Rumah Tradisional Modern di Bali! Inspirahoms: Villa Suksema (YouTube Video)
Episode ketiga di Bali. Kita mau ng-review villa yang berbeda lagi, Teman-teman. Ini kalau dilihat dari luar semuanya sepertinya tertutup. Tapi di tengah-tengahnya sebenarnya ada kolam renang dan terbuka. Dan ini konsep villanya cukup menarik karena mengambil konsep tradisional Bali. Dan kalau kalian lihat nih ada kan tulisannya di sini suksema yang berarti dalam bahasa Hali itu mensyukuri semua hal-hal positif atau matur suksme alias terima kasih. [Musik] Kali ini kita tidak bersama narasumber, baik owner maupun arsitek. kita akan bahas sendiri. Tapi vila ini cukup menarik nih. Kalau kita lihat dulu nih, luas tanahnya itu 268 m² dan luas bangunannya 197 m². Kalau kita lihat dari drone, si lahan ini tuh cukup menarik. Jadi, dia berada di dua persimpangan jalan. Satu persimpangan jalan sebelah utara sana, ada jalan ke sana, dan yang satu lagi persimpangan jalan sebelah sini. Dengan adanya dua persimpangan jalan tersebut pasti desainnya harus mengadopsi di sekitarnya. Ini makanya dinding-dinding dari si villa ini dibikin tinggi agar menjaga privasi. Dan kalau kita lihat juga dari drone layout-nya tuh cukup menarik nih. Jadi lahannya tidak kotak tapi agak sedikit trapesium. Dan kalau kita lihat di bagian segitiganya, kalau villanya sih bentuknya tetap kotak ya. Tapi di bagian-bagian segitiganya ini dia sulap jadi taman terbuka. Dan kemarin tuh sebelum kita sampai Bali, kita udah sempat ngobrol sama Pak Feri pemilik dari villa ini yang beliau tinggalnya itu di Jakarta. Ada ceritanya yang menarik nih. Jadi em kita motor nih berdua sama istri saya gitu. Jadi emang pengin jadi benar-benar orang lokal lah. Terus kita itu daerah Seminyak yang bisa nembus ke arah Canggu. Ee waktu itu ke arah Berwe. Terus saya sama istri saya tuh naik motor gitu. Asik ya waktu itu masih belum terlalu banyak construction lah gitu. masih banyak sawah tuh 2019, 2018 tuh masih enak bangetlah minyak sampai canggut tuh masih banyak sawah dan juga masih hijau gitu. Terus kita berpikir enak juga kali ya punya rumah di sini dan tadinya tuh rumahnya emang kita mau tinggalin gitu, kita mau tinggalin kita mau buat vacation house lah. Kalau misalnya kita ke Bali akhirnya COVID COVID kita bingung kan kita enggak boleh traveling, enggak boleh ke mana dan segala macam. Ya udahlah gimana ini? Akhirnya kita coba untuk kita sewain. Jadi sewain waktu itu banyak bule-bole juga yang dia strended di sana. Nah, di situlah mulai kita sewain. Jadi kita discus terus kita putusin untuk kita sewain. Kalian juga bisa sewa juga nih di Airbnb kalau pengen nyobain stay di sini pas lagi ke Bali. Oke, kita bahas lagi. Lanjut nih tentang si desain si vilanya ini. Kalau kita lihat juga ini menarik nih. Jadi sebenarnya dia ada dua masa bangunan yang terpisah. Di tengah-tengahnya ada kolam renang. Nah, yang bangunan utamanya yang sebelah sini bangunan bagian selatan. Kalau kita lihat kan dia dua lantai, terus atapnya dibikin asimetri. Yang bagian ke sini mengarah ke kolam dibikin lebih panjang, overstack-nya lebih panjang karena untuk menaungi area garasi. Dan kata Pak Feri juga ini salah satu villa yang cukup unik karena tadinya mau ditinggali tersebut tapi kemudian enggak jadi, makanya dia udah siapin satu garasi. Biasanya tuh vila-villa di Bali tuh jarang ada garasinya. Kayak di sekitaran sini aja rata-rata villanya. Itu akses yang paling mudahnya naik motor. Nah, sebelum masuk