Jungkat

Rumah Kecil 70m2 Tapi Estetik dan Cantik! Inspirahoms: Rumah Qysydrell (YouTube Video)

  • 28/03/2025

bangunannya 70 m pers, tanahnya 100 m². Ternyata bisa juga disulap jadi hunian yang nyaman walaupun cuma satu lantai aja. Ya udah kita langsung kenalan aja yuk sama pemiliknya. Halo teman-teman, aku Lia. Selamat datang di rumah Kishitel. [Musik] Oke, sekarang kita udah ketemu sama Mbak Lia. Halo, Mbak. Halo. Salam kenal. Halo, Om. Salim. O, omnya Salim dulu. Iya. Waduh, pintar sekali. Oh, panas. Oh, panas. Oke, Mbak. Sebelum kita bahas desain rumahnya, boleh aku tanya dulu luas tanahnya berapa? Luas bangunan berapa, Mbak? Luas tanah kurang lebih 100 m². Kalau luas bangunan itu 70 m. Seg. Oke. Dan dibangun satu lantai ya? Iya, satu lantai aja karena kebutuhannya belum terlalu urgen banget. Jadi cukup satu lantai aja. Oke. Dan boleh tahu enggak, Mbak ini tema desainnya seperti apa nih, Mbak? Kalau k lihat kan dari apa kanopinya nih diekend dan dibikin lengkung-lengkung gitu ya. Ini enggak ada tema apa-apa sih. Aku tuh penginnya yang lebih simpel aja. Terus karena memang bentuk awal rumahnya itu udah lengkung di ujung. Oh, tanahnya emang udah lengkung seperti itu. Makanya aku menyesuaikan deh untuk kanopi aku bikin lengkungan juga biar dari sono tuh kelihatan oh sama gitu dengan bangunannya gitu kan. Makanya dibikin seperti ini kemarin. Nah, terus kalau aku lihat juga ini ee dari luar emang dibikin agak tertutup gitu ya, Mbak ya. Heeh. Karena memang saya kan berhijab jadi privasy penginnya tuh kalau lagi pas duduk di teras, duduk di sini itu orang enggak bisa lihat langsung. Oh, ayo. Agak tertutup sedikit aja deh, gitu. Tapi tetap sirkulasi harus dapat. Makanya di sini kalau aku lihat banyak ada roster, roster. Kalau bisa tuh angin tetap kita dapat gitu di dalam. He. Terus aku juga suka perpaduan warnanya sih, Mbak. Ini kan ada abu-abu ya. Abu-abu. Terus ini juga dari batu alam ya. Alam. Betul. And the seat. Heeh. Batu and the seat. Kalau ininya itu WPC ya. Ini banyak banget yang ditanyain teman-teman di Instagram juga. Jadi dia bisa dibentuk apa aja diawet ya. Lnya kekayuan dan dia tahan air ya, Mbak ya. Ini tahan air karena kita coating. Oke, jadi harus wajib dicoating itu per berapa bulan gitu dicoating lagi. Ini dicoating nih kemarin. Jadi makanya agak-agak glossy ya. Heem. Cuman dari rangkanya cuma ini aja ya, Mbak besi. Iya. Rangkanya kita pakai besi aja dengan perpaduan warna ini ada kontrasnya yang bikin menarik sih, Mbak. Kalau I bikin menarik sama ini kan disesuaikan dengan ini. Ini awalnya putih. Oh, awalnya putih. Awalnya rosternya putih. Jadi kita ya udah deh match biar sama dengan itu kita cat aja ini pakai warna warna terakota. Oke. Dan ini kayaknya sering ditanyain sama teman-teman atau mungkin tetangga di sini juga ya. Iya benar. Ini nih ini nih primadona. Karena enggak ada taman orang tuh pakai kaktus. Kaktusnya yang berduri lagi kan. Kenapa saya pilih yang berduri? Biar kucing itu enggak poop di sini. Oh ini dikasih batu-batu juga kan. Oke. Dan di luas tanah 100 tadi itu. Ini berarti emang melebar ya Mbak ya mukanya ya? Iya. Lebar samping ya. Kalau dalam enggak terlalu lebar banget ya. Kalau kurang lebih kalau di dalam itu panjang ke dalamnya 7 m ya. 7 man kalau saya enggak salah ya. Heeh. 7 man lah. Oke. Kalau salah nanti kena denda. P denda. Aduh bahaya nih kalau udah denda. Nah ini Mbak. Terus kan aku lihat berarti tadi pagar untuk jalan kaki masuk. Sini untuk kendaraan ya. Betul. Heeh. Ini buat mobil. Dan emang aku suka banget sih dibikin melengkung-melengung gini. Melengkung gini ya. Ini lumayan bikin yang lewat tuh noleh. Eh, ini kok aneh ya? Eh, kok ini beda ya gitu. Makanya kan inspiratif masuk di inspira bisaan bisa aja. Oke. Terus juga di sininya ada kanopinya tapi ada kanopi dan di atasnya itu kita tutup pakai alderon ya. Aldon. Terus