Rumah Unik Kaya Origami! Inspirahoms: Origami Oase (YouTube Video)
Oke, Teman-teman, selamat datang kembali di channel Picak Mifta episode Inspiromes. Kali ini kita mau mendatangi sebuah rumah yang desainnya seperti origami. Dan kita langsung ketemu aja sama ownernya Mas Kun. Halo, nama saya Silvie. Saya Reza. Kita berdua bekerja di bidang visualisasi arsitektur. Dan selamat datang di origami Asalamualaikum Mas Kun. Halo. Apa kabar? Apa kabar? We bareng. Baik, baik baik, baik. Alhamdulillah sehat ya, Mas ya. Sehat alhamdulillah. Nah, Mas nih kita sebelumnya terima kasih banget kita sudah boleh datang ke sini nih melihat rumahnya yang unik banget. Betul. Jadi dari luar aja emang desainnya udah unik dan dinamakan origami oase ya, Mas ya. Oke, sebelum kita membahas lebih jauh tentang detailnya, boleh tahu dulu enggak, Mas, luas tanahnya berapa? Luas bangunan berapa? Untuk luas tanahnya sendiri 200 m² ya. Lebar 8, panjang 25. Heeh. Untuk luas bangunannya sendiri jujur enggak terlalu tahu ya seluas apa. Cuman kita hanya punya dua ruangan aja. Oke. Oke. Living room di ee di atas dan di bawahnya master bedroom. Udah. Soalnya bentuknya juga itu cukup unik juga sebenarnya karena kita kan banyak segitiga, banyak setengah dari luas bangunan kayak teras-teras kan hitungnya setengah. Jadi kalau dihitung tuh lumayan susah juga sih. Iya benar benar. Setuju setuju. Setuju. Makanya teman-teman kita fokus sama desainnya aja. Nah, ini dari depan ini tidak seperti rumah pada umumnya dan tidak seperti pagar pada umumnya ini, Mas. Gimana ceritanya, Mas? Kok desainnya cukup unik nih agak banyak lipatan-lipatan dan bentuknya apa ya? Agak segitiga segitiga seperti origami ya, Mang si ya? Iya, betul. Jadi sebetulnya memang dari di awalnya konsepnya ini rumah, tapi sebetulnya saya mau mungkin sedikit koreksi ya Mas ya. Kalau ini tuh sebenarnya ke arah villa sih konsepnya. Jadi bukan buat rumah personal, bukan buat tinggal. Jadi buat teman-teman yang emang senang mencoba hal yang baru ini mungkin cocok ya cuman jangan lama-lama tinggalnya mungkin bakal sebagian orang mungkin bakal kurang nyaman gitu ya. Nah terkait ee konsep gerbangnya. Gerbangnya sendiri ee di sini memang didesainnya menjadi semacam origami ya. Bentuknya kayak dia kelipat gitu ya di depannya. Kemudian di atas juga ada semacam planters yang cukup besar. Oh. Bentuknya juga segitiga kayak origami juga. Di situ ada tanaman dan kalian bisa lihat ya di sana ada juntaian likuan yuk gini di sini. Iya sih jadi tambah kesan kayak adem banget nih pas mau masuk ke dalam juga ya Mas ya. Iya gitu dan ya kita konsepnya semua tuh bangunannya tuh putih gitu jadi seperti layaknya kertas origami aja. Wis keren keren keren. Dan kalau boleh tahu Mas ini berarti membangunnya sama arsiteknya siapa tuh Mas? arsiteknya radar arkitek dari Jakarta dan itu katanya juga sahabat baiknya Mas Kun juga ya. Betul. Sahabat baik kita emang biasa kolaborasi bersama di bidang arsitektur He. Dan ini salah satu mahal karyanya beliau. Kebetulan mereka cukup jarang ya untuk membuat vila-vila seperti ini. Jadi kita cukup beruntung didesainkan oleh radar request-nya sahabatnya soalnya. Betul sekali, Mas. Boleh kita sambil ke sini nih, Mas. Oke, silakan kita masuk aja. Nah, jadi ini entrance-nya seperti ini ya. Miring ya? Iya, miring ya, Mas ya. Cukup unik sih dibikinnya miring kayak gini dan ya udah ini kanan kirinya ada tanaman-tanaman gitu ya, Mas ya. Ee kiri kanannya betul. Jadi kanannya di sini emang kita disambutnya enggak langsung frontal ya. Kita lebih miring gini supaya orang tuh enggak ngerasa kayak ada prosesi perjalanannya gitu ke sebelah sininya. Jadi orang baca dulu huruf ee origaminya terus baru dia mulai masuk ke sini. Terus mungkin teman-teman lihat di sini tuh kayak melayang gitu ya. Banyak yang bertanya ini kok melayang? Emang kita supaya bidang yang kita bikin besar seperti ini tuh kerasanya seperti ringan. Jadi emang kayak dibuat floating gitu. Oke. Makanya ini tadi aku ngelihat bilangnya tanaman, tapi kayak kayak taman kering