(RUMAH UNIK) Gak Nyangka, Space Terbatas Tapi Tetap Optimal! (YouTube Video)
Ini bagian pintu masuk itu kita sengaja buat miring nih. Iya. Kok di buat miring sih, Mas? Iya. Sebetulnya ini jadi ee kita bing kan karena areanya terbatas. Jadi dari sini kenapa ee dibikin miring? Heeh. Tapi kenapa nih Pak? Kenapa milihnya kura-kura, Pak? Kalau tiba-tiba ada kura-kura yang nyambut di depan rumah kan beda gitu loh. Kita memang agak Hai, ketemu lagi sama Belinda di Arsitektur Indonesia. Halo teman-teman, hari ini kita lagi ada di Jakarta Barat. Nah, aku pengen ngajak kalian untuk masuk ke rumah unik yang lahannya cukup kompact di 6 * 15 atau 90 m². Tapi ini bisa untuk memenuhi semua penghuninya. Di sini ada ibu bapak, anak dua, dan dua petnya. Dan juga teman-teman juga mesti tahu nih ya, di sini juga pet friendly banget ternyata. Kenapa? Karena ada space, tempat-tempat yang bisa diakses oleh pet-nya dan juga di rumah ini juga bisa terpenuhi keadaan atau kondisi rumahnya yang sehat. Penasaran kayak apa? Yuk, kita lihat dulu sama yang punya dan arsiteknya. Halo, gue Haikal, salah satu principal arsitek dari Saka Studio. Kami sudah berdiri sejak pertengahan tahun 2021 dan kami mengerjakan proyek di seluruh Indonesia. Ini adalah salah satu karya favorit kami karena proyek ini berada di lahan yang cukup terbatas, tapi kami dapat mengakomodasi keseluruhan kebutuhan klien dan klien kami terlihat cukup happy dengan hasilnya. Halo, saya Jeovan. Saya principal desainer dari Desain Studio. Kami adalah eh interior desain and build yang berdomisili di Tangerang Selatan. Eh untuk projek kali ini kami berkolaborasi dengan Saka Studio. Jadi Saka Studio di arah rana arsitekturnya kita e di rana interiornya. Halo. Halo. Saya Adrian. Saya Cindi. Kita sudah 10 tahun nikah. Umur saya 40. Istri saya kebetulan ulang tahun hari ini. Umur ke 39. Yes. Saya kebetulan karyawan swasta. e istri saya housewife e kita punya anak dua laki-laki umur ee 7 dan yang perempuan umur 9. Cita-cita kami adalah ee di umur 40 ee kita sudah bisa bangun rumah sendiri sesuai dengan keinginan kita. Rumah ini ee aktivitas kita bisa terakomodasi termasuk sampai pet kita. Kebetulan kita adalah pet lover dan kita punya kura-kura, ada kura-kura air dan kura-kura darat. Ada tempatnya masing-masing. Semuanya bisa terakomodasi. Welcome to our house. Welome house. Oke, ini dia sama arsiteknya Mas Haikal. Mas, jelasin dong, Mas. Ini tuh tanahnya luasannya berapa, bangunan berapa, sama konsepnya apa sih? Oke, jadi ee tanah di rumah ini itu lebar itu 6, ke belakang itu 15. Heeh. Jadi 90 m², ya. Oke. Kalau luas bangunannya ini ada tiga lantai. Itu total sekitar 140 m². Gitu. Nah, untuk konsepnya dari awal memang klien itu dia suka dengan konsep industrial. Jadi, kita coba bawa konsep industrial ke sini. He cuman dengan sedikit sentuhan minimalisnya juga. Oh, gitu. Gitu. Heeh. Oke. Terus habis itu ee ini kelihatan ya langsung ya dari sininya sudah langsung ada industrial dan minimalisnya ya. Eh, Mas boleh tahu enggak? Eh, aku masuk ya. Boleh. Silakan, Mbak. Ini ee ini potongan untuk mulai dari gue yang pertama mau tanya nih, Mas. Ini ee pakai potongannya nih dari awal nih udah beda nih. Dia pakai potongan alam nih. Ya, betul, betul, betul. Why nih? Jadi gini, awalnya ee untuk di desain kita sebetulnya enggak yang terlalu kasar gini nih, menonjol gini nih, tapi dari owner ketika proses konstruksi dia melihat referensi dan kayaknya dia lebih suka sama yang bentuknya lebih rata alam gini nih. Lebih jadi lebih gludugan ya. Heeh. Jadi lebih terasa raw juga gitu. Oke. Oke. Mulai dari atas nih, Mas. Di atapnya ini pakai apa sih, Mas? Berarti jadi atapnya UPVC Alderon. Heeh. Ee yang di area kan di atas itu kita fungsikan sebagai area utility sama ruang hobi ee Bapak sama ada ruang hobinya. Betul. ada area roof untuk kumpul-kumpul ee misalkan mau barbecue party gitu di atas bisa atau sekedar ngopi pagi, ngopi sore itu juga oke. Bilahan cuman 90 yang kompact masih bisa dapat ruang hobi tempat barbecue. Betul. Oke. Terus atapnya tadi sebagian itu tadi alderon. Kemudian yang area atapnya ruang hobi. Itu kita dak. Heeh. Terus atasnya kita taruh utility kayak torrent, outdoor AC dan sebagainya kita taruh situ semua. Cuman karena ini itu ee ruas jalan yang di depan itu enggak terlalu lebar, sempit kan termasuknya. Jadi kita kalau dari depan itu enggak ngelihat rumah ini itu tiga lantai. Ah ya ya. Vistanya itu terbatas ya. Udah ke udah ketutup sama si lantai duanya Heeh. Jadi si roof ini di bagian depan. Heeh. Eh, yang di belakang itu