Rumah Tropis yg Cantik Luar Dalam! InspiArsi: Wiyoga Nurdiansyah (YouTube Video)
Selamat datang kembali di channel Wicak Mifta. Hari ini kita akan main ke rumah yang desain dan konsepnya itu unik. Terus dari luarnya terlihat serbaan finish yang memang sengaja diekspos kecantikannya. Dan kita akan ngobrol langsung sama arsiteknya Mas Wioga. Let's go. [Musik] Halo, gimana kabarnya? Alhamdulillah baik. Alhamdulillah akhirnya kita jadi kolaborasi juga nih, Mas. Iya, akhirnya ketemu juga ya. Akhirnya ketemu juga. Udah dari lama ya sempat tektokan juga ya. Iya. Kita sempat janjian berapa kali tuh? Heeh. Oke. Dan akhirnya kita berada di projnya, salah satu proeknya Mas Wioga nih ya. He. Dinamakan apa tuh, Mas? Ini sebenarnya namanya ATH House. Jadi sebuah rumah paviliun yang merupakan ee rumah tambahan. Fungsinya sebagai ee rumah pelengkap dari rumah utama yang memang jaraknya ya bersebelahan gitu ya. Oke. Nah, tuh di situ tuh teman-teman rumah utamanya dari ownernya. Boleh kita agak maju ke sini nih, Mas. Tinggal jalan kaki kita langsung sini gitu. Oke. Dan ini ee yang paling pertama mencuri perhatian kan dia letaknya di pojok nih ya, Mas ya. Terus desainnya juga menarik sekali nih, Mas. Gimana konsepnya nih, Mas? Jadi ee karena ini kayak sebenarnya kayak sisa cavling dari sebuah kompleks gitu ya, dari sebuah kluster. Nah, kita ingin bagaimana walaupun dia disisa lahan tetap ee fasadnya kelihatan sehingga fasad utamanya tuh kayak kita putar sedikit kalau kita lihat ada miring gitu ya. He. Jadi kalau orang datang dari arah depan tuh langsung lihat ee si paset roster ini. Oke. Iya. Jadi sebenarnya apa namanya? Fungsinya di belakang itu adalah area. Oh ini malah di area servis ya di sini ya langsung paling depannya ya. Tapi kan karena dia dirosterin gitu tertutup ya Mas ya tertutup. Jadi tetap ada privasi lah. Kbak belakang situ pasti laundry kayaknya. Benar ya. Karena udah muter duluan udah tunjukin sama Mas Yoga. Oke. Terus kalau k lihat dari bawahnya sini juga, Mas. Ini kan dinding atas pakai roster. Yang bawah ini coran ya, Mas ya? Iya. Iya. Jadi kita beton kita casting cetakannya itu pakai kayu. Kayu yang kita expos gitu ya, kita sikat sebenarnya biar teksturnya keluar rasa kalau kita pegang gitu. Nah, itu juga jadi satu kesatuan konsep sih antara ee roster ee beton dan mungkin yang memberi kesan hangatnya kayu gitu. Jadi nanti di dalam kita bakal lihat banyak kayu. Kayu dan banyak vegetasinya juga ya, Mas ya. Hijau-hijau ini di depan pun udah ada pohon apa nih, Mas? Walisongo ya? Walisongo. Iya. Ini existing sih pohon pohon yang memang aslinya di sini enggak kita tebang dua-duanya sama ketapang biola ya. Kita cukup senang kayak udah teduh sih udah enak ya. Iya udah teduh banget ini. Jadi memperkuat kesan naturalnya ya Mas ya. Ya kayak tropisnya dapatlah gitu. Kita ingin walaupun mungkin secara arsitektur kayak apa kita bilangnya maskulin gitu kayak row tapi tetap ada unsur kayu dan tanaman itu jadi ngasih kesan warm hangat ke rumahnya gitu. Wis keren keren keren dan ini adalah area carport-nya. Aku ternyata dibikin miring begini ya Mas ya. Sebenarnya kita ingin walaupun carport gitu ya, tetap balance gitu seimbang antara yang kita jadikan perkerasan sebagai carport kita cor sama area hijau gitu. Makanya kita miringin jadi seolah-olah 60 40%-nya lah gitu. 60-nya sebagai carport, 40%-nya area hijau. Jadi kayak ini kayak garis tengahnya gitu. Jadi lebih ke arah situ sih. Kita lebih senang garis-garis yang dinamis gitu. Enggak cuman lurus gitu. Enggak cuma lurus kotak gitu enggak ya? Iya. Iya. Makanya juga ininya atasnya juga ikutin gitu. Oh. Dan ini juga atasnya pakai ini ya, Mas Kanopinya. Temper ya. Iya, kaca temper terus ee kasih kita double kayu biar enggak terlalu panas juga. Benar-benar pas kita berada di dalam sini udah langsung kesan hangatnya sih nyampe sih Mas kalau diupus pengalaman ruangnya