Jungkat

Rumah Subsidi Hasil DIY Ownernya Sendiri! Inspirahoms: Ruma Disa Nata (YouTube Video)

  • 27/06/2025

Teman-teman, hari ini kita lagi ada di Pandegelang, Banten dan kita akan meliput sebuah hunian. Ini rumah subsidi 6* 10 tapi punya konsep yang unik dan menarik. Kita ketemu sama ownernya yuk. Let's go. Halo, saya Eka, saya Hana. Selamat datang di Rumah Serata. [Musik] Halo, Kang Eka, apa kabarnya? Baik, alhamdulillah. Terima kasih kita sudah boleh main ke sini nih, Kang. Sama-sama. Nah, sebelum kita bahas desainnya, mau tahu luas tanahnya dulu dan luas bangunannya nih, Kang. Luas tanah itu 6* 10. 60. Luas bangunan sama 6 * 10. Oh, 6 * 10 juga di full. Benar-benar difulin. Benar-benar difulin ya. Enggak ada sisa lagi. Oke. Dan ini emang ee tadi aku mention juga rumah subsidi ya, Kang ya, yang sudah direnovasi ya. Nah, mau tahu dulu nih, Kang, ini gimana konsep desainnya? Kok benar-benar beda banget ketika kita dari luar sini? Ya, benar tadi yang penting beda aja dari yang lain. Itu aja itu yang paling penting ya. Oke. Tapi kalau secara keseluruhan mungkin saya ngambilnya dari konsep industrial sama tropis disatuin lah dalam satu konsep rumah ini. Oke, jadi ada industrial dikit-dikit, ada ee tropisnya dikit-dikit. Ini tropisnya aku lihat langsung banyak sekali tanamannya nih. Tanaman lumayan. Ini emang hobi ya, Kang ya. Senang aja ngelihat yang hijau-hijau gitu. Hijau segar kan dan rumah jadi terasa lebih hidup ya, Kang ya. Nah, ini berarti kan kalau tadinya rumahnya seperti apa di samping-samping ini ya, Kang ya? Iya. Sama semuanya. Sama semuanya ya. Warnanya juga sama awalnya. Oke. Dan ini tiba-tiba ada langsung satu dinding yang masif nih, Kang. Terus kemudian di sini bata-bata nih, Kang. Bata-bata. Oke. Ini di balik dinding ini. Ini apa nih, Kang? Cerita. Ini di balik dinding ada kamar. Kamar anak. Oke. Tadinya tadinya ya teras sama kayak yang rumah lain. Oke. Oke. Terus ini di kamprot kasar. Kamprot kasar aja ya, Kang ya. Nah, ini aku belum kelihatan nih bentukan atapnya. Ini ee pakai atap apa nih, Kang? Biasnya atap biasa. Andxek. Cuma di bawahnya di bawah ini jadi enggak kelihatan biar serasa cor-coran. Biar serasa corcoran. Serasa kayak enggak kelihatan ada atnya. Iya. Nah, berhubung kita sudah di depan tanaman dan Kang Ekak suka tanaman ini tanaman apa aja nih, Kang? Kalau masalah tanaman nama-namanya saya gelap. Tapi bagus sih maksudnya penataannya tingginya juga hampir setengahnya ya, Kang ya. Jadi enggak terlalu masif sih sininya cuma plesteran tok sama ini ya kamprot kasar gini ya. Cuma kalau malam ini lampu udah ketutup nih. Udah kayak gini tinggi lampu jadi enggak terlalu kelihatan. Enggak kelihatan lagi ya. Ini apa nih, Kang? Aku melihat nih ada satu itu air. Talang air dari atas nih. Oh, dari atp ini. Heeh. Keluar. Tapi di kamuflase juga gini ya. Menarik menarik menarik. Ini juga punya ide lagi. He. Pengin dibuka sih. Mau dicat warna merah ya kayak pemadam itu. Nah, pas masuk dalam rumahnya wah tambah banyak banget yang unik-uniknya. Kita geser ke sini, Kang. Boleh. Nah, ini pintu udah kebuka dikit. Nanti kita akan masuk ke dalam. Tapi yang paling menarik, kenapa dikasih bata nih, Kang? Karena saya orangnya introvert lumayan ya. Biar ke dalam enggak terlalu kelihatan. Kalau ditutup full kan terlalu mengap. Awalnya mau pakai roster. He. Tapi di sini kan roster agak lumayan harganya. Jadi kemarin mikir-mikir apa ya yang ekonomis gitu tapi tetap oke, akhirnya milih bata. Hm. Nah, gitu. Ya udah kita cari referensi di Pinterest akhirnya