Jungkat

Rumah Kecil di Lahan yg Besar! InspiArsi: RikiFajarNadi (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Oke, selamat datang kembali di channel Wicak Mifta. Hari ini kita mau main ke rumah yang ada di dalam rumah. Dan ini konsepnya asik banget. Kita langsung ketemu sama owner sekaligus kontraktor dan arsiteknya. Halo. Halo, Mas Rik, Mas Bagus, apa kabarnya? Kabar baik. Selamat datang di Jogja, Mas. Terima kasih. Ini kita benar-benar terima kasih sudah boleh datang ke sini mau mendatangi rumahnya yang satu ini. Betul. Ini lucu sekali sih dari luar. Boleh kita agak maju dikit, hujan-hujanan dikit enggak apa-apa ya, Mas ya? Enggak apa- hujan. Nah, ini dari luar memang konsepnya udah unik sekali. Ini ceritanya gimana nih ke Mas Riki atau ke Mas Bagus nih? Ee sebenarnya saya awalnya itu cari arsitek yang memang bisa ee memanfaatkan ruang ya. Karena ini posisinya di belakang rumah. Jadi saya cari arsitek yang betul-betul bisa memanfaatkan bagian belakang ini dengan optimal dan estetikanya juga cukup bagus. Oh, berarti ini memang kayak yang tadi aku bilang ya, ini kan rumah di belakang rumah berarti. Dan apa, Mas tujuannya kenapa mau diciptakan ini? Apakah memang difungsikan nanti untuk ketika ada tamu datang atau gimana, Pak? Ee sebenarnya tujuan utamanya tuh kita pengin punya space atau ruang yang berbeda dengan rumah utamanya. Oke. Jadi seakan-akan kalau kita masuk ke sini, kita sedang ada di vila, kita sedang ee santai-santai. He. Dan juga bisa difungsikan untuk ee tempat menjamu tamu. Oh, iya. Misalkan kalau ada rombongan ataupun saudara dari luar kota sehingga bisa nginap di sini. Oke, berarti kalau ini rumah utama, rumah formalnya lah. Betul, betul sekali. Nah, waktu itu menyikapinya gimana, Mas Ricky pas ada permintaan nih dari Mas Bagus? Ya, waktu itu tantangannya yang pertama adalah respon terhadap existingnya. Jadi ini kan ada bangunan lama, terus kita aksesnya cuman dari sini. Bagaimana caranya supaya ee ketika proses pengerjaannya sama sekali tidak merusak atau mengganggu si fungsi utamanya. Karena ini kan dipakai harian kan. Terus juga ee apa namanya? Terus kita berpikir ngusulin untuk cari material yang ee bisa men-support itu. Jadi tujuan memakai baja, besi, terus banyak kaca, terus juga ee atas tuh kan sebetulnya full apa ya? Full partisi ya. Jadi tujuannya tuh sebetulnya untuk itu bukan tembok bata gini ya. Iya. Batanya itu cuman di area toilet. Jadi ini sebetulnya ee metode cara kering ya yang kita pakai. dan cukup berhasil karena sama sekali existing tidak merusak itu ya. Terus juga paling respon terhadap ee bangunan lama terkait dengan tinggi pagar, terus juga leveling lantai duanya kita ngepasin, terus juga ee batas dengan ini bangunan yang lama. Jadi tiang ini tuh sebetulnya acuan kita untuk menentukan lebar. Oke. Jadi itu sejajar sih dengan si apa e lebar bangunannya. N terus kita pengin juga kasih taman samping. Jadi sebelah situ. Iya. Jadi punya taman belakang, taman besar, sama ini untuk apa ya? Ee taman lebih private sih. Makanya kita kasih dinding ini kan sebetulnya buat ngeblok ee visual dari teras. Biar enggak kelihatan kalau pengin yang lebih sendiri gitu kan. Terus itu sih tujuan-tujuannya. Oke. Dan jadinya pas sudah jadi menarik banget. Dan berarti Mas Bagus sebelumnya ini area taman aja ya? Ini taman aja. Kebetulan ada gazebo kan karena mungkin kurang fungsional ee jarang