Jungkat

Rumah Mungil 60m2 di Lahan Bekas Gudang! InspiArsi: SPLUSD (YouTube Video)

  • 21/11/2025

Selamat datang kembali di channel Wicak Mifta. Episode PRC kali ini cukup menarik karena kita akan mendatangi sebuah rumah yang dibangun di atas lahan yang sudah tidak terpakai. Layout-nya pun menarik seperti labirin. Dan kita ketemu sama arsiteknya yuk. Halo, Mas Gea, apa kabarnya? Halo, baikbaik. Terima kasih sebelumnya kita sudah boleh datang ke sini nih membahas salah satu hasil karyanya. Sama-sama. Terima kasih juga. Nah, ini sebelum kita masuk ke rumahnya Mas ee boleh memperkenalkan diri dulu Mas? Agak majuan ke sini nih, Mas. Oke. Halo, salam kenal. Saya Gea Sentanu dari Splash Studio. Oke. Dan Mas Gia ini ada partnernya juga, Mbak Zara. Nanti kita akan ngobrol juga sama beliau. Nah, ini konsepnya cukup menarik nih, Mas. Karena dia berada di lahan yang memang sudah tidak terpakai ya berarti ya. Dan ini itu tidak punya fasad juga ber tidak punya fasad. Gimana, Mas ceritanya, Mas, membangun rumahnya ini, Mas? Iya. Jadi, em memang tadi sempat dimension ya, enggak punya fasad. kita tuh diminta oleh klien kami untuk memanfaatkan lahan yang ada gimana caranya biar jadi hudien yang nyaman. Tapi kita pun bingung sebetulnya menentukan mana nih pintu utama. Oke. Ee karena tadi ya gang kecil ee areanya sempit dan mau enggak mau berbenturan dengan fungsi-fungsi lain. Jadi inilah fasad utamanya sebetulnya. Oke. Dan memang ini juga dibangunnya di atas ini ya Mas ya. Sebenarnya ada lahan kavling komersilnya gitu ya. Betul. Terus kemudian sebenarnya cukup luas juga. Cuman owner tetap pengin tinggal di sini gitu ya. Betul. Betul. Jadi ada public space kurang lebih sekitar 700 m². Kebetulan ada lahan kosong kurang lebih sekitar 70-an m². Awalnya itu lahan tidak terpakai gudang, area pembuangan, pompa, dan sebagainya. Nah, ini gimana caranya biar tetap termanfaatkan gitu. Iya. Daripada mubazir ya, Mas ya. Ya. Oke, boleh kita masuk, Mas? Silakan. Ini benar-benar unik, Teman-teman, aksesnya. Nah, pas masuk pun ternyata kita ketemunya langsung sama dapur ya, Mas. Sama dapur. Betul. Gimana tuh, Mas, ceritanya kok kita masuk ketemunya sama dapur ini benar-benar berbeda ya dari layout rumah pada umumnya sebenarnya? Betul. Emm, karena tadi keterbatasan ruangan, kita coba ee membuat program ruangnya itu enggak bisa seenak dengan lahan yang full gitu ya, yang yang pada umumnya. Nah, makanya kita coba ee banyak konsiderasi ee mana yang mau di dahulukan si ruangannya. Private dulu, publik dulu, servis dulu. Tapi dengan dengan segala pertimbangan, akhirnya diputuskanlah pintu utamanya dapur langsung gitu. Oke, makanya kita langsung ketemu dulu sama dapur. Dan ternyata sebelah sininya pun juga ada area laundry-nya ya, Mas ya. Betul. Ada kan lahannya agak segitiga segitiga ya, irregular. Jadi kita manfaatin ruangan-ruangan yang utamanya itu tetap em persegi biar enak nanti secara material dan juga furniture. Tapi lahan-lahan sisanya kita pakai untuk area-area servis yang kecil-kecil. Ini ada laundry room. Laundry roomnya di sini ya. Oh oke. Nanti mungkin kita bisa tampilin juga ya Mas ya secara layout-nya seperti apa ya. Boleh