Jungkat

Rumah Prefab - Semua Ruang Dapat Taman (YouTube Video)

  • 09/04/2024

[Musik] Hai guys, balik lagi sama aku Jece. C di behind the Braks kali ini aku lagi ada di kasa de Valorar oleh Pak Deni Setiawan. Nah, seperti biasa sebelum kita mulai house tournya jangan lupa support kita dengan cara klik tombol subscribe di bawah ya. Yuk langsung kita ketemu sama Pak Denya. Halo, selamat datang. Terima kasih sudah mampir. Hai. Nah, boleh perkenalan diri sedikit, Pak, ke audience. Halo, nama saya arsitek Deni Setiawan. Saya principal arkitek untuk studio Deni Setiawan. Oke, hari ini aku pengin tanya-tanya soal rumah ini. Pertama dari nama dulu nih. Aku dengar namanya cukup unik ya. Cukup unik karena e klien sendiri yang kebetulan minta dinamakan kasa dealorar. Artinya apa tuh, Pak? Artinya adalah sesuatu atau rumah yang bernilai. Oke, keren banget ya artinya, Guys. Iya, memang rumah ini jadi sesuatu yang sangat bernilai untuk mereka karena mereka tinggal di sini. Oke. Nah, dari luas tanah dan luas bangunannya berapa, Pak? Nah, luas tanah e rumah ini berdiri di tanah 250 10* 25 dan luas bangunannya adalah 212. Berarti lumayan memanjang ke dalam ya? Memanjang ke dalam. Dan sebenarnya secara masa bangunan ini dibagi dua. Jadi ada dua masa bangunan. Kami ee dari awal bersepakat bahwa kami enggak pengin rumah yang terlalu besar, tapi ee yang menjadi inti adalah rumah di mana rumah itu punya taman dan mereka bisa menikmati hidup mereka yang bernilai. Makanya namanya seyaman kenyamanan. Jadi ee mereka ee ingin mempraktikkan minimalis living lah ya. Jadi rumahnya enggak usah terlalu besar, tapi rumah itu justru bisa apa namanya bisa memberikan mereka experience yang berbeda. Wah keren-keren. Karena biasa kalau dengan luas tanah seluas itu ya orang justru memanfaatkan wah rumahnya harus se ee luas mungkin. Makanya saya bilang ee kliennya luar biasa menyenangkan buat kami karena kami terus terang jarang nih dapat klien yang memang dari pertama ingin saya enggak mau rumah yang gede, saya mau rumah yang membuat kami bisa merasakan bahwa kami tinggal di sebuah rumah yang sesuai dengan kebutuhan kami. Begitu. Nah, boleh diceritain, Pak, soal konsepnya? Jadi memang ee sekali lagi klien ini adalah kawan saya ee ketika kuliah, tapi memang jurusannya berbeda. Lalu mereka memang mempraktikkan hidup yang minimalis, mereka tidak suka exposure. Memang dari pertama ee kita makanya kita bilang ee ini adalah sebuah mystery box buat banyak orang ya. Hanya mereka yang tahu ketika apa namanya ini ee dibuka satu persatu ini kayak ah sesuatu oh seru ya. Ada ini, ada itu, ada ini, ada itu. Wah, enggak sabar banget ya kita lihat buka bok Pandora ini. Kalau kalian lihat ke arah atas nih, ada satu bok hitam yang sangat besar. Nah, ini pakai material apa, Pak? Ini ee kita nyebutnya fiber semen. Jadi, di Indonesia tuh ada beberapa produsen fiber semen yang bisa kita pilih. Tapi, ee durability dari fibersemen ini ee menjadi sangat penting karena kami tetap e ingin bangunan ini awet. H tapi nuansa kayunya kita dapat. Perlu saya kasih tahu sama Jeseln bahwa rumah ini tuh dibangun atau didesain waktu kita sedang pandemi. Oh, pandemi. Jadi ee kesadaran tentang pandemi itu membuat ee rumah ini tampak sedikit lebih tertutup. Lalu ada beberapa detail-detail juga yang menjadi penanda bahwa rumah ini didesain waktu pandemi. Misal tamannya banyak. Pada saat itu kita itu lagi harus memanen vitamin D. I betul. Iya kan? Jadi ee di dalam nanti saya akan kasih lihat itu ada taman mereka bisa olahraga dan lain-lain itu mereka bisa melakukannya di situ. He. Lalu yang kedua waktu kita pandemi kalau misalnya Jeselin masih ingat, yuk kita sebentar ya kita ke sisi yang sebelah sana. Boleh yuk yuk. Nah, contoh ee ini ada yang menarik nih. Dulu kita itu enggak boleh bersentuhan dengan orang. segala sesuatu mesti disinfektan dan lain-lain. Jadi ee kami berpikir gimana ya caranya supaya Gojek tuh tahu gitu tempat naruh i dan ada perbedaan antara surat dan makanan gitu ya. Ada barang dan makanan. Jadi ee kita harus mikirin. Nah, akhirnya kita mikirin oh kayaknya kalau jadi nomor rumah itu bisa jadi sesuatu yang menarik juga tuh. Jadi ee kita bisa nih sembunyiin barang dari