Jungkat

Rumah Terang & Adem di Lahan Sempit 6 Meter (YouTube Video)

  • 27/09/2025

Hai guys, balik lagi di Beand Bri. Kali ini kita mau houseur beneran di dalam rumah dengan material bat merah. Bentuk bangunannya unik dan semua sisi ruangannya pasti adem. Pokoknya kalian harus nonton video ini sampai akhir. [Musik] Oke, Teman-teman. Sekarang kita udah bersama Bu Tamara dari Tamara Wibawa Architects. Dan aku pengen nanya-nanya nih, Bu, dari luas lahan-luas bangunan-bangunan ini tuh berapa sih? Luas lahan tuh 6 * 30 jadi sekitar 180 m². Wow. Luas bangunan kayaknya sekitar 450. Oh, berarti ini berapa lantai nih, Bu? Tiga lantai. Tiga lantai ya. Oke, mungkin dari keseluruhan konsep desainnya itu bisa diceritain enggak gimana sih konteksnya? Eh, konteksnya ini di Kota Lama Semarang. Heeh. Jadi, banyak bangunan historical ya dari zaman Belanda dulu 1800. Ee jadi memang ini kebetulan berada di mungkin enggak di jalan utamanya. Ee kan kebanyakan di Kota Lama itu banyak bangunan restorasi. Jadi emang ada badan di Kota Lama ini yang namanya Badan Pengelola Kawasan Kota Lama yang ee dia membuat guidelines untuk sebagai ee aturan gimana kita bisa merestorasi bangunan-bangunan historical di sini. Tapi itu mostly untuk bangunan-bangunan di jalan utamanya. Sedangkan kita kan berada di jalanan belakangnya ya. Heeh. Jadi sebenarnya tidak ada spesifik ee aturan gimana caranya kita harus ee membuat arsitektur sesuai dengan guidelines tersebut gitu. Oke. Cuman ya kita berusaha mengambil beberapa elemen dari Kota Lama. Contohnya misal pemakaian bata untuk material bangunannya. Kebetulan itu juga yang diinginkan klien. Jadi ya pas banget gitu. Ee terus bentuk pelana saya rasa mungkin tidak terlalu apa maksudnya enggak terlalu asing banget lah ya di area ini. Secara bangunan bisa dibilang modern gitu kan. Sedangkan konteksnya itu kota lama which is historical dan apa banyak bangunan-bangunan restorasi dan juga bagaimana kita apa mensiasati menghadap barat dengan kaca kita menggunakan sirip-sirip besi itu untuk sebagai seakan-akan brisole untuk mengurangi apa ya materi yang masuk sama planter-planter ini kan above the ground ya jadi ee ya mengurangi inilah exposure dari luar gitu. Kebetulan kita berada di samping parking lot yang besar ini. Sebenarnya parking lot ini parking lot utama kota lama. Jadi memang di sisi yang sebelahan sama parking lot ini kita memang membuat bangunannya seakan-akan cukup masif ya bisa dibilang. He. Ee kita memang enggak punya banyak bukaan. Terus kita juga cukup solid bisa dibilang. Jadi kita pakai bata sebagai ekspresi base of bangunannya. He. Terus atasnya itu kita memakai bitumen atau bitumen yang akhirnya menjadi dinding juga. Oh. Jadi dari sisi samping ini kelihatannya kayak dua lantai gitu kan. Lalu tanahnya itu enggak kotak seakan-akan trapesium gitu. Jadi dari depan enam mungkin ke belakang jadi delan. Jadi bentuknya itu kan kita memang maunya pelana. Ini juga permintaan klien sebenarnya. Jadi klien pertama memang ke saya langsung ngomong, "Saya maunya atapnya pelana." Dan ini kebetulan menghadap barat. Jadi agak concern di situ juga sebenarnya dari kitanya karena kan barat paling panas. Paling panas dan dia juga maunya kaca di depan gitu. Secara bangunannya itu tuh karena ini membentuk satu satu atap pelana tapi lahannya enggak lurus. Iya. Jadi ada triangular piece yang kita mesti akomodasi untuk