kepakai jadi ee kami sepakat untuk merubah bagian belakang ini ee ee dibuatkan bangunan seperti itu supaya bisa lebih bermanfaat bagi penghuninya. Oke, boleh kita sambil agak maju ke sini nih, Mas? Boleh. Mari. Nah, aku tadi lupa belum menanyakan ini berarti luas tanahnya berapa? He, luas bangunannya berapa untuk rumah yang ini dan dibangun di atas lahan total rumah utama nih ya berarti ya. Total rumah utama itu luasnya 561 m². Lalu untuk bangunan ini yang terpakai cuma 7,5 m * 10 m. Oke. 7,5 tuh dari mana tuh, Mas? Dari tembok sana sampai dengan ujung teras, ya? Oh, sampai ujung teras sini, ya? Iung sini. Oh, oke. Cuman yang bagian dalam interiornya to ini ini ee dari kolam ke kolam ini 4 m * 7 m. Komact ya? Tapi teman-teman juga pasti sudah bisa melihat karena dalamnya lucu sekali. Nah, sebelum ke dalam nih Mas, aku mau menanyakan dulu konsep desain fasadnya. Karena kan ketika kita masuk dari depan sini tadi mungkin ke Mas Ricky kali ya. Iya. Kan rumah formal, ada aksen-aksen jawanya. Tiba-tiba di sini modern semua. Bagaimana ceritanya itu, Pak? Sebetulnya kita ee untuk fasad itu mengalir ya. Jadi ee kenapa ini direndahin itu kan sebetulnya kalau dilihat dari Mas Wica kan ngepas ya. Jadi ini tinggi cuman 2 m karena tadi banyak ee untuk tamu dari luar kota karena saya punya apa ya punya pengalaman menarik ya kalau di rumah-rumah Jogja tuh pasti kalau jalan-jalan gitu ya kalau ke restoran-restorannya tuh skalanya pasti pendek-pendek kan. Oh iya benar. Nah, itu ini untuk menyambut itu sih sebetulnya secara apa namanya? Ee komposisi fasad. Itu yang pertama. Terus yang kedua ini dinaikin itu juga alasannya adalah karena kita ada galian pondasi ya. Nah, biar gak buang keluar kita urut buat nimbunnya di sini. jadi kita uruk semua samping keliling. Jadi bangunannya tuh kayak kayak terbenam tuh loh. Ruangannya tuh kayak terbenam di bawah. Iya. Kelihatan ya. kita bisa langsung lihat gini ya. Iya. Jadi punya pengalaman ruang yang beda juga ketika mau naik terus ketika turun. Terus juga tadi kita menyinggung terkait material juga pemilihan angka 2 m itu ee mengikutin modul material juga. Jadi kayak baja itu kan kita pakai nih satu grid ini itu satu batang. Jadi ini 2 m terus ke atasnya 3 1 mnya untuk si overstack-nya untuk menahan matahari. Berarti dari segi material pun juga jadi lebih efektif dan efisien juga ya untuk menyesuaikan ini ya. Iya. Karena itu tadi waktu pertama kali datang kan saya melihat kayu kan waktu survei itu jadi kayak pengin kayaknya ee perlu menghadirkan itu karena rumah-rumah ni kan monokrom ya putih, kayu gitu-gitu jadi diulang di sini. Hmm. Walaupun sedikit kontras cuman ada ngambil benang merahnya dari sana sih. Jadi tetap ada satu kesamaan lah ya. Iya. Wah, cakep sih dari dengar dari cerita dari depannya aja udah menarik sekali ya. Dan ternyata memang di sini dibikin jadi teras tapi ada teras samping juga ya. Kita bahas sambil masuk ke dalam. Boleh, silakan. Permisi. Nah, wah asik banget ternyata Mas ini kalau boleh jujur senya kayak di apartemen ya. Iya betul. Emang ada niatan dibikin seperti itu atau gimana sih, Mas? Iya. Ee sebenarnya ide awalnya itu kita pengin buat ruangan tuh yang lengkap ya. Jadi ada ada kamar tidur semua. Ada kamar tidur, ada toilet juga, terus ada area kerja, ada sofa buat santai, lalu ada kitchen juga harus ada. He. Kalau misalkan saudara kan pasti 2 hari 3 hari bisa menginap