Jungkat

Rumah Low Profile yg Ga Keliatan dr Luar! InspiArsi: Dendy Darman (YouTube Video)

  • 10/06/2025

Oke, hari ini kita akan main ke salah satu rumah yang desainnya unik dan kalau kita lihat dari luar seolah-olah dia tuh tenggelam. Ini menarik deh. Langsung aja kita ketemu sama arsiteknya yuk. Let's go. Halo, Om Dendy. Nun baik baik baik. Apa kabar? Baik. Alhamdulillah sehat terus ya, Om ya. Selamat datang di Bandung, Om. Ini kita kan mau ngebahas salah satu hasil karyanya. Iya. Ini sebelum kita bahas desainnya, Om, ini luas tanahnya berapa? Luas bangunan berapa, Om? Nah, luas tanahnya ini sekitar 400-an. Luas bangunannya sih mungkin 75-an gitu. 75an m². Jadi memang lebih luas area lahannya ya, Pak? Iya, karena ini kan ada di Bandung atas gitu yang kalau menurut gua sih enggak boleh bangun 50% gitu. Walaupun di sini izinnya lumayan sih karena udah banyak rumah kan. Hm. Tapi tetap kayak harusnya lebih banyak ininya lah. Lebih banyak tanahnya gitu dibanding bangunannya gitu. Setuju. Setuju. Setuju. Nah, terus ini kan 75 tuh mungkin 35 yang nempel. Oh, oke oke oke oke. Nah, terus ini yang paling menarik tiba-tiba di sini ada motor. Enggak tadi soalnya soalnya Om di mana? Gua jadi harus ke sini. Jadi gua harus naik motor karena Bandung selalu macet. Om, ini konsepnya gimana Om? Kok kalau kita lihat dari luar kan kayak enggak kelihatan nih ya. Iya. Rumahnya ya. Nah, ini tuh awalnya tanah ini memang dia el apa ee tanah ini ada elevasi gitu dia ada turun ke bawah di bawah jalan jalannya gitu. Oke. Nah, pertama kali pas bikin rumah ini pas banget gitu emang pengin gitu rumah ini tidak terlalu mengintimidasi rumah-rumah sekitarnya. Karena ini kan bisa dibilang apa ya masih apa ya masih daerah perkampungan lah kalau di ini kalau di Bandung. Jadi kayak ini di atas jadi kayak masih bukan rumah-rumah yang padat gitu. Iya. Nah, akhirnya pertama kali pas mau bikin ini ya gua sih pikirnya bagaimana rumah ini tuh enggak mencolok tiba-tiba ada di sini gitu. Jadi jangan jadi jadi benda aneh gitu. Jadi benda aneh gitu. Nah, makanya oh bagus banget pas dia ini ee tetap dipakai. Jadi dibiarin elevasi tanahnya enggak diapa-apain. Jadi kita pas cuman pakai buat carport aja, habis itu kemudian dia turun ke bawah gitu. Jadi ini rumahnya tuh kelihatannya selantai. Kalau dari Iya, dari itu set masih kayak rumah selantai. Padahal sebenarnya rumah ini dua lantai gitu. Aku mau tanya nih, Om, kenapa warnanya tiba-tiba hijau nih, Om? Ya, itu tadi karena kan ini tuh masih hijau di atas. Jadi, kayak banyak pohon di sekitar sini tuh masih kalau perjalanan dari Bandung pusat kota ke sini tuh kayak lu banyak lihat pohon-pohon. Jadi kayak ya dia datang sini tuh penginnya kayak kayak menjadi bagian dari pohon-pohon itu gitu. Jadi makanya gua kita pilih hijau karena ya udah biar dia kamuflase gitu ke sini gitu. Setuju. Setuju. Setuju. Asik. Terus ini salah satu yang mencuri perhatian nih, Om. Pohon apa nih, Om? Pohon. Ini pohon ini. Jadi pohon. pasang di sini karena ya itu tadi semakin menambah kamuflasenya gitu dari luar dan memang kalau dilihat fasadnya tuh kayak dia cuman harus harus ada terlihat satu pohon yang mendampingi mendampingi si rumah si bentuk ini gitu kayak boleh Om kita sambil turun nih Om nah ini turunnya kan turunnya semua jadi dari sini ya dibuat turun aja ke lantai bawah nah semuanya tuh pakai apa ya pakai teraso supaya enggak licin Oh iya iya sih ya iya ya. Oke, kita turun ke bawah. Terasa. Jadi, ini bahan pakai semua material yang di luarnya itu apa ya? Di diinstal di sini bukan dipasang kayak keramik. Jadi karena kayak apa ya? Ini pasti licin kan kalau hujan gitu dipasang ini. Nah, masuk