gitu ya. Boknya taman kering. Betul. Pakai e gravel batu. Oke oke oke. Boleh kita masuk, Mas. Karena baru kelihatan lebih unik lagi pas kita masuk nih. Oke kita coba masuk ya. Oke. Oke. Boleh kita masuk. Wih, permisi. Permisi. Nah, ini pas masuk ke dalam sini juga kita dibawa ke experience yang berbeda lagi Aku melihat jalannya pun langsung dibelokin lagi ya, Mas ya. Iya, betul. Jadi ee itu engak pas kita buka pintu emang kita ngasih elemen surprise sih. Jadi waktu orang datang dia pertama kali ngelihatnya tuh langsung ee luas gitu. Jadi dari awalnya sempit terus ke sini langsung luas gitu. Jadi memberikan kesan kalau menggah gitu sih. Iya. Dan ternyata pas langsung melihat sininya kita langsung ditujukan sama desain yang unik sih ini. Ini gimana, Mas, ceritanya? Kok kita langsung disambut nih sama tangga nih kan, tapi di sana juga ada ruangan. Di bawah sini berarti juga ada ruangan ya, Mas ya? Betul. Ada ruangan bedroom di bawah. Oh, oke. Kamar tidur utama gitu. Oke. Nah, ini ceritanya seperti apa, Mas? Kenapa di bagian depannya ini dibikin los saja? Taman gini aja, taman origami juga karena banyak lipatan-lipatannya lagi. Iya. Jadi ceritanya sebetulnya eh karena kita punya limitasi ruang yang eh kita kan sebenarnya lebar 8 sama 25 itu tuh bisa dibilang terbatas ya untuk sebagian ee besar orang. Nah, tapi jadi kita pengin membuat pengalaman ruang yang luas gitu. Jadi makanya dari awal pertama gerbang yang di kita masuk sampai ke ujung itu tuh harus bisa dilihat gitu. Oh. Nah, jadi makanya enggak ada enggak ada dinding-dinding lagi di sini bahkan sampai ke ujung belakangnya gitu. Oke. Nah, untuk ee konsepnya sendiri emang kita apa namanya? Seimbang ya antara alam sama arsitekturnya. Jadi di depan tuh disambut sama hijaunya alam dan daun-daun bambu ya di sini di kiri kanannya. Jadi ngarahin orang supaya yuk fokus ke lihat ke bangunannya aja gitu. Sini karena ini warnanya putih dan jadi beda ya Mas ya dari sekeliling gini ya. Dan emang konsepnya Jepang. Jadi kita pilih tanamannya ya emang Jepang di sini. Kiri kanannya e bambu Jepang gitu. Wih. Jadi kayak di arah Siam nih kayaknya nih. Betul kayak gitu. Oke oke oke. Dan menarik sekali sih. Nah aku juga salah fokus sebelum kita membahas itunya Mas. Ternyata di sini ada signage-nya ya Mas Ini kita dipandu kalau ke atas tuh ada mezanin living room dining room kitchen, dan ventry. Dan juga ada yang ganjinya ada yang kata-katanya ada yang hiragananya. Ya komplit lah. Aksara Jepang. Oh, oke oke oke. Menarik sekali. Teman-teman langsung kebayang mau ke mana dulu nih? Ke atas atau ke bawah dulu gitu. Mah ke mana dulu, Mas? Nah, ini enaknya ke mana, Mas? Ee ke bawah dulu kali ya gitu ya. Boleh ke bawah dulu. Terus tadi kan sempat di balik layar kita udah dengar cerita, jadi si origami oase ini juga tidak ada kolomnya, tidak ada dindingnya ya, Mas. Iya, betul. Jadi teman-teman bisa dilihat ee di sini bukan dinding ya, lebih tepatnya ini tangga gitu. Heeh. Tapi tangganya itu bisa berlaku juga buat menjadi dinding sebetulnya. Jadi kayak semacam difungsikannya itu multifungsi gitu. Bisa jadi e dinding, bisa jadi tangga, bisa juga buat amfiteater, buat nongkrong-nongkrong di depan rumput-rumputnya gitu. He. Nah, jadi kalau emang kita masuk lagi ke dalam di sini emang enggak ada gerbangnya ya, enggak ada pintu masuknya. Iya, kayak masuk gua aja gitu. Jadi emang beneran tidak ada pintunya. Nah, Mas, ada satu hal yang menarik juga. Aku perhatikan ini dindingnya dibikin ada kayak garis-garisnya gitu dan dibikin tinggi. Terus tadi juga ini ada yang bagian melengkung melengkungnya itu apa tuh, Mas? Hmm. Oke. Jadi kalau teman-teman perhatiin dinding-dinding ini tuh sebetulnya ee emang variasi dinding yang kita buat secara custom. Jadi cara ini bikinnya tuh lumayan lama banget 2 bulan kalau enggak salah dulu untuk dindingnya to dindingan doang gitu karena bikinnya itu manual gitu. Kita bikin punya kita punya semacam cetakan. He. Nah, cetakan itu dipakai tukang untuk narik siennya gitu. Oh, jadi ditarik sedikit. Itu kan