Rumah Mungil Artist Bandung Paling Unik (YouTube Video)
Hai guys, balik lagi di Behind the Breaks barengan sama saya Taufik Effendi. Sekarang kita lagi ada di Bandung, tepatnya di daerah Bandung Barat. [musik] Nah, di belakang saya ini adalah sebuah rumah hasil kolaborasi Atelier Nark [musik] dengan pemilik rumah ini yang juga merupakan seorang seniman, seorang ilustrator. Jadi, dari Ateliernak menyediakan arsitekturnya menjadi sebuah blank [musik] kanvas yang diisi oleh sang pemilik. Penasaran dong seperti apa? Sebelum nanti kita masuk ke dalam, kita lihat dulu area luarnya. Seperti yang teman-teman bisa lihat di [musik] belakang saya, ini untuk e bangunannya sendiri bangunan dua lantai ya. Ada dua pintu di sebelah sini yang pintu kecil [musik] ini langsung menuju ke tangga dan juga main entrance. Dan ada satu lagi pintu geser ini adalah ee untuk carport-nya ya. Dan saya tadi udah sempat ngobrol-ngobrol sedikit sama ownernya dan saya tanya gitu, "Mas, untuk mendeskripsikan rumah ini tuh gayanya apa sih sebenarnya?" Kemudian ownernya e Mas Haikal menyebutkan eclectic [musik] Mediterranean. Nah, seperti apakah eclectic mediterranean itu? Nanti kita akan lihat lebih detailnya di dalam. Tapi yang jelas dari tampak luar aja kita bisa lihat ya. Ini tuh udah beda bangetlah fasatnya dibanding dengan rumah-rumah di sekitarnya gitu ya. dengan pemilihan materialnya seperti misalnya ini dengan tembok kamprot gitu ya ini bikin jadi menonjol banget kemudian juga-detail kecil [musik] seperti ini. Kita masuk aja yuk biar lebih detail lagi lihatnya. Oke. Nah teman-teman jadi di sebelah kanan saya ini ada tangga yang menuju ke atas. Ini [musik] tangga langsung menuju ke studio dari sang pemilik. Jadi tempat kerjanya pemilik rumah [musik] ini ada di atas. Jadi kalau pulang beliau tuh bisa langsung naik tangga ini dan langsung menuju ke ruang kerjanya. [musik] Nah, yang spesial dari tangga ini juga kita bisa lihat ya di sini penggunaan [musik] tagle-taggle ini bikin vibe mediterranean-nya tuh lebih keluar gitu. Ada vibe mediterranean-nya, ada [musik] nuansa peranakannya juga gitu. Jadi benar-benar sesuai deskripsinya lah. Eclectic Mediterranean [musik] gitu ya. Oke. Kemudian di sini juga pakai ee besi gitu kan. [musik] Jadi bikin nuansa ya itu nuansa vintage-nya dapat, nuansa Mediterraneannya dapat, nuansa peranakannya juga dapat. Jadi perpaduan berbagai macam gaya. Dan di belakang saya ini adalah main entrance-nya yang nantinya akan mengarah ke e living area, ke ruang makan, ke ruang santai gitu ya, dan juga ruangan-ruangan yang lain. Tapi sebelumnya kita lihat yang di depan sini dulu ada carport-nya. Oke, jadi kita bisa langsung akses ke carport-nya lewat sini. Ya, ini standar lah ya untuk satu mobil dengan satu motor masih bisalah ini cukup gitu ya. Dan teman-teman bisa lihat [musik] di sini dengan lebih detail lagi dari fasadnya rumah ini tetap ada ijau-ijaunya. Kita bisa lihat ya tetap ada tanaman yang seperti ini tanaman yang maintenance-nya juga mudah. Kemudian ada nuansa vintage-nya juga bisa dilihat dari jendela ini ya dengan kaca patri itu dengan lampu kacanya juga. Tapi kemudian di sini ada glass block, jadi ada sisi modernnya juga gitu ya. [musik] Jadi benar-benar perpaduan berbagai macam gaya lah rumah ini bisa dibilang. Kemudian di atas juga kita bisa lihat ada jendela bulat itu yang bisa dibuka dan menjadi [musik] sirkulasi udara juga