boleh. Jadi biar teman-teman lebih kebayang lagi karena emang lahannya cukup unik sih ya. Oke. Nah, ini kan tadi selain area laundri tetap ada area jemurnya juga ya, Mas. Berarti di atas ada di sebelah tadi kebetulan ada pintu masuk ada tangga ya. Itu di atasnya ruang jemur. Kebetulan terjawab ya teman-teman ya. Karena itu sering banget Mas ditanya sama teman-teman loh itu jemurnya di mana? Sepaket ya harusnya? Sepak harusnya. Oke. Nah, terus ini kita pas sudah dari dapur langsung ketemu sama dining. Betul. Ada dapur berlanjut ke dining. Ini jadi ruang bersama juga sih sebetulnya karena mejanya cukup besar. Ee lahannya pun cukup besar dibandingkan dengan yang lainnya. Selain living room em tapi kan rata-rata orang Indonesia itu biasanya pusat kegiatannya itu sambil makan ya. Jadi dapur sambil makan sambil kumpul-kumpul. Sinilah ruang makannya. Betul. Sinilah ruang makannya kumpul-kumpulnya. Dan ini pun dari si ruangannya juga cukup unik karena di sini ada yang segitiganya ya Mas ya. Terus juga aku melihat finishing-nya memang sengaja dirawokan aja gitu kan Mas? Betul. ini tuh sebetulnya sejalan dengan konsep kita ya. E konsep kita yang dibawa itu kurang lebih adaptive reusable. He. Eh yang mana sebenarnya mengedepankan sustainable living. E makanya arsitektur kita pun banyaknya mempertahankan dinding-dinding lama. Kebetulan dinding-dinding semua di sini tuh semuanya lama kecuali yang area belakang sini yang nanti jadi kamar tidur utama. Tujuannya adalah lebih menghemat penggunaan material baru. Karena ee dengan material baru biasanya kan ada karbon yang dipakai ya. Selain dari produksinya pabrikan mereka, pengangkutan ke sini dan proses produksi di sini pun itu pasti meninggalkan jejak karbon. Ee kita sih sebisa mungkin minimal waste. Jadi ee lahan-lahan material objek-objek yang ada kita pertahankan termasuk finishingnya. Ini finishing sejak dari awalnya memang sudah seperti ini. Cukup kita bersihkan, kita rapikan. Tapi inilah yang ee kita tampilkan justru gitu. setuju sih karena tadi sempat disinggung juga kan memang salah satu carbon waste terbesar adalah bidang konstruksi ya. Nah, tuh teman-teman dan terus aku melihat ini juga cukup unik karena sebenarnya dia juga agak-agak semi outdoor ya di sini itu ya. Nah, ini gimana ceritanya Mas karena di sini kan langsung ada inner cord gitu dan ini ternyata oh ada roster-rosternya juga ya. Oke. Iya. Oke. Seperti apa tadi? Jadi karena kita enggak punya fasad, kita enggak punya bukaan area yang bisa kita coba ee ambil sebagai penghawaan udara ataupun ee cahaya, kita coba maksimalin ee apa yang ada yang kita punya. Kebetulan sebelah sini areanya itu kosong. Jadi, kita coba coba ambil e udaranya walaupun itu sudah tetangga sebelah. Oh, oke. Makanya kita roster ya, bukan bukaan e transparan. Kalau kita atapnya ini semi transparan biar cahayanya pun masih tetap bisa masuk ke dalam, enggak gelap. He. Dan di sebelah sini pun kita ada inner kita ambil udara dan cahayanya biar cross ventilation sih sebetulnya. Oh dan ini juga atapnya ada yang satu ada yang transluent gini ada yang solid ya Mas ya. Iya. Oh jadi biar apakah biar enggak terlalu panas juga di dalam