Jungkat

Rumah Kotak 1 Lantai Desain Ala Jepang! Inspirahoms: HH.Hause (YouTube Video)

  • 11/10/2025

Selamat datang kembali di channel Wicak Mifta. Episode Inspiroms kali ini menarik banget karena kita akan ke rumah Jepang dengan nuansa tropis dan kita ketemu aja yuk sama owner sekaligus arsiteknya. Let's go. Halo. Aku Via pekerjaanku karyawan. Aku Hirosi, pekerjaannya wirausaha. Selamat datang di House Asalamualaikum Mas Haika. Waalaikumsalam. Nah, ini aku memperkenalkan dulu nih. Ini ownernya Mbak Via seperti yang teman-teman lihat pas diperkenalan dan ini arsiteknya Masal dari Saka Studio ya. Ya, kita bertemu lagi nih dengan Saka Studio. Oke, kali ini bahasannya menarik banget. Seperti yang aku bilang tadi, rumahnya ala Jepang gitu ya, Mbak ya. Nah, aku pengin tanya dulu sebelum kita bahas desainnya. Ini luas tanahnya berapa? Luas bangunan berapa? Kalau luas tanahnya itu sekitar 163 dengan luas bangunannya 135. Lebarnya ini 9 ke belakangnya itu sekitar 18. Oke. Dan eh kenapa Mbak yang dipilih rumah dengan desain ala-ala Jepang gitu? Ee kebetulan kita emang suka sama negara Jepang makanya kita mau implementasikan rumah kita seperti di Jepang gitu. Oke. Dan gimana ceritanya waktu itu ketemunya sama Saka Setuyu nih? Mbak kita ngelihat dari portofolio Saka di Instagram sih. Terus kok cocok ya sama desainnya. Terus kita menghubungi Saka deh. Ketemuah sama Saika. Oh. Oke. Karena waktu itu kita juga pernah ya, Mas Haikal ya, cuman enggak sama Mas Haikal, sama Mas Anzari. Anzari sama Kunto. Iya, sama Mas Kunto kan desainnya emang sedikit berbeda ya, Mas ya, sama yang hari ini kita Oh, iya beda karakter. Karena sebetulnya kan kita menyesuaikan dengan karakter klien sama kebutuhannya dia juga beda-beda kan tiap orang. Oke. Dan ini kalau aku melihat rumahnya, rumahnya dari luar kayak kota-kota gitu aja ya, Mbak ya? Iya, betul. Karena kita mintanya emang dari awal maunya sih tertutup ya dari depan terus ya simpel aja jadi enggak terlalu banyak apa ya ee bentuk gitu. Oke, makanya ditranslasikan sama Mas Haikal ya. Jadi bentuknya seperti ini aja ya kotak-kotak ya. Sebetulnya awalnya itu enggak langsung kotak gini ya Mbak ya. Awalnya kan ada spesifik pengen Japandi dengan atap yang ee limas miring itu tuh. Heeh. Nah, cuman kita udah coba kita ajukan terus pas kita cek-cek lagi kayaknya bisa dapat bentuk yang lebih menarik nih kalau misalkan kita buat lebih simpel gitu terus kita propose kayak gini dan alhamdulillah langsung suka gitu. Karena memang Jepang kan lebih ada simplicity-nya gitu ya. Apa gimana? Betul. Proses desainnya juga kan enggak lama ya Mbak ya termasuknya. Iya cuman sekali revisi terus kita langsung ACS. Oh wow cepat sekali. Habis itu langsung gambar kerja terus mulai bangun. Bangunan. Iya. Oke, dan ini aku melihat dari depannya kan memang tersegmentasi ya. Sini untuk area kapot. Jadi ada pagar yang cukup tinggi nih. Cuman yang bawahnya dibikin bolong-bolong. Sebelah sini buat jalan kaki dan sebelah sini buat apa nih? Satu dinding masuk tapi ditutupin sama tanaman. Gimana nih ceritanya nih? Jadi kalau konsep dari kita itu emang kita cuman butuh satu mobil, Mas, untuk saat ini. Makanya untuk luasan dan ee bentuknya seperti ini. Kenapa dibuat bolong-bolong? Ya, mungkin itu jadi ini juga ya, Mas ya. Jadi sebagai desain yang okelah. Jadi ee dari Mbak Via ini pengin lebih tertutup tadi kan. Nah, cuman kita coba terjemahkan tertutup. Jadi secara pandangan orang dari luar ke dalam itu enggak langsung di mata manusia nih. Makanya yang kita tutup yang atas kan, tapi yang bawah kita kasih celah sedikit bukan bolong-bolong ini biar ee sebetulnya enggak terlalu kesan masif gitu loh, Mas. Oke. Tapi paling enggak se di level pandangan manusia itu sudah tertutup. Jadi merasa privasinynya tuh terjaga kelihatan. Oke. Dan yang di sini likuan-nya untuk menambah aksen tropisnya. Betul. kita buat namain aksen hijau-ijau di area fasad. Di bagian sana juga kita kasih pohon. Ada pohon gitu. Nah, di belakang pohon itu kita memang kasih aksen kayak seolah-olah itu as background-nya si pohon ini kita kasih aksen kayu tuh pakainya WPC. Oh iya. Oke. Dan ini juga ya K lihat ada satu apa besi WF-nya ini ya yang sebagai aksen juga ya. Betul. Jadi besi WF ini kan sebetulnya ee secara fungsi itu kebutuhannya untuk menopang rangka atap nih. Heeh. Tapi kita terusin biar memperkuat ee kesan horizontal rumahnya. Oh. Karena