yang tinggi itu yang ada atopnya, utility dan sebagainya. Jadi kalau dari depan tadi kita enggak akan ngelihat ini rumah tiga Iya, makanya harus ikutin sampai akhir episode buat ngelihat lantai ketiganya kayak Pak. Dan itu menarik loh. Gua udah naik tadi ke atas. Oke, lanjut lagi. Untuk material-materialnya ini berarti pakai ee cat kamprot gitu ya, Mas? Iya. Ini jadi gini untuk historical kamprot ini awalnya owner itu ingin konsepnya benar-benar industrial rout. Hmm. Jadi mau dibiarin keluar aja. Heeh. Material ya kamrotkamrot gitu aja. Coating-coating clear gitu. Cuman kan kalau kita kamprot ee tanpa kita cat keseluruhan jadi kan pasti warnanya enggak homogen ya. Ada yang mungkin lebih gelap, ada yang lebih Nah, ternyata dari owner setelah lihat belum siap dengan konsep serau itu gitu kok kayak bel rumah enggak jadi gitu. Iya. Iya. I benar benar benar benar. Akhirnya ini di akhirnya ya sudah kita chat kita. Heeh. Tapi lucunya, Mas, di sini tuh kayak ada jendela gitu. Dia tuh lebih maju sendiri. Itu pakai apa sih, Mas? Betul. Betul. Jadi ini kaca tempered full sampai atas itu nembus ke ee duck atapnya lantai du tuh. Iya. I. Kemudian kita frame pakai plat besi. Oh, itu plat besi di besi yang di pinggir. Betul. Ah, ya. Biar kelihatan tipis gitu ya. Tapi kayaknya platnya tebal tuh ya. Biar biasa lurus gitu. 8 mili ya. Tebal banget teman-teman. Oke, terus habis itu ke bawah nih. Di sini dia pakai kanopi dan e ininya pagarnya tuh lucu banget deh, Mas. Ini tuh pakai apa nih? Ini kawatram kita frame-nya pakai holo 2* 4. Heeh. Ini sebetulnya kita pilih pagar simpel aja sih biar ee kesan industrialnya juga muncul sama minimalisnya juga dapat. Kemudian ini di atasnya kita sengaja kasih kawatram lagi buat ditaruh tanaman rambat. Nah, anggur beneran. Kebetulan owner naneminnya anggur. Ini beneran loh, Guys. Bukan plastik ya. Ini udah di udah disimpan-simpan supaya enggak dimakan sama kelawar, ya. Oh, ya. Ya, ya. Nih dia berarti turun langsung ke sini ya. Di sini itu kita ee jadi luas bangunan kan enam. Enam luas sori luas lahan enam. Cuman kita enggak fullin semua. Kita mau ada area hijau tetap. Heeh. Buat parkir mobil kan cukup sekitar 5 sampai 5 set,5. Jadi sisanya ini kita jadiin taman. Ini bisa dipakai untuk nanam si anggur nih di sini. Sebetulnya tadi konsepnya kita miring cuman agak rontok nih. Lihat ke bawah nih. Yuk. Tuh. Dan kanopinya sendiri itu pun juga e ini pakai kaca. Eh bukan. Ini pakai solar flat. Solar flat ya. Solar flat 3 ya. 3 mili sebetulnya. Oh yang 3 mili malahan. 3 mili aja. Oh 3 mili. Enggak melengkung ya? Enggak. Karena rangka ininya juga enggak terlalu jauh kan. Nah, terus lucunya, kerennya nih udah dipikirin sama arsiteknya buat ee aliran-aliran. Jadi di sini masuk terus turun langsung nyiramin si betul anggurnya ya. Oke, Mas. Dan ini kan tadi diceritain ya, di sebelah sini itu buat taman gitu ya. Dan di bawahnya itu ternyata bisa dipakai lagi buat buat storage. Jadi atasnya ini kita tanam buat tanaman, bawahnya kita pakai buat storage. Karena tadi balik lagi lahannya terbatas. Ee tapi kan kebutuhan owner itu juga banyak ya. Jadi kita coba fasilitasi semua. Bukan kebutuhan owner, kebutuhan semua orang. Iya, betul betul betul betul betul Terus habis itu ini sejalur juga dengan akhirnya ada masukan atau enggak ee ini ya pemisah ya antara dinding tetangga ya. Ini tujuannya dibikin kayak gini buat apa nih, Mas, waktu itu? Jadi ini itu untuk sirkulasi udara dan cahaya. Kebetulan dari awal saya, kita, dan owner udah sepakat dengan ee bangunan itu enggak mepet nih. Ah, oke, oke, oke. Karena kadang beberapa orang kan enggak mau ya lahannya udah sempit, bangunannya kok enggak difulin gitu. Pasti penginnya udah 6 m ya full dong biar luas rumahnya. Cuman adanya space sekitar 1 m ini tuh sangat membantu. Jadi setiap ruangan akhirnya bisa dapat jendela langsung. Udara persirkulasi udaranya juga bagus. Cahaya alami juga bisa masuk gitu. Di situ ada tangga naik ke atas. Jadi area servisnya ini memang di atas. Ini dikasih pagar karena memang ada kura-kura kan di belakang sini. Oh ini buat kura-kura? Heeh. Kura-kura tuh areanya mainnya di sini nih. Oh jadi bawah tangga sampai ke sini nih. Gitu. Oke, kalau kayak gitu e ini pintu masuknya ya. Betul. Nah, ini pintu masuknya gede banget loh. Betul. Ini pintunya 1,2, tingginya 2,7. Ah, setinggi plafon full. Oh, iya full ini. Tapi ini ee enggak terlalu ringan tapi enggak terlalu berat. Ini terbuat dari apa nih, Mas? Betul. Ini engineering wood sih sebetulnya enggak solid. Jadi eh rangka-rangka terus dalamnya