Jungkat

Rumah Kecil Tapi Komplit! InspiArsi: Studio Saya (YouTube Video)

  • 21/10/2025

Selamat datang kembali di channel WK Mifta. Episode inspirasi. Kali ini kita akan mendatangi rumah kom didesain sama arsitek dan jadinya cakep banget. Yuk kita ketemu sama arsiteknya. Halo, saya Yeri Riel. Saya ST Vantra. Kami dari studio saya. Studio saya. [Musik] Halo. Halo, Mas Este. Halo, Mas Wicat. Apa kabar? Baik. Baik. Nah, ini kita terima kasih nih, Mas, sudah boleh datang ke sini. Kita akan mengulik, membedah nih hasil karya dari studio saya ya, Mas ya. I studio saya. Oke. Dan teman-teman juga sudah melihat perkenalannya tadi ya. Ada berdua nanti ada Mas Siril juga yang akan menjelaskan di bagian dalam ya. Iya. Oke, ini sebelum kita bahas desainnya yang emang unik banget ini luas tanahnya berapa? Luas bangunan berapa? Luas tanah dia di 98 m². Jadi lebarnya 7 ke dalamnya 14. Bangunannya 120 m². 120 m². Dan ini direnovasi tapi hampir dari nol juga ya, Mas ya? Hampir bangun dari nol juga ya. Iya. Jadi renovasi mayor sih jatuhnya. Renovasi mayor ya. Aslinya dia bangunan satu lantai yang mirip-mirip sama tetangga-tetangga existingnya. Terus kita ubah jadi dua lantai. Oke. Dan ini konsep desainnya seperti apa nih, Mas? Sebenarnya kita pengin mengkombinasikan unsur tropis kayak ada atap-atap yang ee cukup overhang-nya cukup ee cukup ya, cukup meneduhi ya. Terus ada ruang-ruang semi outdoor juga kayak balkon di lantai du. Terus di lantai satu juga ee diterima dengan ruangan teras juga di bawahnya. Iya, ruangan teras di bawah. Terus kombinasi warna-warna yang unsurnya juga tropis gitu dengan earth tone color yang warnanya coklat agak-agak terakota. Terus ada unsur kayu juga sama kita kombinasiin sama ini unsur agak-agak kolonial gitu ya. Oke gitu. Jadi ada lengkung-lengkungnya ya. Ada lengkung-lengkungnya di sini yang bikin menarik ya Mas ya. He Mas aku mau ngajak kita ngelihat dari sini dulu nih teman-teman. Karena kalau kita lihatnya miring jadi lebih ada permainan bentuknya gitu ya Mas ya. Dimensinya lebih kelihatan ya. Dimensinya lebih kelihatan. Ini ke kalau pas tadi sekilas Mas, pas gua datang lihat ini kayak ada inspirasi rumah-rumah di Jepang gitu enggak sih, Mas? Kok kayaknya mirip gitu sekilas. Oh, sekilas doang. Sekilasan seben ya kita enggak terlalu enggak terlalu sengaja ngelakuin itu sih. Cuman memang kebanyakan proyek kita bawa-bawa Jepang sih ujung-ujungnya gitu. Oh gitu. Oh gitu. Tapi memang ada inspirasi gitunya enggak sebenarnya ya? Enggak. Secara spesifik enggak sih. Karena emang hasil karyanya dari studio saya tuh menarik-menarik sekali. Nah, Teman-teman kalau ada yang mau desainnya juga bisa ke studio saya juga ya, Mas ya. Iya. Oke. Nah, sekarang kita lanjut lagi nih, Mas. Berarti ini yang warna terraakotanya tuh hampir di sel di semua dindingnya ya, Mas ya? Iya. Dinding depan yang kayak bangunan utamanya pakai warna terakota tadi. Terus yang teras depannya ini kayak add on gitu ya kesannya. Iya. Yang sininya ya. He. Jadi dia kayak diselipin ke tengahnya itu warna putih. Cakep sih. Cakep sih. Dan tadi kan sempat