Jungkat

Rumah Traditional Modern Luasnya 3.000m2! InspiArsi: WplusM Studio (YouTube Video)

  • 15/04/2025

Episode kelima di Bali kali ini beda lagi huniannya yang akan kita bahas. Ini adalah rumah yang tadinya di sebelah sini adalah rumah tradisional ala Jawa berbentuk joglo. Kemudian dibangun extension tambahan berupa bangunan yang lebih modern tapi desainnya tetap menyatu nih antara tradisional dan modernnya. Kita bahas bersama Mas Titus dari W+M Studio. Let's go. [Musik] Akhirnya udah ketemu sama Mas Titus. Halo, Mas. Salam kenal. Mungkin boleh perkenalan diri dulu nih, Mas. Halo, saya Titus dari WPL M Desin Studio dan ini karya pertama kami, Villa LK di Payangan. Oke. Wow. Ini tuh kalau misalnya aku lihat ini kan lokasinya di Ubut ya, Mas. Emang dikelilingi sama sawah ya semuanya. Nah, kalau ini tuh seluas berapa nih, Mas, lahannya untuk Villa LK? Ini lahannya kurang lebih 30 are atau 3.000 m² kurang lebih ya. Oke. Tapi banyak area hijaunya juga ya di dalam ya. Betul. Jadi kita ada empat bangunan terpisah dan area taman masih kita maksimalkan gitu. Nah, ini juga tadi pas kita masuk ke sini. Jadi jalan masuknya juga emang di kecil itu ya, Mas untuk mobil dan samping kanan kirinya itu sawah semua. Masih sawah meskipun sawah itu masih milik owner, tapi Oh, masih in. Betul. Oke. Tapi owner ingin mempertahankan supaya yang di kanan kirinya juga masih tetap sawah gitu. Ya, berarti kalau kita masuk lewat sini ya. Kalau di sini berarti, maaf, di sini untuk tempat apa? Parkir mobil atau parkir mobil tambahan? Jadi kalau parkir mobil yang utama ada di sebelah sini. Oh, ada di sebelah sini. Iya. Jadi ini bangunan servis. Di sini ada area untuk staff, ada gudang, sama ada laundry. Tuh, kita masuk. Siap. Wah, ternyata pas masuk masih turun dulu ya. Betul. Karena kontur alaminya seperti itu, Mbak ya. Jadi kita pertahankan kontur alami. Jadi posisi bangunan juga kita biarkan apa adanya aja gitu. Oke. Vila LK ini tuh ada empat bangunan. Benar enggak? Itu seperti apa tuh, Mas? Betul. Jadi bangunan yang pertama tadi bangunan staf ya yang di depan fungsinya untuk servis aja. Lalu kita di sini sedang ada di bangunan Joglo. Ini adalah bangunan existing. Jadi kita tugasnya di sini hanya untuk merenovasi aja. Ada bangunan pavilion di sebelahnya. Itu sebagai ekstensi dari bangunan joglo ini. Lalu ada banggelo di bawah yang itu untuk villa private yang bisa disewakan secara terpisah. Oh, oke. Nah, ini pas masuk juga berarti ini untuk area penerimaan tamu. Benar, Mas? Betul. Heeh. Jadi biasanya kalau ini lagi disewakan, kita akan setting em area sofa-sofa di sini untuk ya sekedar untuk ee santai atau menerima tamu aja. Awalnya dapur ini enggak ada di sini. Dapur di situ. Cuma karena lokasi dapur itu menurut kami kurang menguntungkan karena joglo ini ada tumpang sari yang megah di sini ya. Ee jadi area dapur yang tadinya di sini kita pindahkan di sini. Lalu area yang di bawah tumpang sari ini kita definisikan ulang sebagai entrance gitu. Oke. Tumpang sari itu apa ya, Mas? Maaf. Tumpang sari itu bagian mahkota di bangunan suklo ini, Mbak. Oh, jadi ini selalu ada di arsitektur tradisional Jawa ya. Emang eksistingnya seperti ini ya? Eksistingnya seperti ini. Betul. Oh, tadi kan kita di balik layar sempat cerita ya, Mas ya. Ee mungkin pada awalnya tuh owner kurang suka gitu dengan bangunan ini. Tapi seperti apa tuh, Mas? Pada awalnya sebetulnya klien yang adalah orang Australia ya itu tidak terlalu suka dengan bangunan joglo karena cenderung lebih tradisional. Sedangkan