ada bekas garisnya. Heeh. Heeh. Ditarik sampai situ, tunggu kering, ditarik lagi sampai situ gitu. Jadi sampai semuanya sampai atas ini sampai atas. Sampai atas gitu. Jadi ee pembuatannya sangat custom ya. Jadi enggak bisa dibeli di mana-mana. Luar biasa nih craft-nya. Heeh. Kemudian kalau yang tadi soal lengkungnya mungkin teman-teman bisa lihat ada sedikit lengkung-lengkung di situ. Nah, karena kita eh free colum, jadi di bawahnya itu tuh bisa teman-teman lihat enggak ada kolomnya. Jadi lebar bentang 8 m tanpa kolom di tengah-tengah. Jadi kita kolomnya itu sebenarnya ada cuman tersembunyi di samping kiri kanannya. Oh oke. Jadi strukturalnya tetap ada tapi tersembunyi. Tersembunyi. Jadi emang supaya simplas kelihatannya ya disatuin sama si motif garis-garisnya ini. Oh iya ya. Iya, ya. Ya. Wih, keren, keren, keren. Ini luar biasa kayaknya proses pembuatannya ya, Mas ya. Betul. Lumayan juga walaupun kecil ya bangunannya. Boleh, Mas. Kita lanjut ke sini nih, Oke, siap. Oke. Dan ini pun aku merasa ada experience baru lagi karena satu pas mau masuk sini kita melihat satu segitiga ini ya, Mas ya. Itu gerbangnya ya semacam gerbang kecil gitu. Iya, semacam gerbang kecilnya. Dan pas masuk ke dalam ternyata wah ini satu ruangan bedroom tapi ada kolam renangnya di situ ya. Nah, konsepnya seperti apa tuh, Mas? Untuk bedroom sendiri emang dibuat sangat spesial ya karena kita mau ngasih pengalaman ee kepada teman-teman yang emang nginp di sini kalau punya bedroom dan dengan view kolam renang dan bambu di sana nyat seperti apa gitu. Jadi emang semuanya tuh buat pengalaman aja sih. Dan di sini bedroom-nya juga dibuat ee suncen atau dimasukkan ke dalam tanah ya. Jadi emang ngasih kesan kalau kita tuh kayak lagi tidur di lantai gitu. Oke. Ini ya benar-benar si kasurnya dibikin sunken ya. Betul. Jadi kasurnya ya di bawah tanah ya. He. Dan sofanya juga di sini ada buat santai-santai. Dan mungkin waktu kita lagi nyantai, kita sambil lihat view kolam, sambil lihat view bambu. Karena semuanya itu kita buka pakai kaca. Jadi emang view-nya tuh ngeblong aja. Jadi enggak ada hordeng, enggak ada penghalang gitu ya. View full kaca gitu. Dan ini menurutku jadi salah satu experience yang unik ya buat teman-teman yang nginep. Cuman mungkin ada juga yang ini ya Mas ya. itu gimana nanti kalau tidur berarti tidak ada penutupnya sama sekali gitu ya. Iya betul. Jadi emang experience-nya di situ sih. Kalau saya tanya arsitek ini gimana nih kalau ada orang yang pengin ditutup ya gimana emang enggak enggak ada. Jadi emang benar-benar full buat experience aja sih gitu. Oke oke menarik menarik menarik. Apalagi nanti kita lihat yang di bagian situ ya Mas ya. Ada experience yang lebih menarik teman-teman. Siap-siap tunggu ya. Mungkin kalau ini tampak dalamnya untuk si tangganya. Jadi emang supaya enggak tampias hujan sama menjaga privasi kita tetap kasih sunblast. Tapi emang cahaya matahari segala macam bisa masuk. Tetap masuk ya. Jadi tapi benar-benar terang sih pas di dalam sini juga ya. Iya soalnya e pencahayaannya alami semua sih. Oke. Dan ini aku ternyata ketika melihat si tangganya juga terasa ada lipatan-lipatan lagi ya Mas ya secara visualnya ya. Iya betul. diaplikasikan konsistensi ke semua elemen arsitektur dan detailnya gitu. Si origami ini. Jadi ee warnanya juga tetap putih juga tetap segitiga segitiga lipatan gitu. Dan mungkin yang ketinggalan ini pelakonnya juga kalau teman-teman lihat dia miring juga mungkin entar bisa dilihat lebih detail waktu kita nanti ke kolam. Jadi miring juga gitu. Untuk asinya ini ya Mas pakainya yang kaset gini ya. Iya. Supaya bisa enggak ngeganggu view juga ya. Iya sih. Iya sih. Wah. Dan soalnya kita enggak ada tempat buat naruhnya juga sih. Kalau di dinding agak tricky sih. Benar. Benar. Benar. Wah, ini luar biasa dipikirkannya. Nah, ini pertanyaanku, Mas. Pas mau membuatnya, apa sih sebenarnya ide yang disampaikan ke sahabatnya Mas Kun tuh dari apa, Mas Richard? Ya, betul Mas Rich. Pengin vilanya tuh seperti apa gitu. Sebetulnya untuk ide utama