owner sama Mas Jeril kan sempat ada yang di atas gitu ya. He. Jadi enak gitu bisa ngobrol ke siapa nih yang lagi datang tapi enggak kepanasan ya. Nawongan atapnya tuh jauh ke depan. Jadi balkon lantai du nih sepenuhnya ke-cover tuh sama atap. Dan ini bangunan menghadap ke mana nih, Ini ngadap ke utara. Oke. Oh, matahari dari barat ya. Jadi dia juga enggak akan bikin panas ya pas kita nongkrong di balkon lantai du ya. dia enggak enggak terlalu kena matahari yang direct sih. Dan ini tuh lebar 7 m memang ada akses untuk kendaraan dan ada akses untuk kita pejalan kakinya ya, Mas ya. Betul. Jadi kendaraannya tuh carport buat satu mobil sama satu motor. He. Terus ini kita ada akses khusus untuk orang di sini. Ah, asik. Ini pagarnya juga pakai yang lama nih. Oh, gitu. Jadi pagar lamanya kita modifikasi, difinish ulang. Tapi basic structure-nya dari yang existing. Boleh kita masuk ya, Mas ya. Wih. Oh, asik nih. Berarti masuk pejalan kaki sini langsung ketemu sama teras dan taman kecil gitu ya, Mas ya? Heeh. Heeh. Oke. Terus Oh, ininya yang sebelah sininya ada roster-rosternya ya, Mas ya? Iya. Jadi pagarnya kita variasiin kombinasi antara besi sama roster. Oke. Untuk jadi pembeda aja gitu ya, Mas Oke. Oke. Menarik. Jadi enggak masif gitu ke sana. Dan terus ternyata yang pas nyampai sini ini kan pintu utama ya, Mas ya? Iya, betul. Pintu utamanya emang dari full kaca, Mas. Sliding door aja. Iya. Jadi, nah itu sengaja tuh kita jadi masuk ke sini. Ee ruangan utamanya tuh nanti bisa dilihat pas di dalam dia menerus dari depan sampai belakang. Nah, kita pengin bikin gimana caranya supaya ruangannya itu kesannya bisa keekend ke depan maupun ke belakang. Oh, jadi yang pintu depan maupun pintu belakangnya full kaca sliding. He, gitu. Terus kalau dibuka karena dia benar-benar menerus gitu, benar-benar plong dan yang belakang itu enggak ada atapnya. Udara bisa ngalir gitu. Oh. Supaya lebih adem ruangan tengahnya. Nanti kita akan lihat pas di dalam. Terus ini aku juga baru merhatin ternyata pas detail sampai sini si lengkung-lengkung ini kelihatan ya, Mas, ya, di sininya ya. Dan ternyata enggak full menutup ya, karena sini agak lebih tinggi dulu ya. Iya. Kita sengaja kasih janggutan lah. Menarik sih kalau pas kita lihat di sini kan tadi tadi K pikir oh full gitu. Oh ternyata enggak. Iya. Jadi ada kayak ada overstack dikitlah dari sini supaya enggak langsung kena hujan banget si pintu utamanya. Oh iya. Boleh kita masuk berarti? Boleh. Silakan. Oke. Nah ini kita masuk nih Mas. Langsung kerasa ya dia seperti satu ruangan semua yang tersambung ya. Iya. Nah, ini berarti ketika kita masuk dulu ini langsung satu area open space gitu aja ya, Mas ya. Ini living-nya ya. Benar, ini living room itu dining room sama kitchnya di sini juga. Oke. Nah, sebelum kita bahas lebih detail lagi, ini existing-nya kondisinya seperti apa tuh Mas? Existing-nya ya bisa dibilang tipikal rumah developer tahun 80-an ya, yang satu lantai. Oke. Oke. Jadi biasanya kan developer tuh disekat di tengah dibagi dua lahannya. Oh iya. I yang sebelah itu ada kamar terus kamar mandi