di sini ya. Jadi ee sebisa mungkin ee bisa memfasilitasi tamu-tamu yang datang gitu. Oke. Dan ini selain tadi ada teras depan dan samping, ternyata pas ketika kita duduk di sini ini menarik kayak yang Mas Ricky bilang tadi ya. Ini kan dibikin sunken berarti ya. Iya. Turun ini. Kenapa dibikin sunken, Mas? Dan kenapa di sini juga ada tangganya? Tapi kayak kalau aku ngelihat nih pengin duduk deh di sini. Tuh kan langsung duduk aku. Jadi ee kalau tadi kan ee respon dari eksteriornya. Cuman akhirnya yang kita dapat dari interiornya adalah yang pertama visual kita ke taman itu ketika duduk itu panjang gitu loh, Mas. Jadi kayak pandangannya, ilusinya jadi lebih luas. Itu yang pertama. Yang kedua, karena ini kecil, lebarnya tadi cuma 4* 7 terus kebutuhannya banyak ya. Jadi ee yang pertama kita manfaatkan itu ini bisa jadi storage gitu. Oh iya ya. Semua ya bisa dibuka. Iya. Terus juga memang buat ini buat ya buat orang pengin duduk sih. Jadi bisa duduk di sana, bisa duduk di sini. Karena tingginya kan kita juga nyesuain kan si apa standarnya kursi kan. Jadi memang diciptakan untuk itu walaupun kita kecil dengan batasan luasan yang hanya 4 * 7 tapi kita bisa ee membuat itu fungsinya lengkap gitu. Setuju sih. Setuju. Dan balik lagi mungkin ke fungsinya yang dari Mas Bagus bilang di awal ya, pengin untuk menyambut tamu area yang tidak seformal rumah utama ini enak sih. Terus menurutku jadi ada satu experience juga yang menarik ya Mas ya. Karena kan tadi pas di depan teras tinggi cuma 2 m pas sampai sini tiba-tiba los tinggi tinggi itu karena sebetulnya permintaan klien juga ya waktu itu pengin ada void. Terus kita juga waktu itu ee mikirnya paling paling memungkinkan itu adalah di area living room ini. Jadi sekaligus ee apa? Jadi bedroom-nya tuh punya konektivitas sih antara lantai dua sama lantai satunya. Hm. Juga sama biar ini aja sih apa kayak kesannya luas bangetlah walaupun kecil gini kan. Setuju. Setuju. Enggak kerasa sempit sih, Mas. Bagus, Mas Rik, pas di sini-mur terasa luas aja. Ditambah lagi cuaca Jogja lagi hujan. Wah, sayau banget. Pengin tidur sih sebenarnya. Boleh, Mas. Kita sambil membahas apa? Apa lagi nih? Oh, ini. Oke, aku mau tanya ini. Ini materialnya dari apa nih, Mas? Itu sebenarnya multiplex sih. Ini bukan ya? Bukan multiplex. Multiplex 18 mili. He ee kebetulan kami cari yang benar-benar penginnya natural. Tidak pakai HP ataupun finir ataupun lainnya sejenisnya. Jadi emang kita cari multiplex yang benar-benar warnanya cerah dan sudah halus. Dan pas kita coba untuk finishing itu ternyata hasilnya cukup oke. Ee serat-seratnya kelihatan dan serat-seratnya kelihatan ya. Serat kelihatan dan kelihat ee kesannya jadi hangat ya. Iya. Setuju. Setuju. Emang jadi sehangat itu. Dan ini kan juga kalau kita pegang biasanya multiplex juga kan kalau enggak difinishing banget kan pasti agak-agak kasar. Berarti berarti ini diapain aja, Mas, biar bisa sehalus ini nih, Mas? Ini pertama di e seal dulu lalu diclear ya. He. Oh, diclear aja. Tapi warnanya tuh harus dove. Oke, ya. Kalau untuk naturalnya ya, e supaya kelihatan natural ee dove ya, jangan gloss. Nah, untuk tone warna pas ketika di dalam karena ini kan pas aku masuk juga melihatnya beda banget nih sama yang dari luar. Luarnya kan kesannya kayak raw gitu ya, concrit dan kayu lah ya. Nah, ini seperti apa pas ketika di dalam? Kenapa dibikin tonarnya seperti