Rumah Sederhana Sekaligus Tempat Usaha! Inspirahoms: Rumah__GF (YouTube Video)
Selamat datang kembali di channel Wicak Mifta dan Inspiromes. Kali ini kita tuh mau mendatangi sebuah rumah tapi bergabung sama coffee shop dan kita akan segera ketemu sama ownernya. Let's go. Halo, perkenalkan nama saya Gifari. Saya seorang fotografer. Aku Vivi. Aku seorang content creator. Dan selamat datang di Rumah G. [Musik] Asalamualaikum, Kang. Waalaikumsalam. Halo. Halo. Apa kabarnya? Baik, alhamdulillah. Alhamdulillah. Ini kita terima kasih banget boleh datang ke sini nih ke rumah Kang Gifari yang ternyata memang menarik sekali karena ini rumah di sini. Betul. Coffee shop di sini. Gimana ceritanya nih, Kang? Jadi awalnya tuh emang waktu pasi mau dibangun itu kita tuh pengin ada rumah tapi sebenarnya ada usahanya dulu jadi belum tahu nih usahanya apa. Oke. Kebetulan saya sama saudara saya dulu barista. Oh. Jadi ada pengalaman lah ya kita sudah tahu tentang kopi dan segala macam. Jadi kayaknya kita boleh nih bikinnya coffee shop aja kayak gitu awalnya. Oke. Jadi sesimpel oh ya udah jadilah sebuah coffee shop tuh gitu ceritanya. Iya. Jadi sebenarnya ada beberapa pertimbangan ya, karena mungkin kita juga nyobain bisnis A B C segala macam. Cuman mungkin lebih apa ya, lebih ee tersentuh kali ya. Misalnya dulu senang banget tuh sama kopi kayak semangat banget. Jadi ya udah bikin kopi shop aja gitu. Sekarang buat hobi ya sekarang juga. Wah. Oke nanti kita akan cek ke dalam sininya. Nah tapi sebelum bahas lebih lanjut aku pengin tahu dulu nih Kang luas tanahnya berapa? Luas bangunan berapa? Jadi luas bangunan ini sekitar 170-an. Untuk rumah tapaknya itu di 122. Untuk luas tanahnya itu ini 11* 14 ya. Jadi ini 11 man. He benar 14 sekitar 154. Luas emang enggak terlalu besar sih sebenarnya untuk bangunannya makai banyak ee outdoor-nya kan lebih banyak open plan open gitu. Oke. Dan ini dibangun dari nol sama arsitek juga. Betul. Betul. Ee arsiteknya disebut ya. Dari Akanoma Studio. Akanoma emang style desainnya sudah kelihatan ya? Sudah kelihatan biasanya tuh dari atapnya. Oke. Atapnya khas banget Akanoma ini. Kalau lihat karya-karya Akanoma, atapnya mungkin mirip-mirip seperti ini. Cuman secara detailnya agak beda. Ini apa nih, Kang? Dari apa nih? Ee kalau misalkan finishing atapnya ini kalau material sih sebenarnya pakai material alderon ini. Betul. Jadi atapnya saran arsiteknya mungkin dari segi budget lebih murah ya dan enggak terlalu panas untuk area atas karena kita enggak pakai plafon. Nanti kita cek di dalamnya kan. Oke gitu. Terus untuk area fasad depannya unfinish ya. Unfinish look. Cuman ini dicoating lagi sih. Oh, ini sebenarnya semua dicoating ya? Dicoating sih biasanya kalau enggak ee biasanya berapa tahun lumutan biasanya. Benar. Nah, ini udah kurang lebih 3 tahun dari ini dan tampilannya masih fresh. Masih fresh ya seperti kayak rumah baru sih. Wah, cakep-cakep. Emang apa ya? Kayak pas aku ngelihat tuh emang kayak semuanya serba raw material gitu ya. Iya. Ya emang mungkin dari segi visualnya banyak orang sebut industrial ya. Oke oke oke. Nah, kita sekarang kan berada di sininya ya. Jadi ee ini memang terpisah. Sini area untuk ke rumah. Iya. Area buat rumah. Di sini area coffee shop-nya ibaratnya gitu. Jadi satu pagar memang untuk dua akses. Untuk dua akses. Betul. Tapi paling biasanya kan ee kita waktu mikirin gimana caranya ee customer atau visitor itu enggak bingung ya. Jadi mungkin entrance untuk rumah sama entrance untuk coffee shop dibikin benar-benar paling jauh aja. Biar kadang takutnya customer malah ke sana ngetok-ngetok. Iya. Asalamualaikum. lah siapa Anda jadinya dibikin entrance-nya kalau coffee shop itu di mentok kiri. Makanya pas aku tadi datang ke sini langsung kelihatan sih. Oh iya ini ke coffee shop tuh sini ya. Sini kan pintunya enggak langsung kelihatan soalnya. Betul. Jadi emang dari segi visual pun mungkin apa ya kita sebutnya psikologis gitu ya. Jadi orang mungkin lebih condong ngelihatnya ke sini dulu bahkan kayak gitu. Boleh kita ke sini Kak? Boleh. Boleh. Silakan. Dan ini K lihat ada satu pohon ketapang yang sudah lumayan ketapang kencana yang sebenarnya dari segi apa ya? Untuk peneduh tuh enak ya, cuman bersihin daunnya kita