bagian bawah biar enggak lowong banget kayak yang di sebelah situ tuh ya. Jadi kita pakaiin ini ee WPC gitu. Oke. Oke. Terus dikasih down light-nya juga ya? Down light-nya? Iya. Ada empat titik untuk lampu. Wpc atau PVC, Mbak? Ah, salah, maaf. PVC. PVC. PVC plafon ya. Plavfon PVC PVC. Cuman motifnya tetap agak ada yang ke kayu-kayuan gitu ya, Mbak ya? Iya, tetap warnanya harus kayu-kayuan. Oke. Kalau yang sana emang belum dikasih. Karena emang belum dikasih karena saya tuh masih banyak ee pikiran nanti mau dikasih lampu di di dalamnya enggak atau mau pakai yang model kisi-kisi yang PVC yang panjang-panjang gitu nanti masih dipikirin masih digodok dulu. Masih digodok. Jadi jangan flat semua kayak gini. Jadi maksudnya biar agak beda gitu. Wih, keren keren keren. Dan terus tetap ada talang airnya ya. Iya benar talang air nih harus nih kalau enggak dia blueberry ke depan. Iya benar benar benar. Oke boleh kita masuk ke dalam nih Mbak. Siap boleh. ya. Oh, nih aku baru tahu kenapa di depannya dibikin tertutup ya, Mbak ya. Ternyata di sininya tuh kerasa terbuka ya. Heeh. Betul. Oke. Dan sini area apa dulu nih, Mbak? Ini area nongkrong sih kalau subuh-subuh biasanya di sini nih cari inspirasi hirup udara segar terus karena dia di depan itu banyak pohon-pohon gitu. Enak banget di sini itu. Terus kalau di sebelah sini itu kita bikin teras khusus nongkrong bareng anak-anak nih. Oh asik banget di sini. nongkrong terus sama kalau saya treat meal pagi-pagi. Oh, ini ya makanya ya nih taruh di sini. Kalau di sini kan walaupun kita pakai baju yang terbuka tetap enggak kelihatan. Engak kelihatan dari luar. Dan ternyata kaktusnya sampai dalam sini ya, Mbak ya. Iya. Kenapa kaktus? Tanya dong. Iya. Oke, Mbak. Aku baru mau nanya. Kenapa kaktus, Mbak? Ya karena saya malesan malesan terus. Ah, ya udahlah. Kalau kaktus tuh taruh aja seminggu ditinggal juga hidup dia gitu. Iya tanpa kayak kita harus e ngasih effort banget pokoknya dia kayak benar. Kalau mau rumahnya ada hijau-ijau ya kaktus aja atau enggak artifisial yang dicuekin aja tetap. Iya iya iya iya. Makanya nih ada banyak di sini. Di luar? Iya di luar. Terus ini Oh ini nih. Ini apa nih Mbak? Ini adalah ruangan rahasia. Jadi di sini tuh banyak sisa-sisa pengerjaan rumah. Oh ini ada cat. Ada C, ada sisa-sisa vinil, PVC dan segala macam. Ini tempat naruh-naruh oil-oilnya paksu, perlengkapan ininya buat cuci-cuci mobil ya. Berarti ini dibikinnya coran gitu biasa ya. Iya, ini cor-coran ee terus dikeramik aja. Awalnya ini keramik juga nih rantainya nih. Oke, awalnya keramik cuman keramiknya berbeda dengan ini. Saya salah pilih merek waktu itu. Jadi lebih cepat kotor. Oh, jadi kalau kotor ya udah sayail aja deh. Jadi anak-anak bisa tiduran di sini. sambil main nunggu beduk banget. Oh iya ngabuburit nih. Karena kita syutingnya pas lagi puasa nih teman-teman. Iya benar enggak ada aus ya ngomong terus lama-lama aus kita. Nah, Mbak, aku mau tanya lagi nih, Mbak. Kalau yang ini apa nih, Mbak dipakainya mbak? Ini sama material dengan pagar. Oh, ini sama nih bentukannya sama. Lihat kan? Sama. Oh, iya iya iya ya. Jadi ini tuh fungsinya bisa untuk di sini juga. Jadi, buat di tembok bisa, buat di sini bisa. Oh, gitu. Ini lebih awet. Cuma penyusunannya yang dibikin beda ya, Mbak ya? Iya. Buat decking juga bisa. Oke. Dan ini juga kalau aku lihat di ya, Mbak ya. Ini ada rahasia nih. Ini apa ini, Mbak? Ini adalah air tetesan AC. Jadi ini kan AC kan enggak dari awal bangun kan kita tuh lupa banget nyiapin instalasi buat AC biar rapi. Itu ditanam di tembok kan. Nah, saya malas banget bongkar lagi ya. Udah karena kemarin kabelnya di sini selangnya tuh di sini ngegantung gitu. Ya udah, minta tolong sama yang tukang kanopi buat dibikinin deh rumahnya biar enggak kelihatan. Airnya langsung ke tanah. Oh. Oh, airnya langsung. Iya, airnya langsung ke sini. Jadi