Jungkat

Rumah Pecinta Tanaman yg Serba Hijau | Inspirahoms: Ruma.Hijau (YouTube Video)

  • 25/11/2025

Oke, Teman-teman. Selamat datang kembali di channel Wicak Miftah. Hari ini kita mau ke rumahnya pecinta tanaman. Ini dinamakan Rumah Hijau. Dan kita akan ketemu sama ownernya. Halo, aku Inggar. Keseharian aku ngantar anak sekolah lanjut ke lapangan. dan selamat datang di Rumah Hijau [musik] Asalamualaikum Mbak Ingar apa kabarnya baik alhamdulillah ini kita terima kasih ya Mbak sudah boleh datang ke sini nih sama-sama terima kasih juga sudah mampir ke sini Sama-sama. Kita akan menggerebek rumahnya Mbak Ingar. Oh, jangan [tertawa] digerebek. Masuk aja. Oh, iya boleh. Lucu ya dia. Oke, Pak. Sebelum membahas rumahnya ini luas tanahnya berapa? Luas bangunan berapa, Mbak? Oke, luas tanahnya 150, luas bangunan kurang lebih 180. Dan ini berarti di dalam kluster yang kalau kuliah juga fasadnya standar dari developer. Perubahan perubahan. Betul. He. Perubahan itu sih sebenarnya lebih ke bagian ee aku enggak ngomongin fasad ini ya, tapi lebih ke tampak depan, lebih ke taman dan dari sisi carboard gitu. Dan ini tuh emang tadi ketika kita pas datang langsung jadi ee catching-nya rumah ini sih, Mbak. Karena satu-satunya yang ada tamannya dan tertata cantik kayak gini. Gimana ceritanya, Mbak? Menambah taman menjadi seperti ini? Oke. Kalau dibilang gimana ceritanya justru ini area yang terakhir saya renovasi. Betul. Ketika si tukang nanya, "Bu, ini mau dijadi apa taman depan? Tunggu saya kayaknya mesti semedi dulu ya." [tertawa] gitu. Sampai kan mikir pokoknya gimana caranya kalau ada tamu terutama yang masih suka ngerokok. Oke. Mereka masih bisa di area terbuka tapi masih dalam lingkungan rumah gitu kan. Ya udah deh. Oke, akhirnya jadilah konsep taman seperti ini. Boleh kita lihat, Mbak? Boleh. Silakan. Wih. Oh, iya ya. gitu. Jadi aku siapkan bch di sini tapi dikelilingi sama penghijauan. Tujuannya tetap ya buat sirkulasi. Syukur-syukur kalau misalnya memang lagi-lagi ada tamu yang memang kebetulan ngerokok asepnya tidak masuk ke rumah tapi langsung ke sana. Oke. Nah, ini kalau aku mau tanyain tanamannya ada apa aja hafal enggak nih, Mbak? Eh, semoga ya. Aduh, ini pelajaran biologi ya. Oke, kita coba ya. Semoga masih ingat nih. Nah, ini mulai dari ini Mbak. Ini apa nih, Mbak? Poon apa nih? namanya kalau bahasa ini katanya janda meranakan. Iya. Betul kan? Iya. 100 berarti ya [tertawa] liang liu. Betul ya. Kalau ini pohon mangga. Kalau dari suami selalu bilang selalu mau punya pohon mangga di depan kayaknya biar ini ya bakal kalau udah pada berbuah langsung tinggal ngambil gitu ya. Salah. [tertawa] Tapi salah satu adalah payung buat rumah gitu. Jadi anak kita kan enggak pengin ketutup lagi ya. Pengin enggak pengin ketutup lagi enggak pengin ada kayak kanopi lagi gitu. harapannya ee jadi kayak dia akan menuduhkan orang-orang yang duduk di sini gitu. Iya. Terus di sini ada ini kalau enggak salah ya namanya Wali Songo. Wali Songo. Benar, benar, benar, Mbak. Oh, pintar juga, Mas ya. Iya. Saya juga belajar biologi sih. [tertawa] Nah, ini mungkin akan menemukan banyak ini di rumah hijau ini Monstera dan memang entah gimana saya suka sekali dengan si Monstera. Oh, gitu, Mbak. Makanya sama Oh, ada high five. Iya. Tapi emang sih, Mbak, ketika ada area hijau gini enak banget ya buat nongkrong aja di sini ya. Iya, betul. Pernah loh ini ada yang duduk di sini buka laptop terus kita gini, "Engak, lu enggak kepanasan?" "Enggak, kerja aja di sini gitu." "Oh ya udah silakan deh kalau emang lu betah gitu." Siapa tuh, Mbak? Yah, ada interior kita. [tertawa] Oke, oke. Boleh kita sambil jalan ke sini, Mbak? Silakan karena Oke, Mas Bicak lewat sin saya lewat sini boleh? Oh, boleh. Oh, ada dua akses ya. Nah, ketemu lagi kan [tertawa] di sini. Karena memang ini ya apa dua akses itu menarik juga karena tadi di balik layar juga katanya pas Mbak Inggar mencari rumah pun