taruh sendiri ya. Cuman e ini kebetulan dari arsiteknya udah mikirin juga ee ketapang kecana kan agak sedikit merusak akar ya. Jadi mungkin merusak lantainya ini ya akarnya dia ya. Jadi mungkin agak terpisah jauh dari ee pondasi bangunan. Maksudnya di sini pun ada sedikit sekatnya lagi. Jadi begitu dia menjalar mungkin enggak langsung ke pondasi ke sini. Jadi enggak ngerusak si dindi. Ada ada apa ya batasannya lagiah kayak Oke, dan ini kita langsung melihat satu area outdoor yang cukup. Iya, ini seating area untuk outdoor lantai 1. Konsepnya bench aja. Biasanya sih customer ya pada ngopi di sini buat yang cheat-cat gitu. Yang mungkin sedikit laptop-laptopan itu di lantai du. Oke, kayak gitu. Ada juga lantai duanya. Nah, ini yang menarik. Ini apa nih, Kang, di atas? Nah, jadi ini sebenarnya mungkin kalau teman-teman lihat ruko atau apa biasanya kan pakainya yang rowing door itu ya. Heeh. Cuman kita sedikit explore offolded gini. Heeh. Oke. Wih. Wow. Iya. Nah, ini bisa ditutup ini. Kalau misalnya udah nutup tinggal digebok aja sini. Oh. Wih, ini tapi kerasa banget jauhnya kan ini panas kan. Nah, kalau pakai ini jadinya bisa jadi kanop. Dan ini material dari full dari besi. Full dari besi. Soalnya kalau waktu itu kita pakai rolling door itu kurang aman untuk di area sini. Jadi butuh agak ekstra keamanan lah ya. Kayak gitu. Itu berarti tuh ada pemberatnya itu. Pemberatnya ini. Kalau enggak ada pemberatnya bukanya berat banget jadinya. Ini biar kita ngebukanya lebih ringan aja sih kayak gitu. Wah canggih. Canggih. Teman-teman kalau ada yang mau nanya bikin kayak gini di mana, nanya langsung ke Instagram apa TikTok tuh Kang. Berarti e TikTok, Instagram sama rumah_GF. Oke teman-teman cek di situ ya. Iya boleh. Mau kita buka lagi? Boleh, boleh, boleh. Cuman pas ketika masuk coffee shop ini aku melihat ada unsur kayu yang cukup banyak nih. Iya nih. Jadi emang kita tuh pengen hadirin sedikit nuansa-nuansa kayu di sini yang lebih hangat gitu ya. Lebih hangat bi lebih homi lah jadinya karena ini namanya juga mengata coffee house. Jadi emang penginnya tuh homi konsep mengata coffee house. Nam mengata apa tuh artinya tuh? Jadi aku tuh pengin ee jadi gini. Awalnya tuh barista sama customer tuh penginnya enggak terlalu banyak sekat. Makanya desainnya tuh lebih terbuka. Jadi bisa ngobrol, bisa ngobrol kayak Nah, jadi mengata itu sebenarnya kata lain dari berkata-kata. Mengata. Nah, gitu. Kayak berkata-kata jadi mengata gitu. Harapannya tuh dari kata-kata itu jadi sesuatu. Misalkan customer sama barista ngobrol-ngobrol ternyata ada kecocokan apa, mereka mungkin punya sesuatu project atau bisa kerja sama ide. Bahkan harapannya lebih jauhnya lagi customer sama customer malah yang enggak kenal sebelumnya. Oh, bisa ketemu. Dan itu kejadian. Halo. Ini barista kita. Kalau namanya Case. Case. Oke, Teman-teman kalau ada yang enggak mengata bisa ketemu sama beliau ya. Iya. Ini Case jago banget nih buat bikin late artnya. Dan pas di sini tuh wangi kopinya benar-benar kerasa. Iya. Langsung cium ya baunya ya. Jadi lantai satu emang ini ee lebih khusus buat bar aja sih. Oke, buat bar aja. Mungkin area seatingnya lebih ke area sana aja. Dan itu pun kalau misalkan mau ngobrol sama Barista disediain tuh. Jadi ibaratnya ada kan yang pengin ngobrol lebih dekat sama Barista. Jadi bisa lebih dekat nanya tentang kopi dan segala macam. Oke. Terus ada apa lagi? Ini kayaknya juga ada toilet ya, Kak. Sini ya. Iya. Ini area sini area toiletnya. Nah, ini untuk posisi tangga juga cukup ini ya padat nih ya kan ya. Iya padat. Karena mungkin alasan space ya awalnya alasan space. Terus juga mungkin ee kalau apa karena luasan bangunannya untuk coffee shop jatahnya sedikit. Kalau kebagi sama tangga agak lumayan nih. Jadi mau enggak mau kita adjustment dari segi e tangga. Jadi tangganya mungkin ini hanya sekitar 130-an lah lebarnya. I 130-an. Ke atas. Ayo, let's go. Kita ke atas, Guys. Ah, ini dia. Ini jadi ini area lantai duanya. Oh, wih, asik banget ketika berada di lantai du ini dan view masih lepas ya, Kang ya. Iya. I ini masih banyak tanah kosong yang pemiliknya sudah ada. E, belum ngebangun aja dibangun. Ini biasanya kalau enggak terlalu kabut Gunung Manglayeng masih kelihatan. Oh itu