sini baru dia ketemu sama keramik gitu ya. Karena udah menandakan bahwa ini udah areanya. Nah, gini. Jadi asik sih di pas turun tuh kayak kita kayak tiba-tiba rumahnya enggak hadap ke jalan, rumahnya ngadapnya ke halamannya gitu. Karena ya ini salah satu kebanggaannya rumah inilah punya halaman ini. Iya. Luas banget nih Om kan. Nah, jadi dia nah walaupun tanya ukurannya segitu tapi tetap masih punya halaman gitu yang enak gitu karena kebetulan pemiliknya itu tinggal di Jakarta. Oke, jadi ini tuh kayak rumah sewaktu-waktu dia datang untuk bersemedi ini ya apa? Beristirahat dari keramaian semedi ini. Semedi. Benar benar benar benar. Nyari nyari ilham gitu. Terus ee tanahnya juga ini dibiarin aja gitu. Jadi udah dia ada elevasi dari atas. Udah gitu kayak tetap ini existing-nya kayak gini. Jadi kayak cuman cuman rumputnya aja diganti gitu, tapi existingnya kayak gini. Intinya eh apa ya? Waktu lihat posisi tanah ini kayak duh mudah-mudahan tanah ini strukturnya tidak terganggu ya dengan keberadaan benda asing yang mau datang ini gitu. Jadi kayak gitu. Jadi kayak kita ambil aja di sini. Kenapa daerah sini yang kita ambil? Karena sini juga kebetulan yang paling rata. Oh paling rata ya. Nah di sana tuh dia kayak enggak terlalu rata gitu. Boleh kita agak ke situ, Om, biar kelihatan bentukan si rumahnya nih, Om. Nah, ini dipasang nih semua hal-hal yang ibaratnya bisa dikontrol dari Jakarta ini tuh akan nyala sendiri sama dia gitu. Oh, ini ya sprinklernya ya. Iya. Jadi kayak terus rumah ini kan semua apa ya ee mati mati hidup lampunya dari Jakarta dikontrolnya gitu. Semua dia bisa kontrol. Iya. Karena ya itu tadi karena dia tinggalnya di Jakarta tuh. Jadi ini kayak dia bagaimana caranya ini tetap bisa dikontrol. Makanya dari semua dari segi desainnya, dari material yang kita pilih ini semua maintenance-nya gampang. Oke. Nah, pertama kali. Nah, sebelum ke material nih, Om ee kan kalau gua ngelihat nih, Om, ini satu gede, satu bangunan gede dan itu ada yang satu yang terpisah ternyata. Iya. Nah, ini tuh kan punya dua orang anak kan. Jadi, punya anak kecil. Jadi Bandung tuh enak banget kan kayak camping apa gitu kan. Sebenarnya ini posibel buat hal itu. Makanya bikin deck di sini tahunya tenda atau malas kan tiap datang harus set up lagi harus set up lagi harus ini. Jadi akhirnya ini dibuatlah kayak rumah kecil di sini yang mungkin rasanya itu gitu kayak hadiahlah buat anaknya untuk menikmati keseruan itu ya. Ini kalau k lihat ini emang bentuknya unik ya Om ya. Kayaknya emang karya-karyanya Om Deni ini punya bentuk fasad yang cukup unik nih. Ini berarti semua pakai genteng. Heeh. Genteng ini ya, Om? Metal ya, Om? Singalum. Iya, metal. Singalum. Bahkan di dinding di lantai duanya juga ya. Iya. Ya, karena tadi itu karena memutuskan untuk pilih warna hijau. Yang cocok untuk diwarnain itu adalah material seperti metal. Iya. Karena kalau gua enggak suka mewarnain dinding. Karena dinding itu ya kalau enggak warna aslinya warna semen ya warna putih atau abu kalau menurut gua ya. Karena dinding tuh enggak pantas diwarnain gitu kecuali ee interior. Oke kadang-kadang. Nah kalau gua sih kalau ketika mau ngewarnain dinding harus warna biasanya sih ganti material. Oh, oke. Jadi jangan jangan ngwarna di atas semen, di atas acian gitu. Nah, ini kan pengin hijau. Penggunaannya pakai cat warna sintetis kan. Nah, warna itu tuh cuman bisa jabat tangan dengan metal kalau menurut gua gitu. Jadi ini yang ngecatnya ini tuh biasa ngecat mobil jadi Oh, gitu. Iya. Jadi biasanya kalau jadi bukan cat, bukan tukang yang biasanya ngecat dinding gitu. Beda jadinya. He. Jadi ini yang biasa ngecat mobil tahu enggak