Jungkat

Rumah Kecil 72m2 yang Cantik dan Nyaman! Inspirahoms: Rumah Gadis (YouTube Video)

  • 29/04/2025

Hari ini kita lagi main ke rumah 6* 12 yang udah direnovasi jadi cantik banget dan banyak bunga-bunganya. Kita ketemu sama ownernya yuk. Let's [Musik] go. Hai, aku Gadis. Aku ibu rumah tangga dan konten kreator. Selamat datang di rumah Gadis. Halo, Mbak Gadis. Halo baik, alhamdulillah. Alhamdulillah. Terima kasih, Mbak, kita sudah boleh datang ke sini. Sama-sama. Makasih juga datang ke sini, ya. Mau menggerebek rumahnya Mbak Gadis ni kita. Boleh, boleh, Mbak. Tadi kan aku juga udah mention luas tanahnya 6* 12 berarti ya. Iya. Kalau luas bangunannya berapa tuh, Mbak? Luas bangunan bawaan developer itu 45 m², tapi sudah kita renovasi menjadi 84 m². Oh, jadi 84 m². Berarti tadinya ini kan kalau aku lihat ini emang rumah bawaan developer, tapi dari depan emang kayak dua lantai gitu ya, Mbak ya? Iya. Jadi emang kelihatannya kayak dua lantai ya. Padahal ini satu lantai aja. Sellingnya agak tinggi ya. Ada jendela buat supaya matahari tetap masuk, lebih hemat listrik, sama lebih luas sih ruang tamunya kelihatannya kalau ada pencahayaan di atas ya. Dan kemudian direnovasi ditambah di lantai du di bagian belakangnya ya, Mbak ya. Nah, nanti itu ceritanya renovasi lantai duanya kita bahas pas sudah di sana. Nah, aku mau tanya dulu nih, Mbak. Ini konsepnya luarnya kok cantik banget sih, Mbak. Banyak sekali tanaman-tanamannya. Mungkin boleh diceritain dikit, Mbak. Kalau aku tuh dari dulu pengin banget ya punya rumah itu alat tropis. He. Penginnya sih di belakang ya biar lebih privasi. Cuman karena ya enggak bisa juga ya di belakang karena lahannya enggak ada. Jadi ya udahlah bikin aja di area depan ini e dibuat pakai batu and the seat lalu deking tile tanaman-tanaman bonsai yang terus bikin kita bikin juga nih ee ayah mertuaku juga nih yang bikin mana tuh mbak boleh kita ke situ nih Mbak boleh boleh yang pot-pot kayak gini jadi kelihatannya tuh kayak besar-besar gitu ya tanamannya supaya tuh kelihatan lebih cantik terus kan kalau bawaan developer itu kalau kita lihat di samping he dia dia apa ya naik turun gitu kan buat ini supaya lebih luas sih, Mas. Oh, oke. Gitu. Karena kalau kita buat tidak rata itu terlihatnya tidak luas dan anak-anak tuh kalau main tuh kan jadinya terbatas banget. Iya. Karena kan kayak ada kayak batasnya gitu ya, Mbak ya. Iya. Mereka suka main skoter di sini. Kadang kita keluarin dulu barang-barangnya entar skuteran dia main di sini gitu. Dan jadi memang kerasa lebih luas ya, Mbak ya. Iya. Apalagi ditambah ini tempat duduk-duduk gini sama depannya ada tanamannya lagi ya, Mbak? Iya. Buat nongkrong. Enak banget ini. Dan bahkan enggak cuma di sini, di sininya juga ada ya, Mbak. Iya. Ini semua buatan ayah mertuaku. Oh, semua ditanam sama didesain, ditanam sama ayah mertuaku. Emang suka cocok tanam sih. Oke. Mertuaku. Tapi emang kasih kesan jadi lebih apa ya? Homi, natural sih, Mbak. Iya, benar. Iya. Heeh. Dan ini tadi ya yang apa Mbak Gadis bilang ya? Sininya kasih