Jungkat

Rumah Mungil 90 m2 Budget Hemat di Lahan Ekstrem (YouTube Video)

  • 20/12/2025

Hi Guys, balik lagi di Behind the Breaks barengan sama saya Taufik Effendi. Sekarang saya lagi ada di Bandung dan kita mau explore satu rumah karyanya Ranah Timur Architeeks. [musik] Ini rumahnya namanya adalah W House Arcamanic. Nah, rumahnya di belakang saya ini kalau dari depan kelihatannya kayak cuman satu lantai ya, Teman-teman. Tapi ini tuh sebenarnya dua lantai di mana satu lantai lagi tuh ke bawah gitu. Nanti kita akan lihat dalamnya kayak gimana. Tapi kita lihat dulu depannya. Ini fasadnya simpel aja sebenarnya dengan kombinasi warna cat putih dan juga hitam. Terus yang mencolok tuh juga adalah atapnya ini ya. Karena kan bentuknya segitiga. Ini dia pakai materialnya e spandek metal pasir. Jadi ee warna hitamnya tuh sangat strong gitu ya. Benar-benar bikin karakter rumahnya jadi lebih bold lagi kalau dilihat dari atas. Dan ini adalah area carpotnya tempat saya berada sekarang ya. Ini kurang lebih bisa muat satu mobil dan motor juga masih bisalah di sini ya atau bahkan mungkin dua mobil tapi numpuk gitu. Ini bisa nih di sini di area carport-nya. Dan ayo kita menuju ke dalam sebelum kita masuk ini. Kalau mungkin teman-teman sadar juga ini enggak ada jendela yang menghadap ke depan ya. Jadi ini memang tidak ada jendela yang menghadap ke depan karena request dari ownernya untuk e privacy gitu ya. Tapi tetap ada cahaya masuk karena di pintunya ini kalau teman-teman perhatiin ini ada sobekan ya yang di sunburst. Jadi tetap ada cahaya masuk atau kalau ada orang lagi berdiri di depan mau bertamu kelihatanlah bayangannya dikit-dikit gitu ya. Oke yuk kita masuk ke dalam. Nah, sekarang kita udah ada di area dalam dari Wii House Arcamanic. Ini bisa teman-teman lihat ya, ini open plan untuk area di lantai atas ini di lantai 1 ya. Dan di sini adalah living and dining areanya. Meja makan ada di sini. Kemudian juga dapur juga ada di sebelah sini. Area nonton TV juga ada di sebelah sini. Dan yang menarik kalau teman-teman perhatiin, banyak banget bukaan di eh living and dining area ini. Dari pintu masuk aja di sebelah sini kita udah bisa lihat ya, ada bukaan besar, [musik] ada jendela yang ee ada yang nak, ada yang kacamati gitu ya. Jadi sirkulasi udara tuh ee bagus gitu masuk. Terus di sisi dapurnya juga ada jendela yang bisa dibuka. Jadi, eh ada cross ventilation lah di e ruangan ini gitu ya, di dalam rumah ini. [musik] Nah, yang menarik dari dapurnya ini top table-nya ini tuh pakai beton, Teman-teman. Dengan finishingnya itu diaci gitu ya. Jadi ee lebih rapi lah gitu. Jadi enggak pakai material marmer [musik] atau yang lain gitu. Tapi dia pakai beton dan di finishingnya tuh dicci. Jadi, kan kalau kita perhatiin rumahnya ini kan semuanya clean, putih, minimalistik. Paling enggak ada satu sisi yang menampilkan sedikit e rapi tapi tetap ada e nuansa raw-nya gitu ya dari si top table-nya ini. Dan itu tadi ada bukaan di dapur ini. Jadi [musik] kalau masak asap bisa langsung keluar semuanya. Jadi e enggak cuman untuk aliran udara aja tapi juga untuk masak-masak jadinya enggak enggak bikin bau ruangan lah gitu ya karena bisa langsung [musik] keluar. Oke, sekarang