sendiri kita bergeraknya enggak banyak konsep, sekedar pengin bikin experience yang baru dengan memanfaatkan space di sini. Paling saya cuman ngasih keyword-nya satu, yaitu origami aja. jadi chat tolong bikinin dong. Ee kita ada space e cuman kalau bisa temanya Jepang dan punya semacam konsep origami nih yang bisa kita pakai untuk arsitektur dan interiornya gitu. dan langsung dan dia langsung eksplorasi sebanyak mungkin di projject ini. Seperti ginilah hasilnya. Keren, keren, keren. Ini un experience dan oh iya berarti teman-teman yang nonton pun mereka juga bisa nyobain nginap di sini ya, Mas ya? Oh iya bisa bisa ya. Bisa dan itu ee kalau ada yang mau nyobain nginp di sini ngeceknya ke mana tuh, Mas? Kalau mau ngecek bisa ke Airbnb sih. Cek aja di origami Oase gitu. Tapi kalau mau dir juga bisa ng-DM ke Instagram. Oke, jadi ke di balik layar tadi kita juga udah nanyain juga selain diinepin ada juga bisa buat foto session gitu ya, Mas I banyak yang nanya juga sih untuk ee rewet foto-foto tapi tanpa nginp itu bisa juga sih. Oke. Nah, ini detailnya teman-teman tanyain aja ke sini Instagram atau cek ke Airbnbya. Oke, boleh lanjut ke sini kita Mas. Siap. Nah, ini konsep kolam renangnya pun juga menarik karena di ujung sana ada kamar mandi sebetulnya. I ini kamar mandi outdoor ya bisa di kamar mandi outdoor sebenarnya cocoknya tuh buat honeyon ya sebenarnya. Wah iya setuju setuju setuju. Nah, jadi di sini setelah bedroom di sini ada space buat kolam renang dan ee dibuat juga miring ya supaya membuat dia jadi diagonal. Jadi kesannya itu jadi lebih luas lagi si kolam renangnya. Nah, setelah kolam renang di space sebelah sini ada apa namanya? Betup, bari batu, ada outdoor WC yang mungkin teman-teman belum pernah lihat sama ada shower juga sebetulnya di situ. Unik banget kan? Jadi ee WC-nya, showernya, batup-nya semuanya outdoor ya, Mas? Iya. Tapi jangan khawatir, Teman-teman. Kalau yang enggak bisa outdoor ada juga di atas. Tenang, tenang, tenang. Ada kalau yang mau privacy ada yang di atas. Oke, kalau untuk cerita kolamnya ya emang itu ya, Mas ya, dibikin diagonal tadi dan di sininya ada jembatannya untuk kita nyebrang ke sini ya. Iya, betul. Jembatannya dari kaca biar lebih ringan aja sih kesannya. Seolah-olah kan kayak melayang gitu. Asik asik asik asik. Dan emang ini yang paling menarik ketika di sini. Apa sih, Mas idenya nih ngebikin kamar mandi outdoor gituah? Dan ini kan benar-benar di luar. Benar-benar di luar. Dan itu pertanyaan yang sama. Heeh. seperti yang saya tanyakan ke arsiteknya juga gitu. Jadi emang ee sebetulnya enggak ada fungsi khusus ya, lebih ke ee apa ya? Dia pengin mencoba hal yang baru aja sih. Dan emang kalau emang bisa difungsikan dan orang pengin nyobain ya kenapa enggak? Sesimpel itu sih. Jadi ee di sini toilet berfungsi juga ya. Ini full 100% semua berfungsi ya, Mas ya. Dan di sini ada betup-nya. Bupnya dari batu. Jadi emang karena konsepnya ke alam ya, jadi kita pikir sih lebih cocok pakai batu gitu. Tapi emang seru banget sih dikelilingin bambu gini kan. Terus betul bambunya betup-nya juga dari batu. Tapi menariknya ada cerita di balik layarnya katanya batunya ini mengangkatnya ke sini. Betul. Batunya sangat sulit ya diangkat teman-teman karena kalau kita bayangin mungkin batu kayak beta begini kayaknya gampang. Saya juga mikirnya gitu sebelumnya. kita cara membawanya ke sini itu tuh ternyata waktu ditanya ke sana bawanya pakai apa? Oh, pakai truk. Kita kan dari Bali ya. Oh, ini dari Bali. Dari Bali. Jadi dari Bali kita order ee terus dikirim pakai truk sampai ke depan. Nah, pas sudah di depan bingung bawanya ke gimana. Karena beratnya sampai 1 ton. Karena beratnya sampai 1 ton kayak bawa mobil gitu. Wah, untuk sebuah batu, Teman-teman. Iya. Batu ini luar biasa. Jadi kita loh enggak mungkin dong pakai tangan Iya, iya. Iya. bawa berapa 10 tukang juga enggak akan kuat gitu. Nah, akhirnya untuk membawa batu ini karena kita kolamnya sebelumnya udah bikin duluan, udah jadi. Nah, jadi kita terpaksa harus bikin semacam jembatan