Jungkat

Rumah Kecil Dalem Gang Lebar 4 Meter! Inspirahoms: Mas Dola (YouTube Video)

  • 06/05/2025

Hari ini kita akan main ke rumah lebar 4 m di dalam gang punya Mas Dola yang udah didesain jadi cakep banget. Ya udah kita langsung ketemu sama ownernya aja, Mas Dola. Let's go. Halo, nama saya Dola Hapsi. Pekerjaan saya di wirausaha tepatnya di developer. Selamat datang di rumah saya. [Musik] Asalamualaikum, Mas Dola. Waalaikumsalam. Gimana kabarnya? Alhamdulillah sehat. Alhamdulillah sehat, Mas Wicak. Sehat ya? Alhamdulillah. Terima kasih banyak nih, Mas, kita sudah boleh datang ke sini, Mas. Ini rumahnya udah langsung mencuri perhatian ketika kita pertama kali datang. I ini gimana, Mas? Konsepnya, Mas? Konsepnya sih eh modern kontemporer secara fasad ya. Cuma kalau di dalam ada beberapa ee ada japandi, ada gaya-gayaan macam-macam deh. Jadi ada 3,5 lantai. Setiap lantainya agak-agak punya nuansa beda. Nuansanya beda-beda tapi tetap nyaman karena tadi kita sudah sempat masuk ke dalam. Uh, cakep banget. Udah diintip-intip tadi ya? Iya, sudah diintip-intip. Nah, Mas aku mau tanya. Ini luas tanahnya berapa? Luas bangunan berapa? Berarti ee secara sertifikat luas tanahnya itu 75. Karena memang saya sampai sini nih ya. Oh, tadinya sini. Heeh. Cuma karena kebutuhan manuver mobil dan juga lain sebagainya saya mundur. Jadi yang efektif sekitar 68. Luas bangunannya itu 210 lah. 210 m². Oke. Bang, berarti dengan luas tanah itu tadi efektifnya 68. Lebar mukanya ini 4 m ya, Mas ya? Ee lebarnya 410 lebih tepatnya. He. Cuma kalau dengan dinding ya jadi 440 lah ya. He untuk di belakang itu lebarnya di 3,8 berarti mengecil. Mengecil cuma di tengah itu adalah yang 4,5 4,6. Jadi lurus bebuka nutup lagi dan diakali semuanya entar pas ketika kita masuk terutama di lantai du dan tiganya ya Mas ya semua terlihat lurus lurus. Ada pesawat juga kita. Ada pesawat juga karena dekat Halim. Karena dekat Halim. Nah, terus kalau aku lihat nih fasadnya juga cukup menarik, Mas. Karena kan ini emang di dalam gang banget yang lumayan padat ya, Mas ya, penduduknya ya. Lumayan padat rumahnya. Ini kulihat di fasadnya banyak pakai second skin dan roster ya, Mas ya. Iya, betul ya. Karena saya menghadap barat jam 12. Ke atas berarti kita berteman dengan matahari. Harusnya kalau bule demen nih di sini nih. Karena kita orang timur jadinya kita tutup buat ee ya sekendary fet itu buat mengurangi sinar matahari itu ya. Sama juga rter ya supaya tetap anginnya tetapetap tetap dapat lah ya. Oke. Terus juga bagian atasnya sini ada ini ya Mas ya. Yang keluarnya itu itu balkon bukan sih Mas? Yang di lantai tiganya. Lantai tiga itu balkon. Balkon dari kamar utama. Oke. Ini menarik sih, Teman-teman, pas kalau nanti kita sudah masuk ke dalam. Tapi mumpung di bawah sini, aku mau tanya dulu nih, Mas. Ini ada salah satu yang menarik nih, Mas. Iya. Tuh, ada kutipan dari Qurannya ya, Mas ya? Iya. Karena saya besar di lingkungan agama ya. Semua ini karunia dari Tuhan. Hza min fadlibi. Seperti itu. Itu juga ada barcode-nya. Kalau misalnya dian itu bisa menunjukkan alamat di sini. Cuman nantinya mau dirubah barcode-nya itu larinya ke ayat Al-Qur'an. Saya lagi pesan cuman belum sempat keburu datang duluan. W menarik menarik menarik. Keren. Jadi kalau ini dican keluar ngaji kan lebih enak. Wis luar biasa. Masyaallah. Iya seperti itu. Oke. Terus kalau aku lihat lagi Mas, ternyata juga batas