dan ada pintu merah, pintu besi merah di sebelah sana yang itu merupakan pintu menuju ke ee studio dari pemilik rumah ini. Pemilihan warnanya pun merah. Ini sesuai dengan deskripsi dari sang pemilik yaitu eclectic mediterranean. Jadi ini akan jadi perpaduan berbagai macam warna, berbagai macam gaya. Oke, kita masuk ke dalam aja kali ya. Nah, silakan masuk. Dari awal aja nih, dari pintunya aja udah wow gitu ya. Dengan pemilihan warna e catnya warna merah. Kemudian pintunya juga dipilih pintu yang bukanya dua arah gitu ya. Pintunya udah dua lapis by the way. Ini ada pintu [musik] kacanya juga. di sebelah sini. Jadi kalau mau dibuka yang ini, ini ditutup juga bisa. Terus di belakangnya ada kaca apa sih ini disebutnya? Nako ya. Kaca nako. Jadi untuk sirkulasi udara juga. Oke, kita udah masuk di living and dining area dari rumah ini. Dan ini konsepnya juga open plan ya. Jadi living area kemudian dining area, kitchen semuanya nyambung terbuka gitu ya. Dan kita bisa lihat sentuhan personal dari sang pemilik tuh benar-benar kuat banget. Di sini kita datang sudah langsung disambut dengan karyanya. Ini adalah karya sang pemilik yang jadi apa ya? Jadi aksen utama dari ruangan ini. Ketika orang masuk tuh langsung disambut dengan ini areanya bisa untuk terima tamu, untuk pemilik juga nonton TV santai-santai di sini ya kan. Dan yang pasti yang menarik juga adalah kalau misalnya duduk di sini, Teman-teman, [musik] ini saya experience langsung. Hah. Ini benar-benar enak banget karena sirkulasi udaranya tuh dari dua arah, dari depan sama dari [musik] belakang. Jadi memang benar-benar udah enggak dibutuhkan AC lagi di sini. Selain memang kan di daerah Bandung dingin ya, tapi dengan desain rumahnya yang sangat banyak bukaan kayak gini benar-benar bikin nyaman banget tanpa AC. [musik] Nah, sebelum kita lihat lebih jauh lagi ke dalam, explore lebih jauh lagi, saya mau teman-teman lihat ke atas. Kenapa saya mau lihat ke atas? Karena ini juga menarik banget, Teman-teman, dari rumah ini untuk e silingnya itu dibiarin unfinished seperti ini ya. Jadi, nuansa raw-nya tuh benar-benar kerasa banget, dapat banget. Terus [musik] teman-teman bisa lihat juga ini banyak ee pipa-pipa kelistrikan yang memang dibiarkan seperti ini. Biasanya kan ditanam ya, tapi ini memang sengaja diekspos seperti ini. Dan ini memang request dari sang pemiliknya gitu. Memang e beliau masih pengin ada touch dari raw-nya dari rumah ini gitu. Jadi menggabungkan berbagai desain lah benar-benar maksimalis gitu ya. Ada raw-nya, ada e peranakannya, ada vintage-nya, macam-macam seperti yang teman-teman [musik] bisa lihat juga di sini ya. Nah, untuk living and dining areanya sendiri walaupun konsepnya tuh kan open plan ya, tapi sebenarnya pembeda ruangannya tuh bisa dilihat di mana coba teman-teman? [musik] Di lantainya nih lihat ya. Untuk yang area eh living ini yang ruang nonton TV, ruang terima tamu [musik] ini pakai warna terraakota ini ya dengan warna terraakota. Terus untuk [musik] dining areanya bisa saya lihat dari warnanya, dari motifnya ini sih udah jarang kayaknya ya. dan pasti ada effort khusus dari ownernya buat mendapatkan e tagle-nya [musik] ini gitu. Dan untuk e kitchen-nya juga teman-teman bisa lihat ini lantainya juga beda ya. Jadi benar-benar walaupun open plan tapi semuanya itu dibedakan dari lantainya untuk membedakan ee jenis-jenis ruangannya gitu ya. Nah, di sisi ruang