dapatlah. Jadi seperti ini. Jadi agak miring dulu ke sini sininya baru lurus ya. Miring dulu biar ada modelnya aja ya. Iya sih benar sih. Jadi ada permainan miringannya gini kan jadi lebih bagus. Tapi ini ada kayak rangkanya besi gitukah Kang atau gimana? Kalau rangka besi di tengah ini enggak ada. Oke. Oh enggak ada. Full semen semua. Karena kemarin kan nanya tukang kata tukang enggak usah karena ini kan bentangannya kecil enggak terlalu besar. Jadi aman. Oh, mungkin kalau sedikit lagi agak lebar harus harus ada rangka. Harus rangka. Ini juga tingginya enggak terlalu tinggi kan cuma 2 m70 apa enggak nyampai 3 m. Dan di ini ya dari atasnya sini juga ada liquanyunya ya, Kang ya. Liikanu enggak jadi-jadi nih. Oke, ada lagi yang menarik enggak nih, Kang? Sebelum kita masuk yang bagian depan bagian sini juga ada ini ya. Ini dibiarkan begini aja. Baik, kita boleh masuk, Kang? Boleh. Silakan. He. Nah, ini pintunya emang sengaja diwarnainnya beda juga ya, Kang ya. Warna hitam. Hitam. Ini dari holo sama lat e besi aja. Dan ini apakah dibikin sendiri? Kalau pintunya dibikin sama tukang. Oke. Soalnya aku kenapa aku tanyain itu? Karena di dalam banyak yang dibikin sendiri nih. Craftmanship-nya luar biasa nih beliau nih. Boleh kita masuk, Kang? Boleh. Silakan. permisi. Benar-benar pasuk ke dalam sini vibes-nya beda lagi. Ini ee lebih kerasa tropisnya juga tapi industrialnya kerasa juga ya. Tapi yang satu yang langsung mencuri perhatianku tuh ini nih, Kang. Iya. Katanya baru selesai tadi malam gitu. Tadi malam ini berarti dari kayu apa nih, Kang? Kayu dolken kalau enggak salah ya. Kalau salah kayken. Dan biasanya kan kalau yang sering kita lihat WPCWPC atau kayulin yang panjang-panjang itu kan ini cukup menarik. Jadi kayak berasa di pantai ya. Iya. Tropisnya dapat gitu. Tropisnya dapat banget. Dan atasnya ini atap biasa ya, Kang? Atap polikarbonat ya. Bias karbonat yang transparan. Oke. Berarti tadinya area sini itu carpot kan? Karpot karena kita kan belum punya mobil kan daripada cuma parkir motor sama sendal kan. He. Jadi ya udahlah mendingan dibikin sesuatu yang emang biar kepakai aja gitu. Tapi jadi enak banget sih kita untuk bersandai di sini. Kang aku izin duduk ya. Boleh. Boleh. Silakan. Berarti ini kan juga dari dicoran gitu aja ya kan. Terus yang menarik juga ketika aku ngelihat ini, Kang. He ini gimana ceritanya nih, Kang? Ini plesteran gitu ya atau gim? Plesteran. Plesteran aja. Plesteran mentah. He udah. Kemarin juga tukang nanya ini gimana ya? Udah ini plester kayak dikamprot terus agak dirata-ratain aja dikit. Udah selesai. Gini aja. Iya gitu aja. Tukang juga malah bingung. Tapi ketika udah jadi nyambung sama keseluruhan lengkapnya ya Kang. Iya. Ini juga sengaja pipa-pipa apa elektrikalnya, konduitnya sengaja diekspos ya. Nah, ada satu pojok e tempat berkaryayanya Kang Eka nih. Ini ada hand tools-nya banyak banget, Kang. Bahkan ada ini ya, gergaji juga ya. Sau ya. Ini semua emang sering dipakai ya, Kang ya? Sering. Hobi setelah punya anak, punya istri ya ngapain di rumah ya. Oke, ini yang paling sering dipakai untuk bikin apa, Kang? Alat-alatnya ya kayak ini. Ini juga bikin. Ini bikin sendiri. Ini juga bikin sendiri semua. Ini tempat-tempat ininya. Tempat-tempat bikin. Wow. Terus ini kan atas juga kayak kemarin ini kepakai banget gitu buat potong-potong. Terus kemudian aku lihat di sini juga ada jendela yang ke kamar itu ya, Kang ya. Ada lemari sepatu ya. Nah, ini peletakan ininya juga cukup unik nih helmnya nih. Ini bikin sendiri juga pasti sendiri. Wih. Terus