ada honeyom gitu terus dilapis lagi sama plywood baru ini finishnya duk bukan duko sih sebetulnya water base katanya gitu bukan oh water base ya emang teman-teman salah satu lagi kalau misal pivot itu salah satunya kekurangannya adalah adanya lubang udara ni sini cela jadi harus dikasih moher iya moher ya gampang carinya di internet banyak Iya, sebetulnya ini ee biar ada geometri yang unik sih. Nah, oke berarti kita mulai masuk aja ke dalam ya. Oke, yuk kita masuk ke rumahnya. Welcome. Halo. Ini ibunya yang punya nih, hawa bapaknya. Hai, namanya siapa, Pak? Bu. Halo, saya Adrian. Saya Cindi. Oke. Nah, Bu ee mohon masuk-masuk ya ke rumahnya ya. Silakan, silakan. Silakan, silakan. Bu, ini rumahnya unik banget nih, Bu. Ini lantai antara lantai sampai ke voye ini sama ya keramiknya ya, enggak ada ketinggian ya. Iya. Kenapa tuh, Bu? Gini, jadi dari Voe kita maunya kenapa naik sini? Biasa kan kalau dari luar kan suka kotor-kotoran nih. Nah, jadi ee taruh di sini baru area sini tuh kotoran dari sini enggak masuk ke area bimbing dong. Oh, jadi steril. Benar-benar steril ya. Dan di sini juga langsung ada ruangan nih. Gua tahu nih pasti kamar mandi. Nah, ini kamar mandinya ee kayaknya cukup compact ya. Powder room ya berarti ya. Iya. Mini. Heeh. Ini sebenarnya powder room tapi ee sebetulnya kan di sebelah sini tuh ada kamar tamu. Oh. Heeh. Tapi karena itu sekarang sih masih jadi fungsinya masih jadi gudang karena belum ada yang tinggal ya. Jangan dulu kan. Nah, ini jadi powder room. Tapi kalau misalnya lagi ada tamu bisa juga buat mandi. Jadi ada shower sih di dalam sebenarnya. Oh ini penempatannya cukup unik loh soalnya ya ampun wastaffelnya mini banget. Ini ditaruh di sini dan masih bisa juga buat mandi ya. Ini ada apaan? Ini area. Jadi ee kita bing kan karena areanya terbatas jadi dari sini kenapa ee dibikin miring jadi Heeh. Jadi ide dari interior interior desainer kita. Jadi pas kita masuk kita mau ke mana nih? Kita kalau mau dudukduduk santai nonton TV jadi flow-nya ke sini. Tapi kalau mau ke atas atau mau masak ataupun kita flow-nya yang sebelah sini. Jadi untuk ngebagi flow aja sih karena areanya sempit. Ya udah. Oke. Jadi bisa dibilang ini ee waktu ngedesain ini banyak konsultasi ya sama si interiornya ya. Iya. Karena awalnya aku tuh pengin banget punya island. Oh. Pengin banget punya island. Makanya jadi begini nih. Terus mikir, gimana caranya dengan area sekecil ini punya island? Enggak usah punya meja makan deh, Mas. Kita cuman berempat island bisa akomodir. Jadi pakai koktail cat gitu loh. Ah. Nah, terus ya barangnya ya. Jadi si Mas Jeho itu mikirin, "Aduh tapi kayaknya kalau enggak punya meja makan nanti kalau ada tamu repot loh, Bu." Heeh, benar benar. Iya. Jadi datanglah dia dengan ide ini. Kita bikin aja, Bu. Tetap memanjang island ada panjangannya meja makan. Nah, dan dibikin miring gini. Tapi ini itu sih ini ee meja makan plus island-nya ini. Ini dari apa nih, Bu? Ini slap gede nih. Dan keren loh kita pakai botga. Botega ya? Heeh. Botega artisan. Jadi antara kitchen set, island, meja makan sama kabinet TV itu seragam semua. Dan emang requestnya pengin warna hitam. Suka Bu warna hitam ya? Iya. Pengen monokrom. Maso kalau misalkan warna hitam gimana nih ya? Bakal gelap gak ya? Bakal kelihatan tambah sempit gitu. Saya bilang, "Ya, terus diakalin lah sama Mas Jo. Boleh, Bu, dicampur e sama warna coklat biar enggak terlalu apa kayak enggak warm gitu. Terus kan kalau motif kayu itu kan lebih warm kesannya. Jadi dikombinasiin sama motif kayu. Terus ini belakang ini tuh pakai kayak black mirror gini. Jadi kayak tetap ada pantulan tapi ya selaras hitam. Iya, tapi enggak terlalu yang gitu banget ya. Iya. Kalau pakai cermin kan kelihatan semua. Kalau ini kan siluet doang gitu ya. Dan ini lucunya ya, Bu ya. Aku tuh ngelihat ini tuh dimainin bengkok-bengkok begini nih. Habis itu ininya dibikin aku tarik ya. Boleh boleh. Itu dibikin begini nih. Jadi smart desain sih kalau aku bilang ya. Terus dia kayak uh sesuai banget lagi sama tinggi kualinya. Kalau aku bilang di bawahnya ini juga dikasih ee microwave. Terus di atasnya ada buat air nih ya. Dan airnya juga ada gini ya. bisa apa ee bisa untuk ditarik karena ini kan water ee filter kan jadi ini perlu dimaintain ini sama ee interiornya dibikinin udah siap I buat maintenance ya. Heeh. Jadi udah siap gitu loh. Benar-benar fully customize gara-gara ee apa udah didesain dulu lah dari awal sehingga semuanya tuh fit barang-barangnya. Oh jadi barang-barang ini udah ada dulu habis itu dikasih tahu ke