pos tempat paket di sini. Ini untuk paket dan yang di bawah supaya ngelempar enggak terlalu jauh kita juga bisa punya. Oh, wah keren banget sih ini. Dan makan apa dan paket-paket seperti ini tuh bisa tuh langsung ada di situ. Jadi dan kotak surat enggak cuma seperti itu aja, tapi kita bisa bermain dengan kreatif di situ. Iya. Justru didesain ya malahan ya. Oke, menarik ya. Yuk. Eh, Pak Deni kalau untuk area situ area apa nih? Ada satu daerah-daerah servis yang di situ kita bisa mencuci gitu ya. Ee lalu juga di atasnya kita bisa menjemur dan ada fasilitas gudang yang sewaktu-waktu kalau diperlukan bisa jadi ruang supir. Oh, itu gudang. Oke. Sementara kita pakai jadi gudang tapi sebenarnya itu bisa jadi ruang sopir nanti ketika ada kebutuhan driver. Dan berikutnya ee dia ini tim dapur depan. Oh, ini dapur ya berarti ya? He. Jadi ee apa namanya ya? Pagi-pagi suaminya nyiapin mobil lalu kemudian istrinya masih masak atau nyiapin kopi kan bisa ngobrol di sini kan. Jadi Oh iya iya benar benar. Jadi segini pun ini berarti nih. Iya ini cukup banget buat pencahayaan alami sama penghawaan untuk area dapur karena pintu geser dan mereka bisa ngobrol di situ di dalam situ dengan lucu. Ini ownernya terdengar fun banget ya. Iya mereka ee asiklah ya. Memang pasangan muda yang memang ee gemarnya ee apa namanya? Naik gunung, bersepeda, mountain bike, explore. Jadi, ekstrem sekali. Iya, mereka menikmati hidupnya dengan cara itu, tapi mereka enggak mau terlihat terlalu banyak dari luar. Wah, keren, keren, keren. Oke, yuk kita masuk ke dalam. Sip. Boleh silakan. berti ini main entrance ya. Nah, ini main entrance ee teras lah gitu ya. Jadi ee prinsipnya adalah tidak semua orang perlu kita ajak masuk ke dalam. Benar. Jadi ketika ada mereka-mereka yang memang enggak perlu masuk ke dalam ya di sini ada bench kecil lalu kemudian mereka bisa diterima di sini. Jadi ee ya yang bertamu hanya untuk minta tanda tangan, minta sumbang dan lain-lain ya. Tapi mereka yang keluarga atau teman dekat itu diterimanya langsung ke dalam. Karena ketika kita masuk ke dalam ruangan yang pertama adalah yuk kita masuk. Oke. Nah, ruangan yang pertama itu dapur. Dapur karena ee memang dapur untuk keluarga modern itu banyak sekali menjadi sesuatu yang jadi roh juga untuk kebutuhan keluarga modern. Jadi mereka tuh yang sifatnya semi formal begitu ya. Jadi mereka sambil masak, sambil ngobrol, bikin kopi begitu. Dan ini loh ee dapur mereka dan dapurnya simpel banget. Iya. Iya. Kompor. Lalu kemudian wastaffel dan kompor dan wastaffel ini secara aturan desain gitu ya, harus di daerah yang berseberangan. Lalu kemudian suaminya itu ee pencinta kopi. Doen kopi ya. Makanya ada satu display khusus, satu tempat khusus untuk bikin kopi. Taruh ini alatnya aja banyak banget ya. B bahkan mereka punya grindernya juga. Oh, kemudan itu e ya sekali lagi ya, rumah adalah cerminan si penghuni dan mereka owner juga sebagai user rumah ini jadinya juga nyaman banget ya tinggal dan mudah buat saya untuk menyampaikan sesuatu yang sifatnya ee dogmatis seperti ya kita harus mencintai alam, giving back to the nature ya segala macam. Jadi sebenarnya kalau boleh dibilang rumah ini tuh ee secara energi ya saya selalu pengin misalnya anginnya selalu mengalir gitu. Kita enggak perlu AC yang terlalu ee banyak ketika siang hari kita cukup menggunakan ee kipas angin. Oh, makanya ada kipas angin di sini. Ada kipas angin di sini. Jadi ee kalau ee Jeseln bisa lihat ini ada jendela kalau kita buka dan di sebelah sana ada pintu angin pintu besar. Oh ya, pintu yang besar. Heeh. Jadi ada cross ventilation. Nah, kalau anginnya kurang cukup keras, nah, kita tinggal putar kipas angin selesai. Oh, benar sih. Jadi menghemat energi banget ya. Menghemat energi sekali. Ee dan kalau ini aku enggak salah ya, kalau dari depan itu dia anginnya kecil ee kebukaannya kecil sori. Terus di belakang itu bukanya besar jadi angin yang masuk lebih kencang. Iya, betul sekali. Jadi, itu prinsip seperti kita ee niup balon ya. balon kan ee lubangnya kecil, tapi kita bisa membuat sesuatu yang lebih besar gitu kan. Nah, itu prinsipnya sama sebenarnya. Jadi ada sesuatu yang besar ditekan menjadi kecil sehingga tekanannya membuat anginnya