Jungkat

Rumah Minimalis Serba Putih di Lahan Terbatas (YouTube Video)

  • 11/05/2022

Project ini kami namain FW House. FW House ini sebenernya inisial dari pemilik rumah, Pak Faldi Wahyudi. Lokasinya ada di Pesanggrahan. Luas lahan kurang dari 100 meter, luas bangunan juga kurang dari 100 meter. Konsep FW House itu minimalis arsitektur. Kenapa? Karena yang ingin kita angkat adalah fungsi atau memaksimalkan fungsi dari rumah ini sendiri. Keterbatasan lahan, terus ingin ada banyak bukaan dari owner. Taman di dalam rumah gitu yaa. Penerapan desain secara detail di sini contohnya cat rumah, semuanya kita main di warna putih, satu warna satu tone warna putih. Cuman ada optimalisasi bukaan dalam bangunan. Bisa dilihat di lantai 1 itu di ruang komunal itu pintu lipat yang langsung menghadap ke taman Sentuhan-sentuhan lain di dalam perancangan FW House ini, tangga ke lantai 2 itu desain awal kita gak taruh voi d, tapi pada saat pelaksanaan kami harus meng-adjust sedikit desain. Dari tangga itu kami sedikit beri void sekitar 20cm untuk memberi kesan lebih lebar dan pemilihan railing juga "see through". Dan owner ini enaknya adalah dia sadar bahwa lahan dia gak sebesar itu. Contoh kayak tadi di lantai 1 itu dia bilang "Saya gak mau ada ruang tv mas. Saya mau tolong dibuatkan area komunal, yang plong. Gak ada batasan, di situ tempat duduk santai, di situ dining saya, di situ pantry". "Dan Saya bisa melihat anak saya main di taman". Nah ini yang menjadi challenge kita tuh uniknya rumah ini gimana combine antara dalam dan luar menjadi satu aktifitas. Nah salah satunya adalah kita beri bukaan yang cukup besar. Jadi waktu kami kenal owner, kita taunya lahan ini persegi sempurna. Persegi panjang, sempurna. Gak ada belok sana belok sini. Plus kita juga sidak langsung ke lapangan karena ruang lingkup kami bukan hanya sebatas desain tapi desain dan bangun. Intinya kita site map-ing lah. Ternyata yang ditemuin adalah lahan miring. Ternyata pada saat pelaksanaan di lapangan ditemukan bahwa dinding kiri dan kanan juga ternyata miring. Plus di sisi miring itu ada tangga. Gak mungkin juga kan tangga miring miring. Akhirnya kami coba diskusi sama owner, kita compromised. Dan syukurnya problem itu terselesaikan dan klien happy. Pemilihan tekstur warna juga gak neko-neko, gak banyak gitu yaa. Warna dinding, cat dinding tuuh mostly semua putih, cuma di depan doang yang kita bermain di warna abu-abu. Di lantai dasar juga tile nya kita pilih di warna abu yang kita percaya kontras terhadap apapun pemilihan atau warna furniture apapun yang owner akan pakai gitu ya. Dan untuk tangga kita menggunakan kayu solid yang sengaja dibiarkan bare tanpa finishing. Memang ownernya pengen raw look. Di lantai atas tilingnya juga dibedakan warnanya, gak warna abu. Ke warna-warna kayu tilesnya. Dalam desain juga kami propose pintu masuk utama ke rumah yang lebih besar dengan handle yang lebih besar. Handle custom sebenernya, kebanyakan kita pake handle custom materialnya metal. Handle nya panjang, kita kombinasi warna putih dengan warna kayunya si pintu. Metalnya itu kita cat, finishing putih dan dia memanjang dari atas ke bawah. Sebenernya owner mintanya rumah dengan kesan luas, spacious dan nyaman. Pemanfaatan ruang terbuka yang maksimal. Di project FW House ini mencoba untuk mengedukasi pemilik rumah, bahwasanya tanaman itu tidak semestinya ada di luar saja tapi ada juga di dalam. Ketika area terbuka luar ingin didesain sebagai taman kering, tidak salah jika kita butuh tanaman. Ada detail detail seperti di tangga kita mainkan pot-pot tanaman indoor yang sesuai dengan konsep supaya rumah lebih keliatan asri, lebih keliatan homey lagi. Gak mesti juga taman kan seharusnya di tanah ya bisa juga di pot dan dalam ruangan. Selama itu tepat pemilihannya, sesuai fungsinya dan sesuai ukurannya dan sesuai desain pastinya.

Lihat di YouTube