kita menuju ke living areanya dari rumah ini. Ini adalah eh tempat kumpul-kumpul, nonton [musik] TV, ngobrol-ngobrol di sinilah ya. Keluarga berkumpul dan kalau saya cobain nih duduk di sini gitu [musik] ya, ini tanpa AC tapi berasa banget penghawaannya tuh enak gitu teman-teman. Karena kan ya itu ya di ruangan ini tuh bukaannya gede-gede gitu ya, ventilasinya baik [musik] dan kerasa banget gitu. Aliran anginnya tuh saya duduk gini aja tuh bisa bisa kerasa gitu ya. Dan di sebelah sini ada jendela besar juga. Dan tahu enggak teman-teman ini tuh sebenarnya ngadapnya ke barat. Kebayang enggak sih ini kita syuting siang-siang ya. Jadi harusnya kan matahari lagi masuk-masuknya nyenter-nyenternya ke sini. Tapi walaupun ini menghadap barat, ini tuh ketolong sama pohon besar ini nih. Jadi mataharinya enggak langsung ngghajar ke dalam ruangan, tapi terhalang sama pohon ini. Dan jadinya justru bagus [musik] karena apa ya bisa bikin dramatis lah ruangannya karena pantulan bayangan-bayangannya ini nih di [musik] lantainya gitu ya, di flooring-nya. Dan ngomongin soal flooringnya juga, ini menurut saya juga masuk banget ya sama interior ruangannya [musik] dengan furnitur-nya juga kayak misalnya sofanya ini yang warna abu-abu dengan catnya [musik] yang putih dengan nuansa-nuansa hitam ini masuk banget sama e ta-nya ini flooring-nya [musik] ini yang dia tuh pakai e platinum ukuran 60 * 60 gitu. Jadi di lantai, di kaki juga adem, di mata juga adem gitu ya. Dan selain flooring-nya, kalau teman-teman lihat juga ini kan ada segitiga ini nih ya. Yang tadi kan kita lihat atapnya di luar bentuknya segitiga. Di dalam ini juga ada bentuk segitiga. Ini ini tuh enggak pakai tembok teman-teman, tapi dia tuh pakai JRC [musik] ya. Dan yang menarik juga dari e atapnya ini adalah kalau misalnya [musik] dengan atap bentuk kayak gini kan, wih kayaknya panas nih di dalam ruangannya gitu ya. Jadi ini Mas Regi dari Ranah Timur Arkitek nih ngakalinn adalah di e plafonnya itu dikasih e semacam apa ya? Kayak ventilasi gitu, Teman-teman. Jadi biasanya kan panasnya akan ngumpul tuh di plafon ya kan dan akhirnya turun [musik] ke ruangan ini. Tapi karena dikasih sobekan untuk ventilasi itu akhirnya udara panasnya tuh bisa keluar. Untuk detailnya nanti kita akan tanya sama Mas Regi. Nanti saya akan tunjukin juga pas kita keliling ya ventilasinya tuh kayak gimana ya. Oke sekarang kita turun ke lantai bawah. Tapi sebelumnya saya mau mahas dikit soal kaca nako ini ya. Tadi kan kita udah lihat pas di dekat pintu masuk e pakai kaca nako juga. Di sini juga pakai kaca nako gitu ya. Dan e walaupun di jendela ini enggak semuanya ya. Dua tuh pakai kaca mati, yang dua ini pakai kaca nako. Karena yang dua itu kan memang enggak enggak keich ya sama tangan susah untuk ditutup. Jadi memang dibuat [musik] cahaya masuk aja. Sedangkan kaca nako di dua jendela ini. Dan keuntungannya kaca nako itu adalah walaupun ditutup nih misalnya itu akan tetap ada aliran udara masuk, Teman-teman. Jadi enggak benar-benar ketutup 100% tapi dari sela-selanya ini tuh akan tetap masuk gitu. Oke, yuk kita turun ke lantai bawah. Dan kalau teman-teman lihat area tangganya ini juga enggak gelap karena ya ini kan ada