Rumah Lebar 6 Ga Nempel Dinding Tetangga! InspiArsi: Insign Studios (YouTube Video)
Hari ini kita mau main ke rumah lebar 6 panjang ke belakangnya 14 yang udah direnovasi dan dibangun ulang dari nol. Hasilnya keren banget. Kita bakal ketemu sama arsiteknya Mas Sarif dari Insign Studio. Let's go. [Musik] Halo, Mas Sarif. Gimana kabarnya? Alhamdulillah baik. Sehat ya? Alhamdulillah sehat. Alhamdulillah. Tangannya kok dingin, Mas? Lumayan kemeteran soalnya. Santai kita, Mas. Santai ya. I. Oke, Mas Arif sebelum kita bahas desainnya, luas tanahnya berapa? Luas bangunan berapa nih, Mas? Luas tanah yaitu 6 * 14 itu 84 m². Untuk lu bangunan 90 m². Oke. Dan tadi kan aku sempat mention nih, Mas, dibangun dari nol. Gimana tuh ceritanya, Mas? Jadi ini ceritanya sebenarnya ada rumah satu lantainya. Heeh. Cuman ya dihancurin total sudah dibangun ulang itu. Oke. Jadi sekeren ini. Nah, ini yang paling mencuri perhatianku nih, Mas. Pas ketika melihat rumahnya dari depan ini atapnya kok maju banget nih, Mas. Sampai ke sini nih, Mas. Gimana ceritanya? Sebenarnya ini permintaan dari ownernya si Mang Gita sama Mas Awang. Jadi pengin tuh atapnya pakai ee bitumen. Oke, ya. Terus langsung kelihatan katanya full gitu. Oke, jadi saya buatkan desain seperti ini biar enggak bosan kotak aja. Jadi saya dorong sedikitlah kuncinya didorong gitu. Oh, yang sini. Iya. Oke. Makanya dia seolah-olah jadi kayak ada patahannya gitu ya, Mas ya. Betul. Iya. Dan untuk meng-highlights kalau k lihat kayak jadi meng-highlights area lantai duanya sini ya, Mas ya. Oke. Terus kalau konsep desain keseluruhannya apa nih, Mas? Sebenarnya ini mengacu ke apa? Modern minimalis ya. Jadi menekankan geometris yang kesan kotak-kotak gitu. He runcing gitu-gitu aja. Oke, menarikmenarik. Ini aku masih enggak menyangka sih rumah lebar 6 14 bisa jadi sekeren ini. Nanti kita akan tanyakan budgetnya juga ya, Mas ya, di akhir ya. Oke. Nah, ini selain itu kan kuliah juga kayaknya banyak pakai ini ya, Mas. Finishingnya kamprot ya. Betul. Jadi, jadi untuk keseluruhan finishing si outdoornya rumah jadinya full kamprot itu Mas. bertekstur. Terus kalau misalkan di otot tuh kayak ee retak itu kan enggak kelihatan tuh nyaru. Oh, nyaru ya. Jadi enggak terlalu kelihatan ya. Oke. Dan ini aku lihat ada satu bentangan besi nih, Mas. Betul. Ini fungsinya apa, Mas? Nah, ini itu untuk penahan atap si karpot yang atap kaca ini. Kenapa full 16 m? Itu bentangan baju UF kan 6 m tuh. Pas enggak ada sambungan supaya menghilangkan kolom di tengah ini nih. Oh, jadi biar kesannya tuh lapang gitu ya. Luas. Oh, iya. I ya. I jadi ada kayak kolomnya buat penyangganya sini ya. Iya betul. Oh menarik menarik menarik. Terus emang ini ya yang bagian runcing-runcingnya. Jadi selain yang di atas itu, di sini juga ada ya Mas ya? Iya betul. Sebenarnya ini kan penebalan dinding ya. Di dalam nanti ada meteran listrik. Kesannya enggak dinding tebal jadi diruncingin biar k tipis. Oh menarik. Bahkan sampai si bentukan carpotnya juga ngikutin itu ya Mas