Rumah Lebar 6 Tapi Ada Kolam Renangnya! Inspirahoms: Ginak Ginuk (YouTube Video)
Selamat datang kembali di channel Wicak Mifta. Hari ini kita akan mengunjungi sebuah rumah yang lebarnya itu 6 m aja tapi punya kolam renang di belakang dan budgetnya terjangkau. Kita ketemu langsung yuk sama ownernya Mas Angga dan Mbak Yesi. Halo, selamat datang. Perkenalkan saya Angga. Saya Yesi. Selamat datang di Umah Ginak Ginuk. Halo, Mas Angka. Halo, Mas. Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih. Kita juga sudah dibolehin datang ke sini, Mas. Sehat-sehat ya, Mas, ya? Alhamdulillah. Sehat selalu. Nah, ini kita hari ini mau menggerebek rumahnya Mas Angga. Seada-adanya, Mas. Seada-adanya. Habisa nih dia sih seada-adanya. Oke, Mas. Aku boleh nanya dulu enggak? Ini luas tanahnya berapa? Luas bangunan berapa? Oke, luas tanah 120. Untuk luas bangunannya kita kan sudah full ya, jadi 120 juga. Itu 6 panjangnya 20 ya. 20? Iya. Sori, betul 120. 20 berarti. Jadi total luas tanah 120 m. Betul. Iya. Tapi di dalam ada kolam renang ya, Mas? Wah, kolam-kolaman, Mas. Bisaan kolam-kolaman, Mas. Oke. Nah, Mas ini ee ceritanya rumah standar developer yang kemudian direnovasi atau gimana, Mas? Betul. Jadi ini bawaan developer itu ee di tipe 36/90. Cuman karena ada kelebihan tanah di belakang, jadi kita habisin ke belakang gitu. Oh, dan ini ee sama aku pengin tanya juga ini style desainnya apa nih, Mas? Nah, kalau menyebutnya sebenarnya ini ee Japandi contempornya ya, Mas ya? Heeh. Jadi campur-campur dia, Mas. Campur-campur. Karena di sini di depan kuliah juga banyak sekali tanaman ya. Ada unsur tropisnya juga. Betul. Heeh. Ada ada tropisnya. Karena emang basic suka naik gunung gitu, suka tanaman ya. Coba-coba sih anak gunung nih, Teman-teman. Mas ee ini kan di depan aku lihat juga berarti di carportnya difulin sampai depan ya. Terus di bagian atasnya sini ada leanu-nya ya, Mas ya. Nah, betul. Ini ada liquanu. Kebetulan nanam sekitar beberapa bulan yang lalu. Cuman dalam catatan liikuan Uu ini kalau misalnya ditanam di pot dia tidak maksimal sih. Oke. Hasilnya. Iya. Jadi emang kita mau ngambil tipis aja buat poni-poni. Jadi biar kayak Dora Dora di explorer. Oke. Tapi karena dia juga enggak terlalu rimbun, berarti kendaraan keluar masuk juga mudah ya, Mas ya. Aman. Aman. Aman ya. Terus yang sisi sini nih, Mas. Ini k lihat juga w penuh sekali ini tanamannya. Gimana, Mas, ceritanya, Mas? Nah, ini ini sebenarnya sih pisang-pisangan ya. Entah nama latin atau apa gitu. Cuman saya suka kenapa suka tanaman ini? Karena dia tough sih. Heeh. Jadi untuk ee cuaca yang panas juga insyaallah lah aman. Sejauh ini sih aman. Ini juga subur banget nih. Jadi emang ada layeringnya gitu ya masnya yang pendek-pendek. Ini yang sedang ini yang lebih tingginya gitu ya. Jadi ini kalau k lihat kan ini juga enggak yang tertutup banget kan depan rumahnya tapi ini jadi bisa menutupi rumahnya ya Mas ya. Iya. Oke. Oke Mas boleh kita masuk nih Mas? Boleh silakan seada-adanya. Sebelum ee masuk lagi ke dalam, aku mau ngomentari ini nih. Pagarnya berarti emang dibikin kotak-kotak dan agak terbuka gitu