terus kamar lagi. Yang sinin ya udah kebuka aja. Iya kayak gitu aslinya. Oke. Dan itu memang beberapa kayak yang tadi Mas bilang ada yang dinding-dinding dipertahanin gitu ya berarti ya. Jadi kalau kita lihat di ruangan ini dinding keliling itu pakai existing cuma di tinggiin ya sesuai dengan kebutuhan. Terus dinding tengah ini nih yang dari depan sampai belakang ini juga dinding aslinya. Terus batas kamar depan. Baik dinding ini maupun yang berbatasan sama carport tadi itu juga dinding asli. Dinding assisting. Oke. Cuman di finishing ulang kayaknya nih ya, Mas ya. Benar. Semua dindingnya di dikupas. Dikupas semua aciannya, plesterannya ya. Oh, oke. Karena emang kalau enggak dikupas gitu ini ya, Mas ya, biasanya kan ada Iya, benar. Gelombang-gelombang lah, ada retak lah. Terus berhubung rumahnya juga ini bukan bukan pemilik pertama yang klien kita ini. Jadi dia beli mungkin tangan kedua atau ketiga gitu ya. Hm. Jadi rumahnya udah puluhan tahun kan usianya. Nah, jadi semua utilitas kayak air, listrik tuh kita tarik baru semua waktu itu. dindingnya juga dikupasin semua ya untuk mastiin aja bahwa emang udah oke gitu kondisinya. Jadi, ya itu tadi kayak ee yang masih STB ya, renovasi mayor ya soalnya ya. Iya, renovasi mayor. Oke. Tapi jadinya keren sih, Teman-teman. Nah, yang paling bikin aku tercuri perhatiannya w ketika melihat sini nih, Mas. Karena ternyata sini itu terang sekali. Atasnya tinggi. Ada skylight-nya ya. Iya benar. Kita emang sengaja bikin kayak gitu karena ini kan lumayan panjang ya. Lahannya tadi kan 14 m, terus bangunannya sendiri mungkin sekitar 9 10 m gitu. He. Kalau kita tutup aja semuanya akan gelap pasti tengahnya. Iya sih gitu. Apalagi belakang juga ee cuman kecil kan gapnya. Oh iya. Enggak yang seluas itu ya. Kalau dari studio saya itu termasuk pengerjaan interior atau cuma arsitektural aja, Oh, dari kami arsitekturnya aja. Jadi kayak kitchen set ini sama lemari di kolong tangga itu ada tim lain yang ngedesain waktu. Oh, oke. Cuman ada udah disiapin ya area-areanya seperti ini, area kitchennya seperti ini. Handi movement-nya seperti apa kurang lebih kayak gitu ya. Biasanya kita sih di studio saya meskipun di fase arsitektur kita udah bikinin layout perkiraan layout furnitur-nya di ruangan-ruangannya untuk mastiin bahwa yang kita bikin tuh emang bisa dipakai gitu. karena kita bikin ruangan kosong doang bingung nempatin furnitur-nya kan enggak enak juga nanti. Benar sih. Jadi si apa owner juga akan oh iya ini terbantu kira-kira entar kayak gini gini gini gitu ya. He. Oke. Terus boleh kita ke sini nih Mas? Nah boleh. Berarti ini area taman belakang sekaligus service ya? Iya, ini taman belakang. Jadi ownernya emang hobi ee bercocok tanam ya. Jadi banyak pot-pot tanaman tadi di depan juga kan. E makanya k lihat juga monsternya gede banget nih. Iya lumayan subur nih. Dan memang tetap ada bukaan ya Mas ya di sini. Benar. Ini tetap kalau lihat di sini enggak kita enggak atapin. Tujuannya untuk sirkulasi udara tadi. Dan ternyata di sebelah sini juga ada area untuk cuci jemurnya ya Mas ya. Cuman lagi banyak