Rumah Semi-Bunker Kolaborasi Gokil Arsitek & Owner Nyeni (YouTube Video)
Hai guys, balik lagi di Behind the Breaks barengan sama saya Taufik Effendi. Kali ini kita lagi ada di Bandung. Kita mau explore satu rumah namanya adalah Pagarsari. Ini merupakan e karya dari Daf berkolaborasi dengan sang pemilik rumah. Jadi nanti begitu masuk ke dalam kita akan lihat banyak personal touch dari si pemilik rumah ini gitu ya. Tapi sebelumnya saya mau cerita sedikit tentang rumah ini. Kita lihat dari depan gitu ya. Jadi untuk ee fasadnya ini simpel aja dengan pemilihan warnanya kem gitu ya. Dan ini kalau dari luar mungkin kelihatannya kayak bangunan satu lantai, tapi sebenarnya karena kontur tanah. Jadi ini tuh sebenarnya dua lantai ke bawah, Teman-teman, ya. Ee untuk temboknya ini memakai batu alam ya. Ini batu ee paras kerobokan ini. Kita bisa lihat di banyak projek lainnya juga pakai e batu ini. E bentuknya tidak beraturan. Memang warnanya juga tidak beraturan. Tapi ini memang sesuai request ownernya karena memang ownernya tuh percaya bahwa ketidaksempurnaan justru menjadi sebuah kesempurnaan gitu ya. Terus di sini untuk temboknya juga dia pakai kamprot. dengan warna krem. Terus untuk area carport-nya kita bisa lihat di sini ya, ini bisa muat sampai e dua mobil sebenarnya lebar untuk area carport-nya. Dan yang menarik juga dari area depan rumah ini adalah sekarang kita ke pagar. Coba deh teman-teman lihat ya. Ini sekilas mungkin kalau teman-teman lihat di video ah ini besi nih gitu ya. Tapi ini kalau diketok-ketok ini tuh plastik sebenarnya. Ini adalah material e plastik namanya adalah FRP dan ini owner tuh impor langsung dari China dan enggak cuman pagar ini aja tapi nanti begitu kita masuk ke dalam kita bisa lihat banyak deh ee material-material yang owner tuh impor dari luar negeri gitu ya mengkolaborasikan dengan material-material yang didapat dari dalam negeri. Jadi ini sangat kolaboratif lah rumahnya gitu ya. Tapi memang untuk rangkanya sendiri nih besi sih. Ininya aja nih yang kotak-kotaknya ini nih yang dari plastik. Yuk lanjut di sini. Nih kita bisa lihat ya untuk flooring-nya ini ee menggunakan beton yang dipoles dan nanti masuk ke dalam teman-teman bisa lihat enggak cuma di depan sini aja, tapi penggunaan beton yang dipoles ini tuh bahkan sampai ke area dalam ee rumah dengan ukuran yang berbeda-beda lah. Itu tadi dengan prinsip ketidaksempurnaan itu yang memang dipilih sama owner. Lanjut kita ke sini. Di sebelah sini ada storage ya. Di sini kita enggak bisa buka, tapi di dalam sini tuh sepatu, barang-barang pribadi owner lah gitu ya. Ini bisa ditaruh di sini. Dan yang langsung memikat mata langsung bikin wow adalah main entrance-nya. Sebuah pintu dengan gaya neo classical ya. Dan ini menurut saya masuk banget sama tema rumah ini tuh kan semi bunkered house. Ini ngelihat pintu ini sekilas kayak masuk ke banker enggak sih? Yuk kita masuk ya. Oh iya ini pintunya impor juga. Ini dari China juga. E owner tuh nyari langsung sampai akhirnya ketemu pintu ini dan dipasang gitu ya. Yuk yuk masukmasuk. Oke, sekarang kita udah di area dalam rumahnya. Dan begitu masuk, Teman-teman, mata tuh akan langsung tertuju ke ini nih. Ada sebuah focal point di rumah ini berwarna merah yaitu tangganya dari besi dengan railingnya juga. Di sini kita bisa lihat kanan kiri semuanya berwarna merah. Jadi benar-benar langsung jeder gitu ya. Langsung kasih tone warna yang kuat begitu masuk ke ee rumah ini gitu. Dan kita bisa lihat juga di sekelilingnya ini