Jungkat

(RUMAH UNIK) Ketika AI Menjadi Arsitek (YouTube Video)

  • 15/10/2025

Oke. Dan di sini, Mas iniopo? Ada jendela tapi ada pintunya. Iya. Di sini dapurnya jadi ini sempat masalah nih. Kenapa tuh? Karena pas bangun ini kira-kira biayanya berapa tuh? Biayanya itu orang enggak akan nyangka sih ya. Ini tuh. Halo, ketemu lagi sama Belinda di Arsitektur Indonesia di acara Namu Bareng Belinda, teman arsitek kamu. Kali ini kita ada di rumah di daerah di Cinere yang eh uniknya rumah ini didesain menggunakan AI atau artificial intelligence. Penasaran kayak apa isi rumahnya? Yuk, kita cek yang punya. Halo semuanya, perkenalkan aku Dian, saya Prio. Kami dari Griana. kami ee aktivitasnya sehari-hari ee pekerja swasta sekaligus contontor. Kebetulan akhirnya bikin rumah ini, bikin akun dan sharing di akun kami seputar rumah, renovasi, dan juga tips-tips dekorasi. Jadi kalau misalnya ada yang suka boleh follow ya. Kita sering sharing-sharing soal rumah. Jadi teman-teman kalau misalnya ada yang kepengin komen, nanya, diskusi, sharing, ayo aja ya. Karena kita terbuka banget nih buat diskusi. Selamat datang di rumah kami. Selamat datang rumah kami. Oke, ini dia udah ketemu sama yang punya rumah namanya Mas Pri. Mas Prieritain dong, Mas Prinya itu luas tanahnya berapa, bangunannya berapa, sama konsepnya apa sih? Luas tanah sebenarnya 90 sih. Karena tanahnya agak miring-miring trapesium jadi sekitar 88 lah ya. Terus kalau luas bangunannya juga karena enggak full dua lantai jadinya sekitar ya mungkin 148. Oke. 148. Ini berarti lebar depannya berapa nih, Mas? Nah, lebarnya karena miring-miring seharusnya en tapi ini jadinya 6,5 sih kalau presisinya. Oke oke oke. Nah, ini rumah konsepnya itu kan waktu itu ceritanya dia dibangun menggunakan AI. Iya, betul. Oke, ceritain dong, Mas, gimana kepikiran gitu untuk pakai AI? Ya, sebenarnya lebih ke pepet ya gitu. Oke. The power of kepepet. The power of kepepet. Karena e waktu itu istri emang lagi hamil anak kedua. Jadi kita punya limitasi waktu dan sebenarnya juga udah ngghubungin arsitek-arsitek sih. Termasuk Mas Hilman kita hubungin kayak diomelin. Termasuk Iya, termasuk Mas Hilman kita hubungin. Tapi tidak dijawab mungkin apa waktunya enggak sesuai. Akhirnya dengan sangat terpaksa ya udahlah kita sikat deh, kita jalan sendiri pakai AI gitu. Nah, tapi juga akhirnya kita konsult sana sini ee kita hubungin teman kita yang interior. Kita juga kebetulan mertua, bapaknya istri itu memang arsitek gitu. Jadi mungkin ada background seperti itu dan kita kebetulan juga DKV background-nya jadi minimal bisa gambar. Ee akhirnya bisalah pakai AI gitu. Oke, jadi bisa dibilang penggunaan AI ini ya sebagai partner lah ya tetap otaknya di ee owner yang dapat bantuan konsult-konsult dari teman dan kerabat terdekat gitu ya untuk menyamin keamanannya juga ya. Betul. Iya. Karena karena kalau jadinya jelek aja sih enggak masalah tapi kalau jadinya runtuh nah itu itu yang masalah. Mas ceritain dong Mas dimulai dari atas nih. Untuk atap ini pakai apa sih Mas? Ataapnya pakai genteng pakai genteng keramik. Heeh. Ee tapi juga ada du gitu karena memang ee kita enggak kepengin tampiasnya itu ke sebelah-sebelah gitu ya. Jadi untuk servis juga dan perawatan akhirnya kita dak kita ada dak juga muter gituah muterin buat talang air gitu dan sebagainya. Oke. Terus habis itu untuk depannya ini pakai apa nih Mas yang gede banget ini, Kalau yang gede ini materialnya traventin. Iya. Ubin atau batu beneran? Ubin sih, ubin. Ubin traventin. Jadi bukan bukan potongan gede ya, tapi ini kayak traventin pabrikan lah gitu. Heeh. Ventin pabrikan. Oke. Terus di bagian depannya itu ada cat kamprot ya berarti ya? Iya. Ini kamprot tekstur. Ee terus yang second skin ini sih dia kayak wood plang gitu ya. Kayak wood plang. Terus itu kepikiran pakai ada yang miring ini dari mana nih Mas? Emang sendiri atau AI-nya nih yang ngasih ide? Kalau ini sebenarnya kebutuhan teknis sih Kak. ini kebutuhan teknis. Karena sebenarnya rumah ini kalau dilihat nih GSB-nya kan miring banget nih GSB-nya. Sedangkan ee desain rumah kita tuh kayak aku sendiri sebenarnya sukanya yang memang kotak gitu. Jadi aku lebih suka kayak kubism. Heeh. brutalism gitu yang kotak gitu. Nah, ketika ini kotak dan ininya miring aku ketika aku pandangin dari sebelah situ tuh kok enggak enak? Iya. Kok enggak enak ya? Kayaknya miring banget rumahku gitu. Oke. Jadi sebenarnya justru eh second skin miring ini itu untuk visual seolah meluruskan bangunan ini searah jalan gitu. Jadi bisa dibilang view paling view si kotak cakep ini tuh bakal enak kalau misalkan ada diagonal begini ya. Dari diagonal dan kebetulan memang dia arahnya itu memang ke barat gitu maksudnya ke arah matahari ya. Oke. Jadi baratnya di situ sudah ditahan dulu sama si secondary. Iya gitu. Dan ini kalau ini juga sebenarnya ada