banget yang dijemurin, Guys, ya. Jadi, ya begitulah kurang lebih. Namanya juga rumah dihuni, kan. Oke, boleh kita lihat lagi, Mas. Yang sini, Mas. Ini berarti ruang ini kamar mandi. Kamar mandi lantai bawah. Oh, wih asik banget. Boleh kita masuk, Boleh. Jadi ini kamar mandinya masih ingat enggak, Mas? Ukurannya berapa nih, Mas? Di sini. Wah, ini kalau enggak salah 1,2 nih. Ke sininya mungkin 2,1 atau 2,4 ya. Cuman yang paling menarik tiba-tiba di situ ada bukaan juga ya, Mas? Iya, benar. Ini tadinya aslinya nih kamar belakang nih nyatuk sampai ke kamar RT yang di belakang tadi. Oke, ini kita sekat-sekat terus kita sengaja bikin kayak sobekan lagi di sini. Ah. Buat ventilasi si kamar mandi gitu. Jadi enak ya enggak pengap. Walaupun di kamar mandi juga udah ada ekhaosnya ya, Iya. dan ada tangga juga kayaknya ke area utilitas ya, Mas ya? Iya, benar. Ada tangga buat ke dak atas. Jadi emang enak sih kamar mandinya itu berasa kayak lagi di Bali sih, Mas. Ada bukanya kayak gitu. Agak-agak resort gitu ya. Kalau ini area bawah tangga aja ya buat area storage. Buat storage ini. Nah, kalau yang depan sini nih, Mas. Ini area kamar tamu. Ini kamar tamu. Eh, sebelum kita masuk ke ininya, Mas, baru merhatiin ini pakai kusen kayu biasa atau gimana nih, Mas, ceritanya? Eh, nah kalau ini nih request dari owner nih waktu itu. Mereka tuh khawatir sama rayap. Oke. Karena di BSD emang emang cenderung banyak rayap sih. Biasanya di setiap proyek pasti ada treatment anti rayapnya. Cuman untuk antisipasi lebih lanjut waktu itu mereka request pintunya pakai pintu aluminium. Ini dari ee produknya udah bentuknya finishingnya kayak gini ya. Oke oke oke. Makanya kok pintunya cukup berbeda, Teman-teman. Oke Mas. Boleh kita lanjut Mas. Nah ini kamar tidur tamu di bawah. Ah ini ukurannya berapa? Masih ingat enggak, Mas? Ini lebarnya tiga, ya harusnya. Jadi tadi living room tuh 4 m, ini 3 m. Ke sininya mungkin 2 setengahan kali ya. Ke sini 2 seteng. Nah, Mas untuk area tangganya ini kan tadinya rumah satu Benar. Menentukan posisi tangga paling enaknya di mana itu gimana, Mas, ketika mau renovasi jadi dua lantai, Mas? Ee waktu itu kita pelajarin dulu rumah existingnya. He. Nah, area belakang ini nih yang banyak kita modifikasi. Oh, oke. Tadinya kamar mandinya tuh ya mungkin segini kali ya kira-kira. Kamar mandi kecil di tengah gitu. Heeh. Iya. I terus pintunya yang ada gitu. Nah, ini kawan mandinya kita bongkar terus kita lebarin buat tangga. Nah, yang belakangnya kita sekat-sekat lagi buat e area servis sama kamar mandi sama taman kering yang buat ventilasi tadi. Oke. Dan dari semua itu setelah dianalisa ternyata emang paling pas posisi di sini ya, tangga ya. Oke. Sekaligus yang modul ini lantai duanya tuh buat jembatan doang sama void. Jadi bisa ada interaksi antara lantai satu sama lantai du. Oh iya iya. Area sininya ya. Hm. Dan ini lagi-lagi ada sin lengkungnya yang terlihat dari sini juga. Cakep sih. Tapi ini kenapa dibikin os gini aja Mas? Buat aksen aja sih. Iya sih. Jadi sesuatu yang berbeda ya ketika kita lihat. Iya. Biar ditanyain. Oh, biarin. Oke. Oke. Terus