ya, Mas? Betul, betul, betul. Karena kita kan biasanya apa di perumahan gini kan sempit ya Mas. Jadi kalau misalnya kita sliding ke sana dimarahin tetangga nanti. Oh, makanya ini ya. Oke, boleh kita praktikin ya? Boleh. Nah. Eh, ini. Oh, udah kebuka? Udah. Iya. Begitu. Jadi model kebukanya kayak gini. Iya. Kekumpul ya dia pagarnya di sini ya. Jadi tidak mengganggu tetangga juga. Betul. Iya. Jadi enggak ada bisik-bisik tetangga, Mas. Oke. Nah, Mas. Terus ini ee untuk carport apakah diubah lebarnya atau dari awal emang sudah seperti ini? Untuk carpot sih emang sudah seperti ini ya, Mas. Jadi ini dia panjang sori. Iya, panjangnya en lebarnya lima. Oh, sininya. Iya, keseluruhan ya. Heeh. Potong taman mungkin 1m set kayaknya ya. Sem ya. Iya. Terus ini yang menariknya juga ternyata biasanya kan rumah yang kita lihat tuh seringnya pakai kanopi terus enggak di full gini ya Mas ya. Ini gimana ceritanya Mas kenapa mau difulin? Karena balik lagi Mas terinspirasi dari video-video Mas Miftah ya. Wicak. Mas Wicak. Sori si saya ketuker mulu ya. Jadi istri tuh sangat ngikutin Mbak sama Mas ini. Jadi ada salah satu video he ee yang nginspirasi istri. Jadilah kayak gini Mas. Jadi matur suhun banget. Wih, sama-sama. Wih, sami-sami kita juga berarti ya alhamdulillah dari konten-konten kita juga bisa memberi manfaat juga gitu, Mas. Amin. Amin. Oke, berarti ini di ini sebenarnya kan di atas tetap ada atapnya ya, Mas ya. Tapi bawasinya sini dikasih plafon dari PVC ya. Ini PVC. Betul. Untuk ee atapnya sendiri pakai ini city light apa sor eh Skylight ya. Skylight. Terus ininya PVC. Berhubung lagi bahas atap, aku mau rekomendasiin atap UPVC dari Docter Shield yang barusan selesai kita pasang. Jadi, atap UPVC ini itu punya lebar 1065 mm. Pas pemasangan jadi lebih cepat dan efisien secara material daripada yang lebar 760 mm atau yang 860 mm. Tapi pastinya menyesuaikan sama luasan atap yang dibutuhkan. Ya, kalau yang di sini kebetulan butuh yang lebar 4,2 m. Makanya kita cuma perlu 4 lembar atap UPVC aja. Kedalaman gelombang atap UPVC ini itu 45 mm. sehingga bisa menampung debit air lebih banyak daripada atap UPVC yang lainnya. Kalau yang kita pilih juga udah twin wall. Jadi ada dua layer atas bawah dengan ketebalan 12 mm dan ada rongga di tengahnya. Bikin si atap lebih tahan lama dan area bawahnya lebih adem daripada yang single wall. Oh ya, kalau di kita di pinggirannya itu dibikinin ban-banan sehingga lebih aman dari kebocoran yang disebabkan dari pinggirannya. Untuk yang tipe Twin Wall RF 1065 ini yang paling premium ya, Guys. Dengan harga Rp234.000. per me pers. Ada beberapa pilihan warna juga putih, biru muda, dan biru tua. Bisa pilih juga yang translucenten atau yang solid. Kalau kalian mau cari yang lebih terjangkau, bisa coba pakai yang ini. Twin Wall OD760 atau OD860 dengan harga 150 sampai R170.000an perm². Atau yang paling terjangkau tipe single world OD 750. Harganya Rp65.000-an per me per. Eh, kalau udah beli atapnya jangan lupa beli roof seal-nya ya, Guys. Biar aman dari kebocoran di titik pemasangan baut. Ada garaninya juga ya. Kalau yang twin wall garansi sampai 15 tahun. Kalau