ya. Ya, ini skylight-nya 1 m * 5 sih. Ya, kita emang konsep rumah ini pengin rumah tanpa genteng sih. Jadi, semua di ee atas ini emang semuanya pakai kaca. Oh, oke. Iya, ya. Jadi enggak pakai genteng, ya. Cuman ini kan kuli lihat ada celah-celahnya dikit ya. Tetap ya, ventilasi udaranya. Iya. Iya, betul. Oh, wow. Nah, kalau full kaca seperti ini plus minusnya apa nih, Mas? Ee panas sebagai pengguna. Oh, oke. Panas. Panas. Tapi kebetulan kan kalau kita jarang di rumah, terus kalau misalkan siang kita pasti ada di bawah nonton TV. Kita lebih ke sini itu kalau sore aja sama malam. Oh oke. Paling itu ya kalau emang dirasa terlalu panas mungkin bisa tambahin kaca film gitu ya Masar ya. Oke. Nah ini kita berada di area area laundry. Laundry-nya. Oke mesin cuutnya dan emang udah disiapin ya dari awal ya. I tapi emang ee harusnya enggak kayak gini karena ini rumah tumbuh dan emang didesainnya ee nunggu duit dulu lagi. Iya. I jadi ee nanti bakal diterusin. Tapi emang seperti itu, Mas. Rumah tuh selalu seiring bertambahnya waktu sering kita ngisi. Kita ngisi seperti itu ya. Dan di sini ada ruangan untuk apa nih, Mas? Betul. Ini area jemur. Oh, utilitas juga ya. Sama kan kalau di bawah ada ground tank. Kalau di sini kita pasang tandon air sih. Oh, jadi untuk ditubukin dulu di atas ini baru dia didistribusi ke bawah situ. Iya, betul. Dan kita pakai ee booster. Booster juga. Oh, ini benar sih kalau jemur langsung kering. Kering ya 2 jam juga kering. Satu AC nyala. Emang dari panas sini juga ya. Kita kalau di sini juga lama-lama kering. Ini area selanjutnya. Oke. Wih. roof roof toop yang hanya bisa kita dapetin ya view-nya kayak gini ya Mas ya kalau di Jakarta ya karena view-nya langsung kelihatan kota Jakarta juga ya gimana Mas ceritanya rooftop ini Mas kan kalau di bawah kan ee gemricik air lah ya kan ditemenin sama maca kalau di sini sama view kota lah city light gitu ini tempat kalau misalkan hujan kita biasa diduduk di sana in kalau pas malam tahun baru kelihatan enggak Mas Kembang kih semuanya kelihatan Dan kebetulan kalau cerah Gunung Salak pun kelihatan di sebelah sana. Wih. Oh iya ya. Ya. Sunsetnya di sana berarti. Sunsetnya di sebelah sana ya. Cuman sayangnya kita ke sini pas siang ya. Dan ini emang lagi panas banget di lantainya juga ya. Jadi enggak pakai kaos kaki udah kepanasan kaki. Jadi semuanya itu emang kita bilang ke arsitek kita sama ke yang desain kaca ini, kita tetap mau ada cahaya tapi tetap ada udara. Makanya dia bisa masuk lewat sini ya. Air hujan enggak masuk karena dikasih ini ya. Engak masuk. Betul. Sama pintu juga kalau di ee sini kan semuanya pakai kawat nyamuk gitu. Jadi biar tetap udara juga bakal masuk. Oh iya. Jadi memang udah dipikirin bangetlah ya dari awalnya. Ada lagi mungkin cerita Mas di rooftop ini. Ini siapa yang e nanam di atas nih Mas? Kalau boleh tahu? Ee itu kebetulan kita pengin punya tanaman taman kecil tapi tanaman yang gampang dirawat lah. Jadi kita ke tukang tanaman kita cari-cari ya ini tanaman butterfly namanya. Oke. Wah seru seru seru. Aku lagi ngebayangin nih kan sore-sore ya sore-sore malam asik banget emang di atas sini ya Mas ya. Spot favorit ya? spot favorit. Apalagi kalau banyak ke kembang api, tahun baru, acara-acara tertentu, pasti di sini jadi sport sih ngumpul-ngumpul. Oke, Teman-teman, sekarang kita udah duduk bareng bertiga nih, ada Mas Silham sama Mbak Riri. Weh, terima kasih kita udah boleh keliling rumahnya. Wih, keren banget. Ternyata menginspirasi sekali di lahan yang terbatas ya, padahal nih ya. Nah, yang aku mau tanyakan ini proses pembangunan berapa lama nih, Mas? Dan challenge-nya apa pas bangun rumahnya ini? Proses pembangunan ini kan bangun itu mulai Mei 2024 dan jadi itu Desember. Oke. 7 bulan kita. Iya 7 bulan. Ee challenge bangun ini itu karena ini rumahnya dalam gang, jadi bahan bangunan itu enggak bisa langsung dikumpulin semua di