Rumah Tropis U-Shaped 1000 m² Seru Banget (YouTube Video)
Hai teman-teman, kembali di Becks. Kali ini kita akan host tour di rumah yang gede banget dan arsiteknya mendesain taman tengah yang menjadi jantung untuk rumah ini. Penasaran kan? Tonton sampai habis ya. [Musik] [Tepuk tangan] Nah, sekarang kita sudah dengan Pak Kalvian Oscar dari CEO Associates. Pak, makasih banget sudah mau didatangi sama tim Arsitak. Makasih, Pak. Ini kelihatan banget ya ee luasnya ya. Boleh diceritain enggak luas lahan sama luas bangunannya berapa? Project FD House ini luas tanahnya 24* 25. Jadi sebenarnya dua cavling. Satu cavlingnya 12* 25 tapi e digabung menjadi satu dengan luas bangunan estimasi kira-kira sekitar 1.000 m². Wow 1000 ya. Betul. Ini kenapa nih luas sekali nih? Ada cerita apa mungkin? Iya. Jadi sebenarnya karena ee kebutuhan dari penghuni ya. Karena kebutuhan penghuni ini kan sebenarnya memang mereka tinggal dalam ee keluarga yang cukup besar. Suami istri dengan tiga anak laki-laki, satu anak perempuan ee dengan orang tua sepasang, kemudian asisten rumah tangga juga ada beberapa. Jadi kebutuhannya sehingga ee membutuhkan beberapa ruang yang cukup besar. Apalagi nanti mungkin menjadi salah satu karakter dari rumah ini ee di mana klien juga tipikal yang memang suka untuk berkumpul dengan teman-temannya. Jadi sehingga banyak ruangan-ruangan communal space yang dibutuhkan. Jadi aktivitasnya memang banyak juga ya, Pak. Ya, kalau konsep nih, Pak, ini cukup catching nih. Dari di luar juga kelihatan beda sama sekitar. Mungkin bisa diceritain, Pak. Iya. Jadi ee kita ee suka sekali dengan pendekatan ee bagaimana tropis dengan ee pendekatannya modern. Jadi kita ingin sekali eh menghadirkan rumah urban tetapi eh dekat dengan alam. Bagaimana caranya? Kita menghadirkan beberapa kita sebutnya multiple court yard. Jadi karena kita menyadari lahannya cukup besar, butuh kita pecah e dengan beberapa bukaan-bukaan cordard di dalam rumahnya supaya massanya tidak menjadi terlalu bulky di dalam dan cahaya dan udara tetap ee bisa terakomodir dengan baik. Ist ruangan ini ee yang terlihat sangat kelihatan itu yang masif tuh yang coklat dan ee mungkin bisa dijelasin sedikit enggak gimana ceritanya nih. Ini ruangan apa mungkin atau bahannya apa, Pak? Iya. Iya. Pertama memang secara masa bangunan yang kita tonjolkan tentunya adalah ee dua masa bangunan ee kamar tidur master yang sebelah kiri dan yang sebelah kanan ini adalah ee masa bangunan tidur untuk kamar anak-anak cowok. Nah, di rumah ini nanti akan cukup menarik karena di mana kamar anak laki-laki ini kan ada tiga orang. Nah, itu dikumpulkan menjadi satu area seperti sebuah konsep LO apartemen. Jadi, kalau kita masuk di dalamnya itu ada tiga kamar anak laki-laki lagi. Materialnya ini jadi memang kita ee namanya semen fiber wood. Jadi dengan eh brand itu Arbishera kita pakai untuk menjadi pelapis e utama dari bangunan fasad ini. Di luar kayak seperti kayu ya. Betul. Jadi memang ee menjadi salah satu pilihan alternatif ee untuk menghadirkan ee nuansa seperti kayu. Karena pertimbangannya salah satunya adalah mungkin kalau dari segi maintenance mungkin yang diperlakukan hanyalah pengecatan ulang atau coating ulang. Jadi istilahnya kalau memang kita rumah seperti pada umumnya pun ketika sudah waktunya pengecatan ya ini mungkin akan perlu dipengecatan ulang juga ada perlu recating, refinishing gitu. Karena kita ingin memang terlihat bangunannya seperti ee bok kayu yang memang ee melayang ya. Jadi dalam arti memang dia di-support oleh besi baja yang layang seperti di lantai du men-support dua bok massa di atasnya. Mas Vian ini sebenarnya gimana sih ee konsepnya mau diprepare berapa mobil? Ini aja udah kelihatan nih mobilnya udah muat berapa nih? Ada lima kali ya ini S kos ya. Iya bisa enam sebenarnya bisa enam. Gimana nih? Jadi memang ee pasar perencanaan awal seperti saya sampaikan, kebutuhan yang tinggal banyak, kebutuhan mobilnya juga banyak. Suami istri juga aktif bekerja masing-masing di kantor yang berbeda. Anak-anak juga perlu ke sekolah diantar dengan jam yang berbeda-beda dan sehingga kebutuhan mobil cukup banyak. Jadi kalau di perencanaan awal bahkan ee sebenarnya di depan ni bisa en mobil. Di dalam ini harusnya ada tiga mobil garasi 1, garasi 2 juga tiga mobil. Tetapi nah ini menariknya mungkin Mbak Kim kita boleh ceritakan ee karena prosesnya ini kan kita bangunnya proses desain di 2019, konstruksi mulai di 2020. Iya. Dan kita ada di masa-masa awal pandemi nih, gitu. lagi marak-maraknya itu ya. Oh iya. Ya, sempat bahkan proyek ini diop ee total karena ada PSBB, penjagan ketat dan lain-lain e sempat stop total dan di masa itu memang ternyata ada beberapa perubahan ya perubahan baik secara habit dari aktivitas dari penghuni ternyata aktivitas untuk ee membuat konten untuk banyak e Zoom meeting dan lain-lain. Nah, akhirnya klien muncul ide untuk ingin mengubah garasi yang tadinya ada garasi 1 dan garasi du. yang satu ini dihilangkan garasinya diubah menjadi sebuah studio untuk membuat konten karena ee dari klien waktu di saat pandemi itu lagi sedang fokus untuk membuat konten-konten eh video di dalam sosial media. Terus kemudian di dinding ini kalau dilihat ada dinding dengan planter box untuk tanaman leanu. Kita pakai ee dinding bata dilapis dengan ee batu curi. Batu curi yang RTA rata alam. Jadi