keluar. Oke. Wah, itu ini tips yang harus kalian catat ya tentang ventilasi alamiah. Betul. Dan selain itu kami juga masih punya sebuah ruang yang agak rahasia sebenarnya di sini ini adalah WC. Oke, ada room di sini yang kita bisa jadikan ee tempat untuk mereka yang ya harus ee melaksanakan hajatnya ya enggak terlalu jauhlah di sini. Oke, ini powder room ya berarti enggak basah ya? Enggak, enggak basah. Ini kering. Ini kering dan e bukan untuk mandi ya. Jadi emang enggak ada showernya di situ. Tapi ketika enggak dibutuhkan looksnya tetap bersih ya. Looksnya tetap bersih. Benar, benar, Ben. Biar kelihatan kalau misalnya di situ ada West. I kayak a part of the interior aja ya. Yes. Ind. Jadi ee ya itu ee apa namanya? Memikirkan itu tuh sesuatu yang menyenangkan. I tapi Jess ee saya dibantu sama seorang interior desainer namanya Valeri Hartarto. Ee kantornya namanya Kreata. Jadi ee mereka yang membantu saya memikirkan si dapur ini dan juga gimana nih caranya supaya kita bikin sesuatu yang seamless enggak kelihatan. Tapi ternyata itu fungsional. Ruangan ini enggak lebih besar daripada 3,6 m. Kalau saya e selalu sukanya bikin sesuatu yang sifatnya atau dasar perkaliannya itu 60. Jadi kalau misalnya Jeslin nanti kita lihatnya keliling-keliling J lihat di keramik aja di rumah ini saya enggak menyisakan satu keramik pun tersisa. Enggak ada sama sekali. Enggak ada. Enggak ada. Karena semuanya sudah dihitung dari awal bahwa kita beli keramiknya sekian enggak ada sisanya. Oh. Makanya semua garisnya ketemu. Ketika saya mendesain, saya sudah hitung kita butuh berapa keramik. Oh, jadi benar-benar enggak ada sisa potongan-sisa potongan. Oh, enggak ada sama sekali. Engak ada. Jadi, e misalnya kalau misalnya Jessel lihat ya, saya tunjukkan ini deh. Oh, ini ini ada potongan 15 centik garis itu ketemu tuh garisnya lurus sama dengan apa ee partisi ya pas di pembagian. Iya. Tapi keramik ini, tiga keramik ini atau ee empat keramik ini adalah sama dengan satu keramik ini. Oh, jadi jadi enggak ada hanya beberapa potongan dari si 60 modul 60 ini ya. Wah, keren banget sih. Dan enggak cuman soal ee pemakaian keramik, tapi tuh si bagian 15 ini kan agak janggal ya dibandingkan 60 cent lainnya. Tapi enggak jadi janggal. Kenapa? Karena dia pasti karena ketemu garisnya. Dan ini yang saya sebut sebagai konsistensi berpikir gitu ya. Jadi kalau misalnya kamu lihat ini aja nih, ini ada dinding lalu menerus 15 juga. Wah, ini sih keren banget sih. Ini susah banget sih, Pak ya. Kalau dipikirin kayak ngerjain matematika sebenarnya, tapi justru ya itulah arsitek ya. Arsitek tuh menikmati berpraktiknya dengan cara itu gitu. Ah, keren banget sih ini. Lalu ketika saya bilang ee saya mau keramiknya semua, tidak ada yang bersisa, dia setuju. He. Terus ya itu sekali lagi itu berkah buat klien, buat arsitek juga. Iya. He. Karena itu keramik itu kan harus disesuaikan dengan luas ee permukaan dari lantai. Belum lagi posisinya harus sesuai dengan kayak ee ujung-ujung dari setiap pemisa ini. Dan itu tuh kayak aku mikirinnya aja kayak kok kepikiran gitu, enggak kepikiran sama sekali. berpraktik. Misalnya gini, pintu kebanyakan pintu adalah ukurannya 90 cm. Heeh. Lalu kemudian lemari itu kebanyakan ukurannya adalah 60 cm. Lalu banyak sekali yang sifatnya apa namanya? Tempelan itu sifatnya 30 cent saja. Jadi ee saya jadi sadar, oh kayaknya sih kelipatan 15 atau kelipatan 30 itu sesuatu yang jadi modul material he gitu. Jadi dari sekarang saya ng-desain itu kebanyakan saya tahu dulu materialnya modulnya berapa, dari situ saya mulai membuat desain. Nah, itu sudah terpikirkan semua. Makanya ee saya juga harus memuji kontraktornya. Sabar gitu ya ketika saya minta pokoknya semua ruangannya harus presisi ya karena ee si garisnya itu harus ee pas gitu. Nah, ee puji Tuhan si kontraktor juga memahami intensi desain itu dan dia berusaha untuk menjalankan semuanya dengan sempurna gitu. Tapi jadi puas ya lihat hasilnya rapi banget. Kalau di lantai satu ini nih ada ruangan apa lagi nih, Pak? Puas. Nanti kita lihat ke ruang makan. Ruang makan. Ayo. Oke. Yuk. Nah, tadi ownernya nyiapin kopi buat kamu katanya Jess. Oh, terima kasih. Oke. Nah, ini ruang makannya. Jadi ee ketika