Jungkat

(RUMAH UNIK) Ketika Interior Designer Menghias Rumahnya Sendiri! (YouTube Video)

  • 31/10/2025

Dan ini langsung mengambil perhatian gua nih. Ini apaan nih, Mbak? Ini tuh home office sekaligus perpustakaan. Berani juga ya dia. Nih pavilionnya si Mbak kok bagus banget sih? Gue pengen tinggal di sini. Walaupun area Art itu kan sebenarnya rumah kita juga ya. Terus ya kenapa enggak dibikin nice juga gitu. Oh ini sunrom ya berarti ya? Heeh. Jadi sunrom karena ini kan ke roof top nih. Kebetulan mau naik? Mau dong. Hai semua, ketemu lagi sama Belinda di Arsitektur Indonesia di acara Namu Bareng Belinda, teman arsitek kamu. Hari ini kita lagi ada di daerah di Jakarta Selatan. Aku pengen ngajak teman-teman masuk house tour ke rumah yang menurut aku interiornya itu sangat long lastic. Itu namanya adalah White Creamy. Nah, ini yang punya adalah seorang interior desainer. Penasaran kayak apa isi rumahnya? Cek dulu profile yang punya rumahnya. Halo, nama saya Alya. Sudah 16 tahun jadi interior desainer. Kalau mau nyari saya bisa ke rumah Buba ya. Semoga rumah ini bisa memberikan inspirasi buat semua yang menonton. Nah, ini yang punya namanya Mbak Alya. Nah, Mbak Alya aku mau tanya dong. Tanahnya tuh luas tanahnya berapa, bangunannya berapa, dan konsep interiornya tuh sebenarnya apa sih? Kalau tanah itu 400 karena kan ini bangunan tapi juga ada halaman juga di sebelah situ. Bangunannya sendiri sih 450. E jadi dia ada tiga level. Jadi ada lantai satu, lantai du, tapi ada basementnya juga. Basement kalau di Jakarta emang jarang sih rumah basem, cuman memang agak tricky sih memang. Lalu kalau untuk interiornya sendiri lebih ke modern kontemporer sih. Penginnya tuh yang long lasting lah. Jadi enggak cuman oh 1 tahun 2 tahun lagiin terus nanti ee udah enggak zamannya lagi kelihatannya malah jadi outdated kan gitu. Oke. Jadi inilah rumah yang punyanya interior desainer penginnya e interiornya long lasting ya. Ini salah satu contohnya nih. Boleh diceritain dikit-dikit enggak sih ini waktu bikin ini waktu itu beli atau bikin sendiri rumahnya? Jadi kita beli gambar. Oh, beli gambar. Beli gambar. Ee untungnya tuh pas waktu sebelum ngebangun kita dikasih denah kan pasti pas mau mau beli rumah itu. Nah, cuman ngelihat basementnya itu cuman satu pertiga bagian rumah. Nego ke developer penginnya digedein maksimal gitu. Awalnya sih developer oh enggak bisa kita cuman ee enggak custom lah intinya gitu. Cuman kan kalau basem enggak bisa belakangan. Iya. Jadi apa yang Anda lakukan untuk menego supaya itu jadi bisa? Oh ngomong aja terus. Ngomong terus sampai bosan. Maksa lebih tepatnya maksa si Ben. Mak. Oke. The power of emak-emak ya. Berhasil. Oke. Di bagian sini tuh ada garasinya buat dua nih Mbak. Ini buat dua. Dua mobil. Itu apaan ya Mbak? Itu meteran listrik. Wow. Besar sekali. Nah, ini karena ada stop kontak terus ada box PLN. Jadi mungkin nanti persiapan buat enggak tahulah mau pasang apa suami kata mau pasang solar atau apa. Oke. Oke. Jadi mungkin bisa masuk ke situ, cuman kayaknya kalau buat solar kekecilan deh. Nah, di bagian sini tuh ada apa sih, Mbak? Ee di sini tuh ada bawa developer, ada ground tank di bawah. Oh, di bawah ini ground tank. Ada ground tank sama ada ee pompa. Oh, tempat tarik. Karena sumurnya kan di bawah sini juga kebetulan. Oke. Dan ini dikasihnya pakai WPC aja ya. WPC deing ya. Oh iya. Kelihatan nih di bagian sininya ada ruangan sendiri ya. Ini