deking. Iya. Batu-batu. Ee di sini juga ee di bagian belakangnya. He. Yang mana tuh, Mbak? kita ini kan jadi enggak bisa privasi ya. Jadi aku pasang tirai. Tirai outdoor. Nah, jadi aku contohin kali ya. Heeh. Dadah. Dadah. Oke. Jadi kalau ini bisa sih kalau buat hujan panas jadi enggak terlalu kena ke sini ya Mbak ya kalau hujannya ya. Iya. Terus kalau mau privasi ya udah kita tutup aja gitu. Tapi kalau misalnya ada budget lagi bisa sih nutup. Boleh kok di developer juga maksudnya kan enggak boleh pakai pagar tapi kalau nutup kayak gini boleh bisa sampai full ke ujung itu juga bisa biar lebih frasi sih kalau kita mau nongkrong di sini kan enggak pakai kerudung atau gimana ya soal kan kita enggak bisa kan berarti kalau pakai kerudung harus pakai kerudung dulu gitu ke depan terus aku juga salah fokus nih mbak sama yang area depan ini. Ini juga tamannya bagus banget ada bonsaiinya juga ya Mbak ya. Ada bonsai dolar. Iya. Oh ini juga buatan ayah mertuaku juga dari pohon mati gitu ya. Ya udah, akhirnya kita kasih apa nih? Kayak tali gini kan. Heeh. Terus udah kasih bunga-bunga itu ayah mertuaku juga yang bikin. Nih kalau bagian depan ini ya. Ya, alhamdulillah ya aku memutuskan buat naruh tak sepatu di depan. Soalnya kan kalau di dalam tuh kurang kurang nyaman dilihat gitu. Makanya aku taruhnya di depan. Dan ini juga aku kayaknya melihat ini apakah bagian dari renovasi juga, Mbak. Iya. Iya, itu renovasi juga. Jadi aku penginnya e beda ya supaya pas masuk tuh beda. Terus lebih bagus aja sih kalau kalau endosit semua tuh kayaknya terlalu kayak polos semua itu ya Mbak ya. Sama ya dikasih ya ini ya regel gini ya rambut regel. Iya sesuai konsep rumahku juga sih kayak lebih berwarna. Iya dan banyak kembang-kembang ini. Udah kita lihat dari sini dari sini dan gordennya juga ternyata. Iya benar suka banget. Oke terus apa terakhir sebelum kita masuk udah ditambahin ini juga ya Mbak ya kanopi ya. Tambahin kanopi Aldon. He. Sama Alderonnya dua lapis ya kalau ini. Terus sama besi holo. Nah, ini pintu utamanya di sini ya, Mbak ya? Iya. Ini tetap masih ada ini nih kembangnya bunga-bunga. Iya. Itu harus pokoknya. Oke, boleh kita masuk, Mbak? Boleh. Oke. Nah, ini kayak gimana nih konsepnya nih, Mbak Gadis? Soalnya aku ngelihat emang colorful ya. Ternyata cukup colorful. Di sini ada area apa aja, Mbak? Nah, jadi konsep di rumah ini bawaan developer ya, Mbak. Terus tata ruangan juga aku enggak enggak diapa-apain sih sesuai dengan perenataan aja gimana sih supaya penataannya lebih rapi aja. Nah, di ruang tamu ini ukurannya 4* 3 m. Muat sofa, ada dekorasi buku juga. Lalu habis itu ee muat juga ya. Maksudnya di bidang 4 m ini pakai wall molding biar lebih cantik. Terus muat juga area TV. Sebelah sana ada area fireer. Jadi semuanya muat di satu ruangan ini ya? Iya. Mungkin minusnya tuh di ruang tamu aku ini pemilihan sofa sih, Kak. Jadi aku pikir kan karena kita ini berempat keluarga pengin duduk di sofa bareng-bareng. Nah, sebelum sofa ini tuh agak kecil. Kita tar di sini kok kurang enak. Ke juga jauh. Jadi