juga mengutamakan yang punya dua akses ya. Iya betul. Jadi kita ee harapannya punya pintu utama dan pintu ee akses satu lagi entah itu pintu dapur ataupun pintu garasi. Oh oke. Jadi benar-benar bisa terpisah ya kalau ada RT berkegiatan sama ya kondisi darurat lah ya gitu. harapannya kita tetap bisa ada dua jalur untuk ee keluar dan masuk. Oke. Nah, ini Mbak area karpot apa yang diubah dari rumah ini nih, Mbak? Oke. Kalau kapur sih sebenarnya dasarnya kita cuman ngerubah e biasa lah ya. Ini e dari sisi ubin lantai. He. Kanopi ini pun juga alhamdulillah banget dari yang kita beli mereka sudah pasangin kanopi tapi kita cat ulang jadi warna hitam biar ee warnanya mengikuti konsep yang sudah aku pilih lebih ke bata dan kayu. Dan kita tambahin kisi-kisi ini. Kisi-kisi kayu. Oh oke. Oh ya aku sempat kelewat ya tadi belum mention area batanya di situ ya di pasatnya ya. ee dengan menambahin bata di situ dan di tengah situ jadi kayak nambahin kesan naturalnya. Nah, I. Jadi memang konsep yang aku mau itu adalah bata, rooster, dan kayu. Jadi kesannya memang natural. Dipadupadankan dengan si tanaman hijau Oke. Terus kalau k lihat juga ini karpetnya selain diubah ternyata mobilnya juga ini keluarga Honda atau gimana? [tertawa] Oh, tidak boleh nyebut merek. Oh, iya tidak boleh nyebut merek. Tit Tit gitu. Tit. [tertawa] Terus katanya teman-teman di balik layar ini yang baru pertama ada di Bintaro pas kita. Waduh. Wow. Sudah muncul di YouTube-nya Mas Picat. [tertawa] Nanti kita katanya kita mau diajakin carour ke dalam mobil. Car tour tidak hanya home tour hari ini ada car tour. [tertawa] Ya boleh mas silakan. Oke. Ada apa lagi nih Mbak yang belum kita bahas, Mbak? Oke. Jadi, nah ini kalau dari jalan masuknya sendiri pun untuk dari bawaan developer sebenarnya ee sama ee apa ya konsepnya biasalah ya carboard dia langsung menuju ke pintu. Nah, ini aku bagi dan ini aku kasih sendiri untuk memang jalur ibaratnya pejalan kaki. Tujuannya apa? Melihat kayak misalnya kurir gitu ya, dia tuh suka bingung kalau misalnya pintunya tuh di balik mobil gitu. Oh, oke. Dia dia enggak tahu nih di di mana posisinya. Masuknya lewat mana ya gitu. Akhirnya aku ee berinisiatif jalur masuk ya. Dia punya jalur sendiri orang tuh sudah jelas mau masuk lewat mana ya ini. Oke, gitu. Dan dari sini ee apa namanya? Kita langsung masuk aku sebutnya teras depan lah ya. Teras depan ya. Heeh. hanya untuk welcoming. Intinya sih ada bagian di mana ketika kita sebelum pergi ataupun sesudah pergi mau lepas sendal pakai sepatu ya paling enggak kita bisa duduk dulu. Duduk dulu di sini. Oh, oke. Dan terus yang menariknya ee ini ternyata masih ada ya Mbak ya untuk tanaman-tanamannya di sini. Betul setali. Memang rumahnya pecinta tanaman nih. Dan masih ada monster lagi. Jangan heran akan banyak monstera. Mas Wicok boleh tinggi sama monsteranya. Betul ya, lebih tinggi monstera loh dari Mas Wicak. Iya sih, gitu. [tertawa] Cakep cakep cakep cakep. Oke. Terus apa lagi nih, Mbak sebelum kita masuk? Kalau untuk layout pintunya, entrance-nya adakah yang diubah? Berarti betul. Jadi kalau bawaan dari developer awal itu ini bagian teras masuk pintunya itu menyamping. Jadi ini harusnya terasnya ini masih tergabung sama nanti kita lihat di dalam foyernya yang aku udah bagi dua. Jadi harusnya pintunya itu adalah di sebelah sini. Oh, oke. Gitu. Nah, ini aku rubah karena aku punya teras. Jadi, ibaratnya pintunya aku majuin ke depan. Oke. Boleh sambil kita lihat, Mbak? Boleh. Silakan masuk. Kalau untuk pintunya sendiri tidak diubah ya, Mbak ya? Atau diganti atau gimana? Kalau pintu utama kita ganti. Oh, diganti. Pakai apa nih, Mbak? Jati perhutan nih. Wih, makanya cakep banget nih tampilannya. Ee tujuan kita sih sebenarnya lebih berat aja ya, karena ini kan direct angin biar enggak jer-jeder. [tertawa] Apa ya yang pintunya berat? Oh, kita sekalian aja pakai jati rutani gitu. Silakan masuk. Oke, permisi. Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Ini pas masuk feel-nya emang langsung adem ya, Mbak ya? Iya. Jadi pas masuk pun ini tadi aku bilang aku bagi dua. Jadi sebenarnya foyer ala-ala lah ya. Ini hanya untuk pembagian bahasaku ini jadi kayak cuman area welcoming sekaligus untuk membagi area agar enggak langsung view-nya tuh ke dalam. Oh, makanya perlu dipisahin seperti ini. Karena kalau tadinya masih di sini tuh ini ya, Mbak, ketika buka gini, ketika buka kita langsung hai lagi apa [tertawa] gitu. Jadi kita pindahin ke sini minimal pas buka yang dia lihat yah langsung ke area fo aja dulu dikit ya. Iya. Jadi enggak langsung kelihat ke sana ya. Oh oke. Dan untuk merenovasinya berarti renovasi ya Mbak istilahnya nih ya. Iya tetap renovasi ya jatuhnya renovasi sipil waktu itu cuman aku sama tukang aku aja. Oh, manurin sendiri tuh, Mbak. Berarti betul sekali saya terlihat seperti mandur. [tertawa] Berarti tidak pakai kontraktor, desainer interior, arsitek. Tidak. Yah, kita turun sendiri ke lapangan. Tapi nyaman banget rumahnya, Teman-teman. Alhamdulillah. Oke, berarti sebelum kita melihat area utamanya, karena area utamanya di sini nanti kita akan ganti sama Mifta. Kita mau Oh, gitu. Kita mau bahas ini dulu. Boleh, Mbak. Boleh. Silakan. Berarti ini pas masuk di sini langsung ketemu sama ada kamar mandi, ada tangga, dan ada kamar. Betul. Ini layout berarti masih sama ya, Mbak ya? Kalau secara layout keseluruhan iya begini layout bawaannya. Oke. Cuman ada kayaknya di finishing ulang kayak apakah lantainya ini juga diganti, Pak? Kalau lantai ganti ya. Saat kita beli aja itu udah rumah 10 tahun yang lalu. Oh wow. Jadi kebayang ya lantainya masih ubin ukuran 50 yang yang benar-benar yang putih yang kalau misalnya di itu licin gitu apa namanya benar-benar ini akhirnya dan kebetulan secara kontur dia sudah mulai ada yang turun gitu. Oh makanya berarti harus diong akhirnya ya sudahlah kita mau enggak mau kita ganti ini kita lihat sini dulu nih Mbak. Oke silakan. Berarti memang ada satu kamar tidur. Siapa nih Mbak yang pakai biasanya di sini? Sebenarnya gini, kalau kita dari awal ee memilih rumah itu intinya kenapa mau punya satu kamar di bawah? Tujuannya kalau misal ada keluarga yang datang terutama alhamdulillah kita ee ada masih ada orang tua biar enggak naik turun ke atas. Paling enggak kalau mau istirahat kita ada di bawah didesain secandik ini juga ya, Mbak ya? Di Custom interior berarti ya. Iya. Ini kita ee apa namanya? Dibikin fungsional juga selain untuk misal tamu ada yang mau nginp kita juga sudah siapkan lemarinya. He. Oke. Bisa disimpan di sini gitu. Oke. Nah, kalau yang sini nih, Mbak, yang kamar mandinya kenapa ada? Kerangkengnya dulu nih. Nah, kenapa? Ayo. [tertawa] Rumah ini paling awal yang diganti adalah reling. Oke. Kenapa reling tangga? Kenapa? Karena aku saat itu punya dua anak yang baru berusia 2 tahun saat itu ya. Sekarang sudah main gede ya. Itu 2 tahun. Jadi yang kita pikirin e safety first dan kebetulan ini ee tangganya agak curam karena memang ini belum aku ubah. Itu sih awalnya memang untuk ee keamanan keamanan anak-anak biar enggak jatuh ya. Karena emang iya sih setuju ngelihat gini kan cukup cukup ini cukup curam. Iya. Dan pun misalnya mereka sudah bisa buka sendiri kedengaran sama kita. Oh ada yang buka pintu nih gitu. Betul. Belum lagi kalau kita gembok. [tertawa] Iya kan? Oh digembok juga dong. di dalam rumah enggak? Ini kalau mau lihat silakan. Boleh, boleh, Mbak. Oh, jadi ini selain akses ke pintu kamar mandi, ada gudang kecil juga ya? Betul. Ini iya ada space. Akhirnya lumayanlah bisa kita masukin ke sini bisa berfungsi gitu loh. Ini sebenarnya agak unik ya kamar mandi. Lihat ini kayak buat parkiran motor panjang. Parkiran iya kan? Benar enggak? Tapi senangnya aku adalah bisa terbagi berarti ini bisa jadi area yang ee apa? King ini area basah. Oke. Dan ini emang dari awalnya sudah seperti ini. Dari