yang single wall garansi sampai 10 tahun. Oke, semoga bermanfaat info tentang atap UPVC-nya. Silakan dilanjut videonya. Jadi ini tuh emang dibikin terbuka ya, Mas ya. Jadi, matahari bisa masuk ke sini. Betul untuk ee pencayaan matahari jadi maksimal untuk tanaman. Ijuannya anak gunung beda. Pokoknya tanamanku harus subur, Guys. Harus. Kalau perlu tanamanku baru istriku. Tidur di luar dong nih. Dan ini terinspirasi dari mana nih, Mas, dibikinin bch gini buat santai-santai sore gitu ya, ceritanya? Betul. Kebetulan dulu juga kan pernah kerja sebagai barista ya. He. Jadi ya cobalah kita kita bawa ke rumah ini gitu. Iya. Jadi ala-ala kafe. Ala-ala. Oke. Asik sih buat nongkrong di depan sini. Temenin hijau-hijaunya banyak. Iya. Buat bengong bareng Mas W. Nah, ini yang menarik Mas. Kita berdiri lagi ya Mas ya. Boleh. Ini meja bar kah atau bagaimana ceritanya? Iya, betul. Jadi selain buat meja bar, jadi di sini pun istri pengin nyelipin story. E jadi story-nya adalah selama ini kan kita kalau misalnya ada bertamu, kalau misalnya dibuatin minuman atau makanan ditinggal dulu ya. Nah, karena ini langsung kect ke dapur. Oh, di depan sini dapur ya? Heeh. Kect langsung ke dapur jadi bisa sambil ngobrol gitu. Oh, jadi misal lagi buatin minuman atau makanan Iya. Jadi tetap ada interaksi dengan kamu. Tujuannya sih seperti itu. Keren, keren, keren. Nih lagi-lagi ada tanaman-tanaman hijaunya dan ada beberapa dekorasi-dekorasi gini ya, Mas ya. Wah, cakep cakep cakep. Nah, ini Mas sebelum kita masuk ke dalam rumah ini ada pintunya diubah ini ya sepertinya. Betul pintunya ini diubah. Untuk dimensinya saya lupa lagi Mas. Cuman ini sistemnya sistem pivot. Heeh. Pivot tanpa gagang ya, Mas. Jadi si pintunya bisa ke depan, ke depan maupun ke dalam. Dan ini ya emang apa proses renovasi itu ya, Mas ya? Betul. Yang 2.0-nya ya. Nah, boleh Mas kita masuk Mas ke dalam? Boleh. Silakan. Oke. Sekarang kita bahas di dalam rumahnya sama Mbak Yesi gantian. Nah, pas masuk ke dalam rumah emang kelihatannya sampai sana tuh los begitu ya, Mbak ya? Iya. Open space. Luas banget. Sampai sana kelihatan semua. Entar kolam renang tuh di sana. Tapi kita bahas satu-satu dulu dari depan ya, Mbak ya. Nah, ini kan tadi udah sempat dibahas sedikit. Jadi emang ala-ala kafe gitu ya. Kafe. Awalnya memang aku ngelihat di apartemen sih. Ngelihat idenya tuh di apartemen. Rata-rata kan apartemen memang di luar. Nah, karena aku juga pengin punya konsep kolam, enggak mungkin dapur di belakang. Pastikan hawa panas terus ee wangi masakan ya kan. Aku pindahinlah ke depan. Hmm. H. Oke. Pas begitu ke depan aku coba bikin ah ialah nongkrong-nongkrong depan. Jadi buat ada interaksi nanti kalau ada tamu yang kayak tadi dibilang Mas Angga itu Iya. Heeh. Jadi kita kalau mau bikin minuman sambil bisa ngobrol. Tapi asik juga sih. Kalau misalnya nanti kan kita ngebahas juga nih rumahnya jadi kayak karena senang stay juga ya tadi aku ya dengar ceritanya. Jadi emang dibuat ala vila terus dapurnya juga di depan kan. Nah tapi kalau untuk penentuan warnanya nih Mbak Yasi warna tuan rumahnya seperti apa penentuannya? Nah, karena dari konsep