kita bahas ada material yang cukup menarik nih yang digunain di fasardnya. Jadi kalau kita ngelihat ke paling atas, di situ ada acian yang dibikin garis-garis. Ini untuk ciri khas aja ya kayaknya kalau aku lihat. Oh ya, btw arsiteknya di sini tuh dari Somia Desain ya, arsitek asli dari Bali. Karena ownernya Pak Feri pas aku ngobrol kata beliau sempat dia nyari arsitek dari Jakarta tapi dari arsitek Jakarta tersebut juga mengarahkan dari arsitek Bali aja deh mending yang mengerjakan karena beliau yang lebih mengerti dan memahami lingkungan di sini. Jadi kita buatnya serius lah gitu. Makanya kita pakai suomia desain, kita searching, kemudian kita filter gitu, kita sanitize em yang orang lokal yang bisa bangun ee apa rumah di sana siapa. kita sempat ngubungin em Arkadia kalau tahu Mas Yakob MJ maulah dia bantu kita cuman dia bilang Mas malah dia yang ngasih saran, "Mas kalau ini e mendingan ke ini aja apa namanya sama langsung ke arsitek di sana karena mereka bisa tahu gimana lain environmentnya." Kita lanjut lagi bahas material dari AC yang di garis-garis tersebut. Di bagian ventilasinya lantai du dia pakai plat-plat kayu itu. Jadi si plat-plat kayu ini dia berfungsi untuk privasi pastinya. Walaupun di dalamnya juga ada kaca tuh, ada sunblast-nya juga, tapi juga memberi ciri khas tradisional sama si villa ini. Terus lanjut lagi ada acan yang digaris-garis dan yang bagian sininya ini cukup menarik karena kita bakal temui si bata ini yang disusun sedemikian rupa jadi lubang-lubang ventilasi untuk ruang yang di dalam dan juga pattern-nya pun selalu sama. Ada penggunaan 1 2 3 4 5. Lima bata yang selalu dipakai buat satu dinding vertikal gini di batanya. Terus bagian bawahnya di kamrot. Tapi kamprotnya ini agak beda nih yang kamprot di sini ya. Udah seperti yang sering kita temui di Jakarta. Nah, yang beda adalah di sini. Ini kamrotnya warnanya agak-agak orange terakota karena dia dicatat kamrotnya dicat terus dicampur sedikit tanah liat. agak berpasir gitu sih, lucu. Dan seperti vila-villa di Bali atau rumah-rumah di Bali pasti ada juga tempatnya ini. Terus kemudian di sini meteran pelinya pun dibikin tertutup ya, terkamuflase pakai kayu-kayu lagi seperti ini. Nah, tradisional Balinya di villa ini juga kita rasakan ketika kita mau masuk ke dalam villanya. Di sini kalian bisa lihat nih ada dua pintu kayu seperti gebyok dan dan kalau kita perhatiin lebih detail lagi, kayu-kayu ini itu memang sengaja awalnya nih ada coatingannya, ada fernishnya, tapi lama-kelamaan dia akan termakan nih oleh waktu karena kena panas, hujan, tapi malah jadi kasih kesan agak-agak rastik gitu sih. Oh ya, ini juga ada plat besinya ya untuk menyokong si beban kayunya. Oke, kita buka dan tara. Di sini ada pemiliknya. Pemilik KW. Iya, kebetulan saya pemilik sementara dalam berapa jam sampai jam 5. Lah. Oke, silakan Ibu boleh dijelaskan bagian dalamnya karena ini kan beda banget ya daripada rumah-rumah di Jabut Tapabik. Kita langsung masuk dan pasuk itu langsung disambut sama kolam renang. Dan emang di sini tuh ada terlihat ada dua masa bangunan di utara dan selatan karena itu villa utara, ini vila selatan. Dipisahkan sama kolam renang yang cukup besar nih, Teman-teman. Ukurannya 3,6 * 8 m. Panjang juga ya sampai situ tuh. Terus aku sukanya juga dikelilingi sama tanaman-tanaman tropis di sini. Jadi emang lebih menenangkan vilanya, lebih adem gitu suasananya. Apalagi ini habis hujan ya, pas banget. Nah, dari luar juga sini