ini wah asik. Oke. Terus ini kuliat juga ada disiapin untuk ini ya, Mas. Mobil listrik. Heeh. Iya. Sama ini ada artwork-nya, ada aksen e ya owner dari rumah ini senang etnik. Dalam nanti kita bisa lihat sih saling melengkapi arsitektur dan art. Oke. Nah, berarti kalau kuliah juga ada dua akses masuk ya, Mas ya, ke rumah ini? Iya. Ada yang ini utama kalau penghuni sama tamu yang di pojok situ buat service kalau maid dan lain-lain masuk sini. Oke. Oke. Dan teman-teman ini kan pas siang hari ya, ini kalau pas sudah malam lighting-nya juga cakep banget kayak ini ya Mas ya. Emang apa ya slide gitu-gitu. Jadi kita senang juga sih ada beberapa penekanan gitu. Mungkin ada ee di landscape, di ceiling, di beberapa indirect light. Jadi kayak emang lighting tuh penting sih buat ngasih suasana yang lebih hangat dalam sebuah rumah gitu. Oke. Oke. Boleh kita masuk nih, Mas. Yuk, masuk yuk. Oke. Ini entrance-nya pun menarik ya, Mas. Kita dibawa ke satu koridor dulu. Tapi yang mencuri perhatian juga pintunya nih, Mas. Iya. Ini pintu utamanya sebenarnya kayu bangkirai dalamnya hollow besi. Nah, kita ingin juga walaupun pintu utama tetap tropis dan lain-lain. Jadi angin masuk gitu ya. Oh, oke. Heeh. Jadi ini kan kayak semi transparan ya. Jadi ee flow udaranya tetap nyaman dari luar ke dalam gitu. Nah, kita tinggal dorong kita masuk langsung kelihatan bagian dalam rumahnya yang menurutku juga dinamis banget si ini Mas. Perpaduan antara outdoor tapi juga indoor tapi juga sini outdoor lagi. Gimana cerita konsepnya ini, Mas? Jadi ee saya ingin begitu masuk tuh orang kayak dari luar kayak tertutup gitu ya, terus kayak masuk open semua hijau air ya. Jadi kayak ngasih kesan resort gitu ya, lebih kayak mungkin kan di Jakarta orang udah capek apa begitu macet, begitu pulang lihat hijau dengar air tuh kayaknya lebih nyaman, lebih relaxing kayak gitu sih. Jadi ini area penerima sebetulnya kita buat kayak dua lantai tinggi biar kesan space-nya tuh sebetulnya luas ya. Kadang orang tuh kayak ingin luas tuh persepsinya dari lebar panjang tapi sebenarnya melalui ketinggian juga bisa gitu. Jadi tiga dimensinya itu iya feeling tiga dimensi itu bisa juga ngasih kesan oh ternyata lapang dan lain gitu. Oke. Dan ini tuh emang juga area apa nih Mas? Outdoor kah? Indoor kah? Iya ini ya? Ambig ya? Ambig ya? Ya. Saya senang sih maksudnya area-area yang kayak ini luar atau dalam gitu terus ini arsitektur atau interior kayak gitu-gitu. Karena memang ini teras. E jadi pemilik minta ada ruang antara antara luar sama dalam. Tapi sekaligus kayak kita ada space kecil buat kayak mungkin santai sore gitu, ngeteh, ngopi sambil ee apa baca buku ada suara air kayaknya lebih karena kan rumah utamanya di sebelah mungkin lebih formal di sini kayak lebih casual lebih santai lebih ke situ sih. Jadi yang ingin kita kejar kayak gitu. Oke. Nah, mungkin kita boleh ke sini dulu nih, Mas. Balik ke sini ke depan. Dan termasuk kolam renang ini ya, Mas ya. Tiba-tiba kan di sebelah sini ada kolam renang. He. Jadi nanti teman-teman akan lihat juga di sebelah sana ada kolam ikan ya, Mas ya. Heeh. Jadi diapit, seolah-olah diapit dua air gitu. Ada. Kenapa tuh, Mas, e dibikin seperti itu, Mas? Ee ya pertama memang fungsi jadi klien ee anak-anaknya masih kecil, senang berenang. Satu lagi kolam ikan. Fungsinya sebenarnya selain fungsi secara olahraga, yang kedua mendinginkan suasana ya. Jadi kayak menginginkan udara dan lain. Jadi ya lebih calming lah, lebih ngasih udara yang fresh masuk ke ee rumah utamanya gitu. Oke. Asik sih. Dan ini aku sudah melihat juga, Mas, ada satu ruangan. Ini ruangan apa ceritanya, Mas? Ini ruangan kecil sebagai kayak teras pavilun gitu. Jadi kalau istrinya pemilik sama teman-teman ada yoga kelas dua tiga orang gitu, terus ada olahraga-olahraga ringan di sini gitu. Jadi kayak ya pavilionun lah kita bilang. Jadi kayak orang bisa multifungsi