batu curi ini kita suka karena karakternya lebih natural. dia juga berpori sehingga ee karakter tropisnya tuh semakin terasa. Nah, karena kita sewaktu di awal mendesain kita sudah membayangkan perpaduan antara besi, kayu, batu, dan hijau itu akan sangat menarik sekali. Ee warnanya akan sangat lebih vibrant gitu. Oke. Oke. Masuknya jadi kita dari sini kalau dari penghuni rumah tamu akan ada di sebelah kiri. Kalau memang akses service nanti akan masuk dari garasi biasanya jadi area mid akan masuk dari area situ. Mungkin dari sini silakan. Ini yeti terasnya nih ya. Iya betul. Jadi dari teras ini kita juga mengharapkan adanya prosesi ya. Jadi di mana dia melewati ada samping kiri taman kanannya ada ee ee kolam ikan dan melewati di tengahnya ada sebuah pohon juga dan sampai ke teras memang itu nanti kita akan masuk ke dalam area ruang tamu. Oke. Ini ini pakai kayu apa nih yang untuk terasnya nih? Di teras ini kita menggunakan material kayu ulin solid. Memang terasa banget sih pada saat tadi dari garasi terus masuk ke bagian teras kita merasakan ada air dan ada hijau-hijau ya. Jadi kayak merasa memasuki sebuah transisi gitu kan. Betul. Betul sekali. Oke. Oke. Kita langsung masuk aja ya. Y. Oke. Ini untuk tampilan dari pintunya dan jendelanya. memang pada umumnya seperti itu atau memang ada request dari owner nih kalau untuk dibuat setinggi daripada memang kita ee mencoba mensimplifikasi bidang-bidang yang coba disederhanakan ketika dia menjadi sebuah bukaan jendela, kita usahakan dia full dari lantai sampai ke plafon. Begitu juga dengan pintu. Jadi, beberapa pintu-pintu di kamar pun e demikian. Plafon kita rata-rata menggunakan di tinggi sekitar 3 m. Eh, salah satu alasannya kita karena di posisi jendela terutama seperti aluminium dan kaca eh 3 m adalah posisi di mana kaca tuh masih belum ukuran jumbo size sehingga secara harga cost wise dan untuk ee ongkos produksinya itu akan tetap bisa lebih efisien. Oke, kita langsung masuk. Yap, tentu ee kita cepat dulu ya. Wow, sudah bisa dibayangkan megah luas ya. Ini ruangan dari rol tamu ya. Betul. Ini adalah ruang tamu memang ee setempat untuk menerima tamu-tamu yang ada. Jadi tentunya disajikan dengan ee ada bukaan jendela. Jendela juga ada dua sisi. Yang di sini memang hadap ke arah view kolam. Yang di sebelah kiri memang di sini adalah ee bangunannya kita sebenarnya kita tarik. Jadi di posisi sebelah kiri bangunan kita agak ee usahakan tidak menempel supaya ada tetap ada gap untuk kita menghadirkan cahaya dan udara di setiap ruangan. Salah satunya untuk di ruangan ini juga. Nah, di ruangan tamu ini memang ee menjadi sebuah transisi ya. Jadi dia seperti voyer juga. Oke. Oke. Ini kita ee untuk Nah, nih aku ter apa namanya? Terdraksi dengan tampilan ini. Ini apa sih? Seperti hitam. Tapi ada request dari owner juga kah? Iya. Jadi ee ini adalah material yang menyerupai batu alam aslinya. Boleh engak? Boleh. Silakan. Jadi ini materialnya se ee dari bahan piu. Jadi dia sebenarnya looksnya seperti batu teksturnya. Tapi kalau diketok ya sebenarnya bukan material batu alam asli. Oke, memang sengaja dibikin tiruannya batu alam ya. Betul karena dari segi pemasangan lebih e sederhana e dari segi perawatan juga tidak perlu ada recating lagi dan segala macam. Oke, kita langsung masuk menuju ke mana nih sekarang kita nih ya. Ini seperti voer transisi di mana ada akses tangga utama naik ke atas, ada lift untuk connect langsung ke lantai 3. Nah, kalau dari sisi kanan sini ini ee akan connect ke area service quarter area di sana. Jadi dari garasi ke ruangan sepatu ini ketemu dengan area teras kord. Nah, sementara di sini memang adalah akses yang sebenarnya memang diperuntukkan karena sering terima tamu ya. Jadi kalau tamu datang dari ruang tamu, mereka akan langsung menerus sampai ke e gathering area atau ruangan bersama. Jadi kebetulan memang karena klien cukup aktif e berkomunitas sehingga banyak tempat-tempat yang memang dibutuhkan untuk ruangan bersama. Salah satunya ini dibiarkan untuk memang lebih plong saja. Tapi memang ini juga masa dari bangunan ini kita enggak tempel e habis sampai ke sisi sana terakhir supaya kita ingin ada jendela bisa dibuka ada ventilasi udara lebih enak ya. Dan ee juga di sisi lain karena sebagai ruang komunitas kita ingin ruangan ini tidak hanya mentok sampai spasialnya di sini, tapi kita berharap juga bisa ketika jendela ini dibuka dia punya ruangan untuk bisa overflow dalam arti bisa extend nih ketika kegiatannya ee ternyata membutuh orang lebih besar, mereka ada garden party atau ada aktivitas bersama gitu. Jadi ruangannya menjadi satu nih ya antara jadi menjadi satu antara luar dengan dalam bisa menjadi satu kesatuan yang lebih lebih besar gitu. Sesuai dengan request dari si owner sendiri juga ya karena memang ee suka ada acara-acara yang kumpul-kumpul seperti itu ya. Betul. Betul. Nah, mungkin bisa saya jelaskan sedikit juga di sini kan ee sebagai taman utama ya. Jadi memang ee center courtyard dari rumah ini ee sehingga bentuk masa bangunan kita secara garis besar memang adalah bentuknya U sehingga seperti tapal kuda ya. Jadi semuanya melihat kepada ke area ini. Dan di sini kita secara landscape pun kita konsepkan memang ada satu pohon besar di sini adalah pohon pul. Memang kita pilih pulung bisa lebih tinggi dan lebih lurus. Tingginya bisa mencapai e 6 7 m. Nah, kemudian