ada nih, ada gambar nih posternya rumah di Sanata 2024. Iya. Ini juga dibikin sendiri nih pasti ya, Kang ya. Wih, banyak sekali craft-nya. Dan k lihat emang karena Kang Eka juga suka tanaman sampai dalam sini ya, bahkan sampai dalam rumahnya juga ya ada semua ya. Walaupun itu udah beberapa ada yang mati juga sih karena enggak keur ya udahlah dibiarkan tapi pengin beli lagi. Oke. Terus ini satu yang paling menarik sebelum kita masuk nih, Kang. Pintunya dan jendelanya full dibikin kaca ya, Kang. Ada alasan tertentuah, Kang. Biar terang aja. Biar terang aja dan biar serasa luas lah kalau misalkan lagi masak ya. Biar ke luar itu agak enak gitu ngelihatnya lebih luas aja langsung plong gitu. Langsung plong ke depan langsung kelihatan. Tapi kan enggak langsung kelihatan sama tetangga yang lewat ya. Tetangga. Makanya tadi ada bata tadi tuh. Ada batanya. Oke, habis ini kita masuk ke dalam ya, Kang ya. Sebelum masuk ternyata ada yang ketinggalan ya, Kang. Iya. Apa apa tuh? Ada cerita kayaknya tadi. Jadi ini tuh ee busa yang pertama kali kita beli untuk kasur tidur pas dikontrakan di Jakarta. Pas pertamata menikah. Oh, ini busanya ya? Ini busanya sampai di bawah sampai sekarang. Dan sekarang diganti ini doang apa kulitnya buat tempat duduk sekarang emang enggak mau dibuang ya? Lumayanlah buat story lah karena berkesan banget juga ya. Iya lumayan ya. Ini pertama kali beli kasur nih. Kasur lipat ya yang lipat tiga tuh cuma lebarnya cuma 1 m dipakai dua orang. Dulu pas dikontrakan di Jakarta. Pas ngontrak lagi susah-susahnya lah. Wah berarti sekarang kalau duduk di sini dulu kita beli kasur ini gitu ya. kemarin juga di konten sempat dibahas ini. Oh, sempat dibahas tapi enggak terlalu dalam. Oke, tapi lumayan lah. Nah, itu teman-teman. Jadi, Teman-teman mungkin bisa jadi inspirasi juga ya. Misalnya ada barang-barang yang dulu pas susah atau pas awal-awal nikah. Biar mengingatkan ya. Benar. Kalau kita pernah merangkak we walaupun sekarang belum apa-apa tapi minimal lebih baiklah dari dulu. Iya, benarbenar sampai di titik ini gitu ya ada prosesnya lah seperti itu. Oke, sekarang kita masuk ke dalam. Boleh. Ayo sini, Kak. Silakan. Nah, pas masuk ke dalam ini langsung ketemu sama dapur. Tadinya berarti di sini apa nih, Kang? Di sini itu kamar. Awalnya layout-nya itu berubah ya. Ini kan tadi tetap carpot, ya? Itu carport. Terus ini kamar. Kamar. Ini kamar belakang. Kamar. Oke. Dan diubah menjadi dapur. Seperti apa nih pertimbangannya? Kenapa kok akhirnya di sini jadi dapur gitu? pertama karena mungkin pas pernah pertama menikah ya kita sering di Jakarta mungkin ee banyak referensi yang rumah depan langsung dapur di depan. Oke, itu yang pertama. Yang kedua juga karena buat memudahkan aja sih mobilitas karena kan saya juga sering bawa teman ke sini nongkrong di depan kan tadi bikin kopi ngambil makanan enak kalau dekat gitu. Oke, benar. Jadi biar serasa kafe katanya. Oke, Kang. Kalau dapur di depan kita lihat udah sering lah ya. Rumah-rumah zaman sekarang juga seperti itu. Tapi ini untuk konsepnya cukup berbeda dan unik sih menurutku. Ini ngedesain sendiri inspirasinya dari mana nih untuk konsep dapurnya sendiri gitu. Kalau desain sendiri kebetulan kalau secara konsep konsepnya industrial dan semuanya diekspos ya yang diekspos semua diekspos kayak ini perkabelan ini juga walaupun lama-kelamaan ada retak rambut tapi enggak masalah bodo amat. Emang seperti itu konsepnya kayak yang aku lihat ya karena menyatu menyatu sama konsep keseluaran rumahnya gitu. Tapi di sini juga