preferensi mereka lebih ke bangunan yang lebih modern gitu. Cuma karena Joglo sudah ada dan kita mencoba untuk respek ee ke tradisional. Jadi Joglu tetap kita biarkan apa adanya. Cuma kita renovasi dan kita definisikan ulang. yang menjadi tambahan adalah untuk bangunan-bangunan yang lainnya yang baru. Jadi untuk pavilion dan banglo itu kita bikin modern tapi tetap berkesinambungan karena ada desain-desain elemen yang kita teruskan ke sana kurang lebih kayak gitu. Jadi akhirnya ini tetap dibiarkan seperti ini. Tapi bangunan yang baru baru lebih modern lagi seperti itu. Untuk konsep dapurnya sendiri seperti apa nih, Mas? Konsep dapur e memang terlihat lebih modern ya kalau dilihat secara sepintas dari dibandingkan dengan joglo itu sendiri. Tapi sebetulnya ee seperti tampak pada lemarinya, seperti elemen-elemen garis itu kita adaptasi dari ee pattern yang sudah ada. Kita ambil dari anyaman bambu yang di atas kita teruskan ke bawah. Jadi kayak nyambung ya, kayak nyambung. He kayak gini terus gini. Betul. Jadi meskipun modern tapi dia tetap ee rasanya tetap harmonis dengan yang ada di sini karena kita mengaplikasikan kembali desain elemen yang sudah ada gitu. Wi berarti dilanjutkan lagi ya. Dan kalau aku lihat emang keseluruhan ya di sini semuanya garis-garis gitu. Betul betul betul. Oke. Ini cukup besar juga nih. Lumayan gede ini. Tamu-tamu yang ke sini pasti mengapresiasi wah gede banget, enak banget gitu. Iya pal enggak nyangka karena ini kan bangunan tradisional ya. Tapi dia punya professional kitchen yang cukup luas gitu. Benar. Benar. Aku juga sama berarti seperti tamu-tamu itu, Mas. Iya. Nah, asyiknya di sini ternyata ada bukaannya nih. Walaupun di sini kalau kita ngelihat emang enggak ada sama sekalian bukaan ya, Mas. Karena memang kalau di Joglu itu ee kita bilangnya di sini pendopo. Jadi pendopo itu memang secara tradisional dia terbuka empat sisi. Tapi mungkin karena ini ada kepentingan fungsi karena ada kamar tidur di sebelah sana maka yang sisi sebelah sini kita tutup gitu. Oke. Oke. Akhirnya yang ini aja dibiarkan terbuka. Tiga sisi aja yang kita buka. Nah, biasanya pertanyaan teman-teman nih, Mas, di kolom di kolom komentar nih aku wakilin ya. Kalau misalnya terbuka full kayak gini, bagaimana tuh, Mas, dengan nyamuk dan lain-lain? Itu memang enggak terhindari ya, tapi karena ini di Bali, jadioke kadang-kadang itu ditoleransi oleh tamu-tamu yang ada di sini juga. Oke. Tapi untuk masalah paling untuk masalah hujan aja paling kita bisa antisipasi pakai ee kere-kere itu ya kayak tira yang bisa kita turunkan. Iya. airnya ditutup gitu misalnya hujan jadi enggak tampias ke dalam kayak gitu. Cuman emang karena ini juga ya kayak kayak di hutan ya Mas seperti di hutan ya udah kita harus menerima itu ya. Betul. Dan memang naturalnya joglo kan memang terbuka. Iya. Jadi ya sudah kita aplikasikan berbeda kalau misalnya Joglo tapi ada di tengah kota udaranya kan enggak enak kan. Benar. Tapi kalau ini ada di tengah hutan saya rasa sih bisa ditoleransi oleh orang-orang ya. Benar. Benar. Karena ini juga yang kita dengar tuh suara-suara jangkrik air apa di bawah sana. Jadi suara alam semua ya Mas tip. Iya betul betul. Untuk lantainya ini Mas emang udah eksisting juga seperti ini. Iya. Jadi lantai ini ee udah existing. Ini mereka pakai tegle semen dengan warna biru ya. Lalu di bagian pinggirnya juga ada motif floralnya. Kalau motifnya ini emang ada di tegelnya kan Mas? Masudnya. Oh aku pikir di cetakan gitu. Ku pikir di gambar gitu. Karena kan kalau di Bali aja