juga di sisi lain ee selain pohon pulei di sini kita juga ada tanaman likuanu yang memang dibiarkan merambat dari posisi tinggi lantai du ya ke bawah dan ada tanaman kalatea dengan beberapa ee ornamen lain-lainnya gitu. Enggak terlalu merasa kota tadi ya. Betul. Betul sekali. Karena menurut saya tuh kemewahan ya Mbak Kim ya untuk kita tinggal di kota tapi bisa ee rasanya dekat dengan alam seperti di villa ya. Itu saya rasa tu kemewahan untuk kita kalau bisa punya lahan yang cukup besar bisa kita olah menghadirkan taman seperti ini. Itu adalah salah satu privilege saya bilang. Sudah enggak usah ke puncak gitu. Panasnya beda sih ini masih masih keringetan gitu. Iya benar juga sih. Nah ini kita langsung ke ee daerah sini nih. Ini daerah bisa dikatakan semacam ruangan apaagi nih? Ee ini semi outdoor space. Jadi memang sebagai sebuah teras di mana tetap bisa berkumpul, duduk bersama untuk menikmati ee taman yang ada di tengah ini, gitu. Nah, kalau dilihat memang ee material kita pakai cenderung lebih banyak material kayu. Untuk deckingnya kita menggunakan kayu ulin. E sementara yang di plafon ini adalah material yang tadi yang saya sebutkan. Jadi material yang sama yang dipakai di fasa itu RBera. Jadi memang kita pakai di plafon pelapis di dinding bagian sini juga gitu. Salah satunya highlight yang kadang kita pakai di area eh semi indoor seperti ini biasanya cenderung akan lebih longless lagi untuk dari segi maintenance dan karena tidak terpapar matahari dan hujan secara langsung dibandingkan dengan yang outdoor tentunya ya pasti ya. Iang banyak ruangan-uangan saya pertama tadi ruangan yang e ruang tamu terus bahasanya tadi ruangan semi outdoor teras semi outdoor terus ada lagi tadi ruangan gathering udah menemukan tiga teman-teman ni ada satu lagi satu lagi ada ruang tamu di situ di persis seberangnya jadi di mana memang ruang tamu ini tetap mereka bisa karena tamu adalah raja ya jadi mungkin supaya betah mereka bisa tetap bisa nikmatin rumah ini. Jadi tetap dari kamar tamu ini bisa langsung nikmatin taman tengahnya juga. Ini ruangan studio yang sempat saya ceritakan di mana pas proses ketika saat pembangunan memang dari klien ternyata ada kebutuhan baru nih untuk membuat sebuah studio untuk membuat konten. Jadi memang diminta diubah yang tadi garasi diubah menjadi ee sebuah studio untuk membuat konten. Ini kayaknya konsep dari studio ini industrial ya modelnya ya. Betul betul sekali. Jadi memang karena tadinya garasi ya. Jadi memang ketika diubah ingin menjadi sebuah konsep studio tentunya e inginnya lebih row, lebih sederhana aja. Jadi sebenarnya dari lantai pun dari lantai semen expos ee dengan menggunakan aksen bata tempel, dinding semen wash. Plafon pun ini sebenarnya diekpos cuma memang ditambah peredam suara sedikit supaya ee lebih kedap supaya waktu pas pengambilan suara dan lain-lain e akan lebih baik di sana. Iya memang secara konsep ruangannya memang beda sih ya. Lebih kayak dark gitu enggak sih? Kayak lebih remang gitu ya dibikinnya ya. Betul. Betul. Tapi ini juga tetap memang dengan opsi ya. Jadi memang bisa dinyalakan juga sebenarnya lampu ketika dia akan butuh lampu yang lebih putih seperti ini sesuai dengan konten dan mungkin lighting yang dibutuhkan. Di sisi di samping lain si mereka tetap ada tambahkan ee lighting tambahan sih. Oke, kita langsung ke ruangan lain yuk. Boleh ya. Ini ee ruangan transisi ya. Jadi di mana di belakangnya adalah area garasi. Ketika ee penghuni datang pulang ke rumah, ketika dari garasi dia akan masuk ke area ruangan sepatu. Dari ruangan sepatu dia akan masuki koridor yang menuju ke arah lift atau ke arah tangga utama. tadi ya. Tetapi memang ya dia akan selalu melewati ee ketika dia pulang dia akan selalu melewati taman tengahnya yang kot yang ada di tengah rumah ini gitu. Nah, kalau lihat dari sini dekat dengan ruangan sepatu di sini kita ada e kamar tamu. Nah, ini adalah kamar tamu di mana sebenarnya dibuat cukup sederhana tetapi memang dengan harapan ya tetap bisa menikmati yang view-nya menurut saya yang cukup menarik salah satu yang ee baguslah dari rumah ini di mana dia bisa menikmati taman, menikmati dari bentukan bangunan ini secara fasad yang ada di kod taman tengahnya gitu. Dan bahkan bisa dibuka loh ya udaranya. Kan kita pasti butuh udara yang udara luar tuh enggak cuman OC ya kan. Nah, nah ini adalah kamar mandi tamu di mana yang kita memang ingin menghadapkan ee suasana yang berbeda. Jadi kamar mandi tamu ini didesain seliknya seperti lagi sedang ada di villa ya. Jadi memang dia memiliki transisi antara e ruangan dalam dengan luar langsung. Jadi memang ini adalah space semi outdoor dengan ada taman kering dengan beberapa port tanaman dan di sini kita ada mendesain sebuah ee ini beli jadi anyway beli jadi ostaffel memang dia yang kesannya standing alone charminnya kita gantung dari atas supaya ee tidak perlu terlalu solid atau masif karena kita ingin belakangnya tetap masih ada spasial ee ruangan untuk bisa taruh pot-pot tanaman gitu. Iya. Ini sebagai seorang tamu saya merasa ini kamar mandi yang cukup mewah. Beneran ini kayak kamar mandi di Vila mana gitu. Ada pohon-pohon. Ini kita langsung lanjut ke mana? Ayo kita mau langsung ee mungkin ke atas ya, ke lantai du. Oh, ke atas. Betul. Kita sampai di lantai dua nih. Iya. Ini di lantai du kita ada ruangan apa aja? Jadi