(RUMAH UNIK) Gelap Di Luar Terang Di Dalam! (YouTube Video)
Wow. Apakah ini? Kalau gua lihat-lihat ini ada e pernah diliput kah? Iya. Ini kita dapat waktu dari koran Jawa Pos waktu awal-awal. Oh, yang di-highlight di sini adalah void-nya ya. Betul. Ini sih. Dan ini kalau misalnya dibuka nih. Tuh. Iya. Orang juga masih susah ngelihatnya karena jedanya ini pun juga kecil ya. Dan kocaknya ini tangganya menarik sekali loh, Guys. Ini modelnya kayak bisa e amfiteater ya kalau gu bilang ya. [tertawa] Heeh. ya. Hai, ketemu lagi sama Belinda di Arsitektur Indonesia. Hai, Teman-teman. Kali ini kita lagi ada di daerah Jakarta Barat. Nah, aku pengen ngajak Teman-teman untuk masuk ke rumah yang menurut aku itu sangat amat menarik. Kenapa? Karena rumahnya walaupun gelap, ternyata kita ada bisa belajar kalau gelap itu enggak samanya jelek loh untuk rumah. Bisa terasa lebih adem mungkin. Terus sama juga walaupun gelap, rumah ini juga sangat terang loh di dalamnya. Kenapa begitu? Karena dia punya void yang sangat panjang dari bawah sampai atas. Penasaran [musik] isinya kayak apa? Yuk, kita temuin dulu sama arsitek sekaligus pemiliknya. Halo, saya Matios Renato sebagai arsitek dari MRHD Studio. Eh, kita di bidang ini sudah bekerja lebih dari 5 tahun. E biasanya kita menangani arsitektur dan interior juga untuk bidang desain. Nah, eh setelah melihat video kali ini, semoga desain rumah kita bisa membantu buat inspirasi kalian semua. Thank you. Nah, ini dia yang punya rumah sekaligus arsiteknya namanya Mas Ren. Oke, Mas Ren ceritain dong ini luas bangunannya berapa, luas tanya berapa, sama konsepnya apa? Oke. Ee kalau kita cavlingnya tuh ukuran 914. 9 * 14? Iya. Sekitar 120 m² lah ya. Jadi ini lantainya ada berapa lantai sih? Jadi kita ada tiga lantai. Heeh. Nah, e untuk total tiga lantainya kita ada 200 sekitar 250 m² totalnya untuk tiga lantai. Iya, itu termasuk ada area semi outdoor juga di atas. Ada area kebukanya. Iya, ada roof toopnya. Ah, oke. Oke. Terus konsepnya gimana nih? Soalnya gua lihat lu gelap-gelap gitu, Men. Betul. Jadi sebenarnya untuk tone kita lumayan industrial barang-barangnya juga mungkin materialnya kita yang raw material sama warnanya juga lumayan gelap. Karena pertama consideration kita, kita tuh pengin banyak cahaya masuk nanti bisa lihat di dalam sama Iya. Padahal ketutup semua ya. Betul. Secara fasad hal ini kan sebenarnya lihat mataharinya kan datang dari depan ya. Jadi kita balancing supaya warna tuanya tuh kalau kena terang tuh masih nonjol gitu. Oh iya ibaratnya kalau misal gelap hitam dikasih [musik] cahaya bisa jadi abu-abu Betul. Jadi warnanya sebenarnya mungkin ngomongnya bold kali ya bukan gelap. He warnanya bukan gelap lah warnanya. Warnanya lebih bold. Nah, ini buat bagian depan juga sebenarnya kita kalau dilihat nih ada tanaman di kiri terus kita juga ada pasang untuk yang nanti sih kalau panjang dia makin turun lah makin cantik sama area atas juga sebenarnya kelihatan kita bagian depannya kita taruh banyak tanaman jadi posisi tanamannya nih ya teman-teman di bawah zigzag nih 1 2 3 gitu jadi rumahnya jadi variatif nih terus boleh enggak sekalian masuk nih gua mau lihat dong ini rumah l kayaknya ke depannya ini bakal menjadi sesuatu nih apakah bisa menjadi Kos-kosan di sini [tertawa] soalnya semuanya kebuka nih. Enak banget nih. Ini sebenarnya hitungannya buat dua mobil. Ini buat dua mobil. Jadi satu di sini, satu di sana. Nah, ini emang kita bikin pagarnya tuh sebenarnya bukanya bisa masuknya gede. Iya, slide-nya gede. Kalau untuk yang ini kita bikin dia folding. Oke oke oke oke oke. Nah, jadi kan karena lebar cavling kan sebenarnya kita terbatas buat parkir Betul, betul, betul. E jadi dengan begini ya. Nah, oke. Uh, jadi ini masuknya gampang nih. Dua kesan satu [musik] sama buat masuk. Iya, ini 3/4 dari lahan kebukanya. Oke, oke, oke. E, makanya kita akalin sebagiannya kita pakai pakai folding. Terus kalau misal buat posisi kayak gini, bukaan pagarnya tuh mesti berapa sih? Ini kan okelah 3 m gitu ya. Buat si ininya nih berapa? Oh, jadi ininya kita segininya ambilnya sekitar 4 m nih buat manuver beloknya. Oh, manuver beloknya. Betul ya. Kita ambil manuver beloknya. Jadi kalau kita masuk dari sisi sana ini langsung masuk langsung mundur lagi gitu. Ini enak nih ya. Jadi enggak nabrak ke mana-mana ya. Betul. Rekomendasi sih mungkin lebih cocok si tik car yang kecil kali ya. Iya ya iya soalnya segini kan. Oke. Terus di bagian sini nih ini apaan ini nih? Karena e ibaratnya kalau gua lihat sih ini kayaknya lu tahu diri ya kalau di [tertawa] sekecil ini kan susah hidup ya jadi enggak dikasih rumput nih. Jadi tanaman kering nih. Nah ini tiba-tiba ada apa nih? Ini sebenarnya sebenarnya Iya. Ini sebenarnya dalamnya pompa. Kalau bisa lihat dari samping ini ada bukaannya. Oh. Oh i di situ ya. Cum ini kita cover pakai material