engselnya untuk bisa dipindah gitu. Bisa, bisa. Iya. Oh, bisa digoyangin gitu. Bisa digoyangin untuk kalau misalnya mungkin arahnya ini. Tapi memang paling major sih dari sini cahaya mataharinya. Iya. Tapi emang benar sih, Mas. Kalau misal matahari itu kan dia emang begini ya. Tapi suatu saat di beberapa bulan-bulan tertentu miringnya bisa lurus begini, bisa miring begini atau bisa miring begitu. Jadi dibikin goyang ya. Jadi supaya bisa ngikutin matahari itu teman-teman. Nah, di belakangnya itu tuh ada balkon berarti ya? Ada balkon dan karena kebetulan ini kamar utama supaya cuaca enggak langsung masuk ke kamar aja sih, Kak. Jadi harus pakai balkon terus juga ee second skin ini menahan semua apa air. Ah jadi enggak enggak tampias gitu ya. Oke oke oke. Tapi untuk di bawahnya ini simpel aja ya pakai cat sama batu alami. Batu alami ya. Ini andesit. Anesit bakar 3060. Oh iya gede juga nih ya. Habis itu daripada buat motong-motong tinggiin aja sekalian. Iya. Tadinya mau pakai andesit yang kotak-kotak kecil-kecil cuman ee apa masangnya agak susah sih. Kok itu. Satu masangnya susah. Dua ee setelah ditapak-tapak kalau misalnya pakai heills atau pakai apa itu kurang enak gitu. Iya. Iya. Bisa masuk bisa masuk. Heeh. Aku juga tapi aku pengin kelihatan luas emang. Jadi memang sengaja cari yang persegi panjang dan gede-gede gitu. Dan juga kalau misalkan karena di sininya dikasih PL agak tinggi begini, Mas. Jadi kalau dilihat dari jauh sebenarnya kesannya si carport ini juga kelihatannya lebih gede sih. Dapat tuh yang dipengenin. Heeh. Ini 4 m kayaknya ini panjangnya ini ke sini 4 m. Tapi look-nya kayak 5 m gara-gara looknya kayak 5 m. Iya betul. Pertama kali datang ini kayaknya kayak 5 m tapi kok kayak enggak 5 m. 4 me. 4 m. Heeh. dikamuflasein. Nah, di bagian sini nih tamannya ya berarti ya. Iya. Ini taman ini ada planter pox terus taman ada tempat namanya. Oh. Jadi kalau misalnya yang mau datang lihat ke sini lihat aja di sini rumah Jadi jadi kalau kalau ditanyain orang kan apa ya ini berarti tema rumahnya apa sih? Saya akan jawab sih ini tema rumahnya tropical Japandi. Oh oke gitu. Jadi karena tropical secara bangunan tapi Japandi secara interior gitu ya. Ya, baru baru kepikir ketika ditanya orang sih, Kak. Iya, itu kadang-kadang berarti terbentuk setelah itu dan itu ee ada kok bisa akhirnya kita juga banyak taruh ornamen tanaman lah gitu di sekitar rumah ini Oh, biar tropikalnya makin dapat ya. Iya. Iya, benar. Pantesan di sini ada ee tanaman-tanaman lagi ya. Oke. Dan di sini, Mas, ini ada tempat duduknya ya. Tempat duduk. Biasanya aku kalau ada orang yang santai juga eh duduk di sini, aku duduk di sini. Oh iya, jadi kayak e teras casual gitu Teras. Ini juga genji banget nih. Kita enggak punya kita tuh enggak punya ruang tamu, Kak. Ah, oke. Jadi inilah nih. Oke. Heeh. Jadi kita karena kita berpikir hanya ada dua orang yang akan ke rumah kita. Satu yang memang enggak enggak terlalu kenal. Gitu ya. Dua yang memang sekenal itu gitu. Kalau enggak terlalu kenal kita enggak apa-apalah ditemuin di luar gitu ya. Kita sediakan Heeh. sediakan udaranya juga masih enak kok di sini dan agak ketutup ya gara-gara si planter box ini ya. Daripada kita habisin lahan untuk bikin satu living room atau satu ruang tamu lagi kayaknya mendingan ini aja deh kita enakin gitu. Oke. Oh ya di carport-nya ini berarti bisa buat ee kapasitasnya buat mobil dan motor berapa banyak ini, Mas? Nanggung sih ini. Ini nanggung. Jadi karena 6,5 ya, jadi sebenarnya sih dua mobil enggak cukup, jadi satu mobil, satu mobil lebih banyak gitu. Jadi satu mobil dan mungkin satu dua motor kali ya. Iya, itu memang sengaja, Mbak. Jadi karena aku sediakan space untuk aku bisa beli motor lagi. Oh, gitu. Gitu. Beli motor lagi. Ini apakah Ibu tahu? Nah, ini belum tahu nih. Oh, belum tahu, Bu. Maaf ya, Bu. Rahasia terkuat di sini. Nah, dan di sini lucu juga ya. Di bawahnya itu dikasih koral sama taruh buat sepatu-sepatu ya. Mohon maaf ya. Gua baru datang langsung supaya menyamarkan apa ya? Menyamarkan debu-debu juga sih aku bilang gitu. Terus ya biar memberi kesan natural lagi sih. Balik lagi gitu. Ah gitu. Ini sebenarnya nyontek semua, Kak. Oh nyontek ya? Iya nyontek lah. Nyontek di EAI. Nyontek di EAI. Iya dan nyontek lah. Nyontek Mas Hilman. Nut, nut kamu dosa banget. Makanya dibalas dong DM-nya. Iya, enggak dibalas. Nah, ini ya mohon maaf ya kalau Mas Silman itu emang paling jarang ngelihatan. Bukanak dia emang enggak pernah baca. Oh, enggak pernah baca ya? Pernah baca Mas Silman tuh dengerin Mas sombong amat. Istrinya aja juga dibaca makanya istrinya kerjanya parah-marah mulu. Eh, tapi ini lucu deh, Mas. Ini kok ada rotan-rotan gitu sih bikin sendiri custom. custom. Sebenarnya kita tuh kepenginnya ini tuh masuk, Mbak, ini masuk ke dalam tembok gitu supaya rapi gitu ya. Tapi enggak cukup sih