untuk tangganya kalau dia railing pakai apa nih, Mas? Pipa besi. Ini pipa besi aja ya. Pipa besi. Karena ada anak-anak kecil, jadi waktu itu request dari ownernya pengin yang aman gitu. He. Jadi makannya ininya jurujinya banyak. Jurujinya banyak dan agak-agak rapat gitu ya. Oke. Oke. Nah, cuman ada yang menarik, Teman-teman. Ini tangganya ada ininya nih, Mas. Oh, iya. Step noing-nya. Step noingnya tapi dibikinnya di tengah-tengah gitu. Gimana, Mas, ceritanya, Mas? Ya aksen aja sih. Kalau material utamanya tetap HT sama kayak lantai. Tipenya juga sama kayak lantai. He. Cuman kalau HT aja tuh kan agak tajam ya pinggirannya ya. Iya, gitu. Jadi bagian tengahnya kita kasih step noing. Oh, dari kayu solid. Kayu solid ya. Dari kayu solid. Tapi peletakannya bagus ya di tengah-tengah Oke, sekarang kita udah ganti personil nih. Personil boy boy. Boyband masih riel. Dari tadi udah enggak sabar ya, Iya. Dari tadi udah nungguin di atas kok enggak naik-naik. Lama kata dia. Lama banget. Oke, ini kita menuju ke lantai du. Tapi di sini ternyata ada jendelanya ya, Mas ya. Tangga ini kan baru ya. Heeh. He. Jadi kita tuh enggak pengin tangga ini gelap. Terus kita juga kasih gap dikit nih buat vantilas. Jadi tangganya tuh ngap-engap gitu. Tapi Asri di sini terang banget sih. Ditambah lagi emang lagi terik banget ya siang ini. Oke sekarang kita ayo Mas kita lihat lantai duanya. Nah berarti kan kalau bisa dibilang lantai du ini tuh full bangunan baru kan ya Mas ya? Iya lantai duanya full baru. Nah seperti apa nih Mas cerita layouting-nya desainnya? Oke jadi kalau ee sebenarnya sih lantai duanya ini tuh ngikutin bawahnya aja. Jadi sebenarnya ruangan-ruangannya ee strukturnya sama kayak yang bawahnya. Jadi kayak misalnya ee yang di sebelah sini nih kan bawahnya kamar mandi nih kita bikin sengaja atasnya juga kamar mandi juga terus pembuangannya semua lebih efisien kalau misalnya sampai pun bocor ee bocornya tuh di lantai bawah itu kamar mandi juga iya enggak kena ke ruangan lainnya juga oke. Tapi secara desain kamar mandinya sama. Desain kamar mandinya kurang lebih sama. Cuma bedanya kalau yang di bawah itu kan tadi ada kayak taman-taman Bali gitu sama pintunya. Oh tapi untuk penggunaan apa namanya? Ee materialnya kurang lebih mirip ya sama ya mirip bedanya enggak ada taman aja di lantai du. Oh iya aku baru mau nanya kok kira ada taman lagi di situ taman floating di lantai du. Oke. Kalau untuk ukurannya juga mirip ya seperti ukurannya kurang lebih mirip di bawahnya. Oke. Tapi sebenarnya yang mencuri perhatian itu pas begitu naik ini sih Jadi ini bagian yang tadi katanya Mas ST dibuat aksen aja kan ternyata atasnya kayak gini. Gimana tuh Mas ceritanya? Iya, emang sengaja sih ini sengaja dibikin apa ya iseng aja gitu. Jadi emang sengaja kan tadi di depan udah ada lengkung-lengkung juga ini kita ulang juga sampai ke dalam-dalamnya. Bahkan sampai ke relingnya kita bikin lengkung juga terus kayak lantainya kita bikin lengkung juga. Jadi ini konsepnya tuh memang kayak kita penginnya kan ini ee lantai buat ke kamar utama nih. Jadi emang kita