emang kelihatannya kok sofanya di sini, TV-nya di sini, keterangannya di situ. Tapi sofa ini itu bisa dibuka, Kak. Berarti emang udah dipertimbangkan ya. Jadi posisi terbaiknya gitu untuk sofa ini. Berarti ini bisa dibuka. Heeh. Dibuka sambil boboan. Oh dibuka. Oh berarti ini bisa jadi sofa bed juga ya? Terus terus bisa kayak gini nih. Maaf kayak gini ya. Iya benar TVnya maksudnya. Ya ampun sebenarnya kurang nyaman juga sih nyamanan yang di situ kan. Tapi ya udahlah baiknya kayak gitu karena kita pengin pengin banget punya sofa besar gitu buat satu keluarga berempat kayak gitu. Dan posisinya yang sudah paling enak di sini. Iya, benar. Tapi maaf, kenapa TV-nya enggak di sini nih, Mbak? Misalnya susah ya. Heeh. Susah kan? Karena pintu Heeh. pintunya kita buka nih. Ini mepet banget nih, Mbaknya. Terlalu sempit tuh. Oh, iya. Ya kan? Terus enggak mungkin juga nutupin pintu ini. Jadi, udah emang posisi posisi pasnya tuh TV di situ gitu. Untuk saat ini seperti ini ya. Udah paling nyaman ya. Benar. Oke, kita tutup dulu ya. Kita tutup lagi dulu. Sebenarnya yang bikin cantik juga tuh ini sih pas pertama kali masuk ya. I. Iya. Ini idenya dapat dari mana? Maksudnya padu-padan warnanya gitu loh. Tiba-tiba pink. Ini tuh awalnya dari endorsement sih. Jadi dapat kerja sama e apa dari Java wallpaper sisi kiri kanannya aku mau beda warna biar gimana nih cantik. Kenapa sih aku milihnya tuh pinknya enggak semua? Karena kalau rumah kecil itu dominan warna pasel itu kayaknya jauh lebih sempit gitu kan. Jadi aku pemilihannya warna-warna netral earth tone tapi bagian wall button-nya itu warna pink kayak gitu. Iya. Tetap ada kombinasi warnanya gitu ya. Oh iya ini tuh juga yang tadi Mbak Garis mention kan ini kan silingnya tinggi ya terus itu bawa jendela bawaan developer terus tetap dikasih roller blind ya Mbak ya. Panas. Jadi mau enggak mau aku pakai ini. Nah ini custom panjang sampai bawah ya. Iya. Jadi lebih mudahlah karena kan di atas ya. Jadi kita custom pakai yang panjang ini. Oh adem. Pas ditutup jadi lebih adem ya. Iya benar. Emang kelihatan lebih luas rumah tapi panas gitu siang-siang. Tapi sekarang mah udah banyak ya yang jual roll. Jadi enak aja. Benar. Ini juga tadi lupa aku mention ini dipilihnya juga yang kayak gini loh teman-teman. Mungkin jarang ya orang kayak mau milih. Banyak yang nanya juga nih Kak beli di mana? Ini aku di IKEA belinya padu padanya cantik sih. Terus dikasih warna coklat gitu sininya. Oke. Terus berarti di sini dua dua dua kamar tidur ya? Iya dua kamar tidur. Oke. Untuk dua kamar tidurnya ini berarti bawaan developer juga? Iya bawaan developer. Enggak ada yang aku rombak sih ke bagian depan ini. Oh pal cuma bagian belakang. Boleh lihat untuk pintunya juga udah asli seperti ini. Boleh. Iya. Bunover semuanya. Oke. Oh ini berarti kamu tidur utamanya ya? Iya. Ini ukuran 3 * 3 m. Terus habis itu ya alhamdulillahnya 3* 3 tuh muat kasur, muat lemari, muat meja dandan ya sesuai kebutuhan kamar utama ya. Terus aku naruh aku juga ini terinspirasi dari IKEA juga sih ambalan-ambalan