bukaan-bukaan besar ini. Jadi cahaya masuk ke sini tapi tetap dilengkapi dengan lampu juga. Jadi kalau malam tetap terang di area tangga ini. Dan yang menarik juga ini tuh material konstruksinya dari besi, Teman-teman. Untuk tangganya ini materialnya besi, terus finishingnya dengan e cat buko warna abu-abu. Jadi masuk juga sama interior rumahnya gitu ya, yang lebih monokromatik. [musik] Oke, sekarang kita sudah sampai di lantai bawah dan di sini ada tiga ruangan. Ada master bedroom, ada kamar mandi, dan juga kamar anak. Sekarang kita ke kamar anak dulu yang pertama. Nah, tahu gak kamar anaknya ini sebenarnya ada satu. Tapi kenapa pintunya dua? Karena ini tuh dua sisi, Guys. Nih. Ini tuh dua sisi. Jadi, ini tuh bisa masuk dari pintu sebelah sini, bisa dari pintu sebelah sini. Yuk, kita lihat. Nah, inilah dia kamar anaknya tuh. Jadi bisa masuk lewat pintu ini juga sama lewat pintu itu ya. Ini kamar anaknya pakai Bang Bet karena yang menghuni kamar ini dua orang ya anaknya dan ini walaupun jadi satu tapi sama arsiteknya sama Mas Regi ini udah disiapin juga nih teman-teman nanti kalau misalnya mereka tumbuh [musik] besar makin dewas udah enggak mau tidur sekamar lagi nanti pengembangannya seperti apa. Di sinilah nanti. Ini nanti bisa ee [musik] di apa ya? Dipartisi gitu ya dengan lemari. Jadinya sisi sebelah sini akan jadi satu kamar, sisi sebelah sini akan jadi satu kamar gitu. Jadi akan ada dua kamar yang berbeda untuk sementara ini masih jadi satu kamar gitu ya. Terus di sebelah sini kita bisa lihat ada bukaan cahaya juga. Ee berarti ini tuh ke arah ee utara ini ke arah dari arah utara. Terus di sebelah situ juga ada bukaan arah selatan dan di barat ini ee ini barat ya benar ya? Oh ini timur. Sori. Sor berarti ini timur. Ini timur, barat, utara, selatan gitu ya. Aduh, saya jadi disorientasi. Harusnya bawa kompas nih besok-besok. Ini sih gak gak gak enggak ada bukaan cahaya yang gimana-gimana ya. Cuman ventilasi aja buat e sirkulasi udara aja sih. Yang ini nanti mengarahnya itu ke service area. Nanti kita mampir ke sana juga ya. Oke, kita keluar lewat yang pintu yang berbeda kali ya. Coba ke sini dulu biar bisa lihat. Nah, ini dia another door. Sekarang kita ke kamar mandi yang ada di rumah. Ini hanya ada satu kamar mandi ya, ini aja yang akan dipakai bersama. Kamar mandinya masih ee senada dengan interior rumahnya gitu ya, monokromatik, putih hitam dengan eh e shower, udah shower juga dan tetap ada bukaan cahaya dan juga e ventilasi [musik] udara di sini gitu ya. Jadi enggak terlalu lembablah gitu. Oke, [musik] selanjutnya kita ke master bedroom. Tada! Permisi ya yang punya rumah. [tertawa] Kita mampir ke master bedroom-nya. Inilah dia the master bedroom. Ada bukaan besar sekali juga di sini. Jadi ke arah barat juga eh bisa dibuka untuk jendelanya yang bagian atasnya yang bagian bawahnya dipergelap gitu ya. Jadi biar e tetap ada privacy dan walaupun dibuka kayak gini dari sana enggak akan kelihatan karena ini [musik] lebih gelap gitu di bagian bawahnya ini. Dan di sebelah sini ini kan sebenarnya area bawah tangga ya. Ini udah disiapin sama Mas Regi arsiteknya untuk nanti e build in [musik] furniture gitu ya. Tapi untuk sementara pakai eh furniture