bikin beda dari lantai lainnya gitu. Jadi kesannya kayak kalau di kastil tuh ada princessnya gitu kayak Disney ya. Iya. Jadi bisa nurunin rambut ke sini gini ya. Oh, itu Rapun. [Tertawa] Tapi benar sih, setuju karena ini kan tadi kamat tidur utama ya, jadi yang beda gitu ya. Iya. Jadi memang masih e apa kayak penanda gitu kalau ini tuh ee jalan ke kamar utamanya gitu. Oke. Nah, pas kita ke atas ini yang tadi itu udah dimention di bawah juga ya, Skylight-nya benar-benar menerangi semua areanya ya, Mas ya. Jadi termasuk sampai ke lantai duanya, lantai bawah, sama kamar-kamar juga dapat cahaya dari atas skylet ini. Nah, ini tadi yang belum dimention nih. Jendela lucu ini. Gimana ceritanya? Dia berhadap-hadapan nih. Bisa saling ngintip dong, Mas. Iya. Iya. Emang emang emang sengaja kita bikinnya supaya ee anak sama orang tua bisa sambil lihat-lihatan. Tadi kalau kata Onrea sih kalau sampai anaknya diam, wah kenapa nih anaknya nih? Jadi bisa diintip gitu ya. Bisa diintip dari kamar orang tuanya Dan dapat cahaya juga dari sini ya, dari tengah sini ya. Betul. Betul. Oke. Menarik menarik. Nah, untuk penggunaan lantainya ini sama ya kayak di bawah ya? Sama lantainya sama kayak lantai bawah. Nah, jadi tuh ini kan kamar utamanya. Nah, kebetulan nih ownernya cukup sering kerja dari rumah. Jadi di sini nanti kita bisa lihat juga ada ruang kerjanya juga. Nah, ini kebetulan sekarang ownernya juga lagi meeting di kamar jadi kita enggak bisa lihat ke dalam gitu. Jadi kita dari depan aja. Oke, kita ke yang lain. Ini yang tadi Mas Iril bilang. Cuman ini dari awal apakah emang didesain sebagai ruang kerja atau seperti apa? Sekarang aku lihat di sini cukup multifungsi juga ya, Mas ya. Ini tuh memang awalnya memang requestnya buat ruang kerja atau ruang belajar sih. Oh, oke. Jadi memang anaknya kan ada tiga ya. Heeh. Jadi ee anaknya tiga tapi kamarnya cuman satu. Jadi ee emang ada request ee bisa belajar di luar juga. Tapi ternyata seiring berjalannya waktu ternyata selain dipakai buat belajar sama kerja dipakai buat hobi juga. Hobi juga ya. Jadi kalau di sini tuh area areanya lebih private gitu ya. Heeh. Lebih privat. Terus ini juga kan ada apa ada k sliding juga nih. Jadi benar-benar e bisa ekstend sampai keluar juga. Nah, ini ayo kita keluar nih, Mas. Ini yang tadi udah kita bahas-bahas juga nih dari bawah ya kan. Nah, kalau di sini seperti apa nih Mas ceritanya? Kalau ini kan balkon ya berarti tapi cukup besar juga gitu. B Iya. sengaja dibikin besar. Soalnya emang di bayangan kita tuh kalau sore-sore kayaknya enak juga ya kalau bisa duduk di depan terus kalau pas lagi habis kerja capek gitu bisa langsung keluar langsung keluar langsung nyantai di depan gini bisa ngopi bisa olahraga juga gitu. Oke. Jadi dia tuh sebenarnya kan outdoor tapi kayak masih dinaungi gitu ya. Iya sengaja jadi atapnya kita terusin dari di bangunan kita terusin atapnya sampai ke teras ini. Jadi walaupun nanti misalnya sampai hujan atau panas banget juga di sini enggak terlalu enggak tampias ya. Enggak tampias, enggak berasa panas gitu. Wah, tapi enak sih ini aja