ya. Oke. Nah ini aku juga melihat vegetasinya juga lumayan ini nih menarik nih perpaduannya. Ada pakis Brazilnya. Betul. Ada kalatenya sama ada ini ya, Mas ya. Ekor kudanya. Ini kenapa dibikin plantter box-nya agak tinggi dan miring gini nih, Mas? Nah, sebenarnya ini permintaan dari owner juga. Jadi pengin di depan tuh ada taman miring katanya. He. Cuman waktu itu nyari space yang pas tuh ya di sini dan itu pun enggak terlalu besar ya, cuma 60 cent kedalaman. 60 cm dan jadi pagar juga ya, Mas ya. Jadi kan ee privasi tetap terjaga juga ya dan lebih aman ya. untuk pemilihan warna karena apa abu-abu, hitam, dan putih nih, Mas? Ya, saya sih penginnya rumah ini terkesan monokrom semua ya. Abu-abu enggak menonjol dari yang lain gitu biar rasanya adem aja gitu. Oke. Ini juga apa kaosnya juga hitam kan nih kan biar nyaruh sama pagernya nih. Oke, boleh kita sambil masuk ya, Mas. I, Mas. Nah, untuk pagar emang dibikinnya enggak terlalu tinggi aja ya, Mas ya? Betul. Jadi sebenarnya ini ee tinggi pagar, tinggi kaca ini, tinggi meja dapur itu satu level, Mas sebenarnya. Oh, semuanya dari ke semua. Iya. Kalau tarik garis lus ini kurang lebih selevel lah. Ini kalau k lihat juga naik dulu ya, Mas ya, dari jalan ya. Naik beberapa berapa senti nih, Mas ya? Kurang lebih 50 centti-an ya kalau sal 50 centtian. Oke. Ada alasan tertentukah, Mas, kenapa dinaikin dulu? Sebenarnya ini ee sebenarnya area ini tuh sebelumnya tuh teras sama ruang tamu. Jadi biar ngaruknya enggak terlalu banyak, jadi levelnya segini aja gitu. Terus pas ditarik kemiringan mobil masuk kebetulan. Terus kalau gua lihat material carport-nya pakai batu seat. Batu seat ya. Ini ukuran 10* 10. 10 * 10. Oke. Terus ini memang perpaduan kalau kita ngelihat lantai bawah nih, Teman-teman. Batuan dehit. Terus ada kayu ya, kayu ulin ya. Jadi benar-benar material yang dipakai kesannya natural banget ya. Betul. Iya. Oke. Nah, ini K lihat di sini. Ini adalah carpotnya berarti kan. Betul. Karpotnya. Ukuran berapa nih, Mas? Ini tuh 3 * 6 m. Oh, cukup panjang ya. Cukup panjang panjang karena memang dari awal di supaya mesih mobil dan motor masuk. Oh, oke. Jadi motor ditaruh di depan. Oke. Atau enggak di belakang itu. Nah, ini yang menarik yang tadi sudah keion juga. Sini kan pakai apa nih, Mas? Kaca. Kaca temper. Kaca temper. Terus yang sini tertutup ya jadi lantai du ya. Ya, lantai dua ini atasnya kamar tidur utama. Waktu itu ee mintanya kan itu full sampai ke depannya. He. Nah, diawatkan akan gelap nantinya akan di bawah. Oke. Jadi tetap saya maksain ada ada space lah antara batas depan sama ke belakang itu di saya 1,5 m kalau tal ini. Oke. Jadi agar sininya tetap terang ya, Mas ya. Enggak gelap ya. Tap terang. Iya. Dan boleh kita muter ke sini. Ini yang menarik nih. Heeh. Ini meteran PLN-nya diumpetin di sini, Mas. Iya, betul. Kenapa, Mas, diumpetin, Mas? Nah, biar rapi aja, Mas, gitu. Enggak kelihatan. Terus biasanya kan kalau meter analis kan agak atas tuh. Nah, ini taruh di bawah biar gampang gitu. Ini kalau