makan ini ada akses keluar teman-teman yang kalau [musik] misalnya kita coba ke sini ini tuh jadinya kayak balkon sebenarnya. Kenapa? Karena ini tuh ya udah ini jurang aja dan benar-benar udah e levelnya juga lebih tinggi. Jadi ya ini sebenarnya fungsinya ya jadi balkon gitu. Dan kebayang enggak sih pagi-pagi bangun tidur, [musik] sarapan bisa langsung menikmati hijau-ijau kayak gini dengan udara yang segar gitu ya setiap hari. Ini benar-benar sebuah apa ya? Sebuah [musik] sanctuary, sebuah ee swaka gitu. sesuai [musik] namanya dari rumah ini. Dan selanjutnya kita ke area kitchen. Ini kalau teman-teman ke sini langsung berasa banget vibe-nya. Bedanya gitu ya dengan itu tadi dengan pembedaannya salah satunya dengan lantainya yang motifnya dan warnanya juga berbeda dengan dining [musik] area dan juga living area tadi. Dan di sini vibe yang saya dapat tuh lebih bold gitu ya, lebih warna-warnanya lebih strong. warna-warna hijau ini ya di e kitchen setnya, di kabinetnya yang ee ini pastinya sesuai request dan sesuai [musik] preferensi owner ya. Terus tetap ada personal touch-nya juga dari sang pemilik. Kita bisa lihat. Tada! Bahkan kulkasnya aja dilukis senyeni itu, Guys. Benar-benar ini ada lukisannya dari e pemilik dan enggak cuman di kulkas aja, tapi di sebelah situ. Kalau misalnya teman-teman lihat ini ada muralnya juga di sini, di pilar ya. Ini juga merupakan karya pemilik dan kalau tadi di depan mungkin kan kita lihat tanamannya enggak terlalu banyak ya, cuman ada beberapa aja. Ternyata taman yang ada di dalam, ada di sini ada indoor garden di dalam rumah ini. Jadi bikin nuansanya makin sejuk gitu ya. Benar-benar hijau dan ditambah dengan bukaan sirkulasi udara yang kuat begitu. Jadi apa ya? Ya, adem banget rumahnya. Benar-benar kita jalan-jalan di sini dari tadi berkali-kali ngomong, "Oh iya ya. Adem banget ya rumahnya ya." Oke, sekarang kita ke beberapa ruangan yang ada di lantai satu ini. Yang pertama adalah kita akan ke kamar tamu dulu, Teman-teman. Ini adanya di lantai satu. Jadi, di sinilah kalau misalnya owner kedatangan teman-temannya ngumpul-ngumpul gitu, ya, terus mau nginp di ruangan inilah. Kita bisa lihat vibe-nya benar-benar vintage banget. Neman saya tuh benar-benar jadul banget gitu ya dengan pemilihan eh jendelanya. Ini benar-benar nostalgik banget sih. Saya lihat jendela ini tuh benar-benar kayak nostalgia lihat rumah-rumah lama gitu kan. Apalagi ada kaca patrinya juga di situ di jendelanya. Dan oh ya kalau teman-teman lihat nanti di rumah ini banyak kaca patri itu tuh kebanyakan custom [musik] dan didesain sendiri sama pemilik. Dan ini pemilihan tempat tidurnya juga. B frame-nya itu juga [musik] vintage ya. Jadi kamar tamunya tuh nuansa e jadulnya, nuansa kunonya tuh kuat banget gitu. Oke, kemudian di sebelah sini juga ada satu ruangan lagi. Nah, di sini adalah kamar mandi tamu. Langsung beda lagi kan suasananya. Di sini ada laundry area, mini laundry area. Dan benar-benar langsung beda lagi vibe-nya dengan pemilihan merah mencolok ini. Dipadukan dengan pintu berwarna biru muda. Dan pintunya juga unik karena tuh jadi dia pintunya pintu lipat gitu, Guys. Tuh, masuk masuk. Nah, ini dia kamar mandi yang ada di lantai satu ya. Ini kamar mandi tamu lah ya, bisa dibilang gitu. ini dengan nuansa merah dari taennya dan ada bukaan dari glas block ini jadi tetap [musik] terang ya dapat cahaya dari luar dan tetap ada nuansa