sininya. Betul. Karena em bagaimanapun direct sunlight itu kan enggak baik ya untuk alat-alat ataupun barang-barang yang di bawahnya. Ee makanya kita tempatkan semua equipment atau appliance home tuh ada di sisi yang solid. Jadi enggak langsung kena cahaya matahari. Sedangkan yang cahaya matar itu yang cenderung kosong, hanya meja aja gitu. Oke. Wih, keren keren keren. Tapi sebenarnya sebelum kita lanjut ke sana, ada yang cukup uniknya karena ternyata di sini ada bukaan juga ya, Mas ya, dari dapur ya. Gimana nih, Mas, ceritanya kenapa dibikin ada bukaan di sini? Kembali karena tadi kita lahannya terbatas, ruangnya sempit. Em, kebayang ini kalau ketutup ya? Jadi, Oh, iya. kita beneran enggak punya akses ke mana pun interaksi pun kita harus lewat dulu ke pintu gitu sambil ngobrol sambil duduk mau makan kita sambil bisa interaksi dengan yang masak over makanan dan lain-lain itu memudahkan sih dan itu tetap bisa nyambung juga kalau ngobrol sama yang lagi ada nonton TV di living gitu yaul keren keren keren ini benar-benar sih aku merasakan kayak wih pemanfaatannya luar biasa ini. Masih ingat enggak, Mas, sebelumnya tuh di area sini tuh area apa sih? Ini tuh dulu gang yang tadi tuh sudah ada ya, itu untuk akses utama. Di sini tuh banyak barang barang. Kebetulan ada beberapa part barang di sini yang sebetulnya sudah barang ee buangan bukan ya, barang terlupakanlah bisa dibilang Kayak misalkan buffet, lemari kecil dan lain-lain. Meja pun bahkan mungkin ee dulu ada di sini terus kita refurbish. Ee dan kliennya pun memang kebetulan senang dengan barang-barang yang sudah punya karena punya ada sisi memorinya ya mungkin ya. Jadi kita rapikan, bersihkan yang tadinya di sini gudang-gudang barang jadinya ee area makan yang dengan barang yang sama tapi lebih diperbaikilah gitu. Ini menarik nih aku. Jadi nanti kita izin tanya budgetnya ya, Mas ya. Proses bangunnya ini ya karena menarik banyak yang masih dimanfaatkan berarti efisien dari segi baja juga pasti ya Pasti pasti. Nah, sekarang kita berada di inner cord yang Mas Gaya bilang tadi karena enggak punya fasad tetap harus ada bukaan. Akhirnya ditempatkan di sini. Ya, Mas. Betul. Jadi, emm tadi kan kalau untuk sisi e ruang makan kita coba ambil udaranya dari ee roster di bagian atas karena itu area tetangga. Kita enggak bisa dapat cahaya maksimal. Kita coba buka di tengah ini di kor ee rumahnya itu sendiri. He. Buka e jadi cahaya untuk kita dapat cahaya alami, udara juga dan bahkan hujan pun kita sengaja masukin ke dalam biar tetap adem dan segar gitu. Oh oke. Wih, seru banget sih. Aku kebayang kalau lagi hujan di sini kan ada air hujannya gini ya, Mas ya, masuk ke sini. Makanya tetap ada tanaman-tanamannya di sini dan ada pulai ya ini ya, Mas ya. Betul. Iya. Wah keren keren keren. Dan ini kayaknya jadi salah satu source utama juga sumber cahaya matahari ya, Mas ya, di rumah ini Betul. Betul. Hm. He. Nah, ini di belakang sini ada apa, Mas? Karena ada glass bloknya semua. Ini dindingnya nih, Mas. Heeh. Ini kita ketemu glass blok itu satu bidang ruangan dari lebar sampai tinggi itu semuanya gelas blok karena fungsi di dalamnya ada kamar tidur utama yang mana tadi kita hanya bisa ee