e emang buat sirkulasi udara sama sedikit cahaya. Iya. Biar engak panas ya. Heeh. Oke. Terus ini di atasnya ini dikasihin kanopi kaca ya. Ah iya. Jadi sebenarnya sih kalau nahan panas dia enggak tetap panas juga. Cuman seenggaknya kalau hujan tuh masih bisa di sini. Untungnya ini e pohon-pohonnya developer tuh gede. Jadi kalau lagi terik banget oh lumayan juga sih. Oke aku boleh masuk enggak? Oke silakanilakan. dan terpanas sekali dengan lampunya. Di manakah lampu ini dibeli kira-kira? Kalau enggak salah pas zaman tokoh-tokoh Cina itu. Jadi waktu itu sempat beli. Nah, cuman waktu itu ee ini tuh gold banget gitu yang bukan selera bangetlah Oke. Diapain tuh jadinya? Akhirnya dichat. Oh, dichat ulang. Chat ulang. chat ulang ee nyuruh tukangku tolong dong dichat biar enggak terlalu bling-bling banget gitu. Akhirnya ditun dikit warnanya malah ee jadi cocok kan sama rumah. Iya. Iya. Dan juga dibikinnya coatingnya yang agak dove gitu ya. Enggak yang glossy ya. Cuman yang salahnya itu waktu itu masangnya sendiri PR juga. Itu kan ternyata harus dibaut-baut sendiri tuh. Oh satu-satuan ya? Satu-satu. Oke. Oke. Tapi ini lucu deh konsepnya. Jadi pas datang itu enggak ruang keluarga ya. Jadi langsung area makan sama dapur di sini. Heeh. Dan ini gede banget dapurnya. Kenapa konsepnya nih di sini ketemunya ruang makan dulu? Karena kan itu biasanya orang nyarinya ruang keluarga dulu atau apa gitu kan. Malahan suka disembunyiin nih malahan biasanya. Ee sebenarnya sih emang rumahnya kan pengin yang open plan ya. Sebenarnya kalau di apartemen itu kan dia kalau kita masuk apartemen kan biasanya dapur kan. Betul. Nah jadi ya kenapa enggak diaplikasiin di rumah gitu. Jadi supaya lebih enak aja sih flownya. Ini area kotor dulu ceritanya kalau kita masak kan enggak mungkin bersih. Ini area yang lumayan bersih area makan. Lalu makin ke sana tuh makin bersih gitu. Heeh. Ini juga supaya buangan udaranya tuh lebih gampang dibuang keluar. Oh iya. Di bagian situ tadi ada ya tuh tadi keluaran corong itu ada corong corongnya. Oke. Dan ini dia modelnya yang peninsula. Ini peninsula kan? Peninsula. Benar. Di peninsula nih, Teman-teman. Bedanya sama island tuh kalau island itu dia ada masih jalannya tapi kalau kayak gini tuh namanya peninsula. Dan ini slapnya slap gede nih, Mbak. Slap paling gedenya Quadra. Kalau kuadra kan dia 3,2 * 1,6 yang paling besar ya. Ini dipotong dikit jadi 1,2 * 3. Oh oke oke oke. Dan ini dibikin sh Oh ini HPL ya. Ah ini Mbak Lia desain sendiri rumahnya? Iya. Ah karena emang kebetulan interior desainer Oke. Kuliahnya di mana sih? E di mana ya? Kasih tahu enggak ya? Oke, Mbak Alia ni waktu beli rumah ini nih berarti nih ini bangunnya berapa lama waktu itu? Yang pasti kan ini sebenarnya rumah udah jadi. Kalau developer itu kan mereka enggak mau customize ya. Lebih lama untuk renovasinya dihancur-hancurin dulu kan dari awal sampai interior selesai 1 tahun. Oke 1 tahun. 