juga, kadang anaknya gambar apa bisa juga di sini gitu. Jadi lebih kayak multifungsi juga sebenarnya. Nah, terus Mas sebelum kita ke sana lagi ini aku melihat di atas dindingnya ternyata ada celahnya. Cel. Iya. Celah ini ee kalau kita lihat nanti di seluruh rumah ini tuh hampir ada celah udara itu. Jadi saya ingin memasukkan udara luar masuk ke setiap ruang gitu. Nanti kita lihat di area service ya sama detailnya. Nah, jadi walaupun mungkin kayak blocking, tapi sebenarnya ada 15 cent yang kita angkat untuk memasukin ee cahaya eh sori untuk memasukkan udara fresh air masuk gitu. Nah, ini ada yang menarik juga, Teman-teman. Tuh, ini Skylight ya, Mas ya? Iya. Tapi bentuknya unik nih. Lingkaran ini. Iya. Ee sama sih senang geometri. Jadi, bentuk-bentuk skylight, bentuk-bentuk nanti kita ketemu rem di dalam ee apa namanya? geometri dasar ya kalau di arsitektur kayak lingkaran, kotak, segitiga gitu. Kita senang explore bentuk-bentuk itu. Jadi sebenarnya kalau cahayanya bagus tuh bayangannya bisa bagus di sini mantul gitu. Cuman kita lagi rada mendung. Itu juga penting sih menurut saya kayak karena kan walaupun ruangnya kecil tapi tetap kita dapat cahaya alami gitu ya. Heeh. Ini juga aku lihat juga pas di postingan Instagramnya rumahnya Mas Bioga ya Mas ya. Ada lingkarannya gede juga tuh teman. Kapan-kapan kita main deh ke rumah beliau. Iya. Oke. Nah, ini juga emang dari awal udah disiapin vertical gardennya, Mas. Iya. Karena keterbatasan lahan jadi kan ee memang enggak terlalu besar ya lahannya. Ee lebar 11 * 22. Oh, 11 * 22. Iya. Luas rumahnya 180 m² dua lantai. Jadi kita ngakalinnya pakai vertical garden gitu biar kesan tropicalnya tropicalnya dapat gitu. Tu. Jadi kalau kita duduk sambil makan tetap bisa dapat lihat hijau-hijau gitu. Iya. Dan udah rimbun banget nih ya Mas ya. Iya. Udah cukup hijaunya udah lumayan. Wah ini menurutku juga karena mataharinya pun dapatnya banyak juga ya Mas ya. Jadi tuh pas dapat sinarnya pada subur-subur. Cakep banget. Oke teman-teman kita ganti host-nya dulu nih. Ada yang di belakang udah nungguin. Let's go. Oke sekarang kita gantian bahas ini ya Mas ya. ya bagian interiornya nih. Nah, bagian interiornya walaupun kita sudah di dalam berasa menyatu sih sama bagian luarnya ya, Mas ya. Iya. Ee kalau kita lihat banyak unsur kayu ya. Heeh. Karena memang klien juga senang kayak ini ee kayu log gitu kita jadi meja makan bisa buat 10 orang. Ini juga apa? Lampu kayu juga kita desain kusen-kusen kayu. Oh, kusennya full kayu ya semuanya sliding indoor ya Mas? Iya. Selain dan kalau kita lihat floor to ceiling jadi kayak bersih gitu ya. Jadi atas dari atas sampai bawah tuh full ee pintu. Jadi kalau kita geser full kayak kesannya kayak lebih lapang aja lebih luas. Iya. Dan ini walaupun semuanya tertutup tetap aja kelihatan luarnya ya Mas ya. Iya betul. Jadi kan kalau kita lihat nih enggak terlalu besar ya ruang makan sama dapur sama pentry itu. Tapi kita ingin kesannya kayak lebih luas. Akhirnya ya udah kita kasih opening kaca deh yang besar biar seolah-olah ee lebih luas gitu si ruangnya gitu. Benar-benar dan ini sehari-harinya pun mungkin pas ownernya di sini juga ini dibuka aja. Iya dibuka karena kan anaknya berenang gitu terus mungkin di sini sambil sarapan apa jadi langsung merhatiin anak-anak. Jadi lebih emang lebih senang dibuka sih lebih nyaman gitu secara ruang juga blong jadinya kan seolah-olah enggak ada batas gitu. Benar. Jadi semuanya menyatu ya, Mas ya. Enggak ada batasan. Bahkan di sini pun dari tadi kan aku soalnya dari sisi sini ya, Mas. Ini tuh di di apa namanya ya? Iya. Kita angkat biar kesannya kayak lapang. Bahkan di bawah pun kita angkat si dindingnya kita kasih opening ke bawah gitu. Biar kita misal lihat ikan yang warna merah apa dari sini gitu. Jadi kayak kesannya tuh ya tadi sih kayak lebih boundary-nya tuh kayak enggak enggak jelas gitu antara luar sama