ngambil ee sumber cahaya utama dan juga udara itu di area inner cord ini. Sementara kalau kita buka sebagai jendela transparan privacy-nya akan terganggu. Iya, makanya kita coba buat dari gelas blok yang privasinya tetap aman tapi cahaya masih tetap bisa masuk Enak nih pas ada udara ada. Dan berarti ee mungkin teman-teman belum kebayang ini sebenarnya juga dinding-dinding yang mengeliling ini pun langsung ke dinding tetangga dan ada tetangganya di sebelah ya, Mas ya. Jadi benar-benar di lingkungan yang padat tapi tetap masih bisa disulap jadi hunian yang nyaman. Yes. Oke. Nah, ini kita ke mana lagi nih, Mas? K lihat di sini ada pintu juga. Di sini ada kamar. Tapi kita ke mana? Ke sini dulu. Ini ini ada pintu kamar mandi. Ini pun pintunya kita pintu sisa ya. Pintu yang ada. Kita coba ref base aja. E diperbaiki. Ini ada kamar mandi. Ee cukup kompact sebetulnya. Em enggak besar. Ee jelas enggak besar tapi kecil pun ee rasanya sih cukuplah. Bisa dibilang ada wastaffel closet, ada area mandi shower dan juga betab. Oh. Dan ini memang sudah ada sebelumnya ruangannya Mas atau gimana? Emm enggak sih. Jadi ini dulu ada ee sama juga sih ruangan yang tidak terpakai. Terus kita coba fungsikan untuk si kamar mandi itu sendiri jadinya. Oh oke. Ini lucu banget sih comeback tapi komplit ya. Bahkan di area showernya itu juga bisa jadi semi betup gitu ya. Betul. Emm kita coba akalin. Jadi em kebetulan punya anak klien kami ini dan rasanya di usianya itu pasti seru kalau di kamar mandi itu sambil beta ban ya. Jadi emm untuk menghemat budget kita coba pasang ee bata plaster terus difinish keramik. Jadilah betup DIY ya mungkin ya. Lanjut. Nah ini kuperhatiin juga ternyata memang ada beda level ya Mas. Oh iya iya. di tengah-tengah sini ya. Iya. Ini emm ini kita ada beberapa kendala pada saat ee konstruksi. Awalnya memang levelnya sama semua, cuman ee pada saat kita coba bongkar area area sini itu ada septic tank lama yang sudah tidak terpakai yang mana itu beton agak nongol lah ke atas. Jadi mau enggak mau kita coba naikin lantainya daripada harus bongkar dan jadi sampah kan ya. Udah kita tutup jadinya area tengah ini lebih naik levelnya. Oh, men. Terus untuk jaga biar cipratan-cipratan air enggak terlalu masuk ke Oh, iya. Karena ini kan emang benar-benar terbuka ya. Tapi berarti juga kalau pas hujan emang agak ada genangan air dikit dan itu sebuah resiko ya, Mas ya. Sebetulnya sudah terfilter oleh pohonnya. Jadi ee airnya pun enggak terlalu banyak masuk ke dalam. Cuman kalau basah sih pasti ya pasti masih masih basah sih. Oke. Dan tadi sudah disinggung juga untuk konstruksinya. Nah, berarti untuk proses pembangunannya ini rumah ini cukup challenging ya, Mas ya? Karena kan aksesnya tadi kayak gitu ya. Ini kita em pada saat proses konstruksi pun ee tim kontraktor memang perlu banyak mengakali ya. Aksesnya sempit ee ruangannya terbatas. Kita naruh storage untuk material pun ee enggak bisa sembarangan. Kita enggak bisa langsung stok banyak pasir, semen harus nyicil-nyicil. Jadinya sih ee mungkin ke waktunya aja yang sedikit bertambah ya gitu. Oke. Nah, ini kita lanjut. Berarti ini adalah area living. Tapi kita ke sini dulu kali