1 tahun. Waktu ng-edesain ini pas rumahnya udah berapa persen mau jadi kah kira-kira? Ngedesain? Nah ini emang gara-gara udah nerima gambar duluan. I sebelum rumah jadi interiornya udah jadi duluan. Oh gitu. Heeh. Udah jadi. Cuman itu gambar pertama karena ee selama setahun itu biasa kan banyak mau kan. Karena kan aku kan e handle klien itu kan ngedesain. Oh kok bagus ya ee rumahnya klien bisa nih diaplikasiin di rumah gitu berubah lagi gitu. Terus revisi berapa kali? Udah ratusan. Oke, ini tadi kan cerita em handle klien. Ini berarti ada konsultan interiornya dong. Ada. Oke. Namanya apa sih? @rumah. Kemeni sih sebenarnya aku lebih karena kerja sendiri sih lebih bawa nama aku aja sih sendiri gitu. Oh. Kalau mau hubungin tuh ke @umah buba. A rumah buba aja. Nah, masih ada slot enggak kira-kira? Tahun depan bisa ya. Oh, tahun depan bisa. Soalnya sendiri ya. Oke. Dan ini lucu banget nih, Mbak. Ini os ya berarti ya? Itu TV. Hah? Enggak enggak enggak enggak. Ini ini bercanda ya orangnya ya. Soalnya tiap kali ada orang yang datang enggak ngerti. Ini apa, Dek? Kakak aku kan nanya ini apa, Dek? TV ya? Masa TV di atas kompor? Iya. Enggak lah. Ini kan ee cooker hood tadinya e mau yang bisa wave itu yang atas buka. Tapi ternyata e waktu itu stoknya habis. Ya udahlah akhirnya pakai yang ini. Jadi tetap dipencet-pencet. baru dia ngebuka buat e apa namanya? Cuman agak ram ya bunyinya. Enggak apa-apa. Wow. Mau yang paling ramai? Iya dong. Kencang banget. Oh. Oke. Jadi ini bisa buat barbecuean juga aman ya berarti ya? Kayaknya sih iya ya. Karena sebenarnya karena kalau open plan kita kalau masak terus enggak ada penyedot baunya keluar ini kan satu rumah kan bakal bau semua kan. Nah, ini somehow bisa minimiz. Bau tetap ada cuman sangat minimize lah. Oh, karena kekuatan sedotnya juga ke terus ngebuangnya juga enggak jauh. Jadi benar-benar langsung keluar dia baunya. Oke. Oke. Dan di sini lucu juga ya. Ini ada modelan ininya juga yang dia sistemnya rak ya, tarik apa gimana? Heeh. Bisa ditarik, bisa ditarik keluar. Jadi kalau mau maintenance si kue ini jadi dia bisa mbaknya enggak perlu geser kan karena ini kan berat kan ada airnya gitu. Heeh. Kalau ditarik-tarik aja kan lebih gampang. Oke. Dan ini dia modelnya itu pocket door sih sebenarnya cuman enggak pernah kepakai ini selalu dipakai sebenarnya. Selalu dipakai. Terus terus lanjut Mbak ini. Hmm. A lucu sekali udah ada microwave habis itu ada ovennya. Enak banget ya masak di sini. Apakah kamu kamu masak? Ee baking sih. Baking-baking. Cuman kalau masak yang lebih bau-bau tuh di bawah. Oh, di bawah. Ada ada dapur kotornya juga. Oke. Di bagian sini tuh apa nih, Mbak? Ini walk in pantry. Oh, jadi buat taruh taruh peralatan makan sama bahan-bahan makanan. Bahan makanan kering gitu di sini. Terus kulkas juga karena enggak mau ramai di sana, jadi kulkasnya di sini aja. Iya. Oke, ini menarik nih. Ini sudut pandang interior tuh kulkas maunya malahan di tempat yang agak tersembunyi nih biar enggak mengganggu ya furniturnya ya. Dan ini handle-handelnya pun dibikin sama ya dengan si lampu tadi Yang dicari dicari yang memang e warnanya tuh ee dove-dove juga gitu. bukan gold glossy. Iya. Ini agak ya mungkin bisa dibilang bukan yang 99,9 karat tapi yang 50 lah ya. Oke. Oke. Nah, aku paling penasaran sama di bawahnya nih basementnya. Ini isinya apa sih? Ayo lihat aja ya. Iya. Jarang loh ada yang punya basement loh. Iya, karena ini juga di kompleks ini ee enggak semua rumah ada basement-nya. Oke, di sini. Ini kayak agak agak bali-bali Iya. Iya. Karena mungkin ada garis-garis ini kan. Iya. Ini pakai apa nih, Mbak? Ini konwood. Oh, ini pakai conwood ya? Oh, iya. Konwood yang sistemnya ditempel nih, Teman-teman. Jadi kalau misalkan konwood itu enggak semuanya di lantai ya. Kalau yang buat plafon ada sendiri, buat dinding ada sendiri gitu. Oh, ini apa nih, Mbak? Ini kamar Mbak. Kamar Mbak? Heeh. Itu kamar mandi Mbak. Walaupun area Art