Rumah Minimalis Banyak Spot Nyantainya! Inspirahoms: Gemihus (YouTube Video)
Selamat datang kembali di channel Wicak Mifta Inspiraums. Kali ini kita lagi berada di Bandung dan kita mau mengunjungi rumah yang tadinya standar developer, kemudian sekarang dibangun jadi rumah tiga lantai. Cakep banget. Kita ketemu sama ownernya yuk. Halo, nama saya Dedi, pekerjaan saya wirausaha. Halo, nama saya Nadya. Pekerjaan saya ibu rumah tangga. Selamat datang di Gaming Hus. [Musik] Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Kang Dedi, apa kabar? Alhamdulillah baik banget. Alhamdulillah seperti biasa kita terima kasih sudah dibolehin datang ke sini. Boleh kita grebek rumahnya. Sama boleh banget. Oke. Nah, sebelum kita masuk ke dalam rumahnya ini, Kang, e boleh nanya dulu enggak luas tanahnya berapa? Luas bangunan berapa? Untuk lebarnya di 9 m, panjangnya di 12 m. Jadi, keseluruhannya di 108 m. Bangunannya 261. 261 tiga lantai itu ya. Nah, ini, Kang. Kalau aku lihat ini kan emang rumahnya tuh bentuknya kotak-kotak terus dominasinya putih gitu ya. Iya, betul banget. Jadi ee kita pengin tujuannya tuh pengin beda aja dari rumah bawan developer. Oke. Karena ini tadinya rumah satu lantai bawaan developer kemudian diratakan tanah. Iya. Iya. Dibangun dari nol lagi. Dibangun dari nol lagi. Nah, itu tadi pertimbangannya kenapa tuh, Kang, enggak direnovasi atau lebih memilih dibangun dari nol? dari modal juga kayaknya enggak terlalu jauh ya dari misalkan renovasi sama bangun dari nol itu. Karena sebelumnya ada pengalaman juga rumah yang dulu tuh kita renovasi sedikit-sedikit ternyata habisnya gede kayak gitu. Jadi kenapa enggak sekalian dari awal gitu ya? Iya gitu. Makanya sekarang tuh kayak ah kapok renovasi mending bangun aja dari nol kayak gitu. Benar sih karena kadang ketika renovasi ada aja kan yang kita kelihatan di balik dinding itu kan. Betul. Iya betul. Nah terus Kang ee dibangun pakai arsitek atau enggak? Eh, ini kebetulan pakai arsitek. Teman saya sendiri, tetangga ee namanya Kang Dick. He. Eh, Instagram-nya P Furniture. Oke. Oke. Jadi dibangun sama tetangga biasanya jadi ada special price enggak si? Nah, itu itu keuntungannya bangun sama yang kenal kayak gitu. Bangun rumah sama yang kenal terus bikin desain sama orang yang kenal gitu. Keuntungannya. Oke, menarikmenarik. Nah, ini kan kalau kup perhatikan dari luar emang seperti ada dua masa bangunan gitu ya, sama yang sini sama sini gitu ya, Kang ya? Iya. Jadi kayaknya ee untuk yang tengah itu kan kayak balkon ya, balkon tapi ditutup sama roster dan kanan kirinya itu ee kamar sih kayak itu sama ruang kerja Oh, kamar sama ruang kerja. Cuman yang sebelah sini finishingnya dibedain ya di kamrot. Iya, ada kamprotnya kayak gitu. Oke. Nah, terus pas ketika di bawahnya jadi disamain sama atasnya atau gimana, K? Karena sini ada carpot, sini ada carp gitu ya. Ee menyesuaikan ya dari atas sampai eh dari bawah sampai ke atas tuh menyesuaikan gitu. Jadi enggak perlu ribet dari strukturnya kayak pondasinya kayak gitu. Jadi lebih mempermudah juga ya pas pembangunan ya. Iya betul banget. Dan lantai tiganya ternyata enggak langsung kelihatan ya, Kang, dari sini ya. Kalau dari bawah enggak kelihatan sih. Oke. Kecuali dari atas sana mungkin ya kelihatan. Oke. Nah, ini kuperhatikan juga memang banyak sekali tanamannya di rumah ini. Apakah karena hobi atau gimana ceritanya? Eh, kebetulan ini tuh kayak perumahan baru