ya. Iya. Jadi asik nih ngopi di sini sambil lihat view ke sana. Senggat gunung ada yang lagi nungguin di pojok sana ternyata. Siapa Anda? Aku berarti emang area lantai du ini full untuk area seating ya? Seating area dan mungkin kalau segi aktivitas banyaknya yang la sambil laptopan tipis-tipis ya mungkin ya. Makanya ada colokan juga ya di samping colokan dan mungkin area apa dimensi. penggunaan meja sama kursinya untuk orang nugas lah laptop. Kalau di bawah kan beda ya, tapi buat cheats banget kan. Iya, buat cheats banget, buat ngobrol banget. Dan ini pas sampai atas aku baru melihat, oh ini yang Kang Gifari sampaiin si ini ya. Iya, betul. Iya. Mungkin kalau dari segi tadi kan di fasetnya kelihatan bentuk atapnya. Nah, ini kelihatan dari sisi dalamnya kayak gitu. Cuma emang kalau misalkan punya desain ruang terbuka e pasti harus bergelut sama apalagi tadi depan masih tanah ya jadinya kotornya agak lumayan. Ini maintenance-nya pun kita agak cepat sering langsung kotor lagi kotor lagi. Makanya kita udah sempat tutupin-tutupin tuh. E tadinya ini semua terbuka berbuka. Wah itu debunya parah banget kayak gitu. Maksudnya terlalu berlebihan lah. Berpengaruh tapi ya tetap ada masuklah. Tetap ada masuk cuma enggak sebanyak itu gitu ya. I sebanyak itu. Jadi itu sebenarnya lebih ke respon luarnya ke dalamnya sih gitu. Jadi luarnya ee masih ra gitu. Iya sih kesannya sampai atas ini juga masih ra banget karena ini dicoating juga kan. Makanya ketika kita pegang tuh enggak yang terlalu kasar banget gitu. Kasar banget. Biasanya kalau yang raw finishing-nya maksudnya ya udah acian selesai itu lumutnya lumayan sama agak hitam-hitam biasanya. Agak hitam-hitam. Jadi kita ngelihat dari situ kita ee agak PR di maintenance. Mending kita coating aja. Coating. Dan untuk lantainya ini pakai apa nih, Kang? Ini kalau misalkan untuk ee ini bukan corcoran lantai duanya. Jadi ini pre jadi awalnya bikin strukturnya dulu dari besi kotak-kotak gitu. Grid bikin gridnya udah bikin gridnya dibikin plat precast. Jadi di kayak puzzle dipasang gitu kayak Jadi preast gitu ya. Udah jadi tinggal dipasang-pasang to gitu ya. E saya lupa lagi ukurannya berapa e berapa sentinya. Jadi ee agak sedikit tebal. Makanya ini mungkin beda kalau kita ngelangkah kayak ada sedikit deng deng git gitu. Oh iya i kan bukan yang rigid banget. Nah jadi dia agak sedikit tapi itu adalah e respon dari yang tadi precast cuman ee nghemat budget sama nghemat waktu. Oh oke. Karena kalau ngecor kan ngecor hari pertama terus ini ngepasangnya pas bangunan udah jadi. Oh jadi pas atap udah jadi udah apa baru baru baru dipasang platnya. Oh, pengerjaannya cukup berbeda nih, Teman-teman. Nih, beda beda, beda. Nanti mungkin bisa berapa kasih fotonya pas lagi pas lagi bikin apa si lantai du ini. Terus finishing atasnya e vinil aja. Vinil aja. He. Oke. Dan di situ juga masih ada ruang untuk salat juga ya. Iya, untuk salat aja. Bias mungkin kalau misalkan dari segi detail-detail desain sih saya sukanya ee ah sebenarnya ini nih apa tuh? Tapi ini belum dikerjain sih sebenarnya ya. Ini sebenarnya mungkin banyak yang nanya nih kata depannya ini Kak apa kayak ada topi-topi gini. Heeh. Ini sebenarnya untuk tanaman tadinya. Oh, gitu. Jadi mungkin kayak ada pot kotak gede custom itu ditaruh di situ. Entar tanamannya bisa tanaman rambat atau tanaman ke atas. Belum dikerjain ya. Berproses karena mengisi rumah, mengisi coffee shop ini juga berproses ya teman-teman. Oke, kita ke sebelah. Boleh. Kita langsung ke rumah tinggal aja. Oke, sekarang kita lanjut ke rumahnya. Rumah tinggal. Betul. Di sebelahnya persis. Ini ceritanya kayak gimana? Kalau untuk dari depannya tadi sudah dibahas ya? Iya. Mungkin kalau untuk detail rumah tinggal untuk pasatnya mungkin yang jadi aksen utama tuh biasanya ban nanya roster-roster ini juga. Iya. Benar. Ada apa sih di balik roster ini? Ada rahasianya. Ada rahasianya. Betul. Pasti ada ruangan yang emang butuh sirkulasi di baliknya. Apa nih? Laundry. Ini service room sebenarnya. Jadi service room kalau mungkin ee yang lain pada ditaruh di belakang ya, disembunyiin. Kalau kita ditaruhnya di depan karena kalau di depan itu lebih keur dilihat jadi enggak enggak dibiarin berantakan biasanya. Tapi kalau di