kalau mobil. Nah, ini cat toko. Nah, dia datang sini khusus ngecat ini gitu sampai setalang-talangnya ini, Om. Semuanya. Heeh. Om, aku tuh e salf sama ini loh. Kenapa tiba-tiba talang kan biasanya pipa udah lurus saja kan dari situ sampai ini tiba-tiba ada dilepas dikit gitu loh. I karena gua ee suka apa ya? Suka kalau tadinya malah penginnya airnya masih kelihatan gitu terus ada yang ada yang nerima gitu. Jadi kayak ada take and give. Oh, gitu. Ternyata filosofinya enggak jadi kayak bagus aja gitu kayak kayak orang lihat, oh ternyata air mengalir terus nanti ada yang terima gitu. Jadi kayak kayak orang tuh hal-hal kecil tuh kayak oh ini sistemnya gitu gitu. Keren, keren, keren, keren. Nah, terus kalau di sini emang untuk terasnya ya, Om ya? Ini terasnya karena ngadap sini kan. He. Dan langsung kelihatan nih bukaannya yang gede nih ya, Om ya. Nah. Nah, dia tuh dibukaannya sengaja digede ya. Karena balik lagi satu ini rumah bagian bawahnya enggak kelihatan dari jalan raya. Oh, iya. Jadi kalau bukaannya gede pun semuanya dibuka kayaknya privasynya masih tetap masih aman terjaga gitu karena ya orang lihat cuma di atas kan gitu. Terus. Nah, pas jadi intinya kalau lu ada di sini ya udah ee antara si apa halaman andalan ini sama living room tuh menyatu gitu. Harapannya begitu. Jadi kayak kayak jangan sampai lu enggak menikmati ini menikmati halaman yang halaman yang yang memang harus lu buang sih kalau punya tanah. Jadi kayak gua tuh selalu menyarankan yang kalau bikin rumah saya, tanah jangan dihabisin ya, soalnya itu sumbangan lu sama bumi gitu kayak sisain lah. Ini ideal menurut gua karena dia menyisahkan hampir 70% mungkin dari tanahnya dia gitu. Tapi bukan berarti sia-sia ya. Ya tetap aja kan ada fungsinya gitu kayak kayak ya menurut gua sih ini mahal fungsinya gitu. Ini ini ini paru-parunya gitu. Dan ya apalagi sih kayak daripada kamar lu jadi gede, mending halaman lu gede gitu ya. Gitu, Om. Sebelum masuk di situ ee kalau gua lihat kayaknya ada satu area teras ya, Om ya. E bukan teras ya. Kayak apa nih berarti ini sebenarnya teras. Jadi kan dia tuh rumahnya tuh enggak nempel ke tanah ke mana-mana enggak nempel. Jadi dia di belakang pun dia ada ada ada shaft gitu kan. Heeh. Oh iya ya. Nah ada pasti. Jadi biasanya kalau kita bikin rumah gitu jadi kayak enggak ada mau nempel karena ya enggak ngeganggu tetangga gitu kalau ada. Terus ini tuh sebenarnya halaman belakangnya gitu. Jadi halaman belakangnya pun sisa dari tanahnya kita kerasin. Karena menurut saya ini tuh kalau sore tuh ini tempat yang paling enak karena nanti mataharinya tuh ke sana kan. Nah dia sore tuh sini. Makanya cocok nih dikasih gini nih kursi nih. Iya. Nah ini juga kenapa rumahnya balik sana ya? Karena di sana itu timurnya gitu. Oh, jadi nanti sore dia ke sana talarinya. Wih, enak banget. Om ni tadi dapat bocoran. Ini kursi produksi dari Oh, iya. Tahun ini studio kita tuh mulai bikin furnitur, produk furniture gitu. Jadi, tapi kan ee apa ya? Kayak ada apa ya? ada pengembangan di studio lah. Karena kan dulu studio studio kita tuh sebenarnya studio desain bukan studio arsitek. Oke. Jadi sampai sekarang pun kita tuh bilangnya kita studio desain. Jadi arsitek itu sub yang ada di studio kita kan. Oh jadi gitu. Jadi kayak kita bikin grafis, kita bikin sekarang tuh lagi bikin produk gitu. produk karena ya gitu Bandung itu gudangnya makers jadi kayak sayang banget kalau setuju gua dan gua apapun yang hubungannya dengan desain gua interest kan karena kebetulan gua tuh dulu basicnya seni rupa. Seni rupa. Nah jadi apa ya? Jadi akhirnya gua tuh di studio kita tuh mulai dari bikin rumah, bikin ee furniture ya kalau itu benang