makan gitu ya ee keluarga kecil masih pesan muda. Ee lalu mereka bisa menikmati taman. Ya, ini yang saya sebut sebagai koneksi dengan alam gitu ya. Mereka maunya ya udah kebuka aja gitu. Dan aktivitas mereka paling banyak adalah di ruangan ini, di sini. Di sini. Jadi mereka bisa makan di sini, mereka bisa ngobrol di sini dan ee mereka tuh enggak punya ruang tamu. Oh, enggak ada ruang tamu? Enggak ada. Tadi kan teras aja sama sini paling ya ee buat nerima tamu. betul. Jadi ee di keluarga modern ee jarang ada tamu yang diterima di ruang tamu. Jadi selama saya mendesain, saya riset dulu ee seberapa banyak sih kita masih menerima tamu di ruang tamu ternyata di bawah 10% dari semua klien saya. Oh, gitu. Jadi kalau misalnya rumahnya tidak terlalu besar, ee ruangan pertama yang saya coret dari program list adalah living, ruang tamu. Dan ternyata memang ee tamu di keluarga modern lebih senang dijamu sambil ngobrol di ruang makan dibanding di ruang tamu yang sifatnya lebih formal. Iya, benar sih. Benar-benar kan ee generasi Z, generasi X tuh anti kemapanan, anti formalitas gitu. Mereka lebih spontan gitu kan. Nah, ini ee ciri spontan dari si klien. Wah, keren banget ya. Nah, ngomong-ngomong soal dining ini nih ee ini meja makannya kayak ukurannya fit banget di ruangan ini di custom. Custom. Custom ya. Jadi memang kita cari ee meja makan yang kita e kasih ukurannya lalu kita custom. Tapi ee bangkunya enggak. Bangkunya beli jadi. Oh, bangku beli jadi. Heeh. Bangkunya beli jadi. Ee di ini lokal kok. Ini Jepara. Oh, lokal. Heeh. Jadi, ee craftman kita itu bisa lu bikin bangunan apa bangku-bangku yang asik-asik. Keren banget ini. Looksnya bagus banget sih. E, jadi sebenarnya tips sih ee ya memang boleh aja lah ee kalau kamu mendang mending ee apa namanya ya? Lokal-lokal aja lah. Iya, iya benar. Saya mau nunjukin kamu satu ruangan. Oke. Di ruangan kanan sini ya. Yes. Yuk, kita jalan. Nah, ini ruangan yang sedikit rahasia. semi-semi rahasia tapi asik gitu ya. Ini adalah ee saya enggak tahu ya nyebutnya home theater atau bukan. Silakan J. Oke, thank you. Jadi ee ini ada satu tempat ee mereka bisa kerja portable di sini tetap ketemu alam. Oh, iya benar. Lalu kemudian mereka main game, mereka punya Nintendo Switch ya. Nah, gitu bisa main game nih di sini nih. Jadi, well menarik. eh klien ini karena mereka tahu apa yang mereka butuhkan dan mereka berusaha untuk menikmati hidupnya dengan cara yang enggak boros. Anyway, eh ya beginilah ruangannya kecil, TV-nya secukupnya, tapi ya udah main game. Justru ini bukan living, bukan living room yang default seperti biasanya ya. Yes. Yes. Makanya eh tapi satu hal, Guys. Eh selalu ketika saya ngedesain, ketika denahnya jadi, denil banget. Ya, benar. Pasti gitu kan. Pasti gitu. Dan ini kecil banget. Well, tunggu kalau itu sudah selesai dibangun. Saya janji sama kamu ini enggak kecil. Oh, kok bisa? Iya, karena ketika kamu ngelihat ukuran ruang dari dinding itu ke dinding ini kecil. Berapa meter, Pak? Ya, cuma 3 m. Kalau dari sini ke TV cuma 2,4 m. Sempit sih pasti dari dena. Sempit ya. Tapi kita nyatu dengan alam. Oh, iya. borderless dari segi visual. Dari segi visual borderless gitu. Jadi buat saya ukuran luas itu bisa dua, fisik dan psikis. Nah, fisik boleh 2,4 atau 3 m, tapi secara pandangan ee atau visibility kita bisa jauh sampai sana dan secara psikologi kita ngerasanya jauh. Jauh. Benar. Benar yuk kita ee ke taman dulu kali ya. ya. Yuk silakan JS. Nah, ini taman. Jadi tamannya sederhana banget. Kita terusang belum sempat makeover semua. Kita belum pakai landscaper dan lain-lain. Cukup kita tanam satu tabe buyah. Pohon tabe buya ini akan berkembang. Nah, ini ketika awal cuma setengahnya nih dari TB Buya ini ada. Tapi perlahan dia mulai naik dan dia akan jadi peneduh daripada taman ini. Apa yang spesial dari tanaman ini, Pak? Kenapa harus tam tanaman tabe buya ini? Ee tabe buya itu akarnya enggak terlalu mengganggu gitu ya. Tapi ketika dia besar dia mengelompok lalu kemudian dia meneduhkan. Yang menarik adalah ee daunnya cukup besar dan jarang jatuh. Oh iya. Jadi tidak terlalu nyampah. Itu yang pertama. Lalu yang kedua pada musim-musim tertentu dia berbunga loh. Oh, ada bunganya. Ada. Keren