gitu. jadi jembatannya kita bikin membentang seperti ini supaya forklift bisa lewat. Hah, gitu. Wow. Dan itu ya cukup makan waktu ya, Mas ya? Iya. 2 hari kalau enggak salah kemarin untuk mengangkatnya doang. Wah, luar biasa. ya sangat memuaskan ya teman-teman. Jadi kalau emang lagi santai gitu ya, pengin berendam air panas sambil dinikmati alam dan bambu-bambu cocoklah gitu. Karena emang ini kalau kita lihat ke atas emang ya udah los langsung langit ya Mas? Iya langsung langit gitu. Wow. Sini juga ada shower. Habis dari beta mungkin mau showeran bisa juga. Oh showernya pun juga cukup unik. Ini dibikinnya kayak air terjun ya, Mas? Iya, betul. Jadi kayak ini pakai simpel pakai IWF aja yang di ee last gitu. Nah, udah akhirnya kayak emang terjun aja gitu. Oh, oke oke. Wih, tapi kreasinya keren, Keren, keren keren keren keren. Tadi tambahannya untuk yang plafon mungkin dari sana kurang kelihatan. Tapi kalau dari sini kayak bentuk lipatan origaminya juga bisa kelihatan ya. Jadi kayak ya lipatan aja Iya. Ada set, set terus ke sananya gini Iya, betul. Wow, unik. Tapi berarti untuk ada bentangan strukturnya juga ya, Mas ya ke sini ya tetap ya. Iya, betul. Strukturnya di sini ada kolom juga nih. Enggak kelihatan tapi. Heeh. Sama di situ tuh. Di situ dua. Jadi total kolam di sini tuh kayak cuman ada lima, tapi emang kolomnya dibuat sangat kuat. Jadi ada 1 2 3 4 5 gitu. Karena emang dibutuhkan untuk menopang si struktur yang di atas ini ya. Iya, betul. Ya, itu tadi karena kolomnya tidak ada yang di tengah-tengah dari si bangunannya. Wah, keren, keren, keren. Boleh kita lanjut ke atas, Mas? Boleh, silakan. [Musik] Oke. Nah, ini kita menuju atasnya juga cukup unik karena lewat tangga yang berada di tengah-tengah dari bangunan ini ya, Mas ya. Dan jadi vokal point-nya juga ya. Jadi, tangganya sendiri sama ya, jadi vokal point. Jadi, e buat teman-teman yang mungkin ngelihat tangga kayak gini mungkin baru di origami Oas aja. Jadi kita fungsinya itu yang kayak tadi ya, di bawah kan ada bedroom. Ini tuh sebetulnya semacam enggak cuman tangga tapi bisa jadi e dinding juga. Ahah. Yang buat pembatas antara indoor sama outdoor gitu. Nah, kemudian kalau teman-teman bisa nongkrong juga bisa kalau mau nongkrong di sini buat gini ya ceritanya ya nyantai sama teman gitu atau lagi menikmati sunset gitu. Jadi kayak ini ya amfiteater juga ya di sini tuh ya. Iya. semacam amfiteater kecil gitu sih. Mana juga ketika kita melihat ke depan sini kan area tamannya juga sengaja dibikin luas ya, Mas ya. Iya. Jadi kalau mau tiduran di taman bisa juga sebetulnya. Wah, kalau mau iseng ya benar-benar menikmati ini ya, menikmati alam gitu ya ceritanya ya. He. Jadi balance antara arsitektur interior sama landscape-nya sih gitu. Keren keren keren keren. Cuman memang ini Mas biasanya ini teman-teman yang naik itu suka aneh-aneh Mas. Ini berarti kalau kita mau naik ke atas memang kehujanan ya, Mas ya, kalau pas hujan gitu ya? Iya, benar. Memang sengaja itu ya? Iya, sengaja aja menyatu sama alam itu tadi ya. Betul. Jadi emang kalau ke atas emang konsekuensinya ya emang harus pakai payung. Ada payung sih kebetulan kita disimpan juga di bawah gitu. Jadi emang ee gitu sih konsekuensinya. Tapi seru sih. Seru. Ini benar-benar ngasih experience yang berbeda. Oke. Nah, sekarang kita udah sampai di atasnya. Wah, benar-benar asik ya, Mas, ketika melihat ke bawah sini ya. Iya, betul. Terus aku perhatiin juga ternyata si ini kayaknya atapnya juga dimiringin gitu ya, Mas ya, dari bentuknya ya. M iya, atapnya miring dan kalau temanteman ngelihat dari sini mungkin enggak kurang kelihatan ya. Tapi kalau dari atas dia emang kayak lipatan origami lagi gitu. jadi itu segitiga eh miring gitu. Jadi fungsi atapnya ya hanya sekedar pelindung aja dan karena enggak ada dinding di sini ya emang waktu kita di living room di sini bisa langsung ngelihat blong ke semuanya gitu semua, ke sana, ke sana, ke dalam ruangan ini, bahkan sampai si bambu yang di belakang tadi ya. Nah, boleh kita masuk Mas ke dalam