secara ini kita enggak perlu nyiram. Wih, boleh. Ada air hujan. Detail nih sampai dibikirin juga. Dibikin ini tiap sudut. Oke. Boleh, Mbak. Kita ah ini tanaman apa nih, Mbak? Ini artificial. Ini zaitun Mas. Artificialnya enggak bisa dimakan. Nah, ini kan bagian teras tadi. Bagian teras ini sama nih. Cuman yang ini apa nih, Mbak? Nah, kalau ini PVC yang di lem aja nih. Oh, ini pasangnya cuma di lem kok. Ini aku enggak ketong masang sendiri atau dari ini, Mbak? Tukang dong. Oh, aku baru ngah juga nih, Mbak. Ternyata di sini ada color blind-nya ya. Ini awalnya kan belum ada kanopi dulu nih, Mas. Heeh. Ini belum ada kanopi. Jadi kalau hujan karena rumah kita enggak ada barat. Oke. Ok, matahari kan sorot banget ke sini. Jadi ya kita tutuplah ini. Jadi kalau hujan dulu kan tampies kan, kalau hujan masuk ya udah kita tutup. Kalau malam pengin privasy duduk di sini kan kalau lampu terang kita kelihatan dari luar dong. Oh iya. I nah jadi kita tutup kayak gini. Nah ini juga ternyata ada rahasianya. Ini enggak sekedar meja untuk ngopi ya. Iya benar. Saya pengin tetap ada meja. He yang tone-nya kayu cuman harus berfaedah nih. Jadi kita bikin storage tuh nih. Buat barbelan. Jadi buat barbelan. Bapak suami daripada dia naruhnya sembarangan di mana-mana ya. Iya. I ditutuplah di sini. Wih keren keren keren. Ini custom ya Mbak? Berarti custom. Iya. Nah, Mbak boleh ke sini Mbak. Ini area untuk carport carport-nya ya. Oke. Ada apa aja nih, Mbak? Di sini sini ya lebih ke ini ya tempat penyimpanan sih bisa dibilang. Karena rumah ini kan enggak ada gudang. He. Jadi saya nyimpanin tangga ini untuk perabot bersih-bersih teras segala macam. Heeh. Tapi tetap tertata semua rapi ya, Mbak ya? Iya, betul. Nah, ini galon. Tempat-tempat galon. Oke. Tempat untuk galon. Dan di sini ini rak sepatu. Rak sepatu ya. Di sini buat nyimpenin. Oh, buat pemadam. Heeh. Pemadam ya. Itulah anti nyamuk dan lain-lain. Anti nyamuk dan lain-lain. Nah, ini kamar anak-anak kan. He. Sirkulasi udara tetap masuk. Nah, itu kayaknya juga ada pintu ya, Mbak ya? Heeh. Kalau di belakang ini ada pintu. Jadi ini buat entry way keluar masuk kalau suami pulang dari kerja. Oh. kan susah tuh lewat ke sana jadi lewat sini. Oh oke. Tapi nanti kita masuknya lewat depan aja ya Mbak ya. Oke. Siap. Terus ini juga MCB untuk PLN. MCB buat PLN juga harus ada rumah dong. Jadi di dalam rumah ada rumah. Ada rumah. Oke. Dan habis ini kita akan segera masuk ke dalam rumahnya. Kita gantian sama Mifta. Oke sekarang kita masuk ke dalam ya Mbak ya. Nah. Tapi ini pintunya juga udah menarik. Iya pintunya ini. Ingat ini enggak sih? Ingat telepon zaman Belanda. Telepon Belanda ya apa sih? Telepon umum dulu ya yang gini kan ya. Itu inspirasinya dari situ sih banyak juga sih sebenarnya teman-teman lain yang sudah pakai. Jadi kenapa dibikin terbuka? Karena memang saya tuh kalau di rumah enggak mau tertutup jadi harus terang. Jadi daripada pintunya terbuka, debu masuk ya udah dibikinlah kaca-kaca. Kenapa dibuat kayak gini juga? Karena di luar ini juga udah terutup ya. Jadi aman aman banget. Anak-anak juga mau ngapain juga saya enggak pernah khawatir gitu. Jadi sebenarnya ini tuh kita belum masuk ke dalam rumah, tapi udah kayak indoor juga ya. Udah masuk di indoor rumah. Ini bagian rumah. Udah bagian dalam rumahnya gitu ya. Semua udah aman ya, Mbak ya. Yuk kita masuk. Boleh mari silakan masuk. Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Wah, bagus banget rumahnya. Silakan masuk. Pas masuk ini kan langsung kelihatan semua ya, Mbak ya. Ini ada living, dining, kitchen. Langsung kelihatan semua. Iya. Konsepnya tetap white and wood ya. White and wood. Semua harus seragam, konsisten ya. Dan pemilihan warna kayunya ini juga wood-nya nih soft banget ya, enggak yang kontras-kontras gitu ya. Iya, bagus jadinya. Nah, boleh diceritain enggak, Mbak, ini gimana sih ng-edesainnya? Awal sebenarnya ini bawaan rumah itu ada tiga kamar ya. Oke. Tiga kamar. Satu, dua di sana, tiga di sini. Heeh. Oke. Jadi, karena kita anaknya tiga cowok semua, yang dua bisa dijadiin satu kamar. Akhirnya yang satu kamar itu setelah alot nih diskusinya panjang benar enggak nih kamar dibongkar saya enggak gitu kan. Cuman ya udahlah kita butuhnya itu ya kita bongkarlah di sini akhirnya jadi laundry room gitu. Oke. Tapi kalau bawaan aslinya seperti apa emang bawaan aslinya ya layout-nya seperti apa nih Mbak tetap sama ya? Tetap sama kamar tetap posisi di sini sama di sini. I cuman di sini dulu dapur. Oh, dapurnya di situ. Di sini dapur. Terus pintunya saya rubah ke sini. Awalnya di sini. Hm. Pintu belakang itu di sini. Jadi langsung di buntutnya mobil itu langsung pintu ya. Saya bikin di sini biar akses lebih gampang dipindahin ke sini. Untuk kamar ini pintunya bukan di sini. Pintunya dulu di sini, Teman-teman. Ya, di sini pintunya. Cuman karena saya pengen dapur itu terbuka dan enggak ada lalu lalang anak, ya udah pindah deh pintu ke sana di sini jadi full tutup buat dapur. Dapurnya ini kurang lebih 2,8* 2,6 ukurannya. Jadi karena rumahnya konsepnya itu harus punya penyimpanan banyak, akhirnya saya bangun full sampai atas itu storage semua. Semuanya ya. Storage kayak gini. di bawah di sini di bawah meja ini pun storage. Pokoknya rumahnya Mbak Lia semuanya harus di setiap sudut itu harus ada storage-nya. Di dalam rumah masih banyak rumah lagi buat barang-barangnya. Barang-barang punya anak tiga enggak mungkin barangnya sedikit. Jadi biar bisa diumpetin semua ya, Mbak ya. Banget. Oke. Tadi kan kita bahas keseluruhan nih. Kita mungkin ke sini dulu lagi dulu nih, Mbak. Oke, siap. Nah, living room-nya kayak gimana nih ceritanya? Oke, living room ini standarnya gini ya, karena ini lebih ke ruang keluarga emang daripada ruang tamu ya. Nah, untuk jendela hordengnya ini saya konsep nih. Saya pengin gordennya itu tutupnya full sampai pojok. Jadi boleh dicontohin enggak kalau malam kayak gimana? Bet. Jadi ini karena kan ini terbuka. Heeh. Otomatis kalau bikin gordennya sampai sini yang ini terbuka dong kelihatan. Iya. Benarbenar. Jadi saya bikinlah full. Oh, tuh. Oh, jadi kalau malam ini kayak bukan pintu. Oh, iya ya. Kayak jendela semua full ya. Iya. Jadi pakai lampu malam ini aja sih. Kalau saya malam ah enggak usah ya kali ya lampu ya. I ialah nyala nyala lagi nyala lagi kamu. Ah kay gini gitu kalau malam. Jadi wah jadi keluar kamar itu lihat ah enak banget gitu gitu. Kayak enggak ada pintu ya di sini. Iya kayak enggak ada pintu gitu. Ini juga e gordennya aja dibikin COV juga. Dibikin rumah juga. Iya dibikin rumah teman-teman. Biar jadi enggak kelihatan kalau dari sisi sana itu enggak kelihatan ya relnya. Iya kan biar agak lebih modern lah gitu. Jadi di sini tuh emang semuanya kan coklat-coklat. Aku suka sih Mbak ini konsepnya maksudnya bisa buat apa namanya bersantai juga di sini. Iya benun effort ya bersih. Kenapa tuh mbak? Kenapa putih, kayu itu gimana ya? Effort banget. Apalagi ini kan anak-anak duduk di sini makan ah gitu berantakan banget. Emang harus ee kitanya yang ngw kayak gitu. Kalau nyuruh orang enggak bisa deh. Kita kan udah mutusin pakai warna itu. Berarti resikoan kita tanggung sendiri ya, Mbak ya. Di sini juga ada Makkah sama Madinah. Madina ini saya bawa dari rumah lama. Rumah lama. Jadi memang dibikinnya gede. Heeh. Heeh. Karena saya enggak mau yang lain lebih gede dari yang ini nih. Penginnya tuh tiap lewat lihat ini doa doa gitu. Ya Allah saya penginnya ke sini ya Allah kapan gitu kan. Jadi doa aja gitu. Emang selalu ngangenin aduh kalau bahas ini jadi beda ya. Beda ya. Hawanya. Aduh, beda deh pokoknya. Oke. Nah, kita ke sini nih sekarang nih, Mbak. Di sini juga menarik loh. Jadi dindingnya ini enggak dibuat full ya semuanya ya? Enggak. Saya