ee aku sengaja bikin usulin desainnya itu biar enggak terlihat terlalu tinggi. Dan itu langsung nge-proof ya, Mbak waktu itu. Iya. Kita cuman sekali lihat langsung oke Mas kita prove gambar ini aja. Jadi prosesnya sangat cepat. Bolehkah kita masuk ke dalam? Boleh, silakan. Oke, dan kita sekarang masuk berada di area sini ya, carport tapi ada area tamannya juga. Betul. Nah, ini yang pengin ku tanyakan dulu nih ke Mbah Via dari secara layout apakah ada request tertentu gitu ke Mas Haikal waktu itu untuk ada ada. Kebetulan ada ya, Mas ya. Jadi sebenarnya ee gambar pertamanya itu teras untuk menunggu tamu ini itu awalnya taman taman basah. Oke. Taman Basah. Iya. Terus seiring dengan berjalannya waktu pas proses pembangunan kita pikir lagi kayaknya kalau taman basah itu kurang fungsional deh. He. Ya udah. Terus akhirnya kita minta tolong dari Saka didesainkan untuk bikin e penerima tamu yang outdoor. Maka jadilah seperti ini. Terus kedua, request kedua kita itu emang minta untuk pintu utama masuk ini enggak menghadap ke depan. Makanya dibuat samping seperti ini gitu. Dan dibikin cukup lebar ya. Cukup lebar ya itu ya untuk lebar pintunya ini agak besar sih. Jadi biar kita masukin barang yang besar pun juga enggak repot. Lebih mudah. Lebih mudah. Terus kalau untuk karp sendiri emang kita karena cukup satu mobil jadi kita minta Saka untuk buatnya seperti ini aja enggak usah lebih besar karena yang kita butuhkan hanya segini. Cuman aku pengin nanya nih ke Mas Aikal ini ee untuk atapnya memang sengaja dibikin tidak terlalu tinggi ya Mas ya? Betul betul. Jadi ini ngaruhnya ke proporsi bagian biar kesan horizontalnya itu lebih kuat tadi. Jadi rumahnya biar enggak terkesan tinggi. Carpot juga kita rasa cukuplah tingginya sekitar 2,2 he 2,3 gitu bagian ujung situ kesan horizontalnya itu tuh enggak hilang gitu. Oke, cuman aku pengin menanya juga ini kan ternyata ada beberapa finishing yang berbeda di dinding nih. E, seperti contoh yang di sini dibikin kamprot situ polosan aja. Nah, itu apakah spesifik request dari Mbak Via atau usulan dari Saka atau gimana? Usulan dari Saka sih. Kalau spesifik dari kita itu lebih ke layout aja sih, Kalau untuk desain kita serahkan semua ke Saka. Oke. Ter kalau untuk tanaman-tanaman juga dari Mbak Via juga berarti ya? Iya, dari kita. Oh, karena aku lihat kan di beberapa sisi nih seperti di sini nih ada panen belinya. Menarik banget nih yang ini nih. Kebetulan di desain itu ini enggak ada untuk pohon sih kandungan. Jadi polos aja. Polosan aja. Terus kita karena kita punya pandan Bali lumayan besar jadi kita langs ya. Ini lucu banget Mbak soalnya kan dia nongol-nongolnya. Iya bercabang ya. Nah, pengin ada satu pertanyaan lagi. Jadi ee kemudian setelah diubah jadi untuk area menerima tamu jadi memang lebih bermanfaat berarti ya. Sama aku melihatnya oh yang sini tuh sengaja dibikin nongol dikit ke sini ya. Iya. Jadi ini itu buat nahan si planter box di atasnya. Ini nih potpot. Ini pot ini dalamnya nih pot buat tanaman liquanu dia. Biar bisa keluar ke sana. Iya liquan buat keluar ke sana. Oh. Jadi ee tujuannya juga menutup siotnya sih. Jadi biar kelihatan kelir aja, Mas. Oh, oke oke oke. Tapi cakep sih. Jadi pas ketika duduk di sini juga kayak kita ee terbuka tapi enggak yang terlalu kelihatan juga ya dari luar ya. Sebelum aku lupa satu, ternyata di situ ada pintu ya. Iya, ini ada pintu samping. Jadi sebenarnya di belakang tembok ini itu ada kamar utama, Mas. Nah. Nah, di kamar utama itu di sampingnya itu ada taman. Nah, fungsinya pintu ini itu untuk kalau misalkan kita mau maintenance tamannya. Jadi, kita tinggal buka pintu ini tanpa perlu kita masuk dari kamar utama. Oke. Jadi, sudah bisa ee maintenance taman dari sini semua. Yes, betul. Oke, oke, oke. Kenapa ini kita usulkan bentuknya juga kisi-kisi begini biar sirkulasi udara tuh bisa masuk? Sini. Jadi enggak totally tertutup. Enggak tertutup. ya. Dan enak juga kayaknya ini akan berpengaruh kayak dari ketika kita n di kamar master ya dengan adanya ruangan ini ya. Oke, nanti kita akan lihat teman-teman soalnya kalau dari sekarang tidak kelihatan ya. Bolehkah kita masuk nih? Oke, silakan. Oh, masih ingat enggak, Mas? Ini lebarnya berapa, Mas? Ini lebarnya sekitar 1,2. Oh, 1,2 ya. Oke. Dan ketika masuk, nah inilah salah satu ciri khas juga kalau rumah Jepang ya. E adanya Gen iya kita request ada tempat untuk menerima tamu