kelihatan masih konsisten ya dengan cat warna orange atau terak kotanya itu dari yang di vila utara maupun yang villa selatan. Mungkin kita lihat yang sana dulu kali ya. Boleh sini yuk. Kita lihat yang di vila utaranya dulu nih teman-teman. Jadi di sini emang pintunya full kaca ya dengan dia warna putih jadi benar-benar kontras sama warna dindingnya. Ini semuanya bisa dibuka ya. Pas dibuka langsung menyatu nih ke kolam renang view-nya. Jadi di sini emang vilanya itu cukup kompact. Pas kita masuk langsung ketemu sama living, dining, dan kitchen. Semuanya ada di ruangan ini. Segini aja ukurannya. Tapi enaknya kanan kirinya ini tuh full terbuka semua. Jadi udaranya dapat banget ngalir dari sini ke situ. Jadi terjadi cross ventilation. Selain itu di atas ini sama kayak yang tadi di depan ya, dia tuh juga ada ventilasinya di atas sini nih pakai bata expos dan di samping-sampingnya sini juga enggak semuanya tertutup dinding ya divariasi sama kaca. Jadi ada bukaan-bukaan juga untuk cahaya masuk. Asik banget nih kayak gini. Jadi enggak full jadi enggak full bangunan. Disin space untuk taman belakang kayak gini. Segar banget nih pas habis hujan. Simpel sih sebenarnya untuk living dining kitchen-nya, cuman di sini warnanya juga karena dia apa enggak dibuat terakota juga ya. Untuk furniturnya dibikin coklat biar masih natural, menyatu dengan alam. Dapurnya pun dibuat segaris aja cukup sih di sini, Teman-teman. Terus di sini dikasih ambalan untuk pajangan. Untuk vila sih ini udah mencakupi kebutuhan ya. Terus ini nih. Jadi di sini kan konsepnya villa untuk bersantai. Bahkan di sini dia dikasih sofa. Sebenarnya sofanya ini juga multifungsi menurutku karena bisa juga kita buat tidur di sini. Dan kenapa dia kan pakai material tradisional Bali gitu kan. Bahkan sampai mejanya pun ini benar-benar kayu yang udah dibiarkan natural aja warnanya kayak gini. He. Iya kan? Bagus ya. Iya. Jadi menyatu emang kesuluran konsepnya begitu ya. Nah, untuk Villa Utara ini itu tuh ada satu kamar tidur di ujung sini nih. Eh, pintunya menarik loh. Coba dikit. Oh, iya. Pintunya tuh benar-benar floor to ceiling sampai atas semuanya terus dia itu dibikin apa ya? Iya. Tapi dia enggak bisa ke sini ya? Enggak. Karena batas dari ininya nih kusen yang sampingnya jadi enggak ada batasannya gitu, Guys. Ininya tinggi banget. Oke, kita lihat yuk kamar tidurnya. Kayak kamar tidur pada umumnya aja ya. Ada kasur, ada buat apa? Lemari tuh buat tempat pakaian gitu kan. Cuman ini sebenarnya yang mahal teman-teman karena dia langsung connect ke kolam renang. View-nya langsung ke kolam renang dan kita bisa bertegur sapa sama yang lagi ada di sana. Untuk apa namanya? Aku sukanya tuh di sini emang ya udah coklat semuanya ya. Villa Bali itu emang identik kalau enggak batu, kayu, kayu dan material alami yang lainnya ya. Nah, di sini kamar mandinya dia agak sedikit masuk nih, agak ngumpet pintunya. Dan nah ini dia. Ini baru villa Bali tuh pasti kamar mandinya tuh semi outdoor kayak gini, Teman-teman. Jadi kalau misalnya ini lagi hujan nih, kita lagi mandi. Kebayang kan tambah segar enggak tuh kita bermandikan air hujan di sini. Jadi konsep dengan konsep seperti ini pasti ada plus minusnya juga ya. Pasti kalau misalnya itu emang enggak ada ee binatang-binatang atau apa, pasti ada serangga atau apa. Mungkin ada yang namanya juga di alam kan menyatu dengan alam dan itu habitatnya mereka cuman posnya jadinya tuh adem kamar mandinya teman-teman. Enak adem gitu