interiornya. Oke, ini kan kita bikin, saya requestnya minta floating karena pengalaman dari rumah yang lama kalau nempel ke bawah kayak ada kotoran-kotoran masuk atau air tumpah tuh repot jadi lembab dan itu kan jadi floating aja deh. Jadi bawah tetap bisa dibersihin. Oh iya ya ya. Ini benar-benar kosong ya. Dan berarti tunggu bentar deh. Kalau ini floating dia pakai bata merah apa heb nih? Bata merah kita full bata merah enggak ada yang pakai hebel. Oh iya jadi supaya kuat ya. Oke oke oke. Dan ini satu lagi nih. Ini sebenarnya PVC ya sebenarnya. Iya tapi warnanya putih nih. Jadi dicari akal supaya kelihatannya ini sama semua dikasih stiker cutting stiker. Jadi kita cari tukang cutting stikernya biasanya stikerin mobil. Pak bisa enggak Pak pasangin ini? Bisa. Oke guys. Dan hasilnya emang bagus ya. Tapi emang ada beberapa ya yang enggak bisa diituin ya bagian relnya ya. Oke. Dan ini langsung ke tadi lorong yang tadi ya berarti ya. Iya. Bukaan samping. Dan di atasnya juga enggak difulin pakai kabinet ya. Dan kelihatan ini adalah koleksi hobi banget. Ya, saya kebetulan suka suka otomotif, suka cycling. Makanya karena rumahnya juga kecil, sengaja kita bikin ee satu tempat untuk ngegantungin sepeda gitu. Kebetulan kita main sepeda lipat ya udah jadi pajangan dan jadi ee Iya. Iya. Bagus penyanan. Iya. Iya. Tapi tapi ya gitulah kalau punya hobi emang lebih baik barangnya cakep ya. Jadi kalau ditaruh juga bisa jadi art gitu Dan habis itu di sini dia karena pakai botega nih beneran deh body dari atas sampai bawah ya. Iya rapat. Nah sama si Mas Jeho juga ininya dibikin jadi benar-benar adu manis rapat semua rapi banget gitu enggak ada celahnya. Oke. Arsiteknya namanya siapa, Bu? Ni arsitek Saka Studio. Kalau interior desainernya ni Design. Oke, nanti jangan lupa difollow. Oke, jadi jangan lupa difollow ya, Teman-teman ya. Nah, terus habis itu Oke, di sini nih romantis sekali. Romantis sekali. Ee dan aku lihat ini juga saklarnya banyak banget loh, Bu. Ini jadi ceritanya gimana, Bu? Ee apakah ada penggolongan lampu-lampu supaya kelihatan buat redup-reduknya kalau pengin bikin suasana ke mana-mana? Oh iya. Kalau siang kan kebetulan ini kan area kan ini meja makan living room. Kadang anak-anak jujur sih sering belajar juga di sini. Oh gitu. Jadi dipakai buat mereka bikin PR juga. Jadi kan butuh penerangan yang terang putih gitu kan. Nah tapi sebetulnya saya pribadi sama suami demen yang lebih ke homzy. Jadi kan penginnya agak kekuningan. Jadi kita bikinnya ada dua ambience lah. Kalau kalau kalau lagi ngumpul atau lagi malam pengin nyantai bisa nyalain lampu yang kekuningan jadi lebih cozy. Coba ee boleh enggak Bu kalau Kozi tuh suasananya kayak apa sih? Tinggal di eh sore. Heeh. Enggak apa-apa gitu sih. Oh oke. Jadi kalau misal mau romantis gitu, remang-remang atau enggak pengin ee suasananya lebih tenang kayak spa gitu, jadi inilah yang dinyalakan. kayak gini ambience-nya. Jadi ada dua ambience. Oke. Dan makanya lampunya ada yang warna kuning, ada yang warnanya putih. Terus di bagian sini, Bu, ini kan difulin semua ya, berarti dibangun ya. Nah, ini ee dikasih uh dikasih bukaan besar ya. Iya. Supaya enggak ya ini salah satu triknya supaya enggak kelihatan rumah yang sempit. Jadi pakai kacaing kaca kan. Oke. Heeh. Dan aku melihat ada hewan lagi. Jadi emang dari awal kan kita emang udah punya punya peliharaan kura-kura. Jadi kita bikin kolam ini itu sebetulnya buat mereka berendam. Nah, tapi karena di sini enggak kena cukup sinar matahari, jadi si kura-kura besar itu pindah ke roof top. Di sini kita bikin beli kura-kura kecil, kura-kura air, dan ada perosotannya. Iya. Jadi dia bisa naik turun. Kan dia sebetulnya hidup di dua dunia kan. Jadi selalu merendam dia kalau lagi mau kering ya dia naik ke sini. Oh oke oke. Oh iya ini pintu yang tadi Iya iya ini nyambung ke bukaan samping tadi. Oke ini berarti pintunya di sliding. Oh sliding ya. Untuk keamanan kan kita jadi tutup kalau Heeh. Oh ya ya ya. Tapi dia tetap udara masuk ya. Terus habis itu langsung ke daerah tangga ini. Jadi kalau misal ee ada ART-nya datang dia bisa beres-beres dia langsung naik ke atas gitu ya. Enggak tahu ya. Heeh. Dan sebenarnya punya bukaan samping ini juga lumayan. Jadi kalau kayak tamu-tamu yang enggak terlalu dekat, enggak usah masuk ke area living room sini. Jadi lewat pintu samping langsung naik ke roof top aja. I jadi ngumpulnya di roof biasa gitu. Kalau yang sini tamu-tamu dekat. Oh i ya ya. Benar benar benar. Habis itu saya sori sedikit nambahin ya. Jadi karena kita memang sudah didesain dari