terus ee kalau nanti kita masuk kita sebenarnya secara luar kelihatannya massive gini. Cuman dari dalam tuh kita actually carve out in the middle. Jadi kita bikin void. Ada void ya di tengah ya? He ada void yang letaknya mulai dari area service ke atas mungkin kita bisa lihat. Oke sekarang. Oke yuk kita masuk. Sebelum kita ke ruangan selanjutnya, aku mau kasih tahu info menarik soal material finishing interior yang satu ini. Coba lihat yang bikin dapur ini cantik banget atau yang bikin kamar mandi ini estetik atau yang bikin salon ini jadi semewah ini? Iya, yang bikin jadi estetik banget itu keramik kecil-kecil yang menghiasi dindingnya. Material ini udah banyak dipakai oleh arsitek-arsitek dan interior desainer. Tapi orang awam belum banyak yang tahu loh. Jadi kalau kamu pengen ruangan kamu tampil lebih cantik dan fresh, kamu bisa coba pakai keramik Mozaic dari Mozaatel. Mozaatel punya berbagai motif dan warna yang sangat estetik. Kamu bisa lihat beragam motif apa aja yang bisa mempercantik rumah kamu di website-nya yang linknya ada di deskripsi ya. Oke, sekarang teman-teman kita udah di D Cararport. Bu pengen nanya nih, untuk pagar sendiri itu dia pakai material apa nih Bu? Kita pakai material besi holo. Hmm. Yang kita bikin kisi-kisi ya untuk udara. As we can feel it. Ini udaranya masuk banget kan. Benar. Eh, terus tapi ya agak rengket sih. Enggak cukup private si cukup private dari luar. Right. Right. Aku juga masih bisa ngerasain adamnya juga sih di sini. Iya iya iya. Oh kalau untuk sendiri itu ee lebarnya berapa sih, Bu? Ini ini en which is the west of the land. Oh 6 m. Jadi pas banget kan. Hee pas banget. Jadi bisa buat dua mobil. Buat dua mobil bisa ya. I see. Kalau untuk material di carportnya sendiri itu pakai apa? Ini kita pakai und seat. Under seat. Heeh. Heeh. Ee kita masuk ke sini, ke arah sini ya. Ini jadi sebagai main entrance-nya juga ya sebenarnya ya. Iya. Iya. Jadi ini ada semacam foyer. Di mana kita ada pintu ke rumah ke rumah utama. Oh, ini pintu rumah utama. Heeh. Dan ini ke area service. Area service. Area situ ada apa, Bu? Di sini ada bisa dibilang sekarang ini some sort of mancave ya atau wood working area juga. tadi kli suka dia bisnisnya di furniture dan juga dia interest working. He jadinya suka apa bikin-bikin sendiri gitu lah. Material di sini kita pakai exposemen. Jadi seakan-akan yaitu mendukung masculinity. Wah. Iya. I of the space. Wow. Keren banget. Eh terus di sini kita juga enggak enggak bangun bangunannya secara pol. maksudnya kita berhenti segini untuk menyediakan area teras ini. Teras obviously untuk supaya udaranya masuk juga. Iya. Iya. Iya. Ini bentuk kelahan yang tadi enggak ini ya ee enggak kotak ya. Iya. Ini melebar ke sana kan juga belakangnya juga ikut miring. Jadi memang agak-agak irregular lah. Oh wow. Terus satu hal lagi yang tadi saya sempat mention di luar kan cukup solid cuman kita pakai glass block untuk ya meminjam sinar dari luar lah. Ah iya iya. Kan kita enggak bisa buka jendela VC. Kalau one day parking lotnya jadi building gitu kan kita enggak bisa pakai jendela. Cuman saat ini kita pakai glass block ee cukup terangkan ya di sini. Dan juga kita ada variasi screen bata untuk masukkan udara kita udara biar kalau yang outdoor itu ada udaranya buka-buka kecil tapi yang di interior itu ya tertutup tapi dapat cahaya ya. Heeh. Heeh. Kalau dari ee buat ee inner