dalam. He. Terus kita bisa enggak ada batasan gitu. Banasan. Benar. Benar. Benar. Jadi pas kita lagi ada di dalam sini benar-benar ya ini sebelah sini kolam ikan, sebelah sini kolam renang gitu semuanya menyatu gitu. Jadi walaupun itu tadi kayak semi outdoor ya Mas ya. Semi outdoor ya. Semi outdoor. Nah ini baru benar-benar bagian dalamnya gitu ya. Bagian dalam yang ruang makan pentry sama ee dapur. Oke. Nah kalau untuk ton warnanya sendiri di sini emang masih mengikuti ya Mas ya? Hem. Kita senang warna-warna natural sih sebenarnya sama kan yang tadi kita bahas di depan konsepnya bahwa karena rumahnya udah cukup pro material tadi, rooster, beton, semen gitu. Nah, elemen yang ngasih kesan lebih hangatnya kayu jati. Jadi ini furniturnya solid jati. Jadi kesannya dan warnanya juga natural. Jadi kan kalau jati itu uratnya udah bagus. Ya, benar. Biarinekpos aja ee uratnya jadi lebih kesan hangatnya lebih dapat dan kesan tropisnya jadi lebih dapat banget sih. Ini kalau misalnya aku dari sini aja ini kayak berasa di vila sih vi-nya kayak bukan di Jakarta ya Mas ya sambil masak lihat hijau-ijau gitu ya. Iya lihat hijau-ijau bukan lihat kemacetan ya Mas. Oke. Tapi kalau misalnya untuk lantainya sendiri ini kan apa? Ini kita pakai granit slap. Jadi cukup besar ya Mas ukurannya. I bes-es ya. Kalau semakin besar ukuran granit itu lebih kesannya lebih enggak banyak kotak-kotak gitu ya. Iya benar-benar semakin sedikit n itu biasanya semakin kaya bercanda-bercandar di sini sebenarnya multifungsi juga enggak sih, Mas? Di bagian sini ini sebenarnya betul mungkin kalau sarapan juga bisa di sini gitu. Jadi masak langsung sini. Iya ya. Jadi di sini masak langsung sini bisa ngobrol ke sana semua arah. Heeh. Oke. Terus ada apa lagi nih, Mas? Di sebelah sini kita mau masuk. Ini ada koridor kecil sini. Oke. Kalau lurus kita ketemu toilet. Jadi ini kalau kita lihat toiletnya juga masih semi outdoor. Sama. Iya. Jadi secara konsep konsisten ee arsitektur interior gitu. Jadi kayak seolah-olah ya villa ya kayak di Bali gitu. Shower-showernya tuh di outdoor. Kalau hujan masuk ke tanaman. Ada e dry gardennya di sini gitu. Ini emang kayak vibes-nya kayak rumah buat liburan sih, bukan rumah sehari-hari ya, Mas ya. Seperti ini. Jadi biasanya kan di rumahnya mungkin tidak seperti ini ya, Mas konsepnya. Iya. Rumah utamanya mereka lebih kayak tertutup gitu loh ya. Tadi saya bilang lebih formal di sini kayak lebih casual. Jadi kayak memang ee kita coba bedain hampir ee apa cukup ee beda sih konsepnya gitu dari rumah utamanya biar ya pas datang ke sini ya kesannya kayak liburan lebih santai. Nah, ini juga bagian sininya nih. Jadi kayak cahayanya juga masuk full di sini. Makanya masih bisa naruh tanaman juga ya di situ ya, Mas ya. Masuk. Iya. Iya. Ya, udah dikasih batu-batu gitu ya, Mas ya. Iya. Ee kan hujan langsung meresap ke dalam gitu. Heeh. Cakep sih. Dan ini tuh aku salfok sama pintunya emang full sampai atas. Full ya. Kayak yang tadi kita bahas yang jendela tuh sama kan? Pintunya juga sama. Jadi kita floor to ceiling tinggi sampai atas. Tinggi. Iya. 2,7 m. Oke. Nah, di sini dikasih jendela lagi. Jendela lagi. Jadi, cukup menarik nih. Kalau kita keluar dari WC, dari kamar langsung lihatkan gitu kan. Jadi kesannya lebih apa namanya? Relaxing lah ya. Iya, benar-benar karena kan di sini lorongnya juga cukup sempit ya, Mas ya. Sempit. Biar kesannya lebih lapang ya itu dikasih opening dengan dikasih bukaan seperti ini langsung beda gitu. Fight-nya. Kalau ini ini ada kamar. Heeh. Kayak kamar tidur buat kalau tamu datang enggak enggak terlalu besar. Oh, cuman ini juga bisa kita tarik gitu ya. Jadi kalau ada tamunya yang lumayan banyak bisa dua orang di sini gitu. Jadi ya memang ee kayak rumah pavilun tuh rumah penunjang dari rumah utamanya gitu. He he walaupun ini enggak besar tapi itu kayak gimana ya beda gitu loh. Bukan kayak kamar