ada petugas pelennya ke sini bingung dia loh. Mana meternya? Oh, ternyata di sini. Iya, biar rapi. Oke, biar rapi. Tapi bagus sih, menarikmenarik. Nah, aku pas melihat sini ini ada kaca ya, Mas ya? Heeh. Ini kacanya emang tembus ke dalam ya, Mas ya? Iya, tembus ke dalam sebenarnya. Ini kelihatan kalau nanti dari dalam keluar tuh kelihatan sebenarnya. Oh, cuma dikasih kaca film ya? Iya, kaca film. Nah, boleh kita lanjut nih, Mas. Boleh Mas. Nah, ternyata di bawah planter box ini ada storage ya, Mas? Iya. Ini fungsinya buat gudang kayak bekas cat atau enggak sendal sebenarnya sebenarnya desain awal tuh ini buat rak-rak sepatu di sini juga. He. Kayak gitu. Oh, cuma aman ya, Mas. Ditaruh di sini enggak kehujanan ya? Aman. Aman. Aman. Karena sebenarnya di dalam tuh ee sil lantainya lebih tinggi. Oke, Mas. Kita boleh lanjut, Mas. Boleh. Oke, kita copot dulu. Nah, sebenarnya ini area ini, Mas. Nih, sebenarnya jarang orang yang mau menerima mungkin ya. Ini kan ketutup atep nih. Heeh. Ini ketutup atpep. Nah, sementara di sini tuh agak tempias nih kalau hujan. Oke. Nah, jadi sebenarnya kalau pas ada gerimis bisa lari-lari kecil. Kalau pas hujan gede harus pakai payung. Oke, oke, oke. Tapi asik sih kalau enggak ada ini kan kayak enggak ada transisinya ke apa kayak tanaman-tanamannya ini ya, area hijau-hijunya ya. He. Nah, Mas aku mau tanya dulu sebelum kita ke sini. Ini kan pintu masuk juga menarik nih, Teman-teman, berada di sini. Nah, di sini tuh ada kaca dan pakainya kaca nako ya, Mas ya? Iya. Nah, sebenarnya sebelumnya di desain awal tuh ini kaca jendela swing biasa cuman ini permental dari owner penginnya diganti pakai kenyang nak. Oke. Katanya gitu biar lebih safety lah katanya. Oh i ya ya. Siap siap siap. Oke. Nah, ini aksesnya cukup unik karena kita harus cukup satu. Iya. Harus masuk-masuk dulu. Harus masuk-masuk dulu ke kalatea ini nih. Tapi kalau kita melihat dari sisi safety-nya ini lebih safety ya, Mas ya. Karena kan akses ke sini tidak terlalu terlihat jadinya. Iya. Oke. Nah, menarik teman-teman. Ternyata pintunya berada di samping tidak langsung menghadap depan. Dan kalau aku lihat di atasnya sini juga ada ini ya, Masnya plat grating namanya. Plat grating lagi. Sama paling atasnya ternyata ada skylight-nya. Betul. Iya. Jadi si cahaya dan udara enggak keblok gitu, langsung tetap masuk. Oke. Tapi kita tidak kehujanan. Betul. Oke. Nah, Mas ini aku mau nanya nanya banyak deh pokoknya. Ternyata ini kan ada remnya lagi ya, Mas. Dan naik juga ya. Heeh. Sebelumnya kan ini ada rumah satu lantai dihancurin biar enggak buangan terlalu banyak. Ini sebagai urugan gitu. Oh, ini jadi urugan. Kurang lebih ini naiknya 50 cent. Oke. Makanya sini ada remnya lagi yang naik. Iya, betul. Ini pintunya dari kisi-kisi kayu uli juga. He. Biar si angin tetap masuk ke dalam. Oke. Menarik. Jadi tidak tertutup full gitu ya, Mas ya, pintunya ya. Tapi ini kuat sih maksudnya kayu ulin dan ada besiannya juga. Pas masuk layout-nya cukup unik ini, Mas. Ini gimana kita masuk tuh