awalnya memang begini. Memang yang awal juga yang aku cari memang bawah itu kamar mandi bukan poder room. Karena aku pikir karena ada kamar ya kalau orang nginp ya gimana kalau dia mau mandi ya. Yang penting ada tempat buat showernya ya. Walaupun mungkin enggak akan senyaman itu ya tapi minimal bisalah untuk mandi bersih-bersih gitu. Setuju. Setuju. Setuju. Dan bersih banget juga nih. Oke, boleh kita lanjut, Mbak? Boleh. Oke, sekarang kita lanjut ke living dining kitchen. Ini area komunal, area utamanya dong di sini. Nah, kalau ini ada perubahan apakah secara layout benar-benar seperti ini? Dia memang open space. Aku memutuskan untuk terbagi dua. Ini area living room dan ini area kitchen sekaligus dining. Oke. Tapi kan tadinya pasti pas beli rumah kan kosong nih. Gimana konsepinnya nih? Warnanya juga ternyata banyak hijau-hijau. Enggak cuma dari tanaman ya, Guys. Sofanya kan udah lihat yang hijau gitu kan. Hijau. Kicencet hijau walaupun ijaunya mohon maaf agak beda ya. [tertawa] I ya. Biar bervariasi ya. Tapi gimana cara nentuin konsep rumahnya? Oke, jadi kembali lagi awal itu pokoknya aku cuma berpikir masih masuk di e bangunan rumah ini yang memang bentuknya modern e minimalis dan aku seperti yang aku bilang konsep awal aku adalah homie. Jadi menurut aku warna hijau itu feels homie aja versi aku ya. Apalagi dengan aku sangat suka tanaman yang memang sering lihatnya hijau-hijau. Jadi buat aku kalau misalnya memang ee ada nuansa hijaunya di dalam interior rumah ini, itu akan menambah ee lebih tenang. Ini kan juga areanya cukup luas Di sini ditambah lagi nih aku suka banget sama ini. Jadi pas kita tadi masuk langsung ada bukaan taman yang cukup besar. Iya. Jadi memang dari awal banget ketika udah ngelihat rumah ini dari awal tuh aku bercita-cita memang bisa makan dan nonton tapi dengan view itu belakang belakang itu maksudnya dengan konsep dengan view monster kali ya betul juga ya viewnya hanya [tertawa] monster iya aku tetap rasa pengin menyatu dengan alam tanda kutip pengin ada ee apa namanya sirkulasi udara yang baik itu kenapa area ini besar serta e lagi makan dan lagi nonton ataupun lagi bersantai tetap bisa menikmati ya menikmati area taman belakang. Tapi aku setuju sih kalau rumah ada bukaannya kayak gini walaupun kalau ini sih kita enggak bisa bilang kecil juga ya. Biasanya kan ada tuh walaupun kecil tuh membantu gitu loh. Jadi enggak full bangunan. Tapi kalau ini kan besar ya teman-teman. Makanya sebenarnya di taman belakang ini pun kayak kebagi beberapa segmen juga gitu. Ngedesain sendiri atau gimana? Kan bukan cuman taman kering. Biasanya kan ada yang cuman taman kering. Betul. Ini ada sitting areanya dulu. Ada kolamnya seperti apa nih? Ngedesain sendiri kah? Aku tuh suka konsep backyard. Bisa benar-benar menikmati suasana samping rumah atau belakang rumah itu benar-benar masih bisa ketemu hijau-hijau, masih bisa duduk-duduk. Intinya nuansanya tuh tetap natural, ada ada ngerasa hominya gitu. Itu gimana ya? Akhirnya aku benar-benar gimana ya cara ya? Sudah terbentuklah seperti ini jadinya. Dan aku selalu berpikir ee gimana caranya orang ke rumah ini tuh tetap bisa dapat jatah duduk. Karena kalau lihat dari depan aku tidak punya ruang tamu, terus ruang keluarga juga benar-benar bukan yang besar. Anggaplah ini extended ruangan tetap bisa duduk, tetap bisa menikmati suasana ee semi outdoor tapi masih connect ke dalam. Ke dalam dan sehari-harinya pasti ini sliding doornya juga dibuka ya. Betul. Oke. Jadi make sense juga sih pas ketika ada tamu banyak orang-orang tetap di sini. Tapi walaupun duduk di sini pun bisa ngobrol sama yang di dalam gitu ya. Kursi dua, ada meja satu di tengah. Biasanya buat apa di sini? Nah, gini. Ini tuh lebih kayak kalau aku kalau aku lagi-lagi selalu ada bagian yang sebisa mungkin dia punya fungsinya. Yang namanya orang ke belakang pasti bawa kopi, bawa makanan. Dia butuh apa? Tatakan. Inilah