temboknya. ini menggunakan birchwood ya. Jadi ini kalau teman-teman perhatiin ini dia motifnya tuh enggak beraturan. Jadi tiap panelnya ini tuh dia motifnya beda-beda gitu ya. Dan ini memang ya itu tadi memang disengaja sama owner karena ketidaksempurnaannya itu gitu ya. Jadi ini material birchwood ini dipakai di banyak sisi rumah ini. Nanti kita akan lihat gitu ya. Salah satunya di sini di main entrance ee untuk di dindingnya dan juga di atas ini nih ya. di atasnya juga pakai birge food juga. Dan kalau misalnya lihat ke bawah, Teman-teman, tadi saya sempat bilang kan di awal kalau ee apa namanya? Beton poles tuh bakal banyak dipakai lah di rumah ini. Nah, termasuk di main entrance ini nih. Nah, kita bisa lihat ya di sini ini menggunakan beton poles juga dan langsung memberikan nuansa dingin gitu ya. Setelah tadi kan di luar kan panas eh very mediterranean lah dari luar gitu ya. Begitu masuk langsung adem dengan penggunaan flooring depan ini. Tapi begitu lihat ke atas ditambah warm dengan si penggunaan burstwood ini. Jadi benar-benar apa ya kombinasi yang sempurna lah menurut saya gitu. Terus kita bisa lihat juga di manance ini ada bukaan besar sekali bukaan cahaya ya. Yang ini tuh langsung menghadap ke taman di bagian dalam. Makanya tadi di depan enggak ada taman kan karena tamannya tuh ada di dalam guys gitu. Jadi ini baru main entrance-nya loh ya. Udah sekeren ini. Gimana bagian-bagian lain dari rumah ini? Habis ini saya mau tunjukin master bedroom-nya. Yuk, yuk, yuk kita ke master bedroom. Jadi dari main entrance langsung owner tuh bisa lurus ke master bedroom. Dan kalau tadi pintu main entrance-nya impor dari China, untuk pintu master bedroom-nya ini eh local craftsmanship dari Bali ya. Ini dari Bali. Jadi e benar-benar kombinasi antara impor dan lokal gitu. Yuk, kita masuk. Sekarang kita ada di area master bathroom ya. Jadi e dari pintu masuk langsung lurus langsung menuju ke master bathroom dan pertama akan disambut sama area wardrop ini. Walking closet dari pemilik. Dan yang menarik dari walking closet ini adalah ini memang sengaja enggak ditutup, Teman-teman. Jadi memang dibuka gitu ya. Biasanya kan walking closet kan ketutup gitu ya lemarinya. Ini enggak memang sengaja dibuka karena satu ya itu tadi owner sangat ee apa ya? menghargai practicality lah gitu biar lebih gampang gitu untuk nyari baju, nyari barang. Jadi enggak perlu ribet buka tutup lemari. Jadi memang sengaja dibuka kayak gini gitu. Terus kita lihat ke sebelah sini. Di sini ada area Rias untuk pemilik ya. Ada meja rias dengan semuanya lah perlengkapan di sini untuk ee make up gitu ya untuk pemilik. Dan di sebelahnya itu adalah kamar mandi yang ada di master bedroom. Oke, kita lihat kamar mandinya. Nah, ini dia kamar mandinya. Cakep ya dengan nuansa hijau dari Mozaices-nya ini. Ini juga impor dari China. Terus teman-teman bisa lihat ini si birch food juga masih kepakai mulai dari pintunya sampai dinding-dinding kamar mandi ini juga masih menggunakan material birch food yang tadi kita lihat dari main entrance itu ya. Terus di sini lantainya kita bisa lihat juga menggunakan eh flooringnya itu adalah tagle jawa ya. Sama tadi pintu masuk di walking closet juga pakai tagle jawa ini dan ada jendela besar, ada bukaan jadi ee sirkulasi udara juga baik gitu ya, jadi enggak lembab. Kamar mandinya bisa dibuka tapi tetap ada privacy karena ini kan kacanya bersekstur terus di bagian luarnya juga ditutup si pagar yang dengan material plastik FRP gitu tadi gitu. Jadi