kalau ke kiri sini kita ada ruangan gym. Jadi memang dipakai untuk beraktivitas gym, yoga, dan lain-lainnya. Ini tangga untuk langsung lanjut ke lantai 3 dan lift. Dan kalau lihat di sisi sini ada yang nungguin tuh ada anjingnya. Jadi ini ada sebenarnya ada taman di lantai du memang dipakai untuk ada sebuah ruangan kecil dok menjadi doc room untuk ee aktivitas dari si anjingnya bisa beraktivitas di sana. Nah, kemudian kalau kita ke sini ya kita ke living room. Oke, boleh langsung ke living room. Ini langsung terasa megah, luas karena posisinya jendelanya pada tinggi-tinggi semua ya. Iya, betul. Jadi memang ee konsep utamanya adalah ketika di lantai du ini adalah memang ruangan utama dari rumah ini. Jadi kita konsepnya open plan sebisa mungkin living room, dining sampai ke dapur bersih menjadi satu ruangan besar yang menyatu. Nah, kita juga pas pengolahan dena kita mengharapkan sekali eh adanya terjadi cross ventilasi ya. Jadi di mana eh living room ini memiliki akses jendela langsung berseberangan di di dua sisi. Satu yang dari fasa depan, satu lagi adalah menghadap ke kotyat Taman Tengah. Ini yang fas depan ya tadi ya. Nah, Mas Pian ini sebelum kita langsung lanjut ke tadi bagian sirkulasi udara ee aku mau nanya nih kenapa warnanya kok terlihatnya beda nih dari hitam terus tiba-tiba ada putih gitu. Iya, betul. Jadi terkadang kita ketika dalam proses ee dialog ya berbicara dengan klien kita selalu bertanya apa yang menjadi kesukaan, preferensi dan ternyata suami istri itu ya seringkiali enggak selalu sama. Betul. Kebetulan di proek rumah ini suami lebih suka warna-warna yang lebih maskulin, warna lebih gelap. Ee sementara istri lebih suka warna-warna putih, lebih cerah gitu. Nah, tantangannya waktu pas ditanya saya bilang, "Ya, kita pilih yang mana nih?" gitu. Tapi jawabannya adalah bisa enggak digabung? Jadi, ya kita mencoba memikirkan bagaimana meskipun jadi satu open plan besar, tapi kita ingin meng-highlight eh spasial-spasial tertentu dengan perbedaan warna. Contohnya seperti misalkan living room ini. Living room ini kita memang menggunakan material marmer dengan aksen warna hitam sampai ke backdrop TV-nya juga sama. Oh iya betul. Hitam. Tetapi ketika kita udah masuk ke area dapur dan ruang makan istilahnya adalah zona istri nih gitu. Jadi istri kan maunya memang warna cerah. Jadi kita ya biar adil lah ya kita sebagai arsitek juga mencoba mengakomodir. Betul. Terus ini konsep ruangnya selain ee dua ruangan ini yang living room sama ee kitchen ini apa nih? Ada teras terus ada situ ada dua teras di ya. E gimana? Betul. Jadi kita ingin menghadirkan ee beberapa ruangan menjadi transisi ya. Ketika kita dari dalam indoor sebelum kita keluar pasti kita butuhnya teras untuk menikmati ruang luar. Salah satunya yang paling hadir paling dekat adalah ee teras di samping living room ini yang menghadap ke arah kotyat dalam. Jadi makanya di situ disediakan ada bangku santai untuk duduk. Mereka bisa nikmatin taman. Nah, tapi kalau di sisi yang sebelah sini kalau diperhatikan memang kita ada membuat sebuah eh feature wall. Jadi dinding yang memang sengaja ee dibangun untuk memberikan privasi tambahan ke area duduk atau area living room yang ada di sini. Nah, dinding yang kita pakai di sini adalah ee kita menggunakan material batu alam, batu curi. Nah, batu curi seperti tadi saya sempat jelaskan di fasad ini ee lanjut dari yang bidang fasad sampai ke dinding belakang. Jadi materialnya bisa kita tetap bisa nikmatin dari lantai du kelihatan natural batu alamnya dan sebenarnya di atasnya juga ada sebagai planter box untuk tanaman di kananu yang merambat ke arah bawah ya. Dan di sini selain teras sebagai teras di sini juga kalau kita lurus jalan ke sana kita ada sebuah taman di mana tempat untuk bermain anjingnya. Oh yang tadi ada. Jadi kita mencoba menghadirkan ada taman di lantai du dengan memang ada media tanam rumput dan di sini kita ada tanam e sebuah pohon namanya pohon yang liu. Jadi pohon yang li ini juga memberikan kesan lebih teduh buat e untuk area di lantai duanya. Saya lihat ya. Boleh, silakan. Jadi nanti maaf nih anjingnya bisa ke sini dong. Bisa dia jadi bisa beraktivitas dari sini. Jadi dia punya ruang gerak yang cukup besar. Jadi enggak hanya di satu kandang gitu, tapi berharap dia bisa cukup bebas untuk dia beraktivitas. Soalnya tadi dari luar sana kelihatannya itu dia sekatnya cuman sekotak ini. Jadi enggak ada sampai area bermainnya sebelah sini sih. Betul. Betul. Dia tetap bisa aktivitas sampai ke arah sini sih. Oke. Oke. Dan ini tadi yang ee dari luar ya yang itu ya. Iya. Di sini ada second skin. Memang belakangnya itu adalah master bathroom. Jadi tujuannya adalah untuk memberikan privacy lebih. Tapi memang tetap ketika dia bisa dibuka second skin-nya untuk menghadap ke arah taman tengah ini. Sori taman di area depan. Oke kita langsung lanjut ke teras yang satu lagi kali ya. Baik. Oke, ini adalah e teras yang satu lagi dari arah living room yang menghadap ke arah courtyak. Nyaman ya kalau kita hitungannya butuh dapat ide nih, mencari ide gitu kan. Ini ruangan yang tadi kita bahas di bawah ya. Betul, betul sekali. Jadi ini juga salah satu memang spot di mana duduk-duduk atau ngobrol itu enggak harus selalu ya di ruangan berac atau di dalam. Saat malam hari pun mungkin bisa ngobrol di sini karena di atasnya nih tetap