ini clay sih tahan outdoor. Ini buat mirip supaya sama fas yang di depan. Oh yang itu ya? Iya. Jadi boksnya kita bagusin lah. Oh oke oke oke oke. Dan di sini lucunya nih tiba-tiba lu kasih kayak gril begitu ya. Betul. Why? Ini plat grating. Bawahnya kita masih batu bawahnya langsung tanah. Jadi buat resapan sebenarnya. Nah cuman ini kan buat area mobil. Jadi kita bagi. Kalau ini sebenarnya aksesnya juga masih yang ke bawah ketutup kanopi kan. Iya. Iya. Jadi ini kasarnya buat akses jalan lah. Supaya yang mobil tetap di yang batu alam. Karena kan dasarnya tetap bisa lebih kuat. Hm. I kalau misalnya dikasih batu split doang tiba-tiba keinjak-injak ya akhirnya kerendam juga kan. Makanya dikasih si grating ini ya. Terus di sini tuh ada pintu masuk nih. Betul. Tapi ini musih dari samping ini. Nanti kita bisa buka dari samping. Ini akses service. Oh servis. Betul. Jadi pintu masuknya dua. Nanti bisa lihat dari dalam. Kalau ini kita ada satu ruangan studio kecil nyambung sampai ke pantry. Tapi kalau pintu utama kita termasuknya dari sini. Oh, oke oke. Tapi ini lucu juga ya. Lu tadi kan raw material ya. Ini berarti kayak dicetak ya. Betul. Kita cetakan langsung dari semenacian gitu sih. Kita coba nih. Lu nyetak nih ya. Terus enggak lu apa-apain lagi? Enggak. Kita cuman clear coat aja. Oh clear coat aja. Clear coat aja. Iya. Oh iya teman-teman. Jadi kalau misal walaupun di raw material kalau di outdoor tetap harus clear cod. Dan itu maintenance berapa kali sih? Betul. Kita tuh udah 2 tahunan tinggal di sini. Enggak pernah ada maintenance yang kita ulang sih kayak belum ada coat waterproofing semua masih aman sih. Belum ada aman aman. Oke nice. Ada. Terus habis itu ini pun juga di udah diekpos saja ya. So arsitek kamu. Kamu sangat arsitek sekali. Lulusan dari mana sih? Oh ya by the way nih lu punya kantor arsitek. Minta dong Instagramnya apa coba? Kita kalau mau lihat projject-projject kita di mrad.studio di Instagram. Oh @mrad.studio. Oke jangan lupa difollow ya teman-teman. Silakan. Oke, next. Nih, nih ada sesuatu nih. Lu nih, karena ini rumah lu sendiri pasti lu trial and error nih ya. Karena gua lihat di sini ada dua jenis untuk ee apa? Kamprotan nih. Oke. Boleh ceritain enggak ini kamprotan apa dan itu kamrotan apa? Oke. Jadi kalau yang ini kita sebenarnya ada konsep warnanya juga. Untuk yang ini kan kalau dilihat untuk dinding kanan kiri tetangga. Heeh. Karena dia stepnya lebih gede, kita warnanya pakai yang lebih muda. Sebenarnya buat netralin supaya warna rumahnya kan tadi tua tuh lebih mencolok rumahnya dibanding dinding tetangganya. Iya kayak kutu loh jadinya. Iya kan kelihatan kalau enggak entar jadi rumahnya yang tenggelam ya. Kalau ini kita kamprotnya roll. Oh ini pakai roll ya. Iya. Jadi ee bedanya habis kita roll warnanya kita custom. Jadi ini warna kita pilih ya. Cuman kalau yang ini ini lebih beda. Ini ee natural sound-nya kita semprot. Oh ini yang semprot ya? Oke. Oke. Jadi ini lebih rapi, lebih rata juga. Oke. Oke. Dan ini dua dua brand yang berbeda. Dua brand yang berbeda. Dua brand yang berbeda. Oke. Terus untuk ee bagian sininya ini juga ada material yang lain nih, Teman-teman. Betul. Kalau ini dia modelnya clay. Jadi bata expos tapi dia modelnya clay. Satu dia lebih enteng. Heeh. Aplikasinya juga lebih gampang ya. Ngaplikasiinnya lebih cepat, lebih gampang. Eh, terus dia sama sih kita cuman clear quat aja sekali buat supaya lebih ke enggak jam enggak lumutan sebenarnya cuma supaya enggak lumutan. Iya, karena kan kita enggak enggak ada cleaning ya, enggak ada cleaning session atau apa kan panas hujan panas. Jadi kita cuman clear coat aja ya. Sejauh ini ya begini sih kayak dari setelah kita pasang juga sih enggak berubah. Penurunan warna juga enggak ada sih. Uh, nice. Dan lucunya ya pas kita masuk ini kan pakai batu alam ya. Batu alam kayaknya 30. Eh, enggak deh. Ini 60 * 30. Iya, 30 60 apa 20 nih? Enggak ya? Sekaki sih 30 biasanya. Sekaki [tertawa] kaki gua kecil men enggak nyampai. Nah, ini tuh pakai ee dipanjangin ya sampai ke terasnya ya. Dipanjangin sampai ke teras. Hmm. Dan pas masuk nih teman-teman enggak langsung lihat ya udah rumah aja enggak. Dikasih ada tamannya lagi. Gua yakin ini pas malam pasti enak banget nih ya. Jadi kayak ada lampu-lampunya soalnya ini. Iya. Karena ini juga kita kan ada jarak sebenarnya. Kadang bisa taruh bangku juga sih buat semi outdoor di bawah. Tanamannya juga kadang tergantung mataharinya suka kita ganti-ganti. Oh ya bisa tuker-tukaran ya soalnya tinggal pot doang ya. Betul. Betul. Karena ini kan lumayan dalam. Oh iya. Jadi ee kadang suka ada pasang yang tinggi ya. Kita bisa pindah-pindahin sih gitu tergantung arah mataharinya. Nah ini untuk plafonnya sendiri lu pakai apa nih? Nah ini sih kita semuanya kalau ini bahan outdoor. Jadi ini WPC termasuknya. Heeh. Nah, ini ee kita ambil yang