ada yang menarik kalau aku lihat ke atas ini, Kang ini ada apa nih? Penyimpanan juga. Penyimpanan sebenarnya. Jadi karena memang rumah subsidi itu kan lahannya udah segitu-gitu aja ya. Heeh. Sebenarnya rumah itu gudang itu harus ada. Benar. Harus ada di rumah itu harus ada gudang. Cuma kan masalahnya kita tadi itu ru kebutuhan ruang lumayan banyak tapi tanahnya yang enggak ada. Akhirnya kita buat ee kalau bahasa Sunda mah peparaan gitu kan. Kalau kata kot baheula mah gitu peparaan. Makanya kita bikin ini buat sor di atas. Ini lumayan banyak juga nih di atas. Berarti ini tuh memanfaatkan vertikalnya ya ke atasnya dimanfaatkan. Tapi pasti ada cerita di balik ini karena ini Kang Eka sendiri yang ngebikin. Iya. Seperti apa tuh, Kang? Biasanya kalau untuk bikin kayak gini berarti digambar dulu atau kayak gimana idenya gitu. Kalau bikin-bikin yang kayak gini enggak usah digambar sih karena simpel sih ya. Heeh. Jadi tinggal ukur-ukur aja ini berapa, ini berapa, kebutuhannya apa aja. Udah tinggal potong-potong, bikin udah selesai. Nah, dari apa aja nih, Kang, bahannya? Ya, kalau bahannya ini kan dari bajaringan kita cat pakai pilok alasnya itu pakai gibsum atasnya. Oh, pakai gibsum ya. Oke, jadilah seperti ini. Berapa lama nih, Kang, kalau bikin kayak gini? Biasanya enggak nyampai sehari sih. Oh, enggak nyampai sehari jadi gitu. Enggak, kayaknya beberapa jam doang. Aku pikir kayak sesempatnya aja gitu pas lagi libur kerja. Karena emang ini kan gampang sih sebenarnya, tinggal motong-motong doang kalau sesuai ukuran kan. Udah itu tinggal ngebaut sekrup-sekrup. Udah benar-benar karena udah terbiasa juga jadi ngomongnya gampang banget ini kayaknya kalau netizen. Iya iya benar benar. Kalau yang enggak terbiasa bikin pasti aduh gampang ya gitu. Habis ini DM aja langsung di Sanata nanti buat tutorialnya. Kayaknya buka kelas habis ini join teman-teman buka kelas pertukangan. Wah kayaknya banyak yang ikut tuh Mas. Entar aku ikut deh. Tuh bisa nukang sendiri ya kan. Cuma nih kalau misalnya kita dari sini emang jadinya ke sananya yang tadi udah dimension ya luas karena full kaca semua. Jadi kalau ada yang lagi ngobrol di luar pun kita bisa sambil ngobrol juga ya, Kang ya. Emang seperti itu ya konsepnya ya. Iya. Kalau teman ke rumah juga kan biasanya sambil ngopi bikin kopi sambil ngobrol ya sambil ngobrol aja biasa aja sambil jalan. Oke. Dan ini sebenarnya juga sebagai meja makan. Meja makan digunakan meja makan. Berarti langsung ya dari masak langsung sini makan bareng keluarga gitu ya Kang. Dan di bawahnya situ untuk storage juga ya. Storage juga berantakan tapi. Oke. Iya untuk storage di sini. Di sini juga storage. Terus di sini juga dibiarkan terbuka aja enggak yang tertutup gitu ya, Kang ya. Oke. Heeh. Pertanyaanku ada ekos di situ untuk biar enggak panas aja biar engak. Jadi ini kan memang ceritanya ee awalnya pakai AC kan. Jadi memang sirkulasi ditutup semua karena lumayan listrik. pakai AC2. Ya udahlah pakai os aja gitu untuk nyereap udara di dalam gitu biar keluarin jangan paras-pas. Ini lebih hemat ya. Lebih hemat. Oke. Solusi juga karena emang rumahnya juga paling pinggir ya kan? Aman dan samping itu lapangan ya kan? Laangan jadi aman lah enggak ada yang terganggu juga gitu. Oke lanjut lagi ke ruangan mana nih Kang? Oke ke sini mungkin. Nah berarti kalau ini tadinya living room juga kah? Loknya living room ya. Kalau konsep masih sama ya kayak di dapur tadi. Makanya ini juga sama kayak yang di atas dapur karena bikin sendiri juga bikinnya bareng. Saya beli online