di sini biar cantik aja Kak kayak gitu naruh-naruh perabotan. Iya. Benar sih ini kamar tidurnya kan kompact banget tapi semuanya muat gitu ya untuk kebutuhannya di sini ya. Dan kasurnya ya udah ditaruh di bawah aja biar enggak terlalu tambah semakin sempit ya. Iya benar benar banget. He kalau tinggi kan katanya lebih sempit ya ini ruangan juga. Nah, aku juga terinspirasi juga dari IKEA ini juga kayaknya kamar ada lampu kayak gini kok cantik. Ya udahlah lagi diskon juga lagi. Jadi lampunya pun juga harus bunga-bunga. Iya benar. Baju pun juga suka bunga-bunga. Nah, ini kalau ini custom apa gimana, Mbak? Oh, kalau ini enggak custom sih. Ini aku beli di Shopee. Online juga ada. Karena lucu juga sih bentuknya kayak nyatu gitu sama konsep rumahnya. Aku pikir emang sengaja dicustom kayak gini. Engak sih. Kalau untuk lantainya berarti kenapa dipilih diganti seperti ini? Karena aku tuh suka banget sama teman-teman home dekor yang pakai vinil. Jadi tuh aduh terinspirasi gitu dari vinilnya. Dan alhamdulillah kalau vinil itu merek Daichi ya Kak. Dia lebih kuat lah maksudnya tahan air terus tahan anti rayap. Lebih awet banget si. Berarti udah dipakai berapa lama nih? Ini udah hampir 2 tahun sih. Aman ya berarti ya? Oh, berarti emang balik lagi tergantung dari brand dan kualitasnya itu juga ya. Itu enggak segantungil itu sama ya. Dan kan biasanya kalau vinil itu suka merenggang ya. Iya. Merenggang ini kok enggak sih? Tapi ini enggak. Iya karena ee mungkin pemasangannya juga itu terus dari merek vinilnya juga bukan yang gampang meleot gitu sih. Iya. Lemnya juga bagus berarti dia. Dan warnanya ini karena semuanya coklat jadi makin homi juga rinya. Boleh lihat kamar satunya. Benar boleh. Kalau ini kamar anak sama ukurannya 3* 3. Maafnya berantakan. Enggak apa-apa. Permisi. Kalau berarti ini bawaan developer juga ya, K? Kalau ini bawan developer. Nah, awal aku tinggal di sini tuh jadi aku belum kenal home dekor sih, Kak. Jadi kayak aduh aku mau ng-renof apa ya udahlah apa adanya aja supaya rapi aja kelihatannya gitu di mata aku sendiri gitu. Tapi menurut aku ini juga udah cantik banget sih. Apalagi ini kan dikasih beda lagi warnanya ya kan di sini. Ini berarti di chat sendiri ya? Ya, chat sendiri. Satu kamar tuh dua buat dua anak kan katanya aku maunya biru, aku maunya pink. Ya udah, Hannanya udah baris ini pink Hana ya ini biru mikd jangan nangis ya gitu. Berarti udah adil gitu ya. Udah adil. Dan di sini juga masih ada space loh buat naruh mainan-mainan. Iya benar. Terus di sininya juga masih cukup buat bermain. Enak. Iya. Lega ya ruangannya. Oke. Oke. Lanjut lagi. Lanjut. Nah, ini nih pasti yang bagian belakang sini nih ada cerita renovasinya ya. Ya, ada. Kalau di sini tuh awalnya kan lorong ini ada kamar mandi ukuran 1,5. 