tetap amanlah, tetap ee private gitu ya area kamar mandinya ini. Tapi tetap sehat juga karena ada cahaya masuk, sirkulasi udara juga baik gitu. Lanjut. Di sini ada satu pintu lagi. Ini ada balkon kecil ya buat santai-santai dari owner. Baru kita menuju ke area tidurnya. Nah, coba Guys, lihat apa yang menurut kalian unik dari master bedroom-nya ini. Yes, betul. Ada batap di tengah-tengah. ini sebagai apa ya bisa dibilang e centerp-nya dari master bedroom inilah gitu. Biasanya kalau batap ada di kamar mandi ini benar-benar ditaruh di master bedroom langsung with the view. Jadi pemilik bisa berendam batap gitu ya. E nyantai-nyantai sambil menikmati hijau-ijau yang ada di luar itu tuh ya. Ini menarik banget, unik banget. Dan yang unik bukan cuman ini doang dari master bedroom ini menurut saya, tapi ya karena di ruangan ini teman-teman tuh bisa nemuin banyak sekali item-item yang memang ee dicari gitu sama owner lewat berbagai sumber gitu ya. Ada dari marketplace, dari luar negeri, dari dalam negeri dan semuanya dikumpulin di sini dikawinin dengan desain dari DAF. Kayak misalnya ini, ini si bat frame-nya ini juga owner sempat cerita dapatnya di marketplace tuh gitu. hunting sendiri sampai akhirnya dapat gitu ya. Terus juga lemari ee banyaklah item-item di ruangan ini yang memang di-hunting sendiri sama pemilik gitu. Dan kita bisa lihat juga untuk jendelanya memang sengaja sama owner enggak dikasih tirai gitu ya, tapi tetap kacanya di e bikin kaca film jadi gelap. Jadi untuk mengurangi cahaya yang masuk, untuk pra besi juga, tapi tetap ada bagian atasnya itu bisa dibuka untuk sirkulasi udara termasuk juga kaca atau jendela yang ada di samping nih. Yang ada di samping juga bisa dibuka ya. Jadi ee untuk aliran udara juga baguslah. Dari sebelah sini bisa, dari sebelah sini juga bisa ya. Dan teman-teman juga lihat ada lagi nih si birchwood-nya di dinding sini. Di sini juga birchwood, ya kan? Di situ juga pakai birchwood dan flooring-nya juga sama dengan yang di area walking closet dan kamar mandi tadi. Masih pakai tegle jawa juga, tapi dengan eh warna dan motif yang berbeda ya. Yang ini lebih polos gitu. Dan emang menurut saya cakep banget sih. Kita udah explore master bedroom-nya udah di lantai pertama ini udah kita explore semua lah ya. Sekarang saya mau ajak teman-teman ke lantai bawah lihat ada ruangan-ruangan apa lagi di sana. Oke. Oke, guys. Sekarang kita udah ada di lantai bawah. Ini sih tangga merah yang saya tadi sempat bilang di awal ya, yang menjadi focal point dari e ruangan gitu ya. Ini e materialnya menggunakan plat besi, terus kopong. Nah, si kopongnya itu tuh diisi dengan poliuretan. Jadi, makanya kalau teman-teman perhatiin ketika turun tuh dia enggak terlalu berisik gitu. Jadi, enggak terlalu kopong lah ya. Dan ee kita lanjut lihat ruangan-ruangan yang ada di sini. Tapi sebelumnya lagi-lagi lihatlah ke bawah. ini adalah ee apa ya? Sama seperti yang tadi di atas, di luar juga adalah e beton yang dipoles yang ee apa bisa ditemuin lah di berbagai sudut rumah ini gitu. Di sebelah sini kita akan langsung ketemu sama satu wall of fame, tapi mungkin bisa dibilang wall of family ya, karena di sini adalah barang-barang dari owner, dari ayah, ibu, anak semuanya ada di sini gitu ya. berbagai macam semuanya dikumpulkan di sini ya. Satu dinding yang bisa dibilang bercerit lah tentang siapa sih yang tinggal di rumah ini gitu. Ketika lihatin ini kita bisa tahu dan bisa membayangkan mereka tuh siapa aja gitu dan pastinya seiring