yang beli jadi dulu. Tapi untuk pengembangannya nanti ini bisa dibikin gitu ya untuk jadi space untuk build furniture di sini. Ini adalah tangga. Ini di area bawah tangganya ya. Oke, lanjut kita ke luar kali ya. Ini aduh ini part favorit saya di luar nih. Seru banget buat nongkrong sore-sore. Tapi nanti kita lihat bareng-bareng ya. Ya, sekarang kita udah di area luar dari rumah ini. Waduh, ini seru banget sih. Saya ngebayangin tinggal di sini apa ya? Banyak space outdoor-nya gitu. Jadi [musik] buat anak-anak tumbuh kembang tuh juga sehatlah pastinya. Kita yang dewasa-dewasa juga bisa mengurangi stres karena ya lihat sendiri gimana mau stres coba kalau di rumah punya tempat duduk-duduk santai kayak gini. Lihat guys. Oh my God. Kebayangin duduk-duduk sore-sore di sini ngeteh-ngeteh, ngopi-ngopi [musik] ya kan? Huh. Oh my God. So nice. Ini benar-benar relaxing banget di [musik] sini. Dan apa ya? Tetap teduh juga karena si pohon besar ini kan yang tadi menghalangi sinar matahari yang masuk ke ruangan utama. [musik] Di sini pun dia jadi peneduh juga gitu. Ini bisa jadi tempat nongkrong-nongkrong sore-sore santai-santai. Dan di sisi sebelah sini di bagian bawah rumah ini ada ruangan yang difungsikan buat storage. Nanti kita akan intip kayak gimana ya storage-nya. Dan di sisi sebelah sini ini adalah e area untuk e plambingnya gitu ya. Pompa dan lain-lain semuanya dikumpulkan di sini sama [musik] eh Mars Regi arsiteknya gitu. Kemudian nah bisa kelihatan dong teman-teman ini rumahnya tuh benar-benar detach. Benar-benar enggak nempel tembok sama tetangga [musik] karena benar-benar dikelilingin ee taman gitu ya. Di sisi sebelah sana tadi kebuka, di sisi sebelah sini juga kebuka dengan ada taman [musik] di sini. Jadi bikin suasana tuh hijau gitu ya. Dan ini dia yang saya bilang tadi storage room-nya tuh kita ngintip dikit aja kali ya. Oh jadi di bagian bawah [musik] rumah ini dimanfaatkan buat storage. Nah di sebelah situ juga ada ruangan lagi teman-teman. Tapi sebelum saya tunjukin ada apa di situ, kita lihat ke atas dulu. Mari kita lihat ke atas bersama-sama. Nah, itu tuh yang saya bilang tadi tuh. Jadi, ee di bagian plafonnya dikasih ventilasi sama arsiteknya. Jadi, biar panas yang terkumpul di ee plafon tuh keluar gitu. Jadi ada aliran panasnya bisa keluar dan [musik] enggak bikin area dalam ruangannya atau area dalam rumahnya jadi panas karena adanya si ventilasi [musik] itu tuh yang warna hitam tuh kelihatan ya. Nah, selanjutnya di sini di area bawah rumah ini juga dimanfaatkan sebagai service [musik] area, sebagai laundry area. Jadi, di sinilah corner nyuci baju, jemur baju gitu ya. Biasanya kan ee service area tuh tertutup lembab gitu ya. Tapi ini [musik] enggak. Karena ini kan benar-benar kebuka ya. Di sisi sebelah situ kebuka, sisi sebelah sini kebuka. ngjemur juga bisa cepat keringlah harusnya dengan aliran angin dari dua sisi ini gitu ya. Oke. Nah, ini tadi yang dari kamar anak tadi tuh ada ventilasi kan yang di samping tempat tidur. Nah, ini keluarnya ke sini. Jadi sirkulasi udaranya masuk dari sebelah sini. Dan dari tadi teman-teman udah nemu belum torrennya di mana? Kebayang enggak [musik] ada di mana? Torennya ada di sini guys. Tuh [musik] ditaruh di sebelah sini. Jadi tadi pas kita pertama datang, kita tuh langsung ngelongok-ngelongok di tangga ini nih ngelihatin si tempat duduk-duduk tadi kan. Dan somehow saya tuh benar-benar enggak nyadar ada tor segede ini di situ. Tapi ya menurut saya thoughtful sih ditaruh di sini karena kan kalau untuk maintenance atau apa jadi lebih gampang lah enggak perlu manjat-manjat ke atap gitu ya dengan mudah bisa di-rich di [musik] sini gitu. Oke, kita udah explore seluruh sisi dari Wayi House Arcamanic ini dan habis ini kita bakal ngobrol-ngobrol sama Mas Regi dari Ranah Timur Arkiteks. Kita bakal kulik lebih dalam soal [musik] rumah ini. Oke, jadi jangan ke mana-mana. Luas lahannya sekitar 210 m² dengan luas bangunan sekitar 90 m² dengan area-area servisnya gitu. Klien sendiri di awal memang request e desain yang memang minimalis. mereka datang dengan budget tertentu. Dia sadar bahwa budgetnya tidak terlalu tinggi dengan lahan yang cukup kontur. Eh, sehingga mereka mempercayakan dari segi desain. Ee namun dari kami coba interpretasikan menyesuaikan dengan request mereka ya. E dalam artian mereka dari klien sendiri sudah request atapnya itu sebentuk berbentuk segitiga gitu dari awal sehingga jadinya pun seperti ini kurang lebih ya. Oke, yang pertama sih memang kita sendiri buat atap segitiga ini ee datang dari request klien ya. Eh, tentunya yang kedua ee kita melihat dari [musik] desain yang kompact ee termasuk juga ini adalah bangunan ee yang cukup sederhana ee denahnya hanya kotak e biasa. Nah, kita coba buat atap itu disesuaikan ee bersamaan dengan plafonnya sehingga plafon tersebut berbentuk segitiga pun seperti atap ee sehingga ruangan itu terasa lebih luas di bagian ruang dalamnya. Kurang lebih seperti itu. Dengan [musik] adanya ruang dalam yang jauh lebih besar itu akan memudahkan sirkulasi udara. Termasuk juga di bagian plafon-plafon di area luar kita siapkan bukaan-bukaan kecil. Tujuannya untuk mengeluarkan udara panas yang masuk ke dalam plafon dari atap. Sehingga harapannya ya seperti siang-siang ini gitu. Ee kita tidak mengenuhkan AC tapi tetap nyaman di sini. Dengan brief dari klien gitu ya. E terkait dengan budget. Kita coba cari tahu [musik] apa yang bisa kita reduksi. Termasuk salah satunya adalah tangga yang tadinya menggunakan beton kita ee diganti menjadi tangga besi gitu ya. lingkungan [musik] sekitarnya yang dulunya kita coba ajukan menggunakan benteng sekeliling gitu ya. Eh, kita ganti juga menjadi emm atas pendek. Termasuk juga yang dari tetangga sudah ada benteng, kita enggak perlu lagi buat benteng ulang. Toh e secara fungsi tetap terjaga walaupun memang secara etetis ee apa adanya kayak gitu. Jadi dari klien menerima dan akhirnya ee seiring dengan berjalan waktu selama 2 tahun ini perlahan-lahan klien menambahkan seperti taman gitu ya ee tetangga ee untuk bagian luar dan lain-lain sehingga kami rasa pun rumah ini tumbuh ee dengan baik ya beriringan dengan kliennya. Ee terkait kontur ini memang itu jadi ee tantangan kita ya dalam artian [musik] kita harus mendesain dengan data tanah yang cukup berkontur ee cukup ekstrem. [musik] salah satu projek yang awal-awal untuk kita eh bangun di lahan berkontur. Kami coba