serat kayu. Cuman ini enggak bukan solid wood asli. Jadi dia ya sama enggak ada maintenance-nya. Oke. Tapi kalau untuk bagian depan di sini tuh apaan sih? Ini gua keluar lagi nih soalnya ini dia satu brand sih untuk yang untuk motif kayu ini sama WPC yang kayu tiang ini. Oh. Dia satu brand ya. Satu brand untuk yang motif kayu. Heeh. Ini WPC juga nih berarti bukan. Kalau ini dia clay. Ini sama kayak yang di sama yang tadi ya. Iya sama yang dalam. Ah, kalau ini untuk kayu ini Kay sama kayak yang kita pakai buat di bok pompa. Sekarang boleh enggak gua masuk nih? Boleh, silakan. Dan ini lucu juga, tidak punya handle dia sebenarnya. Iya, kalau ini solid. Ini jati solid. Ini kita pakai pivot jadi ya didorong aja. Oke. Jadi, udah enggak perlu handle lagi ya. Dan tebal Bu. Tebal banget. Iya, lumayan. Ini 6 cent ya. M lebih. Ini ada delan. Tapi ini ada rangkanya di tengah. Oh. Di dalamnya ada rangkanya lagi ya, buat ngurangin beban sih. Ah, dan ini cukup kedap enggak sih? Lumayan. Kalau kedap sih suara kita tes enggak keluar karena ini kan aluminiumnya juga kacamati. Hmm. Dan ini jedah-jeda lu kasih moher ya kayaknya. Iya betul. Kita kasih moher. Hmm. Nah, supaya lebih rapat sampai di sini. Ini tuh ada ruangan apa Kalau ini kita mungkin sebutnya voyer Oh ini foye sebenarnya. Iya. Jadi kalau rak-rak bawah sih ini ya buat-buat sepatu daily activity lah. Jadi kalau kita terima tamu yang mungkin kayak orang Bang atau apa yang sekilas kita biasanya iya ini lumayan banyak sih soalnya bisa sekitar 3 emp meja yang buat kita misalnya ada semua activity. Hmm ini berapa sih menurut gua ini ee ruang tamunya terkecil yang pernah gua datangin tapi ee proper enak ini buat lebar ruangannya kita ambil 1,4. Oh, 1,4. Uh, angka yang cukup aneh karena [tertawa] biasanya 1,2 1,5 gitu. E, maunya 1,5 tapi keterbatasan lahan ya. [tertawa] Jadi kita 1,4 kita cari yang paling dekat. E kapasitas dua orang standar biasa sama ini sekitar 2 m lah. Dan ini lantainya lu pakai apa? Berarti kita full pakai SPC. Oh, SPC. Untuk dari entrance masuk ini kita pakai SPC semua nyambung ke dalam. Kecuali area pantry baru kita ganti pakai granitele. Oh, ya. Karena daerah agak basah lah, ya. Ee sebenarnya SPC-nya tahan sih untuk basah. Cuman kita pakai ini juga supaya buat ngebagi. Kan kita konsepnya open plan nih. Oh iya, karena open plan jadi either kalau di plafon atau enggak di lantai itu yang dibedain. Betul. Betul. Jadi kalau dilihat plafonnya sama lantainya pas berubah material lantai atasnya juga kita ganti tekstur. Jadi ruangannya kebage. Iya. I ada gunanya juga ya. Gua jadi belajarnya. Iya. E teringat. Oh wow. Apakah ini? Kalau gua lihat-lihat ini ada e pernah diliput kah? Betul. Ini sih aslinya. Ini aslinya. Iya sih, Men. Mataharinya banyak ya masuk sini ya. Iya. Ini kan sekitar 11.30 ya. Sekarang lagi pas highest-nya lah. Iya 11.30 betul. Biasa dia kurang lebih sekitar 20 menitan sampai jam 12.00 gitu ya. Hampir segini mataharinya. Habis itu udah hilang lagi tapi cahayanya masuk. Juan maksudnya enggak sampai nyorotnya enggak mengganggu. Enggak terik juga loh. Enggak terik. Dan enak sekali ini. Dan enggak ganggu orang nonton juga sepertinya. Betul ininya. Makanya kita ini didalamin untuk TV-nya. Oh iya kita kasih D ke dalam. D ke dalam. Uh koleksinya baik sekali. Lu udah mengoleksi ini dari kecil kah? Karena gua melihat jurnal bebek. Enggak enggak kecil-kecil banget ya. [tertawa] Wow. Dan semuanya ditata menarik ya sebenarnya. Jadi kalau misalnya emang punya koleksi emang kalau ditata menarik jadinya bisa bercerita nih. Iya. Biar kelihatannya banyak aja sih. Iya. [tertawa] Biar kesannya anaknya seru gitu. Ini juga lampunya kalau dilihat kita ini kan sebenarnya overall buat nyorot ke itemnya. Cuman kalau yang atas kalau malam kita nyorot ke dindingnya buat cover buat balancing tinggi dinding yang di atas. Oh ini ini yang tadi lu bilang ya ee dindingnya semuanya acian ya. Dan enggak dicat. Enggak dicat. Oke. Oke. Dan karena dia gayanya industrial emang ada campuran kayak gini. Kayak gini emang wajarnya begitu ya. Emang harus begitu. Kalauapi malah jadi aneh ya. Iya. Betul. Emang mau kayak gini sih mungkin yang bawa lebih kelihatan rada ada claudi-clouinnya ya. Ah i ya. Kayak kesannya kayak wash out gitu ya. Iya. Heh. Tapi kita enggak catala ini kita langsung finish acian. Hmm. Oke. Oke. Tapi di bagian luarnya balik lagi dengan hama yang kayak di depan tadi. Betul. Karena ini nyambungnya sama dinding depan. Ini lucu banget lu kasih either lu daripada ngasih lampu taman tapi dikasihnya lampu atas gitu ya. Iya. Full atas bawah nembaknya. Oke oke oke. Sebelum nyampai sana gua pengin lihat dulu deh. Ini kitchen set loh. Apakah lu anak pemasak ini? Karena ini gede banget loh nih. Kurang ee karena kita mungkin terlihat besar karena kita gabung kan enggak ada sekatnya. Ini kan udah