peranakan yang dikit dengan ini dengan China yang menjadi wastaffel ini. Ini kayaknya custom juga deh nanti kita tanya deh. Oke, selanjutnya kalau teman-teman perhatiin juga dari tadi itu enggak ada lampu yang nyala satu pun karena preferensinya owner emang katanya enggak mau ah punya e enggak mau ah nyalain lampu siang-siang. Makanya di sini banyak banget bukaan termasuk di atas saya ini. Ini benar-benar skylight. Benar-benar skylight abundant gitu ya. Berkelimpahan cahaya matahari karena benar-benar bukaannya [musik] besar sekali. Jadi cahaya masuk terus sepanjang hari. Jadi udah enggak perlu lampu [musik] kalau siang-siang di sini. Benar-benar terang gitu ya. Jadi benar-benar rumah yang sehat. Oke teman-teman udah semua sisi di lantai satu ini kita [musik] bahas. Tapi sebelum kita naik ke lantai du dan lihat ruangan-ruangan lain yang ada di rumah ini, saya mau bahas dikit [musik] nih soal tangganya. Ini juga menarik banget. Jadi ini ee tangganya ada di tengah-tengah ruangan ya. Dibuatnya tuh dengan konsep floating kayak gini. penguatannya [musik] dengan rangka besi dan dia tuh di finishingnya dengan cat warna hitam. Ini apa ya bisa [musik] dibilang kasih kontras juga dengan tadi kan banyak warna gitu ya, ada hijau, ada biru, semua warna dan ini hitam menuju ke lantai du jadi yuk kita lihat di lantai du ada apa aja. Oke, Teman-teman sekarang kita udah ada di lantai duanya. Ini adalah studio ruang kerja dari Mas Haikal, pemilik rumah ini gitu ya. Dan tadi sebelum syuting kan kita udah sempat keliling dulu tuh diajak keliling sama e pemilik gitu ya. Saya enggak bisa berkata-kata. Saya cuma bisa bilang wow wow wow lihat ruangan ini. Karena benar-benar [musik] ketemu pemiliknya ngelihat ruangan ini. Saya ngerasa oh iya benar ya. Ruangan ini tuh memang pemiliknya banget gitu. Memang personal touch-nya tuh kuat banget di sini. yang tadi udah sempat kita bilang juga eclectic Mediterranean itu eklektik itu benar-benar kerasa banget di sini dan perpaduan berbagai macam gaya juga kayak kita bisa lihat di sini dari di antara warna-warni ini kita bisa lihat satu lemari yang sangat-sangat vintage ini jadi apa ya [musik] jadi aksen di ruangan ini pastinya dan dipadu dengan barang-barang pribadi dari pemilik dengan warna-warni [musik] yang juga mencolok gitu ya bikin impresinya tuh menarik aja di mata tuh enak gitu ngelihatnya benar-benar ee kalau colorful, benar-benar playful ya kan. Dan di sini juga kita bisa lihat dari e lantainya ini, Teman-teman. Ingat enggak tadi pas di depan banget pas kita baru datang ini ee tegelnya sama dengan yang ada di tangga [musik] yang di depan. Nah, mungkin ada hubungannya juga kali ya. Karena kan tangga itu kan juga sebenarnya menuju ke ruangan ini, [musik] makanya disatukannya dengan ee tegel yang sama gitu. Dan yang menarik juga nih dari ruangan ini, eh kita bisa lihat di sebelah sini jendelanya banyak banget. Ini ada 1 2 3 4 5 6 ada enam jendela, Guys. Enam jendela. Dan ini benar-benar bisa dibuka semuanya. Jadi kalau dibuka semuanya ya kebayang ee sirkulasi udaranya pasti enak banget, adem banget. Jadi memang benar-benar tidak diperlukan adanya AC di sini gitu ya. Dan kita bisa lihat di sini juga ada dua meja kerja dari ee pemilik gitu ya. Ada yang modern, ada yang furniturnya lebih, modelnya lebih vintage gitu ya. Jadi [musik] benar-benar ya itu tadi perpaduan berbagai macam gaya, berbagai macam