belakang, di ujung tuh biasanya kalau udah kotor ya udah gitu Tapi walaupun di depan enggak kelihatan juga sih dari luar. Oke. Tapi kalau misalnya di yang rumah tinggalnya ini juga ada aksen yang berbeda seperti ini. Betul. Ada aksen bata-bata merah. Ini biasanya buat aksen biar enggak bosan sama fasadnya. Karena mungkin fasetnya udah abu-abu putih biar enggak bosan. Ada di ee ada dua tempat sebenarnya. Ada yang bata jadi bata merah ini sebagian ini sama yang di depan pasat itu masih area mungkin area balkon ya. Area balkon di rumah tinggal itu juga pakai bata merah biar enggak bosan. Cuma biar ada kesan fresh-nya juga sih. Dan pembeda ya tentunya ya. Karena kan kalau dari depan sama kayak kembar gitu. Betul. Iya kayak kembar gitu. Rumah kembar. Oke. Ini pintu masuknya juga sama kayu kayak tadi di sebelah. Ada cerita apa di sini? Sebenarnya kalau misalkan entrance-nya ini kalau dibilang ada kebutuhan khusus enggak terlalu ada, cuman kita penginnya e lebih komact sama ini kan kita pilihnya pintu yang dua ya, yang kecil-kecil jadinya terlalu makan tempat ya pas dibuka. Betul. Betul sekali. Tapi gimana caranya misalkan kita masukin barang masih cukup masih muat akhirnya jadi ini. Jadi secara secara lebar pintunya dia masih lebar cuman dibagi dua aja. Ini sebenarnya ukurannya ukuran normal ee pintu ya. sekitar 130-an 140 mungkinnya agak lebar dikit tapi itu normal cuman kita split dan ini ternyata pas banget nih sama rumahnya dan dikasih kaca ya ini ya iya kaca ini pakai kaca apa kaca ah kaca es kaca es lupa biasanya di kamar mandi tu iya kaca es benar benar benar oke kita masuk oke kita masuk ya asalamualaikum ih masuk ke dalam rumah adem ya dingin banget ya pakai AC enggak enggak enggak pakai AC jadi rumah ini enggak ada yang pakai AC ok tapi adem banget nih berarti sayaasa sirkulasi iasi bagus ee didukung sama mungkin kiri kanan dari bangunan ini belum terlalu banyak rumah terus juga mungkin banyak bukaan ini kayaknya hampir setiap ee sisi ada bukaan sirkulasinya dari sana ngflow ke sini cross cross ventilation pakai cros nah terus kalau misalnya aku lihat dalam rumahnya tuh aku pikir dibedakan gitu mungkin temanya kan dari luar sama tapi begitu masuk rumah bed ternyata ini tetap sama ya tetap sama jadi ee mungkin karena konsep keseluruhan bangunan ini secara visual tuh industrial. He. Tapi untuk secara konsepnya itu sebenarnya rumah komet ya. Jadi ngomongin soal budget entar kita bakal bahas di akhir video. Jadi kalian tonton terus aja di akhir video. Nah, ini kan berarti rumahnya dua lantai Betul dua lantai. Untuk di lantai satunya ini ada apa aja nih? Pertama untuk lantai satu ini konsepnya tuh open plan. Jadi ibaratnya dari ujung ruangan bisa ngelihat ujung ruangan ya. Ee di sini ruangan pertama ada dapur. Justru mungkin banyak yang kalau rumah zaman dulu kali dapur di belakang. di belakang ini kita taruh di depan malah vokal pointnya di dapur. Cuman kita sebenarnya ini dapurnya dapur dapur biasa aja. Dap biasa maksudnya bukan bukan yang jadi vokal lah. Bukan jadi vokal gitu ya. Ini untuk fungsi fungsi dapur fungsi ruang aja di sini di depan. Jadi pas dari masuk emang biasanya dilihat pertama kali orang-orang dapur sih ya. Cuman untuk area sini ada living room. Jadi emang karena live terbuka area sini jadi living room biasanya kita ngabisin waktunya tuh banyaknya di sini. Di sini ya? Iya kayak gitu. Awalnya mungkin kalau di sini kan kelihatannya kayak meja makannya ya. Nah, cuman kita jadinya cuman tempat aja jangan dipakai. Sebenarnya ini meja makannya berfungsi sebenarnya jadinya berfungsi buat naruh-naruh makanannya aja makannya tapi enggak buat makan kan makannya jadi di sini t iya sih benar ketebak banget tuh di situ makannya ya aktivitas saya sama istri biasanya 90% kayaknya di sini deh kalau ini wasffelnya emang sengaja ditaruh di tengah ya. Nah jadi ini ada cerita sedikit pas ini kan dibangun 2021-an oh pas COVID. Nah, itu tuh emang butuh wastaffel dekat dari plan awal ini gak ada wastaffel sebenarnya ini kayak terbuka aja terbuka aja ini sebenarnya intercord awalnya aja dan ini atas tu terbuka cuman ketika udah diaplikasiin ternyata e bocornya terlalu berlebih karena debit airnya misalnya dari atas nih jatuh hujan ke bawah terlalu