ya, jadi belum banyak pohon-pohon kayak gitu. Makanya inisiatif buat lebih banyak penghijauan kayak gitu. Dan kebetulan si konsep rumahnya kan kayak modern tropis kayak gitu. Makanya sesuai konsep aja gitu. Makanya sini ada tanaman sini juga. Bahkan juga di dalam ya. Iya, di dalam sampai ke roof top. Oke. Dan ini juga kalau aku merhatikan lagi ternyata kanopinya ini tuh kanopi tapi seolah-olah nyatu sama bangunan gitu ya. Iya betul banget. Ee ini kita untuk plaaponnya pakai VPC ya kalau enggak salah ya. Oh jadi lebih tahan dari hujan kayaknya lebih bagus aja dari gipsum kelopon biasa kayak gitu. Benar sih karena kalau ditaruh dibuat di odor ya harus yang tahan air juga ya kan Iya betul banget ya. Makanya pas jadi kan biasanya ada kebocoran kayak gitu kan. Iya. Terus jadi ee makanya pas kemarin selesai itu ada sempat bocor makanya enggak panik. Ya udah gitu tinggal dicari aja bocornya di mana, ditambal udah beres kayak gitu. Jadi enggak ngerusak ke plaaponnya. Oke. Terus ini ternyata ada bentangan besinya ya full selebar 9 m ini. B. Iya betul banget. Ini tuh kayak besi WF ya namanya. Heeh. He ini tuh kayak alternatif sih. Tadinya tuh pengen beton kecor kayak gitu, cuman kata si kontraktornya ee yang bangunnya enggak bisa kalau 9 m. Jadi harus ada tiang di tengahnya. Nah, makanya saya konsul lagi ke si desainernya. Ya udah dia nyuruh pakai ini, pakai BCWF. Iya sih. Dan kesannya jadi lebih ringan juga sih kan daripada coran beton kan kayak jadi penuh gitu kan. Diitung-hitung lebih irit juga ya. Nah, ngomong-ngomong soal irit nih, biasanya kan ada nyambung budget juga. Nanti di akhir kita akan bahas budgetnya ya, Kang ya. Kita tanya sama ternyata Kang Dedi juga mau jual rumah ini ya, Kang. Eh, iya betul banget. Sayang banget sih sebenarnya ee baru setahun ya tinggal di rumah ini. Kepaksa harus dijual sih karena harus pindah juga ya. Nanti detailnya akan kita bahas di akhir. Oke, kita lanjut ke sini nih, Kang. Ayo. Jadi, semua serba putih tapi di kusennya ada yang hitam. Cuman ini apa, Kang? ceritanya nih, Kang. Ee kalau bulat ini sih kayak buat beda aja sih dari rumah sebelumnya kayak gitu. Kebetulan kan ee rumah-rumah sekarang mungkin banyak juga ya yang pakai bulatan-bulutan kayak gini. Makanya saya request ke si desainernya, arsiteknya buat di pasarnya itu kayak ada bulatan sama di roofnya kayak gitu. Oh, di roof nanti ada. Di roof top juga ada. Emang jadi paling menarik nih kayaknya salah satu vokal point-nya dari Gaming Hus ya, K. Iya, betul banget. Dan yang di sininya ternyata ada area santai ya di balik si taman ini ya. Iya. Heeh. Enak aja sih buat nerima tamu kayak enggak penting-penting banget. Terus kayak bapak-bapak yang suka ngerokok mungkin lebih enaknya di sini ya di teras kayak gitu. Sudah disajikan kan tempatnya tempatnya Kang Dedi juga bertapa di sini kayaknya. Nyaman banget di sini emang. Oke. Ini di bawahnya ada apa sih, Kang? Ee ini tuh kayak awalnya kan di bawahnya itu ada mesin air. Ya udah daripada enggak enak dipandang kan mending kita tutup aja. Jadi bisa dimanfaatin buat kayak nyimpan sepatu, sendal, sama peralatan lainnya lah. Oke. Nah, kalau yang sebelah sini ya udah carpot aja gitu juga ya. Iya. Jadi double ya bisa masuk untuk dua mobil kayak gitu. Baik di sini atau yang di sana. Iya, betul. Oke. Ini juga kelihatan ada bukaan jendela yang besar nih ke kamar juga. Iya, langsung ke kamar. Jadi kalau misalkan bangun pagi