1,5. Terus di sini itu ee jendela ada pintu ya kan. Jadi di belakang itu dapurnya dapur outdoor awalnya. Iya. Kayaknya rata-rata bon developer seperti itu kayak ya. Terus habis itu terus ya udahlah ada budget kita bikin lantai du kita duck setengah bangunan kita lihat ke atas ya. Nah berarti menariknya di sini pada akhirnya jadi dapur indoor enggak jadi outdoor lagi. Iya jadi indor. Tapi ini kan menarik juga ya pembagian ruang. Jadi kalau yang ini kan tadinya apa nih? Tadinya ini kamar. Iya kamar tadinya ini kamar. Kamar ukuran 1 * 5 * 3 m. Nah, terus ya udah kita kita rombak aja buat dapur karena kan kita pikir pasti rumah tangga tuh paling banyak perabotan dapur gitu kan. Jadi kenapa aku juga enggak pilih meja makan karena aku pikir juga yah takutnya enggak terlalu kepakai asalkan kita tuh sukanya tuh dari dulu ya dari zamannya aku zamannya itu sukanya lesehan Kak jadi Oh lebih santai ya. Heeh. Jadi kita makan sukanya lesehan bareng-bareng. Jadi kalau di sini buat buat naruh-naruh nih, naruh-naruh makanan. Nah, ini juga bisa dilipat, Kak. Nih. Oh, ini bisa dilipat. Jadi kalau pas lagi enggak dipakai gitu, ya? Iya. Atas lagi enggak dipakai itu enggak apa-apa sih, Kak. Oh, ini enggak apa-apa. Oh, enggak apaapa. Iya. Heh. Oh, oke. Ya, jatuh bunganya. Heeh. Enggak apa-apa nih. Jadi tinggal langsung dilipat gini aja sih, Kak. Kakak penting kursinya. Oke. Ini sih. Nah. Oh, jadi gitu. Itu juga aku belinya di IKEA. Terus jadi lebih luas ya. Yang ini juga aku e ngide sendiri K pakai wall button pakaiin ambalan kayak gini. Kalau ini berarti nempelnya pakai apa nih? Lem apa sih? K pakai lem aja berarti ya. Iya. Lem yang khusus buat kayu itu. Iya iya iya. Oke. Terus dicat lagi warna pink. Pink ya. Sama kayak di depan tadi ya. Depanan. Iya benar. Oh nah ini perabotan-perabotan. Nah terus suka bertanya enggak di mana ya ruang e penyimpanan sapu? Sapu di atas kali. Enggak. Sapu aku taruhnya di pojokan sini. Space kosong buat taruh sapu. Karena kan sapu kan mungkin sapu ini kayak ABC banget ya warnanya. Jadi aku sembunyiin aja di pojok-pojokan kayak gini. Nah, terus aku dapat saran juga. Jadi e waktu tu pernah ya lemari aku tuh kena rayap kah? Nah, kena rayap disaranin sama ee Kang tukang rayapnya itu buat jangan ada bikin kabinet gitu di bawah tangga. maksudnya bikin kabinet custom gitu loh, Kak, yang nempel ke area belakang karena itu bisa jamur dan ee menimbulkan rayap. Jadi, kata dia bagusan, ya udah pakai plastik. Nah, ini kan plastik aku pakainya kayak gitu. Karena emang karena ada cash rayap jadinya aku enggak mau ada rayap lagi. Jadinya ada saran dari itu juga kalau kan lemari ini kan e serbuk ya. Kalau serbuk kayak gini kan gampang banget kena rayap. Jadi dikasih dua sampai jadi enggak boleh nempel. Oh, oke. Gitu. Buat mencegah rayap, dikasih jarak. Maksudnya karena rayapnya itu kadang munculnya dari pojok-pojokan sama dari tembok gitu. Dia merambat ke sini. Jadi, katanya langkah baiknya untuk antisipasi buat tiga langkah. Jadi, jangan terlalu dempet untuk Oke. Nah, itu ada tips dan trik teman-teman. Iya. Udah dirayapin ya kan balik lagi ya rumah kan masing-masing seperti apa. Nah, tapi aku tuh sebenarnya dari tadi sampai belakang sini pun aku perhatiin ini loh banyak banget yang ditempel di dinding ya seperti ini. Sini juga bahkan ini nih cantik banget