Japandi kan, Japandi kan warna grey, putih, sama wood. Warna kayu ya? Iya, warna kayu. Jadi ya lebih kita natural bisa nyatu ke alam, ke tanaman. Jadi kita warna-warna yang natural aja. Jadi biar longless juga ya. Biar sampai sepanjang zaman tuh warnanya tetap enggak ngebosenin ya. Jadi warna aman juga lah. Berarti di sini tuh kan dapurnya dapurnya segaris aja ya, Mbak ya. Komornya di sini. Ini singnya di sini. Terus atasnya ya buat ya. Terus ada cerita apaagi nih? Kayaknya aku ada melihat sedikit ini nih di sini. Ini apa nih Mbak ceritanya? Ini kan kalau kita mau berangkat kerja ya udah taruh-taruh di sini. Kita juga kan enggak punya apa biar lebih gampang juga kan. Terus ini juga buat gantung-gantung. Nah ini ada historinya enggak Mbak? Tadinya pohon apa atau gimana nih ceritanya? Kan kebetulan ada acara pelantikan ya suami yang bikin panggung. Hmm. Nah, ada limbah nih. Bagus. Buat apa dia? Bikin, bikin, bikin dia dibuat gantungan. Wih, keren banget. Jadi bisa dimanfaatin lagi ya ternyata ya. Jadi dari limbah bisa buat kita pakai buat di rumah. Iya. Dan ini bisa buat gantung topi, tas gitu. Sama juga kayak ini ya. Sama story-nya juga sama. Manfaatin limbah yang ada di kita rumah kita jadiin buat di rumah. Keren, keren, keren. Oke. Nah, kalau misalnya ini kan berarti tadinya juga aku dengar itu rumahnya direnovasi dua kali. Benar, Mbak. Awal mulainya seperti apa emang, Mbak untuk layout-nya sendiri? Ini di awal kan memang model dari developer ya. Ee tipe 36. Tipe 36. Ee tadi awalnya nih enggak ada tembok, akhirnya aku jebol semua. Oh, awalnya ada dinding. Oh, oke. Terus ee di atas itu belum ketutup. Eh, setelah renovasi kedua aku tutup e bikin kolam renang di indoor. Wah, menarik banget sih. Berarti tadinya cuman sampai sini terus outdoor gitu ya areanya. Iya, outdoor. Berarti bertahap juga tuh ya. Berarti kalau boleh tahu ini beli rumahnya di tahun berapa? Terus renovasi pertama kapan dan keduanya kapan? Aku beli rumah ini di 2015. 2015. Terus aku renop itu 2017. Heeh. Nah, aku renop kembali lagi di 2024. Oh, baru aja berarti tahun lalu. Baru banget berarti udah ditempatin lumayan lama ya rumahnya kita udah tempatin di sini udah setahun. Oh. Oh, sori. Maksudnya ee Renov itu awal tahun 2024. Hmm. Oke. Juli kita pindah ke sini. Juli 2024. Juli 2024. Oh, udah Juli lagi. Setahun setahun ya. Udah setahun. Wah. Oke oke oke. Nah, sebelum ke sana ini kan kelihatan sebenarnya udah kelihatan semua ya. Mungkin ini dulu kali ini area apa ini? Kalau ini tempat makan kita berdua. Gemes banget tempat makannya. I ini inspirasinya dari mana, Mbak? Karena beda nih. Inspirasi dari suami sih ya. Dia memang punya alat-alat ini kan karena mantan barista tadi ya. Iya, betul. Jadi ya kita bikin tempat makan kayak bar-bar gitu. Iya karena masih menyatu sama konsep dapurnya tadi ya. Dibawa ke sini ya sampai sini. Dan emang ini buat dua orang ya untuk sementara ini ya. Iya. Masih berdua kan. Oke, entar kayaknya bisa dipanjangin juga ya, Mas sampai sini ya kalau udah beramaian ya. Bisa, bisa. Oke. Oke. Nah, di sini kelihatan ada pintu. Ini apa, Mbak? Iya, ini kamar pertama. Boleh