biasa menurutku. Spesial banget karena di sini juga view-nya kolam. Dia bisa langsung jebur ya kolam. Iya benar. Bisa langsung keluar ya Mas. Iya buka langsung jebur ke kolam. Terus di sana juga masih ada bukaan lagi. Masih ada opening kecil. Heeh. BC masuk. Dan udara juga ya, Mas itu. Heeh. Heeh. Kita kasih gap detail-detail kecil tetap kita perhatiin biar enggak selalu harus AC gitu 24 jam. Jadi mungkin AC pas mau tidur aja sisanya tetap fresh air aja gitu. Oke. Untuk dindingnya masih sama semua ya, Mas? Masih kita konsisten dengan warna semen gitu. Tapi furniture kan ee jati tetap ee jati ee solid dan natural gitu kita pilih. Ini juga sama jati solid tapi ada aksen rotannya kayak ngasih kesan tadi sih. Kesan santai, kesan resort kayak gitu. Keren sih. Keren perpaduannya. Jadi ada raw materialnya terus dikasih apa? Material yang alaminya terus ada etniknya juga ya Mas ya. Dimasukkan unsur-unsur etnik. Aksennya etnik tadi. Oke. Oke. Lanjut lagi Mas. Nah, terus ini kalau misalnya teman-teman bisa lihat juga emang banyak ini ya, Mas yang tadi I banyak paintingang ya klien ee senang tadi ee koleksi artwork sama ee benda-benda etnik ya. Tapi saya pikir itu jadi kayak melengkapi, saling melengkapi antara arsitektur sama art gitu. Juju. Nah, kita udah kembali lagi di sini yang tadi ya tadi masuk lewat situ sempat dibahas sekilas nih di sini. Jadi, pas waktu di sini juga udah beda lagi ya, Mas, pipes-nya rasanya. Karena di sini kan lebih tinggi nih ke atasnya juga. Tinggi. Ini sebenarnya kayak void gitu ya. Cuman kalau kita void-nya tuh di terasnya kita geser gitu. Jadi kayak di sini tuh kayak ee mungkin ibunya lagi baca buku di sini atau ngeteh atau apa anaknya ada dari atas gitu. Jadi kayak lebih kita bisa ngelihat ee kegiatan anak apa tuh lebih lebih langsung gitu. Jadi nyambung semuanya nyambung. ada kayak apa ya hubungan antar ruangnya lebih cair gitu. Iya. Dan ini sebenarnya seperti lebih kayak ke jembatan ya Mas kalau aku lihat ini sama ini tuh kayak jembatan penghubung dari yang belakang ke depan gitu. Betul betul. Jadi ini kalau nanti kita ke atas pakai rem ini kita lewat jembatan ini ya. Dan kalau diperhatiin lantainya juga kan kita pakai perforated jadi kayak bolong-bolong tetap gitu juga ya. kita ingin enggak kayak blocking gitu. Jadi ingin tetap ee transparan atas bawah ee kanan kiri gitu. Jadi semua flow-nya tuh menerus gitu. Oke. Nah, kalau ini Mas kayaknya ada satu ruangan di sini. Ini area servis tadi. Jadi kalau yang tadi di depan kita ada pintu yang samping ini area servis. Jadi ada dapur kotor di sini, ada gudang kecil, terus ke atas ada kamar matid sama laundry. Ee sama WC kecil juga sih di atas. Nah, ini aku mau bahas pintunya, Mas. Karena menarik nih. Dibuat kamuflase ya. Iya. Ini kayak hidden door gitu ya. Hidden door. Heeh. Ini bahannya seperti yang di depan tadi kita sudah bahased dikit ya. Heeh. Jadi kayak beton yang kita cetak pakai kayu. Nah, ini kayaknya urat-urat kayunya kalau perhatiin kelihatan. Kelihatan masih ada urat kayunya. Benar. Jadi, nah ini pintunya juga kita custom sendiri nih. Handelnya kalau dilihat tuh kayak cuman plat besi. Mirip pintu utama. tadi kan pintu utama juga ee ada kayu yang lebih maju sedikit. Ini juga sama nih. Jadi kayak ee apa kita buat detail plat besi sebagai pegangan gitu dalamnya area servis gitu. Emang kayaknya Mas Yoga ini juga suka custom-custom sendiri gitu loh. Handennya dibikin sendiri kayak semua diulik. Nanti kalau kita ke atas juga ada lampu yang kita desain sendiri, roster yang desain sendiri. Iya. Ini nih lampu ini. Jadi lampu ini kita ee desain sendiri. Bentuknya kayak ee masih satu temas sama skylight-nya bulat. Terus yang tadi saya bilang ada segitiganya. Jadi bentuk-bentuk geometri dasar di arsitektur tuh kita coba terapin di sini gitu. Di arsitektur sama di interior. Jadi kayak apa ada korelasinya lah gitu. Enggak cuman