ee apa namanya? E space-nya enggak cukup terus ya udah akhirnya harus nongol. Nah, ini salah satu cara untuk mensiasatinya ya akhirnya bikin bok ini custom di Jepara ini. Oh, gitu. Tapi lucu ya dikasih ada rotan-rotannya ya. Heeh. Heeh. Terus biar lebih rapi lah. Terus bersamaan juga lagi lampunya juga dikasih yang agak rotan-rotan gitu. Jadi nyambung ini semua nih. Iya. Iya. Ah, oke. Pengin kerasa senatural mungkin aja sih, Kak. Karena He. Kalau banyak ornamen natural tuh kita ngerasa kayak lebih membumi gitu dan hangat gitu loh. Jadi kita itu perasaan yang emang udah kita pengin hadirkan di depan rumah supaya kalau kita pulang tuh dari luar yang serba kacau dan serba rumit itu kita tuh langsung nyes apa bisa rel lah gitu. Adem gitu ya. Ya, itulah tujuan rumah sebenarnya ya, Teman-teman ya. Pas sampai ke rumah, daerah tenang kita di sini. Apalagi kalau misal keluarganya juga harmonis ya. Amin. Iya. Oke. Oke. Ini lucu banget ini. Kenapa? Ini adalah akses VIP untuk Kang Paket. Oh, akses VIP untuk Kang Paket. Jadi, Kanget biasanya memang tok dok tok gitu kan paket gitu. Ini akses VIP-nya di sini. [Musik] Nah, ini pas masuk pintunya. Ih, lucu juga ya. Ini pintunya dibikin kesannya full sampai atas. Full tapi padahal bohongan. Iya. Supaya hemat. Ini solid engineering sih bukan. Oh, bukan HPL ya? Iya. Dia kayak semacam HPL gitu lapisan. Tapi aslinya dalamnya ini solid engineering, Kak. Jadi bukan jati wungkul gitu, bukan. Oh, bukan multiplex juga ya. Bukan multiplex. Take kowut apa gitu namanya ya. Hm. Oke. Dan habis itu di atasnya supaya masih kedap juga ada ininya nih. Ada sayap-sayapannya tuh. Kalau orang tukang bilangnya tabokan. Tabokan. Iya, gitu. Nah, oke. Ya udah. Nah, ini memang dibikin setinggi ini karena kita kepenginnya satu battlenck. Battlenck nih apa nih? Fing fengsui kayaknya ya. Jawa juga sih sebenarnya. Jadi ketika kita masuk rumah itu mengecil, mengerucut. Tapi begitu dibuka itu gede. Oh, gitu. Jadi rezeki rezeki e rezeki masuk ke dalam gampang susah keluar. Oh iya ya ya. Tapi juga kalau di arsitektur itu kalau kita bikin kesan button ini kesannya kecil pas ngelihat ini jadi lebih besar jadi lebih kerasa lega psikologinya Jadi masuk ya antara fengsui sama ee Jawa dan arsitektur. Oke. Dan di sini Mas iniopo ini? Kok ada jendela tapi ada pintunya? Iya. Nah, ya justru itu karena ee aslinya bangunan asli rumah ini itu pintu utamanya di sisi ini, Kak, sebelum direnovasi. Nah, terus tapi terus kita merasa kok kayaknya privasy kurang enak ya kalau pintu pintu utama itu di sini terus debu juga terus apa udara dan lain sebagainya. Tapi karena kita belokin ke sini jadi pintu utamanya ee kadang akses barang mungkin bisa beresiko susah. Oke, gitu. Nah, jadi ini emang sengaja kita bikin jendela pintu gitu supaya kalau misalnya yang lebih gede barangnya perlu masuk yang lebih enak ini bisa dibuka. Iya. Ah, jadi bisa dibuka bisa pitnu tambahan lah ya. Iya, pintu tambahan gitu. Oke oke oke oke. Kalau misal kayak gini juga bisa udara masuk juga ya, Pak. He. Heeh. Aduh. Gitu nih sirkulasinya benar-benar cross ventilation ya. Cross ventilation ke belakang. Oke. Terus ini, Mas. Oke. Ini kalau misalnya di sini tuh udah ruangan keluarga sama ruang makan nih Nah, ini ini idenya dari mana nih? Ini adalah hasilnya juga. Ini adalah kubah untuk menyambut tamu. Karena kita enggak enggak punya ruang tamu yang proper. Jadi kita tuh kayak ya orang masuk itu kayak wah kita disambut gitu. Nah itu. Oh iya i ya. Kita bikin ini gitu. Ini tuh dari dari gyipsum tapi bawahnya ini hebel. Heeh. ini gitu kita bikin sendiri, kita bentuk sendiri gambarnya dari AI gitu ya. Ini hasil AI-nya ya. Hasil AI dan tetap kita pakai ornamen-ornamen natural batu misalnya gitu terus apa ee pot-pot seperti ini, ranting kayu karena ya kita pengin kesannya memang ee serba natural gitu. Tapi ya ee karena ada agak-agak sedikit AI, jadi dia bisa nyambungin antara si setengah lingkaran sama si oval ini masih tetap enak nih ya sebenarnya. Kalau misal kita mungkin agak mikirnya perlu panjang gitu. Perlu panjang. Iya sih ya walaupun mungkin juga apa ya mungkin juga mungkin kurang rapi kali ya atau apa tapi ya enggak kok ini udah rapi. Cakep kok dan ee konsepnya enak sih soalnya pas masuk itu tamu langsung dapat pemandangan enak dulu. Iya betul. pemandangnya langsung itu. Terus habis itu di sini, Mas, ini adalah ruang keluarganya, ya. Terus ini ukurannya berapa nih, Mas? Kalau ini dari titik ini ke titik itu sih ee 6 man. 6 man? 6 m. Iya. Ini lebarnya berarti sekitar tiga ya? Kalau ini tiga ya. Ini sekitar tiga itu enam. Tapi yang yang sisi sini dia kayaknya ke sana lagi itu 1,5 lah. Jadi kayak total 11. Tapi yang sisi sana karena balik lagi miring lebih panjang tuh yang sana mungkin sekitar 13an gitu, Kak. Iya. Oke, nanti kita ke sana deh, ya. Oke, Mas. Lanjut. Ini tuh berarti