arahnya ke mana, Mas? Ke sana dulu atau ke sana dulu? Sebenarnya ini kalau misalkan ada tamu, teman atau siapapun he bisa langsung ke belakang. Ada kumpul di belakang gitu. Kalau misalkan ya keluarga bisa langsung masuk ke dalam gitu. Oke, mungkin kita ke sini dulu kali ya. Ya boleh. Oke, berarti ini kita udah berada di lantai satunya ya. Oke, cuman ini aku ngelihat emang full kaca berarti ya. Sliding door. Heeh. Dan cukup besar-besar ya potongannya ya. Iya betul. Ini lebarnya tuh dari ujung sana ke sampai sini tuh 6 m dibagi empat daun pintu. Dibagi empat daun pintu. Dan pas waktu masuk ke dalam sini rasanya itu udah di dalam tapi masih di luar gitu. Karena layout-nya enak juga nih. Ini livingnya menghadap ke taman ya Mas Arif ya. Gimana nih cerita layouting untuk lantai satunya? Karena cukup menarik nih. He sebenarnya ini mempelajari dari rumah lama ya. Lama-lama kan karena gelap itu total enggak ada cahaya sama sekali. Jadi di rumah baru yang ini tuh saya bikin kasan transparan gitu. Oke. Jadi untuk ruang keluarga di rumah makan saya buat secukupnya aja. Ini ukurannya 6 m * 3,7 m. Heeh. Cuman kalau misalkan butuh ruang tambahan bisa di teras sama teras belakang gitu. Oke. Jadi itu emang di luar ya kalau misalnya kita lagi santai kayak gini kayak sehari-harinya bisa dibuka aja ya. Jadi indoor outdoornya menyatu gitu ya areanya. Oke. Dan kalau misalnya kita masuk sebenarnya itu dapurnya ada di depan ya, Mas Arif ya. Cuman pas kita masuk tuh enggak langsung ngarah ke dapur. Menarik nih, Mas. Ayo coba kita cerita dikit nih. Nah, sebenarnya saya kan penginnya mengoptimalkan area kumpul tuh di belakang. Jadi ee saya pindahkan tuh area servis di depan rumah gitu. Oke. Dan sebenarnya ini gangannya ini enggak terlalu besar ya. Iya. Enggak terlalu besar. Ini kurang lebih juga 1,2an lah. 1,2an ya. Tapi cukup ya beraktivitas di dapur dan kita untuk beralulang dua orang gini masih bisa ya masih aman ya. Dan ternyata ini tadi kan kaca naknya ini dalamnya dapur ya. Iya ini buat ventilasi aja biar crossing gitu kan biar crossing. Oke. Dan ini kalau misalnya kita lihat dari dalam yang tadi dimention itu ternyata kelihatan ya Mas ya. Ternyata buat ngintip. Buat ngintip tang paket ya. Tapi aman kalau dari dalam sini enggak bisa kelihatan dari luar ya. Betul. Oke. Dan di depan ini juga full kaca juga ya, Mas ya? Iya. Biar pas lagi masak ngelihat yang hijau-hijau gitu. Benar sih. Karena kalau misalnya aku ngebayangin kalau ini dinding kayaknya rasanya sempit banget di sini ya. He. Ternyata di sini juga. Tapi kenapa ini enggak ada yang bisa dibuka ya, Mas jendelanya? Nah, sebenarnya di desain awal tuh ini tuh ee ada apa namanya? Jendela gesernya. He. Cuman takutnya pas lagi masak angin kencang kan jadi malah bahaya. Oh. Oke. Berarti sudah diperhitungkan arah angin hitungnya juga ya, Mas ya? Dan ini full sampai atas. Iya, full sampai atas semuanya. Untuk ton warnanya ya udah sampai dalam ada warna coklat HPL-nya lagi yang maksudnya warna-warna netral ya. Iya, warna-warna