arsitektur aja, interior aja, tapi nyambung keduanya gitu. Jadi padu padannya juga jadi menarik ya Mas ya. Iya. Heeh. Masih satu tema gitu. Oke, sekarang kita ke atas. Lewat mana? Yuk, kita ke atas lewat rem. Jadi, wah, lewatnya rem ya? Iya. Sirkulasi ke lantai du tuh kita pakai rem yang di atasnya kolam ikan tadi gitu ya. Wah, keren banget sih ini konsepnya. Jadi kita naik ke sini bawahnya kolam ikan ya, Mas ya. Iya. Jadi kayak mengambang di atas air. Jadi pengalaman tiap ruangnya juga beda ya, Mas ya. Di sini tuh ini kayak kita besi ini tuh besi perforated. Jadi besi yang lubang-lubang. Iya. Jadi kalau hujan juga air masih tetap ke bawah. He ngalir. Terus ee kesan sama kesan casual tadi kita bawa ke sirkulasi. Jadi kalau orang biasanya naik tangga atau apa, kita di sini kayak ingin kayak santai. Eh, tatta udah di atas gitu jalan pelan. Iya, benar loh. Dan di sini untuk naik ke atasnya ternyata melewati emang outdoor area. Betul ya. Mirip ide resort lagi gitu. Kayak kalau kita nginp di villa di Bali gitu kan. Ya tadilah benar kayak lebih casual lah. Kita ingin kayak ini tuh beda banget sama rumah utamanya gitu. Jadi mungkin si pemilik juga punya experience yang berbeda gitu. Saling melengkapi rumah utama sama ee rumah pavilunnya yang ini. Benar. Benar. Dan untuk dindingnya ini ya udah, Mas dibiarkan seperti ini aja. Iya. Ini row aja gini ee semen yang memang ee diekpose gitu kayak gini. Nah, ini kita sudah sampai jembatan yang tadi kita lihat dari bawah. Kita kalau dari atas seperti ini nih, Teman-teman. Iya. Iya. Ini tuh yang tadi yang teras yang ruang antara itu. Heeh. kita sekarang ada di atasnya terus kayak kita ngiterin teras gitu. Jadi kayak yang tadi saya bilang mungkin ibunya lagi ee baca di situ, lihat anaknya lewat sini atau lewat e orang lewat sini. Jadi kayak lebih ee hubungan ruangnya lebih cair, lebih santai gitu. Benar benar. Dan lagi pas kalau aku berdiri di sini ngelihat kayak gini itu kelihatan kolam ikan, kelihatan kolam renang juga segala arah ya semuanya kelihatan segala arah. Ke sana kelihatan, ke bawah juga masih kelihatan. Benar sih kata Mas Mas Wioga. Jadi enggak ada ruangan yang kepisah ya Mas ya. Iya menyatu gitu. Betul betul enggak ada batas. Yang jelas kita coba lebih blur gitu. Lebih boundary-nya tuh lebih enggak di kita tegasin gitu. Oke. Nah untuk di atas ini ada apa aja nih Mas? Ini pas naik juga udah langsung Heeh. Tadi sama kayak ide yang pertama tadi ada unsur etniknya di sini. Kebetulan yang tadi pemilik juga senang. Terus ini juga kalau teman-teman lihat ada detail roster yang tadi di bawah kita lihat tuh kalau kita lihat dari dekat kayak gini gitu. Jadi kita custom sendiri nih, kita desain sendiri bikin ee desainnya pokoknya gimana caranya ee air enggak masuk tapi udara masuk gitu. Jadi makanya kalau di sini masih kerasa ada angin gitu ya, flow angin terus masih punya privasi karena orang tetangga enggak bisa ngintip kita gitu. Enggak bisa sama sekali sih teman-teman ini sama sekali enggak bisa. Nah, tapi ini nih, Mas, kan ada yang dibelokin. Iya, mirip sama ide yang di depan tadi kalau kita lihat dimiringin sedikit. Nah, ini sudutnya sama. Jadi kayak konsistensi desain tuh kita tarik juga ke detail. Oke. Ini terus kita ke mana lagi nih, Mas? Ini ee yang tadi sirkulasi ini tuh sebelah kanan kita. Heeh. Eh, made area service. Jadi nyambung ke yang tadi ya. Nah, pintunya juga sama. Masih masih sama. Jadi kayak hidden door juga. Hidden door juga. Sless kayak semen-semen gitu. Dan atasnya, atasnya sama yang tadi konsisten kita ada gap jadi angin bisa masuk walaupun area servis tetap kita perhatiin ee apa udaranya di kamar mereka gitu. Oke. Jadi di sini ee kamar mate WC-nya di dalam sini gitu. Wah, desainnya unik. Nah, ini baru kelihatan nih yang bawah tadi itu nembus ya jadinya ya. Iya, nembus. Heeh. Bisa shortcut sini. Jadi kalau ee si Mbak bisa lewat sini