batu dipahat ya. Iya, betul, betul, betul. Iya. Ini cetakan. Nah, material ini pun juga kita pakai juga sebagai desain elemen yang kita aplikasikan ke bangunan baru. Tetap ada feel joglonya supaya ada kesinambungan. Oke, kita lanjut lagi ke sini, Mas. Tapi emang ya sebelum kita bahas di sini, ini kalau ngelihat ke sana tuh aduh adem ya. Adem banget rasanya kayak ya udah e slow living gitu ya, Mas. Enaknya berarti kalau sekarang kan semuanya disewakan ya. Saat ini semuanya disewakan ya. Oke. Yang tadinya katanya rumah pribadi. Awalnya rencananya hanya rumah pribadi dan satu bangunan bangelu yang di bawah itu yang disewakan. Oke. Tapi karena kondisi mungkin kesibukan atau gimana, jadi klien saat ini lebih banyak di Jakarta. Jadi Vila LK ini sekarang disewakan secara keseluruhan akhirnya. Dan ramai sepertinya ya, Mas. Full book terus sih. Full book. Jadi kita terima kasih banget loh ini satu hari ini buat syuting WM dan W+M sama enggak tuh namanya? Udah sama. Oke. Oke. Jadi akhirnya sekarang sudah disewakan semua ya? Semuanya disewakan. Iya. Nah, terus ada lagikah yang berubah, Mas? Kalau untuk ininya berarti kayak furnitur-nya seperti itu mengikuti juga kah? Kalau Joglo tuh ada seperti apa? Furnitur e sebetulnya di sini lebih ke pilihan dari owner sendiri ya. Jadi untuk tugas W+M sendiri sebetulnya lebih ke arsitektur dan interior arsitektur. Jadi untuk eh loose furniture ini adalah pilihan dari owner sendiri. Yang menarik dari pemilihan furniture dari klien ini juga mungkin dari sisi klien mereka juga ingin mengkombinasikan antara yang modern dengan yang tradisional ya. Terlihat dari sini pemilihan sofa, tapi di sebelah sana juga ada sofa yang lebih tradisional gitu. Jadi ada mix and match antara tradisional dengan modern. Di Joglo ada dua kamar. Heeh. Ini kamar pertama dan yang di sebelah sana ada kamar kedua. Oke. Nah, Mas bahas sedikit tentang ininya deh. Ini tuh dari apa sih, Mas? Berarti ini dari anyaman rotan. Anyaman rotan dan dia atas berarti langsung gitu anyaman rotan atasnya langsung genteng gitu ya. Betul. Atasnya langsung atap sirap. Ada waterproofing dulu kemudian ada atap sirap. Oh, menarik ya. Heem. Nah, ini nih, Mas. Dindingnya juga nih. Kalau dindingnya kan kalau misalnya dari kemarin kita nge-review vila-vila di Bali itu emang pakai materialnya alam semua ya, batu dan kayu. Bahkan kayunya kayu emang beneran kayu gitu, bukan kayu komposit. Kay. Iya, betul. Nah, kalau ini Mas ini kita pakai ini ee material existing ya. Tapi ee ini memang kita ambil namanya Paras Jogja. Jadi dia diambil dari Jogja. Warnanya cenderung putih agak krem gitu. Nah, yang di sini yang menjadi menarik adalah dinding existing ini punya profil yang dia terlihat sangat tradisional ya. Jadi, ini juga yang kita pertahankan juga. Jadi mes waktu kita merenovasi ada tambahan-tambahan yang ya sudah kita pakai bahasa desain yang sudah ada. Jadi profil itu tetap kita teruskan meskipun kita bikin ada sesuatu renovasi di sini tapi tetap kita aplikasikan lagi gitu. Oke. Jadi menyesuaikan yang sudah ada emang ya Mas ya. Oke, selanjutnya kita ke mana lagi? Sana. Ke sana. Kalau yang ini berarti apa nih, Mas? Pavilionin. Oke. Ini bangunan kedua kita panggilnya pavilion. Jadi, pavilion ini fungsinya sebagai ekstensi dari Joglulo ini sendiri. Kalau jlo dia punya ada ruang living room yang cenderung terbuka. Di pavilin kita ada living room juga, tapi dia ada jendela kacanya. Jadi masih F-nya masih open, tapi dia ada kemungkinan untuk air conditioning, gitu. Jadi, kalau di Joglo ada