sih. Jadi ee kalau misalnya kamu sempat search di internet, Kota Surabaya tuh pernah satu momen berwarna karena si pohon ini ya. Yes. Tapi sekali lagi ee ini taman dan ketika awal saya mendesain, saya ingat banget langsung saya bikin. Saya mau tamannya di sini. Lalu ada beberapa ruang yang semuanya fokusnya menghadap ke taman. Dan ada satu hal lagi yang saya belum cerita bahwa kita tuh sebenarnya punya sideway. Oh, pintu masuk tapi sideway pintu masuk tapi pintu yang berbeda. Kita nyebutnya side entrance. He. Nah, kenapa kita butuh side entrance? Itu menarik nih buat mereka yang ketika mereka liburan enggak pengin ruangan pribadinya diakses oleh servent. Jadi mereka bisa kunci rumahnya, tapi sif masih punya akses untuk mengakses kamarnya dan membersihkan ruangan-ruangan selain kamar tidur pribadi mereka. iya sih kadang enggak terlalu dipikirin ya. Jadi ee ART harus masuk dari pintu utama lagi. Tapi ini masuknya dari sini ini ada sini. Ini ada gang satu yang menghadap ke depan tadi yang dari arah service ya. Yang arah servis. Jadi kalau misalnya kita lihat tadi dari depan ee dari tampak kita di sebelah kanan enggak terlalu kelihatan. Itu adalah gangway untuk service entrance. Oh, langsung masuk ke arah taman ini. Heeh. Nah, di situ ada satu ruang servent yang kita memanfaatkan daerah di bawah tangga. He. Itu juga menarik. Lalu kemudian ada pintu yang kalau kita lihat nih pintunya ya. Ah, sekali lagi camouflage yah. Seamless juga. Seamless, bersih gitu ya. Seless. Tapi ini adalah akses masuk ke dalam. Oh, dari dalam sama dari luar berarti warnanya beda ya? Pintunya warnanya beda. Menyesuaikan dengan apa yang ada di Tadi di dalam ee saya harusnya bercerita juga tentang sebuah lemari yang menjadi tempat nyimpan ee barang-barang hobi termasuk ee baju scuba diving itu ada satu lemari di situ yang apa namanya menjadi tempat untuk nyimpan. Jadi semuanya rapi gitu. Nah, kita ke arah sana yuk. Yuk, sebentar sambil saya juga mau cerita nih. Ini ee si kliennya punya peliharaan Habul ya, anjing gitu ya. Anjing. Dia naik ke sini lalu kalau misalnya anjingnya mau dimandikan ini ada keran yang Oh, ini yang kayak di biasa di pet shop sama groomer gitu ya? Betul betul. Tapi mereka punya apa namanya? Tempat mandi anjing sendiri. Jadi anjingnya punya kamar mandi. Saya bilang begitu. Wah, keren ya. Jadi e kerikil aja supaya nuansanya nuansa luar. ada ee apa namanya? ee waterway di sini supaya kalau ada tampias atau apa dia ada gangnya gitu ya, ada gotnya gitu. Dan yuk kita ke gym Nah, ini ruang gym-nya lumayan lengkap W lengkap banget sih ini. Lumayan lengkap ya. Ini ada vendor gym-nya. Lalu mereka e di bawah rubber floor. Jadi ketika mereka loncat atau mereka apa bow down gitu ya, ini aman. Lalu kemudian ada beberapa e alat-alat kayak gini. Gua juga enggak nge-gym soalnya. Jadi gua enggak tahu nih alat-alat buat apa aja. Tapi I believe that ini tuh sesuatu yang eh mereka butuhkan karena again mereka ee apa namanya? mendapatkan kebahagiaan ketika mereka olahraga gitu. Iya, betul. Betul. Dan di ee yang tadi Pak Bapak bilang di awal yang menggabungkan dua masa berarti ini masa kedua. Ini masa kedua. Ini masa kedua ya. Berarti tamannya menyatukan dua masa ini. Ya, betul. Jadi ee itu dia saya bilang tadi taman ini menjadi roh daripada ruangannya karena dia menggabungkan dua masa ini jadi pusat ya jadi pusat dan tadi satu hal rumah ini tuh kita bangun dengan sistem Lego modular yes prefabrication oh pakai prevap prevap jadi ee struktur daripada bangunan ini ee itu sudah datang dalam rupa jadi gitu ya lalu kita susun-susun sistemnya pakai ee ee apa namanya? Mereka punya join mur baut-nya sendiri. Lalu kemudian itu yang terjadi di rumah ini. Dindingnya juga preap? Dindingnya juga privap. Berarti enggak pakai bata ya? Ee ada bata, tapi strukturnya itu strukturnya semuanya join prevap. Oh. Jadi itu sustainable lagi sih ya. Balik lagi sekali lagi rumah ini jadi bisa dibangun dengan cepat dan kecepatan juga jadi salah satu elemen yang menjamin arsitektur tersebut berkelanjutan atau sustainable gitu ya. Itu yang pertama. Lalu kemudian sekali lagi, minimal waste. Ya, benar. Sampahnya enggak banyak gitu. Jadi semuanya kita pesan sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Jadi kalau misalnya kamu lihat ya di atas ini diekpos. Nah, ini balok-balok ini semuanya balok-balok yang privap. Datangnya sudah jadi. Jadi ee nah ada seorang profesor namanya almarhum Prof. Dr. Arif Sabarudin. Beliau adalah peneliti dari Puslit Bank Kim di Bandung, Pusat Penelitian Pengembangan Pemukiman. Dia mengembangkan sebuah konsep yang namanya Rumah Instan Sederhana Sehat. Hm. Nah, di ee konsep itu itu ee membuat ee rumah dengan sangat singkat. utamanya tadinya buat mereka yang kena bencana dan lain-lain. Tapi saya pakai sistem itu dan jadilah rumah ini. Jadi tadi sih emang aku nyadar dari masa yang pertama pun ee sisi kanan itu enggak menempel sama bangunan sebelah dan dari sisi sini juga enggak menempel I enggak. Jadi sebisa mungkin kita membuat yang tadi ee kita diskusikan cross ventilation, tekanan angin yang berbeda ee yang membuat angin itu bisa mengalir. Ini sudah enggak perlu pakai AC lagi ya. Kalau ngc buka kanan kiri buka sudah adem. Iya. Begitulah. Ee ya sebisa mungkin mendapatkan sesuatu yang sederhana dengan cara yang terpikirkan dengan baik. Kira-kira gituah. Iya. Betul betul betul. Yuk kita ke atas. Nah, sembari kita jalan ke atas di sebelah sini ada in case ada tamu yang akan datang nginap. Mereka bisa masuk ke kamar ini. Dan sekali lagi ya punya taman tat tetap kecil cuma 60 cent. Tapi ternyata taman itu membuat mereka bisa hidup dengan nafas kan. Iya betul. Oksigen. Lalu kemudian ada kamar mandi di sini. Jadi tamunya bisa mandi di sini atau habis dari gym. Iya terlalu jauh ke depan. Benarbenar semua bisa di sini ya. Jadi ada beberapa kamar mandi di sini. Lalu kemudian ada yang menarik nih. Yang ditutup ruster ini adalah ruang servis. jadi ruang servis ini ee digunakan menjemur di atasnya ada kaca. Jadi panasnya dapat, air hujannya enggak turun tapi angin masih bisa masuk. Iya. Iya, gitu. Dan ini e mystery box level tertentu lah. AT mystery box, Pak. Ini material tangganya sama kayak fasa tadi ya? Yes. E fiber sem. Tapi eh bisa lihat bahwa ada dua ukuran fibers semen yang saya gunakan. Yang pertama adalah ukuran 10 cm. Jadi tangga ini kan 30 cm. Jadi enggak buang. Oh ya. Lalu kemudian yang di bawah sini ukurannya sekitar 15 cm ditambah dengan 2 cm jadi 17. Itu ukuran yang ideal. Enggak dibuang. Di sini pun dipikirkan sampai segitunya. Betul. Kita ke tamar tidur utama. Oke. Nah, selamat datang di kamar tidur utamanya. Simpel kan? I sangat simpel. Sangat simpel. Nah, kita coba buka jendela ya. Ini hadapnya ke mana, Pak? Ini hadapnya ya ke sana barat. He. Lalu kemudian ya kita sebisa mungkin enggak dapat matahari barat terlalu banyak. Jadi kita bukanya ke utara dan selatan. He. Gitu. Dan di sana ada jendela, di sini ada jendela. Jadi sekali lagi cross ventilation-nya jalan nih. Oh. Oh iya. I gitu. Terus ee di dinding ini di depannya adalah si kayu tadi. Ada rongga. supaya apa? Supaya satu panas teredam, suara teredam. Jadi ada redaman kecillah dari ada rongga itu bikin ee jadi peredam ya. Yes. Karena kan tadi aku juga sempat mikir sih kalau hitam hitam kan dia nyereap panas ya. Aduh gimana ya kalau ruangan di belakang fasadnya gitu terlalu panas atau gimana? Ternyata panasnya enggak menempel sama dinding ya. I dan lagi ee panas itu ee ya musuhnya sebenarnya kelembaban sih. Jadi kelembabannya kebuang dengan angin yang flowing. So this is the room. Dan kalau bisa sederhana ngapain dibuat roomnya? Yuk kita lihat ke walking closetnya. Lalu habis itu kamar mandi ada sesuatu yang menarik di sana. Oh oke. Aduh ini kayak Pandora banget Nah ini Wi closetnya. Jadi ee gangnya enggak terlalu besar, cuma 90 centup untuk barang-barang pribadi mereka di sini dan di sini ada cermin. H jadi langsung daerahnya ke sana. Dan di ujung daripada walking closet ini ada kamar mandinya. Kita lihat ke dalam. Wah. Nah, ini kamar mandinya ini kayak beda banget suasananya sama yang di dalam. Iya. Jadi kamar mandinya kesannya kebuka gitu ya. Iya. Iya. Ee di atasnya masih ada kaca yang kemudian ada beberapa lapis kayu supaya enggak terlalu panas. Lalu memang pesannya ada dua shower gitu ya yang bisa di e jadikan mereka. Mereka tuh ee profesional muda yang waktunya buru-buru gitu kalau