besinya doang tapi online pun custom. Kalau ininya kita cari di sini ya pasang sendiri semua lah. Wow 5050 lah. Bikin sendiri sama dibantuin. Emang benar-benar ya. Tapi selain apa? Jago hobi juga suka gitu kan? Suka. Sejauh ini agak happy sih. Agak happy. Agak happy ya. Bukan happy banget ya, aku pikir happy banget gitu. Tapi tetap pas bikin-bikin masih ada kepikiran apa gitu. Jadi happy-nya enggak full. Oke. Terus apa lagi nih yang mau diceritakan di sini? Ada apa aja? Ee sebenarnya enggak ada apa-apa sih. Enggak ada apa-apa. Banyak nih kayak ini paling cuma foto-foto kita. Foto-foto anak. Foto kita mah cuma 1 2 3 udah empat. Yang lainnya foto anak semua. Oke. Jadi biar dindingnya enggak polosan ya. Foto-fotoan. kasih foto-foto. Nah, tapi ini lampunya menarik juga nih, Kang. Bikin sendiri pasti nih. Bikin sendiri tuh kan. Bikin sendiri. Beneran lagi. Ini bulat-bulatnya dari lampu yang kelap-klip di kamar anak kemarin rusak saya ambil. Dia buat apa emang? Buat ya biar enggak polos aja kan. Buat pegangan ini bisa diputar-putar. Kalau buat baca-baca nanti kan pakai ee lampu smart. Oh. Jadi biar bisa diterapin diganti-ganti gitu ya. Kalau mau baca-baca di sini bisa. Jadi lampunya ini bisa multifungsi ya, tergantung lagi mau ngapain. I berarti ini bikin sendiri. Bikin sendiri cuma iseng aja. Kemarin kan ada pipa kan pipa sisaan. Akhirnya ya udahlah beli ini aja nih yang beli itu cuma lampionnya Rp7.000. Ada yang mau juga itu, Pak? Tuh kan benar ada yang mau open order, Guys, habis ini. Nah, tapi ini yang menarik sofanya itu jadi kayak pembatas juga ya ditaruh di sini ya. Pembatas ini baru beberapa minggu kemarin sih karena istri pengin e buat nonton kan. Oke, awalnya kan memang ada S. Awalnya di keluar dulu, tek rumah orang tua, akhirnya yang ini kita beli lagi. Karena kan pertamat pertama anak kemarin kan masih apa masih bayi kan agak ribet kan kalau ada benar benar benar. Akhirnya sekarang baru mutusin pakai sofa dan warna hijau teman-teman karena memasukkan unsur warna-warna tanaman itu juga tadi. Iya, betul. Biar masih menyatu ya konsepnya. Berarti kan masih ini pun masih sama semuanya. Berarti keseluruhan rumahnya dipos kayak gini ya, Kang. Kalau ini cat. Oh, ini cat tapi cat motif. C motifnya alami. Oke. Cat chat motif semen gitu ya? Iya. Enggak, enggak. Ini alami karena apa? Lembab kayaknya. Oh iya. Tadinya memang enggak kayak gini, Kak. Warnanya enggak. Tadinya rapi aja gitu. Oh, tapi jadi kayak ya udah kayak yang tadi di depan-depan gitu sama. Kalau kalau kalau ini baru nih ini disengaja nih diginiin. Oh tapi kayak sama aja sih, Kang ya, kalau orang baru ngelihat gitu. Nah, di pojok sini nih ada yang menarik juga sepertinya. Berarti ini tempat buat kerja. Tempat buat kerja. Heeh. Tempat healing sendiri nih malam-malam kalau udah pada tidur ya duk di sini sambil nonton YouTube dan lain sebagainya. Oke. Nah, tapi di atasnya juga ada penyimpanan lagi. Penyimpanan. Nah, kalau ini dibikin semua sendiri atau seperti apa? Sendiri juga. Konsepnya masih sama kayak yang tadi di atas, cuma di ini ditutup biar gak kelihatan aja biar rapi. Yang baru lihat kayak beton kat bukan. Ini triplek. Oh ini triplek ya? Triplek. Oh dalamnya bajar ringan. Baj bajar ringan. Kita baru triplek. Benar. Heeh. Terus di dicat. Wah. Berapa lama, Kang, kalau ini ngebikinnya? Kalau ini kemarin enggak ada sehari 20 menit gitu. Jangan-jangan enggak. Enggak. Kalau ini agak lama. Oh ag lama. Yang lama itu nge-chatnya nih. Oke. Ngechatnya agak lama. Ini kan soalnya awalnya kaca nih. Oh, awalnya