masih ada hijau-hijauannya ya, Mas ya. Luanyunya di atas sini ada palem. Adaili juga gitu ya. Saya pengin benar-benar memanfaatkan rumah yang kecil ini agar tetap ada hijau-hijaunya itu karena ya menjadi nilai lebih buat orang yang ya melihatnya gitu. Setuju. Karena tadi di balik layar kata Mas Dola kadang juga orang-orang juga ada yang foto di sini lebar. Iya benar. Jadi foto studio di sini. Oh, ini juga karena posisinya berada di gangnya yang dihook ya, Mas ya. Makanya juga punya bukaan-bukan di samping sini ya. Iya, betul. Yang tadi itu bisa kita nanti kita lihat di lantai duanya ya. Itu balkon di lantai du ee dengan ruangan keluarga. Ah, berisik sekali. Nah, Mas sebelum kita masuk ada satu ruangan lagi yang tersembunyi. K lihat nih, Mas. Ini apa, Mas? Kok ada ruangan di sini? ee memanfaatkan aja ini saya jadikan gudang-gudang gitulah ya buat barang-barang yang tidak terpakai. Sebenarnya sih saya gembok cuman karena kebutuhan syuting jadi saya tidak gembokun aman aja sih tidak pernah hilang gembok yang bawahnya. Kalau yang bawah tentunya tempat sampah buat Oke berarti entar kalau yang ngambil sampahnya dia langsung. Iya sudah tahu dia. Sama sini MCB PLN ya Mas ya. Heeh. Ini juga saya pakai rumput sintetis aja sih. Oh ini rumput sintetis ya? Sintetis dibalut sama undesat 10* 10 ya. 10. Oh. Dimotong sendiri. Ini juga nih kerjaan iseng. Motong sendiri, Mas. Heeh. Kan beli adanya di 20 15. Heeh. Iseng sih. Iseng nih. Iseng ini. Oke. I ini. Nah, pas masuk ke dalam sini, ini ruangan apa nih, Mas? Ceritanya. Ini ruang garasi karena enggak ada karpot ya ini. Jadi, garasi langsung sekitar 6 m * 2,8 lah kalau enggak salah. 2,8 depannya. Cuma makin ke belakang makin melebar ya. Makin melebar ya sininya ya. Iya. Berarti kalau satu mobil emang ini harus e jago nih nyetir nih. Aku lihat di sini sepertinya ada bukaan ya, Mas. Iya, betul walaupun sudah ditutup karena ternyata hujan dari sana terlalu sering banjir jadinya sini. Jadi saya tutup aja. Oh, akhirnya ditutup. Tadinya emang mau dibikin terbuka gitu ya, Mas ya? lebih dingin lagi cepat karena ini juga udah cukup okelah masih bisa. Nah, kalau ini ya gudang sih ya memanfaatkan bawah tangga ya. Oh, ini bisa Oh, ke sini buat payung-payung buat ini meteran segala macam. Iya. Ini buat jadi emang walaupun lahannya terbatas, storage-nya banyak ya, Mas? Betul. storage-nya saya harus manfaatin karena rumah yang sebelumnya itu besar terus ini kecil jadi saya harus mikirin ini storage nih. Keren, keren, keren. Ini juga storage nih yang lemari ini. He. Di sini tangga dan lain-lain sebagainya. Oh, semuanya jadi ada rumahnya jadi rapi. Ini untuk apa nih, Mas? Ini gantungan ya? Jemuran. Oh, jemuran tambahan. Cuman harus tarik gitu ya. Ini rak sepatu. Oke. Nah, ini kayaknya kita lihat ke sini dulu karena situ langsung lantai dua ya, Mas ya. Boleh. Iya. Ini. Ah, betul. Ini lantai satu area service. Mendingan ke sini dulu biar enggak naik turun. Iya. Oke, Mas. Silakan, Mas. Wow. Ini tiba-tiba pas masuk ke dalam jadi luas banget, Mas. Iya. Ini mulai mengecil lagi sebenarnya di sini kan. Oh, iya. Oh, iya. Ya, sininya gini ya. Mengecil lagi. Oke. Jadi di sini apa aja, Mas? Sini area servisnya. Di sini ada memasak, cuci piring. Di sini ada ee mesin cuci, di situ ada kamar mandi ART yang juga saya fungsikan sebagai kamar mandi umum juga ya. Karena memang ee enggak sederhana saya buatnya. Ada mainan-mainan