kita buka gordennya ya udah langsung ke sini ke depan rumah kayak gitu. Berarti untuk area masuk ke dalam rumahnya berada di tengah-tengah dari si rumah. Iya, betul. Jadi kayak rumah pada umumnya sih. Jadi lebih simpel aja kayak gitu. Enggak terlalu banyak penutup atau apa kayak gitu di pasnya ya. Dan ini ya padupadanya emang ee rumah tadi ya apa tropis ya minimalis tropis. Makanya di sini ada pintu kayu solid yang ini cukup lebar ya dan full ternyata dari bawah sampai atas. Iya betul banget. Untuk lebarnya ini kurang lebih 1 m ya tingginya di 3 m. Oke. Wih, cakep banget sih. Jadi iconnya juga rumah ini. Dan ini ada jendela yang dikasih kaca film juga ya. Iya, betul banget. Jadi kalau dari luar mungkin enggak terlalu kelihatan ya. Jadi kalau dari dalam kita jelas banget ngelihatnya. Ini ada karet kebunnya. Terus sama ada lampunya. Iya. Nah, ini spot nongkrong nih kayaknya. N kebetulan kan saya tiap hari di rumah Iya. Kerja di rumah juga. Apalagi kalau malam lebih sering sih malam di sini kayak gitu. Iya. Oh, gitu. Oh, pasti sambil ini nih e bertapa dulu. Makanya nyari yang di luar nih. Boleh kita masuk, Kang. Bag silakan. Oke, sekarang kita lanjut ke dalam rumahnya. Pas masuk ke dalam rumahnya, wah emang berasa luas banget ya di sini ya, Kang ya. Betul. Iya. Ee sebelumnya kan pas bawaan developer itu ada tiga kamar, semuanya di lantai satu. I tapi sisanya kita aja kayak gitu kayak ruang komunalnya ya di sini buat emang tempat berkumpulnya. Iya betul banget. Dan kebetulan kan ada anak kecil ya terus lagi senang-senangin main sepeda ya udah makanya enggak terlalu banyak isian rumah dikosongin kayak gini biar dia tuh main di dalam kayak gini biar juga gitu. Jadi emang di sini sengaja ya biar bisa main juga area bermain juga ya. Jadi kalau misalnya masuk kan langsung ketemu ini living room, dining, kitchen semuanya nyatu ya di sini ya. Dan emang sampai dalam pun warnanya masih konsisten putih nih. Iya. Jadi biar kelihatan clean aja sih. Jadi bersih, terang kayak gitu sesuai konsepnya lah. Berarti dari depan putih masuk juga tetap putih, cuma masih ada unsur-unsur kayunya sama tanamannya gitu ya. Merencanakan ruangnya ini gimana mendesainnya? Seperti apa sih? Ee awalnya sih kalau menurut desainnya si apa sih? Si kursi ini si sopanya enggak di sini sih. Harusnya di situ tuh ada kayak bench atau apa. Mungkin jadinya sempit ya. Makanya si sopanya satu ya biar dipindah-pindah aja gitu. Kalau misalkan anak pengin main di sini kita pindahin ke sini si sopanya kayak gitu. Jadi kalau misalnya bosan juga bisa dipindah-pindah ditukar-tukar aja. Ini aku ngelihat juga yang ini emang bagian sini enggak ada yang build in ya. Jadi emang furnitur-nya bisa dipindah-pindah gitu ya. ya. Oke. Terus di sini di depannya ada TV. Wul kayaknya jaraknya pas enggak sih atau lumayan jauh ini, Kang? Bet. Ee mungkin kalau dipikir-pikir kayaknya pas aja sih. Karena lebih sering buka YouTube kayak gitu ya, terus dengerin musik ya udah kan enggak perlu ditonton. Yang penting dengerin aja kayak gitu ya. Nah, di sini kan untuk area tangganya berarti ya, Kang ya. Dan ini untuk penyimpanan di sini berarti. Ee jadi di sini itu kayak buat nyimpan sepatu sama apa aja yang sering dipakai setiap harinya saya itu jadi biar gampang aja yang gampang ngambilnya lah yang sehari-hari dipakai ditaruh di sini. Nah, untuk dapurnya sendiri ini emang request teh Nadia atau seperti ee untuk dapurnya