ada ee lemari pemujaan juga ya kalau bilang lemari pemujaan. Terus habis itu di sini ada ruang makannya. Mega makannya ini. Ini furniturnya lucu nih. Kamu beli di mana, Ini jati custom juga di Cepara. Tempat yang sama dengan bok dan itu. Oh, iya. Si kabinet itu ya? Iya, gitu. Ya, ini memang full custom karena memang kita sesuaikan sama lebar ruangan ini sih kita cukup puas gitu sama sama hasilnya ya. Iya. Dan ini Mas di bagian atas ini tiba-tiba lu kasih kayak balokan deh. Balokan. Iya. Ini dari sendiri atau dari si AI ini? Mungkin sendiri ya karena ee balik lagi kita pengin ini fungsinya sama kayak ini sih Kak. Jadi kayak kita tuh pengin memberi Iya. memberi pembatas atau memberi transisi dari living room ke dining room gitu. Nah, jadi ini lagi-lagi ini adalah gyipsum dan tekstur ini gypsum. Oke, ini gyipsum. Iya. Jadi bukan bukan kayu beneran. Jadi jipsum yang kita cat e tekstur kayu gitu catnya. Ini berarti pakai cat khusus dong. Cat khusus. Cat tekstur kayu. Iya, cat motif kayu. Oke. Kalau misal mau tahu ya harus lihat di Instagramnya ya. Nama Instagramnya apa sih, Mas? Grianaagari. Jangan lupa follow. Oke, jangan lupa follow. Ini ha-nya ada ya? Oke. Oke. Mau tahu ee produknya juga mesti lihat di Instagramnya juga. Instagramnya kita sharing-sharing di situ. Oke. Padahal itu lumayan nge-haxnya bagus loh. Soalnya ini hasilnya seperti kayu beneran nih. Iya. Ini kayaknya tukang khusus ya, Teman-teman. Jadi kalau misalnya ee apa kepengin yang hasil yang bagus memang dia minimal tukang cat gitu dan memang yang udah biasa ee ngecat ee kayu lah gitu ya gitu. Iya. Jadi ada emang kalau misalkan itu guratan-guratan itu tuh dari kuas ya. Dari kuas. Kalau misal pakai tukang yang belum terlalu ahli dia bisa berhenti tuh di tengah-tengah. Kalau dilihat dia kan sebenarnya kayunya itu dia ee lurus tuh garisannya. Lurus harus yang sabar gitu. Iya, sabar. Kalau enggak dia nanti nge-chatnya kayak stabilo. Jadi kayak nimpa jadinya dia lebih gelap gitu. Kenapa? Karena Ikke pernah melakukan. Oke, Mas. Ini dikasih pintu. Oi, gede kali. Hamp pintu. Iya, sampai atas ini. Pintu. Iya. Ini tinggi ruangannya 320. Oh, 3,2 ya. 3,2. Sengaja juga karena supaya lagi-lagi terkesan lebih luas, lebih tinggi, lebih lega gitu. ini supaya kayak ini beda ruangan tapi juga enggak tersekat gimana gitu ya dengan dengan taman inner court ini terus kesambung ke dapur juga kadang kalau kita sarapan malah kadang di sini di situ. Iya gitu sama anak-anak supaya lebih santai gitu kan kalau pagi les gitu seru ya. Iya. Kalau malam sih baru di sini baru yang agak formal formal pakai gaun mungkin sidok. Iya. Nah di sini tuh ada terasnya sama taman keringnya. Iya. Oke. Tapi gara-gara ada di pintu ini, jadi kalau pas dibuka rasanya ruangannya di depan sampai ke belakang satu ruangan Betul. Betul. Oke. Dan lucunya dapurnya itu disembunyiin di sini. Betul. Karena kadang kan dapur tuh enggak selalu rapi ya gitu. Iya. Kadang rusuh. Lebih banyak rusuh sih. Heeh. Ini tuh rapi. Orang juga sering ih rumahnya rapi banget. Iya dirapiin karena mau syuting. Kalau enggak syuting mah ya enggak rapi gitu. Jadi kadang kenapa dapur ini agak masuk agak masuk ya supaya orang juga yang aktivitas di dapur enggak terganggu gitu kalau toh ee tidak rapi atau apa itu enggak terganggu gitu. Iya kan k kita suka pas gitu lagi pakai dter gitu ya terus-sesuai ada teman eh eh gitu kan kalau misalkan kelihatan ya tapi kalau semunyi gini ada siapa ada ada Pak RT gitu kamu jangan keluar dulu baiklah gitu kan sekaligus supaya ini sih bau masakan bau masakannya naik ke atas gitu ya dari void itu ya atas betul gitu dan kebuka ke situ dan di sini itu ada apa nih Mas oh ini lubang udara sendiri berarti ya ini lubang udara sendiri gitu ini juga inner cord kedua taman kecil yang memang sengaja dibikin di sini untuk menyelamatkan sirkulasi kamar mandi. Plus ee kamar. Oh iya di situ ada kamar ya? Itu ada kamar. Iya. Oke. Habis dari sini kita ke sana. Itu kamar buat siapa, Mas? Itu kamar tamu. Kamar tamu dan ya tapi karena jarang ada tamu jadi kita fungsikan ruang kerja juga gitu. Oke. Di sini dapurnya jadi ini sempat masalah nih. Kenapa tuh? Karena tinggiku sama istri kan lumayan tuh beda. Jadi perasa juga di sini. Oh gitu ya. Terasa di situ. Heeh. Jadi jadi waktu itu ini dia agak agak dipendekin Kak masangnya di sini nih dia nih. Oh iya sesuai sesuai standar lah. 60 heeh tapi terus aku kesusahan nih. Aku buka nabrak mulu pentok-pentok. Jadi terus aku bilang wah ini aku ditinggiin nih. Gitu. Solusinya apa tuh kalau misalkan antara suami dan istri beda tingginya jauh? Solusinya ambil rata-rata kah atau gimana? Iya, ambil satu ambil rata-rata dan ee ee ada yang harus ngalah. Gua pikir dua-duanya yang mengalah dan I harus ngalah dan karena istri yang memang lebih sering di area dapur pastinya, jadi ya kita lebih ngikutin. Oh, berarti