itu kan sebenarnya rumah kita juga ya. gitu. Kalau memang areanya enak buat mereka kan juga betah. Betah gitu. Buat kerja enak buat mereka. Gua boleh lihat enggak sih? Gua penasaran dengan pintu sebagus ini. Eh, sebenarnya sih bersih-bersih aja sih. areanya Mbak. Ah, ceritanya bagus banget. Ini bagus banget sih. Sebenarnya kan kita penginnya area basah, area kering kan. Cuman kalau buat mbak-mbak agak susah juga. Ya sudahlah. Oke. Susah. Nah, di sini tuh ada ruangan apa aja sih, Mbak? Ee ini kebetulan baru reno e tambahan. Mereka itu kasihan enggak ada pemandangan hijau-hijau keluar kan enggak ada area nongkrong di luar. Akhirnya ini aku nambah kemarin ini baru aja jadi. Ee ngeruk ini nih. Ngeruk tanah. Oh ya. Mahal mahal mahal. Heeh. Heh. Banyak soalnya. Terus jadi ee perpanjangan si area jemur. Tadinya cuman area sampai batas itu tuh. Oh ini tadinya enggak ada. Oh dia muter gitu ya modnya ya. Jadi muter m. Oh wow. Oh ini apaan ini? Kalau ini ee gudang. Gudang/ Laundry area. Gudang aja begini. Jadi ini mesin cuci dryer. Oh, di sini ya ee ditutup jadi ee apa? Aku juga ada binya buat taruh keranjang baju. Iya. Iya. Jadi enggak usah gitu-gitu ya. Heeh. Enggak usah nunduk-nunduk kan. Cuma kalau bajunya dikit juga bisa langsung lipat di sini kan. Oke. Ini kalau yang ini baru mesin cucinya. Oh nih mesin cucinya nih teman-teman. Dan kadang banyak orang kan lupa oh tumpuk aja. Tapi sebenarnya kalau misalnya dibikinin lemari bisa ditambahin beginian nih. He bisa di apa? Nambahin ini. Oh wow. Kamu pasti laku sekali interesaider kepikiran soalnya ini ada punya sebenarnya. Oh caket. Sedikit pengetahuan kalau misalkan mau beli wastaffel buat cuci-cuci ini kan biasanya buat pakaian yang anget-anget ya kayak ngerandom pakaian dalam atau gimana. Ini wasavel-nya ada sendiri loh ya. Jadi bukan was cuci tangan. Dan ini jadi dia lebih dalam nih. Untung ada yang pakai jadi ada contekannya nih. Aduh. Terus ini juga kita bisa taruh buat keranjang baju kotor. Sini baju bersih. Berkonsep ya. Even keranjangnya pun berkonsep. Jadi enggak berantakan kan. Iya. Dan ini tempat buat nyetrika. Berarti sebenarnya gitu cuman si Mbak enggak terlalu suka. ya sudahlah. Akhirnya ya buat Mbak kalau mau nulis-nulis boleh ya di sini ya Meja belajar. Tapi kepakai mungkin sama anaknya kan ada anaknya mungkin bisa belajar di sini gitu. Salah satu menjaga IRT supaya enggak itu bawa aja anaknya ke sini. Udah dibilang ini pavilionnya Mbak kan? Iya. Eh ini tapi ini dindingnya apa sih Mbak nih? Ini bata tempel di finish chat lagi. Oke. Dan oh dicat finish lagi ya. Oh tapi dipasangnya juga enggak rata jadi ada yang maju mundur. Ini bebas atau emang lu polain? Sebenarnya waktu itu ngasih gambar ke tukang. Penginnya, "Mas, tolong dong dibikin berantakan." gitu. Terus aku tinggal kan. Pas sudah datang lagi. Mas, berantakan sih, tapi masih rapi menurut saya. Ibu mau lebih acak-acakan gitu, mau dibongkar? Enggak, enggak usah, enggak usah. Udahlah, udahlah, enggak apa-apa. Oh, tapi kalau kayak gini aja sih udah keren sih, Mbak. Udah bagus nih. Bagus nih tukangnya rapi. Heeh. Ini tuh tadi aku enggak mau cat. cuman karena mereka kan tangannya kotor terus enggak ada jejak-jejak tangan gitu. Udahlah, chat aja. Aku puas sendiri ya, by the way. E tapi cat dindingnya aku campur air. Jadi enggak terlalu solid warnanya. Memang pengin agak-agak was out gitu ya. Iya wash out gitu. menarik nih yang ini nih. Dan sebelah