awal mau pakai water purifier. Water purifier tuh ada air buangannya karena dia memfilter air jadi ada buangannya. sehingga e buangannya kita tampung di sini untuk si jadi enggak ada yang sia-sia jadi enggak akan buang akhirnya pintar nih iya kita tarik pipa sepanjang jalan itu untuk kita buang ke sini sehingga bisa dipakai sama kura-kuraan ini juga tangganya juga rada-rada ajaib nih tangganya kayak di pabrik ya iya tapi ini kan gaya-gaya industrial sekarang nih Bu sebenarnya dan dia enggak ngambil space banyak ya soalnya tadi ee aku berdiri pas di bawah tangga kepaaku tuh enggak enggak jedut loh iya iya heeh karena dia tipis tuhud heeh H ini pakai apa ya tadi namanya ya? Great steel. Oh, grap steel ya. Oh, jadi udara dari bawah pun juga langsung kesedot naik ke atas. Nih dia kayak efek ee cerobong. Sekarang kita udah ada di lantai duanya nih, Teman-teman. Nah, di lantai duanya ini satu hal yang gua notice nih. Satu, lantai ini pasti SPC ya. E, terus habis itu lampunya ada di bawah. Why? Jarang-jarang biasanya dia pelapon semua kan. Iya. Iya. Ini idenya ee idenya suamiku. Jadi karena kita kebetulan temboknya kan pakai expose nih, enggak dicat lagi. Nah, tapi halus kalau dipegang halus banget. Oh, iya. Heeh. Jadi finishingnya tuh sampai halus banget. Jadi ah coba biar kehighlight kalau misalkan lagi malam gelap jadi kasih lempak lampu tembak dari bawah. Oh. Ya, ya. Ya. Dan di sini nih kita ketemu ada void nih sebelum kita ke kamar-kamar nih. Di sini ada void nih, Bu. Nih. Ee kenapa diminta ada void? Soalnya kan lahannya ini kan enggak terlalu besar nih space-nya. Tapi tetap dimintain ada void tuh buat apaan? Supaya buat dek naik mandi. Oh bisa komunikasi nyuruh biar bisa komunikasi. Iya ada pan. Terus kan ee lampu ini juga jadi turun ke bawah gitu loh. Oke. Terus habis itu di bagian sini, Bu, ini tuh ada lucu banget nih. Ini kayak inspirasi juga nih buat ee kita ibu-ibu yang punya rumah buat ngasih tahu kamarnya siapa nih. Ini dikasih lukisan. Nah, ini lukisannya buatan sendiri kah atau sendiri? Ya, ngelukis sendiri. Jadi, udah ada gambarnya kan sekarang tuh banyak yang jual. Jadi tinggal dicat aja, tinggal ngewarnain sebenarnya pakai cat. Iya. Oke, kita lanjut. Boleh masuk kamar anaknya, Bu. He. Nah, ini kamar kamar anak. Balik belik bolehik. Nah, ini kamar anak perempuan. Oh, oke oke. Ini kamar anak perempuan ya? Iya. Heeh. Dan Oh ya, dibuat tinggi biar enggak bisa kabur ya. Takut lompat. Takut lompat ya. Biar cahayanya masuk kan. Jadi natural lighting. Nah, ini full ya. Satu dinding ini ya. Iya. Betul. Terus habis itu di sini nih yang aku perhatiin ini dari tadi nih melengkung lagi mirip kayak ada di bawah. Jadi ini kayaknya ciri khas e interiornya ya. Iya kalau ee model round gini emang ciri khas yang didesain. Tapi sekaligus kalau di kamar anak cocok banget karena kan e enggak rough ages-nya jadi enggak enggak sudut gitu lebih aman buat anak it's friendly sih. Iya. I karena anak-anak kan lebih suka gitu-gitu ya. Iya. Terus bagian headnya ini juga dibikin kayak bantalan-bantalan gini supaya enggak kejeduk. Ah, oke. Oke. Dan di sini ternyata nih kan tadi ini datar aja nih kayak dinding ya. Tapi ternyata dia ada lemarinya ya. Jadi lemarinya ini dibikin masuk ke tembok karena emang areanya kecil jadi aduh kalau pakai lemari gimana ini bakal makan tempat? Karena kan biasa lemari dari tembok nonjol kan. Iya betul sama Mas Haikal dari Sak Studio. Ya udah eh kita bikin nanti udah ditempatin nih udah dipelotin ini nanti buat lemari aja Bu. Jadi tembok yang sisi anak perempuan di dalam nanti yang sisi itu layout-nya di sebelah sini. Jadi si tembok ini tempat masuknya lemari. Eh ini kamar anak cowok. Nah jadi si tembok ini tuh tempat rumahnya lemari. Oke berarti di sini adalah lebarnya si lemari ini. Ini ya. Oke. Dan ini warnanya beda ya Bu ya. Di sebelah sana itu yang pink yang lebih pastel-pastel. Sini lebih earth eart tone lah. Oh, kenapa warnanya eartone? Apakah kebetulan anakku yang cowok e warna favorite color dia hijau. Oh, makanya ini hijau juga ya? Iya, dibikin hijau. Oh, dan dibikin lucu banget. Iya. Biar bisa duduk nyantai. Iya, bisa begini ya. Kalau buat anak kecil jadi dia bisa tiduran, kakinya naik ke sini gitu. Celana gua sama. Suka hijau juga. Iya, kira-kira begitu. Oh, ini dia ini ya berarti ya lemarinya ya? Inya ini ranjangnya. Nah, ranjangnya pun juga dibikin masuk ke dalam ya. Iya. Jadi rapi. Heeh. Ee padahal ini sebenarnya masuk lebih masuk lagi tapi karena dia kelihatannya cuma segini doang nih kelihatannya kayak lebih simpel ya. Ah, dan