ini teh sebelum kita bangun rumah ini si dapur ini udah ada kitchen setnya. Oh. Terus yang yang bikin kitchen juga si kebetulan sama arsiteknya juga sama satu orang yang sama. kita yaudah kitchen setnya jangan sampai enggak kepakai akhirnya dipakai makanya layout si ininya disamain sama dapur awal kayak gitu oh justru rumahnya yang mengikuti kitchen setnya gitu akhirnya tetap letter L kayak gini dan masih nyaman juga ya masih nyambung juga ya nyaman dah sama tema rumahnya karena kan di sini juga kayu-kayuan walaupun mungkin di kitchen setnya ini warna kayunya lebih tua ya iya lebih tua karena emang rumah awal kita itu lebih warna-warna kayak gini. H yang bedain sama tema barunya kayak gini lebih mudah ya. Lebih mudah coklatnya sama agak kontras ya tapi buat pembeda aja sih kayak gitu. Iya benar benar. Nah terus yang asik tuh di sini nih. Kalau misalnya di sini masak bisa langsung disajiin ke sini. Nah iya makanya kita kita enggak enggak ada meja makan ya. Nah kita ke sini nih kan. Iya betul banget. Ini teh kayak miniar Tapi kita pakai buat makan aja di sini. Makanya di sini tuh kayak enggak ada meja makan. daripada pakai meja makan, mending kita mempetin yang ada aja kayak Jadi kalau misalnya mungkin bisa lebih bersantai, makannya bisa di mana aja juga ya? Iya. Kalau orang Sunda mungkin makannya di mana aja sih ya, kadang di tangga, kadang di lantai kayak gitu. Lesean tangga juga lebih enaknya kayak gitu sih. Santai jadinya ya. Jadi lebih santai. Nah, kalau ini ngomong-ngomong santai ini berarti ruang santai atau Iya, betul banget. Di sini tuh harusnya ada deking ya, cuman kayak buat apa sih ya? Kayak belum butuh-butuh banget. Ya udah kita pasangin tikar, beli beinbag. Ya udah buat santai aja di sini. Buat santai di sini. Dan kalau misalnya kita di bagian sini itu tuh tinggi banget si. Iya tinggi banget. Lumayan bisa 12 m lebih lah. Oh sampai atas itu? Iya sampai atas ya. Kalau siang-siang mungkin lumayan panas ya. Oh biasanya kalau siang juga lumayan panas ya. Iya lumayan panas. Makanya kipas angin harus tetap nyala. Iya karena di nanti tuh di tangga juga ada Skylight ya. T ngintip sih. Iya betul. Memang kayak konsepnya kita pengen rumah yang terang banget. Heeh. Makanya si lampu-lampu kadang kalau saya tuh enggak pernah kepakai. Benar-benar irit banget. Hemat banget dia. Hemat banget. Oke, ini ada dua pintu. Kita ke mana dulu? Ke sini. Eh, mungkin sini dulu ya yang lebih kecil sesuai ukurannya. Ini teh powder room ya. Tapi emang sengaja dibedakan gitu ketinggiannya. Eh, awalnya gini ya. Kita tuh sebelum dia bangun baru banget beli pintu buat kamar mandi. Tadinya bisa dipakai lagi, ternyata pas dilihat lihat kok beda ya sama yang konsep barunya. Makanya kalau mau ngubah ngubah ukuran itu kayak PR lagiah. Kayak harus nunggu lagi finishingnya akhirnya ya udah jadi lebih kecil dulu. Oh iya enggak silakan. Berarti ini powder room lebih untuk ke tamu juga ya sebenarnya. Tapi ketika lagi beraktivitas di bawah juga berarti kepakai juga ya. kepakai insyaallah ya tiap hari kepakai apalagi ada anak kecil kan tiap hari bisa berapa kali kan keluar masuk kamar mandi kayak gitu. Oke lanjut ke sini ke sebelahnya. ini kamar tidur berarti. Iya kamar tidur utama. Jadi kalau di lantai satu cuma satu kamar aja si lebarnya itu 3 m ya kayaknya. Belakangnya sampai ke kamar mandi mungkin 6 man lah. Oh lumayan juga ya di sini. Jadi pembagiannya di sini untuk area