merahnya masih desain. Makanya sekarang tuh desain dari dulu sih setiap kita bikin rumah semua furnitur-nya kita yang buat gitu. H cuman tahun ini pengen bikin retail-nya lah. Jadi kayak enggak perlu bikin rumah sama kita bisa mendapatkan furniture yang kita buat. Boleh boleh boleh boleh. Habis ngomongin furniturnya enggak lengkap kalau kita gak ngomongin home electronics-nya. Kebetulan aku ada rekomendasi kulkas nih. Ini kulkas dari Xiaomi. Namanya Xiaomi Media Refrigerator cross door 510 L. Ini adalah kulkas cross door alias empat pintu yang klaimnya bisa lebih hemat energi. Kok bisa? Karena kita cukup buka salah satu pintunya aja nih. Kenapa bisa lebih hemat energi? Karena suhu dingin yang bagian sini tetap terjaga. Kalau yang side by side satu pintu langsung gini kan ketika kita buka semuanya suhu dingin langsung keluar. Kalau ini kan enggak. Nah, ini yang paling menarik dari kulkas ini. Kedalamannya cuma 60 cent. Jadi slim banget. Kalau kita bandingin sama kitchen set yang rata-rata ada di Indonesia, mereka kedalamannya juga 60 cent. Tapi kita tetap harus spare selebar 5 cent-an di belakang untuk keluarnya hawa panas dari si kulkas. Ini lihat aja hampir rata nih sama kitchen set. Nah, lebarnya 84,5 cm. Standar sih, mirip kulkas-kulkas lain, tapi tingginya 191 cm lebih tinggi dari aku. Jadi, Teman-teman pastiin ya sesuaikan sama ukuran kabinet kalian. Kapasitasnya besar 510 L terbagi tiga zona terpisah yang masing-masing suhunya itu bisa diatur sesuai dengan kompartemennya. Yang pertama di sini ada ruang pendingin. Kapasitasnya 303 L. Bisa diatur suhunya dari 2 derajat Celcius sampai 8 derajat Celcius. Di sini bisa buat nyimpan sayur-sayuran, buah-buahan ataupun minuman seperti ini. Yang kedua ada zona eyes. Di sini kapasitasnya 29 L. Bisa diatur suhunya dari -1 sampai 5 derajat Celcius. Biasanya di sini buat nyimpan makanan yang suhunya tuh harus lebih terjaga gitu kesegarannya. Kayak buah-buahan, sayuran, atau bahkan ASI juga bisa disimpan di sini. Karena biasanya ASI disimpan di suhu 1,7 sampai 3,3 derajat Celcius. Yang ketiga ada zona freezer. Di sini kapasitasnya 178 L. Di sini terbagi menjadi 6 kompartmen. Dan di sini itu bisa diatur suhunya mulai dari -24 sampai-16 derajat Celcius. Biasanya emang buat nyimpan makanan yang harus beku kayak protein-protein, daging, ikan, ayam, nugget, bakso, ice krim juga bisa. Buat ngatur suhunya, kalian bisa pakai panet touch screen yang ada di depan kulkas ini. Buat atur suhu dan modenya kalian juga bisa pakai aplikasi Xiaomi Home. Praktis, kan? Oh iya, ada alarmnya juga loh kalau pintu kulkasnya ini tuh enggak nutup selama 2 menit. Jadi ada bunyinya langsung dan ada notifikasinya juga dari HP. Jadi bisa banget ngebantu kalian yang suka kelupaan nutup pintu kulkas. Oh ya, kulkas ini itu punya garansi keseluruhan sampai 2 tahun dan garansi kompresor sampai 10 tahun. Nah, buat kalian yang tertarik sama kulkas ini bisa langsung cek info lengkapnya di kolom deskripsi di bawah atau langsung check out di marketplace kesayangan kalian. Oke, kita lanjut videonya ya. Oke, sekarang kita bahas dalamnya nih, Om. Karena dalamnya ini pas kita masuk juga aku langsung kayak ini kan kompact banget ya rumahnya nih kecil tapi ada warna-warna yang menarik juga nih. Konsepnya seperti apa, Om? Ya, ini tadi ee rumah ini dibuatnya ya tadi karena kita penginnya udah maintenance-nya gampang jadi dibuat sekompact mungkin. Lantai bawah dibuat semuanya atau ada gitu. Jadi kayak living room sama pantry dining area itu dibuat semua dekat gitu dan ibaratnya bisa ngobrol satu ini sampai yang di depannya lagi main pun bisa ngobrol sama ini. Jadi kayak terus