si Bapak yang ngalah. Oke, bagusbagus Pak. Toleransi Pak. gitu. Ini juga ini tuh teknisnya, Kak ngambilnya itu dari bangunan-bangunan di Timur Tengah, Irak gitu. Oh, efek cerobong ya? Efek cerobong gitu. Iya. I kalau buat teman-teman pengin tahu cerobong itu tuh perbedaan tekanan udara. Nah, kalau kita di bawah ini kan banyak orang banyak kegiatan biasanya tekanannya tuh tinggi karena panas kan. Nah, ini tuh dia buat ngalirin naik ke atas. I. Nah, karena dia itu tekanannya itu naik ke atas ya, berarti dia juga pas naik dia juga narik juga yang dingin di bawah. Iya. Yang dingin di bawah gitu. Oke. Itu lagi hit sekarang memang. Oh, gitu ya. Heeh. Lagi sering dipakai eh udara panas yang dari atas pun ketika masuk ke rumah ketika turun ke bawah itu dia udah agak lebih dingin gitu sih. Iya. Iya. Itu namanya enak nih ngobrol sama arsitek sekalian. Iya. Oke, kita lanjut ke kamar yang tadi nih. Ini adalah kamar ini kamar kamar tamu. Iya, yang sekarang lagi dipakai buat ruang kerja ya. Ruang kerja. Iya. Ini kamar tamu. Oke. K si banana. C banana lucu sekali kamu. Banana. Iya itu ya itu aksen ini aja. Terus ini tadi yang ke taman samping itu supaya dapat udara juga. Kalau enggak ini pasti gelap gelap dan lembab banget. Ini juga ada rooster nih, Kak. Oh iya iya iya. Rooster ini. Rooster ini lebih ke karena kita kebanyakan beli roster. Oh iya. Jadi, jadi akhirnya ini kita pasang di sini tapi kita sesali gitu. Jadi salah satu kelebihan dan kekurangan dari EA ini adalah kurangnya pengetahuan berapa material yang harus dibeli. Betul. Itu juga itu juga ini sih dan kita tuh 80% kita beli online seluruh materialnya. Jadi kadang juga mereka kan minim order harus sekian Oh iya. I benar benar benar. I Heeh. datang. Ah, kebanyakan. Diapain ya? Masa dibuang? Ah, taruh sini kali ya. Karena takutnya ketika hujan ini enggak bisa dibuka ini pengap. Heeh. Gini. Tapi ternyata juga akhirnya mungkin ee masakan dapur atau apa bisa bau sempat ada yang heboh gitu ya. Tapi kalau yang standar enggak lah ya berarti kan. Iya. Enggak sih. Heeh. Hanya kalau misalnya tiba-tiba mau ada arisan di sini ya teman-teman ya. Baru tuh wuh gitu. Oke. Oke. Tapi efek sehariannya enak karena angin tetap jalan. Enak. Iya, betul. Oke. Dan di sini nih, Mas. He. Ini lucu sekali. Karena diekpos makanya singnya yang cakep ya. Karena kamar mandi kita kecil banget jadi kita juga enggak bisa masukin wastavel ini ke dalam. Heeh. Ee dan ya penggunaan wasel itu kan cukup sering ya menurut kami waktu itu kita juga bangun ini kan waktu pandemi akhirnya ya udah kita sengaja bikin ke luar dan ini mungkin terlalu menjorok juga kali ya karena kita butuh rak penyimpanan juga di Oh. Jadi emang sengaja dibikin agak ini mungkin setengahnya juga mungkin cukup kali ya gitu. Tapi kayaknya memang sengaja kita bikin yang gede aja sekalian biar buat masuk-masukin barang juga lebih enak ya. Tapi ini kamar mandinya, Mas. Apa ini? Ini tuh dulunya kalau titik ini itu tuh ruang TV, Kak. Nah, ini tuh ee karena tadinya juga kita tuh berpikir enggak perlu ada kamar kali ya di bawah tuh gitu di lantai satu gitu. Tapi kita punya orang tua yang masih sering main gitu. Jadi terus kita berpikir apa enggak lah harus ada lah. Iya harus ada gitu. Kamar mandi juga harus ada supaya enggak harus naik-naik dulu. Heeh. Jadi kita paksakan ada kamar mandi di bawah tangga gitu. Oke oke oke oke gitu oke. Tapi ya didesainnya cukup menarik ya kayaknya ya. Heeh. Ini diturunin sedikit. Iya supaya enggak nabrak ya. Karena di atasnya kan ada tangga ya. Engak nabrak e apa bordes tangga. Oke. Terus di bagian sini ini kan ada jeda sedikit nih berarti nih ya. Dan ini jedanya sedikit. Ini buat naruh peralatan-peralatan. peralatan nantinya sih sebenarnya akan dilemariin sih ya supaya lebih rapi tapi ya kita will see later lah ya. Iya gitu. Tungguin di Instagramnya ini bakal jadi tempat apa nih? Oke. Oke. Dan lucunya gara-gara ini buat kamar mandi ini dia jadi tingginya segini kan. Di sini kita jadi bisa taruh lemari pemujaan lagi di sini. Pemujaan. Iya gitu supaya enggak terlalu aneh aja gitu. mungkin juga ya bagian kota gitu di situ. Tapi terus akhirnya kita ah kita bisa taruh ee apa namanya ya bareng-bareng lah. Barang-barang hiasan-hiasan juga di situ gitu. Akhirnya sebenarnya aku suka banget loh Mas kalau ada kayak ginian loh. Pribadi ini boleh ya sambil naik ya? Iya ya boleh sil. Soalnya baru kerasa nih kalau misalkan kita naik tangga. Nah, kalau kita naik tangga ini kalau misalnya dipenuhin ini tuh bisa jadi tempat tempat kayak taman kering lagi loh. Oh, iya iya iya sih. Ini aku suka banget malahan soalnya pas kita jalan tuh kita juga punya pemandangan lagi kayak kita lagi ada di gunung. Nah, ini apa nih, Mas? Ini ee wallboard PVC. Oh, PVC gitu. Nah, ini juga tinggi banget, Kak. Ini tuh sekitar 9 m kan tingginya. Terus di atasnya