eh decking mungkin ya bilangnya ya itu ee belakangnya pakai apa? Apa, Bu? Materialnya eh itu limestone ya, some sort of limestone. Oh, oke. Jadi, what interesting about this project juga emnya itu cukup ya dia punya ada kreativitas sendiri gitu ya. Jadi ini dia yang minta sih. Oh, kebetulan. Heeh. Jadi dia minta ini terus kayak decking-nya juga dia provide sendiri. Hmm. Jadi kita agak-agak terbantuah. Wow. Iya. Ya. Ya. Ya. Aku ngerasa sih ruangan ini besar banget sih. Aku ngerasa luas. Ee kalau boleh tahu emm tingginya ini berapa sih, Bu? Tingginya ini sekitar 3 seteng ya mungkin kalau yang ini. Karena ini kan ee plafonnya os juga. Jadi kita enggak pakai plafon. Jadi memang kita di setiap ruangan sedemikian rupa mengusahakan adanya cahaya. Sini kebetulan juga pas. Ada bloknya bloknya ya. Heeh. Jadi ya untuk untuk tamu-tamu dia bisa memakan ini gitu. Menarik banget. Kacanya juga dibikin ini itu emang dari kliennya sendiri atau gimana, Bu? Ee ini dari kita sih. Ada korelasinya dengan desain atau apa yang enggak sih? Preference aja ya. Kind of point of interest aja. Wow. Interesting banget. Kalau untuk pintunya nih Bu. Pintunya sendiri kok kayaknya menarik. yang bikin. Dia yang bikin sendiri. He. Jadi kliennya bikin pintu dan nanti kalau kita ke atas bisa lihat beberapa furniture juga by him. Oh oke oke. Karena dia di furniture bisnis kan ya. Ya. Ya. Ya. Oke. Sekarang kita ke area mana lagi Bu? Kita mungkin pengen nunjukin area service juga if you don't mind. Karena kita sebenarnya ee memikirkan jadi konsep arsitektur kita itu ee mengutamakan cahaya dan udara pastinya dan tidak terlepas dari area servis pun kita berusaha menyediakan itu. Wah, biasanya kalau area servis tuh enggak dipikirin gitu kan gelap, kecil dan sempit gitu kan. Tapi ini kita glass block membantu cahaya banget. Wow. I ya. Terus ee actually void yang tadi saya bicarakan di awal itu terjadi di sini Jadi void-nya tuh mulai dari dasar. Ini sebenarnya untuk ya untuk angin juga dan ee jemuran sebenarnya cuman mungkin kurang matahari sih. Ee cuman maksudnya secara angin sih ee si Iya maksudnya masih ada apa sepoi-sepoi gitu ya. So, jadi bukaan tengahnya itu yang di sini teman-teman ya. Heeh. Heeh. Heeh. Maaf agak messi habis sih. It's oke. Ini udah kelihatan rapi dari desainnya aja. Oke. Kita naik ya sekarang. Kita naik ya. Oke. Ini kita menuju eh main house-nya nih. Iya. Aku sebelum mungkin kita naik banget nih Bu. Aku suka banget nih dengan tekstur temboknya. Oh iya. J ini seperti maksudnya aciannya enggak enggak gitu rough ya. Helus banget. Iya. Em ini actually beneran acian aja. Semen acian. Eh, cuman kita coating. Jadi ada clear coat di atasnya sehingga enggak berdebu. Iya, ini enggak berdebu. Halus banget. Iya. Ya, emang secara konsep dalam rumahnya sih kita memang berusaha monokrom. Jadi emang kebanyakan didominasi oleh ee dinding semen ini yang abu-abu aja terus rilingnya abu-abu tua. Jadi kebanyakan netral lah. Jadi dekorasi yang masuk di rumah ini tuh bisa stand out gitu. Ini secara flooring sih kita ee bisa dibilang berusaha ngirit juga. Jadi kita pakai 6060 aja. Oh oke. Eh something apa? Netral juga. Gre semen Nampel. Iya. I ya. Ya. Oke sekarang kita di lantai dua. The main thingnya nih utamanya kita mulai dari mana dulu nih? Ini void kali ya. Ini void-nya teman-teman. Oke, ini void yang lanjutan dari tadi di area mate. Ee kita tumbuhin