kita mandi kayak berasa lagi di mana gitu kan. Di sini untuk area showernya juga di ujung agak sedikit turun level lantainya ya dipisah juga nih. Dan area keringnya di sini cukup besar juga sih kamar mandinya ya karena losost aja sampai sana. Wah, stffelnya ada di sini. Dan ini diekpose aja, semen expose. Oke, sekarang kita lanjut ke villa selatan. Kalau yang di sini tuh kurang lebih sama. Di sini yang menariknya dikasih kursi-kursian dulu buat bersantaikan sambil menikmati kolam renang. Tahu enggak karena apa? Karena di sini itu space-nya lebih besar nih decking-nya kalau dilihat daripada yang di sana. Oke, makanya di sini bisa lebih nyaman ya untuk bersantai. Heeh. Sekarang kita masuk ke dalam yang sini. Villa bagian selatan. Nah, sebenarnya kalau untuk di dalam ini mirip-mirip sih untuk warnanya, furniturnya hampir samalah sama tadi. Mirip. Cuman fungsi ruangnya yang sedikit berbeda. Di sini kan lebih besar. Berarti kalau emang tadi kamu bilang ada dua keluarga ataupun keluarga besar, mungkin di sini yang menampung lebih banyak orang. Karena ketika masuk dari sini selain kelihatan bagian bawah area dining dan pantry, tapi kelihatan juga ada area atasnya. Yang ini adalah kamar. Jadi kamar tidurnya ada dua, di bawah sama di atas. Kalau untuk living dining kitchen-nya di sini juga lebih spesous ya, lebih lebar dengan di sini juga ini hampir mirip sama tadi loh, cuma tadi kan enggak ada sandarannya bisa buat tidur juga nih nonton Netflix sampai ketiduran. Dan kalau teman-teman ke Bali pasti menemukan banyak villa yang memang terbuka seperti ini kan karena memang Bali kan terkenal dengan alamnya yang indah. Iya. nuansa tropisnya yang kuat dan banyak wisatawan mancanegara pun yang berkunjung ke sini karena mengagumi keindahan alamnya Bali. Dan lokal pun pasti kita kalau misalnya di Bali ngincernya emang karena-filnya seperti ini kan. Makanya dikasih taman-taman yang cantik kayak gini. Nah, ini pas juga nih bukaannya ada di sini. Pintunya sama sih kayak tadi semua penggunaan pintu yang kacanya ini ya. Jadi bisa dibuka semua. Dan ini kan dapurnya jadi kalau lagi masak ya udah dibuka aja gitu. Yap. Area makannya juga cukup besar nih di sini. Kalau yang di sini sih ada powder room aja. Powder room-nya juga semi terbuka tuh wastaffel sini dindingnya. Cuman mungkin kalau kita perhatiin Bali ini emang lagi gencar-gencarnya pembangunan banyak villa. Seperti contoh yang di sini kalau kita perhatiin di belakang sini ternyata lagi banyak banget nih vila-villa yang sedang dibangun. Nah, kalau yang udah pada dibangun jadi dua lantai itu mungkin untuk area powdernya ini agak di lebih lebatkan lagi nih vegetasinya sehingga kita- kitaita berkegiatan di sini lebih terjaga privasinya. Kalau itu sih saran dari kita. Terus ada apa lagi sih di sini? Ini area bawah tangganya enggak dibuat tertutup storage gitu kan ada storage-nya tertutup gitu. Ini dibiarin terbuka aja biar pencahayaannya masuk juga kan. Terus di sini kita bisa tidur pagi kan aku tidur mulu. I terus ke sini deh, Bang Insan. Kita harus melihat area sininya juga karena kalau kita perhatiin geometrinya ini benar-benar ngebentuk segitiga dan bahkan kacanya pun juga dibentuk segitiga. Tuh. Iya dong. Pasti ngikutin. Heeh. Dan ini si tangganya sengaja ya enggak dibikin ada railingnya agar lebih luas juga satu. Heeh. Cuman ya kernya mungkin kalau bawa anak kecil sih harus lebih hati-hati aja. agak lebih hati-hati. Iya. Sebelum kita ke atas, kita tunjukin satu