ini, Mas? Karena tadi ee terkait dengan dimensi ya. Jadi kalau kita kasih dia ruangannya itu gelap, jadi kesannya menekan kan. Jadi ee pemilihan warna-warna cerah ini sebetulnya itu sih untuk mengkamuflasi visualnya. Jadi sebetulnya cuman warna si kayu kayu terang sama abu. Sudah dua itu aja sama putih ini warna dasar kan. H. Jadi ee buat itu sih kalau dari luar kita sengaja yang gelap karena penginnya kontras sama si bangunan yang lama kan. Pengin kayak kecil aja kelihatannya. Iya, pengin itu. Dan kalau perhatiin juga untuk jendela berarti yang hampir full tuh yang lantai satu ya, Mas? Yang lantai dua enggak ya? Iya. Karena intensitas cahaya untuk tidur kan kita gak boleh terlalu ini kan terlalu besar kan. Terus juga kebantu juga posisi bangunan kan gak terlalu tinggi. Second skin dari pagar-pagar sebelah terus sama tanaman. Jadi tanamannya lumayan ngebantu supaya cahayanya gak terlalu banyak juga. Kalau di atas kan kita gak bisa memanfaatkan itu. Jadi kita tambah sekendari buat buat menutupin itu. Dari apa tuh Mas kalau boleh tahu? Mas itu dari kayu ulin. Oh dari kayu ulin. Dan dibikin lucu ya gitu ya. Ada kayak celah-celah kisi-gisinya gitu. Nah, ini juga lightingnya kayaknya juga udah dipertimbangkan sekali karena pas ketika melihat ke atas ada perpadon lighting yang cukup menarik. Ada garis hitamnya dan ada lampu yang sini enggak ya, Mas Wow, cakep. Nah, Mas satu pertanyaan lagi, Mas. Kenapa di situ ada jendela cuma dibikin miring, Mas? Biar nge-cover ini aja sih, biar gak terlalu banyak masuk juga. Oh, Tapi sebetulnya main-mainan bentuk juga karena kalau kotak aja di depan kan kayaknya kurang gimana ya? Sama buat ngintip juga dari yang kamar atas. Oh, bisa ngelihat sana. Ngelihat ke sana. Nah, terus kalau kita ngelihat di sini nih, Mas. Ini berarti simpel aja dijadikan area untuk dapur. Dapur. Betul. Ruang makan. Terus katanya tadi Mas Bagus bisa jadi area kerja juga ya, Mas? Iya, bisa. Jadi emang ee kita coba memanfaatkan ruang dengan ruang yang ee 3 m ini ya, kurang lebih. Kita pengin punya meja makan tentunya kalau misal buat makan. Lalu ada work station juga ini. Jadi mejanya ini bisa diputar 90 derajat. Boleh kita praktikkan, Mas. Kurang lebih seperti ini. Wih, seperti ini. Oh, nah. Ini tuh usulan dari Mas Bagus berarti. Iya, betul. dari ee ownernya sendiri pengin ada meja makan kan. Pas saya konsultasi dengan arsitek emang paling efektif, paling ideal paling ee model seperti ini ya. jadi diputar seperti itu. Oke. Dan pakai kursi yang itu ya Betul. Ini kursi bisa jadi buat di teras ataupun buat makan juga bisa. Kalau untuk dapurnya nih, Mas, ini tuh berarti untuk desain interiornya dari Mas Bagus atau dari Mas Ricky atau gimana pas waktu ee untuk desain interior? kebut ee saya sendiri ee konsultasi ya dengan Mas Ricky ya untuk memilih kontraktor mana yang bisa menyalurkan visi kita gitu ya. Oke. Ini lucu banget sih dibikin ini gantungan tapi lagi-lagi dari multiplek. Iya betul dari multiplex dicustom. Wow ada aja nih. Ini bisa ditutup? Bisa bisa ditutup kalau tidak kalau enggak dipakai bisa dilipat ke atas seperti itu. Oh ini lucu banget sih. Sini area dapurnya berarti memang dipakai juga ya Mas ya untuk sehariannya gitu ya. Heeh. I kalau ada tamu misalkan mau masak ataupun ngangetin air, masak air atau makanan instan lainnya bisa pasti bisa dipakai. Mas, entar aku beli popi dulu numpang ya, Mas. Oke, Mas. Nah, terus