warna. Kalau pemiliknya tadi bilangnya maksimalis, semuanya disebutnya adalah maksimalis gitu. Nah, kalau teman-teman lihat juga di sini ada satu yang menarik. Ini ada dinosaurus di sini. Dan nanti selama kita keliling, kita akan lihat lebih banyak lagi dinosaurus. karena kebetulan memang ee pemiliknya tuh suka sama [musik] dinosaurus. Nanti saya tunjukin lagi ya, ada dinosaurus di mana aja teman-teman. Pas ngelihat pasti ya ampun kok bisa kepikiran sih naruh di situ gitu. Jadi benar-benar kreasi unik, benar-benar personal touch dari sang pemilik. Oke, kita lanjut ruangan berikutnya. Nah, keluar dari area studio, kita akan langsung disambut area semi outdoor. Outdoor [musik] ya bisa dibilang outdoor lah ya. Ini ada meja, ada kursi satu. Ini pasti difungsikan sama pemilik. Kalau mungkin butuh inspirasi, [musik] pengin duduk-duduk di sini, kalau misalnya mungkin penat di dalam gitu ya. Karena ya sebenarnya sama kayak di ruangan-ruangan manapun di rumah ini, udara enggak jadi [musik] masalah, aliran udara gitu ya, sirkulasi udara pasti enak, cahaya juga terang gitu. [musik] Dan di sini lebih-lebih lagi. Kenapa? Karena itu tuh di atas adalah skylight yang tadi [musik] ya, yang kita lihat dari bawah itu tuh adanya di sini. Terus ini adalah void yang ke tangga tadi, Teman-teman. Jadi emang di daerah sini [musik] apa ya bisa dibilang eh lapang bangetlah. Dan yang menarik juga di area ini saya tuh langsung saya dari tadi di sini tuh banyak nostalgia juga loh sebenarnya ngelihat furniture-furniture-nya gitu ya. Terus bahkan sampai ngelihat ini aja tuh saya nostalgia ini nih [musik] eh pilar-pilar berbentuk pion ini jarang banget ngelihat di rumah-rumah sekarang ada gitu ya. Karena rumah-rumah zaman dulu mungkin banyak. Bahkan di rumah saya dulu ada juga gitu. Ini makanya pas ngelihat ini saya [musik] apa ya bisa dibilang bernostalgia lah. Jadi ini nuansa jadulnya dapat banget nih dengan si pilar-pilar ion [musik] ini gitu ya. Dan ini kayaknya udah enggak gampang juga sih nyarinya. Hebat nih pemiliknya bisa nemuin gitu ya. Oke [musik] dari ruangan e outdoor semi outdoor ini kita jalan-jalan ke situ sebentar. Saya mau nunjukin yang tadi entrance-nya di awal teman-teman. Jadi kan tadi ada tangga tuh di depan [musik] ya yang kita baru mulai banget. Nah itu tangganya mengarah ke sini. Jadi ketika si pintu besi merahnya ini dibuka, [musik] nyampainya ya di sini langsung menuju ke ee area studio dari pemilik. Nah, di lantai duanya enggak cuman ada studio aja, tapi eh master bedroom juga ada di lantai dua ini [musik] ya. Master bedroom-nya ada di sebelah sini. Oke, kita masuk aja. Permisi ya, Mas Haikal. Wow. Ini saya masuk sini juga. Wow. Lagi karena apa? karena langsung lagi-lagi feeling nostalgicnya tuh keluar lagi gitu ya. Kita bisa lihat di sini ada jendela yang sama kayak yang di bawah tadi ini ya, jendela [musik] dengan ee model vintage dengan kaca patri. Di atas tempat tidurnya juga ada [musik] ee jendela bulat dengan kaca patri. Yang ini juga ee didesain sama pemilik gitu [musik] ya. Dan ini bisa dibuka jadi bisa dapat udara banyak bangetlah. Dari sini bisa, dari ee jendela [musik] ini bisa, bahkan dari pintu ini juga kalau dibuka semua ini kan pintunya pintu apa ya ini nyebutnya ya? Pintu geser ya. Eh bukan ya, pintu lipat ini bisa dibuka juga. Jadi benar-benar aliran udaranya tuh kencang banget gitu. Dan bahkan sampai ke bat-nya pun ini juga