jauh jadinya ke mana-mana ke mana nyiprat ke mana-mana gitu ya oke jadi ditutup kayak gitu tapi di sini tuh tempat livingnya tuh benar-benar enak banget ya buat nyantai ya iya biasanya kebayang sih kalau nyantai aku di sini ni kayaknya hampir seharian deh kayaknya dari mulai mungkin kalau zaman sekarang gitu ya ee satu ruangan dipakai banyak aktivitas ya kayak makan iya di sini main game aku di sini juga terus nonton terus nyantai bahkan ya semuanya lah jadi multifungsi lah jadinya emang di sini ditaruh sofa tapi jangan lupa karpet juga ya karena kita lesehan gitu loh ujung-ujungnya karena di sini kok biasanya pakai binbag kan di sini jadi nyantai-nyantai leha-leha di sini iya terus ini aja belum dibuka aja udah adem apalagi kalau misalnya ini dibuka ya Bisa dibuka? Bisa dong. Bisa. Bisa. Jadi ini emang ini modelnya unik juga ya, Mas. Iya. Custom jadinya emang bisa dibuka keluar. Ini dari arsiteknya kah yang emang udah menggambar seperti ini? Iya. Udah ada. Oke. Agak susah dikit. Menarik juga ya. Oh, folding ya? Folding. Iya. Langsung menyatu dengan alam ya. Langsung menyatu dengan kalau di belakang ini emang tadinya mau dibikin kayak gimana? Tadinya tuh sebenarny vertialen penginnya vertical garden, tapi mungkin karena agak suster control ya mereka kayak sampai ke dinding-dinding jadinya ke mana-mana terus akarnya pun udah masuk ke puffing blockffing block pas kita cek semua. Jadi akarnya tuh emang benar-benar di bawahnya ternyata susah juga nih ngerawat taman kayak gini ternyata. Tapi ini kena matahari enggak pertanyaannya? Kena. Kena. Kena tetap pagi kena. Pagi kena. Tadinya tuh dibuka atasnya tapi karena hujan angin ya jadinya sampai masuk-masuk. Oh iya. Makanya akhirnya kita putusin. Berarti ini sama kayak tadi inner court itu ya. I. Tapi di situ tuh walaupun ditutup masih ada udara buat masuk kan enggak full tertutup gitu loh. Masih ada lubang-lubang tuh. Tapi secara keamanan juga aman ya jadinya ya. Sebenarnya aman sih. Jadi waktu pas emang dari di planning ini tuh yang kita tutup ini itu bareng sama yang tadi ee coffee shop bikin folded itu buat jadi pas tahu emang di sini ternyata ada apa ee urusan keamanan yang harus lebih gitu ya dari desain. Jadi langsung ditutup sama sekitar. Kayak gitu. Oke, udah jadilah seperti ini. Oh, ini ada pintu. Betul, ya? Ini ada pintu ke garasi belakang. Jadi, kalau dari segi planning ini tuh ada garasi di sebelah sana. kayak gitu. Jadi garasi ini bisa masuk lewat garis berarti lewatnya sini ya langsung. Dan udah disiapin tangga monyetnya ini ya. Nah, ini sebenarnya buat maintenance di Siap-siap. Ada lagi. Ini buat tempat sepeda nih di samping sini. Sepedanya masih dipakai enggak? Masih. Masih. Masih. Masih. Oh, kalau enggak sih mau, mau aku beli ini apa namanya? Sepeda COVID bukan? Iya. kam tahu lagi gitu. Jadi sekarang buat naruh ee sepeda sama kalau misalkan emang pengin udaranya lebih banyak lagi bisa dibuka dibuka full ya semuanya Oke. Nah di sini padahal di sebelah udah ada coffee shop ya tapi ternyata di rumahnya masih ada lagi loh. Iya ya karena mungkin kurang ya. Saya terlalu hobi ya sama ko sangat cinta ya sepertinya. Aduh saya tuh karena mungkin dari dulu yang tadi saya sebutin barista ya. Jadi mungkin lambungnya settingannya udah settingan butuh kopi banyak gitu ya. Jadi kadang saya tuh kalau ngomongin shot espresso kayaknya 4 45 lah 45 shot lah ya. Mungkin kalau late dua gelas late gitu sehari ya dikurangin kalau iya bercita banget gitu. Alasannya biasanya kenapa ada bar corner di sini buat ngonten karena aku ngonten kopi juga. Sama biasanya kalau beans sebelah kan beans komersial ya. K aku pengin explore bans mana jadinya udahlah buat punya sendiri gitu buat beans explorer. Aku ada satu pertanyaan. Jadi sebenarnya ini barista betul fotografer atau arsitek? Iya dulu kuliahnya dulu kuliahnya kuliah arsitektur tapi bukan arsitek. Kuliahnya kuliah arsitektur tapi bukan arsitek. Akhirnya karena mungkin arsitek itu ya mungkin teman-teman arsitek ee yang sekarang jadi arsitek hebat-hebat lah ya. Mungkin saya tidak termasuk di dalamnya. Jadi saya jadi fotografer aja gitu, merendah orang-orang. Dan dulu awalnya justru saya fotografernya fotografer FnB dan fokusnya di kopi. Jadi fotografer kopi