loh. Ini dalamnya apa sih? Dalamnya penyimpanan-penyimpanan biasa sih kayak pulpen, terus holotip ya. Terus ada parfum ya. Itu kan semua ambalan itu aku taruh sesuai kebutuhan rumah sih, Kak. Nah, ini juga ada cerita lagi jendela. Oh, iya. Baweloper, Kak. Sengaja aslinya emang ada jendela ya ke arah luar gitu. Iya, susah. Ya udahlah aku inisiatif aja lah. Tutup aja pakai gorden yang ini supaya enggak terlalu kan kalau kita buka kayak ah enggak enak ya. Jadi kita tutup aja pakai pakai ini jadi enggak aku rombak. Jadi sirkulasi juga sih. Kan di atas bisa dibuka. Jadi kalau ini dibuka muter terus sirkulasinya gitu. Oke. Oke. Bahkan di sini tadi tuh ya pas kita lewat juga dikasih kayak ginian loh, Guys. Sama sama gadis. Jadi enggak kosongan gitu ya. Iya, benar. Nah, kalau di sini tadi kita sempat kelewat dikit. Ini berarti untuk naruh gelas-gelas piring. Iya. Heeh. Jadi aku suka banget nih apa gelas coffe corner atau gimana ini? Pengin aja satu bidang tuh kelihatan estetik. Aku koleksi barang-barang kayak itu kayak piring kayak gitu tapi yang cantik-cantik gitu. Jadi ditaruhnya di situ gitu di tapi semua terpakai kok ini. Iya iya ini juga loh teman-teman lucu banget cantik semuanya. Nah kita masuk ke dapurnya dikit nih. Karena dapurnya sebenarnya tuh simpel tapi perintilannya karena cantik semua alam Mbak Gadis ya. Iya. Jadi jadinya ya enak gitu dilihatnya. Ini kayak gimana nih Mbak konsep dapurnya Mbak? Pokoknya nih ya awal sebelum punya rumah ini kan kosongan dulu tuh Mbak. He. Jadi, kan pasti ee dari aku tuh awalnya tinggalnya di rumah mertuaku, terus pas aku ke sini aku tuh enggak punya apa-apa. Nah, dari perintilan itu pokoknya belinya tuh langsung yang estetik-estetik ngumpulinnya. Jadi, bukan yang barang-barang. Jadi sesuai konsep rumahku pokoknya wood and white ah. Jadi, aku belinya harus yang wood and white kali kek gini. Ini kok ada sedikit gorden di sini. Nah, ini tuh gorden sirkulasi kamar mandi, Mbak. Oh, oke. Jadi kan kelihatannya kurang bagus ya kalau terlihat. Jadi ya udah aku gordenin aja gitu pakai gorden pink. Lagi-lagi pink. Yang pink sih aku juga suka banget sama warna pink. Jadi yang ininya juga emang ya udah rak terbuka aja gitu ya. Iya low budget lah ya Mbak ya. Oke. Nah ini kita mau ngelihat ke atas nih. Habis sini yuk kita ke atas. Yuk. Berarti kalau untuk proses renovasinya sendiri masih ingat enggak Mbak berapa lama sih untuk renovasi? Kalau renovasi itu kira-kira ya 8 bulan. Terus kalau budgetnya itu itu habis 200 R00 jutaan ngedak sampai setengah ini. Itu kan kita bikin genting lagi di atas. Nah, jadi di atasnya ini ada apa aja tadi Mbak Gadis? Di sini ada area laundry room. Laundrynya di di pojokan sini ya. Iya. Pojokan sini tepat setrikaan. Ini juga sama kayak di bawah aku bikin yang sama masih konsisten ya di bawah sampai ke atas pokoknya. I pokoknya harus cantik manun. Oke. Rapi, tertata juga. Ini juga kan kabelnya di supaya enggak ke mana-mana. Oke. Terus itu ada kamar mandi 1,5 * 1,5 m. Oh, iya. Serba putih-putih. Simpel sih. Kecil aja cuman sesuai