kita bikin double high ceiling tapi memang tetap ternaungi gitu. Dan di sini eh kalau diperhatikan sebenarnya di sini kita ada selain cord yard yang utama eh seperti tadi saya sempat sampaikan, kita mencoba menghadirkan multiple cord yard cord maupun sebesar e my sebesar ini ataupun yang lebih kecil itu menurut saya akan memberikan ee signifikansi dalam kualitas dari rumahnya. Salah satunya adalah kita bisa lihat ada kotil area sininya. Oh iya, ini ada memang tampilannya mau dicampur dengan tadi yang tropical tadi ya, disisipkan-sisipkan yang hijau-hijau, bebatuan gitu kan. Di bawah juga tadi banyak pakai menggunakan jendela yang tinggi dan ee kotaknya tuh warna hitam. Nah, ini bahannya apa nih, Mas Vi? Nih, betul. Di rumah ini kita memakai material aluminium sebagai pilihan untuk ee penutup jendela ya. Jadi, maupun baik itu secara pintu sliding maupun jendela. Nah, kita pilih aluminium karena salah satu material yang e cukup reliable, awet yang pastinya, dan tahan cuaca dan harusnya tidak ada muai susut dalam arti kalau kita memakai kusen jendela dengan material kayu atau solid, nah itu kan akan menjadi lebih isu. Tapi kalau menggunakan aluminium cenderung akan lebih less maintenance. E ini kita pakai brand namanya Maxilum. Oh, pakai Maxilum. Betul. dari brand untuk maxilum aluminium yang memang mereka bisa provide ee beberapa motif ya, baik itu lebih looks yang minimalis maupun yang klasik juga mereka bisa provide. Cuma memang dipilihnya memang warna yang dark yang hitam. Iya. Karena kita memang ton warnanya kan memang lebih kayu warna gelap, warna hitam, ada aksen besi sehingga memang ee warna aluminium pun kita mencoba mensandingkan dengan warna besi yang warna hitam. Oke, gitu. Kita langsung lanjut ke ruangan putih sebelah sana ruangan ee untuk istrinya. Jadi bisa dilihat memang ini area ee utama dari keluarga salah satunya untuk tempat makan utama. Jadi bisa mengakomodir sampai 10 orang. Jadi bisa kira-kira 10 orang yang bisa makan di area dan utama ini. Dan kalau dilihat memang di sini kita buat lebih kayak dropiling ya. Jadi plafonnya ini kita menggunakan ee vinir white oak memang dicat warnanya menyerupai ee warna-warna jati. Nah, kita juga ee masuk ke area dari dining eh tentunya berdampingan langsung ya pasti kebutuhannya dengan e dapur bersih. Nah, dapur bersih ini memang ee menjadi salah satu area untuk beraktivitas atau menyiapkan makanan untuk menjadi ee pendamping ya dari kebutuhan untuk ee yang ada di meja makan. Nah, kalau bisa lihat materialnya cukup menarik. Lantai ini kita menggunakan marmer di area yang putih ini. Tetapi memang eh di area island-nya ini kita memang ngerasa butuh aksen. Jadi kita ngerasa terlalu polos ee ketika memakai aksen putih lagi kita coba diskusi ngobrol dengan klien dan ee pas kita coba diskusi, ternyata klien juga setuju untuk menghadirkan warna yang lebih kontras ini nih. Iya. Jadi kalau lihat ini warna black and white seperti panda gitu. Iya. Tapi memang ee cukup kita ngerasa tadinya pikir mau lebih simpel aja, lebih minimalis, lebih sederhana, tapi ee dengan keadaan yang ada kita ngelihat kalau ini diberanikan untuk pilih satu marmer yang lebih punya karakter yang strong ya itu akan menjadi fish yang oke juga untuk sebagai ee di dalam ee area dapur bersih ini gitu. Mungkin saya juga jelaskan dikit ada dapur kotor. Jadi memang ee kalau kita lihat bangunan ini sebenarnya secara dena ee bentuknya U. Jadi L yang ada di wing kiri itu adalah lebih banyak untuk fungsi klien atau penghuni pemilik rumah yang di kanan ini yang di sayap kanan lebih sebel untuk area servis. Nah, salah satunya di sayap kanan ini adalah memang yang langsung berdampingan dapur bersih dengan dapur kotor langsung yang ada di sebelahnya gitu. Oke, kita sebelum kena naik lantai 3 ini juga mungkin salah satu yang kita featuring adalah eh eh kayu solid yang kita pakai untuk di area tangga. Nah, kita menggunakan eh kayu solid white oak tapi dengan konsepnya adalah FJL. FJL itu adalah fixed join length. Itu dia sebenarnya adalah potongan kayu-kayu sisa yang lebih kecil yang memang kemudian disatukan kembali supaya bisa dipakai kembali. Nah, ini kita menggunakan white oak tetapi memang kita warnain seperti ee ke arah warna jati. Nah, kalau dilihat juga sebenarnya kita coba develop detailnya ee di mana reling kacanya ini sebenarnya diusahakan lebih frameless. Jadi, di mana dia sebenarnya seperti seset masuk ke dalam ee beton tangganya gitu. Jadi, kalau dilihat ini kaca tempernya memang dia akan tembus sampai ke area betonnya. Dan kita kalau secara detailnya sih kemarin kita memang menevelop ada housing-nya, ada rumahnya dari besi sebagai dudukan untuk ee dari si kaca relingnya sendiri. Hm. Oke, kita langsung ke atas. Kita ke atas. Lantai tig ya. Kita sampai di lantai 3, Mbak Kim. Sudah dijelaskan mungkin di ruangannya apa aja? Di sebelah kiri saya ini ada ruangan kerja. Jadi, di mana ee yang punya rumah suaminya dia bisa jadi working space-nya dia. Anak-anak juga sama. Anak-anak kan ada empat ya. Jadi mainkan ruang punya ruang belajar bisa untuk les juga posisinya ada di sini gitu. Oke. Terus nah kalau ini adalah koridor space untuk sudah mulai ke arah kamar kamar yang lebih privat. Sambil jalan kita sudah merasakan di apa namanya? Disambut oleh pemandangan di bawah ya. Iya. Nah, ini jendelnya juga sama sebenarnya. Jadi