berjalannya waktu ini akan terus berkembang, akan terus berubah gitu ya dan ini menjadi apa ya ee sentralnya lah dari rumah ini juga gitu. Nah, di depan wall of family ini langsung disambut sama inner garden. Nah, ini sebenarnya tadi dari depan bisa diintip dikit nih, tapi di sini lebih puas lah ya lihatnya karena dengan e bukaan yang besar langsung menuju ke inner garden ini dengan hijau-ijau. Dan kalau teman-teman mikir, itu kok enggak dirapiin sih tanamannya? No, itu memang disengaja. Owner tadi udah sempat cerita bahwa ini memang dibiarkan sedikit apa ya tanamannya sedikit agak berantakan gitu. karena memang ya itu intentionally memang tujuannya seperti itu gitu untuk memberikan kesan ketidaksempurnaan itu tadi seperti yang bisa kita temuin di banyak tempat di rumah ini ya dan ini kita bisa lihat hijau-ija pastinya ketika nanti matahari ee menyinari gitu ya ini pantulannya akan dramatis banget nih cantik banget pantulannya masuk ke area dalam rumah ini. Jadi cakep banget pokoknya. Nah, selanjutnya di sini adalah area santai, area nonton TV dari e pemilik rumah gitu ya, dari owner. Dan ini saya coba duduk di sini, Teman-teman. Wow, it's really comfy. Benar-benar nyaman banget. Dan oke, lihat ke depan bisa nonton TV, tapi begitu nengok ke samping masih bisa kelihatan tuh hijau-ijau dari si Inner Garin itu tadi ya kan. Terus e masih adem juga dengan udara yang masuk gitu ya. masih bisa kerasa sampai di sini. Jadi, ini apa ya bisa dibilang a perfect place lah untuk keluarga tuh nyantai-nyantai dan berkumpul nonton TV ya di sini tempatnya. Nah, di sebelah sini ada satu pintu. Itu apakah ini? Yuk, kita lihat ke dalam. Nah, ternyata di dalam sini adalah kamar mandi. Kalau tadi di master bedroom kita udah sempat lihat kamar mandinya nuansanya hijau ya, Teman-teman. Yang ini tuh lebih biru di sini dengan eh mozaik tiles warna biru ini di dindingnya. Ini juga impor dari China gitu ya. Terus ee flooring-nya lantainya juga warna biru dengan ele jawa juga warna biru. Jadi benar-benar blue banget di sini nuansanya. Terus ee ada glass blok juga di atas tuh kalau teman-teman lihat untuk cahaya masuk. Nah, tapi pertanyaannya itu cahaya masuk? Iya. Kalau sirkulasi udaranya gimana dong? Nah, sirkulasi udaranya di sini nih, Teman-teman. Jadi di sini ada another door, ada satu pintu lagi yang bisa dibuka. Nah, pintu ini tuh adalah e untuk sirkulasi udaranya gitu ya. Itu fungsi pertama. Fungsi kedua ini tuh jadi akses buat orang-orang yang tidur di dua kamar ini. Jadi kita ngintip sedikit ya. Ini ada lorong di sini dan di sebelah sini tuh adalah kamar anak dan di ujung sana adalah kamar tamu. Nah, mereka bisa mengakses kamar mandi lewat lorong ini. Jadi enggak perlu lewat pintu depan. Tapi kayak gimana dalamnya kamarnya? Nanti kita lihat lewat depan aja kali ya. Tapi saya mau tunjukin dikit juga. Tuh di ujung sana tuh teman-teman si FRP-nya masih kepakai juga. Jadi di banyak sisilah di rumah ini si plastik FRP itu kepakai banget gitu. Oke yuk kita lihat kamar-kamar yang ada di lantai bawahnya. Nah sekarang saya mau ngajakin teman-teman untuk lihat e kamar anak yang ada di lantai bawah ini ya. Ini dia kamar anaknya di sebelah sini yang tadi kita udah lihat akses belakangnya. Ini sekarang kita masuk dari pintu depannya nih, Teman-teman. Nah, saya coba nyalain lampunya ya. Ini juga very personal. Owner sempat cerita kalau untuk kamar anak ini memang anaknya yang milih sendiri isian kamarnya tuh apa aja gitu ya. Jadi, furnitur-nya semua memang dipilih