kaca. Kaca. Oke. Kaca keluar. Heeh. Kita tutup pakai GRC. Dicat biar bagus aja. Oh, soalnya kemarin juga pintunya agak lumayan ini ganggu banget nih desainnya. Jadi akhirnya kita bawaan bawa bawaan aslinya karena pintunya masih bawaan bawaan asli nih. Bawaan developer. Oke, akhirnya kita dibalut pakai GRC. Diver semua segini biar terus dicat. Dicat. Di chatnya yang agak lumayan lama ini ngecat. Oke, jadinya ya udah kayak gini warna. He. Oke. Benar-benar. Nah, berarti ini apaagi nih mungkin yang bisa diceritain nih? Karena dari tadi aku tuh ngelihat tuh kayak wah ini bikin sendiri, bikin sendiri terus kakang gitu. Custom custom desain sendiri. Ini banyak yang nanya juga nih. Oke, banyak yang nanya meja beli di mana? Custom desain sendiri ya? Desain sendiri ya? He. Wah, keren sih. Kalau kata aku open order sih, Kang. Nanti ya. Kalau udah fokus kayaknya pasti ke situ. Kayaknya habis ini habis video ini tayang banyak teman-teman yang mau ya. Semoga ya. Iya. Aku enggak tanggung jawab ya, Kang. Nah, di pojokan sini masih ada tanaman lagi. Iya, tanaman. Ini kemarin yang atas-atasnya udah pada mati. Oh, akhirnya ya udahlah. Oke. Nah, terus ini berarti pintu ke kamar. Ke kamar anak. Aku salah fokus dulu sama saklar nih, Kang ya. Ini juga saklar biasa biasa diwarnain. Hemen iya iya saklar biasa diwarnain. Pokoknya Kang Eka tuh semua diwarnain diwarnain dibentuk sendiri dicustomar karena susah nyarinya di sini. Soalnya dia basicnya juga desainer ya, Kang. Desainer, videografer, penyanyi. Wah, beban sekali banyak ya. Oke. Boleh lihat kamarnya enggak? Boleh. Tapi berantakan enggak apa-apa. Jadi biar tahu nih kalau kamarnya berarti ini kamar bocah. Nah, tapi kalau kamarnya ini berarti ukurannya berapa nih, Kang? Kasur 2 m ya. Ke sininya 27. Akhirnya berarti ini berubah jadi kamar. Ternyata yang tadi kita lihat dari depan itu dinding itu jadi kamar. Yang tadinya teras kan ini. Heeh. Teras jadi kamar. Tapi ke depannya tadi aku udah dengar bocoran soalnya mau diapain gitu kamarnya. Ya nanti ini setelah depan. Oke, kita pindah kamar ke sini yang mau dirapihin lah. Ini mau bikin Bang Bet nanti di sini dua sampai atas kan anak dua ya biar satu-satu bawah. Bikin banget sendiri sendiri sendiri. Benar sendiri aja kalau bisa sendiri lebih. Mohon maaf tukang tidak dibutuhkan di rumah ini. Kalau ada panggilan baru ya karena dia lebih ahli kayaknya. Enggak juga. Biasalah laki-laki ya. Ee kalau apa-apa ngelihatin gitu. Heeh. Berawal dari situ sih. Berawal dari situ. Iya. Berawal dari ngelihatin orang, ngelihatin tukang gini perhatiin ya. Akhirnya bisa. Kebanyakan orang kan enggak berani ya, enggak berani untuk memulai. Ah, ini takut salah, ini takut gagal, ini takut ee apa jelek. Tapi pasti awalnya gagal dulu. Wajar lah ya, Kang ya. Ya wajar tapi kebanyakan awal langsung berhasil sih. Sombong amat kayak gini. Lebih baik sombonglah sekarang. Benar, Ben. Jadi orang baik itu enggak seru. Aduh. Baiklah. Nah, di sini ada bukaan nih jendela. Nah, kaca ini itu sebenarnya yang awalnya di dapur tadi. Oh, awalnya di dapur. Awalnya landscape. Ini kaca. Dulu kan pernah jualan kita jualan apa? Shovel pancake. Oh, ini dapur di sana. Ini nih kacanya masih ada. Bisa dibuka tutup kan buat yang beli gitu. Oke. Akhirnya kemarin awalnya ya ini mau dikasih kaca tapi kan ada ini sayang juga kalau dibuang. Akhirnya dipindah ke sini ya. Dipindah sini cuma di Nah, ini teman-teman kalau dilihat baliknya emang masih pintu bawaannya. Pintu bawaannya kayak ginilah. Jadi kalau dari apa? Dari dalam tadi mengganggu