lihat? Oh, tapi saat ini masih fungsikan. Oke. Untuk ukurannya berapa, Mbak? Paling 3 * 3. Oh, 3 * 3. Oke. Berarti untuk wardrop ya untuk saat ini? Iya, sementara untuk wardrop. Oke. Tapi kalau untuk pintunya ini juga berarti udah diubah juga ya, Mbak? Ya udah. Kita pintu di sini semua full pakai angel pivot e bebas kusen juga. Iya, benar-benar jadi selamless juga ya, minimalis gitu ya. Oke, bergeser dikit ke sini. Ini ada yang menarik juga ini pintu geser sepertinya tapi dibikin cermin juga. Kayak gimana tuh ceritanya? Sebenarnya sih kan cermin tuh kan kamuflase biar ruangan kelihatan luas, Mbak. Jadi, jadi gimana? Bax pun kita pakai cermin. Jadi kita full cermin biar luas aja. Padahal ini juga udah luas ya, Teman-teman. Mau belakang. Boleh ngintip apa? Ayo, Mbak. Wah, ternyata ini kamar mandi. Berarti ini tuh total kamar tidurnya ada dua ya di depan tadi sama dua. Di belakang. Di belakang. Dan Oh, connecting ya, Mbak ya? Boleh. Eh, boleh. E memang ada pintunya langsung ke kamar utama. Oke, kita boleh masuk bentar ke kamar mandi. Nah, kamar mandinya ini aku lihat dinding dan lantainya semuanya serba abu-abu ya. lebih industrial modern kali Iya iya iya. Tapi ada cerita menarik apa nih Mbak pas kamar mandi? Ngomong-ngomong kan kalau misalnya ini tadi ngedesain sendiri kan berarti. Nah ini yang ngedesain siapa nih? Kamar mandi aku. Nah ini kan tadi kalau developer tuh sebenarnya segini mbak. Oh iya ini tuh pintu ini lorong tadinya. Nah akhirnya aku lebarin. Nah ini ee ada cerita juga kenapa toilet tetap hadap ke sana. Toilet itu enggak boleh hadap ke kiblat ya. He karena kiblatnya ke sana ya. Iya. Kiblat kita ada sandangan kan. Jadi gimana caranya ee toilet tetap bagus tapi juga kita nurut sama orang tua ya udah kita akalin seperti ini. Jadi hadap ke sana tetap dan masih aman sih untuk space-nya ya. Iya sih masih lega juga karena cukup unik ya ngelihatnya. Ternyata ada story-nya seperti itu. Dan di bagian sana untuk area basahnya ya. Jadi sebenarnya dipisah tapi enggak sampai tinggi ya. Heeh. Ini tadi rencananya sih pengin aku kasih kaca, Mbak. Tapi perawatan kaca lumayan juga. Kita lihat. Ah, kayak begini juga masih bagus. Malah lebih lega juga sih. Jadi kayak enggak ada enggak ada batasnya. Enggak ada batas. Betul. Nah, berarti untuk mendesain rumahnya ini tuh kan Mbak ee sendiri semua ya sama suami gitu ya. Enggak pakai arsitek, enggak pakai kontraktor juga. Engak ada. Enggak pakai. Oh wow keren keren. Kita ngambil idenya itu ee dari YouTube juga. dari YouTube Ijak Biftah sama Pinters. Wah, terima kasih. Senang banget nih kita jadi ada inspirasi juga dari video kita bermanfaat, Mbak. Oke. Nah, terus selama proses renovasinya itu berarti makan berapa waktu tuh? Eh, berapa lama tuh? Ee kurang lebih 3 bulan. 