penginnya tuh enggak yang full panel ya, biar ada asli-aslinya gitu. Biar kelihatan nih dinding aslinya kayak gini gitu. Terus jadi bagus juga perpaduannya wood and white ya. Wood and white dari awal memang gitu. Bahkan sampai dalam teman-teman semuanya ini juga lengkung loh. Custom Mbak custom. Custom juga? Iya custom. Aku pertanyaanku gini, duluan buat pagar atau buat ini? Pagar dulu dong. Oh, pagar dulu. Berarti ini ngikutin pagar. Iya, ini ngikutin pagar. Berarti ini dihitung ya, Mbak harus lembungannya ada berapa sebenarnya? Ini idenya dari Pinterest sih. Ide Pinterest saya kirim aja tuh sama yang bikin kitchen set. Kebetulan dia yang bikin kitchen set. Jadi, Mbak HPL-nya warna apa? Samain gitu. Jadi, oh ya. Kodenya apa nih? Suka ada yang nanya, Mbak. Pak lupa ya. Entar kalau kita tulis aja. Iya, ya. Nanti di description boleh. Oke. Nah, berarti kalau ini kan dapurnya yang emang udah kelihatan pas kita masuk rumah ya, Mbak ya. Berarti emang kalau kayak gini tuh kan open space kayak gini sebenarnya ada resikonya juga harus selalu rapi ya, Mbak ya. Bahkan ini tuh kayak jadi kafe kayak ala-ala kafe ya. Iya, benar. Bikinnya empat kursi. Ini lucu banget sih, Mbak Lia konsepnya. Jadi dibikinnya juga sebenarnya kan ini enggak terlalu besar ya. Enggak. Ukurannya cuman 90* 100. Dan ini melengkung. P. Heeh. Heeh. Heeh. Ini pakai atasnya ini pakai ee solid surface ya. surface yang solid surface yang tipe apa ini kodenya? Jadi kalau misalnya ada kotoran agak menyamarkan juga ya. Iya, agak menyamarkan dan ini setiap tahun bisa di ini lagi diamplas lagi biar shiny lagi kan gitu. Iya. Nah, di sininya juga pun tetap ya Mbak untuk storage juga ya. Tapi ini pertanyaanku ini cuman pajang. Tapi engak iya ini lebih ke dekorasi karena rumah ini minim dekorasi. Terus tenang aja saya tuh malas ngelap-ngelap ya. Jadi dekorasinya engak enggak usah terlalu banyak lah gitu. Makanya ini pilihannya tuh tetap white and wood semua. Nah, gitu. Kalau dilihat dari sini cantik banget karena atasnya ini juga mengikuti ini ya bentuknya ya. Bagian atas sini lengkung bahkan pemilihan lampunya juga banget. Harus rajin hunting banget ini hunting-hunting online hunting banget aku scrollingnya lama itu. Bahkan di atasnya sini juga ternyata ada storage-nya ya mbak ya. Iya benar. Tadi aku merhatiin soalnya storage ada ya. Ada storage. Kalau ini buat apa, Mbak? Kalau banyak sih kayak fas-fas yang masih bagus, tapi masih mau disimpan dulu gitu saya taruh situ. Terus piring-piring katering buat kalau ada keluarga besar mau makan di situ. Yang jarang-jarang dipakai jarang dipakai. Aku sampai ngelihat nih mana lagi storage nih. Ini storage di bawah storage. Loh, ini boleh merakin duduk di sini enggak? Ini kursinya juga lucu banget ini. Entar yang nanya loh, Mbaksi belinya di mana? Ada linknya, Bu. Entar dispnya di story-nya Mbak Lia, ya. Wih, enak ya banget. Jadi kalau makan tuh di sini deh. Kalau misalnya ada teman, ada keluarga masih sambil ngobrol sambil makan biasanya. Emang biasanya di sini nih rujak atau apa ini karena puasa jadi kosong ya, Mbak? Enggak boleh dong. Ke mana lagi nih, Mbak Li? Kita ke mana nih? Ke sini mau bentar Mbak. Ini dulu nih kita bahas detail nih untuk di sini. Jadi di sini untuk kulkas, dispenser, semuanya ada rumahnya ya, Mbak ya? Semuanya ada rumah. Pokoknya full storage sampai atas. Dan ini ada sisi yang terbukanya juga tempat. Iya. Tempat naruh-naruh ya harus ada sisi dekorasinya ya. Jangan yang tertutup semua. Jadi enggak masif semuanya tertutup. Engak masif semua tertutup. Iya harus ada sampai atas full. Dan di sini juga ya Mbak untuk storage gitu. Storage segala macam. Nah di sini untuk coffee corner sih. Ini lemarinya IKEA bukan, Mbak? Iya betul. Ivar. Iar ya. Iar IKEA ya. Umat ya. Cinta umat. Walaupun sekarang sudah enggak ada keluaran lagi nih. Iya benarbenar karena ini