netral. Lantainya juga dia pakai HT 6060 yang kayak motif semen gitu ya, Mas ya. Betul semen. Heeh. Oke. Nah, di sini ada sesuatu sepertinya nih, Mas. A Iya. Biasanya area bawah tangga kan dipakai buat gudang gitu ya. Iya. Sebenarnya ini juga toet tamu yang sebelah sana ee gudang. Oh, oke. Gudang. Ini pintu. Ah, ini pintu nih. Kalau didorong. Oh, didorong seless ya, Mas? Berarti ya. Iya. Oh. Ukurannya berapa ini, Mas? Arif ini 1,1 * 2 m kalau enggak salah. Jadi harus masuk dulu pintunya dibawa keluar dulu. Nah, boleh diceritakan Mas mungkin seperti apa nih? Harusnya ada handle-nya Kak sebenarnya nih harusnya ada handel-nya dari bisiku gitu. Jadi bisa tarik dorong lah gitu. Tapi belum dipasang cum terpasang. I. Oh, oke. Jadi untuk sementara harus agak repot dulu ya. Iya, agak repot. Benar, benar, benar. Ini juga yang gudang jug. Kalau gudang ada. Nah. Nah, ini gudang. Oh. Oh, cukup besar loh. Lumayan area bahan. Iya. Iya. Namanya juga gudang ya. Cuman ini ya jadi bisa ada penyimpanan lagi di bawah tangga ini. Tapi aku sukanya karena dia kan menyatu semua ya. Jadi kelihatannya rapi banget ya, Mas ya. Iya. Enggak kelihatan ada pintu lagi. Ada pintu lagi gitu. Nah, kalau untuk tinggi silingnya nih berapa, Mas? Kayaknya enggak terlalu tinggal ya awalnya. Jadi rumahnya diagak pendekin gitu. Oke. Tapi untuk aliran udaranya masih oke banget ya. Masih cukup karena bukanya cukup besar-besar. Bukannya besar. Kita boleh ke situ dulu, Mas. Berarti ini tuh nembus dari yang tadi itu ya? Boleh. Iya. Bisa langsung sebenarnya. Bisa langsung ke sini. Nah, kalau ini peruntukannya lebih ke apa nih? Sebenarnya ini area duduk-duduk aja. E biasanya si owner di sini pernah salat juga, pernah mijit di sini juga, pernah tiduran di sini juga. Oke. Jadi emang multifungsi banyak multifungsi buat olahraga juga nih dan atasnya ini langsung terbuka ya, Mas ya? Iya, langsung terbuka. Ini poinnya tuh 1,5 m. Oke. Jadi sebenarnya di sini juga kan bisa buat duduk ya. Duduk. Iya. Kumpul-kumpul bersantai di sini. Dan lagi-lagi kalatea lagi. Kalatea. Nah, ini nanti tambah raksasa nih, Mas. dia kayaknya sebenarnya kalau ini juga ini buat nutupin si pompa air. Di sini ada pompa air. Oh, di sini ya? Di bawah ini ya? Iya, di bawah ini. Iya, persis di sini pompa air. Oke. Dan ini sama pakai kayu ulin juga ya. Kayu ulin juga sama kayak tadi di depan ya. Iya. Dari depan sampai ke belakang full kayu ulin. Full. Dan ini kalau misalnya kita lihat dari sana tuh. Jadi kita bisa langsung ke sini arahnya. Hm. Enak ya. Rumah lebar enam tapi masih disisain bukaan kayak gini ya. Iya. Dimaksimalkan bukaan untuk bukaannya. Jadi ini kan di Bekasi, tapi aku enggak ngerasa kayak gerah gitu. Panas. Nah, sebenarnya ini juga kekhawatiran owner dari awal. Ini kan banyak bukaan nih. Terus ini di Bekasi katanya panas banget. Katanya ini gimana nanti kalau banyak bukaan panas apa enggak gitu. Terus saya infokan bahwa kalau misalkan angin sirkulasi ini bagus enggak bakal panas gitu kan. Udara panas kedorong