tidurnya terus dapat jendela besar juga. Iya betul banget. Dan masuk ke sini tuh ada kayak walking closetnya gitu ya. Iya, betul banget. E tadinya mungkin di sini tuh kayak ada lemari yang kecil aja sih ya. Berhubung ini mungkin endosun ya, sayang juga kalau enggak dipakai ya. Makanya kita simpan di sini aja. Dan alhamdulillah kepakai. Kepakai banget ya. Dan pas ukurannya. Boleh ke lihat kamar mandinya enggak? Kamar mandinya apakah putih juga? Kalau yang tadi kan hijau. Oh ini putih semua. Wah lumayan luas ya kalau kamar mandinya di sini. Iya. Lebarnya itu kayak 3 m * 18an lah. Oke. Dan pas masuk dia kalau misalnya ke kanan tuh area basahnya ya. Iya. Dipisah kayak gitu. Terus masih ada ventilasi juga di situ. Nah, itu e yang masuk ke yang tadi yang ada binbag-nya. Iya. Jadi di sini juga dapat gitu ya. Dan emang putih semuanya di sini konsepnya sama sesuai pas rumah ya semuanya sama. Pengin putih aja gitu. Jadi ya enggak terlalu banyak warna aja gitu. Oke. Jadi ini rumahnya udah sesuai dengan yang diimpikan, Kak. Iya, betul banget. Alhamdulillah sesuai banget sih. Udah ya. Berarti habis ini katanya mau bikin rumah lagi. Entar kalau bikin rumah lagi putih-putih lagi atau beda tema nih, Kang? Kayaknya lebih ke kayak gini ya. Udah cocok ya. Oh, udah cocok. Tetap putih-putih berarti lebih gampang sih kayak ngurusnya. Terus kayak kita mau nempelin warna aja gitu. Warna apa aja cocok aja gitu. Cocok. Benar. Kalau untuk penempatan tangga dari awal emang ya udah di sini Ee sebelumnya tangga tuh enggak di sini. Oh, harusnya di sebelah kiri. Cuman dipikir-pikir kata si desainernya lebih cocok di sini kayak gitu. Akhirnya jadi kayak gini. Dan tangguh nyaman banget. Lebar ya cukup sekitar berapa ya lebar? Lebarnya mungkin di 120 lebih ya. 120-an lah kalau untuk lebarnya. Jadi kalau orang lalu-lalang tuh juga enak ya. I makanya kayak bawa lemari, bawa kasur gampang banget. Aman banget. Benar. Kalau ini tangganya udah enggak diragukan, Guys. Terus di atasnya ini yang tadi aku bilang ada skylight-nya Nah, iya. Sky-nya di sini totalnya ada empat sih. Tujuannya itu buat ke lantai satu tuh lebih terang aja gitu. Jadi enggak di lantai du aja terangnya. Lantai satu juga tetap terang kayak Ini kalau misalnya kalian ngelihat emang ada lampu yang dinyalakan emang untuk kepulan syuting. Iya betul banget. Sebelumnya sebenarnya enggak butuh-butuh banget sih kalau si butuh enggak butuh lampu sih gitu sebenarnya. Ini udah terang benderang Terang banget ya. Iya. Terus di bagian situnya dikasih kamrot ya kam ya. Jadi terus ada tali air. Tali airnya jadi enggak terlalu polos ya. Iya. Jadi biar ada seninya lah. Nah, di lantai dua ini ada apa aja berarti? E ini sih lebih ke ruang keluarga ya. Kalau misalkan di bawah kadang kan suka ada tamu ya. Terus mungkin tamu kayak keluarga besar jadi bisa nampung di sinilah. Jadi di bawah di atas. Iya betul banget. Karena jadi banyak tempat lah ya. Iya. Makanya request ke si desainernya tuh pengin rumah tuh banyak tempat santai aja kayak gitu karena emang rumah buat santai gitu. buat menikmati lag dan airnya udah tercapai ya. Iya, alhamdulillah tercapai. Lumayannya lega banget sih, banyak tempat bersantainya. Bahkan aku pikir tadinya kamar loh. Bukan ya? Bukan. Ini harusnya sih jadi ruang kerja Oke. Jadi tadinya ini mau dijadikan tempat kerja, ruang kerja. Iya. Kebetulan kan saya dan istri itu emang tiap hari di rumah ya. Kebetulan saya