bisa di kayak digimanain aja kan. Mau berapa seal kan gampang kayak berapa kali bisa dipindah-pindah. Ini bisa dipindah-pindah juga. Betul. Oke. Ada yang tertutup ada yang terbuka. Nah, ini nih. Ini awalnya kayak gimana, Mbak? Ini kamar. Oh, aslinya kamar ya. Kamar kedua ukuran 2,5* 2 koma berapa ya? Saya lupa. 2,5 apa 2,7 gitu. Tapi akhirnya bertransformasi. Akhirnya transformasi jadi laundry room karena kita pengin ada bukaan terbuka, ada angin masuk terus terang. Karena kebetulan di sini kan tempat kucing ya, otomatis kan dia pup di sini tuh darat tuh harus ke dalam biar enggak ke dalam ke sini. Nah, ini juga menarik kayaknya bisa dibuka tutup ini. Bisa dong. Boleh dipraktikin enggak nih? Ini kalau hujan kita langsung cepat-cepat lari tutup. Kalau ini berarti apa, Mbak? Custom atau dari brand apa, Mbak? Oh, custom ya. Jadi kalau misalnya hujan bisa ditutup, tapi kalau sehari-harinya kalau cerah ya dibuka aja ya. Heeh. Biasanya gitu. Terus tadi katanya Mbak Li kalau subuh-subuh enak banget ya anginnya masuk dari sini tuh kalau masak saya tuh jarang pakai cookerhood malas karena berisik jadi ya udah buka ini aja anginnya ke sini masakan tuh aman gitu terus ini juga bikin rumahnya makin terang juga ya karena cahaya masuk kan dari sini cahaya masuk dari sini ini area-area laundry tempat cuci-cuci lah nah ini juga salah satu tanaman yang gampang banget ini gampang banget tapi salah sih penempatannya di sini dia butuh matahari benar sebenarnya dia gampang tapi dia butuh matahari Dia put matahari jadi kayak ada sakit-sakitnya gitu dia. Oke. Nah, ini juga untuk alat-alat bebersihnya semuanya jadiin soket di packboard. Ini namanya packboard ya. Kalau banyak yang nanya ini apa sih yang bolong-bolong? Namanya packboard gitu. Jadi dikasih kayu-kayu lebih rapi aja ngelihat. Benar benar. Jadi satu semuanya di sini ya, Mbak Lia ya. Oke, sekarang kita lanjut. Lanjut ke mana? Sebelah. Sini. Boleh. Sini dulu. Kita ke sini. Nah, ini ada tempat lagi. Ini ada tempat lagi. Ini tempat penyimpanan lebih ke kayak stok-stok sih. Kayak oil-oil. Oh, buat tusuk gigi apa-apalah minyak-minyak segala macam. Nih harus ada storage gitu. Stuhu. Kalau ini buat baju kotor. Baju kotor. Nah, ini dulu nih. Boleh ngebuka. Ini kamar tidur utama bukan, Mbak? Iya, kamar tidur utama. Wah, ukurannya berapa, Mbak? Ukuran nih 2,7 ya. Kali 2,5. Cukuplah buat naruh TV. Ada kabinet, ada ini segala macam cukup kayaknya lengkap banget ya maksudnya ini kasurnya di pojok dipojokin sini dapat cahaya juga dari luar terus ada TV-nya juga ada TV. Saya tuh awalnya bingung nih bikin konsep kamar ini kayak gimana ya biar nyaman gitu. Karena saya tuh terus terang kurang suka kasur yang ada di pojokan jendela gini. Penginnya tuh ngadap sini nih. Iya cuman pengin ada TV juga. Masa iya nonton TV miring ke sini gitu kan. Jadi ya udahlah di situ hadap-hadapan gitu. Oh iya, akhirnya kayak gini ya. Akhirnya kayak gini. Dan di pojokan sini untuk lemarinya. Lemari kita pakai lemari, kasur ee sofa itu jati semua. Jati semua karena pemilihan furniture buat itu kalau bisa timeless awet tahunan gitu kan. Jadi kita pakainya yang jati untuk yang furniture khusus aja. Oke. Tertentu dipilih ya. Tertentu. Heeh. Dipilih. Oke. Ini berarti ini udah awet banget sih pasti. Iya banget. Lama banget itu pasti usianya. Nah, terus di sini buat ini rintilannya Mbak Li dan suami sama suami di atas ini. Dulunya ini tempat pikir cuma hiasan loh tadi. Ini dulu tempat MCB. Oh, tadinya MCB tapi kita janti tempat naruh kunci mobil. Oh, lucu banget ya. Jadi ini sayang dan MCB-nya enggak enggak pakai ini. Kebetulan MCB di sini beda. Ini bawaan dari rumah lama. Oh, akhirnya dimanfaatin buat yang lain. Tetap. Oke. Tuh cerminnya tuh. Tuh, cerminnya tuh disuruh nge-shoyo nih. Jadi, Mbak lihat tiap hari di sini dia gini dulu foto gini kan. Benar jadi foto bagusnya di