ya, Mas ya. Iya, boleh. Ini ada kamar tidur anak. Boleh sambil kita masuk, Mas. Nah, ini kamar tidur anaknya juga dibikin cukup luas ternyata ya. Seukuran berapa nih, Mas? Ee ini kurang lebih sekitar 3 * 4,5. He. Eh, ruangannya sebetulnya ruangan ini tuh udah masuk ke area si public space-nya. Oh, kita ngambil jatah bangunan utama. Karena memang ruangan enggak terlalu banyak bisa kita provide ya kalau kita manfaatin lahan yang ada. Jadinya ini kita ngambil ee lahan bangunan utama. Kurang lebih elevasinya pun kita tetap jaga enggak kita urug. Oh, makanya agak turun tadi ya pas kita mau masuk ke sini ya. Betul. Agak turun gitu. Oh, oke. Dan ini simpel aja barang-barang dari ownernya ya. Betul. Oh, oke. Kalau untuk color paletnya, Mas, emang disuggest dari Mas Ge untuk warnanya ini atau ya udah terserah owner aja? Emm, kita sih banyak ngobrol ya mana yang lebih disuka warnanya. Sebetulnya warnanya warna dari pasangan ee klien kami itu senangnya senang yang alami ee natural. Cuman ini kan kebentuk untuk kamar anak jadinya ee menyesuaikan dengan mood anaknya si itu sendiri. Senang warna biru ya kita coba provide dengan warna ton biru gitu. Oke. Dan K lihat juga ternyata di sini ada pintu juga nih ya, Mas ya. Iya. Ini pintu ke kamar ee yang yang lama. Public space yang lama. Oh, tapi otomatis jadinya dikunci nih ya. Dan mungkin di sini teman-teman akan nanya juga, "Mas, itu berarti ee kamarnya enggak ada jendela?" Tenang, Teman-teman. Itu sebelah sini ada pintu dan jendelanya juga. Nah, ini sekarang kita berada di area living. Betul. Ini living room. Ruang TV sih mungkin ya. Karena kalau living lebih banyak ke sana ee ruang makan tadi ya. untuk ruang bersama. Jadi ini ee ruang TV, ruang entertainment ee sambil mungkin transisi antara tadi yang area bersama ke area yang lebih private. Ini lebih private kebetulan karena ada kamar tidur utama, kamar tidur anak, dan studio kecil ruang kerja studio kecil Oke. Ini masih ingatkah, Mas, ukurannya berapa? Karena ini kalau kita hitung kotak susah juga karena belok-belok begini ya. Benar. Ini kecil ee 2,4 kurang lebih kali sekitar 3 meteran. Ini yang sisi terkecilnya. Ini yang sisi terpanjangnya 3 m sampai 4 m kurang lah. Cuman secara layout menarik nih teman-teman. Karena tadi kan situ ada inner cord, ternyata sini ada ada inner cord lagi. Inner cord lagi terbuka cuman enggak full ini ya, Mas ya. Langsung ke langit Iya. Kalau ini ditutup dulu oleh ee atap transparan sih. Heh. Oh oke. Cuman matahari masih bisa masuk. Makanya ini ada tanaman pilob dendron nih. Ya. I masih bisa tumbuh subur di sini nih. Betul. Udara pun biar kita lancar ya, enggak enggak cuman memanfaatkan satu bukaan, tapi ini pun jadiin bukaan. Selain ditutup kan ada ada ventilasi udaranya yang di sininya ya. Oke. Nah, karena aku lagi ngelihat ke atas ini ternyata yang bagian plafonnya sengaja Mas betonnya. Betul. Betul. E sama sih balik lagi kita coba pakai material yang lebih jujur sih. Jadi material apa adanya ketika kita ngecor ya udah kita e enggak finish-finish lagi, enggak tambah-tambah plafon lagi. Tujuan utamanya kan mereduksi ya. Jadi biar lebih cepat prosesnya, lebih ee ekonomis costnya. Tapi