di sini dikasih rak-rak lagi. Di sini dia bisa duduk-duduk lagi. Dan di sebelah sini nih, Bu. Ini ada apaan Bu? Ya, ini tuh ke depannya pengin dibikin meja belajar sih sebenarnya. Jadi mesin printer, meja belajar. Tapi sekarang belum ada. Next-nya mau dibikin ya. Soalnya kan anak-anak masih umurnya masih kecil ya, jadi perlu harus diperhatikan sekali. Terus di bagian sini ini ada apa nih, Bu? Ini kamar mandi anak. Oh, ini kamar mandi anak. Ini kamar mandi anak. Pintunya sliding. I oke. Dan ini masih under construction nih, Teman-teman. Nih. Iya. Ini juga belum dibikin kabinet ininya sih. Belum. Oke. Nanti bakal ada kabinet gitu ya. Tapi yang ee lucu nih, unik nih, Bu. Ini biasanya kan kalau misalkan kita kayak gini nut-nya tuh kalau enggak hitam putih ini biru nih karena pikir aduh gimana ya supaya kelihatan playful supaya kelihatan nih kamar mandi kamar mandi anak bikin biru yang di karena aku tuh udah beli si lukisan zebra itu. Oh itu ya karena dagingnya biru ya udah biruin aja ya udah akhirnya biru lah. Dan ini lucunya nih, Teman-teman, di sebelah sini tuh dikasih bukaan ya buat ee tatakan sih sebenarnya yang permanen buat naruh-naruh ee ininya ya ee sabun segala macam. Terus habis itu di bagian sininya juga perpaduannya juga si subwal-nya itu enggak setinggi 2 m atau seberapa tapi pendek aja nih cuman 60 cent doang habis naik ke atas dia. Yuk kita masuk ke ini kamar master bedroom-nya. Oke, oke, oke, oke. Nah, ini kamar master bathroomnya. Langsung ngelihat si headboardnya. Eh, bukan headboard sih, dinding belakang headboard-nya nih. Belakang headboard ini. Ee, bisa diceritain enggak, Bu, Pak, kenapa milih beginian nih di sini Ee supaya tetap ada kesan industri industrialisnya sih sebenarnya. Jadi, kita bikin kamprot aja deh yang. Tapi ini kamprot apa sih namanya yang ditekan ini? Rosam ya? Iya, Ros. Supaya lebih friendly. Enggak, enggak tajam. Iya sih. Enak kalau lagi gatal enggak sih sebenarnya. Iya. Jadi enggak usah suruh garukin kan. Iya. Iya. Daripada nyuruh garukin le garuk sendiri aja di sini nih. Nih. Dan habis itu di sebelah situ ya Bu itu ada kayak reading corner nih. Iya. Buat kalau buat duduk-duduk main handphone atau baca buku duduk di sini atau bisa kan dari luar kotor enggak mungkin keranjang kan. Jadi bisa nongkrong di sini dulu. Ah oke oke oke. Dan e yang aku notice di belakang Bapak itu ada satu hal yang unik tuh Pak. itu apaan sih, Pak? Ya, ini adalah kursi dari e upcycle ya, dari ee tutup botol plastik gitu ya. Karena kita suka sebenarnya apa yang bisa digunakan kembali reduce, reuse, recycle gitu. Kita ee suka konsep itu. Makanya kita coba beli ee kursi yang eitu ya seperti ini. Dan ini kayaknya ada ee potongan-potongan gini nih, Pak. Ini. Iya. Jadi sebenarnya ini bisa dilipat. Jadi kalau kita mau nongkrong, oh kursinya bisa dibawa, bisa di Oh, gitu ya. Bisa jadi kursi, bisa jadi side table. Ah, ya ya ya. Dia cara kerjanya pakai magnet. Terus habis itu di sebelah sini langsung ee di sini enggak ada TV ya berarti ya? Enggak. Kenapa nih Pak Bu? Biasanya kan suka pengin ada TV ya di karena kalau malam mungkin kita udah apa banyak screen time dari handphone dan sebagainya ya udah kita juga batasin sehingga kalau di kamar ya sudah waktunya istirahat ya ngobrol istirahat. Oh, oke. Enggak enggak nonton-nonton lagi. Kalau nonton kan ya nanti masing-masing aja sih. Iya, ya. Biar ada komunikasi ya. Heeh. Kalau enggak kayak kuburan kita nanti diam-diaman. Terus habis itu supaya dia kelihatan enteng juga makanya dibikinnya yang open cabinet kayak gini ya. Iya, Ben. Terus di depannya sini ih ada ada kacanya yang dibikin melengkung juga ya. Soalnya kan kalau dibikin meja rias enggak mungkin ya areanya segini. Terus aku juga bukan tipe yang dandan dandan banget. Jadi set set sat set. Oh, dia taruh sini aja cukup ya? Iya cukup. Terus habis itu di bagian sini Pak Bu ini ada ini pengin taruh sebetarnya kita pengin ini buat space ini sih tadinya awalnya entah mau taruh sofa atau satu kabinet lagi gitu. Belum masih masih on proses lah ngisi-ngisinya Masih masih bingung mau taruh apa lemari kah apa sofa kah. Jadi ya masih kosong sekarang. Lanjut lagi dulu. Ini ee ada apaan? Dan di situ kayaknya ada balkon ya. I ada sedikit balkon buat taruh hijau-hijau dan biar ada nature lighting juga sama ini kamar mandi sih. Kamar mandi dalam. Oh, kamar mandi unsuite ya. Iya. Ini juga kamar mandinya super minimalis. Oke. Ini ee uh diambilnya yang hanging begini ya. Ee ini maintenance-nya susah enggak sih, Bu? Si toilet hanging ini enggak sih? Sebetulnya justru