di sini sini ini area untuk kamar mandi. Kamar mandi. Betul. Oke. Ceritanya seperti apa? Karena ini teman-teman harus lihat dulu juga. Heeh. Ini kalau ditutup ternyata di kamuflase ya. Kalau untuk pintunya sendiri ini saran dari arsitek ya. He. Jadi emang sebisa mungkin ee pintunya itu tidak kelihatan. Ee jadi kesan ruangan itu kesannya lebih ee mata tu enggak keganggu sama pintu ya. H. Dan ini emang definisinya OS sa aja ya Mas ya? Iya. OS. Enggak dichat lagi kah? Ini basic-nya memang basicnya. Heeh. Rata hasilnya terlalu kusam kan. He. Jadi ini yang terpasang sekarang ini ee semen was. Oh, oke. Oke. Oke. Oke. Dan pas masuk ke dalam ternyata beda nih. Ini cukup luas juga ya, Mas ya, untuk area kamar mandinya ya. Iya, betul. Karena ee ownernya sendiri minta kamar mandi yang jangan terlalu sempit ya. Jadi ini kurang lebih lebarnya 1,75. Panjangnya kurang lebih 3 m ya. Oh, dan pembagiannya seperti ini ya. Ini e wasel. Wastafel dan koset. Dan ini ada celah buat naruh ininya ya. Oh finishingnya pun dibikin beda juga ini. Iya jenis style-nya. I nah sama atas bawahnya. Oh ternyata banyak yang dibedain. Oh teman-teman cakep-cakep. Nah terus Mas kenapa ada skylight Mas di atas ini sama ada jendelanya inih Mas di depan? Jadi karena apa? Posisi kamar mandinya ngantong ya di pojok gitu tetap perlu apa ya? perlu cahaya untuk menerangin ini. Jadi yang memungkinkan untuk diberi cahaya itu adalah dari atas sama dari ee sisi sampingnya ini. Cuman ini kita bikin blur terus juga biar gak terlalu ini kan gak terlalu terekspos ya kita lagi mandi ya. Iya. Cuman pengin ngasih jadi kalau ma ee apa kalau terang itu nih tanamannya itu kelihatan. Ah, si dari samping ada kayak siluet-siluet, siluetsiluet gitu, ada bayangan gitu-gitu. Terus juga pemilihan warna tuh kan juga kayak ngikutin si ee landscape-nya itu kan karena ngelihatin hijau-hijau. Jadi saya sini juga hijau-hijau. Wih, cakep. Cakep komposisinya cakep juga lighting-nya. Lagi-lagi aku lihat di sini ada ambiance lighting-nya diumpetin juga ya, Mas ya? Iya. E jadi disemb dis disembunyiin apa ee di balik plafon ya karena ngejar si elemen garis-garis itu biar kelihatan panjang sih sebetulnya kalau sambil ngelihatin ke atas kan bisa sambil apaa ya gitu makanya jadi kerasa kayak lebih luas lagi ya. Oke. Nah, ini sebelum kita ke atas aku juga melihat anak tangganya ini pakai multiplex lagi ya. Jadi ini ee untuk tangga, interior, lalu ada kabinet gitu. Semuanya satu material yang sama. Oke, makanya semuanya ini ya sama ya? Sama. Sama. Sama semua. Cuman ini kenapa dibentuk gini nih, Mas? Ada apa nih? Berarti ya kayak heksagon gitu ya? Kayak segitiga tapi enggak sama sisi nih. Iya. Jadi ini karena pertama kita ini juga penentuan tangga tadi karena naikin level tadi. Jadi posisi tangga kan bisa gak panjang efisien kan. Oke, itu yang pertama. Yang kedua, karena tadi terbatas sebetulnya nih secara standar sih sih kita kurang dua trap ya. Jadi 30 centnya itu kan dia keluar nih. Oh iya. Nah, jadi biar enak si kakinya itu maka kita miringin. Oke. Ini juga si besinya juga masih kelihatan ya, Mas ya? Iya, betul. Dan sengaja diekspos ya. Terus posisinya juga tadi karena bicara soal tangga, ini nak posisinya gak ada di posisi tiang. Jadi dia keluar kan itu. Oh iya ya i. Oh iya. Karena itu tadi ee kalau di tiang dia mentok Mas kepalanya kepala orang lewat kan karena naik kan. Jadi kita keluarin