outdoor living room, di sini ada indoor living room. sedikit berbeda. Iya, betul. Tapi masih ada kesamaan. Jadi kayak misalnya di bagian dinding batu ini tadi di bagian Joglo juga ada ya. Tapi kalau di Joglo tadi ada profil yang cenderung tradisional ee dekorasi itu kita minimalkan di pavilion. Jadi pavilion kita biarkan polos tanpa ada profil supaya ke sana lebih modern. Oh, oke. Dan ini emang dibikin jalannya menuju ke sana ya, Mas? Jalannya menuju ke sana karena katanya ini harus bersamaan kalau harus bersamaan. Betul. Karena sekali lagi, jadi pavilan ini fungsinya sebagai ekstensi dari Joglo ya. Jadi kita desain supaya orang itu bisa mengakses joglo dengan pavilion itu secara nyaman. Jadi ada workway yang ada pergolanya juga. Jadi kalau hujan pun orang masih terlindungi. Oh iya benar ya. Di sini yang menarik mungkin bahasa desainnya ya. Jadi kalau di Jogul lebih tradisional di pavilen ini modern tapi kita tetap pakai material yang sama. Jadi kolom-kolomnya kita juga pakai kayu. Kemudian bagian plafonnya juga kita meskipun pakai kayu tapi warnanya kita samakan dengan rotan seperti di Joglo tadi. Oke. Jadi ya secara material sama tapi bahasa desainnya penyelesaiannya dia lebih modern. Nah, kalau yang di pavilion ini berarti ada apa aja Mas? Di pavilion kita ada indoor living room yang pertama. Lalu ada dua kamar ya. Di sini ada satu kamar. Lalu di sini untuk master bedroom-nya. Oh, oke. Lalu di bagian tengah ini ada study room. Study room-nya di sini. Betul. Nah, ini nih ternyata lantainya itu beda warna ya, Mas. Yang sana lebih biru, yang sini hijau. Beda warna. Iya. Jadi meskipun pakai material yang sama, tapi klien waktu itu pengin ya udah kita coba pakai warna yang beda aja untuk aksen gitu. Jadi menjadi ee karakter si bangunannya. Kalau Joglo warna biru, pavilon warna hijau. Oh. Tapi aksen floral ya kita tetap teruskan di situ. Tetap ada di sini ya. Walaupun juga beda ya aksen floralnya, tapi agak bedak beda juga tapi jadi sesuatu yang menarik. Jadi orang langsung ngeh juga nih kayak aku kan enggak mau nonton semua coklat-coklat gitu ya Mas ya. Nah sebenarnya yang mahal juga adalah view-nya nih. Betul itu yang utama sih. Iya dan ini dibiarkan terbuka ya Mas. Maksudnya pakai apa namanya? Full kaca gitu. Iya full kaca. Dan kita mencoba pakai frame jendela yang setipis mungkin gitu supaya view-nya masih maksimal. Karena kalau misalnya dari arah sana juga enggak bakal ada orang datang enggak sih, Mas? Enggak akan sih. Paling petani. Tapi kan karena ini konturnya sangat terjal ya, jadi ee orang yang di bawah pun enggak akan bisa ngelihat ke atas. Oh, iya benar. Dia pasti kehalang kan karena ini lebih tinggi terus di sana turun banget gitu. Dan banyak tanaman di bawah kan ya. Oke oke oke. Wah asik sih pokoknya di sini mah. Wah adem ya Mas ya. Nah kita ngelihat ke mana lagi nih Mas Titus berarti. Oke kita coba masuk ke master bedroom ya. Oke. Aduh, nyaman banget. Masih pokoknya view-nya ini kasurnya menghadap ke sana ya, Mas? Betul. Langsung menghadap ke view pas bangun langsung wah iya. Pres banget. Kalau cerita kamar tidurnya sendiri seperti apa nih, Mas? Kamar tidur mungkin kita mungkin bahas dari ee lantai juga ya. Jadi lantai ini kita pakai warnanya kem. Kalau di sini beda lagi. Beda lagi. Jadi ada dua warna kalau di sini ada hijau sama ada kem. Kalau yang di sini lantainya kemoralnya warna hijau. Kalau di ruang tamu tadi lantainya hijau tapi floralnya krem. Iya. Aku ngelihat dari sini tuh Mas. Iya. Iya. Kayak invert gitu jadinya. Iya iya iya. Bagus