silingnya enggak dibikin terlalu tinggi gitu ya. Karena Bandung tuh dingin. Jadi kalau kita silingnya direndahin pun dia akan lebih lebih hangatlah gitu kalau apalagi ini kan di daerah atas gitu. Jadi kayak siling rendah tuh gua sih lebih rekomendasi gitu apalagi kan kita memang mau ngomongin rumah kom he supaya tangganya pun enggak terlalu banyak anak tangganya terus enggak membutuhkan tangga-tangga yang gede untuk naik ke atas gitu. Iya. Jadi porsinya juga pas gitu ya dengan rumahnya pas. Jadi ini tuh kan iya ya kompact ada semua tapi enggak ada ruangan-ruangan yang berlebihan gitu. Iya. Jadi setiap sudutnya juga ada fungsinya gitu ya. Iya. Karena kan ee siling rendah kalau bukaannya banyak kalau gua bilang mah tetap aja seimbang itu akan terasa terasa tidak sumpek gitu. Benar. Karena kalau ngelihat ke arah sini juga ini semuanya serasa menyatu sih menyatu. Apalagi kalau lihat ke sana kan wah itu udah halamannya ada sekitar apa ya 300 m lebih gitu jadiin halaman gitu kan. Bahkan area hijaunya lebih luas ya, Om ya? Berarti luas ini. Karena tadi saya bilang mungkin cuman 25% ya dipakai untuk ee huniannya. Karena ini kan tapaknya tuh enggak mungkin cuma tiga tadi kan 75 ya mungkin bagi dua berarti kan. Heeh. Heeh. He he. Ya 30-an lah di ininya. Ah ini juga aku tadi dapat bocoran kursi-kursinya ini juga produk dari DFO Store ya. Iya. Iya. Ini kita sekarang lagi ya tahun inilah kita berencana mau bikin jadi kayak kursi. Jadi idenya sih pengin bikin single chair gitu yang kursi ini enggak perlu beli empat, beli satu juga kayak lu beli sepatu gitu. Jadi kayak enggak perlu beli kan biasanya kalau kalau furniture itu harus beli komplit empat atau enam seset. Nah, kita tuh lagi konsen hal-hal yang enggak perlu satu set. Ee menurut gua sih jadi kayak konsepnya nanti ke depannya kita mau bikin furniture yang kayak lu suka, lu bisa bawa pulang gitu. P cuman satu gitu kayak enggak mesti ini ada enggak mesti satu ada serinya enggak enggak gitu. Dan tentunya bajetnya juga yang dikeluarkan enggak lebih ini. Tangganya juga menarik di sisi sininya dibuat multifungsi juga nih. Iya. Karena kan tadinya tuh tangga ini kan harus harus ada apa ya? Ada apa? Bordes di sini. Terus dia harus naikkan. Nah, pas bordesnya itu kan harus ada kolom kan yang harus ada yang nahan gitu. Tapi kayaknya udah aja di bawahnya difungsikan gitu. Sekalian tangganya dibikin jadi satu kesatuan sama rak-rak yang ada di bawah tangga ini gitu. Jadi menyatu ya. Jadi kayak kayak naruh akhirnya tangga ini tuh kelihatannya bukan kayak tangga kayak elemen estetis aja yang ditaruh plek gitu. Padahal ini tangga juga untuk menuju ke atas. Tapi kita ke sini dulu kali. Kalau ini sebenarnya ya cukup kompact juga di sini dapurnya cuman segaris terus mejanya juga ya udah ditaruh yang kecil aja gitu ya Om ya. Terus walaupun kecil tapi dia punya ini gitu. Iya ini ini salah satu yang e salah satu yang saya saranin di awal gitu. Jadi kayak rumah enggak perlu gede, lu masih tetap punya void ini. Kena gua suka sama void. Om ee dia tidak bisa sih diperuntukkan untuk masak ee rendang gitu-gitu. Jadi Oh iya masak-masak cantik. Masak cantik ini cuman kayak beli nasi liwat di bawah makan di sini gitu bisa gitu atau masak Indomie. Benarbenar benar. Nah ini ke sini dulu nih Om. Ini berarti ada apa nih? Di sini ada apa ya? ee apa kloset ya? Nah, dia itu tapi ada showernya juga sih. Oh, cantik. Ini kamar mandi berarti ya, Om? Kamar mandi. Iya. Ee jadi tapi sebenarnya kan ini diperuntukkan buat kalau yang di bawah kan enggak ada kamar. Di atas ada kamar mandi lagi gitu. Tapi ini tetap ada bukaannya. Heeh. Karena itu tadi karena ee supaya enggak lembab kan