pohon sehingga pohonnya actually di dinikmati dari lantai ini bahkan. Kalau kita bisa keluar ke sini Ya, ini ee di area untuk apa? Chill lah maksudnya bisa duduk-duduk, nikmatin cahaya, nikmatin udara. B. Iya. Ya, ini cahaya dapat semua. Bahkan ee ya ada tanaman-tanaman juga ya. Tapi aku sadar nih enggak ada kita enggak enggak pakai reling ya, Bu. Iya. Agak seram ya ini. Eh, owner yang minta seperti itu sih. Oh, oke oke oke. Ya, ini juga apa? Connect koneksi of the space juga sih. Jadi kita dari sini bisa ngerasain area bawah, bisa naik area atas juga gitu. Sekarang kita ee di lantai ini tuh ada ruangan apa aja nih, Bu? Di sini ruangan ee kitchen. Oke, ini kitchen. Heeh. Dining room di depan sama living di belakang. Oke, mungkin kita mulai dari situ dulu ya. Oke, yuk. Wow, ini living areanya ya. Iya, keren banget. Jadi ini most of the decoration of course by the client. Ya, kita beruntung banget eh punya klien seperti ini. W karena kan maksudnya apa yang dia taruh di sini adalah dia gitu. Iya. Kadang kan kita bikin interior susah untuk mendapatkan ee sebenarnya karakter klien seperti apa. Tapi karena ini by ee by dia sendiri ya akhirnya masuk aja gitu. Cocok aja kan bisa dibilang. Ee di sini kita kebuka ke balkoni juga akhirnya ya kita selalu apa berusaha menciptakan ruangan outdoor. Semi outdoor lah i. Di mana apa dia dia bisa nyantai di sini. menikmati kehijauan yang cukup jarang di Kota Lama. Terus terang. Iya. Iya. I e dan terutama juga bukaan ini sih memang untuk supaya udaranya jalan. Heeh. He. Sepanjang rumah gitu. Oke. Ee untuk buat decking-nya ini, ini sama sama yang di bawah atau beda? Sama. Ee ini juga provided by the client. Kayaknya sih Bengkirai kalau enggak salah. Bengkirai. Kayu Bengkirai sama ini juga. Heeh. Heeh. Rasanya juga smooth banget ya ini. Enak. Dan ini juga semuanya dari klien ya. Iya. Iya. Yap. I see. Di area sini itu ada apa lagi, Ini ada ruang sebenarnya ini ruang gym cuman akhirnya digunakan untuk office sama dia. E wow. Yang cukup private juga. Wow. I cukup kecil obviously ya. Ini kayak 2 m* 3 mungkin ya. He. Heeh. Cuman ee di sini kita bisa lihat juga efek dari apa? Tin windows yang tadi kita lihat di luar. Itu ee Masukin cahaya lah sedikit demi sedikit. Jadi maksudnya melihat keluar kita enggak bisa, cuman kita bisa merasakan cahaya dan kebetulan kita taruh planter di situ sehingga masih ada kehijauan di dalam rumah. Kehijauan. Bagus sih. Aku tapi penasaran, Bu. Kenapa mungkin ada yang e langsung kenapa enggak langsung full world? Kenapa ini? Iya. It's a expression. Ee ini kan memang dibutuhkan karena basically dinding ini kan floating ya kalau enggak. Iya. Heeh. Jadi ini balok kan. Ins of bagi ee dari beton kita memang mau mengekspresikannya sebagai besi Oh oke oke oke. Jadi ini IWF yang running across dari belakang ke depan rumah di bawahnya kaca tipis ini. Wow. Tapi sebenarnya selain selain gift opening juga ini aku bisa ngelihat kayak ada apa namanya? look yang rapi lah gitu kelihatannya jadinya. Iya. I ya. Kita eh berusaha combine rough and refine ya most of the time. Jadi ini misalnya bisa dianggap rough ini lebih refine kan gitu. Oh i ya ya. Jadi ada satu balance. Satu balance right. Wow. Oke. Oke. Kalau di ruangan sebelah ruangan sebelah yang ini powder. Oh powder room. Ini powder room juga. Iya. Powder room. Kita ng apa bikin kacanya frosted. Supaya privacy juga. Wah, aku