ya misalkan tamunya itu enggak terlalu dekat sama kita. Jadi kalau cuman kebutuhannya hanya sebentar aja kita arahkan ke sini. Oh di sini. Nah ini sebenarnya emang sengaja kita enggak kasih ee bangku sama meja karena biar ala Jepangnya itu berasa gitu. Tapi di sini memang kita tambah sih, Mas. Eh, storage apa nih, Mbak? Boleh kita lihat? Boleh, boleh. Ini storage-nya itu sebenarnya isinya kayak unkapan olahraga sih. Iya, panah juga. Sama ini ada tempat buat kita naruh e mung kena sama sajadah dan lain-lain kalau untuk salat tamu. Oh. Oh, jadi bisa juga dijadikan area untuk salat ya di sini ya? Iya. Jadi bisa kita jadikan alat untuk salat tamu. Jadi kalau tamu yang mau salat, kita arahinnya ke sini aja gitu. Nah, aku juga lupa tadi belum nanya. Berarti ini tuh tadinya ada rumah lamanya terus kemudian direnovasi atau dibangun dari no? Iya. Jadi kita beli rumah ini tuh rumah sek terus kita beli kita bongkar total Mas. Oh jadi diratain dulu. Ratain panas semua. Oke. Terus kita ulang bikin dari pondasi sampai desainnya pun juga dari awal lagi. Dari awal lagiah. Jadi untuk ketika proses seperti itu juga lebih mudah ya Mas ya dari sebagai POV-nya sebagai arsiteknya ya. Mudah. Jadi kita bisa menganggap itu sebagai lahan kosong aja. Oh, karena enggak ada bagian dari rumah existing yang mau dipertahankan kan. Ini, Mas, kalau kita tutup pintu ini juga kita ada daerah fo ya. Oh, wow. Jadi ee kita enggak perlu pakai sepatu di luar. Jadi di dalam lemari ini tuh ada tempat lemari sepatu. Jadi, kita kalau pakai sepatu atau buka sepatu tinggal duduk aja di sini. Seperti itu. Jadi enak ya, praktis ya semuanya di sini ya. baru kita keluar sudah siap sudah siap. Benar. Oke. Oh, ini aku juga melihat, Teman-teman. Ternyata di sini ada tempat buat naruh-naruh kunci ya. Iya, benar. Dikumpulin jadi satu di situ ya. Iya. Jadi ini sengaja kita taruh sini karena menyesuaikan sama flow kita sehari-hari, Mas. Jadi kita buka pintu, naruh kunci, baru kita nyalain lampu. Oke. Dan untuk area pajangannya ini ya, Mbak ya, di situ ya? Iya. Nah, kalau pajangan ini sebenarnya dari Saka tuh kemarin sih polosan aja ya, Mas, Haikal ya. Terus e kita kayak kok kalau kita lihat ini polos banget ya. Jadi kita kasih apa ya? Makanya jadal seperti ini isinya foto-foto aja. Ini ada satu antik juga ya, Mbak ya. Ini ya. Heeh. Heeh. Ini ee kipas angin ya. Tapi ya Dek ya. Iya. kipas angin ini. Jadi, sengaja kita pilih yang kecil karena menyesuaikan juga sama luasan si tataminya ini. Oke, siap. Boleh kita lanjut ke dalam. Oke, gantian sama aku. Kita mau masuk ke area sana. Tapi sebelumnya ini ada yang menarik di sini. Mbak Via boleh dijelaskan? Iya. Jadi, ini adalah saklar buat kita nyalain lampu. Nah, ini tuh emang sistemnya ini kita smart ya. Jadi dan juga ada skemanya. Jadi kalau misalkan kita mencet satu lampu ini saklar satu ini, jadi lampu tuh hidup semua. Jadi kita enggak perlu pencetin satu-satu. Berarti bisa dari HP juga. Iya, bisa dari handphone juga. Terus bisa kita jadwalkan kapan mati, kapan nyalanya. Heeh. Kalau ini Via, kalau ini sih cuman monitor temperatur aja ya. Sama kelembaban. Berarti bisa kelihatan ya di sini ya. Nah, sekarang di sini nih. Ini kalau Mbak Via dulu ini requestnya seperti apa untuk layout-nya di sini? Karena pas masuk ketemu taman lagi tuh di situ kan langsung ada bukaan gitu. Iya. Betul. Jadi emang kita itu direquest pertama ke Saka kita mau rumah yang open space, Mbak. Oke, open space dan ada banyak bukaan plus ada taman belakang. Sama satu yang kita request adalah kita mau dapur yang luas. Nah, Mas Haikal sekarang kan rumah-rumah kan banyak yang open plan kan. Heul terbuka living daning kitchen tanpa sekat. Tapi apa sih maksudnya kalau di sini tuh seperti apa pas desainnya? Jadi ketika kita mendesain ini sebetulnya kan ini susunan open space yang cukup unik ya karena begitu dia kita masuk langsung ketemunya dapur enggak living room Nah, ini sebuah layout yang kita propose ke klien juga yang enggak lazim sebetulnya kan. Tapi untungnya dari owner juga setuju langsung ACC gitu. Jadi dengan posisi dapur di depan ini kan menuntut klien biar dapurnya juga bersih ya. tadi tuntutannya memang pengin ada dapur yang luas, open space gitu dengan layout yang ada kok kira-kira kayaknya memang dapur itu lebih enak di depan nih. Jadi bagian living room itu bisa masuk ke dalam dan lebih besar. Jadi dapurnya ada di depan