juga kerja di rumah. Awalnya itu buat ruang kerja tapi ternyata kita tuh enggak butuh-butuh banget gitu. Oh. Oh. Ya udah. Si istri itu inisiatif buat ya udah tambah kursi aja di sini terus buat lihat ke jendela ini. Karena kalau hujan tuh lebih enak aja e duduk di sini. Syahdu gitu ya. Sambil ngelamun di sini gitu. Ini teman-teman tahu enggak ini tuh di balik ini loh yang tadi kita lihat pasar itu dari di tengah-tengahnya itu ternyata ini bukan ruangan kamar atau apa ya? Iya lebih ke ventilasi sih. Jadi kan terlalu terang nih rumah tuh. Jadi harus angin yang masuk ke dalam tuh harus banyak kan. ngalir juga ya. Kalau enggak cuman panas aja panas aja yang ada gosong gitu. Terlalu terang ya. Atasnya juga kebuka lagi nih. Iya. Sky lagi ya cahaya matahari ini kalau misalnya jemur baju di sini kayaknya di mana-mana langsung ter di mana-mana bisa sih. Dari lantai satu juga bisa di tangga kan. Iya di tangga semuanya bisa. Di sini juga ditambahin ala-ala bench gitu ya buat bersantai. Wah asik banget. Iya. Kadang juga diubah jadi tempat main PS sih kayaknya. Oh. Kalau lagi ada teman-teman yang main ke rumah, ya udah di sini kita kebetulan ini juga kan ditutup ya. Ada sliding door jadi kalau misalkan buat ngerokok jadi aman. Oh emang ini sebenarnya tempat merokok gitu enggak bilang dari awal ya teman-teman. Putarpter putarpter dulu itu deh ya intinya intinya itu sih. Jadi cocok bangetlah buat bapak-bapak yang suka ngerokok. Ini juga aku suka sih. Sliding doornya kan besar banget nih. Dua doang dua pintu. Terus kelihatan juga ya jadinya dari dalam kelihatan keluar juga dan masih kesan luas ya, Kang ya. Nah, ini kita ke mana lagi nih, Kang? Mungkin sini dulu ya. Pintunya sini dulu ya. Ini tuh kayak tempat main anak aja sih, bukan kamar. Oh, bukan kamar ya. Bukan kamar ya. Jadi dia tuh masih kecil jadi belum bisa misah kayak tidurnya itu masih bareng orang tua. Ya udah kita jadiin dulu tempat main aja. K lebih ke ruang bermain ya di sini. Dan ini lebih ada warnanya ya. Nah, iya. Kebetulan anaknya laki-laki jadi suka banget mainan-mainan kayak gini. Ya udah. Ini ukurannya berapa, Kang? Ukurannya di 3 m * 32 kayaknya. Hmm. Tapi di situ ada pintu lagi ke Oh, ini ini gudang sih. Oh, ini gudang. Jadi ini tuh memanfaatkan ee kayak tempat di bawah tangga yang ke lantai 3 daripada kosong kan mending dipakai buat gudang aja sih. Wah. Buat mainan-mainan gitu ya. Iya. Jadi mainannya semuanya di sini gitu. Mainannya udah tertutup semua di situ. Iya. Daripada berantakan, ya udah kita b yang dipajang yang kayak gini ya, Kang. Nah. Iya. Favoritnya dia nih. Kita lanjut lagi ke sebelah ini. Kalau ini apa nih? Ee kalau ini kamar mandi sih. Oh, ini kamar mandi ini. Iya. Ini ruang tidur tapi buat tamu sih harusnya cuman kebetulan lagi banyak barang. Ya udah mungkin next time aja ya dipelilnya ya. Boleh ini lihat kamar mandinya. Wih. Hampir sama ya kayak di bawah hampir sama ya sama persis. Cuman bedanya di sini tuh kayak WC jongkok sih karena di orang Sunda tuh wajib banget kayaknya ya kayak WC jongkok tuh harus ada di rumah gitu. Oh gitu. Oke. Oke. Akhirnya dan alhamdulillah kepakai banget itu. Oke. Nah itu ada pintu lagi di situ. Ee ini awalnya itu buat kamar tidur ini ya art Cuman berhubung kita banyak banget barang ya udah kita jadiin gudang dulu sementara. Oh, oke. Buat penyimpanan semuanya di situ ya. Jadi kayak barang-barang yang jarang banget dipakai kita simpan di