3 bulan untuk yang kedua itu kan ya, Bu berarti ya? Iya. 3 bulan sampai full. Sudah sampai kolam renang. Iya. Sampai ke kolam renang. Yang agak lama sih memang kolam renang. Heeh. Heeh. He, itu dari awal Reno bulan ketiga baru jadi. Oke, entar di akhir kita bakal nanyain budgetnya dan kalian bakal kaget sih. Pokoknya kerenlah. Nah, kalau untuk di sini ya udah ee sofa terus ada karpetnya juga untuk nonton TV ya di sini ya. Untuk area bersantai ini tuh kalau udah masuk semakin ke belakang udah enaklah e suasananya udah berasa emang kayak lagi di film menurutku karena ada gumericik air di sini kayaknya yang main ke sini juga pada betah ya. Nah, kalau di sini ada untuk meja kerja ya. Iya, meja kerja untuk berdua kah? Berdua. So, sweet banget berduaan di sini. Ini biasanya ada komputernya dua cuman kita take out dulu. Oke. Tapi sebentar, ini tuh ada cerita juga loh di balik ini loh, Teman-teman. Tadinya katanya tuh kosong aja gitu dindingnya tapi terus gimana jadi kayak gini? Kilat kayaknya. Aku sih yang minta ini kayaknya kosong deh. E, suami langsung, "Ah, kita bikin apa ya? dia cari kayu DIY ya udah kita jadiin frame foto di situ. Wah langsung. Tapi ini emang jadinya temanya emang anak gunung banget sih. Iya full kayu ya. Kerenkeren idenya keren banget. Ininya juga ah keren sih di sini. Nah semakin ke belakang sini. Nah ini musalanya dari dulu pengin banget mbak kalau punya rumah tuh pengin punya musala ya. Mirhab apa mihrab ya. Soalnya kan kalau di kamar juga kan enggak enak tempatnya sepi apa sempit segala macam. Kita punya space di sini. Selain punya kolam, ya udahlah sebelah kita bangun musala. Jadi lebih enak aja sih kalau ada tamu juga di sini semua langsung bisa salat di sini. Dan ini dinaikkan beberapa senti ya. Berapa senti nih, Mbak, naiknya, Mbak? Ada 15-an. 15an ya? Iya. Jadi leveling ya biar enggak kecipratan kalau lagi ada yang berenang juga. Oke. Dan ini tuh di atasnya ada skylight-nya. Iya. Aku konsepin di belakang itu pokoknya harus skylight. Jadi kalau siang malam pun kita matiin lampu kok. Jadi hemat energi juga. Gelap-gelapan E enggak kok terang kalau pas malam maksudnya. Oh, malam terang. Iya. Paling lampu belakang aja sih yang nyala. Oh, wow. Tapi emang asri banget sih. Sampai musolanya aja banyak tanaman juga ya. Tapi e sampai belakang sini suasananya emang tropis banget sih. Vila banget. Heeh. Kalian lihat deh ini kolam renangnya. Itu kamar tidurnya Mas Angga sama Mbak Yesi. Bayangin bangun tidur buka mata langsung ngelihat kolam. Wah. Nah, ini kolam renangnya pasti banyak banget yang nanyain. Boleh diceritain secara detail di sini, Mbak? Ukurannya itu kalau dari sini 3 * 6 ya. Tapi kalau di dalam sih sekitar 2,8 * 5,8. Kedalamannya? Kedalamannya 1,2 full. Tapi rutinkah Mbak berenang di sini? Pertama-tama aja sih lama-lama disewain loh, Guys. Ini ngomong-ngomong sewain ini tuh rumahnya juga disewain ya, Mbak ya? Eh, kita buat ada foto photoshooot gitu ya. Photoshooot video juga bisa kayak gitu. Jadi, kalau misalnya ada yang teman-teman mau pakai rumahnya ini, mau nyewa bisa kontak ke mana? Kak bisa ee hubungin aja ke apa Instagram kita di Umah Ginakinuk. Di situ ada kontak person ke suami saya. Nah, itu teman-teman bisa langsung ditanyakan aja. Kita lanjut lagi ke kolam renangnya. Aku sempat e ngelihat kontennya. kontennya Mbak Yesi sama Mas Angga itu kolam renangnya tuh ada orang yang kayak emang boleh ya kolam renang tertutup semua? Katanya kan enggak boleh punya kolam renang