ya. Oke. Terus Mas kalau untuk konsep layout-nya sendiri nih seperti apa nih layout-nya? Di sini kita tengah ada bed ya. Heeh. Menghadap ke view langsung. Kemudian di belakang bed ini ada wardrob atau lemari pakaian. Oh di balik dinding ini ya? Iya. Jadi lemari pakaian ini e Usap ya, bentuknya kayak letter O kayak gitu. Oh, ibaratnya ini semuanya lemari ya, lemari pakaian ya? Yes, semua lemari pakaian dan ee kembali lagi jadi kita mengaplikasikan elemen garis-garis tadi ya yang ada di cokl kita aplikasikan juga di lemari. Enggak cuma di dapur ya, sampai di lemari pakaian. Jadi semua kabinet kita memang rancang semua bergaris karena kamar mandinya juga cukup luas nih, Mas. Dan uniknya lagi pas masuk langsung berhadapan sama betapnya. Iya, ada batap dengan skyet di atas ya. Jadi ee kalau sore shadown-nya lumayan cantik. Berarti untuk area keringnya di situ ya, Mas? Di sini area kering untuk area toilet ya. Sama ini untuk simpan-simpan tisu, towel segala macam di sini. Dan ini wah cantik banget emang sengaja dibuka ya di sini. Jadi kalau bisa semua ruangan dapat jendela dan dapat view sih kalau kita Iya. Karena rugi sih di sini kalau ditutup ya. Rugi semua sawah kan. Jadi ya udah kita manfaatkan aja gitu. Iya. Enggak ada suara motor lagi di sini juga. Ya Allah, hijau semuanya. Terus ini emang sengaja dipisah dan emang dikasih apa? Dikasih pintu juga ya, Mas? Iya. Heeh. Jadi em kalau di sini dilihat juga kita mengaplikasikan kembali satu elemen dari joglu. Jadi ini ee kerpiak kayak ventilasi kayu itu. Oh, sini sini. Kayaknya aku pernah dengar itu biasanya kayak jalusi kayu gitu. Iya iya iya iya iya iya. Biasanya kayak di ini enggak sih, Mas, sekarang belinya kayak di toko-toko antik gitu enggak sih? Iya. Heeh. Karena itu kan udah jadul ya. Udah jadul ya, udah kuno tapi masih bisa diaplikasikan ternyata ya, Mas di zaman yang modern ini ya. Iya. Nah, ini juga yang menarik itu sedikit aja ya, Mas Skylight-nya sebenarnya sedikit aja. Heeh. Jadi kita atur supaya tetap terang tapi supaya juga enggak terlalu panas juga karena kalau terlalu lebar nanti akan terlalu panas. Iya ya. Kalau misalnya siang-siang panas juga. Panas juga. Iya. Heeh. Akhirnya dikombinasi ya, Mas. Di sini ditutup gitu. Kemudian untuk di ujung sini area itu adalah shower. Oh, sebenarnya mirip sama itu kayaking ya, cuman penggunaannya aja, pemanfaatannya berbeda ya, Mas ya. Terus ada wasffelnya di sini. Yes. Ada lagi mungkin Mas Tos apa kita lanjut lagi nih? Kamar mandi udah sih, mungkin kita kembali ke bathroom. Saya pengin nunjukin view-nya seolnya kayak apa sih di dari bedroom. Oke, siap. Ayo. Ee mungkin teman-teman enggak kelihatan ya kalau sebetulnya di sana itu ada bangunan. Bangunan mana tuh, Mas? Iya, itu di bawah. Jadi memang kita Oh, maksudnya bangunan yang entar kita mau datangin. He. Jadi kita emang yang Banglow itu kita bikin supaya dia ada di sanken ya, agak tenggelam di bawah tanah supaya ketika orang di pavilion ini ketika melihat ke pemandangan dia tidak terhalangi oleh bangunan. H. Jadi atap bangelow itu kita pakai roof garden supaya rumput yang ada di halaman ini seperti menyambung ke atas atap bangelo. Kalau aku ngelihat dari sini juga kalau enggak dikasih tahu enggak tahu kalau di bawahnya enggak kerasa kalau ada ya udah rumput aja kan soalnya. Dan pas kita di sini pandangannya tuh jadi los gitu ya. Jadi lost jadi jauh gitu. Jadi jauh sampai sana gitu. Oke. Oke. W. Jadi kita memanfaatkan kontur alami yang ada. Jadi ada perbedaan kontur itu. Oh ya sudah. kita manfaatkan