kan jadinya gitu. Oke. Dan di balik sini masih ada space lagi untuk apa nih kita intip habis ini. Ayo Mas cuci jemur ya Mas Arif. Di sini ukurannya berapa ini, Mas? Ini ukurannya 1,1 * 3 m. Wah, keren banget nih. Jadi diumpetin di sini. Heeh. Dan ininya dibikin emang buat ventilasinya ya, Mas ya. Iya. Dari roster dan di atasnya itu kan pakai apa? Tempered ya. Jadinya cepat kering ya. Cepat kering dan kebetulan udaranya agak hanget sini ya. Jadinya cepat cepat kering gitu ya kalau ngejemur. Dan ini tuh untuk area tangganya benar-benar terang banget sih. Tapi kalau makin siang apakah di sini makin panas enggak, Mas? nya panas itu di antara jam 12.00 sampai jam .00 aja sih. Oke. He. Jadi aman ya. Aman langsung ketutup lagi. Nah, ini sebelum kita naik terus ini enak juga Mas pegangannya pas banget di tangan. Iya. Jadi agak diumpetin gitu ya. Iya. Karena kan kalau misalkan si handelnya keluar itu akan ee ya makan space-nya. He. Jadi si dindingnya dicoak baru si kayunya ini dimasukin. Wow. Jadi enggak mau ngabisin si space tangga ini. Jadi secara desainnya juga lebih estetik minimalis gitu ya. Terus kita pegangannya enak nih. Pas. Iya. Pas. Jadi anak kecil tuh enggak terlalu ketinggian kalau pas naik. Wih, ini terang banget sih sepanjang ini ya. Skylight-nya emang ya. OP. Kita udah sampai di lantai du ya, Mas ya. Ternyata dari situ juga cahayanya ya, Mas ya. Ada bukaan lagi ya. Lan. Heeh. Wah, full. Bahkan menerangi sampai area di lantai du ini. Lantai dua ya. Di tengah. Nah, di sini ada apa aja ini, Mas? Nah, ini ini dulu ya. Iya, ini area buat salat sebenarnya ini. Oh, musala berarti kiblatnya ke sana. Ke sana. Iya, betul. Menghadap kaca. Dan di depannya ini dan ujungnya ada void-nya juga nih. Void teras. Oh, ini yang tadi kita lihat dari bawah ya berarti. Heeh. Oh, tapi atasnya enggak terbuka ya, Mas? Kayaknya terbuka. Tetap ada kacanya. Tetap ada kacanya karena air masuk ya, Mas? Masuk ya. Wah, emang udaranya pas aku udah di sini aja nih. Ngalir sih. Kerasa kerasa. Heeh. Dari bawah kayaknya sampai ke atas juga nih. Rumah segini ini ada musalanya. Keren sih, Mas. Ke mana dulu nih, Mas? Di sini dulu kali ya. Boleh. Nah, ini kamar tidur. Kamar tidur utama. Oh, jadi dia kebagi dua ya. Yang sini buat area tidur terus di situ untuk untuk area ruang pakaian. Oh, tapi kamar mandinya enggak di dalam. Kamar mandinya enggak di sebenarnya yang tadi musala itu sebenarnya ee toilet kamar utama. Pintunya dari sini. Oh. Cuman si owner minta cukup satu aja katanya di luar sharing jadinya. Oke. Tapi jadi bisa jadi ada musala musala. Nah, di sini juga ternyata cukup lega loh pembagiannya untuk walking closetnya tetap ada jendelanya. B tetap ada jendela ya. Yang tadi kan ngelihat atap yang buat ngintip itu yang Heeh. dorong kerobek. Ternyata ini teman-teman di balik atap yang tadi itu ya Mas ya. Ternyata adalah kamar tidur utama. Heeh. Jadi atap yang didorong terkesan di robek ini tuh Heeh. Jadi kalau mandang keluar tuh jadi luas gitu. Kalau misalkan tadi kotak lurus