luar sebenarnya cuman di luar karena sudah terlalu banyak ornamen di situ dan temboknya udah enggak ada tempat lagi. Ya udah taruh di kamar. Oke. Kok ini jadi pas waktu kita masuk tadi langsung berasa luas juga ya? Kak i ben kayak luas gitu. Oke. Nah, kalau ini kamar mandi. Wih, kamar mandinya serba putih ya. Serba putih. Sini white and black sih lebih ya putih sama hitam karena sinainya dipilihnya warna hitam walaupun ternyata saya menyesal kenapa? Oh aku tahu. Karena susah sih ngebersihinnya. Benarbenar benar karena kan air ya. Air ya salah kemarin harusnya pilih yang warna ini ya. Tapi sebenarnya kata orang-orang yang sudah terlanjur pakai hitam tuh ya ya udah resikonya sih ngerawat emang harus rajin benar. Awal-awal emang cakep banget ya. Gagah banget gitu kamar mandi biasanya kan dipisah ya. Iya. toilet sama shower ya. Ini karena saya masih punya bocil balita yang kalau ke toilet itu enggak mungkin bisa kering deh pasti basah daripada nanti saya lebih baik digabung aja. Ya udah basah aja enggak apa-apa gitu. Yang ini aja yang sesuaikan juga ya Mbak ya sama penghuninya. Sama penghuninya. Jadi disekapnya di sini ya. Sekatapnya di sini. Jadi orang yang luar kalaupun kebuka enggak langsung kelihatan. Langsung kelihatan di sini. Ini ukuran kamar mandinya berapa, Mbak? Ukurannya 1,5* 2 ya. Eh, 1,5 kali satu kayaknya ya. Saya lupa 1,5 kali berapa karena cukup lega juga sebenarnya. Bisa naruh bisa cakep cakep serba putih. Iya. Bagi yang mau endorse shower bisa ya langsung menghubungi rumah ya. Kitel benar nama anak saya langsung aja yang brand apa boleh masuk. Oh, boleh silakan. Enggak bisa. Ini tuh kan area transisi ke sana ya, Mbak. Ini ada dikasih cermin juga. Cermin. Iya. Ini cermin. Beli di toko orangen. Ukurannya 30* 30. Kita tempel aja di sini. Banyak yang tanya ini kan kalau dari bawaan sellernya itu cuman pakai double tape ya di bagian belakang. Cuman saya udah pernah korban tiga kaca nih pecah. Oh. Karena enggak kuat ternyata double tap nempel. Akhirnya jatuh pagi-pagi eh pecah aja tiba-tiba. Akhirnya kasih silen. Saya kasih silalen. Sealennya itu yang transparan. Oh oke. Jadi dia llempet nih. Kalau kalian dekat nih. Ini silen nih. Bening nih warnanya. Iya. Ini ya. Heeh. Jadi kayak natural aja gitu, enggak kelihatan silenan kan. Kalau pakai putih kelihatan kayak didempul gitu. Benarbenar. Nah, sekarang kita ke sini. Nah, di sini. Nah. Oh, ternyata lemarinya ditaruh di luar ya. Luar ya. Lemari yang besarnya ya, yang khusus gamis segala macam. Dan kebetulan kita tuh enggak doyan belanja baju. Jadi bajunya bisa dibilang terbatas sih. Itu itu aja yang dipakai. Jadi semuanya muat semuanya di sini muat. Nah, ini pintu yang tadi pintu yang menuju carport yang ke carport tadi tuh, Teman-teman. Nah. Tembus deh ke sini. Tembus ke situ. Jadi emang aksesnya yang tadi buat suami juga atau Mbak Liat sini langsung lewatnya sini ya. Heeh. Betul. Oke. Nah, kalau ini kamar tidur anak berarti ya, Mbak ya? Kamar tidur anak. Iya, betul banget. Nah, ini agak legaan sih. Ukurannya 2,5 * 2,9. Berarti kalau di sini buat dua anak cowok ya. Iya. Heeh. Oke. Kalau di sini pasti kan yang ngedesain ini yang ng-edesain anaknya apa Mbak Lia nih? Kalau ngikutin anak saya warnanya udah plentang. Aku mau biru, aku mau hijau, aku mau orang gitu. Akhirnya ibunya harus turun. Ibunya harus turun dan dia oke-oke aja sih. Fain-fain aja. Terus nyaman banget sih kamarnya di sini karena juga dapat ini ya, Mbak. Tetap harus ada sirkulasi. Tetap tetap dapat ya. Heeh. Heeh. Karena ini sebelumnya dulu tertutup area luar itu dulu yang punya rumah itu area laundry-nya di situ. Oh, jadi dia ditutup sama yang namanya glas e corn block gitu ya yang kayak kayak gitu ditutup pakai rooster. Jadi gelap di sini enggak dapat cahaya banget. Gelap banget. Akirnya bongkar semua saya buka semua. Oh akhirnya jadi terang