suka banget sih. Everything is kind of gray at this diow the room in lantainya lanjut dari luar. Sedangkan ini e mosaik yang ngebit glossy ini juga dari Wisma sehat. Oke, sekarang kita ngelihat nih area dining. Clean look banget, fresh. Pencayan juga dapat. Gimana nih ceritanya, Bu? Eh, ini cukup simpel sih. Em, maksudnya ini pantry mungkin yang banyak masak di bawah obviously area service di sini untuk entertain his friends most likely. Oh, I iya ya. Eh, ini bisa dibilang cukup tinggi ya. Standar standar bule agak beda sama. Oh, kliennya orang Prancis. Orang Prancis I see enggak tinggi ini island-nya. Wah, ini materialnya ini kuadra. Ini kuadra ya, Bu? juga. Heeh. Untuk top table. Sedangkan furniture build in-nya sih by him juga. Terus terang. He. Jadi kombinasinya hitam dan kayu gitu. Oke. Wow. Ya. Ya. Ya. Kayu-kayunya juga, kabinet-kabinetnya juga ya. Tapi yang desain tetap Ibu ya buat ininya. Ee in this case dia sih lining-nya ini kebuka dua sisi. Wow. Ini ya. Ee i ini dari fasnya udah kelihatan keren banget sih. Ini ke arah barat yang tadi saya bilang. Ee kaca cuman kita selipin planter-planter supaya enggak terlalu gede gitu ya openingnya. Ee dan juga kita memang berusaha memasukkan green area lah karena terus terang di Kota Lama banyak bangunannya lah masa bisa dibilang pohonnya tuh kurang gitu ya. So kita berusaha nyelapin vegetation di dalam rumah. Ah, oke. Aku lihat ini apa sih, Bu? By the way, plat besi. Ini plat besi. He, ini plat besi. Oh, ini yang buat ini ya, menjaga panternya ya. Terus ini kita juga ada expression dari fasad yang terlihat di sini juga. Oh, iya. Yang miring ya. Heeh. Tadi kan tipis jendela terus naik ketemu dengan fasad yang di depan sini. He. Oh, oke. Nah, kalau untuk dari yang di penjelasan Skylight itu di mana, Bu? di atas. Oh, di atas. Oke, sekarang kita mungkin kita bisa lihat ya. Atas. Yes. Oke, mungkin sebelum sebelum naik ee aku pengin nanya dong, Bu. Ee tangganya kan kita kayaknya beda nih materialnya. Ini pakai material yang sama sama reling ya, Iya, betul. Ada intensinya enggak, Bu, kenapa dibedain gitu sama yang bawah? Emm, terutama karena yang bawah bawahnya ada area servis. Jadi, makanya memang kita pakai konkrit gitu. Oke, sedangkan yang ini e memang trying to be playful su dan ringan juga. Kita pakai besi plat. Oh, Jadi, ini as you can see enggak ada reling juga itu karena permintaan klien lagi. Klien ya, ya. Udah besarlah gitu. Iya, iya. Ya, aku juga lihat notice ee bentuknya enggak lurus ya, Bu. Iya. Agak twisted yang tadi saya bilang ee trapesiumnya itu mungkin lebih paling kerasa di area sini ya. Oke. Jadi di tangga ini atasnya itu ada skylight yang tadi saya bilang eh karena trapesium tadi makanya ada skylight yang bentuknya segitiga begini. Hmm. Oke. Di jam-jam tertentu cahaya masuk sih sebenarnya. Ini kebetulan pas enggak masuk jadi kayak kelihatan kisi-kisinya ya. Kisi-kisinya. Heeh. Wah, ini m sengaja dibikin kisi-kisi supaya nanti kalau ada Iya. Ada permainan gitu di dinding ini. Di dinding ya. Wow. Oke, sekarang kita di lantai 3. Kita bisa lihat nih atap miringnya juga, bentuknya juga. Dan kira-kira kalau dari sini tuh ruangan apa aja nih, Bu? Di ruangan ini semuanya kamar, kamar tidur. Jadi ada tiga. Di depan ee kamar anak, terus setengah ada kamar tamu dan kamar master. Kamar master. Mungkin kita dari depan dulu aja kali ya. Di kamar anak. Kamar