Mas? Silakan. Silakan. Oke. Kalau di sini di atas berarti fungsinya sebagai area living, dining, sama ada apa lagi nih, Mas? Eh, di sini ada living room ya, e, buat e santai, ada TV juga, terus di situ dining-nya outdoor. Jadi kalau emang mau ngerasain makan siang atau gimana di sana, bisa juga. Tapi asik banget sih ya ini bayangin pagi, siang-siang juga oke karena ini masih di daerah Bandung. Adem sih siang-siangnya. Iya, betul, Mas. Siang-siang masih cukup adem sih. Masih cukup adem di sini dibandingin di sana kan di Jabod Tabek. Waduh. Tapi incas ternyata hujan ya emang harus terpaksa ke sini sih. Jadi kita buat si living room-nya itu senyaman mungkin. Bentuknya juga cukup unik nih. Ini custom juga berarti, Mas, semua untuk interiornya yang di sini? Ee untuk furnitur sih sebetulnya enggak custom itu. Jadi kita bisa beli di beberapa vendor di toko-toko yang di teman-teman banyak lihatlah ini. Jadi ee enggak pas cukup pasaran lah sebenarnya. Cuma emang kita sangat memilih yang setema sih dengan konsep Jepang dan warnanya juga cari yang emang monokrom aja gitu. Hmm. Cuman ini ya aku melihat tuh ada satu yang berbeda dari interiornya si furniturnya dibikinnya banyak yang melengkung ya Mas ya untuk menetralkan dari garis-garis yang origamika. Iya betul betul. Jadi emang ee kan mungkin orang bahas udah semuanya siku-siku ya. Iya siku tajam gitu kan. Si ini emang lebih ee netral ya. Netral gitu. Oke. Oke. Dan di sini untuk TV-nya. Nah, ini juga ada area ke mezanin ya, Mas ya? Iya, betul. Jadi, mezanin ini tuh e fungsinya emang buat ekstra bed. Jadi, bisa buat dua orang lagi sebetulnya di atas untuk tempat tidur. Ada juga beberapa rak di atas. Jadi, He. Ee atau mau nongkrong-nongkrong di atas juga bisa gitu sih. At mungkin kalau mau iseng boleh. Oke, sebelum ke atas kita ke sini dulu kali ya, Mas ya. Karena ternyata ada ruangan tersembunyi. Boleh kita masuk ke remaja kita. Nah, ini ternyata masih diembilin sebuah dapur yang ternyata cukup lengkap kalau ku perhatiin, Mas. Iya. Ada e sink, ada kompornya, ada kompor kecil, ada kulkas kecil sama dispenser juga. Wah, di sini juga ada banyak tersembunyi- tersembunyi. Ini sih mungkin ide buat apa namanya rak-rak jadi ee sapu-sapu segala macam tuh udah lengkap di sini. Cuman emang kita tutup semua sih supaya rapi gitu. Iya. I jadi simpel semuanya ya. Iya Wih keren keren keren. Ini kira-kira masih ingat enggak, Mas? Ukuran berapa nih Mas? Berapa kali berapa untuk DAP? Sekitar 1,5 m ya lebar dari sini sampai sini mungkin ya. Nah, panjangnya mungkin sekitar 2,5 m sampai 3 lah. Oke. Cuman emang dibikin lagi-lagi ada begini ya. Masih agak miringnya gini ya. Ee betulinya ya. Ini juga kalau kalau teman-teman lihat ini agak miring nih kacanya nih. Oh iya. Oh iya. Enggak lurus. Enggak lurus. 90 derajat ternyata ada miring Untuk proses pembangunannya sendiri emang memakan waktu ya kurang lebih setahun kalau di tootal. Cuman kita karena santai ee emang kadang kerja kadang enggak. Total 2 tahun lah. Oh total 2 tahun ya Mas? He total 2 tahun lah. Cuman emang emang harus dibimbing juga sih tukangnya satu persatu per tiap elemennya tuh gimana cara buatnya gitu. Karena benar-benar spesifik. Kalau enggak sesuai jadi enggak sesuai sama tema keseluruhannya juga ya Mas ya. Betul. karena ee banyak hal-hal yang saya yakin belum banyak tukang yang bisa juga sih gitu di sini. Jadi emang cukup tricky gitu. Tapi kalau aku perhatiin juga bahkan saklar lampunya ini selain ada stikernya juga bahasa Jepangnya ternyata dipilihnya semua yang putih juga ya Mas Iya betul biar senada juga. Keren. Keren. Ini benar-benar detail. Pas pembangunan juga sering ke sini Mas ngontrol ini udah benar apa belum gitu. Oh iya hampir tiap hari sih. Hampir tiap hari betul. Makanya jadinya keren banget. Kalau enggak dikontrol sama beliau mungkin tidak jadi seperti ini. Nah, boleh kita ngelihat ke situ bentar, Mas. Kita experience ke outdoornya. Outdoor sebelum kita ke meja. Wah, ini unik banget sih. Benar-benar wow. Bahkan si mejanya dibikin ini kan miring ke sini tapi