fungsinya tatakannya. Itulah yang ngebuat aku berpikir gimana ya caranya dengan yang ada ini bisa fungsional, bisa menampung sekian orang, bisa menampung keluarga, tapi mereka bisa merasa nyaman dan dari berbagai usia. Eh, betul dari bayi sampai yang tua Nah, di pojokan situ terus ada kolam. Kenapa nih harus ada kolam ikan tiba-tiba di sini? Kalau ditanya itu terus terang ini mungkin udah bawaan dari rumah aku yang sebelumnya. Memang dari dulu kita punya kolam ikan koi. Senang aja sih ngelihat warna-warninya mereka, ngelihat cantiknya mereka. Ini versi aku ya. Dan memang aku senang banget kalau di rumah itu terdengar suara air gemerikit. Enggak tahu sih menurut aku itu menenangkan sekaligus itu. Tapi selalu aku kombinasikan dengan apa? Dengan tanaman. Dan kalau lihat ke atas ini juga sebenarnya tertutup full ya, Mbak. Ada bukaannya enggak? Ada paling pojok. Oh iya di situ. Dan ini ada pintu menuju ke servis ya. Area. Tapi kita lewat dalam aja kali ya. Boleh. Silakan. Kalau dapurnya ada cerita dulu enggak? Ini ceritanya apa? Ini island-nya kayak menyatu dengan meja makan. Eh, kalau kayak gini namanya island. Apa ya? Island juga kan? Betul. Iya. Tadinya kita punya island-nya di sebelah sini. Set. Ini meja makannya sudah ada. Tapi ternyata pas dirasain wah ini nutup jalur ternyata. Ruangan terasa lebih sempit. Kita rubah lagi konsepnya. Kita mau pakai yang existing semuanya. Gimana caranya? hanya si island ini ditambahin dan akhirnya aku bilang memang sama interiornya, intinya memang aku tuh pengen kayak memanjang tapi kita tuh enggak terpisah. Akhirnya dengan meja makan yang existing digabunglah sama si Island. Hmm. Jadi jadi lebih multifungsi juga ya. Dari tadi kan ing nyebut interior. Boleh di-mention aja mungkin pakai interiornya siapa? Ruangan ini beserta si kitchen set aku pakai namanya Salza Interior. Di Instagramnya ada ya? Di Instagramnya ada. Oke. Siap. Oke, soalnya entar daripada teman-teman nanya aku kan, mendingan aku tanya langsung aja sama orang ya. Boleh ke lanjut ke sini? Silakan. Ini kita ternyata di sini ada dapur lagi. Dan ini mungkin dapur yang emang sehari-hari dipakai ya buat masak ya kalau bisa dibilang. Dapurnya Mbak ini justru dapur existing dari pas aku beli. Heeh. dengan kebaikan hati si pemilik rumah sebelumnya. Dia dia sudah membikinkan e kitchen seter seperti ini. Aku hanya mengganti bagian lemari dan e hanya memanjangkan aja sih sesuai dengan kebutuhan aku saat ini. Intinya sih bukan masalah dapur kotor, dapur bersih, tapi lebih ke biar orang-orang yang ee ya yang ngebantuin aku, dia kayak punya area sendiri, harapannya lebih merasa nyaman. Jadi, ya sudah lebih baik buat aku. Aku punya ee area sendiri, mereka punya area sendiri. Terus ini kalau aku lihat emang ada aksesnya ke luar juga Betul. Ini kita mau menuju ke harusnya area garasi harusnya ya. Ini area garasi. Wow. Jadi playground ya. Tapi kita sulap jadi playground. Playground-nya anak-anak. Kalau setahun yang lalu sih masih benar-benar playground karena mereka masih main banget. Tapi ya semakin besar jadi ya masih jadi tempat kadang-kadang lah kadang-kadang main kalau lagi mau di sini. Kata Mbak Ingger ini mau diprelove tadi eh bisa. Yang punya tonler boleh hubungin saya langsung tanyakan aja ke Instagramnya Rumah Hijau. Iya betul. Di sini kita intip bentar tuh area belakang itu tadi yang udah sempat termention. Iya. Jadi kalau ini juga area emang udah ada ya. ini area juga sudah ada dan ini tuh setengahnya sih sebenarnya yang aku siapin tuh lagi-lagi tujuan aku misalnya kalau misalnya kayak ada acara keluarga pastikan dia suka bawa driver atau bawa ee babysitter dan segala macam mereka punya area tersendiri mereka enggak kikuk enggak malu-malu ataupun bisa ayo makan ya udah mereka bisa makan di sini dan di sini jujur nyaman banget karena juga masih ada dapat sirkulasi dan view jadi pasti semuanya semuanya pada suka ya. Kalau tangga ini aku tebak