anak. Wah, kamar anaknya udah kayak kamar maser sebenarnya. Udah bagus banget. Dapat view yang depan. Kamar ini kita eh follow the shape of the roof ya. Eh di sini tricky juga karena as you can see dindingnya miring lagi. Oh iya aku lihat itu. Iya. Ini sesuatu yang kita enggak menyadari di awal. Jadi waktu konstruksi baru si kontraktor bilang, "Lu ini miring nih." Oke. Oh. E kita enggak mikir sampai akhirnya mereka harus membuat cliding ini gimana caranya ketemu sama sliding belakangnya. Jadi antara plafon dan itu kan enggak ketemu juga kan. Maksudnya kalau miring kan ee apa garis plafonnya bakalan ikut miring kan kalau mengikuti dinding gitu. Jadi banyak penyesuaian di sini akhirnya. Wah. Jadi jadi arah atap sama dindingnya itu tuh Iya. Nah, begini dinya dininya miring jadi kan enggak ketemu nih. Gitu. Tapi ini kita maintain the apa kelurusan dari plafon. Ee biarkan dindingnya miring gitu. Jadi Oh, kayak ini ya. Ini kelihatan sih. Iya. Ini ada area yang penyelesaiannya lah. Di situ desain ada triangular triangular juga yang terulang di sini yang seperti di sana juga. Iya. Heeh. itu sebenarnya kalau untuk kebukaan dari kaca di atas ini ee eh ini ya ini ee karena kita enggak ada baret terus kaca terus akhirnya kita mundur juga akhirnya. Jadi kan bisa aja kita polin ke atas ag ke depan tapi ini kita mundur sekitar 1 m biarin supaya ada shading dikit lah. Iya iya iya. Terus atasnya nih kita kebetulan kasih film akhirnya karena memang bakalan panas banget ya. Ini menarik juga dari jendela ini bisa melihat Skyline of Kota Lama gitu. Benar, benar, benar. Sekarang kita ke kamarnya berikutnya. Kamar berikutnya. Nah, ini perlu ditunjukin enggak ya? Ini ada satu ruangan yang enggak dapat cahaya sama sekali. Ini ya terpaksa sih maksudnya there's no more space juga. Iya. I jadi kita ini apa? Eh, kamar mandi untuk si anak. Nah, ini juga a bit strange mungkin kalau bisa di kalau dilihat ya karena enggak ada toilet. Oh, iya benar juga. Aku enggak sadar lagi. Jadi, iya itu memang permintaan dari dia kamar mandinya hanya sing apa hanya shffle dan shower. toiletnya nanti ada di situ sebagai powder ceritanya. Jadi, powdernya digunakan ee sama kamar ini dan kamar Oh, wah, itu unik banget ya. Kayaknya aku enggak pernah ketemu sih. Iya. I itu cukup unik sih. Iya. I ya itu ada sebenarnya cukup aja benarbenar tapi itu klien yang mau. Iya klien yang mau seperti itu. Specifically banget I don't know why juga mungkin culture ya mungkin ya. Oke. Menarik menarik. Kalau kaca ini ee pakai apa nih Bu? Ini moro eh Himalaya. Himalaya glass. Berarti ini kita ke kita ke powder room. Oke kita lihat powder room-nya ya yang tadi dipisah. Oke, jadi powder ini uniknya adalah dia keinterap oleh eh skylight segitiga tadi. Heeh. Jadi karena jatuhnya cukup rendah di area ini. Sehingga cerminnya pun akhirnya kita turunin gitu. Agak uniklah di sini cuman ya as you can see di bawah tadi pakai gray mosaik. Sini juga grey, cuman agak beda warnanya dan teksturnya. Oke, sekarang akhirnya yang kita tunggu-tunggu kamar master nih. Kita lihat kamar master. Wow, udah ada journey-nya dulu nih. Kita ada haul. Iya. Terus sebenarnya di situ adalah e walking closet. Oh, walking closet. Heeh. Cuman akhirnya dia gunakan sebagai storage. So, jadi di sini adalah master bedroom-nya. Kita menggunakan bentuk atap yang sama dengan atap rumahnya. Oh, kita bisa lihat gunung dari sini