sendiri oleh anak. Jadi benar-benar kita bisa lihat personal touch owner tuh ada di mana-mana. Nah, terus kita bisa lihat juga ada Shah Delia ini di tengah ruangan yang benar-benar warna-warni princess bangetlah gitu ya. Ini kan e sesuai apa? Sesuai jati dirinya sang anak bangetlah ini gitu. Jadi centerpiece di ruangan ini. Terus ada ini juga ada lemari rotan di sebelah sini ya. Dan tentunya itu tadi ini adalah pintu menuju yang lorong tadi kita udah ke sana itu akses ke kamar mandi. Jadi bisa tuh keluar dari sini langsung masuk kamar mandi lewat situ. Jadi enggak perlu lewat pintu depan. Oke, selanjutnya kita akan ke area dapur yuk. Oke, selanjutnya saya mau tunjukin e dining area yang ada di rumah ini. Ini tuh dining areanya outdoor, Teman-teman. Tuh, jadi overlooking ke si indoor garden tadi ya kan. Ini ada meja makan di sini untuk 1 2 3 4 5 6 7 8 bisa duduk delan orang. Terus yang menarik juga di sini si plastik FRP itu ada juga di sini ya. Tadi kita sudah ketemu di pagar, ketemu di mana-mana lah di rumah ini. Termasuk juga di e dining area ini gitu ya. Untuk ee apa namanya? Untuk privacy lah untuk menghalangi pandangan keluar gitu. Tapi tetap ada sirkulasi udara pastinya kan. Karena ini kan posisinya juga outdoor. Bayang enggak sih makan di sini nyantai-nyantai, ngobrol-ngobrol sama teman-teman sambil menikmati million dollar view ini. Mantap banget. Terus masuk ke dalam. Di sini adalah kitchen-nya, Teman-teman. Nah, ini dia dapurnya. Ini untuk eh table top-nya menggunakan material recycled plastic ini. Iya, ini juga, tapi dengan warna dan motif yang berbeda gitu ya. Terus e ini untuk next-nya ini e mozaik dari China juga. Terus perhatiin deh si birch food itu juga ada juga di dapur ini. Tuh lihat di sini sini benar-benar kita bisa nemuin birch food-nya ini di berbagai sudut rumah ini gitu ya. Dan di island-nya ini enggak cuman untuk area masak aja, enggak cuman ada induction stove, tapi bisa duduk juga di sini tuh. Jadi kalau mungkin owner mau e quick meal gitu ya, makan cepat atau mungkin sambil preparing juga di sini masak motong-motong gitu ya, sambil duduk juga bisa di sini gitu. Jadi ada dua kursi di sini ya. Dan dari area kitchen saya mau ajak teman-teman lihat lagi ke sebelah sini. Kalau tadi udah ada indoor garden, di sini ada taman lagi ya. Ini ada taman lagi. Ada hijau-ijau lagi di sini. Nah, itu yang di atas itu adalah service area yang tadi di depan itu ya yang kita e enggak bisa lihat, tapi kita bisa lihat dari sinilah itu jemuran-jemuran di atas itu dan di bawahnya langsung si taman ini gitu. Dan dari taman ini pastinya sirkulasi udara ee bagus bangetlah ya karena di sini ada udara masuk. Dari taman sebelah situ juga ada udara masuk. Jadi ee cross ventilation-nya baguslah rumah ini. Terus di sebelah sini adalah man cave-nya dari pemilik rumah gitu ya. Jadi ini apa ya? Ruang untuk quality time sama diri sendirilah di sini gitu. Karena kita bisa lihat di sini ada meja kerja yang bisa difungsikan untuk kerja lah pastinya sama owner. Terus di sini juga ada sofa. Dan kalau kita lihat sekilas ini gayanya sebenarnya mid centry ya dari e si sofanya ini. Terus di sebelah situ juga ada glas bloknya tapi sebenarnya dikombinasikan juga dengan gaya-gaya yang lain dengan pemilihan furniture yang lain juga gitu. Jadi benar-benar rumah ini tuh kita bisa lihat kolaboratif bangetlah benar-benar perpaduan berbagai elemen gitu ya. termasuk si birdchwet itu ada lagi di sini tuh. Ada lagi di sini, Guys. Jadi, benar-benar kita