siang-siang. Tadi kan di luar terik banget, di sini banyak anginnya ya, dapat angin banget dan enggak silau Iya. Heeh. Soalnya kan ini nutup sampai sini ya. He. Jadi emang lumayan ngalangin matahari lah gitu. Iya. Benar-benar terus masih belok ke situ juga loh ternyata. Jadi bisa jadi balkon dari kamar tidur itu juga ya, Mas ya? Iya. Dari kamar tidur anaknya bisa keluar gitu. Itu besinya dibikin melengkung kayak gitu kayak gimana tuh? E sebenarnya atapnya lumayan panjang ya. Jadi emang kita perlu ada struktur tambahan buat bantu support atapnya. bentuknya sih memang iseng sih. Sama ini juga sengaja kita relingnya tuh kita lepas sedikit tuh dari temboknya. Oh iya bener loh. Kenapa tuh Mas kayak gitu? Ya iseng sih. Iseng aja kayak cantik aja sih. Baiklah baiklah teman-teman. Iseng nih kayak gini. Tapi ini tapi ini aman ya. So far buat anak kecil enggak bisa masuk juga ya. I soalnya engak enggak muat ya kalau anak apa nyelip ke situ. Oke. Oke. Kita boleh masuk lagi Mas? Boleh, boleh. Cuman di sini tuh penggunaan pintunya juga dikasih sliding door dan cuma dua daun gitu ya. Heeh. Jadi biar biar berasanya lega aja gitu. Bahkan kan kalau misalnya kayak sekarang ini walaupun di luar panas banget juga e di ruang kerja ini tuh enggak terlalu berasa panas gitu. Iya sih soalnya e pas dibuka nih anginnya ngalir banget di sini gitu. Padahal di luar benar-benar panas banget. Oke kita ke mana lagi nih Mas? Ini kayaknya belum kita bahas. Iya. Ini kamar anaknya. Nah kalau kamar tidur anak ini berarti e luasnya berapa nih Mas? Kisaran berapa? 3* 4 ya. Kurang lebih ukurannya. Oke. Dan diperuntukkan untuk buat tiga anak. Cuman anaknya sih kebetulan masih e duanya masih kecil. Jadi emang kayaknya cukup kamar segini masih cukup gitu. Oke. Tapi dalam mendesain kamar anaknya ini tuh ada kayak request apakah dari ownernya atau dari Masalnya sendiri? Eh sebenarnya tuh awalnya kita ee karena anaknya tiga tadi tuh kita memang ee sempat ngasih usul tuh gimana kalau dibikin ee ranjangnya Bang Bet yang disusun gitu. He. Nah, cuman karena ownernya takut anaknya jatuh ya, soalnya anaknya lumayan aktif tuh tiga-tiganya. Jadi, e satu kasur dulu aja deh besar. Nanti ke depannya mungkin kalau setelah anak yang besar baru ee pakai Bang Bet gitu. Hmm. Oke. Oke. Jadi ini kalau misalnya secara luasan buat tiga anak yang duanya masih kecil-kecil sih cukup banget ya. Iya, masih cukup gitu. Cukup banget. Bahkan di sini kan kasur, di situ buat tak bukunya. Buku-buku. Terus ada dua meja belajar meja. Nah, ini tadi jendela kecil yang kita lihat itu. Jadi bisa saling ngintip. kelihatan enggak tuh ownernya lagi? Ya Allah, lagi dia iseng juga ya orangnya ternyata ya. Ditutup ditutup. Nah, kalau ini berarti emang ada pintunya juga ya menuju ke balkon ya. Heeh. Ini sengaja kan karena e bakal dipakai sama tiga orang jadi kita tuh agak takutnya kalau kamar itu berasa sumpek. Jadi kita bikin ada jendela yang besar terus supaya aman jadi sekalian aja kita kasih balkon di depannya. Jadi kalau anak keluar juga enggak bakal jatuh Amanlah ya Mas ya. Kita keluar lagi Mas. Lanjut