ujungnya tetap ngikutin bentuk ini Iya, betul. Ini ee custom sih mejanya. jadi ngikutin sama bentuk si dindingnya Wah. Dan penerangannya dibikinnya dari sini, Teman-teman. Ya, kalau malam ee lagi ngopi gitu ya sambil kerja kalau pengin. Ee enak sih emang di luar sih kalau lagi enggak hujan ya. Iya sih buat area nongkrong, ngopi, nyantai benar-benar wah the best sih. Salah satunya di sini. Oh ini benar-benar bisa kelihatan juga si atapnya miring gini. Set. Kalau aku perhatiin untuk outdoor lighting-nya juga banyakan pakai kayak ini ya Mas ya, bola semua gitu ya. Warna putih juga ya. Ee iya lebih aksen aksen lighting. Jadi ee disebar bola-bola lighting ini tuh enggak cuman di lantai dan landscape, tapi kalau dilihat itu di atasnya juga ada tuh. Oh, iya loh. Nah, mungkin siang ya, jadi mungkin enggak bisa kelihatan nyalanya ya. Nanti mungkin kalau udah malam jadi bagus. Iya sih. Berarti selain dari arsitektural, semua landscape-nya lighting-nya benar-benar dipikirin banget nih kalau lihat nih. Keren, keren, keren, Mas. Nah, satu pertanyaan, Mas. Ini berarti railing-nya emang dibikin lepas gini ya, Mas ya? Iya, betul. Jadi ee sebetulnya emang bisa dibilang kurang aman ya kalau buat anak-anak karena kan mungkin agak bahaya ya kalau belong kayak gini. Cuman emang ya kita sih ikut aja ya desainnya seperti ini gitu tipis. Jadi cuman mau ngasih kesan kalau dengan ee plat besi yang tipis pun bisa cukup estetik lah relingnya gitu. Iya. Cakep sih. Cakep sih. Cakep dan benar-benar rapi semua pengerjaan. Oke, boleh kita masuk lagi, Mas. Kita melihat mana nih mezanin dan kamar mandi. Kamar mandi mungkin belum ya. Oh, iya kamar mandinya belum kita. Oke. Nah, ini dia. Silakan ini sendiri aja. Oke, permisi. Nah, ini ada toilet indoor. Cuman nih benar-benar beda lagi nih, Mas. Karena ketika kita masuk, kita dibawa belok dulu ya, ternyata ya, si kamar mandinya ya. Ini gimana ceritanya, Mas, tiba-tiba ada poket di sini gitu kan. Oke. Jadi karena emang kita tahu juga perlu untuk memasukkan kamar mandi indoor ya. Jadi emang ee harus ada space. Sebenarnya ini emang space ee sisa sih cuman emang dimanfaatkan sedemikian rupa biar e masuk banyak juga. Jadi kayak ada wastapple toilet di sini ada ada shower. Oh iya ada showernya yang di atas nih Yang diiling gitu ya. Hmm. Wih, benar-benar cakep gitu sih perpaduannya. Dan lagi-lagi aku melihat bola di sini kan sebagai lighting. Wah, konsisten sekali, simpel, clean, cakep banget. Nah, kita melihat satu lagi di atas di mezanin. Nah, ini kita ee mengingatkan kita ke waktu masa kecil ya. Suka naik-naik. Sebagian orang suka ya. Cuman ee emang harus hati-hati aja, Teman-teman. He. Karena kayak ini kan tangga monyet ya. Jadi emang harus ee hati-hati naiknya dan emang sengaja dibikin bisa geser ke kanan ke kiri ya, Mas ya? Ee iya mungkin kalau orang pengin apa namanya ini kan ngalangin ya untuk masuk ke kitchen gitu. Untuk masuk ke kitchen jadi bisa digeser Yuk kita ke atas dulu. Ya, ini kayak ee ruang loteng ya sebenarnya ya. Jadi ee kita bisa fungsiin buat nongkrong-nongkrong aja. Bisa lihat juga ke bawah. Kalau teman-teman lagi pada main Oh iya ya. Ya, ini sebenarnya kalau ekstra teman ya mau dibawa ke sini buat main dan buat nginep bisa juga gitu. Ini benar-benar kayak yang Mas Kun tadi bilang kerasa kayak pas apa ya? Inner child kita keluar nih. Karena benar-benar unik juga ternyata ruangannya di atas ini kan. Ya, ininya miring jadi juga enggak terlalu tinggi ya. Cukup buat dua orang. Jadi kalau ee mungkin di rumahnya ada atap yang miring seperti gini itu kan biasanya sebelah sini ditutup plafon ya. He sebetulnya bisa dimanfaatkan juga. Jadi kayak space ekstra kayak gini lah. Jadi wah keren. Oke kita tadi udah bercerita keliling sama Mas Kun dan Teh Silvia. Teh Silvia tadi ikut enggak ya? Enggak, enggak ikut. Coba lihat engak akhirnya nongol juga sama kayak aku dong terakhir magar soalnya. Maaf ya. Nah, biasanya kalau di akhiran kayak gini tuh kita mau bahas budgetnya nih, Mas. Boleh enggak? Boleh tahu enggak budget ngebangunnya