supaya tetap kelihatan pantas buat tamu gitu. Boleh kita lihat, Mas? Boleh kita ya. Udah dimention gitu kan jadi penasaran. Untuk ininya biasa kalau tamu datang pasti bingung di mana gitu. Saya taruh sini soalnya. Oh, emang sengaja diumpet? Sengaja karena kan kalau di sini jadi enggak bersih gitu ya. Oh, ini ukuran berapa kali berapa, Mas? Kamar mandi ini 16,5 * 140. Oke. 165 140. Ini perpaduan materialnya juga cakep banget sih ya, Mas ya. Ada Moza tiles-nya sama style-nya. Iya. Oh, nah pertanyaanku Mas, ini rumahnya didesain sendirikah atau pakai arsitek kah atau gimana? Ee saya desain sendiri. Wih. Nah, cuma saya punya ada saudara dia bisa gambar. Saya bilang, "Serahin buat urusan komputernya ke dia gitu. Cuma untuk tata ruangnya saya semuanya." Oh, oke. Emang ada background arsitek, Mas? Enggak sih, karena demen, karena saya developer. Heeh. Background-nya developer udah lama terus demen sama ee Pinterest khususnya ya, kita berdiskusi itu cuman kalau kebanyakan pusing juga ya. Ya, inilah jadinya seperti ini gitu. Keren, keren, keren, keren. Nah, sini area apa nih, Mas? Iya, penyimpanan perkakas. Oh, oke. Semuanya rapi semuanya jadinya ada di sini kita tarik gitu ya, biasalah. Terus ini buat ya sabun-sabunnya. Oh, ini baju kotornya. Oke. Ini tempat sabunnya. Oh, tempat sabunnya. Oh, dikeluarinnya dari situ. Jadi, kita akan mudah ke sini ya. Iya. Dan ini untuk ee setrikanya. Menyetrika ya. Bahasa. Di mana nyetrikanya, Mas? Bukan di sini. Jadi karena lagi-lagi karena tempatnya sempit, saya mencoba mengkreasikan furniture itu supaya multifungsi. Oke. Oke. Oh, jadi satu ruang yang terlihat luas ini tadi ada tujuannya karena bisa semuanya dikeluarin gini ya, Mas ya. Iya, seperti itu. Wih, kalau gini nyetrikannya nyaman sih. Maksudnya kan luas juga areanya ya. Iya. Berarti kan ini kan tidak ada ee matahari langsungnya, tapi jemurnya bisa tetap kering ya, Mas? Karena sebelumnya di rumah sebelumnya pun ya berkat mesin cucinya yang pas jadinya cepat. Oh, kuncinya di situ ya, Teman-teman ya. Pasti itu soalnya ada aja yang nanya tuh, "Mas, kok jemurnya enggak kena matahari?" Kering, kering, kering. Karena mesin cucinya yang pas. Oke. Lalu ini ya area mencucinya. Ini juga kompornya. Dan di sini karena lagi-lagi saya enggak punya meja buat saji, saya mainkan lagi pola seperti ini. Oh, ya. Widih. Sini harusnya ada bangkunya nih. Cuman kita karena belum cakep bangkunya, jadi kita take dulu. He. Nah, kalau situ Mas ini ya buat sirkulasi aja sih. Jadi kalaupun memang matahari enggak dapat, saya dapat anginnya ee lumayan banyak banget. Bentar tak nyalakan lampunya. Oke. Nah, lampunya udah nyala. Jadi ini emang los ke luar ya, Mas ya? Ke atas. Iya. Oke. Wah, menarikmenarik. Nah, pertanyaanku, Mas, sebelum kita ke lantai dua, kenapa dibuat dua akses, Mas, dari sini sama dari depan situ? Ee iya ee karena memang e apa ya? Takutnya biar si Mbak ini biar ngelewatin itu biar lebih enak aja sih. Oh, biar flow-nya si apa? ART-nya biar dia kalau ke sini enggak perlu lewat masuk ke dalam. Paling kan dia dipanggil kalaupun memang dipanggil ada keperluan cuma sampai di dapur bersih di lantai du gitu, enggak lebih dari ruangan keluarga tadi. Oke, habis ini kita ke lantai dua. Kita lihat dalamnya seperti apa. Let's go. Oke, sekarang kita lanjut ke lantai du nih, Mas ya. Betul. Ke lantai dua melalui tangga utama. Tangga utama yang depan tadi itu, Teman-teman. Sini