bisa temuin di berbagai penjuru rumah. Nah, selanjutnya saya mau ajakin ke satu area yang ada di sini. Nah, ini tuh adalah cinema room-nya. Jadi, di situ ada projektor. Projektornya itu nembak ke tembok itu. Jadi, ruangan ini bisa jadi ruangan nonton film lah buat ee owner gitu ya. cukup lega, cukup luas. Dan di atas sana kita bisa lihat ada beberapa artwork yang dipasang. Dan kalau teman-teman lihat yang di sisi sebelah sini juga ini ada artwork karya anak dari pemilik nih. Jadi untuk menampilkan karya-karya dari e anaknya gitu ya. Dan ini wow banget enggak sih? Saya begitu masuk langsung tertuju pada Shang Delie ini. Lampu ini keren banget kayak aduh apa tuh yang di Spider-Man ya? kayak villain yang di Spider-Man itu. Tapi ini keren banget. Nah, terus di sini juga ada satu eh bisa dibilang launchir di sini. Jadi, emang ini benar-benar ruangan untuk rileks, untuk nyantai lah dari pemilik. Oke, sudah semua ruangan kita explore di rumah ini. Jadi, untuk selanjutnya saya mau ngobrol-ngobrol nih sama Mas Dick dari DAF untuk ngulik lebih dalam lagi tentang rumah ini. Oke, tonton terus. Eh, luas lahannya di 200 m² ee luas bangunannya di 280. Dia benar-benar ee random. Jadi dia beli lahannya itu udah lumayan lama. Kemudian ya banyak story di belakang itu sampai akhirnya dia ee mengambil lahan seluas 200 m ini. Ini dulunya itu dia bekas perkebunan gitu. Agak sedikit pesimis dengan bentuk lahannya. Tanahnya enggak stabil gitu, labil. Terus kemudian ini bekas perkebunan. Terus kemudian dia letaknya di lereng gitu. cuman dia kembalikan lagi kepada e saya sebagai arsitek gitu, lu gimana ngolahnya baru nanti kita ngasih feedback. Request owner yang di-highlight adalah eh dia tetap pengin arsitektur tropis gitu, tapi dia tidak mau terlihat eh sebuah bangunan dengan penyikapan arsitektur tropis. Salah satunya ada di penebalan dinding gitu. lebih jauh lebih lebih keluar dibanding si bukaannya sendiri gitu. Itu itu sebetulnya eh translate dari ee tritisan yang di mana arsitektur tropis yang standar kan seperti itu. Di mana ada overhang atau ee tritisan atap yang lebih panjang. Fungsinya kan untuk mengatur shading yang masuk ke dalam ruangan gitu. Nah, itu yang kita ambil itu adalah si overhang-nya itu gitu. di mana overhang itu tidak melulus tentang eh atap yang menjulur keluar, bisa aja kita badan bangunan yang menjulur keluar gitu. Itu sebetulnya standar ee brick wall 15 cm. Cuman secara struktur struktural kita geser keluar. Kita udah punya sistem yang canggih, desain yang oke. Kita dipertemukan dengan local labor. Ini mungkin harus dihighlight ya. Jadi, e tukang-tukang lokal itu harus kita acknowledge gitu lebih jauh mengenai eh cara membangun gitu. Walaupun ya praktically mereka yang melakukan gitu cuman ya kita memberi pengetahuan lebih tentang bagaimana cara membangun di lahan yang berkontur ini. Local labor-nya kita involve juga. Local labor kita involve. Terus kemudian owner pun mostly dia banyak ee mengimport barang dari luar negeri ee kolektif. Terus kemudian ketika didatangkan ke sini dipertemukan dengan lokal labor yang benar-benar ee jauh gitu dari dari manual book yang ada itu sangat jauh gitu. Nah, itu gimana cara kita mensinkronkannya sampai bisa diaplikasikan. kesulitan tersendirinya sih di situ sebetulnya. Tapi biasanya gitu di di kesempitan itu akan banyaklah ide-ide baru gitu. Jadi belum lagi misalnya kita menerima sebuah manual book tentang cara pasang ee material yang diimpor sendiri oleh klien, manual book-nya pun kita