banget kayak gini. Akhirnya dico-cover sama JRC. Nah nih. Jadi kayak gini dico-cover terus tadi dicat. Heeh. Minimal agak mending lah. Udah bagus kok, Kang. Enggak apa-apa mau disombongkan apaagi di rumah ini. W enggak ada. Enggak ada. Kita kalau masalah rumah enggak bisa sombong. Enggak. Tapi berapa menit ngomongnya udah beda ya? Emang bipolar kayaknya. Nah, terus kita ke mana lagi nih, Kang? Ayo. Boleh ke belakang mungkin ya? Ke belakang. Tapi kalau misalnya di sini berarti untuk layout-nya enggak ada yang berubah lagi ya kalau maulai di belakang ini enggak ada, enggak ada. Tapi cuma ini dong pintu digedein sih. Awalnya pintunya cuma segini doang. Oh, gitu. Ini kamar tidur utama. Kamar tidur utama. Oke, kita ke sini dulu kali. Boleh kamar mandi ini kayaknya pertama bukan pertama kali sih emang awal-awal direnov kamar mandi dulu. Oh berarti diubah semuanya dindingnya lantainya gitu. Heeh. Udah seperti itu aja atau ada cerita menarik lagi enggak di kamar mandinya? Udah gitu aja gitu aja udah enggak ada yang dibikin sendiri sih soalnya. Jadi dia enggak bisa sombong, Guys. Iya. Cuma kalau pasang-pasang doang sendiri. Iya pasang-pasang doang sendiri. Oke. Ini lemari dibikin sendiri juga enggak? Ini enggak belilah. Oh, oke. Enggak kan aku siapa tahu ya, Guys. Kayaknya semuanya dibikin sendiri. Nah, ini di belakang ini awalnya tadi berarti outdoor area ya? Outdoor area yang harusnya area ini kan diperuntukkan untuk dapur. Heeh. Akhirnya kita dapur di depan kan ya udahlah kita bikin taman aja di sini kecil sama mesin cuci tempat cuci-cuci gitu. Oke, udah sesimpel itu aja ya. Tapi kalau ke depannya ini emang udah finalnya seperti ini atau akan ada tambahan apa lagi, Kang? Paling bikin story-story aja sih ini ya di atas ya. Ini mau bikin story lagi sampai ke atas di fully. Nah, terus tapi di sini tuh ada ininya loh. Ada rooster. Ada rosternya ya ternyata. Tapi ini enggak ada yang bikin sendiri kan di sini enggak ada. Enggak ada ya? Enggak bisa sombong lagi dong. Enggak asik nih. Nah, tapi ini menarik juga loh karena pintunya pintunya lumayan lebar juga ya. Sliding door full kaca kayak gini. Karena kayaknya emang suka yang pintu full kaca full kaca ya, Kang. Iya. Biar luas aja sih karena memang rumahnya kecil. Jadi ya kita menciasti biar kelihatan lebih luas ya dengan kaca gitu. Oke untuk tanaman lagi. Tanaman. Oke sih. Oh ada ada yang bikin sendiri di sini. Oh ada ternyata dia mikir itu ternyata dari tadi. Kalau dari tadi dia agak diam-diam gitu. Apa-apa ada di pojok sana tempat sampah tuh. Oh itu bikin sendiri. Bikin sendiri cuma belum diapa-apain aja. Oh rencananya masih mau di finishing apa tuh? Iya. Finishing biar agak bagus aja lah. Ini dari sisa-sisaan. Sisa bikin apa tadi? Rak-rak yang buat perkakas ya. Ada sisa akhirnya dibikin ini biar tempat sampahnya enggak kelihatan. Sama di bawahnya itu ada tepat gas water heater. Oh. Nah. Ahah. Biar. Nah, ini untuk area mencucinya di sebelah sini. Terus ngejemurnya, Kang? Iya. jemur sementara belum. Awalnya kita mau bikin di sini sih yang mau pakai apa? Pakai pakaian itu apa namanya? Katrol. Iya benar katrol. Iya katrol bisa dinaik turun di sini ya berarti ya ngejemurnya kalau untuk sementara ini berarti ngejemurnya di sebelah mana? Di depan. Oh di depan. Oke. Siap. Bareng sama tetangga-tetangga itu ditumpukin diberesin kompak ya. Iya barengan kan semuanya gitu. Yuk kita ngjemur gitu. Nah kalau untuk kamar tidur utamanya sendiri konsepnya seperti apa tuh Kang? Karena kamar tidur ini kan belum ya. Ini kan terakhir