dibikin ini ya, Mas ya. Ternyata level plafonnya sama ya yang dengan yang di situ yang dikasih jipsum ya. Iya, betul. Oh, oke. Oke. Berarti di atas juga ada ruangan nih, Mas. Berarti ee torren. Oh, kita pindah toren ke atas. Toranya ada di atas sini. Oke. Nah, kita ke mana lagi nih, Mas? Ke sini dulu atau ke sana? Ke sini mungkinnya. Ini ada ee kamar tidur utama. Oke, boleh. Pintunya bukaan langsung besar kaca selebar kamarnya itu sendiri. Kenapa? Karena ini udah area private tadi. Jadi rasanya kalau misalkan mau dikacain itu masih aman penggunanya. Ee karena ini sesama keluarga ibu dan anak misalnya ya. Jadi untuk sehari-hari tirainya dibuka, kacanya pun ee pintunya pun di dislide salah satunya biar ee tetap terasa lega sih tujuannya. Iya sih setuju. Setuju. Karena kalau ini ee bukan kaca kebayang sih jadi berasa apa sempit gitu ya Mas ya. Iya betul. Oh oke. Untuk kamar masternya ini ukurannya berapa nih Mas? Ini ukurannya kurang lebih sekitar 4 m * 3,20. Heem. Menghadap ke gelas blok yang tadi jadi sumber cahayanya. Dan ternyata enak banget ya ketika ini dibikin glas blok ya, Mas ya. Betul kan. Posisi layout kasurnya emang seperti ini. Jadi bangun pun melihat oh udah ada cahaya matahari nih. Oh terus kalau kuperhatiin juga bagian atasnya ternyata ada bukaannya dikit tuh Iya. Ini untuk jaga udara masih tetap nyaman sih. E selain sumber utamanya dari jendela, dari ventilasi atas pun kita masih tetap buka. biar udaranya tadi lancar ee berputar masuk lalu keluar ke atas gitu. Atas gitu. Oke. Karena ini ee mungkin teman-teman kita belum bilang juga ini posisi di Bandung ya, Mas ya. Bandung yang daerah atas juga ya. Betul. Betul. Jadi makanya adem tanpa AC. Tanpa AC. Makanya dari tadi gua lihat loh umah enggak ada AC nih. Wah asik. Nah ini pas lagi ngelihat ke atas juga nih Mas. Ini bentuk atapnya pun dibikin miring gitu ya. Dan ini kelihatan nih tanpa ada plafon ya berarti. Betul. Jadi tadi sama em kalau mau mau ee bagusnya sih idealnya ya kita cor semuanya nih. Ee tapi karena pertimbangan budget kita harus tetap pakai atap ee miring. Em lalu kita coba os aja udah apa adanya. Em biar terkesan lega. Karena kalau kita coba em samain levelnya dengan yang sebelah living room itu terasa sempit jadinya. Oke. Iya sih Jadi kita punya vertical volume yang lebih tinggi ya. Betul. Dan di finish chat aja nih ya rangkanya ya. Oh wih cakep cakep cakep. Ada lagi mungkin Mas. Oh ini material ini ternyata ini glass blok juga kah Mas? Oh bukan bukan teraso tagle. Oh ini tegle tali kirain tadi kok kayak ada pantulan ininya ternyata enggak. Wah, sebenarnya ini dulu di sengaja dipasang jadi backdrop-nya ee kasur karena ee tembok tetangga itu punya pondasi yang agak sedikit ke kita nih. Jadi, ada batu kali-batu kali yang miring. Nah, ini kita ratain ee temboknya. Makanya ada penebalan-penebalan. Oh, iya. I kelihatan ya di situ ada penebalannya ya. Iya. Belum lagi ada sedikit rembesan-remesan dari tetangga. Jadi kita coba tutup pakai e tail yang solid aja. Udah gitu. Oke, itu mungkin jadi salah satu inspirasi juga teman-teman buat ngakalin karena itu sering terjadi tuh Mas biasanya kembak pasti jadi basah gitu. Heeh. Okeitu kita sisa