dulu awal-awal. Oh oke. Nah ini sekarang kita masuk ke service areanya ya. Iya ini service area. Biasanya di sini tuh tempat nyuci piring, nyuci baju, sama mungkin tempat storage-storage. Tapi yang enggak terlalu sering dipakai tapi dibutuhin. Oke, kita lanjut lagi ke sini. Ini berarti kalau di sini untuk penyimpanan sepatu ya di bawah tangganya storage-nya storage karena mungkin di desain awalnya tuh ini rumahnya bukan buat kita spesifik. awalnya kan karena sebelahnya emang ini tadinya mau bangunan komersil tadinya jadi rumah tinggalnya ini mungkin jadi rumah sewa. Nah terus sebelahnya ada coffee shop-nya. Jadi emang komersil banget kan. Nah, tapi ternyata e jadiin rumah sewa kita tinggalin dulu aja biar enggak rusak. Dan ternyata kalau mungkin ee rumah sewa itu enggak terlalu banyak storage ya kan mungkin datang dikoper ya sementara udah ternyata kita kurang untuk storage. Jadi mungkin area bawah tangga kita maksimalin aja buat storage di sini dan ya udah terbuka ya sebenarnya terbuka aja iya kayak gitu. Oke. Dan di sebelah sini ada kamar mandi. Kamar mandinya ya. Jadi untuk kamar mandi sendiri ee lantai satu ini ada satu kamar mandi dan lantai dua ada satu kamar mandi juga. Udah kita lanjut ke atas. Sepertinya ada yang menarik dari cerita tangganya nih kalau aku lihat. Iya. Jadi tangganya sendiri dari ukurannya mungkin ee lebarnya enggak terlalu lebar ya. Ini mungkin sekitar 80-an centti. Iya. Oke. Dan mungkin yang paling kerasa itu ee dari antara Iya. Pas naiknya mungkin agak lebih tinggi dari tangga biasanya. Ini biasanya siasat dari space ee lahan terus juga mungkin budget. Tapi enggak terlalu bahaya ya. Jadi enggak sampai yang bahaya gitu si apa si tetangganya ya udah dipertimbangkanlah segala faktor itu dan pada akhirnya yang terbaik seperti ini. Iya. Dan ak dan kemarin pun kita nyobain pindahin sofa tuh masih bisa kok sofa yang ini. Terus kita diangkat itu masih bisa. Jadi secara dari ukuran masih masih sangguplah untuk naikin barang naiknya. Cuman mungkin kalau misalnya lalu lung berdua itu agak sempit ya. Jadi kita satu-satu. Ayo silakan kita ke Agak ke atas. Oh iya kerasa agak tinggi ya. I tapi iniudah balik lagi ya, tergantung penghuninya juga. Penghuninya juga udah oke berarti udah oke gitu. Sonya biasanya entar teman-teman ada yang komen gitu loh. Nah, ini kalau di sini tadi kan lantai duanya untuk ngopi-ngopi ada view-nya. Nah, kalau di sini ceritanya apa nih kalau di rumah? Ting. Jadi lantai dua ini kita fungsiin ee untuk tempat kerja. Jadi kelihatan sendiri ya sangat fotografer ya. Iya. Sampai ada flash di sini dan mungkin banyak tripod segala macam. Saya juga kadang tag konten atau tag di sini. He kayak gitu. Jadi ee ibaratnya bisa jadi tempat kerja studio ya. Saya bisa bilang mini studio kali ya. Mini studio. Terus kalau misalnya beres foto langsung pospr pro di sini. Awalnya tuh saya meja kerjanya cuman satu saya doang di sini. Cuman mungkin ternyata dia juga butuh untuk ngedit konten dan segala macamnya. Jadinya e kita bikin dua. Mungkin banyak yang bilang apa? He and she ya tempatnya ya. Jadi ada dua ada dua buat dua-duanya kerja bareng. Kebetulan kita juga suka gaming sih jadinya kita main game bareng di sini. Wah, ini nge-party mainnya ya gitu ya. Terus di sini masih ada tempat untuk santainya juga ya dikasih karpet. Iya, betul. Ini tempat buat santai juga. Terus ini masih ada bukaan yang bisa dibuka. Cukup besar juga bukaannya. Cukup besar. Dan ini juga untungnya ee walaupun menghadap barat tapi kerasa panasnya enggak terlalu berlebihan ya walaupun banyak bukaan. Karena ini kehalang sama karena bangunan depan sih kayaknya bangunan depan tinggi cuman di beberapa bulan tertentu mungkin mataharinya agak sedikit bergeser jadinya kerasa. Cuman ya untuk sampai panas banget sih untungnya enggak terlalu mungkin karena bangunannya pun depannya enggak bukan bukan warna gelap Iya i jadinya panasnya enggak terlalu masuk. Wah enak ya ini sambil buat duduk kah? Tadi ini bisa bisa ini bisa sambil duduk-duduk juga sebenarnya soalnya tadi aku mau duduk duluak. Jadi awalnya tuh emang pas aku ngenata kayaknya butuh tempat yang emang pengen mikir diam gitu. Oh terciptalah ini. Iya tersalah ini. Jadinya tadinya mau kursi tapi kursinya