keluar. Oke, sekarang kita udah duduk nih sama semuanya lengkap di sini ya kan. Terus ada owner juga Mbak Putri mungkin bisa memperkenalkan diri dulu nih Mbak. Halo, namaku Putri Genantin. Ee owner dari rumah ini. Em ini rumah setelah direnovasi udah aku tinggalin 2 tahun ya. Oh oke. Gitu. Dan sangat mumpuni untuk ukuran ee keluarga muda tiga anak. Oke. Dan ini ada arsiteknya dua, Mbak. Kita langsung ini aja puas enggak, Mbak, sama hasil karya mereka di depan arsiteknya nih. Happy banget. Oh, alhamdulillah. Dan mereka sangat bisa memenuhi berbagai keinginan-keinginan keluarga ini, ya. Jadi ee puas. Jadi puas ya. Ratingnya dari 1 sampai 10 berarti. 10 triliun. Luar biasa ya. Habis ini siap lanjut rumah kedua ya, Mbak. Iya, benar. Oke. Nah, biasanya tuh kalau udah duduk bareng kayak gini sebenarnya kita mau ngebahas budget nih. Tadi kan kita udah ngobrol sama Mas Es sama Mas Yiel. Kita mungkin mau ngebahas budgetnya pengin tahu biasanya teman-teman gitu. Mungkin siapa yang mau? Kalau enggak salah waktu itu rumah ini tuh antara 5,5 atau 6 jutaan per me pers kisaran itulah ya kisaran itu. Tapi kalau harga sekarang dengan spek yang mirip-mirip gini mungkin di 6engahan ya m². H. Dan untuk lama pembangunannya waktu itu untuk ini kayaknya kurang lebih setahun ya, Mbak kurang lebih setahun lah. Kalau Mas Yerel sama Mas ST lagi ada project di mana lagi nih sekarang? Oh, macam-macam sih ya. Ada di terakhir tuh yang baru beres tuh di Kelapa Gading sama di Tebet. Terus yang ongoing ada di daerah Jakarta Barat di Mland ya dekat dekat Green Lake situ. Berarti Jabo Detabek kebanyakan ya Mas Jabod Detabek. Oke. Nah, kalau misalnya teman-teman nih ada yang mau pakai jasanya juga mau tanya-tanya bisa hubungi ke mana, gantian Mas Yaril mungkin bisa hubungi ke mana aja, Mas. Kalau teman-teman ada yang mau nanya-nanya bisa ee DM ke Instagramnya @studiosaya.id. Udah itu aja ya. Atau bisa juga e kalau mau lihat portfolioya bisa cek di website-nya website ww.studiya.com. Oke, bisa tanya-tanya di situ ya entar ya mereka ya. Mau di luar jabur databek juga bisa ya. Aman ya? Bisa, bisa. Kita juga sebenarnya lagi ada proyek yang kita desain di Jogja juga sebenarnya. Oh, di Jogja. Wah, entar kita main deh ke sana sekarang ya. Habis ini. Kalau untuk Mbak Putri nih, mungkin ada Instagramnya kah yang mau di-share ke teman-teman? Ada. Ee Instagramnya rumah ini tuh coklat T J O K L A Tis. Rumah coklat. Biar abang-abang e ojek online gampang carinya. Rumah coklat balkon putih gitu. Oke, katanya habis ini Mbak Putri mau rajin ngonten ya. Setelah video ini ter kalian DM aja. Oke, cukup sekian dulu video kita kali ini. Makasih banyak ya udah mau colab studio saya. Mbak Putri juga makasih banget sudah boleh main ke rumahnya teman-teman. Makasih juga yang sudah nonton. Jangan lupa juga follow Instagram kita, Wicksomtajana, Inspira Homes dan TikTok kita. Bye byye. Action. Halo, kami dari studio saya. Saya Yeri dan ini patter saya ST Fantra. Terus lagi habis itu adaage ini. tuh ada Masil udah nongol dia udah udah gak sabar pengin jelasin sabar sabar. Yeah.

Lihat di YouTube