satu ruangan lagi berarti ya. Iya boleh ke ruang kerja satu lagi. Ini terakhir ruang kerja ini kecil sih ee manfaatin lahan yang ada sama ee sebisa mungkin tetap ada bukaan cahaya. Ee ke area yang bukaan tadi di belakang sini. Oh oke. Dan ruangnya pun unik ya. enggak kotak. Jadi tetap ada yang miring ke sana, ada yang ke sini. Kalau isinya sih agak kotak gini ya. Wih, menarik menarik menarik. Ini berarti ee dari kebutuhan owner memang perlu tetap ada satu studio gitu ya, Mas ya? Iya. Kebetulan karena kan ee area depannya itu semuanya dijadikan public semua, ya. Enggak ada lahan sisa untuk kerja. Jadi masih tetap perlu untuk ee kerja-kerja kecil sedikit. Kita coba manfaatin lahan yang ada. Tadinya ini mau dijadikan kamar ee ART. Oh, tapi em klien kami berpikir kayaknya sih enggak perlu deh, enggak perlu pakai arte. Rumah sekecil ini bisa dikerjain sendiri. Kalaupun ia perlu bantuan bisa manggil ee yang harian gitu ya. Iya, yang harian. Jadinya dijadikanlah ruang kerja. Wow, keren. Ini inspiratif sih, Mas. Lahannya kompact banget tapi tetap komplit dan semua ruangnya bisa dimanfaatin. Oke, kita ngobrol-ngobrol lagi buat closingnya ya, Mas. Siap. Oke, Teman-teman. Kita sekarang udah duduk bertiga. Biasanya kalau kayak gini tuh udah closing nih, Mas. Mbak kenalin dulu. Ini ada Mbak Zahra yang dari tadi masih ngumpet-ngumpet aja belum muncul. Mbak Zara ini partnernya Mas G ya. Jadi mereka berdua ya gitu ya. Splash itu. Oke. Biasanya kalau udah duduk kayak gini mau ngebahas seputar budget nih. Boleh di-share Mas e budgetnya untuk budgetnya berapa? Ee budget kita pembangunan ee arsitektur atau sipil itu kurang lebih sekitar R00 jutaan. Oke. Range-nya itu belum termasuk furniture karena furniture itu e klien kami sih yang yang aturkan sendiri pembeliannya dan juga bahan-bahannya. Dan itu untuk prosesnya berapa lama proses membangunnya? Emm proses pembangunannya kurang lebih sekitar 2 bulanan ya. Emm cukup cepat sih ee untuk area yang ee lumayan challenging itu tadi cukup cek ee cepat. Cuman memang harusnya ee di jadwal awal kita itu kurang lebih sebulanan. Tapi banyak kendala-kendala. Akhirnya kurang lebih 2 bulan. Tapi itu pun masih memuaskan lah. Masih cepat juga sih ya 2 bulan R jutaan. Oke banget sih. Tapi challengingnya tuh apa? Tadi aku kan dengar katanya agak susah tuh untuk membawa material ke sini. I emm karena aksesnya ya Mas ya. Heeh. Betul. Kita tuh punya lahan sisa di paling belakang, paling pojok banget. Sementara aksesnya pun enggak terlalu cukup memadai untuk barang-barang besar. Ee sementara kan untuk kebutuhan konstruksi itu butuh butuh space yang cukup besar ya. Heeh. Ee belum lagi untuk loading materialnya, pengangkutannya, dan juga ee mobilisasinya. Akhirnya ya kita harus banyak ee koordinasi dengan kontraktor. Sebetulnya tim kontraktor sih ya yang lebih banyak em di sini yang merasakan dampaknya. Jadi tertantang ya. Betul. Betul. Jadi kontraktor pun akhirnya bisa ngakalin dengan ee metode-metode tertentu yang akhirnya alhamdulillahnya bisa terbangun tetap Akhirnya sudah ketemu solusinya lah ya. Jadi seperti ini rumahnya. Nah, mungkin sekarang gantian Mbak Zara yang mau menambahkan nih untuk