sini. Heh. Kalau kita beli pasir, kita beli batu tuh dikarungin dulu. Oh iya. Di material. Jadi kita ee nyuruh orang lagi buat ngarungin, habis itu dinaikin baru ke sininya bawa pakai karung. Wah, jadi itu yang ee memakan waktu juga berarti ya. Oke, oke, oke. Tapi terus ya udah ee memakan waktu tapi semua proses berjalan lancar aja lah ya. Proses sih lancar, tapi karena kita kan sering ke kafe terus ke sana ke sini gitu, jadi pas pembangunan nih banyak gantinya lah. Menemukan hal baru. Cocok nih taruh di rumah gitu ya. Iya. Kita kita datang ke kafe terus wah nih cocok nih kita bilang ke arsitek kita nih bisa enggak diganti? Habis itu kita bilang ke tukang kita dan kan kebetulan tukang kita itu kan jadi kita sewa arsitek aja dan tukang kita itu kan ee dari di dari kita langsung. Jadi harian atau borongan? Harian. Harian. Oke. Jadi kita ee nerjemahin lagi, jelasin lagi semuanya dan ee gambar yang di arsitek itu belum tentu dipahami sama tukang kita sih. Oh, berarti controllingnya juga effort juga sepertinya berarti ya. Tiap hari kita pasti ee ke sini sih pagi gitu sebelum kerja. Oh oke. Karena ee pasti ada pertanyaan dari tukang ini apa, ini gimana? Kayak contohnya kan e pasang kaca nih. Dikiranya tukang yang bakal pasang kaca, tukang langsung bilang, "Enggak bisa." Itu enggak bisa pasang kaca. Iya. Enggak, enggak. Bukan, bukan kalian yang pasang. Tenang, tenang, tenang. Dan pertanyaan di awal juga kayak rumahnya kan enggak ada gentengnya gitu dan banyak ee area bolong-bolong gitu waktu pas di awal pas pembangunan. Jadi, banyak pertanyaan ini kenapa bolong gitu terus kalau hujan gimana gitu. Tapi pas e udah ada hasilnya sih baru ketahuan. Paling yang lucunya itu kan kayak tukang kan ee ini salah satu projek pertamanya mereka juga kayak ini beneran kayak gini kayak gitu kan. ini beneran nih rumahnya kotak aja gitu, enggak mau ada atapnya dan lain kita bilang, "Iya kok benar kayak gini kayak gitu kan. Ini benar toiletnya di depan kayak gitu." Iya benar kok. Nanti kalau udah jadi bakalan kelihatan bedanya. Terus pas sudah jadi, oh maksudnya seperti ini kayak gitu. Lebih lucu aja sih. Karena kan juga mereka jarang buat rumah memang yang beda gitu kan. Biasanya kan ya rumah pada umumnya aja. Ee aku pengin tanyain berapa sih biaya pembangunannya rumah ini? We berapa? Biayanya itu 9.187 macha late. Jadi kalian kaliin aja kira-kira berapa ya pun macate mana aku juga enggak tahu mana dikasih dong. Everage price yang di eh ceremonial Macha di Jakarta lah gitu. Jujur ya jujur saya juga enggak tahu tu. Jadi itu jadi puzzle aja untuk teman-teman. Silakan cari tahu entah googling entah entah T C GPT segala macam silakan cari tahu sendiri. Kurang lebih seperti itu ya biayanya ya Mbak ya. Iya kalau misalnya udah ketemu jawabannya nanti jangan lupa komen di YouTube IKP Mifta ya. Oke. Nanti dicek benar atau enggak ya. Nanti kita koreksi di mana yang benar. Nah, buat teman-teman yang masih ada pertanyaan pengin nanyain seputar rumahnya lagi atau mungkin terinspirasi tentang rumahnya, nanyanya ke mana, Mbak Riri? Masil. Oke, bisa ke Instagram kita di rumah.reels atau ke YouTube juga sama Rumah.rreels. Oke. Nah, ada kepanjangannya enggak sih? Itu R apa tuh, Mas? Mbak nama berdua kah? Nama berdua Riri dan Ilham itu sih res simpel. Oke. Oke. Ya udah, kita thank you banget boleh main ke sini, explore rumahnya. Wah, luar biasa. Benar-benar menginspirasi. Enggak nyangka loh, rumah 42 m² jadi senyaman ini. Oke, thank you sekali lagi. Terima kasih teman-teman buat yang sudah nonton jangan lupa subscribe channel kita, follow Instagram kita mftajana. Ada Instagram satu lagi, klikin. D.id juga dan Instagramnya Inspiralum. Ada TikToknya juga pokoknya panjanglah, ada di deskripsi. Dadah. atas. Mau gantian gak ke atas? Terus sama Kak Wicak. Ayo terus dikit tinggal dikit jauh aja biar dia aja Kak panas soalnya. kaos kaki udah kepanasan. Bu