ada tamannya juga loh. Iya, ada taman kecil-kecilan. Ada si kaktus, ada si lumut, ada juga si suplir. Kayaknya Mas Dul juga pencintta tanaman nih. Iya. Demen karena hijau. Ada likuanu, terus ada palem, ada pis lili. Oke. Nah, ini terasnya yang tadi secondary fasad itu ya bisa kita buka ya. Wah, kalau misalnya wah anginnya dapat nih. Enggak terlalu panas sekarang. Iya. Nah, di sini dikasih kursi juga nih. Iya. Buat ngelamun sama ngopi. Oh, buat ngelamun sama ngopi punya Mas Dola. Kayaknya cuman satu doang soalnya kursinya. Oke, berarti ini pintu utamanya nih, Mas. Iya, pintu utama ini. Aku tutup dulu. Maaf ya, Mas ya. Aku pengen nunjukin nih ke Teman-teman kalau pintunya tinggi banget ya. Ini pintunya saya buat tinggi karena memang ketinggian dari rumah ini plafonnya kalau di lantai 1 itu tadi 24. Heeh. 2,40. Kalau di sini 2 28 lah. 28 29. Heeh. Kalau kita pakai pintu yang 21 ataupun 22 akan jadi kelihatannya pendek. Cuma kalau kita fullin ya kamuflasnya jadi seolah-olah tetap tinggi tinggi rumahnya. Dan ini pakai kayu apa? Kayu jati ya. Jepara juga. Wih mantap loh. Pintunya tinggi terus lebar juga gede. Ayo Mas boleh masuk ke dalam. Silakan. Jadi aku yang nutupin. Nah ini berarti lantai duanya. Kalau bisa dibilang ruang utamanya di sini ya. Living dining kitchen ya Mas? Iya. Saya kehidupannya di sini deh. Kehidupan sehari-harinya. Nah, boleh diceritain enggak nih Mas di lantai duanya ada apa aja lantai ini? Ini ada ruangan ruangan keluarga. Heeh. Dicampur juga dengan ya ruangan apa nih? Mungkin ruangan tamu sih sebenarnya. Tamu ya dari dulu loh. Iya. I terus juga ada balkon samping yang tadi kita bilang di lantai du ini sudah tidak ada bangunan yang ee enggak lurus kita lurusin. Jadi yang enggak lurusnya kita buang. Nah, ini satu-satu salah satu contohnya kita buang ke balkon. Ini balkon. Makanya di sininya jadi lurus nih, Teman-teman. Jurus. Balkonnya tetap miring. Eh, balkonnya juga ini loh lebar loh maksudnya. Iya, bisa buat beberapa orang. Wah, enak ya. Jadi di sampingnya sini juga tetap ada sirkulasi udaranya ya. Betul. Ada sirkulasi udaranya. Kalau sehari-harinya dibuka nih berarti Mas. Dibuka. Dibuka pagi sampai dengan kalau siang enggak sih. Karena terlalu panas lah ya. Kalau sore malam itu dibuka. Kalau malam udah jadi favorit lah. Sini. Udah buat santai di sini sambil nonton TV. Nah, ini tadi sih aku dengar ada cerita spesialnya juga nih. I apa cerita spesialnya ya? Karena lagi-lagi kita tempatnya kecil, jadi benar-benar memanfaatkan furniture yang bisa kita multifungsi juga ya. Multifungsi seperti meja ini kecil cuman bisa kita tarik jadi panjang. Oh, bisa diekend, bisa ditarik jadi panjang. Oke. Itu satu. E terus ini juga cuman mungkin kurang enak karena bawahnya ini. Oh dia bisa jadi sofabet. Bisa jadi sofa bed. Cuma kalau ternyata penuh juga orang mau duduk kita bisa jadiin dia tempat duduk saja seperti ini. Oh ditarik. He kalau sofet duduk Mas berarti. Iya bisa buat duduk. Cuman emang tadinya ada busanya cuman menurut saya. Oke. Oke. Oke. Lalu. Nah. Ini bawah tangganya juga kita enggak punya. Ah, iya. Ini buah tangga kita. Ada. Buat tangga dimanfaatin buat ini ya, tempat duduk juga ya, Mas? Iya. Dan pasti ini ada storage-nya juga. Eh, iya. Iya. Ini storage. Ini juga storage kan ada tempat-tempat. Lalu ini ee saya enggak punya meja makan. Jadi ini aja yang jadi meja makan kita. Wow. Iya. Iya. Silakan. Oke. Jadi