pandangan kita agak ketutup jadinya. Oh jadi ada alasannya juga ya. Alasannya. Iya. Oke kita lanjut lagi ke ruang satunya. Tuh lantainya beda ya. Lantai SPC. Kalau ini SPC ya. Beda sama yang di bawah tadi ya Mas ya. Iya betul. Dipakaiin warna-warna yang coklat muda. Jadi bisa biar lebih homie sih di kamar. Pintunya juga lumayan tinggi ya Mas. Ini kan ukuran si flywood dan HP kan. Hej. Ada potongan tingginya ngikutin. Iya. Dan ini pintu toilet. Wih. Kalau ini kamar mandinya apa? Temanya lebih ke abu-abu ya, Mas. Abu-abu semua. Dan ini di satu garis semua nih. Mulai dari wastaffel, toilet, sama ini showernya. Dan dapat jendela juga nih. Dapat jendela juga dan dipisah pakai temper glass ya, Mas di sini untuk area kering dan basahnya. Oke, simpel. Tapi aku suka sih maksudnya. Ya udah, sebagaimana fungsinya juga ya, Mas, di sini perpaduan warnanya masih sih abu-abu, coklat, warna. Iya, ter monokr semua jadinya. Kalau ini aku tebak berarti kamar tidur anak nih. Iya, betul nih. Wih, luas juga, Mas, kamar tidur anaknya. Sebenarnya ini difungsikan untuk dua anak. Heeh. Jadi, tidur bersama di sini. Harusnya sih memang terbagi ya. Terbagi dua. Jadi, sini satu, di sini satu harusnya. Oke. Cuman kebetulan pakai dari rumah lama masih dipakai jadinya di sini. Akhirnya kayak gini ya. Tapi emang jadi space untuk bermainnya, belajarnya di sini luas. Iya. Jadinya jadi luas. Jadinya di sininya juga luas. Depan ada TV, ada lemari pakaian untuk naruh buku-buku. Masih luas banget sih di sini. Dan pokoknya semua ruangnya tuh terang ya. Bisa ngelihat ke bawah nih yang tadi tempat duduk ya ada di bawah sana. Oh iya, yang tadi itu malah si anaknya senang banget katanya bisa tidur di sini biar bisa ngelihat ke langit katanya gitu. Oh, gitu. Iya, bisa ngelihat ke langit katanya. Oh, iya benar. Kalau dipjokan sini ini karena siang ya, Guys, ya. Jadi agak panas agak panas. Tapi benar nih bisa ngelihat ke langit. Heeh. Oke, habis ini kita ngobrolin budgetnya. Aman? Boleh, boleh. Ayo, Mas, kita ke bawah. Oke, Teman-teman, sekarang kita sudah duduk bersama ownernya juga di sini. Ada Mbak Gita. Halo, Mbak. Halo. Apa kabar, Mbak? Alhamdulillah baik. Alhamdulillah. Nah, karena sudah ada ownernya, kita mau tanya-tanyain juga testimoninya rumahnya setelah sudah jadi nih di depan arsiteknya. Boleh tahu enggak, Mbak, gimana, Mbak komentarnya? Ini berarti sudah ditinggalin berapa lama, Mbak? Ee kita mulai pindah November 2024 kemarin, ya kan? Berarti ini udah hampir 6 bulan, ya, 6 apa 7 bulan gitu, ya. 6 7 bulan. 6 bulan. komentarnya sih alhamdulillah udah sangat udah udah udah mencapai rumah impian kami sih saya sama suami gitu kan karena kan dari kebutuhan aja yang kita pengenin tuh rumah banyak bukaannya pencahayaannya dapat terus juga kalau kebutuhan ruang juga udah udah terpenuhi semua ya kan compact living ee udah gitu juga kamar anak cukup luas ya di atas tadi gitu kan ya karena anak kami kan dua-duanya perempuan gitu jadi kami pengin mereka ee bonding sampai besarlah gitu. Jadi