jadi kayak tetap aja ini semua tuh walaupun kecil dia harus kebuka gitu. Kamar mandinya serba kuning karena ini request dari pemiliknya. Gua pengin banget punya kamar mandi kuning. Nah, tapi kan kita enggak enggak mungkin nge-chat kan. Nah, akhirnya pesanlah tagle yang khusus ini custom apa gimana warnanya? Custom custom karena kuning tuh harus custom karena tapi ini ada zaman dulu tuh home industri di Indonesia tuh udah bikin tegel-tegal berwarna sebenarnya. Oke, jadi ini pesan khusus warna kuning ini karena dia kayak ininya juga, Om. Ininya ini enggak ini udah udah jadi warna kuning jadi. Terus jadi cuman ada kuning dan kayu di dalam sini. Bahkan ini untuk sekat ke area basahnya pun dikasih. Iya. Jadi kan sebenarnya kan ada sekat tapi ya udahlah ee skatnya enggak usah terlalu serius. Jadi kayak ya ee apa namanya? Dibuat jadi fancy aja. Karena memang kebetulan ini tuh tidak terlalu di perancangannya dia enggak terlalu di mungkin darurat aja buat mandi sini gitu. Oh iya, karena ada di atas kan. Oke, sekarang kita ke atas nih. Iya, Om Dendi. Ayo, Om, kita ke atas yuk. Di atas berarti kamar dong, Om. Di atas itu cuman kamar. Nah, makanya terus kamarnya dibuat kecil aja gitu karena Heeh. penginnya tuh kayak ya rumah weekend di Bandung waktunya sedikit ya diusahakan enggak banyak di kamar main handphone. Jadi, ya udah enggak ada fasilitas apa-apa di atas benar-benar. Yang ini malah enggak ada pintunya. Jadi, cuman kayak Oh, buat barengan tidur bareng. Iya, kayak area tidur terbuka tapi kan jadi bisa banyakan. Iya. Jadi kayak sekeluarga terus ini ada gudang kecil di sini. Heeh. Buat naruh-naruh ini naruh-naruh keperluan apa semuanya kayak kayak apa? Spray apa semuah. Pokoknya dia masih punya gudang karena pun butuh juga sih. Karena gua menurut gua rumah sekecil apa gudang tuh kayak apa ya? Kayak kayak yang harus ada gitu. Iya. Dan kayak tadi kata Om Dendy enggak apa enggak terlalu suka dinding dicat. Iya. Jadi jadi ini tuh tadinya ee kalau dindingnya pilih kayu karena memang pengin itu aja kayak pengin rubah suasana aja. Jadi dinding kayu itu menurut saya kerasa gitu suasana kabinnya gitu. Terus kayak apalagi kalau dari Jakarta wah gua ke Bandung, rumah gua kayu gitu. Jadi semua dindingnya ini tutup sama ee tik. Berasa lebih homie juga enggak rasanya? I. Nah, ini ada kamar mandi sini. Nah, ini warnanya merah juga. Ini lebih kayak agak pink juga sih. Iya, agak merah kayak benar-benar dari tegal juga gitu. Teras. Tapi terasnya jadi di malah dibikin kayak ada kolamnya gitu. tempat berendam juga ya. Bis bisa karena kan anak-anak kecil tuh suka gitu kan jadi kayak kolam kayak kolam jadi kayak kayak jaku sibukan gitu tapi dia cuman kayak buat main-main gitu karena showernya juga udah ada sini kan. Iya. Dan di sini emang sengaja dibuka sengaja. Jadi dia memang benar-benar ini kamar mandinya tuh kayak outdoor gitu. Jadi dia enggak punya pintu enggak punya apa. Berarti kalau misalnya hujan masuk domin airnya ya masuk. Karena makanya kan jadi fungsinya itu kolam ya masuk aja nanti dia karena nanti akan keluar lagi ke saluran itu gitu. Tapi bisa ditutup juga, Guys. Bisa. Heeh. Bisa. Kalau di sebenarnya sini belum ada. Harusnya sini ada pohon-pohon sih tapi lebih enak lihat ke sana gitu. Iya iya iya iya. Wah. Nah begitulah. Terus ya ini enggak juga gede kamar mandinya gitu. Jadi semuanya dibikin tuh gampang dimaintenance gitu. Kasalnya lu datang sini lu butuh sejam setengah beres nih rumah gitu. Iya iya iya. Terus enggak perlu orang lain gitu. Tapi kamar mandi juga emang selalu beda nih request-nya warnanya soalnya beda lagi. Iya. Kalau kemarin kan ee masa sih sama gitu kan ya udah kebetulan