sekaligus pantry island sama meja makan ya kita jadiin satu. Oh iya benar benar benar benar benar. Dan ini gaya modern sekali untuk sekarang ya, karena pentryinnya nyambung sama meja makannya. Nah, ini untuk berarti ini pakai HP nih kuadrat ya. Enggak, ini kita granitis masa hati sih. Ini ukuran berapa? Kok kayak enggak kelihatan ada? Iya, kita slap gede 120 240. Oh, ini 240-nya ya. 240. Makanya kalau ini kelihatan yang ada sambungan, yang ini island lebih kelihatan enggak sambungan lagi. [musik] Ini full mentek kita pakai makanya lebarnya dapat kan. Iya. I iya. Ini yang setipinnya undermount ya. Iya, ini pas motong gini berarti enggak mungkin tukang biasa dong. Ini harus tukang. E, kita udah pakai tukang granate yang emang udah biasa ngerjain sistem ini karena kalau enggak potongannya dia enggak bisa [musik] diirin lengkung gini Iya. Ngebikin bevel gini nih enggak sembarang tukang nih. Dan ini sudah salah nangis kita semua. Iya, ada yang harus beli baru lah. Ih, enak sekali kitchennya. Iya, dia udah ada ini. Ini build dishwasher. Diswashernya ini. Betul. Ini dryer kita ada dua. Satu lagi kita ambil yang sistem kayak drawer buat ditarik itu. Jadi Oh sebenarnya panjang panjang ke dalam. Iya daripada kelihatan kelihatan di atas begini lebih baik di bawah ya. Oke oke oke. Dan ini lampunya lu bikin diri. Betul ini custom juga tuh kan gua udah gua udah enggak pernah ngelihat beginian [tertawa] nih. Makanya gua pas gini ini kayaknya lu bikin diri deh. Karena kalau enggak panjangnya enggak dapat nih buat dua meja kan. Ah i benar. Iya. Jadi ini kita custom untuk lampunya. Terus habis itu ini kalau ini plafonnya ini lu bikin pakai apaan nih? Kita vinir. Oh divinir ya. I kita pakai fin. Terus warnanya sebenarnya relatif mirip sama warna-warna HPL-nya. Rada warna kayunya rada mendekat. Cuman uratnya mungkin beda ya gitu. Jadi sebagian HPL. Tapi kalau ini kita pakai Vinir terus kita cari yang match barengan sama warna PL kita. Kalau untuk HPL-nya sendiri ini lu pakai apa nih? Soalnya ini HPL-nya bagus loh nih. Kadang kalau kita lihat di sampel kan bagus pas jadi gulungannya udah keluar y kenapa jadi ngeri gitu. Kita mereknya dari Chest Laminate. Oh oke oke. Dan dia ada teksturnya ya. Betul. Kita ambilnya bagus loh nih. Iya. Ini semua lemari tapi push sistemnya buat kayak ee jin terus semuanya masuk gitu ya. Oke. Dan di sini ada ini ada ruangan sebenarnya. Oh ini ada ini kamar mandi. Oh ini ada di sini. Ah oke. Ini powder room berarti ya? Oh iya. Oh, udah loh. Benar-benar ya. Betul. Buat tamu lah. Iya, buat tamu ya. Ah, gua tahu ini GB ya. Iya, GB. [tertawa] Sejauh ini cuman GB yang punya. Iya, benar, benar, benar, benar, benar. Jadi demonya Oh, gitu. Betul. Jadi air bersihnya yang keluar duluan. Oh, sekalian ya? Jadi, air bersih ini pas sudah selesai cuci tangan buat Betul. Buat flash. Jadi nge-flashnya yang bekas joroket tangan kita lah. Iya. Iya. Jadi ee apa ya? Rius Rius Ini banget. Eco friendly banget. Nah, untuk di ruangan ini dia sengaja dibikin cepat nih. Jadi orang tahu kalau ini bukan pintu kamoulase nih. Kayak yang di situ. Ini apaan nih? Betul. Kalau ini nyambung sama yang tadi ada pohon di depan. Oh, yang pintu kaca tadi ya. Iya, betul. Jadi ini studio/ ruang service. Oke, oke oke. Ah, ini lu kerja di sini? Ee, kita ada tim yang kerja di sini biasanya cuman ee tergantung harinya sih. Engak tiap hari. Tinggal tiap hari ya? Iya. Barang-barang harus ini sampel-sampel. Sampel-sampel. Oh, itu yang pintu yang tadi ya masuk ya. Kalau ini jadi di kalau dailynya sebenarnya kita bisa [tertawa] biasa kalau kita lagi kerja di sini kita buka terus pakai ini doang sih. Ini doang. Jadi adem banget. Iya. I jadi enggak perlu pakai AC-acan ya. sekali loh, Guys. Ini modelnya kayak bisa e amfiteater ya kalau gu bilang ya. Heeh. [tertawa] Iya. Benarkah begitu konsepnya? Nah, ini soalnya kita perlu ekstra ruangan. Jadi kalau di bawah ini kita cor karena ada gudangnya. Oh, iya. Jadi sekarang kita pakai buat gudang ininya. Di dalam sini tuh masih ada Oh, iya. Gudangnya ya dapat ruangannya lebih gede ya. Iya, lumayan dalam buat di area sini. Makanya lantai sampai bordes pertamanya kita tetap cor enggak pakai besi. Sisanya baru kita pakai rangka besi sampai ke atas. Oh, ya. Ya, ya. itu besinya tuh ya di situ. Tapi benar kalau misalkan ada ruangan yang ee space-nya cukup, kalau mau bikin tangga buat [musik] gudang bawahnya bikin dua kayak gini bisa dipertimbangin ya. Malahan dapat ruangan storage-nya emang benar-benar kayak ruangan storage ya. Oke, kita boleh naik atas ya. Boleh. Dan ini tangganya lu pakai. Kalau ini solid kayunya. Oh, ini solid ya? Iya. Kalau buat tangga kita pakai solid buat handle sama stepnya. Nah, ini void yang tadi ngelihat tanaman pintu masuk depan. Oh iya. Jadi kayak pas lagi jalan pun kita juga masih disuguhin sama pemandangan hijau-ijauan