sebenarnya ini apa nam? Kalau di ini berarti luasannya berapa nih, Mas? Ee ini panjangnya enam. Heh. Ee lebarnya di berapa ya? Ee sekitar enggak enggak sampai tiga lah. Enggak sampai tiga. Oke. Bisa jadi satu ruangan yang ini ya multifungsi juga ya. Mulungsi. Semua aktivitas rata-rata di sini ya sehari-hari ya Mas ya. Betul. Oke sebelum kita naik mungkin ada lagi yang mau diceritain dulu sebelum ke sana sih? Ee sebenarnya ini bisa kita buka ee supaya memperluas ruangan ini gitu. Cuma memang butuh mungkin nanti kali ya di footage gitu kali ya buat dibuka gitu ya. Ya, bisa, bisa. Entar coba kita sulap dulu, Teman-teman, karena harus ada yang dipindahin. Lama kan waktunya. Nah, oke. Ini ruangan yang terpisah. Ini apa, Mas? Ini lagi. Ini storage. Storage ya buat area-area makanan. Ini dapur bersihnya. Oh, nah ini tadi nembus dari tangga belakang. Tangga belakang itu, Teman-teman. Nembus tangga belakangnya juga ya suasananya sahdu juga. Itu intip sedikit. Silakan. Karena ada pohon bambu, ada jenggot Musa tuh baru. Oh iya loh. Tetap ada tamannya maksudnya ada hijau-hijaunya di sini di area tangganya. Lagi-lagi terus ada warna-warna terakotanya. Ini juga kecilnya dapat punya taman gitu. Keren, Mas Dola. Nah, ini untuk dapur bersihnya. Jadi tadi kalau misalnya apa namanya? Art habis dari bawah bisa bawa makanan ke sini juga ya. Sampai sini bisajinya di sini. Oke. Kalau buat manas-manasin aja di sini sih. Kalau buat masak besarnya di bawah karena jaga-jaga juga kompornya. Takutnya di bawah over ya. Walaupun masih yakin kuat cuman ya kita belajar aja dari cerita-cerita kerak gitu kan. Oke. Temanya juga beda ya Mas. Sini coklat semua ya. Oke, terus di sini ada ruangan lagi. Iya, ini tadi ini pintunya udah bukan jati, ini pakai multiplex lapis PL. Oke. Warnanya juga lebih tua ya dipilihnya. Iya. Dan ini kusennya dia pakai ee kertas. Oh, ini pakai kertas biar dapat Masih dapat ini. Iya. Biar warnanya juga enggak jauh lah ya. Nah, kalau di duko enggak keluar serat kayunya itu. Tapi so far aman ya, Mas ya? Ini pakai juga enggak sih? Ya kelihatannya kayak ada yang ngelopek cuman enggak ada. Cuma kalau tangan iseng anak ya. Ini kamar ibu. Ukurannya berapa ini, Mas? Ini kamar ini ukurannya 285 * 245. Ini tadinya miring juga seperti ini nih. Kelihatan kan ya? Miring. Ini saya lurusin miring jadinya ya memanfaatkan lagiah ya supaya kelihatannya lurus aja gitu. Jadi bisa dapat ada kasur di sini. Ini juga semuanya saya full tinggiin sampai atas. Terus kayaknya ini ada yang bisa ditarik juga lagi nih, Mas. Ah, iya ini meja lagi ya. Jadi ini buat makan ibu. Heeh. Sama juga kalau ke saya jagain ibu ya aktivitas saya di sini gitu. Ada storage lagi. Oh, ada storage-nya juga di bawah fulltiga. Ini juga storage di bawah sini. Di sini itu juga. Oh. Heeh. Seperti itu. Kamar kecil banyak banget penyimpanannya. Ini bisa jadi inspirasi teman-teman juga nih. Langsung aja minta desainin Mas Dola, ya kan? Iya. Siap. Siap. Kenapa jadi aku yang promosi ya? Nah, kalau ini kamar mandi ya, Mas. I ini kamar mandi Ibu. Nah, kamar mandi. Kamar mandinya nih. Kalau kamar mandinya ukurannya berapa ini, Mas? Ini di ukuran 165. Oh, tetap ada bukaannya loh, Teman-teman. Jadi kamar mandinya terang terus ada exos fan-nya juga di atas. Iya. Ada enggak terlalu besar tapi semuanya bisa muat ya Mas. Saya sebenarnya sanksi awalnya untuk area showar ternyata aman sih selama mandi