menuntut klien biar lebih bersih juga. Terus kita bisa buat desain yang bisa buat showing gitu ya. Dan ini pasti pertama kali dilihat juga ya Mbak Vi ya. Orang lewat sini pasti ngelihat dulu dapurnya gitu. Iya. K siap hari emang harus bersih sih, Mbak. Dan emang clean seperti ini ya sehari-harinya. Iya. Terus kita memang ee siapkan di sini tuh jadi setiap ruangan itu pasti punya bukaan langsung keluar. Hmm. Misalnya yang di depan ini dia punya jendela ke depan. Ya kan ini dapur punya jendela kecil ini nih langsung ke samping. Nah, ruang living room ini juga bukaannya kan besar. Karena ini aja bukaannya emang kelihatan besar banget nih wavia. Dan kalau untuk pemilihan warnanya sendiri nih, kalau misalnya di sini kan tahunnya nih agak ini agak sedikit tua gitu kan cokelatnya. Untuk pemilihan warnanya seperti apa? Apakah dari Mbak Via dan suami? Iya. E kalau untuk pemilihan warnanya itu dari saya sama suami. Kenapa kita lebih memilih warna coklat? Karena biar kita ngebersihinnya enggak terlalu susah aja sih, Mbak. Karena warna coklat itu kan contoh kalau kita di dapur kan kadang tangan kita kotor ya. Heeh. Kalau kita pegang stage atau apa, kalau misal warnanya lebih muda, terang itu kan pasti ada bekasnya ya. Nah, kalau coklat ini kan enggak gitu. Sebelumnya kalau dari Saka sendiri ee awalnya itu malah kitchennya itu warnanya hijau. Hijau. Hijau. Oh, heeh. Warna hijau. Terus kayak se green gitu. Terus seiring dengan perjalanan waktu kita lihat kok enggak ada Japandinya ya kalau kita warna hijau ya. Sedangkan kan tema rumah kita itu Japan di tropis. Nah, dari desain interior dibuatlah desain seperti ini. Oh, desain interiornya boleh dimention kok, Mbak. Siapa? E Numi interior. Oke, entar kita cantumin juga di sini sama Kak Numi. Oke, mungkin ini kita ke sini dulu kali ya karena ada pintu. Nah, ini mungkin kalau cerita pintunya sendiri untuk desainnya seperti apa? Mungkin Mas Haikal dulu nih. Jadi kita coba ee usulin desain pintu yang agak berbeda dari pintu biasanya. Biasanya pintu kan frame-nya kotak ke atas ya. Betul. Ini kita frame-nya coba bikin tipis. Dan kanan kiri aja atasnya enggak kas. Terus atasnya kita enggak kasih. Oke. Dan ini untuk semua pintu kamar kayak semua pintu. Pintu utama juga sama. Iya. Cuman kalau ini bedanya tuh ini ke bawah gini loh, Mas. Jadi dia enggak menerus sampai atas. Jadi ini memang nerusin dari ini kita pilih yang tipis nih. Makanya kita agak lama juga milih ini ya, Mbak ya. Oke. Jadi biar ini bisa ngepasin nih. Jadi ini yang menyesuaikan ini. Oh ini itu aku baru mau tanya lagi. Yang di sana. Kita nyari mau nyari yang lebih kecil susah dapatnya yang itu tuh. Jadi ukuran ininya lebih gede tuh lebih besar berarti dia. Tapi sebetulnya konsep ininya garis hitamnya di bawah ini tuh sama. Hm. Menyatu sama handelnya. Oke. Boleh lihat? Boleh dalamnya. Okelah. Ini kamu tidur sama nih ya. Boleh tahu ukurannya enggak? Ini berapa ukurannya? Ukurannya itu 3,85 * 4 m. Tapi termasuk di dalamnya ada kamar mandi ukuran 1,3 * 2,4 termasuk. Oke. Nah, kalau untuk konsepnya sendiri seperti apa nih, Mbak Viia? Konsepnya tetap sama. Penginnya sih Japandi ya, Mbak ya. Ada nuansa cokelatnya juga. Nah, emang kita itu minta ke Saka untuk kamar utama ini enggak usah terlalu besar karena kan emang tujuannya cuman untuk istirahat aja ya setiap malam seperti itu. Jadi ya jadilah seperti ini yang kom terus di sini juga jadi pas masuk urutannya pas kita buka pintu tadi kalau di kiri ada pintu kamar mandi di kanan ini ada semakin walking closet ya betul walking closet walking closetnya sih juga enggak terlalu besar ya karena disesuaikan juga sama kebutuhan lagi. Jadi di sini di belakang kaca ini tuh ada penyimpanan hijab, terus ini ada penyimpanan tas-tas. Nah, di sini baru penyimpanan baju seperti itu. Berarti satu garis di sini semua bahkan sampai ujung sini untuk meja rias. Betul. Meja riasnya juga alah Jepang loh, Guys. Jadi di bawah gitu loh. Jadi emang kita request sama Numi. Kalau saya sendiri sih sukanya make up tuh duduk di bawah ya. Jadiak perlu bangku lagi. Jadi minta sama gimana caranya biar e tempatasnya ini di bawah aja. Jadi kita enggak perlu ada sofa lagi atau bangku di sini. N makanya jadilah seperti ini. Jadilah seperti ini. Dan di sisi sini kan kasur yang dimension. Nah ini nih teman-teman sebenarnya yang bikin e kamarnya tuh jadi terlihat makin luas terus fresh gitu kan