pagi-pagi. Jadi showernya ada dua, mandinya bareng. Oh wow wow wow wow kerenkeren. Again tiap keluarga beda-beda. Nah ini ada klosetnya. Tapi yang menarik adalah ini ada balkon gitu. Ada balkonnya. Gitu ya. Bayangin aja kalau misalnya mereka tinggal berdua doang enggak ada pembantu lagi pergi kan sebenarnya bisa dibuka. Iya benar sih. Keren. Keren. Jadi ee ya musuhnya kamar mandi itu bukan panas tapi kelembaban. Nah dengan angin masih bisa masuk itu kelembaban mudah-mudahan enggak jadi penyakitlah untuk kamar mandi. Iya. Jadi ya sekali lagi kamar mandi pun ternyata bisa bersentuhan dengan alam. Wah iya sih keren sampai bahkan dibuka seperti ini ya. Iya. Heeh. Ini satu ide lah ya ee buat ee teman-teman yang mau buat rumah bisa jadi sesuatu yang boleh kok dicontoh. Betul. Ini adalah ruang tidur anak yang sudah dipersiapkan dari awal gitu ya. Mereka bisa belajar di sini, lalu taruh toys-nya di sini dan di sebelah sana ada satu lemari yang sifatnya build in gitu ya. Sekali lagi ukurannya 60 jadi pas untuk jadi lemari. Dan ini ini penting. Wah, ini bukanya lebar banget ya. Bukannya lebar banget. Jadi ee begitu dia bangun tidur yang dilihat langsung alam. Betul. Jadi mudah-mudahan anaknya ini juga maulah kotor-kotor gitu ya, main dengan alam sesuai dengan papa mamahnya gitu yang suka adventure. Saya bangga sih bisa ngedesain rumah yang ini nih. Iya keren sih ini. Yuk kita lihat sebelah. Saya tuh beberapa kali dalam beberapa kesempatan bilang saya ee di kelas saya ngajar saya bilang saya suka loh bikin jembatan gitu. Iya jembatan. Jadi ee bridge ya ee konektor. Jadi arsitektur itu harus menjadi penghubung manusia ke manusia, manusia dengan alam atau membuat manusia bisa bersyukur dengan Tuhan gitu ya. Jadi jembatan tuh secara filosofi buat desain-desain saya tuh jadi satu hal yang penting gitu. He. Nah, contohnya di rumah ini di Kasada Valorar ini ee keberartian atau kebernilaian sebuah rumahnya dengan mereka nongkrong di sini ngelihat ee mereka punya taman walaupun tanahnya ya tadi saya bilang enggak kecil-kecil banget tapi cuma 250 gitu ya. Tapi mereka bisa punya taman yang sebesar ini. Jembatan ini menghubungkan antara ruang utama tadi dengan ada satu ruangan kecil di sebelah sana nanti itu adalah ruang kantor. Oh, ruang kantor. Ada. Jadi, asilt at the moment ketika pandemik terjadi. Jadi, ada situasi walking from home at the time. Cuman ini tuh jadi tempat nongkrong tuh enak banget buat ngobrol-ngobrol. I. Lalu di atas ini juga ada satu kisi-kisi juga dari fiber semen supaya enggak terlalu ee ya mataharinya enggak terlalu langsunglah ke kita gitu ya. Masih ada peredam ya. Ya itulah kenapa saya suka bikin jembatan tuh karena jalan ke satu tempat ke tempat yang lain lalu kemudian bisa pegangan reling. Iya. I romantis aja gitu. Iya keren-keren. Aduh lucu banget rumah ini. Ada kamar terakhir yang sebenarnya saya pengin tunjukkan ke Jeseln. ini biasa dipakai oleh tamu atau mama papanya mereka yang nginap gitu ya. Jadi bisa menikmati taman yang sama dan kesannya sekali lagi saya pengin bawa rasa ruang luar ke dalam. Nah ee ini jadi pertanyaan pasti kenapa kolomnya ada di dalam dan bulat gitu. Iya. Benarbenar saya pengin si kacanya menang menerus sampai sana. Lalu kalau Jeselin bisa lihat di bawah lemari ini, lemarinya enggak nyatuh tanah ya. Lemarinya melayang. Melayang ini. Dan bawahnya ini pakai dan bawanya split koral atau koral putih gitu ya. Jadi ini kan material-material yang saya tadi gunakan buat ruang luar Iya. Nah, saya bawa masuk ke dalam sehingga kesannya si kamar ini punya taman menyatu dengan ruang luar. Itu yang jadi ee apa namanya? Tujuan ketika saya mendesain ruangan ini. Kenapa ininya melayang? Ya, itu saya mau membuat ruang luar masuk ke dalam. Nah, ini mungkin ruangan terakhir yang saya mau tunjukkan di rumah ini. Eh, ini adalah tempat mereka working from home. Oh, ada dua ada dua spot ya. Ada dua spot dan if you can see itu ngadap ke taman yang lebih luas di sebelah sana ke inner court kecil lah yang ada di atas. Lalu kemudian saya mau coba ini nih. Harusnya masih bisa. Oh, bisa naik turunin ya. Wow. Oh, ini keren banget sih. Dan kalian kalau lihat itu tuh dibolongin ya berarti ya. Ini dibolongin ee