apparently. Gunung Ungaran. Oh, iya. Baru nyadar sih. Terus k juga di situ. Wah, ini ini luas banget sih. Ini udah dapat kamar dan juga balkonnya sendiri itu udah kayak jadi memang kita pengin another I maksudnya ada ruangan semi aldor juga bisa private space yang nyaman gitu. Oh, ini kerangka dari atapnya ya, Bu? Iya, betul. kelihatan di sini ya. atapnya kita secara angle kita lanjutkan aja sih. Jadi bitin roof-nya itu jadi As you can see tadi di fasadnya kalau pengaplikasian kayak atap yang bentuknya kayak gini itu sebenarnya sulit enggak sih sebenarnya dari yang biasanya? dalam hal bentuknya mungkin bentuknya mungkin pakai material yang sama nih be tapi bentuknya kayak gini kan biasa ada yang ada yang beda gitu yang cuma normal aja gitu. Oh ini sih sebenarnya cukup normal cuman kita potong di skylight itu aja sih sebenarnya. Jadi sebenarnya bitumnya sih lurus habis itu yang award e areanya kita jadiin skylight terus sambung ke bitumin lagi. Oke. Wow interesting banget. Mungkin nanti teman-teman bisa lihat ya dari atas. Wah, bahkan di sini aja anginnya udah kerasa kencang banget. Emm, biasanya kalau misalnya kamar master tuh pasti ada apa? Master bathroom. Iya, master bathroomnya ada di sini. Oke, ini master bathroom-nya. Wah, ini kelihatan banget sih bedanya ya. Mr. Bathroom juga lebih besar. Heeh. Semua pakai grey tone juga. Wisma sehati juga. Heeh. Oh, like you can see there is no toilet here. Oh, iya juga ya. Jadi, jadi si powder itu digunakan oleh tiga tiga tiga penghuni lah. Heeh. Mungkin teori dia supaya enggak bau kali Hm. Oke, oke, oke, oke. I ya, ya. Ya, whatever private ya, do it gitu. Oke. Benar, benar, benar, benar. Oke, kalau gitu ee mungkin kita penasaran nih lebih detailnya mungkin durasi desain, durasi konstruknya berapa lama. Kita bisa ngobrol di bawah kali ya. Oke. Oke, let's go. Oke, Bu, dari durasi desain sampai durasi konsumsi itu ee berapa lama sih? Kurang lebih desain kita mulai 2021 mungkin sekitar 6 bulan ya dari mulai konsep sampai construction documennya. Terus konstruksi mulai 2022 sampai 2024 sekitar 2,5 tahun. Oh wow. Lumayan ya. dalam proses itu tuh ada enggak sih mungkin drama atau tantangan atau bahkan mungkin pesan lah yang mau disampaiin nih selama membangun bangunan rumah ini? Ee mungkin pesan untuk arsitek-arsitek di luar sana. Oke, boleh. Em atau untuk desainer lah ya bisa dibilang mungkin embrace the limitation hmm yang didapatkan di setiap project gitu ya. Maksudnya kalau kita kan ee kita ngasih nama rumah ini Slim House gitu memang tipis banget dan panjang gitu kan ee dan bentuknya juga irregular. Ee jadi gimana caranya kita membuat desain yang actually malah meng-highlight limitasi itu menjadi sesuatu yang unik di project ini gitu. I ya ya. Oke. Jadi ee satu lagi juga gimanapun kita berusaha menyediakan cahaya dan udara h yang selalu ee dibutuhkan kan di setiap rumah gitu ya. Ee budgetnya sekitar R8 juta per me per. Hm. Ee cuma itu hanya bangunan ya. Interiornya masih di luar itu. Kalau misalnya teman-teman pengin buat lihat lagi nih karyanya Ibu di mana nih kira-kira bisa ke mana? di Tamarawi bawa Architeks. Oke, kalau begitu thank you Bu untuk houseur-nya teman-teman. Kalau misalnya ada pertanyaan lagi bisa langsung aja komentar di bawah. Jangan lupa untuk like, share, dan juga subscribe supaya tidak tertinggal episode berikutnya. Bye- bye. Bye. by

Lihat di YouTube