gitu. Jadi enggak perlu masuk lewat sampai utamanya itu ya. Jadi di bagian depan aja ya. Menarik dan semuanya di sini os semua teman-teman. Pintunya sampai pintu-pintunya loh semuanya juga. Untuk area jemurnya di sini yang tadi kita udah mention ya Mas di depan. Iya iya betul. Oke. Nah kalau dari atas ini juga rasanya tuh kayak berada di mana gitu soalnya rimbun banget nih. Hijau semua. Terus di sini ada kayak gini lagi. Ini tempat apa, Mas? Kalau ini mas di tempat ini roof garden sebetulnya atasnya yang tadi yang yoga pavilun itu. Jadi ini rumput beneran kita tanam kesannya lebih tropis. Terus kayak kita tanahnya kecil ya enggak terlalu besar tapi tetap ingin punya hijau-ijau gitu rumputnya. Jadi kita taruh di sini sebagai area hijaunya gitu. Iya benar. Dan ini tadi yang jadi skylight-nya itu skylight yang Iya betul yang ke bawah tadi bulat tadi. Oh dari atas gitu. Oke. Dan ini rallynya sana tuh kan miring ini juga ya. Ini miring ngikutin ini sudutnya. Ini sama persis sama sudut yang tadi di depan tuh. Oh iya benar benar benar. Iya jadi konsisten ngikutin ya pokoknya semuanya ya sampai ke atas juga teman-teman. Iya betul. Nah tapi kalau di sini untuk penggunaan silingnya juga berbeda ya Mas sama yang di bawah. Iya ini kayu. Kalau yang bawah kan tadi beton ini jati. Jadi ini kita pakai kayu jati. Yang bawah kayu bengkirai. Kusen-kusen ee bengkirai. Jadi ee ini seolah-olah kayak wood semua gitu ya. I lebih hangatlah kesannya. Kalau yang di bawah mungkin masih rada ada semennya di sini. Udah hampir semuanya kesannya kayu gitu. Ini ee ruang keluarga kalau ada acara apa mereka ngumpul di sini. Ngumpulnya di sini. Heeh. Wah, jadi ini kan sebenarnya lebih kayak private gitu ya ruangannya di atas. Heeh. Tapi pas kita di atas ini masih semuanya serba terbuka juga sih. Iya. Kebetulan si apa namanya? pemilik senang kayak ada gathering gitu ya, kumpul-kumpul. Nah, mereka di sini ngumpulnya di atas di lantai du dan mungkin karena ruangannya enggak terlalu besar juga ini kayak bisa dibuka kayak ada ee barbecue area di situ gitu. Jadi kayak nyambung tetap luar sama dalam gitu. Iya sih. Ini enggak kerasa kayak terpisah sih. Heeh. Karena kalau misalnya dibuka kayak gini dia nyambung aja ya, Mas ya. Sampai luar situambung. Tapi kalau misalnya yang lihat dari arah sini emang ya, Teman-teman, segar, fresh, semua hijau semua gitu. Oke. Kalau kita lihat apa namanya ee jendelanya floor to ceiling. Jadi dari lantai sampai ke siling dibuka gitu ya. Terus e kita buat penekanan di ambiance light. Jadi kayak ada gap itu kita kasih lampu gitu. Jadi kesannya sama kalau malam atau sore lebih hangat e di ruangan ini gitu. Terus lantai kita pakai kayu juga. Tapi kalau yang teman-teman perhatiin tuh kayak detail ini besinya masuk ke gap. Iya, benar. Ini kita perhatiin persis gitu. Jadi ukuran kayu sama ukuran reling besi tuh pas masuk dan ini tuh ada saluran air di bawah kayu ini kalau kita lihat. Jadi kalau hujan masuk dia langsung turun ke bawah. Oke. Nah, kita masuk ke sini. Kalau ini cukup luas juga ya, Mas di sini untuk area berkumpul ya. Maksudnya jadi berasa luas gitu loh. I. He he. Mungkin karena terang. Terus yang kedua, kita juga sama nih, kita masih iseng kita angkat biar mungkin kita bisa ngintip siapa yang datang gitu. Oh, iya benar kelihatan. Tapi sisi lain ini tuh ngasih cahaya ke sini. Jadi, e kesan ruangnya kayak lebih terang enggak enggak terlalu sempit gitu. Benar. Apalagi kalau misalnya ini kan dikasih emang sengaja dikasih karpet ya, bisa buat duduk di sini. Nah, pas lagi duduk di sini tuh kelihatan loh. Siapa yang lagi naik tuh kelihatan benar, benar, benar kayak gitu. Wah. Tapi ini emang benar-benar kayaknya cantik banget kalau malam sih ambientience light-nya ini loh. Kalau misalnya ini kan masih terang ya. Iya. Ada beberapa tuh penekanan cahaya ya. Jadi kalau kita tuh kayak mungkin kayak kalau ke lukisan