enggak ada yang enak maksudnya. Oke. Jadi kalau di sini tuh ibaratnya lebih lebih bisa mikir gitu, Ngelamun. Nah, benar benar ngelamun. Nah, ini ada ruangan tersembunyi nih kayaknya. Betul, betul. Jadi ini awalnya balkon. Cuman akhirnya akhirnya menjadi ruang penyimpanan atau gudang ya? Gudang ya. Ini ke mana ini? Ke sini. Maaf, maaf, maaf. Oh, awalnya balkon. Tapi akhirnya akhirnya awalnya tuh ditutup karena debunya berlebih. Jadi, debunya itu bisa langsung masuk ke kamar. Oh, di situ kamar ya. Itu itu bukaan kamar. Oke. Dan ini void yang tadi kita lihat dari bawah yang tadinya awalnya juga ini terbuka. I benar. Iya. Awalnya tuh di sini pun ee ini kan makanya ditutup yang apa yang putih-putih ini ditutup karena debunya berlebih Oke, akhirnya ditutup ya. Tapi masih berfungsi juga sih ya. Iya. Akhirnya mungkin karena orang tua juga sering beberapa kali ngedap di sini akhirnya butuh kasur. Ya udah jadinya tempat buat naruh kasur. Buat naruh kasur aja. kayak gitu. Oke. Tapi nanti ke depannya ini kah tadi dapat bocoran soalnya kayaknya mau pindah. Emang ke depannya betul. Nanti ke depannya ada ngebangun rumah lagi. Itu mungkin rumah tinggal yang ee saya sama istri e ini bangetlah kita banget gitu ngedesain sendiri. Iya. Ngesin sendiri arsitek cie. Nah, kalau ini nah ini ada master bathroom. Boleh masuk? Boleh boleh boleh. Silakan. Kalau master bathroom-nya sendiri kan biasanya kalau misalnya di rumah juga wah master bedroom juga sesuatu yang penting gitu kan. Dan ini kalau konsep dari awalnya udah sesua kah? Sebenarnya kalau misalkan apa ee master bedroom ini enggak terlalu banyak fungsi. Jadi emang benar-benar untuk tidurannya bahkan TV enggak ada. Ee terus juga biasanya cuman buat ganti baju sama tidur. Udah. Bahkan kita pun kayaknya di luar e jam tidur ya. Masuk ke ruangan ini kayaknya dikit banget sih. Benar-benar di luar semua. Jadi emang ini buat tidur aja ya. Soalnya sisanya tidur aja ngopi ya. Ngopi sama motret lah mungkin ya kayak gitu. Oke. Tapi ini tuh adem loh. Maksudnya mana ke sana itu tuh feelnya masih sawah ya? Iya, sawah. Kalau situ gunungnya masih kelihatan. Gunungnya juga masih kelihatan, masih sawah. Terus pakainya kaca nako gitu. Jadi kalau dibuka anginnya masuk ya. Nah, ini bukaannya juga besar banget tadi yang kita sudah bahas. Terus kasurnya ya udah ditaruh di bawah aja gitu. Tadinya kita udah mau nyoba pakai dipan tapi malah enggak nyambung. Hm. Enggak mat jadi naik jadi kayak sesek gitu ya. Pas mungkin ada dipan yang kecil tapi kita mungkin belum provide. Jadinya udahlah coba aja kayak gini dulu. Ternyata kayak gini lebih oke juga sih kayak g dan nyaman juga ya karena emang buat tidur. Dan ini lemarinya juga terbuka. Iya paling lemari yang emang butuh khusus aja yang sebelah sini aja nih yang butuhci ya. Bentuknya pun drawer Yang bentuknya drawer. He drawer bukan bukan lemari baju. Jadi lemari di luar Jadi harus selalu rapi ya tantangannya ya kalau terbuka. Iya benar. Dan sebenarnya kekurangannya itu jadi tempat nyamuk. Kalau misalnya banyak banget nyamuk yang kalau misalnya digini dikit nyamuknya langsung pada keluar kayak gitu. Jadi perlu dipertimbangkan gitu. Di situ juga ada ventilasi dan itu pakai blok ya. Kalau Iya. Ini saking debunya waktu itu parah banget jadinya sampai kita tutup yang sebelah sini sama yang solid. Berarti emang masal isunya debu ya di sini ya? Debu. Debu. He debunya kita tuh masalah Masalah banget. Masalah banget debu. Sebenarnya bukan masalah dari desainnya sih, tapi ternyata lokasinya itu pembangunannya tidak secepat itu. Jadinya masih banyak yang masih dibangun, masih dibangun. Apalagi kemarin rumah sana ngebangun kan. Wah, itu lumayan tuh ngaruh. Iya, lumayan ke sini semua ya. Iya, betul banget. Oke. Dan masih ada satu lagi kamar mandi sama ya. Ini kamar mandi. Iya. Nah, ini kenapa ada di bagian showernya tuh kenapa dikasih kayak gini? Tadinya tuh emang mau tipical shower yang lebih apa ada tutupnya gitu ya, cuman mungkin instalasinya belum selesai ya. Oke. Oh, mau pakai shower box gitu. Iya, kayak gitu tadinya. Cuman belum apa ya kita nge-planning itu benar-benar harus dari awal sampai akhir ya. Jadinya kayak gini banyak yang apa di plan ada tapi pas diinstalnya malah setengah-setengah