tapi ngebentuk ee geometri yang asimetris. Jadi posisinya dia sebetulnya miring nih kalau dilihat dari ternyata miring ya enggak yang lurus kotak ya ee seirama ya. Jadi ee si seolah-olah dia duduk di atas jendela gitu ininya ee ditompangin sama jendela. Cakep cakep cakep. Keren, keren, keren. Boleh, Mas. Kita sambil lanjut ke atas Nah, kalau untuk di atas berarti kamar aja. Kamar aja. Iya, di kamar aja. Oke. Nah, di atas seperti apa ini ceritanya? Kalau di atas cuma satu kamar ya, satu bedroom. Terus juga di sini wardrop. He. Terus karena apa namanya? Posisinya dia setengah dari bangunan gitu, jadi gak kita tutup. Jadi pakai material perforated supaya itu tadi kayak ada komposisi terawang. Kesannya kan kayak plong-plongan kan, tapi tetap aman. Tetap aman. Jadi juga ini ya ketika melihat dari sini pun kesannya ringan Iya. Terus plafonnya juga kita pendek aja sekitar 2,4 ya untuk apa namanya? Biar lebih intim sih lebih hanget juga. Tapi walaupun enggak yang terlalu tinggi tetap kesannya luas ya Mas ya. Iya betul. Karena kami banyak bukaan ya. Emang saran dari arsiteknya kalau mau kelihatan luas harus ada kaca mungkin. Heem. H. Terus aku perhatiin juga di sini ternyata ada taman. Ini bisa dibuka juga, Mas. Ini bisa. Ini lihat ee apa? Taman. Kita minjam taman tetangga yang tanahnya masih kosong ya. Jadi kalau pagi-pagi itu bisa apa namanya? Ngelihat kebunnya tetangga. Heeh. Ada singkong tuh, Mas. Panen dulu entar. dulu, Guys. Oh, oke. Nah, ini kayaknya bakal jadi satu pertanyaan yang sering ditanyain juga sama teman-teman. Mas berarti ini untuk lantainya itu seperti apa bikinnya? Ada struktur IF-nya lagi. Terus apa tuh, Mas? Ini karena semua lantai dua tadi kita bilang ini ya, cara kering ini sebetulnya ee gec ya. GRC. Terus cuman tebalnya kita setting, rangkanya juga kita atur. Jadi gak terlalu getar ini, Mas. Oh iya sih juga itu yang emang emang apa dicoba-coba juga sama Mas Bagus kemarin ee ngetes sempat tadi yang apa rangkanya sempat ini ya agak agak berjarak terus dirapetin lagi terus nemu komposisi yang yang enaklah kayak beton sih kesannya ya. Ini melalui proses try and error juga ketika di sininya ya. Langkahnya sebenarnya besi holo biasa ya. Iya. Besi hol holo galvanis. Lalu ee untuk platnya sendiri pakai plat sejenis GRC ya yang ketebalannya 20 mili. He. Lalu atasnya ini Penix-nya pakai jenis SPC. Oh iya. Kayu juga ya. Betul. Oke oke oke. Jadi kesannya pun sama ya seperti yang di bawah ya. Oh wow. Nah itu teman-teman terjawab ya. Kalau ada yang mau nanya itu bikinnya gimana? Nanti tanya aja sama beliau-beliau ini. Beliau-beliau ini kelihatan. Oke. Kalau ininya simpel ya. Ini buat ee ee buat taruh koper sih sebenarnya. Ini belum ini buat taruh koper ee di sini. Ini kebetulan pas AC kan jadi emang ee lebarnya itu menyesuaikan lebar AC ya. AC. Oh dan diumpetin ya? Iya. AC pasti harus diumpetin. Oke. Ada lagi mungkin Mas yang belum kebahas. Mungkin area atas itu aja ya. Itu aja. Itu aja. Boleh kita ke bawah berarti? Boleh ya. akhirnya kita udah sampai di penghujung acara weh kayak acara TV ya. Kok pada tegang-tegang amat nih soalnya udah tahu Mas Ricky sama Mas Bagus kalau di akhir kayak gini biasanya kita mau nanya budget. Ohuh. Boleh Mas di-share soalnya teman-teman mungkin ada yang terinspirasi dan ingin membangun seperti ini. Mungkin di belakang rumahnya ada juga lahan luas gitu kan. Boleh di-share mungkin