kita mengharapkan sehari-hari seperti saat keadaan seperti ini ya memang dia bisa dibuka. Jadi memang bukan space yang memang tertutup. Jadi seperti teras semi outdoor. Tapi ketika ditutup ya memang dia akan menjadi indoor. Iya. Ini terasa kayak teras beneran ee bukan seperti jendela besar loh, kayak teras beneran. Terus kita langsung lanjut ke kamar. Iya. Di sini adalah kamar master ya. Jadi kita mungkin lihat dari kamar master dulu boleh. Wow. Luasnya berapa ini kamar masternya? Luasannya mungkin sekitar 4* 6 ya kira-kira lebih kurang kalau di area kamar tidurnya. Tapi ini sebenarnya lebih besar lagi karena belakangnya ada walk-in closet, ada master bathroom-nya dan mungkin di sini mungkin saya highlight dulu di sini ada sedikit eh working space atau ya karena dari pemilik rumah dia juga suka baca. Jadi ada sebuah corner di mana dia bisa beraktivitas, dia bisa bekerja, dia bisa punya view sendiri, punya taman ee kecil tambahan. Karena menurut kita taman sekecil apapun atau teras sekecil apapun bukan itu akan sangat berarti supaya ee meningkatkan kualitas dari penghuninya sendiri gitu. Nah, di sini juga kalau kita lihat ada sofa dan kemudian area-area tempat tidur di mana nih sebenarnya harusnya tempat untuk ada TV cuma memang ee belum diadakan mungkin karena mungkin dari pemilik rumah lebih terbiasa ya mungkin ee tidur tanpa melihat TV. penggunaan warna biru kayaknya ada ada yang muncul di sini dibanding di luar kan biasanya dominannya hitam coklat nanti ada warna biru nih kenapa nih biru ini nah biru ini juga sebenarnya salah satu warna yang kita hadirkan jadi kalau perhatikan di living room di sof sofanya juga menggunakan warna biru navy yang sama jadi memang kita mencoba ingin menghadirkan warna lain nih yang memang bisa ee memberikan rasa feel ee mewahnya dengan cara yang berbeda gitu. Jadi salah satunya menurut kita warna yang cocok yang bisa dipaduadankan dengan ee warna-warna kayu, warna-warna hitam. Salah satunya adalah navy blue. Kenapa navy blue? Karena navy blue ini karakternya kan warnanya lebih gelap ya jadi dan lebih maskulin gitu sehingga rasanya juga sedikit lebih ee mewah gitu rasanya. Kita seringki kalau mungkin lihat berapa project kita di backdrop dari TV area seringki kita bukan membuat sebuah bidang yang solid tetapi justru kita memberikan bukaan jendela dengan ada hadirnya tanaman itu akan justru memberikan eh mood boosting ya. Jadi kalau pagi-pagi hari buka jendela ada hijau-hijau menurut saya ya basic nature dari kita ya as a human eh close to the nature gitu pasti akan feelnya akan lebih e lebih fresh, lebih segar juga gitu. I. Nah, itu yang salah satu yang kita coba e tawarkan dan hadirkan di area ini. Nah, teras ini juga sebenarnya salah satu yang menjadi transisi ya. Jadi, dia menjadi pembagi antara masa bangunan bok yang tadi kalau di fasad ee dari master bedroom dengan ee sebelah kanannya yaitu adalah ee kamar anak-anak laki-lakinya nih yang di seberang. Jadi, ini kalau lucu kita dulu pas diskusi ya, anak-anak kalau lagi apa tuh dari sini kelihatan nih dari orang tuanya nih. Jadi bisa negor juga, panggil gitu. Lucu juga ya. Saling say hello gitu. Misal saling mantau juga mungkin ya kalau makan-makan masih itu ya. Oke. Oke. Kita langsung lanjut ke air raya apa ini? Adalah walin closet. Bisa diceritain enggak mungkin konsepnya? Terus ee pemilihan warna juga sih ini warna apa ya? Bukan putih ya? Bukan. Jadi ya ini di walking closet Master ini memang ee cukup banyak ya kebutuhannya. dari jumlah pintu lemarnya pun kalau enggak salah sekitar 16 dan bahannya pun ini kita memang menggunakan ee laminit ya. Jadi memang seperti tekstur fabrik tetapi memang ee bukan fabrik asli. Nah, ini memang kita pakai untuk di e area walking closet dan penginnan memang luarnya lebih cerah karena ini pasti lebih dominan sih pasti area ibu ya. Jadi dari istri jadi warna-warnanya tetap pasti pemilihannya lebih cerah ee kemudian ee lebih ee leluasa untuk bisa memilih pakaian dan lain ya. Ini memang ruangannya khusus buat si ibu tercinta ya. Jadi kalauya udah nyampai sini tuh pasti kayaknya bawanya happy. Semua barang-barangnya di sini, semua perlengkapannya di sini gitu. Karena kunci dari keluarga bahagia, istri bahagia. Ya, benar banget. Ini kita langsung melihat wah ada betap. Udah dah jadi deh kalau gitu deh. Happy deh kalau gitu ya. Ini benar-benar serasa ruangan yang apa ya? Ee kayak udah enggak usah pergi ke villa, enggak usah pergi ke hotel. Enggak sih sudah terpenuhi di sini. Konsepnya apa nih? Mungkin owner sendiri menceritakan ee keinginan atau hal-hal yang pernah dia harapkan? Emm tentunya kita ingin dari kebutuhan ya dari kebutuhan dulu pasti ada shower ee dengan batap dan kemudian closet. Hostaffel juga memang direquest memang ada dua supaya enggak perlu rebutan atau nunggu siapa yang gosok gigi duluan gitu. Jadi memang ee kita coba hadirkan itu di dalam spasial ee ruang ini yang menurut kita memang cukup. Kemudian memang di sini provide dengan jendela yang besar. Tapi memang di sini kita ada bikin second skin yang memang bisa dibuka untuk memang kalau memang pengin ada ekstra ventilasi ya mungkin lagi saat tidak dipakai gitu ya itu bisa lebih dibuka supaya ada penghawaan atau udara yang lebih untuk di area toiletnya. Mungkin kita coba buka aja ya biar ini seru juga nih untuk tahu kebayangan bayangan di