ada hijau-hijau ya. Iya. Jadi kita emang konsepnya minta saka itu sirkulasi udaranya itu yang baik gitu ya Mbak ya. Dan di sampingnya kita bikin taman. Sengaja terbuka Karena kita di sini kan enggak ada jendela ya. Jadi kita mengharapkan sirkulasi udaranya itu dari bukaan ini gitu. Tiap pagi dibuka pasti. Pasti. Iya. Setiap pagi tuh pasti kita buka. Oke. Jadi ini cahaya masih masuk, udara juga masuk ke dalam. Iya. Ini kan tadi sudah aku jelasin ya, kenapa ini e pakainya kisi-kisi. Jadi biar ada sirkulasi udara di sini. Nah, ini kan tertutup ya. Iya, tapi kita atas itu kita sengaja kasih celah tuh. Jadi ee udara itu tuh enggak terjebak di sini. Dia itu bisa muter keluar sana gitu. Tapi secara hujan enggak tampias ya. Enggak akan masuk hujan itu. Nah, ini kamar mandi di kamar utama kita. Tapi untuk sebelumnya nih pemilihannya juga lumayan unik nih. Menurut ini yang milih siapa? Iya, aku sendiri sih. Oh, Mbak sendiri. Pertimbangannya apa, Mbak? Jadi, pertimbangannya sih ya biar estetik aja ya, Mbak ya. Oke, enggak ada pertimbangan lain? Terus kenapa kita milih pintu kaca di kamar utama? Karena kan yang masuk ke dalam ini kan ya kita-kita aja. Jadi kayak lebih aman deh kalau kaca pakai jadilah seperti ini. Jadi emang enggak semuanya nuansa kayu sih. Biar kita juga enggak bosan gitu. Dan ini pas masuk kamar ini juga langsung ada yang beda di sini. Iya. Keramiknya dikasih aksen kayak gini. Ber ini warna apa sih, Mbak? Sebenarnya ini warna pink salmon sih. Oke. Tapi tadi aku dapat bocoran juga kata Mbak F. Memang tiap kamar mandinya tuh kan beda-beda ya. Jadinya enggak bosan. Betul. Jadi kita setiap masuk ke ruang kamar mandi itu ya temanya beda lagi gitu. Ini walaupun ukuran yang enggak terlalu besar, Teman-teman. Jadi di situ ada wasel, ada kloset duduknya dan ada area showernya atau area basahnya di paling ujung ya, Mbak ya. Jadinya lengkap banget ya. Oke, sekarang kita masuk ke area living room. Living dan dining room. Dining. Nah, kalau untuk di sini seperti apa nih? Mungkin dari Mas Haikal mau menjelaskan dulu. Ini kan cukup unik juga ya. Maksudnya di sini ada full bukaan di sini nempel gitu ya, Mas ya sama dinding sebelah. Betul. Jadi ini sengaja kita enggak tempelin satu biar kita dapat jendela ini bisa langsung ke dapur walaupun kecil. Ini cukup berguna ya, Mbak ya. Kemudian kita bisa nambah bukaan yang besar di sini. Jadi kesan ruangan ini itu cukup jadi center point yang mengarah ke banyak sudut nih. Bisa ke sana ke taman ini ke living room dengan tangganya yang cukup unik. Kemudian lihat ke sini ee dapur gitu. Jadi ini menjadi salah satu center point rumahnya. Begitu masuk dari rumah kan juga sebetulnya mata itu kayak diarahin ke sini kan kita. Heeh. Heeh. Heeh. Dan taman itu juga ya. Betul. Pas masuk disuruh keluar lagi ya, Mas. Iya. Nah, kalau dari Maia sendiri emang requestnya ada taman lagi ya berarti? Iya, emang kita requestnya banyak bukaannya sih, Mbak. Terus emang di belakangnya butuh taman karena biar ada anak-anak main di belakang aja gitu. Mungkin karena sudah terlihat kita ke situ dulu kali ya. Tamannya dulu. Tapi kalau untuk cerita tamannya sendiri ini apakah emang dari desain awalnya seperti ini atau ada perubahan? Ee ada perubahan sih di desain awal itu ee pertama itu tamannya taman basah ya? Terus untukanamannyaend kitaak jadi langsung ditanam di tanahnya. Terus seiring dengan berjalannya waktu banyak binatang terutama di kaki seribu sama ulet ya. Sedangkan di samping sini kan kita ada kamar anak ya. Suka masuk ke kamar anak. Makanya kita minta Saka lagi untuk bantu. Makanya dibuat taman kering. Tapi udah sempat berjalan berapa lama tuh yang pakai rumput dan itu udah sekitar 5 bulanan sih. Ini baru kok. Ini baru baru selesai. Oh ini baru banget tadi malam bercanda. Nah tapi ini nih aku mau naik lagi ke Mas Haikal. Ini kan cukup unik juga ya Mas. Jadi ternyata dia enggak cuman ini. Dia nyambung ke situ dan ke sini Mas. Nah kayak gimana inspirasinya? Betul. Nah, sebetulnya kenapa ke situ itu lebih ke fungsional sih, Mbak. Karena kalau mau dilihat di sini ada aku sediain jendela untuk kamar yang pojok sana. Jadi, makanya aku tadi bilang setiap kamar pasti punya bukaan langsung. Setiap ruangan ada sirkulasi udara langsung gitu. Makanya ini enggak dipepetin juga ya, dipentoknya. Betul. Ini enggak kita pentokin. Oh, jadi kebagian semua tuh tiap ruangnya ya. Dan kalau kita