itu gitu. Enggak enggak ke mana-mana gitu. Iya kayaknya masih muat tuh ya ukurannya di situ. Bahkan bisa ada wasavel juga di dalam kamar mandinya. Iya. Model kacanya juga kayak seolah-olah kayak tembus gitu harapannya kan. Iya benar. Dibuat tinggi ya mentok sampai atas. Wah keren banget desainnya. Ini tadi yang saya bilang ee dia menyempit juga sebenarnya penebalan. Oh, ternyata itu bukan cuman wallpel, Teman-teman. Iya, ada storage. Ada storage-nya lagi. Pokoknya kayaknya Mas Dora di tiap sudut rumahnya enggak mau rugi. Semuanya dimanfaatkan dengan baik ya, Mas ya. Iya. Ini memanfaatkan ya gaya-gayaan deh. Jadi banyak ininya, banyak storage-nya, penyimpanannya. Ternyata di balik tadi TV itu ada ini lagi, Teman-teman. Iya. Ini kotak obat ya. Oh, kotak obat. Oke, ini tadi yang nanti bisa diubah juga bisa digeser. Nanti kita nanti kita ini deh. Sekarang ke mana lagi? Ke atas kita ke lantai tiga ya. Lantai boleh. Lantai tiga itu ya kamar ya. Lantai tiga tuh kamar. Ini baru dipasang karena punya anak bayi. Oh biar aman ya dikasih p karena dia udah ya model relingnya juga seperti ini ya. Enggak pakai Kalau ini tangganya sama pakai kayu apa ini? pakai kayu ee merbau ya. Oh ini merbau. Emang warna aslinya agak merah ya kalau merbau tuh. Iya dikasih lighting juga di tangga. Ini kalau malam-malam cakep banget nih. Jadi area tangganya enggak gelap ya, Mas ya. Iya. Ada juga ada ini kan ada ada skylight-nya juga. Skylight-nya di atas. Cuman saya lapis lagi pakai kayu lah supaya enggak terlalu ini. Iya. Enggak terlalu panas ya, Mas ya. Ada tiga pintu di sini. Ini kamar e dua jagoan saya. Ih, lucu. Langsung beda ya. Kalau kamar anak tuh lebih fun gitu. Ada warna baru nih. Masya dia suka biru. Oke, berarti ini untuk dua anak ya, Mas ya. Di sini. Heeh. Nantinya sih kemungkinan akan ada modifikasi apa sih model yang ke atas tuh? Apa? Bang Bet. Bang Bet. Karena kakaknya minta yang kayak gitu. Oke. Nah, sampai lantai 3 ini lantainya beda lagi dipakai. Iya. Betul. Seperti kamar tadi. Kamar lantai du pakai SPC. Hm. Berarti semuanya pakai SP lantai T semuanya saya pakai SPC karena memang udah area private lah ya lantai 3 ini. Oke. Nah, di area sini cakep juga nih pemanfaatannya. Ini berarti di bawah tangga ya, Mas ya? Di bawah tangga ini agak sedikit ada efek yang kurang pas. Cuma karena dia buatnya di Jepara, ada kesalahan ukur, saya bilang, "Ya udahlah, enggak apa-apa nanti bisa ditutup pakai wallpaper." Cuman belum berpikir jadinya tu. Oke, berarti untuk penyimpanan ini rak terbuka kayak gini buat buku-buku gitu. Jadi sebenarnya dalam cuma kalau saya langsung bolongin isi begini kan jadi berantakan. Oh iya. Jadi yang berantakannya di dalam, yang rapinya di luar berarti enggak kelihatan gitu. Diumpetin I tadi sama kayak tadi di area siapa? Mesin cuci. Heeh. Eh, mesin cuci. Iya, kan atasnya mesin cuci kan tempat sabunnya seperti ini. Oh, iya. dari samping ya. Nah, ini buat si karena ini dia kan masuk ke sini bawah tangga ya, jadi ada space-nya gitu. Keren loh. Oke, lanjut lagi, Mas. Iya. Ini juga ada storage-nya. Lanjut. Oke, lanjut nih. Kamar mandi nih pasti ini kamar mandi si anak. Perbedaannya apa nih sama yang di bawah, Mas? Pemilihan materialnya aja sih sama warnanya ya. Kayaknya agak cerah ya kalau yang ini ya, Mas ya. Ada storage-nya di situ. Tapi kalau untuk layout-nya sama sih masuk sini stffel. Area ya keringnya sama semua ya. Oke. Ada