situasinya. Jadi seperti kelihatan situasi di luar gitu ya. Betul sekali. Jadi ini memang kalau kita buka gitu ya memang kelihatan ke arah ee luarnya gitu. Udara dari luar masuk terus ee kita udah enggak usah memikirkan maksudnya mengenai udara-udara yang di dalam gitu Matahari juga masuk ya. Ini ada satu ruangan yang belum kita buka nih. Namanya apa ini? Iya. Ini sebenarnya ada ekstra toilet ya. Jadi jadi toilet tambahan. Jadi oh iya. E prinsipnya tidak perlu berebutan kalau ada yang lagi kebelet ada dua, kosnya juga ada dua gitu. Iya. Ini ada satu lagi satu lagi di dalam ya. Oke kalau gitu kita langsung lanjut ke kamar selanjutnya ya. Boleh kita kamar anak kita lihat ya. Ini adalah kamar anak yang lain. Jadi ini anak cewek jadi satu-satunya anak cewek di rumah ini. Sebelum kita ke kamar anaknya cowok kita coba masuk ke dalam. Oke. Siap. Oke. Wow. pernak-pernik kamar anak ceweknya terasa sekali ini ungu. Jadi memang warna yang disuka ya ada warna ungu, ada warna pink ya tentunya kita paduin dengan warna terang dan aksen e warna kayu juga gitu. Dan di sini tentunya dia juga ada dapat teras memang untuk bisa tetap view arah ke arah taman ee taman tengah ya. Taman tengah yang ada di dalam rumahnya. Ah, panas nih. Udah nih. Oh, iya. Yang tadi nih tampilan memang hijau-hijau itu di bawah ya. Betul, betul sekali. Kalau ke sana artinya ke arah ee di belakang ini ada gap sedikit jarak untuk ke bangunan belakang. Jadi kita enggak tempel habis. Jadi sebennya tetap ada jendela ini ada gorden tambahan. Ee tapi tujuannya memang kita pengin kalau memang bisa memungkinkan dapat dua bukaan jendela untuk crossing lebih baik. Itu sih harapannya sih. Nah, sekarang kita akan masuk ke area kamar anak cowok. Jadi memang ini seperti sebuah apartemen yang tadi sempat saya bilang. Jadi ketika kita masuk dalamnya ada three bedroom dan ada living room bersama. Mari kita lihat. Jadi ini langsung ada tiga bedroom ya. Ya, terasa bedanya loh ini kayak tingginya tuh kayak ee lebih pendek dan kita merasa kayak lebih kecil gitu. Iya, enggak sih? Betul sekali. Jadi memang ee kita desain area ini sebagai salah satu siasat juga kita meng ee merespon ya terhadap aturan dari bangunan di mana memang ketinggian maksimal di 12 m. Tapi yang saya sampaikan memang kebutuhan kamarnya masih ada butuh tiga kamar anak cowok nih. Nah, makanya kita coba hadirkan ee satu kamar di area lantai ini dan dua kamar anak cowok lagi adalah di mezaninnya ini. Nah, tetapi memang ee kita berkompromi dengan ee tinggi dari plafonnya kira-kira di 2,1 ee plafonnya sehingga ee di area ini memang terasa dia lebih rendah. Ini kan udah diceritain tuh mengenai kalau dibelah dua ya, terus konstruksinya dari ee semi love ini nih ini gimana sih? Ee mungkin bisa ceritain sedikit sebenarnya dari segi konstruksi tetap kita menggunakan beton. Jadi memang dari lantai kita tetap cor beton tapi memang mengakali ya dengan beberapa balok dan kita e coba konsultasikan dan konsultan struktur supaya bisa dapat ee slap yang lebih flat ee supaya baloknya tidak nongol terlalu banyak. Nah, itu kita coba hadirkan eh di mezanin ini. Makanya kalau bisa kita lihat rasanya seperti ketika kita men-develop idea ini, kita melihat ini seperti sebuah apartemen dengan konsep love kalau memang kita pernah lihat ya. Jadi memang dari pintu masuk masuk ada area ruangan bermain mereka bersama di situ yang mungkin area buku-buku dan di area tengah ini dengan double high ceiling dengan void-nya mungkin hampir sekitar sekitar 4,5 m. Nah, ini yang ee kita coba hadirkan menjadi sebuah ruangan bersama. Jadi kalau di bayangan saya ya, tiga anak cowok itu akan sangat luar biasa rusuhnya ya. Wah, pasti seru. Pasti seru ya kan. Jadi ee dan kita berharap ya dengan ada space atau ruangan bersama yang dialokasikan, didedikkan untuk mereka menjadi sebuah tempat untuk mereka bisa justru bangun hubungan lebih baik gitu. Nah, ini salah satunya ya tempat area bermain ee di mana ada TV, ada seperti living room lah, selayaknya living room. Dan di sini kalau kita lihat ada tangga dengan besi, tangga putar ke atas untuk ke koridor di mezanin. Nah, kalau diperhatikan di sini ada kita ada satu kamar tidur. Jadi satu kamar tidur dan di atas ada dua kamar tidur beserta satu toilet. Oke, mungkin saya ajak naik ke atas ke meja atau kita lihat dua kamar yang ada di atas. Oke, kita lihat. Nah, ini juga. Oh, sori. Mungkin sebelum kita naik ke atas ini juga salah satu teras ya. Mungkin ada teras untuk taman kering di mana dia menjadi transisi nih antara yang tadi kamar master sampai ke arah zoning kamar anak cowok laki-laki. Karena kita tetap berupaya inginnya meskipun ah di lantai 3 udah di posisi atas tapi tetap ada kita bisa taruh ada planter, ada area tanaman-tanaman yang bisa dihadirkan di situ sih. Iya. Oke. Oke. Akhirnya kita sampai juga di lantai mezanin yang isinya dua kamar anak laki-laki. Ini di depan sini saya melihat ada void yang besar. Terus, nah ini sebenarnya tadi saya mau nanya itu di area yang di belakang TV itu tuh gimana sih ee proses untuk pembuatannya sama finishingnya? I jadi ini sebenarnya dinding plaster aci cuma memang dicat tekstur ya dengan sistem pengecatan dengan kompresor supaya mendapatkan ee tekstur. Jadi memang kita ingin mengharapkan di belakang TV ini ada sebuah tekstur yang memang kita aplikasikan. Jadi enggak mau hanya