lihat ke atas kan emang di sini enggak ada atapnya ya, Mas ya. Betul. Betul ya. ini terbuka los ee udara bisa cross langsung dari depan sampai belakang itu naik ke atas ee cahaya juga dia langsung gitu. Kalau untuk yang di sisi sebelah sini nih, Mas. Maaf, ini lebarnya berapa? Sama enggak sama yang situ? Ini kurang lebih sama. Ini 1 m, ini juga 1 m. Dan enggak lupa di sini juga ada taraman-tarangan. Ini kalau udah makin panjang sampai sini ya, Mbak ya? Iya, betul. Ini emang tiap minggu kita selalu potong sih. Ah, sebelumnya ini kan ee taman basah. Iya. yang ada rumputnya. Terus e dari Mbak Via request ada perubahan. Sebenarnya dia kan ngirim contoh juga kan, sekalian aja nutupin. Di sini ada rumah pompa sebetulnya ini nih. Ini tuh rumah pompa. I rumah. Jadi satu kotak ini tuh bisa diangkat. Dalamnya itu ada rumah pompanya. Jadi sekalian buat kamuflase jadi kan enggak kelihatan ya. Iya. Kamuflase orang enggak tahu ya. Ini enggak akan ada yang tahu. Tahunya steping stone aja diul. Oke. Nah, ini tuh tadi aku sebenarnya sempat diceritain juga sama Mbak Via. Iya. emang requestnya tuh pengin livingnya tuh yang besar gitu kan. Jadi mungkin mengerbankan sedikit area kamarnya jadi lebih kecil gitu ya, Mbak ya. Nah, boleh tahu enggak ini seperti apa ceritanya kah di sini? Jadi sebelumnya itu pertama dari sake memang dikasih desainnya itu kamarnya tuh lebih luas. Terus pas kita lihat dari sisi layout-nya ee kayaknya kita butuhnya tuh living room-nya yang lebih besar bukan dari kamarnya. Kenapa living room lebih besar? Kebetulan kita tuh juga punya banyak keponakan, suka main di sini. Saya juga punya anak. Terus mereka tuh suka lari-larian, Mbak. Dengan living room yang luas seperti ini kan bikin mereka bebas ya, enggak nabrak-nabrak. Makalah kita minta ke Saka tolong dibuatkan living room-nya yang besar. Kita ngorbanin kamar aja enggak apa-apa Gitu ya. Nah, kalau dari Mas Haikal sendiri ini ukurannya berapa nih, Mas? Ini ukuran lebar dari sini ke sini itu sampai dinding kamar itu sekitar 4,7. Panjangnya dari dinding itu ke sini itu 6,8. Oke. Nah, ini ada konsern sendiri tersendiriah dalam mendesain living room ini? Ini itu kan akan dijadiin ruang utama nih sampai sini nih. Makanya ee kita buat bukaan yang besar di sini sebagai kesan area ruangan ini juga tambah lebih besar. tadi sudah besar ditambah bukaan yang besar jadi lebih besar. Kemudian, oke ee sebetulnya tangga ini itu usulan kita awalnya enggak di sini. Karena kan ini tangga itu sebetulnya tangga kebutuhan untuk area servis kan. Awalnya kita buat akses sendiri tuh dari depan bisa masuk langsung ke sini. Cuman ee karena Mbak Via ini enggak ada masalah dengan akses ee area servis yang nyatu dengan rumah utama, akhirnya ya sudah dibuatkan di tengah area living room. Tapi kita buat desain yang cukup menariklah. Tangga putar seperti ini harganya juga beda, desainnya juga beda. Sepertinya bukan tangga putar biasa itu. Dan kayaknya enggak terlalu sempit juga sih, Mas. Ya, sebetulnya ukurannya masih sama juga normal. Lebar tuh sekitar 60 cent. Bahkan tingginya tuh itu ada awas kepala. Karena memang untuk orang yang cukup tinggi mungkin ee Mas Wis juga nanti kalau mau naik harus hati-hati tuh, takut mentok. Cuman memang secara desain kita enggak buat bahwa tangga ini tuh tangga servis gitu loh. Iya. Enggak kelihatan, Mas. Bahkan tadi aku tanya sempat tanya ke Mbak, ini rumahnya berapa lantai, Mbak? Dua lantai, tapi yang atas hanya oke terus ini kita ke mana lagi dulu nih? Karena di situ aku lihat ada itu wallpanel, tapi kayaknya ada pintu diya. Oke. Ini kamar mandi apa, Mbak? Iya, ini kamar mandi. Jadi sebelumnya kalau dari Saka sendiri ini tuh enggak ada ini, Mbak. Enggak adaak ada panelnya. Heeh. Wall panelnya. Jadi hanya pintu aja. Terus kok pas kita sudah jadi kita lihat kok agak sedikit ini ya aneh, sepi ya. Cuman satu pintu di tengah. Terus akhirnya kita minta Saka tolong desainkan lagi. Akhirnya jadi seperti ini. Terus ee desain ini juga menambah nuansa Japandinya sih ya kan. Karena kan ada aksen kayu-kayunya juga. He. Terus memang untuk e kamar mandi ini kita minta untuk apa? Pintunya itu sliding door. Oke. Karena biar enggak makan tempat juga kan ya. Di sliding door seperti ini. Wah, benar beda teman-teman. Kalau di sini hijau warnanya tapi kayaknya kamar mandi ini ukurannya berapa? Ee, Mas Haikal ukuran berapa? Ini lebarnya itu sekitar 1 