supaya ee bangunan yang ada di atas bisa melihat ke view yang ada di belakang gitu. Oke. Dan ini area hijaunya juga masih sangat luas ya. Masih gede. Iya. Jadi kolam ini panjangnya 18 m dengan lebar 3,8 m. Dan untuk view-nya bisa dilihat ini full hutan. Dan untuk kolamnya sendiri kita desain pakai overflow. Jadi kayak infinity pool. Jadi kayak airnya jatuh ke ujung aja gitu. Iya ya. Sebenarnya kedalamannya berapa ini, Mas? Kedalamannya ini 1,4 m. Oh, 1,4. Pendek ya? Maksudnya enggak yang terlalu dalam ya? Berarti cukup untuk orang kalau berdiri cukup segini aja gitu. Iya iya iya iya. Wah, asik banget. Lalu di sini di poolnya juga kita ada bench atau tempat duduk. Jadi orang kalau santai-santai bisa duduk di sini sambil ngelihat ke view hutan. Oh, iya. Wah, asik banget sih. Kayaknya kapan-kapan kita bermalam di sini ya? Terus di sini buat bersantai ini untuk Iya untuk bersantainya di sini sambil lihat ke sana. Dan emang ini full terbuka ya di sini pokoknya terbuka terbuka. Ini kalau enak e golden hour-nya kalau sore-sore sih enak banget di sini. Cakep Mbak Cakep banget ya. Cakap cakep banget karena sunsetnya di sana. Oh sunsetnya dari sana. Oh wow. Menik sunset di sini ya. Oke. Nah kalau ke sana tuh ada apa itu, Mas? Itu area barbecue. Oke. Lalu di belakangnya ada outdoor shower untuk bilas-bilas. Enak ya karena ini tadi terbuka jadi bisa langsung dari atas ke sini pun misalnya ada beramaian gitu ya langsung nyambung langsung loncat ke kolam benar benar benar. Oke. Kalau misalnya untuk pohon-pohonnya ini apakah emang alami dari ada beberapa pohon-pohon besar yang memang kita pertahankan. Oke. Contohnya apa tuh? Kay ini ini yang paling utama yang kita enggak mau sentuh karena udah gede dan kita sayang banget untuk dipotong ya. He. Jadi waktu menentukan posisi dari palvilin sendiri dan workway-nya kita mengikuti posisi dari pohon itu supaya enggak mengganggu. Udah ada alaminya terus disusun ulang lagi. Ya, betul. Iya. Untuk mempercantik. Kalau untuk pemilihan tanamannya gitu ada enggak sih, Mas? Kita kemarin ada orang landscape sih yang memilih tanamannya langsung. Jadi mereka yang sudah ahlinya ya. Betul. Dan kebetulan landscapernya itu adalah orang lokal dari Banjar ini sendiri. Oh, jadi udah paham banget dong mana yang cocok untuk di sini gitu ya, Mas ya. Gimana, Mas? Tadi katanya mau ceritain fasadnya nih. Iya. Jadi dari pavilan ini memang dari jalan tadi enggak kelihatan ya, tapi ini akan fasadnya akan kelihatan kalau dari taman di sini. Jadi dari pavilion ini kita desain bangunan yang horizontal meneruskan dari horizontalitas joglo tadi. Oke. Dan kemudian kolom-kolomnya juga kita bikin kecil ya seperti di Joglo. Namun bedanya di sini pavilin kita buat floating. Jadi berbeda dengan Joglo yang tadi menapak tanah pavilin ini kita desainnya menonjol ke depan. Jadi seakan-akan dia floating dan dari situ kelihatan seperti modern sekali gitu. Iya ya benar ya. Kalau misalnya dari sini sebenarnya ada kesamaan tapi ada perbedaan juga gitu. Baru kelihatan fasadnya ya Mas. Kelihatan itu tradisional ini modern gitu. Iya. Jadi masih ada benang merahnya. Ada benang merahnya. Oke. Oh ya tadi aku belum tanya. Emang dibangunnya di tahun berapa itu, Mas? Berarti ini bangunan dibangun di antara 2020-2021. Oh pas COVID ya, Mas? Pas Covid. Betul. Pas Covid malah ngebangun ini. Malah ngebangun. Dan kalau untuk area hijaunya ini di sini kan cukup luas. Ya udah untuk area apa aja ya, Mas? Iya, biasanya anak-anak lari di sini karena klien punya satu anak yang lumayan