gitu ya. Iya. Kalau kita lagi pakai yang tinggi tanamannya bisa segini sebenarnya. Dan ini karena di sini posisinya besi-beresian begini makanya lampunya tuh ditaruh di dinding. Banyak banget yang selalu lupa loh kalau orang bikin tangga tuh tangga tuh butuh lampu banget. Betul. Kadang kalau soalnya kalau kita nyorot ke atas pun sebenarnya terlalu tinggi sama terlalu lebar juga kan sebenarnya. Jadi kita bikin ini levelnya kan se ya semata orang aja gitu. Heeh. Dan ini lampunya muter ya. Heeh. Lampunya muter. Ah, jadi emang kalau misalkan kalau buat di tangga ya temaram-temaram aja ya. Enggak perlu kencang banget lampunya. Betul. Karena kan I level juga terus jaraknya kan kecil. Jadi makanya kita tutupin dari depan ininya supaya lampunya enggak langsung nyorot. [musik] Oh ini custom. Custom lu bikin bikin. Oke. [tertawa] Emang anak arsitek semuanya bikin aja diri walaupun dijual gitu ya. [tertawa] Kayaknya enggak puas gitu kalau enggak bikin diri. Nah, ini kita di lantai dua yang void-nya tuh nyambung sama yang di atas. Tapi ini void-nya gede sekali loh. Ini berapa void-nya berarti? Ini ini void-nya sekitar 3 * 3 lah. 3, 15* kayaknya lima deh nih, Men. Hampir. Uh. Makanya kesannya jadi megah banget Ditambah lu pakai relingnya juga kaca. Iya. Jadi ini bounless dari bawah juga ngelihat ke atas enggak kelihatan ada temboknya. Iya. Betul, betul, betul. ya dengan harga yang benar ya dapat barang harga yang benar bisa. [tertawa] Nah, ini ada ruangan entertain nih. Kalau gua bilang entertain ruang kerja lah kita sebenarnya buat kita kerja daily. Cuman sebenarnya ininya juga dari dinding ini kita settingannya buat kamar satu lagi. Oh, next-nya bisa next-nya bisa buat satu kamar lagi. Terus ini juga makanya kita tetap ada jendela di samping yang buat nyambung ke belakang. Nih nih sebelah sini nih. [musik] Jadi ngelihat dapat view juga ya ke taman belakang ya. He nih. Tapi kalau misalnya di sini kayaknya enggak jadi kamar kerja sih. Ini jadi kamar main kayak diajak main mulu gitu loh. Ada Uno, ada Mario. Yuk main PS yuk yuk main Nintendo yuk gitu. Enggak enggak [tertawa] direkomen untuk dimainin sih. Jangan. Oh kita tunggu nanti kalau kau punya anak nanti [tertawa] kau akan kalah dengan anak perempuanku. Oke. Ini Oh, lu suami istri kerja ya? Kerja. Iya. Hmm. Gila. Ini buat home [musik] office. Buat home office-nya. Oke, di sini ada Star Wars, ada Walt Disney, eh ada Disney, habis itu ada Hunter x Hunter. Hm. Tontonan kita ini. Iya. H umurnya dekat berarti ya. Mirip ya? [tertawa] Iya dong, dekat dong. Oke. Ini berarti barang-barang lu yang pas lu jalan-jalan inilah ya yang Iya. Biasa kalau kita pergi ada aja L yang dibeli. Ada aja. Harus ada yang dibeli. Heeh. He. Terus di sini storage semua nih isinya. Iya. Kebanyakan sih bawanya isinya ya bok-boks bekas simpanan gini sama barang-barang lain lah. Ah. Tapi bawahnya kita pakai buat storage ya. Buat boknya. Jadi kalau dijual lagi juga buat [tertawa] kurang lebih. Dan di sini gua lihat lu apakah lu drummer? Enggak sih. Kalau sampai drummer sih enggak. Cuman itu koleksi itu seri hard rock kalau dilihat tiap ininya tiap kota beda-beda ada nama negaranya. Oh. Oh, jadi kayak setiap lu ke mana in lu ngambil ee magnetic lu ngambil yang kayak gini ya? Iya. Ini kan ada khusus ininya nih landmark negaranya. Oh i kan kita biasa pasti datang ke tempat-tempatnya itunya kan. Ah seru banget. Oke ini kamar mandi ya berarti ya. Iya ini second kamar mandi kedua lah kita udah siapin. Nah kamar mandi anak lah ya. Eh ini kok lucu banget sih masuknya ee masuknya lengkung. Melengkung gitu ya? Iya betul. Enggak flat. Dan ini satu-satu apa ma? Ini satu-satu. Satu-satu. satu-satu masangnya. H ya kadang kalau emang lagi bareng kadang tinggal berdua juga butuh dua kamar mandi sih. Oh gitu ya. [tertawa] Iya. You don't disturb mine I disturb yours. Oke. Dan ini dia lu panjangin ya SPC-nya ya. Betul. Ini SPC-nya nyambung satu material sampai atas. Jadi begitu. Jadi biar kesannya kayak panjang gitu ya. Oh pintar sekali. Oke. Oke. Dan di sini ada ruangan apa? Oke. Kalau ini master bedroom satu-satunya kamar. Kalau saat ini, satu-satunya untuk saat ini ya. Sampai nanti pada saat kebutuhan lag sampai saat dibutuhkan lagi. Iya. Oke. Ini lampunya nih gua lihat ini udah dinyalain semua. Tapi ini kenapa mati Ini kita smart lamp soalnya. Jadi kita biasa antara voice command atau ya kita nyalain pakai di handphone. Voice comand tuh yang aw gitu enggak? Siri siri. Oh siri. Hah. Indahnya pada saat masuk ke dalam kamar lu, lu ngelihat sepatu lu yang tersusun rapi, [tertawa] warna-warni juga. Playful sekali rumahnya. Ini cat ya? [musik] Enggak, ini HPL tapi yang solid color. Soft touch. Ini chest staminate juga. Dan ini enggak ada ininya ya. Enggak adaak ada tekstur dan tapi enggak kalau dipentuh enggak ninggalin jejak ya. Iya makanya dia