siasatin eh dengan desain [musik] panggung dalam artian kita kerja sama dengan ee tim struktur untuk ee membuat struktur yang tetap kokoh, namun juga tetap ramah terhadap lingkungannya ya. Dalam artian kita tidak menguruh keseluruhan, bangunannya tetap panggung sehingga [musik] bagian bawah tetap meresap sehingga juga itu bisa mereduksi budget dari klien ya. rumah ini sendiri memang dari bagian atas itu masuk ke terlihat dari atas itu ee hanya satu lantai ee padahal kalau kita lihat ke bawah itu terlihat menjadi dua lantai gitu ya karena tadi itu ee kontur. Nah, kontur itu sendiri memang em dari yang terbawah sampai dengan level jalan itu perbedaannya sekitar 8 sampai 9 man kayak gitu. Jadi kalau kita lihat ya cukup berundak-undak dari mulai lantai dasarnya, lantai basement-nya sampai kita keluar pun harus turun ke bawah lagi gitu ya. Nah, di situ pun em-alih kita buat em kita uruk semua, tapi kita memilih untuk em dibuat seperti rumah panggung. Rumah ini sendiri pun e seperti yang kita sudah desain eh di projek-projek e lainnya, kita coba [musik] analisis baik dari segi jadi pencahayaan, penghawaan alami, ee energi yang dibutuhkan nanti pada akhirnya pengcahayaan buatan gitu ya. Tujuannya tadi eh hemat energi dan juga lebih efisien. Ee nah kalau kita lihat dari desain ini emm [musik] bukaan itu ada banyaknya di sekitar area utara dan area selatan kayak gitu ya. Kalau kita melihat ke bagian belakang, ini adalah area barat. Kenapa kita tetap berani untuk dibuka seperti ini ya tadi? Karena e masih ada pohon cetai sisting yang menghalangi sehingga panasnya tidak langsung ke dalam bangunan. Nah, kita coba analisis secara keseluruhan ee ukuran-ukurannya memang ee kim merasa ee nyaman, [musik] masih dalam kondisi nyaman walaupun memang em ada beberapa area yang em terasa cukup dingin karena pastinya di lantai bawah itu akan lebih dingin dibanding lantai atas. [musik] Siasat lainnya untuk kita mengurangi budgetnya yaitu kita tidak ee membuat semua dinding menggunakan bata. Dalam artian bagian atas segitiga itu kita gunakan menggunakan E GRC, bagian dalamnya menggunakan gyipsum. Sehingga dari situ lumayan untuk mengurangi ee budget dari dinding tersebut. Dari bebannya berkurang pun dari segi materialnya juga berkurang. Secara desain yang mana di lantai atas atau di lantai dasar ini kita desain menjadi ruang komunal yaitu ruang keluarga, ruang makan dan juga ee ruang dapur ya. Jadi eh karena posisinya memang diasil level dengan jalan sehingga dirasa area tersebut masih eh cukup bisa dimaklumi ketika ada berisik-berisik dari motor, mobil dan lain-lain. Sedangkan di lantai bawahnya yaitu di lantai basement kita buat didesain sebagai ee ruang yang lebih privied yaitu kamar anak, kamar utama, dan juga kamar mandi gitu. sehingga suara-suara yang dari jalan itu tidak langsung ee ke arah bawah sih gitu sehingga mereduksi suara-suara bising dari sekitar kurang lebih seperti itu. Desainnya sendiri kurang lebih 3 bulan dengan pembangunan kurang lebihnya 6 bulan. Budgetnya sendiri kurang lebihnya R juta per m². Eh bangunan ini selesai di tahun 2023. Eh website kita ada di [musik] rtr.co.id ID dengan di Instagram kita di Ranah Timur Arkitex.

Lihat di YouTube