saya sukanya hanging karena biasa tuh bagian Iya. Suka ket. Aduh. Ketahuan OCD ya. Jadi kalau bagian bawahnya kan suka di bagian sealernya itu kan suka menguning kan. Kalau floating gini tuh lebih ringkes beresinnya bersihin gitu ya. Heeh. Bisa Dan ini ee coba aku pengen ini aku usil pengin lihat berandanya. Kayaknya enak nih kalau misalnya sebelum tidur ya. Ini sebenarnya cocok kalau yang perokok ya. Jadi kalau ngerokok bisa ini. Tapi kita sih enggak ngerokok cuman ya buat pertukaran udara kalau pagi suka dibuka ini kalau tukang paket abang taruh aja Oh ya ya. Jadi kita enggak perlu turun-turun ya. Bisa komunikasinya langsung dari sini ya. Kita mau ke lantai kelihatan nih di atasnya ini dikasih PVC itu ya. Kita pakai alderon. Kita pakai alderon cuman kita mau pakai tadi kan kalau putih rasanya terlalu gelap. J kita pakai yang bening. Tapi kalau alderon memang ee putihnya beningnya seperti ini. Bukan bening transparan. Di sini pun juga dikasih yang sama ya kayak yang di kamar ya. Iya. Kamprotan roscam. Tapi yang luar agak lebih. Jadi kalau yang dekat-dekat area orang jalan atau apa, kita coba pakai yang di rosam supaya kalau kena enggak sakit. Iya. Enggak berdarah, enggak lecet ya. Dan di sini pun ada ini ya. Oke, berarti kita masuk langsung ketemu area service Laundry room ya. Eh bukan laundry room lah. Laundry area. Ah. Heeh. Di sini pun juga udah dibikinin ya untuk laundry areanya ya. Oh, mohon maaf ada jemuran. Enggak apa-apa. Enggak apa-apa. Sini yuk. Coba lihat sini. Ini tuh ada laci-lacinya ya, Bu ya? Takut sakit pinggang kan kalau load unload cucian. Jadi taruh di sini bas apa ee keranjangnya. Iya. Si keranjangnya tinggal gitu-gitu doang. Ah, sangat mengerti sekali desainernya ya. Heeh. Ya, ini juga udah dipikirin nih. Jadi taruh buat sini sini sini. Buat ituin perkakas. Nah, storage berkata semua rapi. Uh, rapi banget. Dan ini sebenarnya cuma pakai rel laci doang loh di atas sama bawah ya. Terus di sebelah sini ada apa nih, Bu? Ini sebenarnya untuk kamar pembantu tapi jadi gudang juga sekarang. Oh, sekarang ee dijadiin gudang dulu ya. Terus di sini adalah kamar mandi ya. Kamar mandi. Ini kamar mandi kan. Nah. oke oke oke. Dikasih yang WC-nya WC duduk supaya Soalnya di sini kan tempat hangout ya. Dan ini lucunya nih ya, Teman-teman. Ini tuh dikasih jemurannya yang begini ya. Iya. Bisa diturun naikin. Oh, bisa diturun naikin ya. Oh, cocok buat kita yang setinggi ini ya. Iya. Yang suku padi-padian. Yang tingginya semampai. Dan ini ada satu ruangan lagi nih yang menurut gue keren banget nih, Teman-teman. Ini adalah ya ini ruang hobi saya. Ruang hobi ini ruang hobinya Bapak ya. Oke. Dan kayaknya industrial ya nih ya. di sini bebas. Kalau di bawah kan saya masih di ee interfare untuk oh iya jangan terlalu industrial karena kurang homi, terlalu dingin dan sebagainya. Tapi kalau di sini ya udah pipa-pipa saya biarin aja kebuka. Heeh. Terus ee ya kebetulan saya suka main e model kit gitu ya. Jadi ya ada kompresor semuanya juga diakomodate sama si ee ini desain. Jadi udah disiapin kompresor sampai kerjaan. Kalau ada yang masih proses kita masih bisa taruh sini. Mentar kerjaan Bapak bikin ini. Iya. Ini kita ee apa sprayin sendiri. Jadi model kit-model kita, stok tuh banyak gitu ya. Jadi kita bikin-bikin dari kita potong-potong sendiri di lem terus di di di jadinya dong kasih lihat jadinya yang kayak apa. Jadinya jadi-jadinya kayak ginilah. Sebenarnya kita bikin apa ya? Diathering seperti ee worn gitu ya. Jadi kotor ee jamuran apa segala itu semuanya plastik padahal. Ya kadang kita bikin-bikin sampai kayak apa? Ee ini kita bikin nih dari kain kasa. Oke oke oke. Ini usaha Bapak juga enggak? Ini sih kita main-main aja ini hobi aja. Hobi. Jadi ternyata Bapak ini adalah seniman e airbrush untuk model kit begini. Dan ini sampai ada wastaffelnya sendiri. Kan kalau rooftop-nya nanti kita dipakai buat nongkrong jadi enggak usah nyuci-nyuci di bawah. Bawa gelas-gelas kotor ke bawah. Bisa cuci di sini buat cuci-cuci barang yang kecil-kecil bisa. Ini juga agak lucu karena kita nyari sing-nya agak susah karena dari bilang singnya kecil banget. Sink-nya kecil banget. Terus nyari tab-nya juga yang kecil itu sebenarnya buat ee air minum. Terus ada satu yang unik kalau dilihat ini kayak aluminium ya. Ada kan ini cuman sama Mas Jehonya dicari dikasih ide. Ah bikin kayak gini aja nih Pak. Jadi kesannya kayak aluminium tapi bukan aluminium. Dan ini kerennya dia nih akrilik ya. Terus dibengkokin begini tahun lagi. Iya, makanya ini. Uh, oke. Bagus, Pak. Uh, ini seru sekali