juga berarti ini untuk servis ya. Ini juga itu untuk ke servis dan ke jatuhnya ke kamar asisten. Oke. Nah, tapi sebelum ke atas iya gimana? Aku mau duduk sini dulu capek. Oh, itu padahal pojok hukuman loh. Emang Nah, ini tiba-tiba sebelum naik ke atas tuh ada nih pojokan kecil. Sebenarnya aku tuh ya pasa [musik] ini gini ini tuh buat apa sih? Buat apa sih? Jujur aja bingung gitu. ini dibikin yang isinya koleksi [musik] berhubung kita punya koleksi ya kan ya udah akhirnya aku pikir udah deh buat tambahan duduk ataupun naruh barang kenapa naruh barang percayalah ketika ngumpul itu tas berserakan ini bisa difungsikan silakan taruh tas di sini dan enggak terlalu kelihatan ya pojokan betul jadi orang juga enggak ih tas aku di mana tas aku di sini semuanya wah smart banget alhamdulillah [tertawa] kita boleh naik enggak ya kalau enggak boleh Kan enggak mungkin ya. [tertawa] Yuk, silakan. Harus boleh sih Kupaksa. Nah, untuk area tangga ini tadinya emang udah di sini tapi tadi kata Mbak Ingger sampai atas berti aku nyari yang konsep yang e benar-benar ketutup tidak ada celah. Safety first buat aku. Oke. Dan ini lantai anak tangganya juga diganti ya. Lantainya aku e cuman aku tambahin vinyil sih. Enggak aku bongkar ulang gitu. Nah, sampai atas ini ketemu second living room yang cukup luas juga ya. Dan ada apa aja sih, Mbak, di sini? Di atas itu ada dua kamar anak, satu kamar utama dan satu kamar mandi anak. Oke, boleh ke mana dulu nih? Silakan boleh ke mana dulu? Mana yang ke sini kamarnya siapa? Coba lihat sini. Yang ini kamarnya siapa? Ya Allah. Silakan, Mas. Masuk ya. Izin masuk ya ke silakan tante. Ini kamar Boy dan sesuai request-nya dia mau tentang space. Oke, tapi untuk desainnya gimana? des e konsep desainnya jujur ngrequestnya kayak gimana tuh? Pokoknya aku cuma bilang aku mau memang konsep e tempat tidur yang ada tangganya. Kenapa? Biar bawahnya fungsional. Bisa ada area untuk penyimpanan. Terus ya kalau sisanya benar-benar menyesuaikan hanya pengin biar fungsional [musik] juga nanti tujuan aku intinya bikin ketika ke interior ya gimana caranya anak ini emang umurnya masih segini tapi konsep kamarnya bisa dipakai sampai dia gede lah minimal. Oke. Dan kebagi di sini ada kasur, meja belajar dan meja belajar lemari. Lemari pakaiannya juga lucu banget. Jadi enggak semuanya tertutup. Ada yang terbukanya juga. [tertawa] Dan ini adalah tugas mamanya buat merapikan. Dan aku suka juga di kamar ini masih ada bukaan yang besar, ada jendelanya jadi enggak tertutup. Boleh ke sebelah? Karena anaknya kembar, apakah kamarnya juga kembar? Ya, karena sepasang jadi tidak sama. Tapi kalau ininya sama secara interior furnitur-nya sama, hanya konsepnya dan warnanya. Betul. Warnanya beda. Oke, ya. Mirip-mirip sih semuanya sama, cuman warnanya aja. Warna konsepnya. Iya, betul. Oke. Dan ini lemarinya juga sebenarnya masih sama konsepnya ada yang terbuka juga. Pokoknya kalau yang tadi blue ini pink dan ada jendelanya juga di sini. Ibunya enggak mau susah. Ya udah adil dibagi dua sama rata. Ya udah lanjut yuk. Ini masuk ke kamar yang Mbak Inga. Silakan. Ini kamar utama. Wih, luas banget mbak kamarnya. Ah, bisa main bola. Ukurannya berapa? Kalau enggak salah nih 6 * 5. Ngarah enggak itu? Mudah-mudahan enggak. Karena waktu itu ngukur buat masang vinil. Oke, [tertawa] berarti benar 30 ya kalau dia enggak salah. Kalau Mbak Ingar kalau enggak salah segitu. Iya. Nak, ini untuk layout kamarnya sendiri juga sebenarnya cukup unik loh, Mbak. Menurut menurut kui kok jadi kui ya menurutku. Nah, ini emang pembagiannya udah sini area kasur atau kayak gimana dari awal sejujurnya sebenarnya ya justru kamar utamanya belum ada interior lah. Coba dilihat belum dikonsepin banget gitu ya. Betul. Kenapa? Iya karena kita masih tidurnya bareng sama anak-anak. Kita belum bisa bikin konsep yang gimana-gimana banget karena benar-benar masih harus ada kasur sepanjang kenangan ini ya