ada skylight. Lagi-lagi ventilasi udara. Oh, ada kawat nyamuknya ya. Iya, kawat nyamuk itu. Ee makanya ya mungkin ee mungkin itu juga akhirnya tampias-tampias dikit sih gitu. Makanya akhirnya kita pilih materialnya wallboard supaya itu memang benar-benar tahan air. Iya. Kalau wallboard itu dia dari PVC nih, Teman-teman. Jadi dia tingginya pun beda. Kalau enggak salah 3 m ya. Ee iya. Ini ada potongannya 3 man. Iya. Kalau HPL kan 2,4, tapi kalau yang board gini dia 3 m nih. H 3 m. Tapi lucu ya di sini tiba-tiba ada. Iya lagi ada jendela lagi. Heeh. Karena ya itu lagi-lagi kalau misalnya kita posisi sini pun kita mau ngobrol sama orang di ruangan situ. Mudah gitu. Iya. Heeh. Heeh. Heh. Kopi satu. Iya. Iya betul. Iya. I kopi satu gitu. Terus habis itu ee memang sesuai tadi ya komunikasi sama keluarga harus dari bisa dari mana pun Betul, betul gitu. Oke. Terus ee ininya pakai kayu asli nih Iya. Meranti. Meranti. Dan ininya juga pakai holo bullet nih. Holo bulet. Oke, sekarang kita udah di lantai duanya. Kali ini yang lantai dua sama ibunya. Halo. Oke, Bu. Bu, ini tadi kan udah dijelasin nih sama si Bapak nih ya. Terus sekarang kita pas datang-datang ini ada ruangan apa ini? Ini adalah playground anak-anak ya. Karena anakku jarak cuman 2 tahun bedanya ya. Masih kecil-kecil daripada kita ke Mall mulu ya main playground. Iya benar-benar menghemat biaya bulanan. Kita menghemat dengan kita bikin playground sendiri karena ini ruangan memang belum dimultifungsikan ya maksudnya masih kosong dan lumayan besar. Akhirnya dibikin apa ya? Udah dibikinin perosotan lah mainan dan ini bisa modular ya artinya bisa diganti nanti mau nanti ini lemarinya kan juga bisa dipanjangin misalnya kita pengin ganti kita inilah ganti-ganti interior gitu misalnya juga bisa. Iya. Ini misalkan mau jadi ruang buat nonton bisa gitu ya. Terus habis itu di sini ini langsung ke gabung ke ada empat pintu nih ya. Yang ini ruangan kamar, kamar utama, kamar mandi, dan ruang servis. Oke, sebelum kita ke yang cantik-cantik, kita ke ruang servisnya dulu ya. Silakan. Oke. Oh, dan di sini dii ya. Iya. Keamanan penting banget selalu tutup ini kalau mereka ada ya. Karena mereka pergerakannya tidak bisa ditebak. Iya, pergerakan tidak bisa ditebak. Oh, karena dia udah dibikin barengan jadinya sekalian ya, jadi enggak kerasa aneh gitu ya. Heeh. Jadi ketika bikin tangga memang sekalian bikin pagarnya ini. Oh. I. I cantik ya. Oke. Oke. Oke. Lanjut nih. Ini berarti dikasih wall panel ya? Tadi di bawah juga dikasih wall panel ya Bu ya. Kita dalam suatu waktu wallboard dan wall panel sekalian kita bikin. Oke. Oke. Oke. Dan di sini udah ada ruang servisnya nih. Benar. Ini ruang servisnya ini isi-isinya apa aja nih? Oh, kayaknya di sini kayak pusat kontrolnya nih. Iya, di sini sebenarnya pusat kan gini, aku pusat komando aku laundry masih 5050, Kak. Jadi memang sebenarnya nyucinya belum sebanyak itu juga. Karena gini juga sih, kita usahakan juga tetap nyuci sendiri gitu kan ya. Tapi dengan sadanya lah dengan ruangannya ya ya lumayanlah gitu buat cukuplah buat nyuci-nyuci anak bayi, baju-baju bayi gitu kan. Dan rapi sih sebenarnya sih. Dan ini ada langsung buat naik ke ke toren. Ada aja kan mau cuci toren apa. Jadi kita udah enggak khawatir mengalir airnya semuanya. Salurannya udah jadi satu semua dan amanlah enggak bakalan ke mana-mana airnya. Kalau misalnya kita lagi bersin toren atau misalnya toren yang bermasalah gitu kan. Langsung naik ke atas aja. Langsung naik aja ke atas gitu. Dan di sini juga langsung ngelihat ke daerah keringnya ya. Aksesnya tetap bisa ngobrol ya. Atau misalnya minimal kopi gitu kan. Kopi Bapak tuh dari tadi kayak gitu kopi sekarang kita tukar ya. Heeh. Gitu minta tolong bikinin teh. Oke. Di sini itu ada sesuatu nih Mbak. Ini tuh ada lubang-lubang nih. Tiga jenis lubang ini apaan sih sebenarnya ceritanya? Boleh cerita dulu ya awalnya ya. Jadi sebenarnya waktu kita renovasi ini belakang itu masih tanah kosong. Jadi anginnya enak banget kan. Apa ee pohon dan maksudnya intinya enggak ada apa-apa. Karena setahun belakangan ini ada usahal lah di belakang ya, tiba-tiba bangun segala macam workshop dan lain-lain untuk usaha. Akhirnya ya kita secara terpaksa agak nutup nih Kak bagian sini ya dengan artificial daun-daun gini ya supaya mata juga enak lah gitu enggak terlalu melihat dan juga untuk ee polusinya juga enggak terlalu masuk banget lah ya. Iya betul betul betul ya. Dan di sini pun juga kayaknya bahannya juga enggak susah ya buat dibeli di mananya. Iya. Heeh. Maintenance-nya juga kayaknya gampang nih ya. Siram aja. Cuman disiram doang ya. He disiram aja gampang. Aku juga mengurangi kerjaan ya, Kak ya. Jadi jangan yang ribet-ribet juga tapi secara look itu okelah masih bisa diterima gitu kan. Dan aku pikir juga karena ini kan outdoor semi outdoor lah bahkan kena