ide rumahnya ini tadi ya Mbak Zara yang merancang atau punya idenya waktu itu awalnya seperti apa? Jadi sebenarnya kita berdua sih ee pas kliennya datang mereka kan mau pindah dari rumah sebelumnya ya. Terus em mereka tuh menggunakan ini kan karena ingin menggunakan kembali. Jadi selain alasan em apa namanya? Sustainability tapi juga alasan eh lebih hemat juga ya. Jadi sebenarnya banyak lebih mereduksi banyak hal gitu dengan si adaptive free use ini. Nah, nanti juga ee beberapa material yang dipilih itu em selain sebelumnya emang udah digunakan, banyak juga material yang nantinya bisa digunakan lagi. Jadi misalnya kayak gelas blok-glass blok ini ketika misalnya nanti mau pindah ee rumah lagi gitu, itu masih bisa di-take out lagi. Jadi sebenarnya konsep secara adaptifnya itu tuh yang pelan-pelan nge-shape rumah ini sih semuanya gitu. Tapi keren banget sih jadinya. Ternyata seperti ini. Kita kan biasanya juga pernah e kayak ng-review rumah di dalam gang atau mungkin yang lahan-lahannya juga sempit ya. Tapi untuk konsep yang seperti ini ya baru kali ini sih. Jadi semoga menginspirasi teman-teman juga ya Mas ya Mbak. Siapa tahu ada juga yang punya cas serupa gitu kan. Punya tanah sisa yang enggak kepakai bisa juga langsung aja hubungin Splash ya. Kalau ada teman-teman yang mau pakai jasanya bisa ke mana tuh? bisa kontak di IG kami e splash biro. Lalu ada email juga e inquiry email di sana eh ataupun di Google Search juga harusnya ada sih Dan itu enggak untuk area Bandung aja kan ya? Bisa area Jabo Databek bisa kan? Databiknya Bandung Jakarta bisa. Oke. Soalnya biasanya kan kalau misalnya kita nih lagi ng-review di Bandung nih, mereka kira kalau kita colollab sama arsitek Bandung tuh hanya untuk Bandung gitu. Bisa, Guys. Kalian yang di Jabur Detaabek bisa langsung aja bisa ngelihat ke situ. Mungkin ada yang mau ditambahin lagi yang belum tersampaikan tadi mungkin Mbak Zara. Em harapannya sih ini jadi inspirasi juga buat banyak em teman-teman di luar sana. Karena sekarang kan milih rumah tuh biasanya maunya yang ideal yang di kluster atau tapi kan banyak juga painnya tuh kayak misalnya terlalu jauh dari tengah kota. ya tempat kerja. Sedangkan ini sebenarnya konsepnya agak mirip ruko ya. Kalau ruko kan rumah ee kokya apa? Toko. Toko. Rumah toko. Ruko. Rumah toko. Nah, ini juga sebenarnya agak konsepnya kayak kayak ada area kerja dan ee tinggal dalam satu tempat yang harapannya sih sebenarnya enggak mesti ngelihat sesuatu tuh ideal dari fasa, tapi juga yang penting ee dari secara dalamnya tuh ee fungsi dari dalamnya bisa dihidupkan lah Setuju banget. Keren, keren. Makasih banyak loh udah mau colab sama kita. Semoga nanti kita bisa ketemu lagi di projek-projek lainnya yang pastinya menginspirasi. Makasih juga teman-teman yang sudah nonton sampai selesai. Jangan lupa juga follow Instagram kita, Wicaksonjajana, Inspira Homes, dan TikTok kita. Bye bye. Itu em selain sebelumnya emang udah digunakan, banyak juga material yang nantinya bisa digunakan. Entar entar, Gat. Gat kucing gat takut kucing gede banget lagi. Ya Allah gede banget si maaf maaf ya mbak tadi yang glass blok ya. He ulangin maaf. Oh.

Lihat di YouTube