ya sebagai workshop Hmm. Di sebelahnya di sini ada tangga monyet menuju ke servis ya, Ben. Ini kita taruh untuk ee kompresor AC, terus untuk solar water heater di atas semua. Jadi, sekali maintenance lebih mudah. Oke, torenten juga. Dan di sini kita langsung ketemu rakdak roof top-nya yang bisa buat duduk-duduk nih ya. Dan dibikin melengkung alus lagi. Jadi enggak tajam ya kalau misal kena paha gitu ya dia. Kalau malam-malam enak duduk sini adem. duduk-duduk. Terus habis itu di sebelah sini dikasih pagar nih biar kura-kuranya enggak kabur. Oke. Ini kura-kura gede banget ini. Ee umurnya bisa sampai berapa tahun nih, Pak? Berarti nih umurnya rata-rata kalau kura-kura gini mungkin di atas 100 tahun ya. umurnya. Jadi umurnya apa? Jenisnya sulkata umurnya dia panjang. Oke. Dan yang kalau misalkan katanya yang mau ngerawat begini nih enggak apa enggak semua orang ya. Kenapa itu, Pak? Ya mungkin karena ee perlu kita perlu consider juga ya karena dia ini aja baru 5 tahun dia jadi jauh akan lebih besar, makannya boros dan ee apa ya? E mungkin poopnya dan sebaginya mesin poopnya segala macam kotor kencingnya itu PR sebenarnya. Cuman ya kalau udah mau melihara ya komitmen dan ini ada dua ya biar dia enggak kesepian ya ngobrol ya. Yang ini Sule yang itu Ke. Kan sulk kata. Sulkata. Sule kate. Oh oke oke oke. Dan dia bisa berbunyi enggak sih? Mm enggak enggak enggak enggak berbunyi. Berisik enggak berisik enggak berisik ya kan. Tenang ya. Tapi kenapa nih Pak? Kenapa milihnya kura-kura? Biasanya kan orang kucing anjing gitu. Ini kenapa kura-kura? kita suka yang enggak biasa gitu kan kalau pets jadi orang kan selalu udah piara kucing anjing ada depan rumah anjingkucing udah biasa kalau tiba-tiba ada kura-kura yang nyambut di depan rumah kan beda gitu loh kita memang agak suka yang unik-unik tapi ini lucunya ya Bu ini dikasih tanamannya ya bukan sekedar tanaman biasa ini kaktus karena selain di sini areanya memang terbuka sangat banyak sunlight ya cocoknya kaktus dan ini juga buat makanannya si kura-kura jadi kura-kura itu makan kaktus sendok ini. Jadi tinggal potong dikit kasih. Jadi iya tanam sendiri langsung kasih makan. Ah lumayan tenan sekali ya. Tapi lucunya nih teman-teman di sebelah sini juga dikasih ee ada kayak meja bar kecil ya. Jadi ke depannya kalau misalnya mau ada partti di atas juga tinggal taruh meja selesai gitu ya. bisa bikin kopi di dalam nyajiin di sini Ah oh iya iya benar-benar kayak kayak kafe-kafean gitu ya jadinya ya. Ah menyenangkan sekali rumahnya. Sekarang, Bu, aku mau tanya-tanya. Waktu ngedesain ini tuh berapa lama sih, Bu? Desain rumah ini sampai jadi Ded ya sekitar 3 bulan ya sama Saka Studio itu kita matangin konsep 3 bulan terus sudah jadi Dedes sih. Oke. Itu udah 3 bulan habis itu ee langsung bikin ya. Bikinnya tuh setahun. Setahun. Setahun. Nah, itu biayanya di di per sem kurang lebih sipil tuh 6,5 jutaan. 6,5. Habis itu untuk ee bisu kan 6 bulan kan dia ee jeda ya, agak jedak mencari-cari interior desain yang cocok gitu ya. Terus habis itu pas di ketemu interiornya itu ngedesainnya berapa lama tuh Bu sama nih desain itu kita 2 bulanan mungkin ya matangin konsep karena kurang lebih udah tahu sih penginnya kayak apa-apa jadi udah briefing ke Mas Dehonya udah enak dan dia udah tinggal tuangin ke desain aja gitu. Oke. Terus hab itu pas dibikin itu kira-kira kalau boleh tahu ya ada sih yang belum selesai ya, tapi sampai segini aja dulu tuh berapa sih kira-kira? Enggak nyampai 300 ya kayaknya ya. Sekitar 250-an lah. 250 ya. Mungkin kalau tambah-tambah yang itu total-total 300 sudah perfect lah. Udah lengkap udah udah sudah bahagia sekaliah nih Udah nyamanlah saya kayak gini aja udah nyaman banget sih sebenarnya ya. Oke. Terus habis itu, Bu ee tapi 300 buat satu rumah ini ya itu jatuhnya cukup murah loh. Iya. Ekonomis. Ekonomis sekali loh ya. Mungkin karena ini kali ya udah dibikin sama arsiteknya enggak terlalu perlu banyak furniture. Iya. Enggak perlu banyak. Emang penginnya juga dalamnya minimalis. Jadi lebih ke furniturnya yang simpel-simpel dan yang inti-inti aja sih sebenarnya. Enggak terlalu banyak perintilan-perintilan. Oke kalau kayak gitu makasih banget ya, Ibu. Aku udah boleh datang. Kita kayak Ibu Viti ya. Hehon maaf. Mohon maaf lahir batin. Makasih banget udah ikutin kita juga sampai akhir episode ini. Jangan lupa like, comment, subscribe. Jangan lupa juga follow eh akun Instagram ibunya dan juga arsitek dan interior desainnya. Dan jangan lupa juga ke Arsitektur Indonesia. Kita juga ada TikTok dan Instagram-nya. Bye bye.