debu dan lain-lain jadi minimalisir hal-hal yang gampang kotor juga. Hmm. Oke oke oke. Tapi di sini juga bikinnya juga enggak terlalu sulit-sulit amat ya. Tinggal pakai besi siku. Ini ini buat ngegantungin si artificialnya. Ini artificial tuh tanaman palsu. Tapi kalau yang untuk si roasternya enggak perlu ya, karena dia udah ada penahan ya. Oke, nice. Oke. Dan di sini ada apanya nih? Ini kamar mandi kecil sebenarnya tambahan. Kalau kita nanti misalnya punya ART gitu ya, ini bisalah kita jadikan dia buat mandi di sini. Dan sekarang jadi enggak gabung. Oke. Dan sekarang malahan bisa buat jadi tempat berbersih buat pel. Heeh. Pel itu juga perlu dibersihkan ya, Teman-teman ya. Jadi enggak kotor gitu ya. Gudang gudang. Tapi nanti kalau mbaknya sudah ada tinggal dia di sini. Iya. Kita bersihkan. Oh kita bersihkan deh barang-barang ini. Oke. Di bagian sini itu udah langsung kamar anak ya. Tapi karena anaknya juga masih baru 4 tahun dan 2 tahun jadi kamarnya tidurnya di bawah aja ya. Nanti rencananya next next-nya kita kepengin bikin tingkat sih, Kak. Heeh. BB. Oh, lucu tuh ya. Anak-anaknya juga kayak udah excited tuh pengin tapi belumlah masih 2 tahun kita ngeri ya. Heeh. Jatuh. Jadi sementara sekarang masih yang aman-aman aja di bawah gitu kan. Dan ya karena anaknya cewek-cowok jadi juga secara dekorasi kita natural aja ya warna-warnanya enggak terlalu pink banget gitu, enggak terlalu cowok banget. Jadi netral bisa masuk ke semuanya. Iya. Oke. Ini kalau Bang Bet nih. Ini sih udah bisa ya soalnya plafonnya cukup tinggi kan ya. Di 3,2 ya berarti ya. 3,2 semuanya. Oke oke oke. Ya nanti kamar ini bakal kamar yang paling heboh ya karena bakal ada perubahan banyak ya. Kalau dia mau berantakan berantakan aja di kamar gitu. Iya. Berantakan aja di kamar Oke. Dan ini ada kamar mandinya ya. Kamar mandi utama sebenarnya yang rasanya seperti ada di spak teman-teman. Gua pas masuk sini baik bau maupun penglihatan itu rasanya seperti ada di spa. Emang cahayanya emang enggak boleh terlalu terang ya. Kecuali cahaya ilahi dari atas ini tapi dikasih pot-pot begini bonsai-bonsai artificial. Jadi supaya jejepangannya itu masih berasa ya japandinya sampai kamar mandi dan tetap biarpun gelap ee kan temboknya kita kasih hitam ya tapi kita kasih skylight. Jadi biarpun siang sebenarnya kita enggak nyalain lampu ya, tetaptetap terang. Biarpun kan kelihatannya kayaknya hitam hitam hitam gitu ya. Dan ini materialnya juga bagus loh nih yang ini kayaknya. Nah, ini yang kita benar-benar pikirin sih untuk lantainya karena kan anak-anak supaya tidak jatuh ya. Iya. Ini kayak kayak stop slip gitu ya. Iya. Benar-benar tapi ada plus minusnya juga sih, Kak ya. E ngepelnya susah ya. Susah intinya ya. Cepat banget kotor tapi enggak ada tuh kayak kepeleset apa aman jadi ya plus minus. Oh iya. I ya. Teksturnya mirip-mirip kayak batu alam sih sebenarnya, cuman dia lebih keset ya. Iya. Oke. Oke. Pori-porinya besar banget. Jadi memang sering-sering harus dibersihkan. Tapi kalau misal motifnya kayak semen gini ya, Mbak. Kalau misalnya dia agak gelap malahan kelihatan makin asli nih. Benar ya. Iya. Jadi kayak batu alam gitu ya. Iya. Heeh. Dan di sini juga ditaruh beginian ya. Uh lucu sekali. Dan material juga yang dipilih juga bagus Kombinasinya enak nih. Dan di bawahnya dikasih yang WPC daging gitu ya. WC. Heeh. Jadi masih ada campuran antara natural kayu gitu ya sama apa ya spa-sepa gitulah pokoknya. Jadi ada zen-zennya juga tetap ada. Ini apaan nih? Oh wow. Ah kalau misalkan teman-teman pengin tahu materialnya apa apa segala macam jangan lupa follow Instagram-nya ya. Soalnya di situ baru dibuka tuh semuanya nih. Oke. Dan di dalam nih mau masuk kok gue masuk. Selamat datang di kamar utamanya Griana Nagari. Gua masukmasuk aja tadi. Enggak apa-apa Nah, ini lantainya pakai apa nih, Mbak? Ini pakai granit, Mbak. Kan kemarin sempat mikir-mikir ya, apa pakai vinil apa pakai apa SPC. Cuman kita berpikir masih punya anak-anak yang di mana pergerakannya yang cedak cedek cedak cedek ya aman. E granit paling kuat. Minim resiko untuk misalnya retak atau geser atau kalau vinil mungkin bisa bisa ngangkat ngangkat gitu. Jadi ini aja lah kita pakai Hea tapi nyari yang benar-benar kayu gitu untuk looknya. Oke. Dan di sini atasnya sama kayak yang di bawah ya berarti ya. Sama dari gypsum. berawal dari gypsum yang kelebihan. Oh yang kelebihan. Oke. Jadi ceritanya begitu teman-teman. Oke. Ni Mbak nih yang lucunya di sini Ekel melihat satu ruangan besar, tapi Ekel melihat juga ada koper tetap sebagai fungsi utamanya kan memang ya namanya kamar ya, Kak ya. Jadi maksudnya ya memang ini kita bikin satu celah memang memang buat koper dari awal gitu ya. Memang secara estetik kurang lah ya. Tapi enggak apa-apalah daripada kita memang bingung taruh koper di mana. Kita belum punya ee apa ya istilahnya lemari