enggak enggak kalau ada yang sedih saling tahu gitu. Makanya saya pengin kamar anak tuh satu aja tapi luas gitu. Terus juga ee untuk pembangunan sendiri sih ee kemarin cukup cukup pas sih enggak terlalu lama dan enggak terlalu cepat 10 bulan gitu kan ya. Alhamdulillah enggak molor sesuai timeline dari kontraktornya juga. Dan untuk desain juga Mas Arif udah alhamdulillah sangat mengakomodir keinginan saya sama suami tuh ya. Pengin yang begini, pengin yang begitu, pengin atapnya harus bein gitu kan. Atap tuh memang dispesifikin tuh ya. Iya. Kudu harus ada itunya gitu kan. Pas ditinggalin juga tuh ee homet sih kita kan ini kan rumah berarti ini kalau di renov rumah ketiga ya. Kita sempat pindah kan sebelumnya rumah pertama kita enggak di sini gitu terus pindah ke sini di rumah standar terus direnovasi berarti ini rumah ketiga gitu. Dan alhamdulillah homy banget sih, benar-benar feels home banget gitu. Benah sesuai yang diidamkan gitu ya. Yang diidamkan gitu kan. Insign sebenarnya recommended. Wis tuh udah direkomendasi ada jempolnya tuh dari Mbak Gita. Nah, boleh tahu enggak ini untuk budgetnya nih Mbak Gita, Mas Arif? Ee untuk budgetnya range ya. Ya, range itu dari 700 sampai 800 gitu. Karena kita ada beberapa material yang beli beli sendiri enggak include sama kontraktor gitu kan. He. Itu udah total sama kabinet ini. Oh, udah sama kabinet sama kitchen set. Kitchen set. Oh, oke. Udah lumayan ya berarti ya. Jadi ada beberapa part interiornya yang sudah include di situ juga dan dikerjain sama Insign juga. Betul. Kalau sama kontraktor juga include karena dia ada subdivisi apa namanya interiornya sih. Nah, kalau dari Insin gimana, Mas? Ee sudah puaskah dengan hasil karya yang di sini Mas? cukup lumayan puas banget ya karena ee setelah jadi ee bisa lihat tadi sendiri kan angin juga kencang jadi sirkulasi udara cahaya doang di sini tuh cukup optimal gitu. Saya juga e ke sini tuh kalau lihat Mageta bikin story pas malam-malam nonton TV di sini terus dengan cahaya udah apa udah apa lampu di sana tuh ee kerenlah saya gitu we cobain malam ya. Oh iya kalau teman-teman ada yang ee pengin tanya-tanya didesainin rumahnya dari Insign ke mana tuh Mas? Berarti bisa ke kontak ke IG namanya Insan Studios digabung semua. Oke. Oke. Kalau dari Mbak Gita mungkin ada teman-teman yang pengin nanya-nanya tentang rumahnya lebih spesifik mungkin ada ke Instagram. Heeh. Boleh DM atau follow juga Instagram-nya di AG House Queen Little Pelace. Oke, nanti ada di bawah semua sininya. Dan teman-teman jangan lupa juga follow Instagram kita Wicakson Mifta Janah dan Instagram Inspiraums. Terus ada TikTok Wicak Mifta juga. Terus ada TikTok Inspirums juga ya. Panjang nih. Ya udahlah pokoknya ada di deskripsi lah. Dadah. Thank you sudah nonton ya. Dadah. Pas masuk layout-nya cukup unik ini Mas. Ini gimana kita masuk tuh arahnya ke mana, Mas? Ke sana dulu atau ke sana dulu? Gimana ngomongnya ya? Lumayan tinggi ya, Mas? Ini ini tinggi. Tingginya cuma 2,4. Jadi ee eh enggak apa-apa santai.