ngomongnya dia soft touch. Jadi bahannya kalau digaruk rada kayak karet alus duko gitu. Apa namanya? Nama HPnya namanya chest laminate yang soft touch. Chest laminate yang tadi ya. E kasih tahu [musik] harga orang interior gua ini bagus. Kita full chest laminate di sini. Oh gitu. Ee disponsori ya hampir [tertawa] Terus habis itu ee dia punya agingnya enggak? Ada. Tapi kita enggak pernah pakai aging. Kalau bikin tuh HP ketemu HP lebih bagus tuh diamplas. Enggak ada kita enggak ada aging-nya kayak gitu semua. Ini meja juga ujungnya enggak ada. Enggak ada aging. Edging itu warna enggak akan 100% sama. Iya, betul. Tebelnya juga pasti beda. Jadi luut tusir aja gitu ya. Iya tusir amplas terus tusir. Jadi kita semua HPL ketemu HPL. Tapi di sini nih. Ini lu enggak lu kasih lampu, Bro. Ee enggak sih. Ini keren banget loh nih sebenarnya kalau bisa dikasih lampu lampu ya. Iye. Apalagi warna-warnanya kan dengang deng deng deng deng deng deng. Dan ini kan pasti berubah dong. Ada dua adik gitu. Jadi ini ceritanya kocak deh. Ini belum ada kabinetnya tapi lu udah lu kasih beginian buat. Iya. Jadi emang luuasan dari ranjang ketemu lemari ini sebenarnya adalah satu lemari lagi. Oh harusnya ada satu lemari lagi. Betul harusnya satu lemari lagi. Cuman untuk sementara kita segini masih cukup. Jadi untuk supaya ruangannya enggak terlalu kosong sebenarnya kita pakai Hm. Pakai pembatas ini. Cuman pembatas ini sebenarnya dalamnya juga ada jalur listrik buat kita pasang TV atau kadang kita pakai ini ketutup putih nih. Kita bisa bungkus jadi ada proyektornya buat kalau malam nonton. Oh oke oke. Nanti bisa ada proyektornya ya di sini ya. Iya kita cepat pasang cuman kayak gini nih ada ada cantolannya satu gitu. Pokoknya kita bisa ganti-ganti sebenarnya. Oke. Oke. Dan ini ee tempat tidurnya juga lucu ya. Jadi agak ee storage tapi semi agak semi Jepang sebenarnya karena kayak tatami kadang kadang kita suka nanggung kayak ada space kosong yang nabrak tembok itu kan selalu masalah ya kalau kegedean jadi space kosong kalau kecian orang lewatnya susah gitu jadi kita biasa naikin aja sih sekalian gitu untuk naruh-naruh daily barang juga bisa nah ini modelnya juga soft touch makanya halus kayak satin ya iya jadi bawahnya ini semua udah barang-barang yang kayak oke kebutuhan buat kanjang dan lain-lain Dah iya iya iya. Jadi udah masuk sini semua. Masuk semua. Heeh. Nah ini ini kenapa lu bikin melayang nih? Yang ini nih buat naruh naruh barang aja ya. Iya ini buat naruh barang sama sebenarnya tadi buat tril buat jaga ini juga. Ini kan pasar depan. Oh biar enggak offside gitu. Iya biar [tertawa] engak offside. Boleh ya gua buka ya? Boleh boleh. Ini bisa dibuka ini di Dan ini sih enggak ee secara privacy ini lumayan karena kita double layer kan. Jadi kalau enggak orang yang benar-benar ngelihatin fokus banget ke dalam, enggak enggak ada masalah sih. Enggak akan bisa kelihatan lah ya. Ini benar enggak? Oke. Nih soalnya gua penasaran nih. Kalau misalnya ini kan lu di perumahannya yang cukup padat ya, terus habis itu tapi lu berani sekali untuk membuat ada jendela di kamar tidur lu. Makanya lu kasih secondary skin ini ya. Iya. Secondary skin-nya ini juga kita ada jarak kalau dilihat. Jadi buat maintenance jaraknya kita ada sekitar 40 cent. Jadi orang bisa lewat. Iya. Ya. Iya. Buat ngecat lagi ya. Oh. Oke. Dan ini kalau misalnya dibuka nih. Tuh. Orang juga masih susah ngelihatnya. Iya. Jadi ini kita juga kalau ini tuh bentar ini kayak Sekayu ya bukan ya. Enggak mirip ini viridi. Viridi. Iya tapi sama kayak sekayu. Oh pantesan dia bisa di luar ya. Oh iya. Jadi WPC itu teman-teman enggak semuanya itu buat outdoor ya. Emang ada beberapa yang buat indoor aja tapi outdoor itu perlu yang benar-benar dibuat outdoor. Kenapa? Karena dia ada lapisan UV-nya, ketebalannya beda. Ketebalannya beda, lapisan UV-nya harganya pun beda. Mau nangis harganya. [tertawa] Tapi paling kerasa itu di tekstur ya. Kalau pas dipegang dia betul lebih kasar. Lebih kasar. Kalau misalnya buat interior dia lebih apa ya? Lebih lebih rata ya. Kalau lebih rata ya karena dia coatingnya beda sama tebalnya kan. Heeh. Heeh. Oke. Dan ini dia ada pintu menuju ke mana saja gitu. [tertawa] Ini sih sebenarnya jadi ini nyambung sama panel headboard. Ah, ya ya. Jadi kelihatannya se ini ya sama semua ya. Dan karena jenis HPL-nya juga begini jadinya enggak kelihatan ya. Kelihatan ya. Terima kasih. Oh iya di sini gua bertamu lah. [tertawa] Dan ini dia e terang sekali ya by the way. Iya ini full kita pakai gelas satu hampir satu sisi sih ya ngomongnya mungkin ya jendelanya. Iya. Iya. Dan ini pakai glass box loh. Kalau glass box tuh biasanya dia memancarkan bukan meneruskan aja. mancarnya terang banget di sini. Nah, untuk di sini look bawahan ini nih pakai Nah, ini sama deckingnya. Nanti di atas bisa lihat juga ini sama serinya sama