supaya kesannya adalah si ee meja ini memeluk ee si kolom ini. Oh. Iya. Benarbenar gitu. Jadi kayak furniturnya enggak terlalu terpisah dari si kolam ini ya. Iya. Memang kita berusaha untuk bikin ruangan-ruangan ini sifatnya build in. Jadi dengan build ini kita bisa mendapatkan ruangan yang kayaknya kedesain ya. Iya benar gitu. Jadi kayaknya arsiteknya enggak balas mikir ya. Benarbenar benar kayak arsiteknya mikir melulu gitu. Wah ini sih dipikirin banget sih rumah ini ya karena semuanya kalau kalian lihat tuh precise banget bahkan dari ini nih meja kerjanya aja pas di pintu gitu. Well, ee itu kenapa saya encourage ee teman-teman yang mau membuat rumah, gunakan deh tenaga ahli, apakah itu arsitek atau interior desainer karena terusang mereka itu ada bayar untuk mereka mikir gitu. Iya, benar. Jadi, segala sesuatunya supaya bisa pas dan enggak ada yang terbuang, enggak ada yang overbudget dan ini yang penting nih, mereka bisa membantu ngawasin. Iya, benar. Benar, gitu. Jadi ee pekerjaan kontraktor, pekerjaan tukang mereka bantu ngebawelin on behalf client supaya ee apa yang klien bayarkan ke kontraktor itu mereka bisa bantu awasin. Iya. Soalnya kadang kan kita mikir sebagai orang awam ya atau calon owner kalau pakai arsitek atau kontraktor justru another cost. Tapi kalau kita enggak pakai justru another cost. Nah, ini penting nih pertanyaan kamu bagus. Jadi ee saya kompensasikan itu. Oke. Bayar saya ee katanya mahal gitu ya. Enggak juga kok. Cukuplah gitu ya, sedang-sedang saja. Tapi ini penting saya kompensasi daripada pakai marmer mahal saya pakai keramik yang murah kok. looknya sama dan enggak buang barang sama benar gitu. Dan arsiteknya mikir gitu. Jadi kalau dibilang ya value-nya jadi lebih tinggi tuh. Makanya nama rumah ini rumah yang bernilai bernilai tinggi. Iya. Nah, aku mau tanya soal durasi desain nya berapa lama dan durasi konstruksinya berapa lama, Pak? Durasi desain kurang lebih 2 sampai 3 bulan lah waktu itu. Oh, cepat dong ya. Lumayan cepat karena memang ee saya kasih beberapa alternatif di awal lalu mereka pilih satu lalu kemudian kita kembangkan dari situ. Enggak terlalu banyak berubah karena memang dari pertama kita sudah sepaham atas beberapa hal. Jadi mulai dari taman, mulai dari bentuk yang introvert, mulai dari bok itu kita sudah sepaham. Jadi saya enggak terlalu susah untuk medop itu. Jadi secara durasi desain kurang lebih 3 bulan lah setelah itu kita mulai milih kontraktor. Kalau untuk konstruksi? Konstruksi ee konstruksi untuk jadi bangunan utamanya itu lumayan cepat. Berapa itu? Ee 3 bulan kayaknya udah jadi deh. Udah kecepatan karena prevap tadi itu cepat banget. Cuma memang ee ada sedikit ee hambatan kemarin ketika kita membangun kebutuhan nasional terhadap produk PRVAP itu lagi besar. jadi ketika itu makanya ee agak ngerem sedikit ya beberapa minggu gitu enggak ada aktivitas tapi habis itu langsung ketika barangnya datang crut langsung cepat. Berarti sebenarnya 3 bulan itu bisa lebih cepat lagi ya? Bisa lebih cepat lagi. Nah, lamanya itu di finishing. Kalau finishing total-total sama sama membangun tuh mungkin sekitar setahun ya, setahun setahun lebih sedikit lah. Karena ee ketika finishing ya kita semua ramai-ramai ya beli ini, beli itu, milih ini, milih itu, nyoba material, nyoba sampling dan lain-lain. Sekali lagi kita enggak pengin salah, kita pengin ee ini bisa terpakainya lama gitu ya. Jadi durability-nya lama. Sekali lagi karena namanya itu kasa dealorar, rumah yang bernilai gitu ya, rumah yang bermakna. Jadi kita penginnya ee semua material finishingnya juga terpikir dengan baik. Nah, Teman-teman segitu aja house tour-nya kali ini dan bagi Teman-teman yang masih penasaran sama karya Pak Deni lainnya bisa dicek di mana, Pak? Boleh langsung DM ke Instagram saya Mr. Deni Setiawan atau di Instagram studio Deni Setiawan. ee saya akan senang sekali bisa menjawab pertanyaannya teman-teman. Oke, langsung di DM dan di ke poin aja. Jangan lupa like, share, and subscribe YouTube channel Arsitak supaya enggak ketinggalan series dan boleh follow Instagram saya ya. Oke, jangan lupa difollow juga. Jangan lupa subscribe ya, guys. See you in the next episode. Dadah. Dadah. Yeah.

Lihat di YouTube