dari ujung ke ujung. Jadi ya sudah kita mengalah paling enggak kita ya ada cantik-cantik dikit lah. Ada backdrop ya kan ada headboard gitu. Tadi tapi memang ee konsep yang nanti akan kita siapkan itu karena kita pas masuk kamar utama ini yang kita lihat kok kayaknya ini kayak konsep kamar hotel ya memang terbagi dari yang kita lihat ya. Akhirnya nanti memang di sini memang akan tetap kita jadikan e ruang tidur lah. Ibaratnya ini memang jadi ruang kita untuk nonton gitu. Jadi kebagi ya kalau mau nonton sini dulu. Ee sementara kita konsepkan dulu seperti ini. Ee ini lemarinya nyambung dengan [musik] TV dan kita cuman siapin sofa di sini. Oke. Kalau ke situ Mbak Ini area saya kalau dicari bubun mana kita ngumpet. I lama lama banget kan [tertawa] kalau di sini 2 jam ya. Kok enggak ada sih? Diam aja di sini gitu. Lumayan loh. Iya. Sekarang kita mau review skinc ya. Wow. Kok jadi banyak ya review-nya? Kakak boleh tahu enggak pakai skincare apa aja? Kakaknya cantik banget. Air wudu. [musik] Kesal enggak? Pasti kesal [tertawa] kan net. Dulu set. Set. Set. Ya udah. Berarti kalau ini simpel aja ya. Emang dari awal emang difungsikan untuk area make up gitu ya. Area make up. Betul. Pengin ala-ala apa sih namanya? Working closet ya. Cuma setelah aku pikir-pikir areanya terlalu tertutup, khawatir nanti justru kayak misalnya e barang-barang kayak tas, baju, nanti bakal ini enggak ya? Ya ibarat karena enggak ada sirkulasi gitu ya, terlalu tertutup. Jadi akhirnya aku pikir udahlah tetap dibikin e open space. Jadi [musik] paling enggak aku punya area sendiri aku untuk make up dan bersinc tadi ya. Boleh lihat ini kamar mandi pasti boleh. Benar lagi jangan-jangan salah. Bukan kamar mandi ni. Tadinya kamar mandi tuh sampai sini loh. Ini aku bagi. Oh, ini tadinya pintu kamar [tertawa] mandi. Pintu kamar mandi tadinya. Pantes jadi tadinya kamar mandinya ada betop. Heeh. Tapi ya mohon maaf kita enggak bisa lama-lama kalau di kamar mandi ya digedor-gedor. Jadi ya inilah aku bagi akhirnya jadi kamar mandinya sesuai kebutuhan aja. Akhirnya aku bagi untuk area bisa ada area make up itu gitu. Berarti tadinya lebih besar lagi ya kan mandi. Iya. Iya. Ini juga kan masih udah cukup lah menurut. Iya betul nih. Bet upnya tadi di sini nih. Oh. Tapi kalau kamar mandinya sendiri ini langsung tiba-tiba ada yang berbeda gitu kan di dindingnya kayak lagi mood-nya pakai ini atau gimana Mi? Lagi-lagi ya. Ini intinya benar-benar kalau kamar mandi totally bongkar. Intinya dipisah ya area kering dan basahnya gitu ya. Iya. Aku selalu tujuannya begitu dan masih ada bukaan lagi di sini. Iya. Nah, ini kalau ini memang bawaan bawaannya memang seperti ini. Ini juga salah satu yang aku suka ya si kamar mandi sudah disiapkan e ada sirkulasinya. Maaf [tertawa] punten ya numpang lewat. Heeh. Tapi berarti ini udah udah kelihatan fungsinya ya? Betul. Sesuai fungsi ruang keluarga tapi yang versi privasy maksudnya ya ngumpul tapi keluarga inti gitu. Ini kamar mandi anak. Oh tapi mirip-mirip sih sama tadi. Iya. Ini lebih aku bikin lebih konsep ceria aja ya. Tadinya pintunya juga bukan pintu geser. Coba kita lihat. Hai, Mas. Itu ya. Tadinya pintu [tertawa] ini kebuka set mentok sama kloset. Luar biasa. Enggak. Luar biasa ya. Efort ya. [tertawa] Terus gimana kalau mau kebelet kita? Akhirnya aku bilang sama tukangku, gimana caranya lo akalin jadi pintu geser. Akhirnya jadilah pintu ini. Jadilah pintu ini. Ini pintu existing yang direpair aja sama dia. Oke. Masih bagus ya maksudnya masih bisa dipakai lagi. Iya. Dan ini lagi-lagi memang ee selalu ada bukaan ada jendela ini. Lanjut lagi. Oke, masih ada satu pintu di situ, Teman-teman. Oh, banyak pintu ternyata, Mari kita buka set. Ah, heboh, heboh. Ini laundry room ceritanya. Nah, ini cerita. Nah, ini nembusnya dari situ tuh yang bawah tadi. Banyak tetangga enggak apa-apa. Tadi cuman sekilas aja maknya biar orang tahu nemusunya [tertawa] dari