ya. Terang gitu. Oke. Ini juga sama nih kayak di depan tadi. Sama harus jati kalau kasur sama lemari. Nah, ini buat penyemanan buku-buku rapi banget di sini. Buku-buku anak nih. Walaupun terbuka tapi rapi. Rapi semuanya. Oke. Ada apa lagi nih, Mbak? Udah, udah. Apalagi kita ngobrol-ngobrol. Boleh, boleh. Yuk, yuk duduk. Oke. Kalau udah duduk kayak gini setelah house tour biasanya tuh kita mau nanyain budget nih, Mbak Lia. Cuman tadi kita juga lupa nanya nih, berarti ini rumahnya tuh dibangun dari nol atau renovasi atau seperti apa? Iya, ini rumah renovasi, rumah lama yang kita beli dari saudara juga. Murah ya harga saudara. Iya, harga saudara gitu kita ambil ya udah kita renov lah. Jadi seperti ini. Jadi seperti ini. Nah, renovasinya ini membangun eh membangun renovasinya ini menghabiskan biaya berapa, Mbak? Oke, kalau renovasi itu kebetulan ee rumah ini tuh dalam kondisi yang udah ee pas ya di kita ya. Jadi, cuman renovasi itu enggak terlalu banyak. Heh. Kayak kita bongkar satu kamar itu yang itu yang memang budgetnya banyak di situ. Jadi kalau dihitung-hitung kurang lebih tuh 100 ke atas ya. Kalau untuk renovasi itu sudah termasuk ngecat dan ini kitchen setnya. Oh. Jadi kitchen set itu masuk ke budget untuk renovasi semua. Karena kitchen set ini saya concern di awal tuh benar-benar harus sesuai saya banget style saya banget. Jadi walaupun budgetnya memang agak sedikit lebih tinggi, tapi kalau hasilnya bagus itu kayak puas aja gitu. Iya, benar-benar karena dapur juga jantungnya rumah sih. Ya, benar karena saya yang sering interaksi sama dapur gitu. Jadi harus sesuai saya banget. Dan itu di tahun berapa, Mbak, renovasinya? Itu kurang lebih 2023 ya. 2023 baru hampir 2 tahun lah di sini. Nah, itu kan untuk renovasinya sekaligus dapur tadi ya. Kalau untuk ngisi-ngisi yang lainnya interiornya tuh Mbak kisah apa? Nah, kalau ee interior itu sebenarnya kita alhamdulillahnya banyak endorse setelah saya konten rumah baru ini tuh banyak endorse berdatangan tuh mulai dari panel, mulai dari perabot dapur, mulai dari sanitari gitu kan semuanya alhamdulillahnya endorse. Jadi kalau ditanya ini berapa total budget, makanya saya bingung berapa ya budgetnya. Saya tanya dulu ya, Kak sama yang endor saya ini berapa kira-kira kemarin ngendorse panel ini berapa gitu. Jadi kalau ditanya berapa tuh kurang tahu gitu kisarannya berapa dan kalau untuk ngisi rumah kan maksudnya juga ngicil ya biasanya bertahap rumah bertumbuh kan jadi dulunya ini enggak punya partisi sekarang jadi punya partisi gitu karena dikit-dikit juga lagi mungkin yang mau disampein sebelum aku tutup oke. Apa ya yang paling sering pertanyaan itu yang paling sering pertanyaan yang masuk di DM ya mungkin ya jenis lantai. Kak ini lantainya vinil atau SPC? Kalau vinil kodenya apa? Beli di mana? Ini terus terang ini bukan vinil tapi granit ya teman-teman. Kenapa saya pilih granit enggak kayak SPC? Sekarang kan lagi booming banget SPC. Karena kan waktu mau pindahan bakalan banyak banget barang-barang berat yang masuk. Jadi saya menghindarin banget pakai SPC. Takutnya dia pecah gitu. Jadi dan bertahan sampai sekarang karena saya rasa kayaknya lebih low maintenance aja kalau pakai granit dan dia tahan durabilitasnya. Iya benar lebih tahan lama kalau granit. Oke, makasih banget Mbak Lia ya. Sama-sama udah dibolehin main cerita rumahnya pasti nih rumahnya banget e sangat menginspirasi teman-teman nih di rumah. Makasih juga nih yang sudah pada nonton sampai akhir. Jangan lupa juga follow Instagram-nya Rumah Kakel Miftajana Wicakson Instira Homes dan TikTok Kicak Mifta. Dadah. Thank you. Ke sana ini ada kucing. Kenapa kamu tidak bisa lewat? gede banget ya. Tapi dia enggak kok dia jangan lihat-lihat ya. Aku lagi puasa ya. Jangan bikin berlari-lari capek nanti. Aduh aku wangi loh. Aku habis mandi ini. Oh iya ya Allah. Yeah.

Lihat di YouTube