ruangan di sini dulu. Boleh? Silakan. Pintunya sih sama ya, Moderanya simless, exel-nya pivot. Dan kayak yang Miftah bilang tadi, karena di sini lebih tebal, jadi dia enggak bisa dibuka kedua arah. Oke, kita masuk. Tada. Mungkin kalau gua bilang ini kamarnya sebenarnya hampir mirip semua. Cuman yang ini karena berada di pojok dan situnya juga langsung taman lagi, seolah-olah lebih private ya dibanding yang di kolam. Karena kalau di kolam kan ketika kita buka jendela langsung kelihatan kan dari luar. Kalau yang ini lebih private aja. Dan semua material yang dipakai diulang nih. Tuh, termasuk lima bata yang disusun vertikal kayak gitu. Nah, karena ruangannya berhasil, dia ditutup ya, jadi kisi-kisinya tidak terbuka. Terus enggak lupa semua kamarnya juga ada akses ke kamar mandinya. Tara, kamar mandinya dibikin outdoor juga. Semi outdoor. Asik sih untuk kamar mandinya. Memang kamar mandi-kamar mandi semi outdoor gini tuh yang ngangenin juga sih kalau kita lagi berkunjung ke Bali. Silakan. Oke. Tangganya kan di pojokan sini nih. Ini dinaikin dulu lantainya. Karena ini tuh sebenarnya ini kan satu du ini diekend sampai sana kan jadi area itu juga gitu. Ini pakai ini ya semen polish lagi ya. Iya sama dan ini juga pakai kayu. Oke. Tapi warnanya lebih gelap aja. Kalau di Bali kita di tiga episode ini banyak sekali penggunaan material alami bukan komposit kalau di Bali. Betul T kan. Yuk langsung lanjut ke atas. Kita lihat di atas ada satu kamar tidur lagi. Kamar tidurnya di sini tapi sampai atas ketemu lagi nih sama bukaan. Wah bukaannya banyak banget sih ya. Pintunya masih sama, konsisten dan kamarnya sebenarnya mirip-mirip. Jadi di sini ada yang menarik teman-teman. Sebenarnya ini seperti jendela sih posnya untuk ventilasi kalau kita buka. Cuman dia enggak langsung pulang keluar gitu beda. Ini tuh kelihatan dari faster depan rumah tadi. Kayu-kayu ini semuanya ya sampai ujung situ dan bahkan di belakang kasur juga dibuat sama. Dan emang enggak dibuat terlalu tinggi ya. Pasti udah ada perhitungannya tuh untuk cahaya masuknya biar enggak terlalu panas. Panas. Terus ini juga dibikin seilingnya mengikuti bentuk atap yang memang pelana asimetris tadi yang aku sebutin di awal. Jadi di sini untuk area tidurnya. Nah, kalau kita masuk ke sini ada walkin closetnya. Walkin closetnya juga terang karena di sini ada jendelanya juga untuk pencahayaan. Nah, di sini full ya untuk area make up juga. Ini untuk penyimpanan apa namanya? Baju tuh cukup besar di sini dan di sini ada kamar mandinya. Kalau di sini kamar mandinya enggak semi outdoor sih, Teman-teman. Tapi untuk pembagian areanya seperti pada umumnya ya. untuk area basahnya di sini. Di ujung di sini ada wasffel dan di ujung situ untuk kloset duduknya. Oke. Oke. Segitu sih villa tour di Villa Suksma ini. Buat teman-teman yang pengin tahu, ngecek lebih dalam atau pengin nginp di sini, cek aja di Instagramnya ya. Ada RBNB-nya juga. Jadi siapa tahu ada yang merasakan, pengin merasakan bermalam di sini. Ditumbak Bayuh W. Oke, episode ketiga di Bali ini. Wah, udah luar biasa ketemu beragam desain villa yang menarik di mana. Tapi tunggu dulu, masih ada dua episode lagi yang lebih wow juga. Pastinya masih ada episode keempat dan kelima di Bali yang beda lagi. Beda lagi. Tungguin aja ya. Selanjutnya benar. Dadah. Thank you sudah nonton. Oke. Ya Allah. Tuh tuh konfirmasi lagi dia dizoom ya Kak Kori ya. Coba senyum udah dia hanya bisa senyum ke Oman ya. [Tertawa] Yeah.