Mas Bagus. Oke, untuk budgetnya sendiri setelah saya apa hitung keseluruhan per meternya itu kurang lebih R juta. Itu belum termasuk interior, furnitur, lalu elektronik juga belum termasuk sama landscape juga belum. Oke. Kalau sudah termasuk perkiraannya berapa? Kayak misalnya interior dulu deh gitu. Ee interior ini kurang lebih sekitar 25% daripada konstruksinya. Oke. Lalu untuk ee elektronik dan furnitur itu kalau kurang lebih 15%. Ee landscape-nya itu nanti tergantung luasan landskap-nya sih sebenarnya. Oke. Karena menyesuaikan juga ya, Pak. Dan seperti apa tanaman-tanamannya juga? Iya, betul. Pemilihan speknya juga soalnya tuh benar-benar berpengaruh juga ya. Masih bagus. Oke. Nah, mungkin nih aku mau ke Mas Ricky dulu. Apakah ini projek pertama Mas yang seperti ini? Membangun rumah di dalam rumah gitu kan? Iya. Iya. Ini salah satu proyek pertama juga yang apa namanya yang secara dimensinya kecil ya. Jadi waktu itu Mas Bagus datang ke saya walaupun luasannya kecil tapi punya visi waktu itu. Jadi ee bereksperimen juga dengan material dengan detail-detail. Jadi dikasih kebebasan lah waktu itu sama Mas Bagus. Gimana cukup puas atau masih? Iya. Langsung ditanya loh ini. Pasti sesuai dong. Sesuai dari spek material emang arsiteknya ee ngasih referensi ya. Tapi keputusan akhir tetap saya karena saya yang ee belanja saya yang itu pasti ee enggak ada yang apa diragukan lagiah ya. Karena saya yang memang benar-benar pilih materialnya. Jadi puas ya ini ya? Iya betul puas. Oke Mas Ricky siap-siap Mas entar semakin banyak nih kayak gini di Jogja. Amin. Rumah Rikis semua siapa tahu ada kan yang mau ngubungin gitu kan. Rumah subsidi juga boleh. Rumah subsidi juga boleh. Di request teman-teman kalian tinggal ini aja. Entar biasanya kita pasti kasih kontaknya di deskripsi mungkin. Ee kalau untuk lama pembangunannya berapa? Belum dibahas ya tadi ya. Ini lama pembangunan sebenarnya ee tergolong cukup lama ya dari mulai awal sampai akhir itu kurang lebih 9 bulan. Ee itu baru konstruksinya aja. Lalu sebenarnya untuk interior ini sendiri baru bulan Mei kemarin di apa namanya? Ee dikerjakan. Betul. Oke. Emang sih pas tadi kita baru pertama kali datang masuk emang kerasa rumah baru banget dari aromanya gitu kan. Emang masih baru bangetlah. Oke mungkin udah cukup atau masih ada yang mau ditambahkan mungkin dari Mas Ricky? Mungkin sudah ya karena dari Mas Bagus cukuplah. Udah kalau misalnya teman-teman yang nonton nih masih ada yang mau tanya-tanya lagi ke Mas Bagus dulu nih Instagramnya apa mungkin bisa di-share ee Instagram saya @arik Bagus. Oke entar ada di sini kalau Mas Ricky Ricky Fajarnadi Architeks. Udah itu aja. Oh itu aja. Siapa tahu ada Instagram lain ya. Langsung tanya aja teman-teman. Kita cantumin juga di deskripsi. Langsung tanya-tanya aja ke mereka pokoknya. Makasih yang sudah nonton sampai akhir. Jangan lupa juga follow Instagram kita, Wicakso Nifta, Janah dan Inspira Homes. Dan TikTok kita juga Wicak Nifta dan Inspira Homes. Oh ya, Teman-teman, kalau ada yang lagi nyari rumah, kalian bisa nyari juga ke click.id. Kebetulan kita emang lagi ngebangun een property juga. Oke, bye bye. Thank you. Dadah. Gua mau berapa orang coba kita hitungin. Biasanya kita ngitungin nih berapa orang coba. Eh, ikut. 30 ke sana berarti ini hadap ke selatan selatan selatan sana timur timur oh kebalik ya berarti utaranya Jangan

Lihat di YouTube