ee pemesanan materialnya sama cuman ganti warna ya udah kita saranin gimana kalau terraakota gitu. Jadi lebih kan kayu terraakota. Jadi warna-warna yang dipakai tetap semuanya warna-warna alam gitu. Heeh. Heeh. Heeh. Kuningnya kuning tegel kan. Jadi masih ada kuning alam lah, bukan kuning yang sintetis gitu kan. Ini kamar yang salah satu kamarnya yang mm ada maksudnya kamar yang benar-benar ketutup ini cuman satu. Tapi balik lagi di dalam sini tuh enggak ada apa-apa cuman buat tidur dan dia enggak ada fasilitas kayak TV apa gitu-gitu. Terus pencayaan semua dari atas. Jadi kayak dari atas tuh sebenarnya dia ada apa natural light-nya di sini gitu di apa di jendela yang atas. Iya. Dan di sini emang lumayan tinggi karena ngikutin bentuk at ya silingnya. Iya. Heeh. Dan karena kamarnya juga kecil jadi udah kompensasinya silingnya tinggiin gitu. Karena tadi ee semua tuh ditukar gitu. Jadi kayak kamar kecil ya silingnya tinggi, siling rendah bukanya besar gitu. Jadi kayak apapun itu ada kompensasinya gitu. Sip, sip, sip. Eh, kalau apa ya? Kalau ini ya ini mungkin ideal ya buat rumah rumah rumah weekend untuk pasangan suami istri yang anaknya dua gitu kalau menurut gua gitu. Jadi kayak ya intinya sejam setengah nih rumah bersih gitu. Sejam setengah rumahnya bersih soal nih. Kalau enggak, kalau enggak berarti lu yang malas. Oke. Oke, kita lanjut ke bawah lagi, Om. Nah, kita lanjut ke yang ini nih, Om. Kalau yang ini luasannya berapa, Om? Kecil aja berarti ya? Yang ini. Oh, ini 3 * 4 lah. 3 * 4 berarti. Wow. 12. 12 m gitu. Jadi ini ee dibikin lagi dari rumah itu kasih elevasi semeter. Akhirnya jadilah rumah ini gitu. Jadi kayak jadi dari atas turun naik lagi ke sini gitu. Nah, ini sebenarnya rumah ini dibikin karena ada request kayak enak juga ya. Ada camping-camping gitu kayak daripada bongkar pasangbongkar pasang bikin aja semi permanen gitu. Jadi ini semua Oh, jadi ini semua ee pakai gipsum. Jadi langsung gipsum sama shading yang ini yang apa namanya? Langsung pakai luarnya si sing ngalum ini. Jadi dia tidak ada peredam apa-apa. Heeh. Alias dia tidak weather proof ini. Jadi kalau panas ya panas. Kalau dingin ding juga. Kalau dingin ya dingin banget gitu gitu. Terus tapi tetap ada kamar mandinya karena kan dia tuh secara massa terpisah dari rumah. Jadi kayak enggak mungkin kan malam-malam mau ee mau apa ya? Mau ke kamar mandi harus keluar dari terus gelap gitu pada. Nah, ini biru sekarang. Nah, dia itu kayak kayak dibiruin gitu karena request lagi kayak biru lah jadi lebih putih sama biru. Seger banget yang ini ya warnanya ya. Iya ini karena ini memang dibikin lebih fancy lah jadi kayak kayak buat apa ya? Buat ee kayak buat lebih anak-anak ya kalau Iya gitu. Jadi kayak akhirnya ini jadi jadi favorit anak-anaknya jadi pengin ke sini gitu, nginap sini gitu. I iya iya iya. Karena kan size-nya kecil banget kan kayak benar-benar ee kebin gitu ini. Benarbenar. Tapi tetap ya semua kamar mandinya sekecil apapun tetap ada jendela. Ada jendela di ujung situ. Intinya sih ee hunian ini dia kecil tapi dia itu ee apa? Jendela bukaan pesta bukaan lah sama pesta jendela. Jadi kayak kayak itu tuh. Terus dari sini juga kebetulan si elevasinya tuh udah enggak terlalu tinggi gitu. Jadi ada apa ya? Ada kayak bukit-bukit bukit-bukit dari atas lebih tinggi. Jadi kalau kabin itu kita ke sini pun langsung langsung nyatu juga gitu. Jadi kan ya dan bisa lihat kalau sini tuh kayak kayak bangunannya pun separuh dari bangunannya tuh ketimbun sama elevasi tanah existing gitu. Ya udah ini ini adanya aja. Jadi kalau dan menurut gua kalau kita berdiri sini kayak lihat lihat suasana dari sini itu kayaknya apa ya kayak