itu juga kurang bagus Oke. Ada lagi enggak yang mau diceritain? Ada. Ini untuk di ruangan yang sebelah sini itu sebenarnya tuh karena sekarang kan jadi mini studio tadi yang sebelah sininya ya. itu sebenarnya masih bisa dipartisi lagi nih. Bisa kelihatan besi-besinya. Iya. He. Si besinya udah ada. Jadi ini nanti bisa dipartisiin. Nah, mungkin partisinya enggak ee apa bisa pakai yang bukan terlalu solid, bukan bata gitu ya. Ee nanti yang bisa dibuka tutup. Bisa dibuka tutup. Nah, jadi untuk jadiin kamar tuh bisa atau kamar anak. nanti sudah dapat bukaan juga dari depan. Berarti sudah ada planningnya untuk ke depannya juga seperti apa ya. Oke, ada lagi mungkin mungkin ke lantai dua udah sih kayaknya. Oke, kita lanjut ngobrol dikit di bawah. Boleh, boleh, boleh. Oke. Sekarang kita udah duduk bertiga nih, Tv. Kang Gifari, terima kasih kita sudah diajakin house tour, Wy. Nah, ini sebenarnya saat yang ditunggu-tunggu juga. Kalau boleh tahu berarti total biaya bangunnya ini berapa nih, Di? Untuk total biaya bangun sendiri di luar jasa arsiteknya ya itu masih di bawah R500 juta untuk termasuk coffee shop bangunan bangunan coffee shop ya. Jadi total tanah semua ini yang yang dibangun dari mulai coffee shop sama rumah tinggal itu masih di bawah 500. Wih, itu masih sangat terjangkau sih menurutku. Iya. Kayaknya ee untuk bahan yang paling mahal pun ya pasti masih tukang lahnya material-material kita cocokin mana yang paling efisien kayak gitu. Oke, itu di luar dari biaya arsiteknya berarti. Iya, di luar biaya arsiteknya. Oke. Terus aku juga pas melihat tuh ee garapannya rapi sih maksudnya keren. Ee detail-detailnya masih oke sih sebenarnya. Paling mungkin ada beberapa kayak kan biasanya kalau kita ngebobok Terus namanya unfinish ya, kita ngebobok listrik atau misalkan buat jalur air itu biasanya belang. Itu wajar Terus aku juga mau nanyain ke Teh Vivi ini karena beliau tadi enggak ikut house tour-nya ikut diperkenalan aja. Jadi, gimana, Teh? Setelah tinggal di sini gitu kan ee karena kan desain juga ee kalau boleh bilang emang tidak seperti rumah pada umumnya ya, Kang ya. Gimana tuh kalau menurut Teh? Betul. Kalau awalnya sih karena aku sebenarnya bukan dari Bandung kan, aku dari Bogor pas datang ke sini benar-benar dingin sih. Karena sirkulasinya juga bagus terus di Bandung jadi awal-awal kedinginan. Kita yang lebih adaptif dari segi fungsi ruang mungkin. Oh, ini bisa dibikin fungsi ini, bisa dibikin fungsi ini. Kita butuh studio mini misalnya, ah kita bikin sendiri. A kita yang lebih adaptif waktu itu pasun ee apa pas nepatin rumahnya kayak gitu. Overall setelah kalian tinggalin rumah dan coffee shop ini, gimana nilai apakah sudah cukup puas dengan rumahnya atau gimana? Sejauh ini happy banget sih ya. Seru sih. Kayak seru seru. Sebelah coffee shop terus sampingnya tinggal. Iya. Yang paling enggak pernah sepi lah gitu. Enggak pernah sepi. Benar. Jadi karena aku tuh orangnya suka ngobrol ya. He. Jadi kalau ke sini ngobrol sama customer. Ngobrol sama barista. Jadinya tuh ada teman terus rasanya. Jadi enggak enggak bosan lah kan kalau kita tinggal masih berdua gini. Jadi kalau tinggal apa ngobrolnya masih ada orang lain tapi enggak harus jauh-jauh keluar rumah gitu ibaratnya. Oke kayaknya cukup segitu dari kita kali ini. Buat teman-teman yang masih penasaran pengin ngobrol-ngobrol lebih lanjut sama Kang Gifari atau TVV bisa ke mana? bisa ke lihat konten TikTok kita ya di @rumah_gf. Di Instagramnya juga sama rumah @_gf. Oke. Tadi udah dibahas belum ya sama MTA? Apa itu GF? K GF tuh Gifar Vivi kita agak narsis ya. Sangat narsis sekali ya. Ya udah dinamain berdasarkan mungkin yang lain rumah apa? Rumah dinamain ini nama sendiri aja. Rumah GF. GF tuh G dan F gitu. Rumah sendiri ya. Fari dan Vivi. Oke, ya udah kalau gitu teman-teman thank you banget sudah nonton episode Inspiroms kali ini. Semoga bisa menginspirasi beneran dan terima kasih jangan lupa subscribe channel kita, follow Instagram kita Wakson Miftajana, Instagram Inspiroms dan TikTok Piccak Mifta dan Inspiroms. Dadah Ciao. Halo, perkenalkan nama saya Gifari. Selesai dulu. Sor sor. Apa namanya nih? Glass block. I bukan glass block dong. Ini kaca. Ah, kaca es. Oh, kaca ini masih. Oh, bagus sekali.