di dalam indoor segala macam. Nah, ternyata setelah diusut dia enggak tahu ternyata kita punya kanopis Lady. Nah, itu dia. Makanya bijaklah dalam berkomentar. Ayo kita buka. [Tepuk tangan] Oke, jadi ternyata ya aman-aman aja sih sebenarnya gitu untuk sirkulasi. Cuma dari awal kan juga udah dipikirkan kan, Mbak, harus ada bukaannya kan pastinya. Iya. Tadinya awalnya kan enggak mau pakai ee atap, Mbak. Tapi kan saya dengar kalau kolam renang outdoor tuh perawatannya agak agak susah. Heeh. Heeh. Matahari langsung bisa cepat lumutan segala macam. Alhamdulillahnya akhirnya aku tutup. Dan apa maintenance-nya agak lebih mudah, enggak gampang lumutan gitu ya. Iya, betul. Heeh. Terus juga kan enggak kena sampah tanaman dari luar, enggak kena air hujan. Jadi aman segini sih, Jadi, jadi lebih enak juga sih perawatannya yang enggak cukup kayak gitu. Tapi tetap dapat cahaya dan udara itu dari atas itu. Betul. Iya. Apalagi banyak tanaman. Aku suka banget sih sama ujung situ. Itu benar-benar lagi berasa di vila Bali ya kalau di belakang sini. Oh iya, ini ada laundry room. Boleh ngintip? Oh, ada laundry room di sini. Malah aku enggak ngelihat. Wah, ini tuh salah satu pertanyaan yang suka ditanyain juga sama teman-teman. Di mana sih ruang cuci jemurnya gitu? Mereka penasaran karena kan biasanya kan ada yang suka jemur di luar. Kalau ini ternyata ngumpet ngumpet di dalam di sini. Jadi emang seperti apa ini? Soalnya menariknya gabung sama ruang bilas. Gimana tuh, Mbak, awalnya? Kan kalau kita habis renang ya enggak mungkin dong kita lari-lari ke kamar mandi utama ya becik segala macamnya. Jadi kayaknya memang harus dibikin kamar bilas plus laundry room juga sama tempat baju-baju. Wih tempat bajunya di sini teman-teman. Iya di sini. Iya iya ya. Jadi di sini juga ada skylight-nya. Jadi juga kering ya. Cepat kering ya Mbak ya. Iya cepat kering. Oke. Wah menarik nih dari depan tadi walaupun open space tapi bisa ngumpet ya ruang cuci jemurnya. Nah, sebenarnya itu tuh aku pengin banget ngerasain dari dalam situ tuh. Mbak, boleh sih. Wah, dipakaiin sliding door full kaca gini. Iya. Jadi bisa dibuka semua sih. Ini kita buka ya. Iya, kita buka full. Wah, adem, Mbak. Wah. Wow. Dari sini poov-nya beda banget loh, Teman-teman. Benar-benar beda banget. Soalnya ini juga kan tidurnya di sini ya, menghadap ke sana, bangun-bangun langsung duduk nih di sini. ngelihat air. Wah, asik banget. Apalagi nih pas ada suara-suara gemeric gitu. Menenangkan Iya. Iya. Terap juga ada ceritanya seperti apa nih, Mbak? Emang dari awal ini yang direncanakankah untuk kamar tidur utama atau seperti apa? Dari awal memang kan kamar ada dua depan belakangnya. Kamar belakang harus hadap ke kolam renang. Oh, ini tadi aslinya tembok sama jendela gitu satu. Hm. Akhirnya kita jebol ganti ke sliding door. Jadi walaupun ditutup pun kalau ini kan lagi pakai AC nih. Walaupun ditutup kita masih bisa ngelihat ke kolam bisa banget. View-nya masih cakep banget di sini. Enggak ngelihatnya enggak ke depan, enggak ke tetangga, Mbak. Tapi ngelihatnya ke kolam. Wah, asri banget. Terus juga ya lebih adem kalau kita buka sore-sore