penyimpanan yang proper gitu buat nyimpan. Jadi sementara udahlah kita taruh dulu di atas gitu buat Tap menurut aku ini idenya menarik loh. Soalnya di bagian atas sini sukar enggak bisa dipakai apa-apa kan biasanya kan ini cuman kopernya dimiringin dikit ditaruh di atas habis itu tinggal dikasih tutupan jadi dia lemari kayak lemari closet menarik loh nih kamar ini memang belum diapa-apain sih dari awal renovasi jadi ya masih kayak gini belum dikasih apa detail apa-apa ya memang ke depannya kita malah kepengin bikin satu kayak apa ya custom lemari buat penyimpanan gitu semuanya di situ semua ya enggak ada tuh yang mencar-mencar koper di sini Oke, oke, oke. Tapi ini ee ini jadi ruangan apa nih, Bu? Ini sebenarnya wal inin closet kan nih sebenarnya. Iya, penginnya. Dan ini nanti juga kepenginnya kayak buat meja makeup-an lah gitu. Oh, iya. Di sini ya? Iya, karena lampunya udah disediain kan, udah tinggal mejanya aja tuh. Insyaallah cepatnya bisa. Tapi emang kalau misalnya ngisi rumah emang enggak bisa buru-buru kan. Benar, benar. Yang argen-argen dulu lah, yang prioritas dulu gitu. Prioritas dulu. Dan ini ini apa ini? Nah, ini ee anak-anak kalau lagi dikasih screen time he nontonnya di sini aja gitu kan. Karena kalau di bawah kadang kan kita suka kayak ngambil kerjaan entah syuting-syuting konten atau apa. Jadi mereka di sini enggak enggak kedengaran mau teriak-teriak kek. Heeh. Misalnya mau apa nih? Smart TV. Dia bisa dinaik turunin juga sih. Tuh misalnya lagi di bawah diturunin. Tapi naik ke atas bisa. Naik atas bisa tinggal dinaikin. Oh oke oke oke. Wow. Sudah ini makanya kita juga Oh, happy juga ya. Ini bagus dan dia kan I bentukannya cakep. Oh bisa digoyangin ya mau pindah. Dan ini biasanya dipakai buat presentasi sih. Jadi bisa bisa dicopot soalnya TV-nya doang enggak bisa apa tanpa tiang. Jadi cuman TV-nya aja juga bisa. Oh oke. Tapi ini bentuknya slim dan dan bisa gini ini ya. Oh, oke. Dan dia touch screen. Touch screen. Sebenarnya kalau misal lu bikin usaha ini bikin menunya juga bisa sih des benar. Kayak buat di resto kan biasanya tinggal pesan pesan pesan. Nah, gitu bisa. Ih lucu sekali. Ah, semuanya touch screen. Touch screen YouTube gitu misalnya. Udah. Oke oke oke. Yuk, lanjut kita ke ininya ke beranda ya. Oh, ya Bu. Ini waktu bangun ini, ini berapa lama? 8 bulan. 8 bulan sama interior berarti ya? Iya sama interior. Nyurunya nyicil tapi 8 bulan kita udah masuk. Oh 8 bulan sudah masuk. Terus habis itu pas bangun ini kira-kira berapa lama sama biayanya berapa tuh Bu? Biayanya biayanya itu orang enggak akan nyangka sih ya. Ini tuh paling enggak nyampai 5 enggak nyampai 600 lah. 580-an lah kurang lebih gitu. Enggak nyampai 600. Iya. Jadi sekitar 4 iya juta semet. Iya, itu kita benar-benar menekan budget karena ya itu tadi 80% rata-rata belanja online. Oke, jadi itu nekan budget amat sangat. Jadi banyak sih kayak yang dipakai untuk e kamuflase-kamuflase kan kayak contohnya ini perkayuan ini diganti pakai cat terus habis itu belinya online terus habis itu ee sebenarnya kayak desainnya itu menggunakan bantuan AI tapi dengan konsultasi dari teman-teman atau kerabat. Jadi ee bisa ya kalau misalkan kayak gitu sama mau pasti bisa Benar. Karena ini juga sebenarnya kita sampai detik ini pun kita juga enggak nyangka bisa bangun dua rumah ya. Karena budget kita juga sebenarnya ya enggak sebanyak itu juga gitu. Tapi akhirnya kita kreatif lah. Gimana sih caranya supaya ya terwujud dengan yang sudah kita punya aja gitu ya tadi dengan ee salah satunya AI terus beli online dan mau dan intinya mau ngulik sih. Iya iya. Dan kebetulan karena Ibu sama Bapak ini juga anak desain DKV, jadi terbiasa dengan program-program internet dan komputer ya. Jadi makanya bisa begitu ya. Oke. Jadi teman-teman kalau misal mau kayak gini tetap ingat ee tidak bisa langsung mempercayakan 100%. Jangan. Jadi harus ee ada bantuanlah dari orang terdekat atau enggak profesional yang ee yang dekat juga ya. Jadi bisa minta tolong lebih enak gitu kan kalau misalnya orang dekat kan lebih jujur juga kan. Dan pasti kan dia enggak tega lah. Masok tega sih bohongin kita gitu kan. At dia e kalau kayak orang tua atau saudara kan pasti kepenginnya kita juga rumahnya bagus gitu. Nah, dapat dari saran-saran itulah akhirnya kita ya udah yuk berani ee bangun rumah gitu dengan bantuan saudara dan kerabat dan dengan AI gitu. Jadi jangan ambil mental-mentul ya karena sendiri juga masih belum sempurna sih ya. Betul ya. Benar karena dia bangun rumah ya. Heeh. Tetap ke safety nomor satu lah ya gitu. Oke, makasih banget ya, Mbak. Jangan lupa teman-teman juga follow Instagram-nya di Grianagari. Oke, kalau kayak gitu. Thank you sudah nonton episode kita kali ini. Jangan lupa like, comment, follow di Arsitektur Indonesia. Kita ada TikTok dan Instagramnya. C. Hai. Yeah.

Lihat di YouTube