berapa sih? Boleh. Ee untuk budget ngebangunnya sendiri sih sebenarnya kita enggak ngitung karena kan ini pembangunannya 2 tahun tapi ee sekitaran sih kayaknya 1,5 M kurang lebih untuk bangunan segini ya. Karena kok mahal banget gitu sebenarnya. Ee mahal sama struktur sih gitu sama kolam renang, struktur, dan perintilan-perintilan lain gitu. Karena bangunannya sih sebenarnya kecil gitu. Sama bikin jembatan enggak, Teh? Iya, sama. Bikin si jembatan yang ee apa yang 1 ton itu untuk ngangkat batu 1 ton. Nah, itu lumayan tuh 15 Rp5 juta ya, Kun? Ya. Rp15 juta. Terus kita robohin lagi si Ya Allah. Itu tahun berapa ya ngebangunnya? Ngebangun start tahun berapa? Lupa. Coba kamu jawab. Ngebangunnya kurang lebih 2 tahun lalu ya. Oh, 2 tahun lalu. Jadi kita juga baru beres tuh kurang lebih itu di akhir di tahun kemarin sebetulnya di akhir ya pertengahan tahun kemarin lah itu baru beres bangunannya. Dan habis itu udah full ya, selalu ada nih yang bermalam di sini nginep di Iya. Sebetulnya sih kita ee untuk baru buka for public-nya itu baru bulan beberapa bulan sih. 3 bulan yang lalu sih Oh, baru 3 bulan. baru 3 bulanan sih. Jadi ee ya masih terbilang baru cuman ya alhamdulillah sih ada aja ya yang mau penasaran gitu. Habis ini insyaallah tambah ramai pasti teman-teman pasti tambah penasaran soalnya habis kita liput gini mereka pasti pada kayak betul harus pada datang soalnya experience-nya enggak ada nih di mana-mana kayak di Kyoto kalau orang bilang sih. Iya benar kayak lagi di Kyoto, di Jepang gitu karena kita suka banget sama Jepang sih. Jadi bikinnya kayak gini. Tapi emang kalau sekali ke Jepang tuh pengin balik lagi sih. Iya. Nah, jadi baliknya sebelum ke Jepang ke sini aja dulu buat ngerasain Jepang gitu. Oke. Nah, terus rebutan juga tuh entar e apa namanya? Kalau mau booking ke mana, Teh? Ya, kalau mau booking bisa ke Airbnb. Cari aja origami. Namanya bukan origami Oase sih, kalau di sana origami house. Kalau misalnya di Instagram ada namanya origami oase gitu. Bisa direct juga kok ke Instagram kita untuk booking-nya gitu. Eh, origami oase. Saya lupa sih pakai e atau enggak. Nanti kita cantumin di sini aja. Tadi juga ada sempat kelupaan yang dibahas ya. Kita enggak bahas carport kan enggak ada carportnya nih. Gimana kalau orang bawa mobil? Betul. Nah, sebenarnya kita itu ee cerita dulu ya kenapa kita enggak ada carboard. Karena menurut kita sebenarnya saya dan Kun ini arsitek gitu. Jadi kita tuh suka mikir gitu waktu zaman dulu kok ee ngapain sih pakai carboard gitu kan. karena ee penting sih gitu kan, cuma ee ngabisin lahan banget gitu kayaknya terus kayak untuk satu mobil aja kayak wasing gitu. Akhirnya kita udah enggak usah pakai cardboard. Cuma kita mikir lagi, gimana dong mobilnya kan ya udah akhirnya ee kita beli tanah sebelah ee 4 m * 25 m juga khusus untuk parkiran aja. Berarti sudah terselesaikan. Iya, untuk masalah parkir sudah terselesaikan gitu. Jadi kalau misalnya masuk ke sini jangan heran kok enggak ada carboard-nya, ada di sebelah gitu. tuh. Jadi tinggal parkir aja di sebelah. Oke, makasih banyak nih kita sudah dibulin di sini dan nanti malam kita bakal ngerasain bermalam di Iya, kalau misalnya malamnya bagus banget di sini. Oke, nanti kita masuk juga footage malamnya. Mungkin ada lagi yang mau ditambahkan difollow Instagram apa aja nih? Mungkin Instagram bisnisnya atau website atau segala macam ee enggak usah. Kita cuman mau bilang makasih banyak ke tim Wicak Miftah yang sudah berkunjung ke sini. Nih, kebetulan ini adalah video YouTube pertama ya yang diliput ee dari tim origami Oase. Jadi, thank you udah jauh-jauh datang jauh-jauh datang ya dari Depok ya. Wow, appreciate banget. Jadi ee makasih banyak dan sukses selalu ya buat BK Miftah. Sukses selalu juga Teh Silv Mask. Teman-teman juga makasih banyak yang sudah nonton sampai akhir. Jangan lupa juga follow Instagram kita Waksjana Inspira Homes dan TikTok kita. Bye bye mereka. He. Dan selamat datang di selamat datang di origami kayaknya jelekul. Loncat loncat loncat coba loncat S