mobil L di sini ikut mandi mobil aku. Oke. Ini pasti kamar tidur utama. Ini kamar tidur utama. Betul. Silakan kamar tidur utama. Nah, kalau kamar tidur utama nih pastinya ukurannya paling besar ya Mas ya? Iya. Di kisaran berapa ini, Mas? Ukurannya di 4,5 * 42. Cuma dia bicaranya sampai sini nih 4,5nya. Oke. Area sininya enggak enggak hitung ya. Ini kamar mandi. Kamar mandi. Boleh lihat kamar mandinya dulu enggak? Karena ngelewatin kamar mandi nih. Kita beda lagi enggak temanya? Kamar seperti ini. Dia lebih besar sih sedikit. Iya di 1805 dia lebih besar. Nuansanya juga beda lagi warnanya. Cuma sebenarnya secara layout ini mirroring aja ya. Sama ya? Mirroring. Betul. Oke. Pilihan si istri tuh warna. Sini ada sedikit trak terbukanya teman-teman. Ini ada pinky-pinky nih. Istrinya Mas Dola pasti. Iya. semuanya majang kita ikut aja. Nah, ini untuk area istirahatnya kasurnya di sini ya, Mas ya. Ia kerja kirinya berarti ini lemari juga ya, penyimpanan juga sampai ke sana itu ya, Mas. Sampai ke sana. Betul. Oke. Dan ini balkon cuman luar biasa kita disambut dengan matahari. Wah. Ih, balkonnya lumayan besar ya. Besar. Ini yang tadi kita lihat dari fasad itu. Dari bawah ternyata ini balkonnya. Nah, di pojok sini ternyata masih ada ini area untuk kerja juga untuk rias juga ya. Meja rias juga ya. Rias ini sebenarnya dindingnya itu sampai sini dia sampai di sini. Nah, sampai di sini nih. Saya tambahin aja supaya lebih enak aja karena ini pasti jadi lemari. Heeh. Ini juga jadi lemari lagiah. Memanfaatkan lagi semuanya pokoknya ya. Ada seminya lebarnya sampai sini. Kalau dindingnya kan Oh, lumayan berarti ya masuknya juga ini. Oke, kita AC-nya ada di situ. Diumpetin lah gaya-gaya di gaya-gaya katanya ada rumahnya AC-nya. Heeh. Oke, lanjut lagi kita ke atas. Ke atas. Ternyata ini namanya 3,5 lantai soalnya. 3 seteng lantai ini. Cuma tangganya lebih tinggi ya karena memang dan lebih mengecil nih kalau dibandingin sama area sini. Lebih mengecil. Iya. Karena memang yang naik ke atas ini yang muda-muda gitu. Kalau yang tua biasanya udah nyerah duluan, kecuali dia mau ngelihat sesuatu yang indah di atas. Ayo. Ini kita jam 3.00, Teman-teman. Jam 3.00 sore kita lihat udah enggak terlalu panas sih sebenarnya. Wah. Iya. Tapi masih lumayan panas ya. Masih lumayan panas. Tinggi banget di sini. View-nya enak tuh. Enggak terlalu kehalang atap rumah tetangga ya di sini. Ini konsepnya emang mau dijadiin apa, Mas? Awalnya ee tempat kalau malam ini tamu saya bawa ke sini. Oh, heeh. Tamu saya bawa ke sini. Kita karena adem ya. Iya. Kalau malam itu adem. Enggak perlu kipas malah. Cukup buka ini aja udah luar biasa anginnya. Anginnya karena tinggi juga ini, Teman-teman. Tapi aku sebenarnya ini sih pengen tanya ini sih, Mas. Ini kok begini ya? Ee tadinya pohon sih udah sampai atas. Oh, ini nih. Cuma saya kendalanya jadi becek karena pembuangannya terlalu jauh gitu. Oke, di sini untuk duduk duduknya ya sampai atas ini ya sampai atas. Terus dia ada stop kontaknya juga bisa buat laptopan ngecas HP. Lampunya juga ya kafe-kafe deh. Ala kafe nih. Atasnya juga nih cakep banget loh tuh rota sintetis. Ini bahan gitu. Ini juga bisa digeser sebenarnya. Jadi kalau mau mataharinya lebih banyak lagi ini bisa digeser. Heeh. Ini kenapa dipisah, Mas? Areanya ditutup dulu. Ee iya karena tadinya biar lebih ada sirkulasinya, ya. Oke. Ini aja baru sih ini saya nambah nih jaring ini nih