fungsinya sih. Ini emang bisa buat mandi sih, Guys. Terus aku juga naruh printilan kayak e buat khusus di atas gitu ya. Sapu pengepel bisa taruh di sini. Jadi tinggal dikasih kayak ring-ring kayak gini. H. kayak gitu sih. Oke. Ini emang multifungsi sih kayak gini ya. Bisa buat naruh apa aja. Sapunya juga kayaknya harus putih abu-abu ya biar makin estetik tapi tetap kepakai kok, Guys. Benar. Tinggal milih warnanya aja ya. Dan ini tuh alasnya ini bunga, ini bunga, ini bunga gitu. Emang sampai atas pun semuanya berbunga-bunga. Benung. Iya, benar sekalinya Bunga. Berarti semuanya yang ke rumah bag di situ nanti berbunga-bunga ya. Oke. Nah, ternyata di sini ada satu ruang lagi. Kamar tidur Iya. Jadi ini ceritanya kita ini enggak expect kalau ah aku emang dari dulu tuh penginnya kayaknya enggak enggak mau deh ada gudang pokoknya kalau enggak kepakai udah kita kasih aja gitu kan. Nah, terus ternyata aku tuh suka camping. Jadi aku nyimpan peralatan kamping. Nah, akhirnya gimana ya berantakan ya udahlah tapi aku mau enggak punya budget yang gede juga buat renovasi. Ya udahlah dibikin ee lemari kita sekat gitu pakai gorden kayak gini. Nah, belakangnya itu Oh. Oh, ini aku intip. Oh, ada gudang di balik sini. Gudang. Boleh dilihat boleh gudangnya. Ini ee tempat alat-alat camping aku kayak gitu. Oke. Berarti disekatnya bukan pakai dinding ya, Mbak? Iya, pakai gorden. Karena yang buat low budget juga sih ke sini buat sebenarnya kamar ini sih buat kamar anak sih. Kamar anak kan anak aku kan dua cowok-cewek gitu. Jadi nanti kalau udah gede ya mungkin udah aku sediain sih ini di sini gitu. Berarti ada yang di atas ini ya kamarnya dan colorful. Beda warna lagi tiba-tiba di sini. Iya. Sebenarnya aku ee penasaran juga sih pakai warna-wara colorful ya. Ya, tapi oke juga sih kalau buat satu ruangan aja gitu dan satu bidang dinding aja gini ya. Maksudnya enggak semuanya kuning gitu kan. Mungkin terlalu silau kali ya. Oke. Lucu lucu di sini ya buat anak-anak main sih karena kan di kurang kamar tadinya ini di kamar kamar anak terus aku rasa yah kayaknya sempit. Ya udah kita pindahin aja ke atas. Ada space juga kan di sini mereka buat main. Iya loh. Ini juga lumayan luas space-nya di sini ya. Iya. Nah, ini untuk ngejemurnya berarti di luar sini. Iya, ini untuk area jemurnya. Dia ukuran 1 kali 1,5* 3 m. Lumayan luas ya. Lumayan luas sih. Dan ini tegelnya cantik banget loh. Nah, iya benar ini suka banget. Cantik banget. Oke, berarti di sini juga dikit taruh tanaman-tanaman lagi ya. Nih karena itu sebenarnya karena tampias, Mbak awalnya. Heeh. Jadi kurang tinggi kan. He. Terus ah daripada kita kotor-kotoran lagi, udahlah nanam-tanaman aja buat menghindari tampias. Oke. Ada lagi Mbak Gadis yang mau diceritain. Oh, di sini tuh juga dikasih ini. Oh, iya benar. Ada pencahayaan das block ya. Bukan yang kayak Skylight yang tembus pandang langsung langit gitu. Ada lagi di area atas ini mungkin yang belum ke mention atau apa kita lanjut ngobrol santai di bawah? Udahlah kayak udah yuk kita lanjut ngobrol santai di