m. Panjangnya 2,7. Oh, dia panjang ya? lebih panjang. Makanya orientasi klosetnya beda. Dia ngadapnya ke jalan. Iya. Oke. Karena kalau diputar kayak kamar mandi utama terlalu sempit. Sempit. He. Oh. Oke. Berarti coba kita masuk dikit Mbuk di tengah-tengah persis tffel dulu sama cermin. Cermin emang dikasih cerminnya yang besar juga ya, Mbak ya? Buat kasih ilusi luas juga ya. Oke. Nah, untuk pemilihan ini, Mbak dindingnya nih. Karena perpaduannya yang cantik sih menurutku. Iya. Jadi ini ee untuk desainnya sendiri kita juga dibantu sama Numi interior. Terus untuk pemilihan dari jenis tiles sama keramiknya juga kita minta tolong Numi sih yang cocok itu seperti apa. Terus akhirnya dapat desain terus kita cocok baru kita aplikasikan seperti ini. Oke, jadi di sini untuk area keringnya dan di sini untuk area basahnya. Jadi ada shower box-nya gitu ya, Mas ya. Oke, sekarang kita ke sisi sini. Nih ada dua pintu. Ini dua-duanya kamar tidur. Yes, kamar tidur. Oke. Mau dari mana dulu nih? Boleh dari kamar tidur anak dulu. Silakan. Wah, untuk kamar tidur anaknya ukurannya berapa, Masal? Ini ukurannya itu 3,2 * 3,15 ya. Hampir 3,2 * 3,2 kotak. Oke. Nah, untuk desainnya sendiri Mbak Via seperti apa nih untuk desain kamar tidur anaknya? Oke, kalau untuk desain kamar tidur anak itu kita juga minta tolong dari Num Interior eh kita itu minta konsepnya itu lebih bisa jadi playroom sama jadi tempat tidur. Nah, kita request memang ke Numi untuk tempat tidurnya ini kita bikin e masuk ke dalam ya. Jadi kalau Iya, folding bed. Jadi kalau misalkan anak mau tidur kita tinggal buka. Kalau misalkan anak mau main tinggal ditutup aja. Jadi karena memang kan e space rumah kita ini open space yang tadi kita lihat itu kan lebih ke living room, dining room, sama kitchen ya. Jadi tuh enggak ada tempat untuk bermain anak sendiri gitu. Makanya kita buatlah kamar anak ini sebagai playroom juga. Boleh dibuka? Boleh. Ini juga bukanya tuh gampang tinggal ditarik aja. [Musik] sudah jadi. Jadi pas kalau lagi mau dipakai udah tinggal dibuka, lagi enggak dipakai ditutup aja ruangannya jadi lebih luas gitu ya. Dan kedapatan ini nih jendela besar banget arah taman. Kita kita di sini juga minta request sih ke Mas Haikal Jadi biar sirkulasi kamar anak itu tuh juga bagus, Mbak. Jadi kalau ada anak main di kamar, kita tinggal buka pintu sliding door ini. Dia bisa main lari-larian ke luar. Ini historical desainnya sebetulnya enggak langsung bukaan gede gini. Awalnya mirip kayak yang kamar sebelah jadi kecil di ujung situ. Terus pas sudah proses konstruksi dari owner ada pertimbangan biar bisa akses langsung ke taman katanya biar lebih lega juga dibikinlah lebih besar gitu. Iya. Dan kalau dibuka seperti ini seperti indoor outdoornya menyatu gitu ya Mas ya. K kayak enggak ada batasan ruangannya. Betul. Oke, kita lanjut lagi ke S. Boleh, Nah, kamar ini adalah sebenarnya kamar tamu. Oh, untuk ukuran kamarnya Iya. Lebar 245. Panjang ke belakang itu 4,15. Hmm. Hm. Berarti saat ini difungsikan sebagai kamar tidur tamu. Iya, kamar tidur tamu. Jadi emang kita semuanya di sini custom dari dipan sampai lemari. Dan kita minta untuk dipannya sendiri ada kasur bawah. Jadi kalau misalkan ada tamu atau teman yang mau nginp karena kamarnya enggak cukup jadi Iya. Bisa kita extend. Jadi kalau dibuka itu luas kasurnya sekitar 3 man lah. Itu tadi apa? jendela yang sama cycle juga dari luar tadi. Terus kalau di sini, nah ini lemari tiba-tiba hijau, Pak. Tapi dapurnya enggak jadi hijau, tapi lemari hijau. Jadi memang sengaja kita pilih tiba-tiba warnanya mencolok gini biar enggak bosan aja ya kan dari luar kan kita udah lihatnya warnanya coklat terus terus ee ya udahlah kita buat di kamar e tamu ini kita bikin warnanya hijau seperti ini. Sama sebenarnya ini tuh dibuatnya lemari ini sebagai storage juga sih, Mbak. Dan sampai atas ya. Iya kita minta sampai full atas. Oke boleh lanjut lagi. Ke mana ini? Ke atas mungkin ya. Ke atas. Masika mau menambahkan dulu untuk tangganya. Nah ini untuk tangganya kita juga tambahkan skylight di atas. Jadi di dalam ruangan ini sekali lain dapat cahaya langsung dari jendela yang besar juga dapat cahaya langsung dari sini. Sebenarnya kalau lampu dimatiin pun kan sebetulnya masih terang ya Mb. Iya betul. Ini berarti di atas service area. Iya service area. Kita ke atas boleh. Kita udah sampai atas. Tapi aku langsung safox sama lantainya. Ini