sini. Kecuali yang sering kita pakai simpannya di bawah di lantai satu yang lebih. Jadi totalnya ada dua gudang. Oh, iya iya. Oke. Nah, kalau dari atas ini kita bisa ngelihat juga ke bawah ini Iya, jelas banget ya. Tuh, jadi masih bisa kayak ngobrol juga sama orang yang di bawah ya. Iya. Makanya kalau istri lagi beres-beres di bawah, saya di atas, ya udah tinggal kita lihat ke sini aja udah kelihatan kayak gitu. Terus ada masih ada lagi ter ini lebih ke ini ya, roof top sih ya. Roof top sama laundry room. Wow. Dan tangganya masih sama ya pakai conwood kayak gini. Warnanya tetap sama sama yang di bawah. Iya. Tetap sama. Wih. Nah, itu nanti cakep banget tuh. Kita ke sini dulu karena ini juga salah satu yang sering ditanyain orang kan dari kita sudah ng-review ruang cuci jemurnya di mana? Di sini ternyata. Nah, kebetulan kan e banyak di rumah ini yang belum saya upload ke Instagram, khusus di YouTube aja buat. Iya, betul. Ini perdana berarti. Perdana banget sih. Berarti kalau teman-teman nanya di mana orang cuci jemurnya? Di rantai paling atas di sini mencuci terus jemur. Kalau ini jemur. Ini mungkin buat bilas-bilas aja sih. mungkin bisa kayak cuci karpet atau apalah kayak gitu. Cuci sepatu ruang mencuci juga lah ya di sini. Nah, ini dia. Atasnya juga tetap ada sekali lagi. Iya. Soalnya juga untuk menjemur ya, Kang ya. Iya. Makanya kalau hujan ataupun apa tetap enggak keganggu kan kayak Jurang aman banget ya. Aman enggak usah perlu lari-lari ke nah iya betul banget ya. Dan di sini ada tangga monyet menuju ke atas maintenance ya atasnya. B ke situ tuh. Kalau ini menarik banget sih menurutku di atas. Wih, view-nya bagus banget pas lagi cerah banget. Tumben nih gunung-gunungnya kelihatan nih. Biasanya kan lagi apa ya? Polusi ya. Sekarang lagi cerah banget. Oh, karena kemarin mungkin habis hujan ya. Iya. Langsung ya? B. Iya betul banget. Wih. Bagus banget sih di sini. Tapi pas waktu awal ini ee ngebangun rumah ini emang udah tahu di sini bakal mau ada roof topop? Eh, sebenarnya dari awal tuh desainernya udah ngasih di sini tuh ada roof cuman segini segini aja. di sini tuh harusnya atap kayak biasa kayak gitu. Cuman saya tuh di kayak dikasih tahu sama si kontraktornya, mending ini tuh dibangun full roof top aja kayak gitu. Soalnya kayak nambah budget sedikit aja sih ya. Wah, bagus banget ya. Tapi kenyataannya ini sehari-hari sering dipakai enggak? Benar-benar dipakai. Kebetulan kan ee kalau istri cuci pakaian kayak gitu, habis nyuci ya ke sini. Hiburannya ini ya di sini ya. Kalau di sini berarti enak juga ya kayak sore-sore pagi-pagi ini aja. Bahkan sekarang tuh ya siang sih menjelang tapi enggak panas gitu loh. Iya karena emang anginnya lumayan ya. Anginnya lumayan banget. Lumayan kencang. Wow. Kita bisa melihat rumah warga di Iya betul banget. dan ke kota Bandung. Jelas banget deh. Iya loh. Ini kebetulan emang lagi cerah banget. Tapi ini nih yang tadi sempat dimention juga pas di depan ya, Kang ya. Ternyata ada lagi di sini lingkaran ini. Iya, betul banget. Kebetulan di sini tuh kayak kita banyak teman-teman ya yang rumahnya pada dekatan. He. Dia tuh kayak iseng aja ngvideoin ini rumah kamu bukan gitu. Kayak ada bulutnya dirup kayak gitu. Makanya jadi ciri khas aja gitu. Justru ini ciriasnya pada akhirnya. Ya betul banget. Kadang saya juga suka iseng sama istri kayak beli makanan ke atas sana, iseng-iseng video. Ternyata benar ee ruptok itu beda