bawah. Nah, kita udah selesai nih cerita keliling rumahnya Mbak Gadis. Makasih banyak loh udah boleh main ke sini. Senang banget cerita cerita. Nah, mungkin di akhir ini biasanya kan kita mau ngomongin soal budget nih. Tapi tadi udah sempat dibahas ya budget buat ngedak sama yang depan tadi R200 juta ya. Iya. Nah, mungkin ngisinya nih budget ngisinya nih. Kalau ngisi sih pelan-pelan ya, Kak. Dari awal kita ee mau nepatin rumah ini satu persatu. Kalau gajian ya, kalau gajian nyicil-nyicil. Tapi kalau kita hitung-hitung semua ya, kalau ngisi semuanya itu mungkin perlu 50 sampai 60. Jadi, ya udah kalau mau ngisi barang itu pelan-pelan aja. Enggak usah mikirin yah mahal ya mau rumah estetik tuh kayak gini. Yang penting tuh ee udah bismillah aja. Kalau mau punya rumah yang nyaman ee kalau ada budget isihin dikit-dikit. Apaikan di Shopee ya banyak banget ya barang-barang murah atau kita cari diskonan juga banyak gitu kan. Kayak gitu sih. Balik lagi menyesuaikan sama kebutuhan kita mau kayak gimana juga sama kenyamanan sendiri. Karena kan rumah kita sendiri yang tempatin yang tempatin. Iya, benar. Ee sama cerita ini sih ee paling saran aku kalau pemilihan developer tuh harus hati-hati juga ya. Karena aku juga punya cerita kalau aku tuh pernah ke tipu developer tapi emang syariah sih. Dia kayak syariah gitu dan dekat rumah sini juga. Oke. Nah, terus jadi kita tuh udah ee bayar 100 pokoknya R jutaan dan itu tuh ee enggak balik gitu loh. Itu inden atau gimana? Ya inden terus itu enggak balik. 100 untuk maksudnya kita sudah nycil selama 2 tahun 100 tapi enggak dibangun dan itu ee terus tapi kita ee enggak balik itu maksudnya ee cuman balik 30 jadi sisanya tuh kayaknya udah habis gitu hilang hilang. Oke. Dan sampai sekarang enggak ada. Enggak ada. Itu enggak dibangun-bangun. Oh berarti emang abal-abal guys itu. Jadi hati-hati sih kalau developer. Jadi rumah ini tuh ee aku pilih udah jadi Kak. Jadi ee di belakang tuh udah penuh. Nah, rumah ini masih inden. Cuma kan kalau misalnya komplek yang sudah jadi kan oh benar dong. Kalau yang kemarin developer SARIA itu tanah sampai sekarang tuh tanah. Jadi kalau kita lihat enggak dibangun-bangun rumah. Emang emang enggak sih? Emang enggak benar. Jadi ya udah ada berapa tuh korbannya? Moga-moga teman-teman lebih teliti lagi ya. Yang lagi nyari-nyari rumah nih harus benar-benar lebih aktif juga ya. Tanya-tanya, cari tahu info sebanyak-banyaknya. Iya, benar. Biar kita enggak tertipu jadi korban selanjutnya. Amin. Oke, nih kalau misalnya nanti teman-teman masih ada yang mau nanya nanya-nanya lagi boleh ke Instagramnya apa? Akun @rumahgadis ya. Iya. Entar DM aja ke Mbak Gadis. Insyaallah dibalas kalau lagi enggak sibuk ya, Guys. Jangan lupa juga follow Instagram kita Wicakson Niftajana, Instagram SPRA Homes dan TikTok Wicak Mifta. Dadah. Makasih. Ada uang kita cicil beli apa? Beli apa? Satu persatu. Astagfirullahalazim. Salf. Wah, pas masuk benar ya berbunga-bunga ya semuanya. Aduh, ada disambut nih. Apa ini ada pemilik rumahnya. Eh, bentar. Sor

Lihat di YouTube