dinding polos aja sih. Lebih kurang menjadi sebuah backdrop e dari area TV. Kita langsung masuk ke ya. Ini salah satu kamarnya. Mungkin saya ajak lihat ke dalam. Boleh. Wow. Jadi seperti tadi ya, plafonnya memang tidak terlalu tinggi ya, 2,1. Tapi memang sebaiknya secara kebutuhan ee spasial dan ee aktivitasnya semua terpenuhi. Jadi ada kasurnya, area tempat e nakas untuk taruh barang-barang laci, area tempat belajar dan bahkan mungkin waktu saat mereka masih kecil memang butuh connecting door. Jadi ada sebenarnya ee dua kakak adik ini mereka bisa saling e connect untuk satu sama lain di antar kamar mereka. Cuma biasanya connecting door ya kalau anak udah lebih besar butuh privasiy lebih biasanya sih. Tahu enggak sih bocoran maksudnya anaknya pada saat ownernya cerita umurnya? Jadi kita juga kebayak sebenarnya ini umur untuk yang didesain untuk umur berapa sih kemarin dibocorin gitu umur ee sekitar saya agak lupa. E tapi seingat saya waktu itu memang karena ada tiga ya jadi ada yang masih SD, ada yang sudah SMP jadi memang variatif tapi sampai proses sekarang setahu saya sudah SMA anaknya yang paling besar. Yang paling besar sudah SMA ya. Oke, oke, oke. Jadi untuk desainnya sendiri ini saya lihat ee mirip nih dengan yang tadi untuk yang cewek ya. Kalau ee tempat tidurnya ditaruh diak pojok terus ada semacam tempat entah penyimpanan, entah buat duduk atau apa nih bisa diceritain enggak e Mas? Iya, ini sebenarnya nakas cuma memang bisa dipakai juga untuk area sebagai duduk. Makanya kita buat levelnya lebih rendah e tetapi bisa menjadi space untuk tambahan karena kan kadang-kadang minggle ya antar saudara karena saudaranya cukup banyak bisa saling mampir satu sama lain ke antar kamar. Saya kira seperti itu. Oke. Oke, Mas Vian. Kalau gitu kita langsung lanjut-lanjut ngobrol. Ada beberapa pertanyaan teknis yang mau tanyain. I boleh kita sambil jalan. Oke. Nah, untuk ee durasi desain sama untuk konstruksinya nih, Mas, bisa di-share enggak ke teman-teman itu berapa lama sih, Mas? Ya, kita mendesain tuh di tahun 2019 lebih kurang ada hampir setahun ya proses eh pengerjaan dan untuk kita diskusi sampai cari kontraktor dan lain-lain. Bangunnya tuh di tahun 2020 dan kebetulan ee di saat itu adalah memang masa-masa awal pandemi ya. Jadi memang kita terdampak juga proses konstruksi itu dari tahun 2020 sampai 2024. Selain situasi pandemi ee mungkin pada saat Mas Vian mendesain itu tantangannya apa lagi ya Mas ya? tentunya ukuran project ya. Jadi salah satu yang cukup besar di kala itu di mana kita belum pernah nanganin proyek rumah 1000 m. Eh jadi dengan kebutuhan ee yang cukup besar, penghuni yang cukup banyak ee bagaimana mengatur tata kelola tanah 24* 25 ini supaya tetap bisa optimal. itu jadi salah satu tantangan tapi yang menarik tentunya tantangannya karena kita exciting dengan karena rata-rata gini di setiap projek-projek yang kita alamin ketika tantangannya berupa permintaan kliennya banyak dan lain-lain, kita selalu biasa saranin ke klien nih e tolong sampaikan want and needs-nya. Jadi kalau wants-nya itu pasti sesuatu yang mungkin eh tambahan ya sifatnya jadi yang memang ee opsional gitu. Tapi kalau NS itu sendiri eh kan pasti kebutuhan pokok atau dasar yang memang harus mereka penuhi nih di dalam rumah. Nah, tapi seringkiali ya ketika disampaikan nih ws-nya keinginannya apa, saya bilang jangan ragu-ragu disampaikan. Nanti biar kita yang pusing untuk pikirkan solusinya apa gitu. Oke. Dari tantangan itulah muncul ee tipologi, pemikiran, ide kreatif yangul kita bisa usulkan sebenarnya di situ. Jadi, makanya kita rasa tantangannya ee harusnya menarik karena kalau kita responi dengan baik akan hasilnya menarik sih. Nah, ini bagian yang palingunggu, ditunggu-tunggu nih sama teman-teman di rumah nih tentang budget, Mas. Ini kanya sudah kita lihat ya dari P1 sampai P3 gitu. Itu budgetnya boleh di-share enggak sih, Mas? eh budget estimasi kasaran ya kalau dari bangunan hitam sampai finishing menurut saya tuh kira-kira di kisaran 10 sampai 12 juta per meter. Karena memang dibilang tergolong rumah yang cukup mewah dengan material ee spek yang dipakai kan lantai-lantai hampir semuanya menggunakan area ee eh sori menggunakan marmer kecuali area-area area service. Terus kemudian ada beberapa aplikasi material-material kayu solid pada tangga, pada plafon dan lain-lain menggunakan vinir. Nah, sehingga memang menurut kita di kisaran 10 sampai 12 juta itu adalah memang angka yang eh cukup ideal sebenarnya jika ingin mengharapkan finishing dengan keadaan rumah di FD House seperti ini. Eh, tentunya bisa melihat projek-projject kita. Recent projectnya ada di Instagram namanya CEO Associates. Eh, bisa cari CEO_Associates ataupun bisa cek juga di website kita eh diassociates.com. Pasti teman-teman penasaran melihat beberapa jenis desain e dari Mas Vian yang lain ya. Jadi jangan khawatir untuk tadi yang disebutkan sama Mas Viar kita pasti taruh di link bawah deskripsi di bawah ini. Sekian dari host kita kali ini. Terima kasih banyak ya, Mas Vian ya. Jangan lupa untuk di-share, like, dan subscribe. Dan jangan lupa untuk teman-teman yang punya pertanyaan tolong dirop di pertanyaan di bawah ini. Dan kita pasti akan menampilkan video-video yang keren berikutnya di Behind the Bricks Arsit. Setuju? Setuju. Setuju banget. Oke, terima kasih. Kasih banyak. Okay.