dari rumah orang lain kayak gitu. Bagus banget sih. Terus ke sini tuh ada apa lagi, Kang? Ee ini lebih ke pembuangan ya. Air yang dari depan semuanya ke sini sih. Kayak talang air kayak gitu ya. Heeh. Berarti semuanya ke sini ya. Terus kita bisa ngelihat dari atas juga nih dari tadi ini. Nah, iya. Agak ngeri sih. Enggak kelihatan sih. Tapi kan Iya enggak kelihatan karena agak kotor Iya iya iya. Ternyata kalau misalnya ini ditutup entar sebelum mengakhiri ini ya. Ini tuh ternyata gini loh pintunya di sini. Nah, iya soalnya dari tadi kan enggak ada pintu kayak gini di bawah. Ini yang ngebedain sih. Jadi kita tuh cerita ke si arsiteknya kalau kita tuh sering ke kafe ini, ke vila ini, terus kita bikin ruptop tuh mau sama yang kayak gini lah gitu ya. Makanya dibikin Iya sih di bagian atas ini kayak villa banget. Iya, kerenkeren. Oke, kita habis ini closing. Ganti orang dulu. Oke. Nah, ini kita udah duduk di depan para kaktus nih. Oke, ee kita udah house tour lengkap nih dari lantai 1 sampai lantai 3. Nah, saatnya kita menanyakan berapa sih, Kang, budget pembangunan rumah ini waktu itu? Kalau menurut RAB ya, he di 1,7-an sih, tapi kontraktor itu cuma jasa aja sebenarnya. Jadi untuk materialnya kita beli sendiri cuman bayar jasanya aja jadi lebih murah lah kehitungnya ya. Lebih murah. Terus kita juga bisa ngatur nih gimana mau kualitasnya yang kayak gimana. Lebih bisa pilih sendiri sih kayak gitu. Karena kita sendiri yang nyari, kita sendiri yang ini ya langsung ya. Oke. Dan seperti yang tadi kita bilang di awal, gimana tuh, Kang, ceritanya kok rumahnya mau dijual bagi ini loh. Aduh. Iya. Sebenarnya sayang banget ya. Baru setahun ya di sini sayang banget. Udah nyaman banget ya sama istri, sama keluarga. Kepaksa aja sih ya karena tuntutan pekerjaan. Berarti kalau untuk harganya misal itu teman-teman yang tertarik gimana tuh, Kang? Ee bisa cek aja sih langsung ke Instagram-nya Gamy Hus. Ya, kebetulan kita udah posting juga terus di caption-nya udah dicantumin juga sih untuk harganya. Oke. Nah, Teman-teman langsung cek ke situ aja detailnya lengkapnya. Siapa tahu ada yang langsung tertarik juga i bisa langsung DM ke situ ya. Gemi usia dan ee dijual se akun akunya tuh ee sebenarnya tergantung yang beli ya. Kalau misalkan butuh akunnya ya udah saya kasih aja sama akun TikTok-nya, Instagram-nya. Terus ada full desain rumah ini denahnya kayak gitu. Oke. Jadi semua jadi semuanya all in. Tapi memang apa ya masih sayang juga ya kan mau gimana lagi mau gimana lagi sih. Oke terima kasih sekali lagi Kang Dedi. Kita sudah boleh main ke sini. Terima kasih juga sudah mau mampir ke Heeh. Habis dari awalnya ini sih kayak sebelum bangun ini, bangun rumah ini ya kita sering banget ya nonton buat cari inspirasi. Akhirnya enggak nyangka aja gitu pas di DM lah. Wah ini tuh kayak langsung ngasih tahu istri ini di DM ini kayak gitu kayak kayak mimpi aja kayak gitu. Waduh. Terima kasih. Terima kasih. Habis ini langsung ke kantor. Berarti kantor gubernur? Iya. Enggak di rumah sih. Oh, enggak ke kantor gubernur ya? Beda siapkan aku. Oke, Teman-teman. Thank you sudah nonton. Jangan lupa subscribe, follow Instagram kita Wakson Muftajana dan Instagram Inspira Homes. Follow TikTok kita juga. Dadah. Dadah. Oke. E nah kalau buat teman-teman yang ter sorry sorfoto ternyata lagi selfie dia. Dia lagi selfie gini-gini di belakang nih. Halo, saya Dedy. Saya wirausaha gitu ya. pekerjaan