yang fasad. Cuman ini deing modelnya. Bentar gua pengin megang. Oh, iya benar benar benar. Iya. Dan ini sebenarnya kalau dibandingin sama cari keramik atau granital. Yang paling keset tetap ini sih. Oh, tetap ini yang paling anti slip lah ya kalau di Iya. Ini sebenarnya paling anti slip sih kalau dicoba. Hmm. Hm. Oke. Oke. Tapi dia ada melengkungnya kah atau gimana? Ee dia ada klipnya. Kelihatan enggak nih? Jadi ini yang bikin enggak melengkung. Cuman kita di sini kita bikin ada satu yang kita potong kecil buat maintenance rambut ya. Oh oke oke oke oke oke. Maintenance buat floor drainnya ya. Iya buat maintenance florinnya. Cuman overallnya sih enggak. [musik] Oke. Tapi untuk dindingnya lu pakai keramik kayu. Betul. Pakai keramik kayu. Ah. Uh. 120 * 60 nih ya. Ini kita ada di lantai 3 nih sekarang. Betul. Dari tadi gua kita belum ngomongin atap nih. Ini atap berarti lu pakai apa? Nah, atapnya ini kita jadi karena kemiringan. Kemiringannya segini jadi ujung-ujungnya ada talang. Heeh. Oke. Jadi sebenarnya di balik plafon ini ada rangka utama ini kita cor semua ujungnya. Iya. Nah, ini lebih pendek karena kita ngakalin supaya dah talangnya enggak beda level jegok gitu. Oh, oke. Oke. Jadi kita turunin lagi. Makanya nih sampai segitu. Cuman emang kita konsepnya emang penginnya supaya beda level kemiringan. Hmm. Ya, ya, ya, ya. Ini kan derajatnya beda ya. Nah, ini, ini beneran cor berarti bukan besi. Bukan apa. Ee ujung-ujungnya cor tapi sisanya besi. Oh, ini besi. Nah, ini tuh lu punya Skylight nih. He ini bikin Skylight ini nih gampang loh. Apalagi suka rembes biasanya orang. Nah, ini lu triknya gimana nih supaya enggak rembes? Ada ada caranya, tapi kelihatannya mungkin harus pakai drone. Oh, harus pakai drone. Jadi kalau dilihat ini kan perbatasan si rangka besi. Ketemu sama plafon. Di atasnya itu jangan ganti material dulu. Jadi kita masih ada kacanya lagi overlap. Oh, dioverlapin nih kacanya. Iya. Jadi enggak ada sambungannya. Oh. Sama kalau kanan kirinya itu besinya itu mesti duduk di atas tembok supaya enggak ada overlap-nya. Jadi jatuhnya selalu keluar. Jatuh. Salahu keluar. Iya. Jadi ada satu yang menang. Oh, jadi emang dibikin overlap. Iya. Dan ini kayaknya satu ini ya, satu slap ya kacanya ya. Satu slap. Eh, dua slap. Dua karena kita bawanya yang susah. Bawah. Kita dua slap. Tapi di slapnya itu potongannya ada di rangka yang itu ya. Jadi enggak kelihatan ya. Oke oke oke oke. Dan ini enggak rembes Enggak, enggak rembes. Hmm. Oke, oke, oke, oke. Nice, nice, nice. Nah, di sini ini ee dari tadi gua perhatiin ya, rilingnya semuanya pakai kaca ya. Jadi biar su berarti ya. Betul. Kecuali yang ini doang. Ini kita ee ketemu barang lama aja kita custom supaya ya gini. Jadi kita enggak bisa nge-reach dekat sih. Oh, di sini lu kasih ini ada perkuatannya. Ini enggak enggak bakal jatuh punya. Keras kan? Iya. Iya. Ini keras nih. He. Sama kita kasih jarak sih supaya jaga-jaga untuk jatuh ke belakangnya karena ini satu-satunya buat tahanan doang. Hmm. Dan ini lu kasih apa nih supaya apa? Akrilik ya? Iya. Ini sebenarnya kita ee biasanya bisa taruh buku atau apa buat di sini supaya enggak jatuh. Hm. tahanan kadangnya langsung plong ke Iya. Ada kadang ada beberapa tuh yang bikin kayak gini terus dia taruh aja kaca full gitu kan. Tapi kayaknya bosan ya agak ya. [tertawa] Jadi kalau ini dikasih akrilik tapi dia satu-satu nih teman-tentukannya juga di bevel gitu. Satu. Iya. Oh jadinya menarik ya. Kesannya kayak laci gitu ya. Iya. Di bending. Oke oke oke oke. [musik] Terus habis itu sebelah sini ini rencananya bakal jadi ruangan apa nih? Jadi ini harusnya sisa ini kamar. Ini bakal jadi kamar lagi. Ini jadi kamar lagi. Makanya ini ada jendela juga. Kita paksain di bawah. Oh, supaya waktu ini jadi kamar ini masih ada jendelanya untuk naik ke outdoor. Oh, oke oke oke. Akan ketutup. Benaran next-nya kayak jadi kotak jadi kos-kosan [tertawa] curiganya gitu nih. Nah, ini ada buat ee Oh, di sebelah situ ada buat ini ya. Ada. Jadi mesin service kita semua di sini. Dari lemari ini kita buetin. Nah, ini mesin ini area servis termasuk torrente. Terus water heater mesin AC. Oh, jadi kayak ada berandanya lagi ya di sini ya? Iya, Boleh buka aja. Kalau keluar ke kanan gitu bisa ngelihat ke void bawah. Sini yuk. Come here. Oke oke oke. Ini seru juga ya. Jadi masih bisa dapat berandanya juga di atas nih buat ngelihat ke bawah nih. Dan di sini juga lu kasih lampu-lampu lagi ya. Lampu sorot gini gini nih. Betul. Iya. Jadi kalau pas malam dia juga karena ini dia ee pakai catrot jadi teksturnya keluar lagi gitu ya. Oh, sangat dipikirkan. E very very arsitek. Ternyata di sini ada ruangan lagi. Gua pikir ini lemari loh. Ini lemari yang dua. Oh, yang dua ini lemari. Iya. Kalau ini sih kita s lemari buat ya koper gitu-gitulah ya. Oh, i i barang dan lain-lain. Dan ini sebenarnya ruangan entertain ya. Iya. Kita kalau proyektor kan bisa pindah-pindah antara di bawah apa di atas. Ininya full 200 inch-nya segini. 