kayak lihatnya tuh kayak satu kesatuan gitu yang yang oh ternyata rumah ini tuh matching sama lingkungannya gitu. Iya iya iya sama hijau juga sama matching sama keperluan kita juga kayak kayak rumah ini tuh gampang diraih gitu kayak kayak berdamai sama kita gitu. Berdamai. Oke, udah selesai nih, Om. Mungkin kita nanti sambil duduk bentar yuk cerita-cerita dikit. Nah, kita udah selesai nih ya, Om ya, keliling-keliling gitu ya cerita asik banget rumahnya. Terus selesai kita duduk di sini nyantai gitu kan. Entar malam kita camping di tengah kayaknya beli-beli nasi itu dulu. Nasi timbal dulu baru kamping. Baru di sini lagi. Balik lagi ke sini. Nah, tadi kan udah keliling rumah ini pasti entar teman-teman nih bertanya-tanya misalnya ada yang mau beli furniturnya hasil dari DSO Store nih. Instagramnya Devo Store tapi belum komplit sih, tapi ya dikit-dikit gitu. Eh, DFO ya. Iya. Eh, Dendy Darman Studio Font object kan. Jadi ee Dev kita jual macam-macam sih kayak ada benda-benda aneh yang kita temukan di jalan kita. Jadi, itu tuh toko kelontongnya studio kita lah gitu. Jadi kita gak nyebutnya toko furniture karena bukan fnitur kadang jual buku, kadang jual selimut, kadang jual baju semuanya ada. Berarti ada jadi toko toko mau yang aneh yang kita mau aja sih. Yang mau aja karena memang dari dulu kita studionya tuh penginnya kita desain apa yang kita mau mau aja. Makanya rumah pun kita juga lebih apa ya kayak antara kita sama ee ownernya tuh ikatan emosional gitu. Jadi semua klien kita biasanya jadi teman gitu. Karena kan kadang-kadang klien juga mengajarkan kita gitu kan apa kayak kita berkembang dari itu gitu semuanya kayak mulai dari klien permintaannya sampai-sampai kita sekarang bisa bikin ee apa ya studio kita bisa bikin macam-macam ee karakter klien ya karena belajar gitu sebenarnya keren-keren berkembang terus ya Om ya dan sebenarnya sih ya itu tadi kita tuh paling suka rumah kecil gitu rumah kecil kalau masalahnya nya pecah tuh kayak lebih kalau rumah besar enggak usah diomongin ya. Oh karena semua masalah bakal pecah gitu karena rumahnya besar lahannya udah ada. Lahannya besar budgetnya besar tapi yang paling enak tuh ee lahannya kecil budgetnya kecil terbatas buat kita itu. Wah gua suka. Nah tuh berarti relate nih sama penonton kita punya pada lahan kecil-kecil bisa nih langsung. Ya, karena ya itu tadi kayak menurut kita ee desain bagus itu yang bisa survive sama hal-hal seperti itu gitu. Kalau itu teh kalauuju kalau duit lu banyak, tanah lu gede ya pasih baguslah. Iya, benar, benar, benar. Kalau enggak bagus berarti lu yang gila. Nah, teman-teman bisa ngontak ke mana tuh, Om? Eh, ada Instagramnya Dendy Darman Studio. Oke. Tuh, Ind. Dendy dan Darman Studio. Dendy dan Darman ya, bukan Dendy Darman. Dendy dan Iya, jadi ada dua orang. Oh iya jadi dua orang bukan nama panjangnya Om. Iya nama e Dendy. Saya Darman itu nama panjang saya. Jadi supaya jadi dua orang jadi Dendy dan Darman. Jadi kita suka suka orang pikir ada dua orang padahal nama panjang gua gitu. Saya aslinya dua orang dua orang kabur kabur kabur. Dua orang sayang. Kalau kalau gua sakit tenang ada gantinya Darman. Oke, makasih banyak nih Om Dendi udah mau colab sama WM. Semoga kita yang terima kasih juga ya. Iya, teman-teman juga makasih banget yang sudah nonton semuanya. Jangan lupa juga follow Instagram kita WKson Miftajan Janah Inspira Homes dan TikTok Wicak Nifta. Dadah. Dadah. Karena banyak penontonnya, Guys. Lihat. Oh, banyak eh apa? Suporter. Siap. Ditunggu ya. Ini daerah tempatnya nasi-nasi liwet enak. Eh, apa ya? Nanti tuh habis kita syuting mereka udah siapin ada nasi liwet apa gitu. H

Lihat di YouTube