jadul nih. Benar-benar apa ya vintage lah gitu. Terus di sebelah sini juga kita bisa lihat drawer dengan model vintage trunk gitu. Sebelahnya ada lemari yang kalau ini kan vintage banget. Ini lebih modern lah yang di sini. CCI ini bisa dibilang lebih modern gitu ya. Terus yang menarik tadi kan saya udah kasih clue sedikit tuh soal dinosaurus. Nah, ini dia nih teman-teman. Kok bisa ya kepikiran gagangnya tuh dari mainan dinosaurus yang dibelah tuh. satu dua. Di sini juga ada. Di sini ada lagi gitu ya. Terus bahkan [musik] ada aksen di lemarinya yang kayak cakaran hewan gitu. Jadi ini ada kebuka dikit di lemarinya yang kayak seolah-olah ini cakaran hewan. Jadi emang ini untuk ee lemarinya custom sih ya. Jadi ini pastinya sesuai personal touch [musik] dan request-nya dari pemilik karena memang kebetulan pemilik suka dengan dinosaurus juga gitu. Nah, [musik] kita sekarang ke kamar mandinya. Untuk kamar mandinya ini pintunya warna merah menyala ya. Ee tadi kayaknya di bawah. Oh, enggak. Pintu masuk utama yang warna merah juga ya. Terus di dalam kamar mandinya ini dengan e tae warna biru muda. Terang juga kamar mandi di master bedroom ini karena ada glass block di sini. Di atas juga ada skylight. Jadi benar-benar bermandikan cahaya gitu. Jadi tidak akan kegelapanlah di rumah ini. Semuanya tuh terang dari semua sisi gitu ya. Oh iya gokil ya. Masuk lagi masuk lagi tuh bahkan sampai closet aja itu tuh dipersonalize sama ownernya [musik] benar-benar ada personal touch-nya gitu. Jadi setiap sisi, setiap sudut, setiap inci kecil dari rumah ini tuh benar-benar nyeni dan benar-benar personal touch dari sang pemilik gitu. Dan kayaknya udah semua ruangan nih di rumah ini kita kelilingin, udah kita [musik] tour dan buat ngobrol lebih detail lagi soal teknisnya, soal cerita cerita rumah ini juga. Habis ini kita bakal ngobrol sama arsitek dan juga pemilik dari rumah ini. Jadi tonton terus ya. Eh jadi untuk sua kawasan itu luas tanahnya di 105 S me dan total luas bangunan itu di sekitar 140 Sm di mana 70 S di bagian lantai dasarnya dan 70 Sm di lantai 2nya. Oke, jadi waktu aku pertama kali apa ya mau kepikiran untuk membangun rumah tuh, aku kan walaupun misalkan background aku [musik] art, aku enggak ngerti tentang arsitek gitu. Kayak gimana sih caranya memaksimalkan area tanah yang aku punya gitu, layout ruangan, apakah [musik] aku perlu satu lantai atau dua lantai. Terus kayak dari segi material yang dengan durability-nya, terus alur listrik segala macam, aku enggak ngerti gitu. Jadi, makanya aku kontak teman aku ee Eja untuk membuatkan ee arsitekturalnya gitu, terutama yang outdoornya. Eh, untuk konsepnya sih sebenarnya garis besarnya adalah [musik] eclectik ya, karena kayak aku suka banyak hal gitu terus ketrigger banget sama bentuk [musik] dan warna gitu. Cuman aku akhirnya mencoba membagi tuh gimana caranya fasadnya itu tetap [musik] simpel gitu. Karena aku pribadi aku senang fasadnya itu simpel. Terus alurnya pun aku pengin enggak terlalu banyak liak-liuk. Aku senang open plane. Eh, aku senang cahaya, [musik] aku senang udara, terutama angin. Jadi, semuanya harus flow dengan baik. Eh, dan kalau dari segi artnya tuh aku [musik] bilang kayak pokoknya aku pengin Mediterranean bertemu dengan Maximalis European, terus [musik] kayak tetap wimsyle juga. Eh, swakawastana. Karena aku tuh [musik] rumah, rumah tuh kan tempat tidur, tempat bernaung. tempat