baru. Tadinya terbuka benar-benar terbuka. Oh. Karena terlalu lumayan panas jadinya coba kita tutup agak berkurang sih. Apa tuh? Paranet ya. Heeh. Terus ini juga jadi masih udara masih bisa masuk walaupun ditutup ya. Masuk corporated ya. Rencana ke depannya masih ada enggak nih rumahnya mau diapain gitu kan? Rencananya sih cuma ini aja sih ya. Ini rencananya mau diak cuman dak yang apa sih? Pakai modular gitulah ya bukannya? Heeh. Buat lapangan. Buat lapangan. A Oh biar makin luas lagi ya. Situnya dibuka gitu aja sih. Kalau ke atas enggak lagi? Enggak. Ke atas udah udah cukup ya. Entar diomelin pemerintah. Waduh enggak ikut-ikutan, Guys. Oke, kita lanjut ngobrol di bawah. Oke, siap. Oke, sekarang kita udah duduk bareng nih, Mas Dola. Oke, siap, Mas. Nah, kita mau nanya-nanya nih. Ee berarti ini rumahnya dibangun dari kapan tuh, Mas? Ya, kurang lebih kalau pembangunannya itu memakan waktu 2 tahun karena sebab cocok-cocokan sama tukang. Oke. Heeh. Jadi, saya sampai nungguin tukang itu balik lagi. Oh, 2 bulan kosong ya. Udah 2 bulan kosong ini proyek gitu. khususnya pada saat pemasangan sama PL apa acian ya. Karena kalau sempat ada momen sekali enggak siku gitu saya bongkar. Oke. Karena ya udah mikirnya panjang ada satu sedikit yang enggak asik dilihat rusak semuanya kan jadi sayang gitu. Oke. Oke. Nah, boleh tahu enggak Mas? Ini biasanya udah ditungguin teman-teman nih untuk budgetnya nih Mas. Kalau untuk budgetnya secara kalau pembelian tanah itu saya di Rp8 juta per me. Wih, masih terjangkau loh untuk dapat rumah segini. Iya. Caranya kan kita langsung bagi lah ya. Itu sebenarnya furniture aja kan enggak jangan masuk ke situ gitu kan. Mana ya okelahnya masih ya masih ok lah ya ketimbang saya langsung ngasih ke kontraktor ini kan saya ngebangun sendiri mandor sendiri gitu. Gu, mas karena kebetulan kan tadi basicnya saya developer gitu. Jadinya sambil ya mengisi waktu luang. Nah, boleh boleh tahu enggak, Mas, developernya tuh berarti bikin rumahnya di mana aja nih, Mas? Sekalian aku tanyain deh. Eh, iya saya betulan di DSB Developer dua Selaras Berkah. Itu ada di sekarang lagi jalan di Pondok Bambu, lalu juga ada di Cakung, Margaatwa. Kurang lebih 35 titik lah. Udah. Oke, cukup sih kalau dari aku. Mungkin ada lagi yang ingin disampaikan Mas Dol ke? Mungkin kalau teman-teman ada yang mau buat furniturnya kurang-kurang lebih seperti ini bisa hubungin nomor di bawah ini. Oke. Oh, langsung ada nih di sini ya. Karena saya enggak hafal nomornya karena dia enggak punya Instagram. Punya nomor. Saya bilang, "Mana enggak ada Instagramnya?" Enggak ada. Ya udah nomornya. Terus juga kayak beberapa pembersihan-pembersihan juga ee ada juga mungkin nanti Instagram-nya lupalah saya nanti tulis aja ya. Pokoknya nanti teman-teman detailnya bisa langsung tanyakan ke Mas Dola atau DSB-nya dan nanti kita cantumkan di bawah sini siapa tahu ada yang memang lagi butuh juga pengin bangun rumah seperti itu. Oke, thank you teman-teman yang sudah pada nonton. Jangan lupa subscribe channel Wicak Mifta, follow Instagram kita Wicak Miftajana, Instagram Inspirah Homes, TikTok Inspira Homes, dan TikTok Wicak Mifta. Pas banget azan nih. Ya udah, dadah. Thank you banget, Mas. Oke, Mas Mister Wicak. Mas Wicak emang sering ketuker tadi dia. Bang, jualan apa, Bang? Iseng banget. Iseng banget ya. Lewat pas maksudnya tuh praktekin ternyata bisa gitu. Oh.

Lihat di YouTube