kita ngasih kalau diperhatiin tuh miring tuh sedikit ee apa lampunya. Terus kalau ada yang spot biasanya kalau misalkan itu ada copy machine gitu kita perlu fokus kita kasih spot di situ. Jadi kayak apa yang mau dihighlights gitu ya. Betul. Heeh. Jadi kan mungkin lebih terang ee ngerjain atau apa, ada pekerjaan di situ lebih jelas gitu. Sisanya kayak di pojok-pojok lebih kayak sama sih ee ngasih kesan yang lebih ada spot-spot gitu terus ada yang e indirect light kayak gitu. Oke. Heeh. Nah, kalau ini punya ownernya nih koleksinya ya, Mas ya. Masih nyambung kayak tadi ya. E ada di interior juga. Terus e tadi ada di vertical garden juga sebagai aksen gitu. Jadi, ya udah lebih bebas naruh-naruhnya dibanding mungkin rumah utamanya yang lebih e formal, lebih harus ya kayak rumah di sini kayak lebih santai gitu, kayak lebih vila sih di sini. Oke, kita lanjut ngobrol-ngobrol dikit di bawah, Mas. Iya. Oke, alhamdulillah kita sudah selesai home tour-nya nih, Mas. Ee terima kasih banyak, Mas Wioga dan ownernya kita sudah boleh datang ke sini. Sama-sama meliput rumahnya. Wah, keren banget. Nah, aku pengin tanya nih, Mas. Hm. Ketika mendesain rumah ini awalnya itu gimana sih, Mas, inspirasinya? Ya, klien tuh tahu kita dari media sosial terus ee menghubungi kita buat ee yang tadi mereka ingin ee punya rumah paviliun gitu ee tidak jauh dari rumah ee utamanya. Terus mereka membebaskan ke kita sih ee desainnya. Cuma memang mereka cuma ingin ada satu kamar terus isinya lebih banyak ruang-ruang terbuka ee dapur, meja makan dan ee ruang keluarga di atas gitu. Dan itu kayaknya jadi salah satu wah seru nih sebagai POV sebagai arsitek nih. Wah saatnya berkreasi gitu ya, Mas ya. Iya. Kalau dapat klien yang apa ya mungkin ee mereka cukup mengapresiasi kita gitu. Jadi kayak oke ee saya sudah kasih kepercayaan ee buat kalian buat mendesain gitu. Jadi ya udah kita juga kayak cukup senang mendesainnya gitu. Proses desainnya itu makan waktu berapa lama, Mas? Ini dulu hampir 4 bulan seinggitnya 45 bulan lah ee setelah COVID 2021 seingat saya. Terus dibangun 2022 jadi 2023 gitu. Oke. Jadi 2021 beres-beres 2023 ya. Heeh. Oke. Nah, yang terakhir nih, Mas, pertanyaanku kalau boleh tahu berapa sih, Mas, untuk membikin rumah seperti ini, Mas? Budgetnya, Mas? Ee rumah seperti ini sebetulnya karena kalau kita lihat detailnya banyak kayu gitu ya, banyak kayu, banyak ee apa namanya? Expose dan yang lain material expose. Jadi ee kemarin kurang lebih kita sekitar 10 jutaan per me pers ya. Kayu itu ya bahan alam yang memang ee pasti lebih tinggi ya harganya gitu. Keren. Terima kasih sekali lagi. Sama-sama, Mas. Terima kasih sudah mampir nih. Nah, ini kalau ada teman-teman yang pengin ngobrol-ngobrol, pengin didesainin rumahnya, ngeceknya ke mana tuh, Mas? Kita ada Instagram, ada Instagram saya pribadi Wioga Nordiansyah, lalu ada Instagram yang studio kita Wiogaan Nordiansa Architects. Eh, atau website kita juga ada Woganodiansa.com. itu cukup update juga ee karya-karya terbaru kita selalu kita ee update di website, di IG sama apa namanya ee di beberapa media lain gitu. Oke, jadi teman-teman bisa langsung cek ke situ aja. Cek-cek dulu portofolionya. Wah, keren-keren banget sih aku lihat nih. Oke, terima kasih sekali lagi ya, Mas ya. Terima kasih juga buat teman-teman yang sudah nonton sampai selesai dan jangan lupa follow Instagram kita juga, Wichkson Miftajana, Instagram Inspira Homes, TikTok Inspira Homes, dan apaagi? Udah ya. TikTok MFTA. TikTok Mifta juga. Weh, panjanglah pokoknya. Ada semuanya di kolom deskripsi. Dadah. Thank you. Sampai jumpa di episode selanjutnya. Dua-duanya enggak apaapa. Enggak apa-apa sih sebenarnya, Mah. Enggak apa-apa, Ma. Heeh. Karena gini menurutku ya, D ya. Asal enggak di itu aja ke sana enggak mungkin ke cuman kan kita enggak akan fokus sama itunya. Oh, iya gitu. Biasanya arsitek perfeksionis. Iya. H