nanti mau diberesin lah. Mau di redekor lagi. Ini kan kemarin cuma ini aja sih apa bikin lemari. Lemari juga custom. Terus sama ini nih kasur. Kan kasurnya ini di bawah nih. Kemarin kan awalnya kasurnya itu yang di kamar depan tadi ya. Kamar anak. Oke. Dipindahin. Karena anak yang bocah itu lagi aktif-aktifnya. Beberapa kali jatuh akhirnya kita take out kasurnya dipindahin ke kamar depan. He kita pakai kasur yang lebih tipis, lebih pakai kasur lantai gitu sama di belakang ini ada foto-foto ya. Belum belum diapa-apain sih karena rencananya kamar ini terakhir setelah yang lainnya selesai baru ke kamar. Oke kita ngobrol-ngobrol dikit yuk. Oke teman-teman sekarang kita sudah duduk bareng nih. Biasa udah di bagian akhir video. Saatnya kita tanyain budgetnya berapa, Kang? Bikin rumah jadi kayak gini. Mungkin karena ini renovnya bertahap ya. Mungkin kalau secara budget keseluruhan kurang lebih mungkin kurang lebih ya yang saya ingat itu sekitar 50-an R juta itu yang ee saya ingat dan keluar ya maksudnya kayak perintilan-perintilan kecil yang saya beli sendiri itu enggak kehitung terus kayak bikin-bikin ini atep apa bukan atep enggak kehitung lah kayak itu yang 50 itu kayak ke tukang terus beli bahan-bahan yang ee besar-besar kayak pasir terus ee hebat yang kayak gitu-gitulah kalau yang DIY-dayawan-an enggak kehitung ya, enggak kehitung karena itu di situlah banyaknya sebenarnya juga sebenarnya kecil-kecil tapi kalau dihitung-hitung lumayan juga. Tapi pas sudah jadi emang wah cakep sih, Kang. Punya taste yang beda. Terus juga tetap apa ya tetap nyaman sih kalau aku bilang sih ya pas masuk ke sini wah langsung wah hangat deh rumahnya gitu. Karena mungkin itu yang saya kejar sih, nyaman, hangat gitu suasananya biar homi gitu. Enggak rumah itu saya enggak mau yang terlalu mengintimidasi gitu. Jadi kayak kita nongkrong di sini, duduk di sini kayak intimidasi gitu. Ya udah padanya yang kurang-kurang biarin kurangnya. Memang sesuai kesenangannya Kang Eka sama Tehna ya. tadi di balik layar katanya teman-teman kalau masih ada pertanyaan tuh bisa langsung DM ke Rumah Sanata rumah Sanata yang katanya bakal insyaallah dijawabin semua tergantung ya tergantung ya tergantung kalau DM-nya 10 masih ok lah dalam satu waktu 10 masih oke. Tapi kalau udah ratusan ya maaf kalau lama dibalasin tapi dibalasin. Tapi apa tuh, Kang? Biasanya yang paling sering ditanyain tuh kalau se paling sekitar desain terus denah minta Kak katanya boleh minta Denah juga denah enggak ya boleh-boleh aja kan udah dibikin apa ee konten juga kan paling dikasih link kontennya ini terus desainnya desain rumahnya terus paling nanya-nanya ini bikinnya kayak gimana bahannya apa aja nah terus ya gitu-gitulah paling benar kata Mifta emang harus bikin kelas ya apa jual ini Apa? Digital jual. Iya produk digital. Ya udah kayaknya cukup segitu. Kalau teman-teman sekali lagi kalau masih ada pertanyaan silakan follow Instagram-nya Rumah di Sanata. Langsung tanya aja ke Kang Eka sama Teh Hana ya. Boleh boleh. Oke terima kasih sekali lagi Kang Eka. Kita sudah boleh main ke sini. Oke sama-sama udah boleh ngerecokin nih rumahnya dan teman-teman jangan lupa follow Instagram kita juga Wicakson Miftajana. TikTok kita juga Wicak Mifta dan TikTok Inspira Homes. Oke, thank you. Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya. Bye. Rolling action. Halo, saya siap bikin video klip film dan nyanyi gitu ya, Kang Ek. Nyanyi dulu ya. Dulu ya nyanyi dikit. Enggak enggak gak gakak gak gakak. Udah udah bertahun. Yeah.

Lihat di YouTube