kita merasa aman gitu kan. Tapi kan sebagai manusia tuh kan e apa ya ini mungkin lebih apa ya agak jauh ya cuman kan sebagai [musik] manusia tuh kita adalah makhluk yang rusak, makhluk yang tersakiti dan ingin pulang ke rumah untuk menjadi sembuh kembali gitu kan. Makanya aku ambil kata-kata suaka gitu which [musik] is kan suaka itu tempat perlindungan, tempat naungan untuk apa ya? Untuk reset, untuk rebirse kayak [musik] gitu. kayak gitu sih. Jadi makanya aku kasih nama Suaka wasana. Asanah itu ya nama aku sebenarnya dulu pas eh Haikal approach eh membicarakan tentang ee rumahnya gitu ya ee itu emang dari awal banget karena aku kan emang udah kenal agak lama nih sama Haikal dan pas awalnya banget itu tuh langsung kepikiran tu cuma satu hal sih karena Haikal Illustrator gitu ya jadi aku cuma pengin membuat sebuah kanvas kosong yang itu nanti bisa semaksimal maksimal mungkin Haikal untuk berkarya di dalam kanvasnya gitu. Jadi emang pas saat itu juga dibawa ke site-nya nih. Hal yang pertama di spotlight itu sebenarnya building ini ee tanahnya itu tuh diapit [musik] antara dua bangunan yang cukup tinggi ya, rumah tangga yang cukup tinggi dan langsung dapat best view gitu karena belakangnya kan langsung e hutan gitu, lembah gitu ya. Jadi emang saat itu emang ee saya coba untuk membuat messing yang ee gimana kita membuat scenery di bagian belakang sebagai ee kanvas hidup. Jadi emang ketika matahari masuk eh matahari ada hujan dan lain sebagainya tetap mendapatkan kayak eh potret gitu, landscape potret gitu sehingga rumahnya itu seakan-akan emang dia mempunyai ee lukisannya sendiri di bagian belakang dan kanvas putihnya itu sendiri emang dicreate sebagaimana kebutuhan-kebutuhan Haikal buat e berkarya di dalamnya sih. Sebenarnya kalau dari perancangan rumah ini dari segi arsitektural itu tidak terlalu ee ekstremnya permasalahan-permasalahan yang masih e masih ee standar aja. Cuma mungkin yang menariknya adalah kita berdua nih mencoba untuk merealisasikan idea-idea yang ada di ee imajinasi Haikal gitu ya. Karena banyak banget sebenarnya benturan-benturan seper mostly di bagian pemilihan material sih. Jadi pemilihan material tuh kita coba untuk menguliknya gitu ya. karena beberapa mungkin ada yang eh enggak ada available produknya di Indonesia gitu ya. Jadi kita harus coba mencari-cari mixed and match dan sebenarnya yang kita banyak diskusi perihal ee pemilihan material itu tuh challenge-nya di sana sih gitu. Karena emang dari Haikal sendiri itu pandangan terhadap rumahnya itu tuh emang cukup unik gitu ya untuk diimplementasikan dengan keterbatasan material yang ada di ee lokal. Furniture-nya [musik] sendiri sih aku nyari sendiri gitu ya. Jadi kayak karena aku udah request juga kayak jaja lu bikin arsitekturnya aja karena kalau untuk dalamnya gua udah kebayang gitu dan [musik] mungkin ee aku bakal butuh apa tuh namanya e input tentang durability terus input tentang ee adanya di mana gitu, produksinya di mana, kayak gitu sih. Kalau untuk durasi desain itu kurang lebih sekitar 2 bulan dari pertama kali kita ketemu ya 2 bulan sampai akhirnya ee Haikal sudah oke dengan desainnya. Tapi kalau untuk durasi overall pembangunan tuh kurang lebih 1 seteng tahun seperti itu. Ee akun Instagram aku di @wastana haikal dan kalau mau lihat rumah aku di akun Instagram @suakawastana. [musik] Kalau aku di @nja akbar dan under the name studio @ateliarnar.