situ. Dari situ tadi tangganya soalnya kan tadi kita bahas di bawah. Betul. Tangganya mana? Di ujung situ di ujung sebelah situ. Betul. Jadi kalau di sini emang untuk area mencuci dan jemur ya? Iya. Jadi, tadinya awalnya memang aku belum pakai dryer karena melihat oh di sini mah cahayanya oke gitu kan maksudnya jemur masih bisa. Tapi ketika benar-benar masuk yang hujan yang berturut-turut ternyata benar-benar enggak bisa kering sama sekali [musik] karena jangka panjang jadilah kita seperti ini dryer gitu. Oke. Jadi enggak untuk area menjemur lagi di sini masih dengan bahan-bahan tertentu yang cepat kering. Contohnya bahan apa aja? Baju olahraga saya. Oh iya benar. Cepat kering ya itu ya. Betul sekali. Oke, ini masih ada pintu lagi loh ternyata. Betul banyak [tertawa] banget pintunya. Enggak habis-habis. Aku pikir pintu terakhir ini kamar mandi asisten. Oh wow, lucu banget gitu. Oke. Apa ceritanya? Ada ceritanya enggak? Ya enggak ada kamar mandi asisten. Oke, pokoknya kalau semua kamar mandi secara lantai dan ini memang kita ganti. Oke. Karena ini juga ya lantainya. Iya, betul. Karena ee bawaannya ya seperti yang sudah tahu ya namanya rumah 10 tahun secara lantai sudah oke harus kira-kira. Betul. Nah, ini ada tangga monyet juga ya. Menuju ke atas. Yes. Ini menuju ke outdoor AC. Oke, kita mau ke mana lagi sekarang? Udah kita closing di bawah sambil duduk. [musik] Oke, kalau udah duduk kayak gini tandanya kita mau kepoin. Wow. Budgetnya berapa. Tadi kan ceritanya [tertawa] udah semangat banget. Masa budgetnya lupa? Enggak mungkin dong. Kan detail banget tuh cerita rumahnya. Iya betul. Kadang kita lupain budget tuh biar enggak diungkit-ungkit sama donatur. [tertawa] Kalau suaminya Mbak Ingger Mas siapa namanya? Ee Mas Pudio. Semoga Mbak Ingar enggak salah mention budgetnya lagi kali ini. Berapa? Jadi karena kita itu kan e renovnya ada bagian sipil dan bagian interior. Kurang lebih in total itu hampir 450. Oke. Berarti udah total semuanya udah total. Karena kebetulan juga kalau secara sipil kita tuh juga bukan borongan. Kita hitungnya harian. Kebetulan mandornya langsung aku. Jadi kalau aku pikir kalau borongan aku juga enggak bisa ngitung secara kayak kebutuhan bahannya segala macam. Memang sih tukang yang belanja tapi aku tahu apa aja yang memang dibutuhkan dalam seminggu. Kan kita biasa mingguan ya gitu. itu sih dan memang ee apa namanya yang mungkin yang lebih eh mengeluarkan mengalir lah ya si budget itu memang ketika renov itu tahu-tahu ternyata bagian ini sudah rapuh misalnya wah berubahlah itu budget yang namanya rumah second ya pasti ada aja gitu. Oke, jadi tapi tadi ternyata fun fact-nya ya teman-teman ini belum belum berubah sepenuhnya. Entar ada lagi yang mau diubah gitu loh. Jadi belum 100% hadir kembali jilid dua Mbak MTA dan Mas ya. Mau diubah living room ini lebih pengin kita luasin lagi aja sih. Oh ini berarti lebih dong entar. Oh tentu tidak gitulah kurang lebih ya. Makasih Mbak Inggerama udah diajak cerita rumahnya seru banget. Walaupun ini kita tuh syutingnya siang-siang, Teman-teman. Tapi enggak tahu Mbak Ingar tuh semangat banget, enggak ngantuk gitu kan. Walaupun tadi kita berangkat ke sini tuh udah agak-agak ngantuk kan. Pokoknya makasih banyak. Kalau Teman-teman masih ada pertanyaan yang tadi kurang detail di sini bisa langsung aja ke Instagramnya Rumah @rumah. @uma. Aku lihat Mbak Ingar udah jarang ngonten. Habis ini pasti lebih sering ngonten lagi karena banyak pertanyaan dari kalian. Oke teman-teman makasih sudah nonton semuanya. Jangan lupa juga follow Instagram kita insir dan TikTok kita. Bye bye. Si make up dan berskinc tadi ya. Di sinilah aku umpetin. Mohon maaf ini dikit lagi mejanya penuh sama skinc dan make upnya. Kan ini udah sampai sini. Benar tambah lagi. Kalau entar check out lagi nih di orange sudah sampai sini. Ini perhatian sekali ya. [tertawa] Berarti bisa diprelove kali ya. Oh.

Lihat di YouTube