anginnya masuk gitu ya, ngalir Nah, ini dia connecting door ke kamar mandi langsung. Ke kamar mandi langsung. Jadi ee akses untuk ke kamar mandi itu ada dua. Heeh. dari luar atau dari kamar kita sendiri. Oke, berarti kalau misalnya kayak tamu itu dari luar tadi misalnya. Iya. Kalau kita dari dalam langsung tadi kamar mandi Oke, sekarang kita mau ngobrol-ngobrol dikit, Mbak. Yuk, Mbak. Oke, Teman-teman kita udah duduk bareng bertiga. Ada Masga juga sama Mbak Yesi. Nah, ini kita biasanya menanyakan pertanyaan yang ditunggu-tunggu sama teman-teman. Siap. Ya udah, langsung aja. Berarti proses renovasi ini kan dua kali. Itu memakan biaya berapa tuh, Mas? Pakar ee kalau yang pertama udah lama kan ya. Kita h ee hitung yang kedua aja ya. Boleh, boleh. Karena udah lupa kayaknya detailnya gitu. Kedua ini inovasi budgetnya itu sekitar di bawah R juta. Di bawah R juta ya, Mbak ya? Itu sudah sama kolam renang? Sudah. Karena kita enggak pakai kontraktor juga kan. Jadi ee benar-benar minim budget banget tapi hasilnya tetap bagus. Berarti kan sudah ditempati berapa lama nih, Mas? E, Mbak, setelah renovasi kedua kita sudah setahun. Setahunan ya. Heeh. Rumah ini jadi tuh di Juli 2024. Juli 2024. Nah, kebetulan sekarang kan juga sudah Juli ya. Jadi benar-benar ini udah setahun banget kita tinggal di sini. Setahun banget ya. Oke. Dan gimana ee testimoninya setelah ditinggal setahun? Waska atau mungkin ada kayak tadi Mas Angangga bilang di depan renovasi 3.0, 4.0 gitu kan. Amin. Amin. Amin. Ya, mudah-mudahan ee selalu nemu inspirasi terus ngikutin video Mas Mbak juga kan jadi terinspirasi nih buat kita. Jadi ada apa lagi nih yang bisa diselipin? Mudah-mudahan Mas doanya juga biar lancar kita rezekinya. Amin. Amin. Amin. Sukses selalulah pokoknya buat berdua juga nih. Sama teman-teman yang nonton juga sih pastinya. Oke, mungkin ada tips and trik apa lagi yang ingin disampaikan oleh Mas Angga atau Mbak Yesi tentang renovasi rumah? Tentang renovasi ya. Tentang renovasi sih yang paling sekarang kan zamannya ee kita tuh nyari referensi banyak banget ya, Mas. Betul. Tugasnya sih tinggal menyaring nih Nyaring referensi itu bisa di ee persentasiin di rumah sih. Itu aja sih. Oh ya, tadi juga sempat disinggung juga sama Mifta. Berarti ini emang rumah untuk disewakan juga ya, foto video ya. Rencananya sih, rencananya ya mudah-mudahan kalau ada rezekinya gitu, Mas. Oke, rencananya ee ee mungkin yang buat foto session silakan bisa langsung nanti langsung nanya ke mana tuh Instagramnya? Instagram kita di Umah Ginu. Oke, di Umah Gin nanti langsung DM atau ee telepon oke ke kontak yang ada di Bio. Oke. Nanti ketemunya sama siapa tuh, Mas? Dengan saya. Saya Parjo, tukang ikan di Tanjung Priuk. Oke, thank you banget teman-teman sudah nonton. Terima kasih sekali lagi Mas Angga, Mbak Yesi. Kita udah boleh main ke sini. Habis ini kita nunggu dibuatin kopi dulu nih sama Mas Angangga ya katanya ya. Iya, dia bikin kopi. Canggih banget dah pokoknya. Oke, Teman-teman, thank you sudah nonton. Bye bye. Terima kasih. Aku Yesi. Selamat datang di Umah Gin Kinukim soalnya panas jam segini tu. Iya maaf ya. Ev.