aktif gitu. Jadi ya udah ini jadi area bermain aja gitu. Dan ternyata di sini ada jalan juga. Betul. Jadi kalau Bangel di sewa terpisah, orang-orang lewat belakang pavilion jalan ke sini jadi enggak mengganggu pavilan sama joglonya. Enggak perlu melewati sana, sudah ada aksesnya sendiri. Iya, akses private. Iya. kita. Nah, ini nih yang kita tunggu-tunggu nih. Karena ini pasti paling private ya, Mas. Paling private. Iya. Dan paling dekat dengan view ya. Paling dekat dengan view. Semakin nih semakin kedengaran nih suara-suara yang ada di hutan nih. Nah, ini jadi atapnya nih bagian dari atap sebenarnya. Ini atapnya Bangelowo. Jadi kalau dilihat secara sekilas memang enggak terasa seperti bangunan ya. Iya. Dan kita di sini kita enggak bisa eh perfectly seamlessly blending outdoor ke atap karena kita punya ini. Jadi ini fungsinya sebagai ventilasi di bawah sebetulnya. Jadi meskipun dia tenggelam di bawah tanah, banggulo ini masih punya ventilasi cross ventilasi dari depan ke belakang. Oke. Dan bahkan di atas yang sini karena rumput bisa dipakai buat apa? Main apa nih? Mainmain ya. Kalau suaranya enak di sini biasanya. Nah, turun lagi. Kalian menghitung enggak ada berapa anak? Wah, asik banget sih, Mas, yang di sini, Mas. Ini kalau yang di Banglo ini apakah beda lagi konsepnya atau seperti apa? Oke, kalau yang di Banglo ini ee sama-sama modern, cuma bedanya secara struktural karena enggak bisa dibikin seperti pavilin yang di atas tanah tadi ya. Jadi, banggulo ini di bawah tanah dan kita enggak mau pakai atap. Jadi, untuk ekspresi kolom itu yang dari jogluk kita ekspresikannya lebih modern. Jadi kolom ini menonjol keluar justru di luar ya kita keluarkan tapi ritmenya dari jugluk kita pertahankan. Jadi masih ada benang merahnya juga. Masih ada benang merah cuma terjemahannya berbeda gitu. Terjemahannya berbeda. Oke ayo Mas kita lihat. Silakan masuk ya. Kalau yang ini bisa disewa terpisah nih teman-teman. Dan di sini biasanya untuk berapa orang Mas? Kalau yang di sini di sini untuk satu kopel dan satu anak aja. emang dibikin full sliding door gitu ya Mas. Jadi pas lagi dibuka langsung menyatu indoor outdoornya. Betul. Apalagi dengan kolom di luar ini kan rasanya jadi ruang ini kayak ini di dalam apa di luar sih? Benarbenar kayaknya ini udah di luar tapi masih di dalam rasanya juga. Sekarang kita lihat ke sini nih Mas. Iya. Oke. Lantainya masih yang sama nih kayak yang tadi. Lantainya sama. Betul. Jadi untuk yang di panggelu kita juga pakai warna hijau. Cuman kalau di sini semuanya menyatu. Ya udah areanya ini kamarnya bahkan cuma dipisahkan dengan gorden aja ya. pakai korden aja. Jadi oke ee kalau secara spasial kita juga menerapkan apa yang ada di Joglo juga. Jadi ada open plan. Cuma kalau yang di sini kita bedroom juga kita satukan dengan living room-nya. Hanya terpisah oleh pakai korden aja. Pakai korden aja ya. Bahkan enggak dipisahkan pakai dinding ya. Enggak ada pintunya juga. Ya udah karena ini bakal satu keluarga juga sih yang di sini. Nah di sini dapurnya sama sih seperti tadi ya Mas konsepnya. Iya betul. Lalu di sebelah situ itu ada untuk lemari pakaian dan untuk area des untuk kerja dan ada kamar mandinya. Betul ya. Kita ke kamar mandi ya. Pokoknya kalau ini desainnya masih menyatu ya sama ya. Ini garis-garis juga sama kayak tadi yang di atas. Nah, kamar mandinya pas dibuka wah ijau lagi. Dan sebenarnya ini sih yang paling mahal tuh ya. Iya. View view-nya. Iya bisa berendam terus kalau bisa ngintip gitu ada view-nya. Nah, kalau ini seperti apa nih, Mas, pas