200 inci. Iya, 100 sampai. Iya, se ini [tertawa] satu tembok ini pokoknya ujung ke ujung. [musik] Oh, ini emang udah lu desain ini harus 200 in. Makanya ini kan satu-satu tembok cat putih di rumah. Oh, yang lain enggak ada kan? Oh, iya benar yang lain tuh ini ya. Jadi ini tujuannya buat si proyektor. Iya. Maksimal 200 inch dia. Jadi full ceiling to plafon. [musik] Eh, floor to ceiling. Oh, floor to ceiling. He. Kalau panjangnya segitu. Eh, iya segitulah dari tangan sampai sinilah kurang lebih. Anjir seru. Habis dapat bubir beneran ya jadinya ya. Tinggal ee suaranya suaranya. Nah, itu salah satunya. Makanya sebenarnya aluminium juga rada harus dipilih kelasnya. Oke. Kenapa? Ee karena tingkat kedapnya beda. Minimal satu dari merek kan beberapa merek ada ya relatif harga juga. Tapi desibelnya dari tiap aluminium itu beda. Iya. Karena kan orang milihnya itu kan kalau enggak aluminium mungkin yang double glass atau apalah kedapnya beda. Kalau kita ee aluminium yang ini kita grade rada tinggi dikit naik dikit tapi bukan yang paling tinggi. Jadi emang banyak p tengah-tengah. Cuman emang kita cari yang rada lebih kedap. Jadi kita udah test sound dulu supaya enggak bocor. Jadi kalau kita lagi ada tamu kita bisa movie night di sini habis itu kita bisa barbecue-an. Habis itu makan deh outdoor di sini. Iya. Kalau udah jam 0.30 30 jam 330 tuh udah full adem. Oke. Dan ini dipanjangin ya si kamprotan ini ya. Iya. Iya. Ini nyambung sampai atas. Ah. Oke. Tadi malahan lu bilang lu ada satu yang lu pelajarin dari cat [musik] kamprot kayak gini nih. Paling bagus sebenarnya enggak dikasih tali air ya tadi dulu. Iya tetap ini sih sebenarnya bikinnya slap gede. Jadi kayak gini sih sebenarnya. Ini kan kepisah nih. Kelihatan jadi dua slap yang berbeda kan. Heeh. Kalau ini kan cuman nyambung. Heeh. Ee sebenarnya kalau misalkan gini kan kelihatannya orang jadi kelihatannya lebih kayak dua slide gede gitu. Cuman emang cat tekstur itu enaknya kita ukurannya kita bisa tentuin. Oke oke oke oke. Tapi kalau dikasih tar air malahan dia lebih banyak. Heeh. Leh nih lu ide banget ada beginian ini armatangin. Oh gitu. Itu kan muter dia. jadi ngadapnya si ayamnya ngadapnya beda-beda. Oh gitu. Bisa muter sendiri. Bisa muter sendiri. Ah gitu. Kok kayak ada di luar negeri? Harusnya ada sih. Harusnya ada sih. Iya. Itu arah mata angin entar dia muter sendiri. Oh, dia muter-muter sendiri aja ya. Ini bikin sendiri kah? Ee nemu sih. Nemu. Nemu sih. Oh. Belinya di sini apa di luar? Di sini ada? Iya ada. Oh seru bisa ada begini-beginian. Oke. Dan ini semua tanaman asli nih ya? Tanaman asli. Iya. Ah cakep sekali. Oke, [musik] rumah waktu itu bangun 1 seteng tahun. 1 seteng tahun kurang lebih biayanya berapa tuh? Ee roughly sih sekitar untuk spek yang kurang lebih mirip lah ya. Karena kan kita biasa beda luasan dikit, beda material dikit gitu kan selera orang. Jadi kan pasti kan ada naik turun dikit karena bangunan itu kan per meter. Iya betul. Jadi kan ya beda 10.000 per meter kal 100 mudah pasti beda. I jadi beda. Ee roughlynya mungkin per meternya kurang lebih sekitar R jutaan lah. Heeh. ee kaliin luas bangunannya itu kurang lebih sekitar 250 ya. Oke. Ini tahun berapa nih waktu itu lu bangun? Ee 3 tahun ini tahun 3 tahun ya? 2 3 tahun yang lalu. Tun lalu? Iya. Berarti 2022. 2022 ya? Betul. 2022 ya. Oke. Oke. Waktu bikin kayak ginian lu ada dramanya kagak? Kebetulan dramanya kalau di arsitek panggun rumah sendiri atau apa? Apakah di diri kamu sendiri? Kebanyakan dena kali ya. Ya, kebanyakan enak sebenarnya pas bangun enggak gitu ada drama. Mau bangunnya aja yang enggak bangun-bangun sebenarnya ya. Iya. Soalnya dananya berubah-rubah terus. Denanya berubah terus. Benar. Oke. Buat teman-teman yang pengin tahu semua arsitek itu pas bangunin rumah sendi lancar enggak? Enggak lancar ternyata sebenarnya bangunnya lancar mulainya yang susah. Mulainya yang susah. Susah dan itu selalu berubah-rubah nih. Betul. Ee iya kalau kita mungkin karena bangun rumah sendiri jadi kita enggak gambar detail ya. Maksud sambil sambil berjalan kurang lebih konsepnya materialnya warna kita tahu cuman kayak fixin barangnya kita berani mepet karena kan kita udah kebayang kadang itu yang susah dijelasin ke klien gitu kan. Jadi kalau misalnya udah ngerjain rumah sendiri udah semena-menaknya aja gitu. Oke deh teman-teman jangan lupa e makasih banget sudah tonton episode kita kali ini. Jangan lupa follow Instagram-nya dan apaagi coba? Di mrad.studio. Iya Instagram-nya di @mrad.studio studio dengan Mas Ren. Kalau misal mau ngobrol nanti. Jangan lupa like, comment, follow, subscribe di @arsitekturindonesia. Kita ada TikTok dan ada Instagramnya. Sampai ketemu di episode selanjutnya. Bye.