enggak ngerti itu tulisannya apa gitu. Sedangkan kita harus ditanya tukang, "Pak, ini cara pasangnya gimana?" kita juga enggak tahu sebetulnya gitu, tapi ya di situlah gitu asiknya gitu. Mungkin bisa timbul detail-detail baru, ide-ide baru yang lebih lebih segar dan tidak menutup kemungkinan untuk lebih bisa meng-customize apapun di Indonesia gitu. Jadi kita enggak usah takutlah untuk material alam kita yang ada di lokal gitu. Materialmaterial alam tuh untuk di bidang sipil itu tidak ada yang spesial gitu. Bahkan ee bisa dibilang ini low budget sih enggak ya eh wise gitu budget wise. Jadi kita enggak enggak pakai material yang harus didatangkan dari mana gitu. untuk ee beberapa suplai material itu bahkan dari toko-toko di sekitar site ini gitu, di sekitar project dia udah banyak memiliki desainer item yang bisa dibilang ee keren sih gitu. termasuk misalnya ada hanging lamtom Dixon atau kemudian ada kita punya eh recistemnya si eh diterams fitsu terus kemudian dengan beberapa eh easy chair launcher chair segala macam. Nah itu itu dia udah udah udah udah terkurasi dengan sendirinya tapi tidak mengabaikan arsiteknya gitu. Jadi dia tetap tetap komunikasikan. Di sela-sela itu dia pun mengoleksi artis lokal, eh artwork-artw lokal gitu. Itu yang bikin kami juga sebagai arsitek jadi lebih wide angle dalam berpikir gitu. Jadi tidak tidak meluluk artis luar negeri ataupun desainer luar negeri itu keren enggak gitu. Kita harus bisa mengangkat juga si artis lokal dan seniman-seniman lokalnya gitu. Termasuk pengrajinnya juga gitu. Jadi mungkin hanya ada di rumah ini ketika Credenza Century ketemu dengan Jepara yang kita eh remake sedemikian rupa. Eh yang ini, yang ini sebenarnya agak beda nih. Yang ini dia tiba-tiba gitu di tengah-tengah masa konstruksi di proses finishing dia tiba-tiba ngasih lihat ke saya. Om, aku mau beli ini. Apaan nih? Ini pintu anti bom. Jadi dia dia import gitu. Dia itu enggak ada di lokal. Ini aku punya ini, aku mau beli ini, aku mau pasang ini. Ya udah gitu ya. Ya saya mencoba mengakomodir itu dengan segenap upaya ya. Alhamdulillah kepasang juga itu. Itu beneran pintu anti bom eh dengan eh locking systemnya yang ada di tujuh titik itu. Jadi kalaupun misalnya nanti worse condition-nya ada bom, pintu itu akan bertahan. Yang mungkin kalah mungkin si struktur bangunannya mungkin gitu. Cuman ya itulah gitu. Ini ini seru banget sih kalau menurut saya. Ini salah satu project saya yang paling seru. Banyak wawasan saya yang kebuka gitu. Untuk teknik pemasangannya sama kayak pintu-pintu biasa di kita atau ada berbeda sekali. Dan alhamdulillah dengan adanya kejadian itu jadi local labor tadi jadi dia bisa memakai fasilitas Google Translate. Iya. Iya betul. Untuk manual book-nya. Iya untuk manual book-nya itu asik sih, Mas. itu yang lumayan agak bikin e deg-degan itu ketika kita bikin retaining wall di atas tadi itu tuh bertepatan dengan musim hujan mungkin debit airnya terus kemudian si run off ee air hujannya itu enggak enggak terserap karena di atas kita itu udah ada beberapa rumah gitu jadi debit airnya itu menekan ke proses konstruksi pas bikin retaining wall konstruksi itu total di 9 bulan. Desain development desain sendiri itu 3 bulan dan itu terus berjalan selama masa konstruksi. Jadi, jadi tidak 3 bulan desain kemudian 9 bulan constructioning enggak gitu. Jadi ini kita 3 bulan plus-plusnya itu banyak banget g paralelan. Betul. Paralel. Paralel. ini di tahun 2023 di 8 juta per me kurang lebih ya kita di daf.co.id.