ngedesainnya? Emang udah kebayang gitu kan? Oh, waktu ngedesain memang ee setiap ruangan termasuk bathroom kalau bisa kita desain punya view yang okah, yang maksimal gitu. Jadi, makanya di sini di mana dia view-nya berada kita full kasih bukaan. Heeh. Lalu di sini juga kita pakai jendela agak tradisional ya, pakai kerpiak sama seperti di atas tadi. Oke. Dan ini folding ya, Mas? Ini folding window. Betul ya. Oh, jadi bisa dibuka maksimal gitu. Heeh. Jadi sebenarnya kalau kita lagi pengin ditutup ya sudah tutup aja. He. Tapi masih ada ventilasi kan karena pakai kerasi. Kalaupun dibuka lihat guys ke sana siapa yang mau mengintip ya kan tidak ada. Benar-benar ijau semua hutan di situ. Nah kalau di sini ya udah ya Mas di sini ya udah kita terbuka aja. Ada shower sama ada toilet dengan ada skylight di atas. Masih ada skylight lagi ya Mas. Padahal di sini sudah cukup terang. Masih perlu dikasih lagi. Masih masih. Oke Mas. Kalau ini kolamnya emang buat keluarga ini aja ya. Betul. Jadi kolamnya untuk di Banglo ini private juga khusus untuk yang sewa di Banglo aja. Jadi secara ukuran juga kita enggak perlu yang terlalu besar ya. Cukup untuk plunch pool e dan santai-santai aja sambil ngelihat view aja gitu. Sama ya sebenarnya untuk konsepnya masih sama ya kalau materialnya juga sama yang sepertinya ya Mas ya. Mat dan untuk tempat bersantainya ada di sebelah sini. Materi sama ke sana pun masih juga alam semuanya pokoknya dikelilingin. Wah mantap. Ke mana lagi? Oh, di sana kayaknya ada sesuatu juga ya, Tong? Iya, itu tempat untuk ee massage di sana dan yoga. Coba kita lihat, Mas. Mas Titus ini kan dari Jogja ya, Mas ya. Berarti udah pindah ke Bali berapa tahun, Mas? Betul. Sejak 2016 kita sudah di Bali. Oke, berarti untuk proyeknya di Bali semua nih emang ya? Iya, kebetulan banyakan di Bali. Nah, ini tempat apa nih, Mas Titus? Berarti ini tempat untuk massage dan yoga. Jadi di villa LK ini bisa ee massage dengan by request ya. Oke. Jadi nanti akan disiapkan oleh stafnya. Dan di sini ya semakin private lagi. Di sini semakin private. Iya. Nah, untuk batas lahannya ini sampai mana ini, Mas? Berarti untuk batas lahan ini kalau di Bali lebih banyak pakai ke batas alam. Oh, batas alam. Oh, kayak batas alam. Iya. Jadi di situ ada semacam suba atau got gitu. Nah, itu adalah batasnya. Oh, di bawah situ ya? Berarti di bawah situ ini ada suara air ini ya. itu. Oh. Lalu di sana ee sawah yang di bawah itu baru punya orang lain. Akhirnya kelar ya, Mas. Iya. Ngos-ngosan ya. Lumayan. Tapi seru, seru, seru ceritanya seru juga nih. Ini kayak Bali yang sesungguhnya gitu kali ya. Nah, mungkin nih kalau misalnya nanti teman-teman ada yang mau tanya-tanya dan pakai jasanya Mas Titus juga bisa kontak ke mana, Mas? Kita bisa buy Instagram aja di wm.studio. Udah Instagram aja pokoknya. Pakai website juga boleh. b+mstripstudio.com. Oke, Teman-teman intip aja langsung ke sana langsung nanti langsung kontakan langsung sama Mas Titus ya. Boleh. Iya. Langsung tanya-tanya semoga cocok ya, Mas ya. Makasih banyak nih, Mas. Terima kasih banyak kunjungannya. Iya, terima kasih juga. Semoga entar kita bisa colab lagi ya next time. Oke, proyek yang lain ya. Iya, proyek yang lain. Oke, Teman-teman makasih juga nih yang sudah nonton sampai selesai. Jangan lupa follow Instagram kita Wicakon, Mifta Jana, Inspira Homes, dan TikTok Wicak Mifta. Bye bye. Kita bahas episode Inspirarsi bareng kita bahas dari Mas Titus. Mas Titus. Oke. Jangan maju-maju renang entar. Udah. Oh, udah. Oke.

Lihat di YouTube