mungkin Mbak Via juga yang milih ya. Iya, T. Benar. Iya, betul. Jadi sebelumnya dari Sakit itu hanya polosan aja ya. Iya. Sama ini sama sini sama. Oh. Tapi akhirnya kenapa Mbak pilih ini? Biar lebih enggak bosan juga sih, Mbak. Lebih unik juga kan. Jadi kita pas naik ke atas, oh ini masih okelah bukan servis area biasa gitu. Oh. Apa tuh yang bikin kayak biasa? Soalnya kan kita juga ada kamar ART kan di sini ya. Jadi biar-nya juga nyaman. Jadi kalau di sini ada kamar, ada kamar mandi dan kamar ada laundry. Untuk laundrynya ini sama ini utilitasnya kan torennya juga di sini. Di sebelah sini. Ini ada yang boleh di Oh, boleh. Heeh. Kita bisa ke kamar mbaknya ada AC-nya soalnya. Oh, iya kita bisa ke kamar ART. Ini bisa jadi inspirasi loh buat teman-teman juga ya kan. Ini kamar ART-nya ukurannya berapa, Mas? Kamar-nya itu ukurannya lebar sekitar 2 m, panjangnya tiga nih. Oh, tiga ya. Tiga. Oke. Jadi, kan kadang ada yang kayak komentar-komentar orang, "Ih, kamar ART-nya ini apa?" Kalau di sini pakai AC, Teman-teman. Dan ini manusiawi banget sih. Maksudnya kamu tidur apa kasurnya oke, bahkan disiapin juga untuk lemarinya gitu ya, Mbak? Iya. Jadi betah juga ya, Mbak ya. Alhamdulillah. Jadi semangat juga gitu kerjanya. Istirahatnya juga nyaman. Kamar mandinya beda juga kan, Mbak? Iya, kamar mandinya juga beda. Nah, ini kamar mandi ART-nya. Wow, besar loh. Ini berapa, Mas? Ini 1 * 2,5. Oke banget. Dan masih ada sirkulasinya juga bisa juga. Simpel ya, Mbak ya? Kalau simpel. Nah, berarti kalau di sini untuk cuci aja ya mobilitasnya di sini. I. Heeh. Simpel aja sih ini untuk laundry room-nya di sini. Di sini lebih ke fungsionalitasnya aja sih yang kita pertimbangkan. Yang penting dari ee mbaknya nyaman, fasilitasnya lengkap, ada kamar tidur, e terus kamar mandinya, kemudian area cuci jemurnya juga cukup lega walaupun kita satukan dengan area utilitas ya. Iya. Dan jemurannya pakai yang lifting juga. Iya. Karena biar enggak makan tempat juga, Mbak. Jadi kita sengaja buatnya seperti ini Oke, kita lanjut ngobrol di bawah dikit. Oke. Sekarang kita udah di closing-nya nih. E, Mas Hosi kembali muncul di sini. Halo semuanya. Dia hanya muncul di momen-momen tertentu saja karena ini maembahas tentang duit budgetnya berapa. Jadi kita panggilkan ya biar lengkap kan biasanya tuh teman-teman soalnya penasaran, "Mas, Mbak kan udah rumahnya seperti ini, itu budgetnya berapa sih? Mungkin ada yang mau bangun rumah lagi nabung gitu kan biar mereka tahu perkiraannya. Aku boleh tahu enggak? Heeh. bangunnya habis berapa, interiornya habis berapa? Iya. Jadi kalau bangunnya sendiri itu ee per meternya ya, per meter itu sekitar 8,5 8,5 juta per me pers. Tapi kalau untuk interior sendiri, nah di interior sendiri ini kemarin itu kita dapatnya sih totalan ya karena kan semua tempat ya, semua lokasi itu sekitar 350. Oke, berarti semuanya udah ya jadi sekalian. Mas mau menambahkan cukup tadi aku dengar cerita tuh katanya upgrade jadi tadinya enggak sebenarnya itu gimana tuh Mas ceritanya? Iya. Ee karena kemarin setelah dapat RAB, setelah dapat dari Saka gitu kan kita ngelihat sebenarnya kita ngelihat mau upgrade tuh kadang kita juga ekspor kan kita langsung ke datang ke apa pameran BuTech apa IBT segala macam kok bagus kok bagus Mas upgrade ini cocok enggak upgrade ini cocok enggak minta TP Saka kan akhirnya Saka juga ngasih ee respon oh bagus bagus bagus bagus ya akhirnya ya udah kita upgrade dan ee siapkan budgetnya emang agak lebih sih. Tapi ya kita alhamdulillah puas sih sama ini semua dan hasilnya maksimal banget. Rumahnya nyaman banget sih ya. Alhamdulillah enak, nyaman gitu kan. Dan kayak tadi Mbak Via bilang di sini living-nya emang luas ya Mbak ya. E makasih banget buat sudah boleh mampir ke sini. Pasti rumah ini memberikan inspirasi nih buat. Makasih juga buat Mas Haikal yang tadi juga membantu di video ya kan orang. Halo dadah. Dadah dulu. Kalau misalnya teman-teman masih ada yang mau nanya nih, Mbak, ada Instagramnya enggak? Oh, kita ada Instagram-nya ee namanya haha. House haha. Dan bisa cek juga Instagramnya Saka Studio ada di sini. Jangan lupa juga follow Instagram kita Wicatksta Jana Inspira Homes dan TikTok Wicat Mirta Inspira Homes. Bye bye. Bye bye. Thank you. Action. Hello. Siap. Boleh kita lanjut ke dalam. Dia mau masuk sini banget jadi muter-muter videonya kayak tadi pas di depan. Jadi pas

Lihat di YouTube