sini nih apa nih? Nah ini kebetulan tempat ee ada tidur yang jaga rumah karena di situ ada mbak-mbak cewek ini yang cowok gitu. Cow. Oh oke oke. Ini ruang bawah banyak storage memang. Ini storage juga bawa. Oh di bawah sini ya. buat sapu-sapu. Cuman memang penginnya tuh ee kayak Oh, bawa tangga ya. Heeh. Terus itu juga nyembunyiin si MCB box. Oh, ini ada oh ada dua ya pintunya ya. Ya, pokoknya yang bahan barang-barang yang agak kotor kayak ada debu-debu estetik gitu dalam kita. Kalau ini ruangan terakhir gym. Kalau handel-nya ini bikin di mana nih, Mbak? Bikin tukang kayu sih. Oh, tukang kayu langsung ya. Oh, nice. Ah, Gua baru lihat ini ruangan hobi berarti nih. Olahraga nih. Olahraga. Apakah hobinya sebenarnya sih hobi hobi hobi kerja tapi ya emang harus kita harus olahraga juga kan gitu. Makanya ini sebenarnya ruangan untuk memotivasi diri sendiri udah ada ini lu harus olahraga. Lu harus olahraga kalau enggak mubazir. Kalau enggak mubazir. Oke. Tapi di sini nih ada kayak cermin-cerminnya ini nih, Mbak. Heeh. Ini sebenarnya kalau ini kan TV-nya bisa diputar-putar tuh. Jadi aku mikir kalau aku pengen yoga-yoga gitu aku di sini. Oh, di bagian sini. Makanya makanya aku perlu cermin ini buat Oh, posnya udah benar apa enggak gitu. Oh, oke. Dan ini ada. Oh, masih tetap ini yang tadi. Ini tadi kita lihat di luar. Ah, ini ada yang kalau misalnya ini nyala. Heeh. Tadi kan ada lubang-lubang. Nah, jadi kalau AC lagi enggak nyala ini ee ada udara lah sedikit ke bawah sini. Biar enggak humit banget kan. Heeh. He benar-benar emang dari tadi di sini suasananya juga enggak enggak lembab gitu ya. Barang-barang pun juga karena ini kan besi semua ya. Jadi emang harus dipikirin tuh kelembabannya supaya enggak karatan. Oke, lanjut. Gua pengen lihat dong, Mbak atas-atasnya. Ayo. Tapi Ek doyan sekali sama ininya loh nih. Iya. Ini keliling nih semua basement. Oh. Coba waktu bikin ini lu masih ingat enggak, Mbak? Apa? E biayanya berapa per meter persegi? Ee per waktu itu R juta ya kalau enggak salah. Aku sempat ngitung-ngitung tahun tahun 2003. Nah, cuman ini memang ada beberapa barang yang lulus furniture itu bawa dari rumah lama kan. Jadi banyak saving lah gitu. Iya. Iya. Iya. Tapi emang makes sense kalau kualitas begini ya. Emang kalau di bangunan kalau di interior kualitas begitu pasti harganya juga begitu juga. Oke, sekarang kita kembali ke lantai dasarnya. Mbak ceritain dong Mbak ini konsepnya gimana sih memanjang gini nih? Karena ya ini kan udah dari developer nih. Nah, cuman kebetulan sebenarnya rumah aslinya tuh cuman sampai batas dinding itu. Oh, dinding yang ada pohonnya itu ya? Heeh. di belakang itu tuh harusnya teras cuman kan ee Jakarta nyamuknya lumayan tuh apalagi ini dekat kali kan jadi udahlah jadiin bagian dari indoor aja Makanya akhirnya ruangannya tuh ke sana panjang. Hm. Tapi ini kan katanya bisa dipakai buat acara kumpul-kumpul ya. Kumpul. Heeh. Kalau ngumpul enak sih karena kan di sini pasti kalau meja makan udah pasti penuh orang, dapur udah pasti penuh orang. Yang di sini tuh malah jarang. Oh, di sini malah titik ngumpulnya itu enggak tahu kenapa tuh orang selalu ngumpul di sebelah sini. Iya, iya, iya. Benar, meja makan. Nah, di sini tuh kalau misalnya ada ada anak kecil mau nonton baru deh ini keisi Ah, ya ininya ya. Semua entertainment-nya ada di dalam sini ya. Oke, Mbak. Ini ada apaan sih, Mbak? Gua lihat ada yang terbuka nih. Ini powder room. Jadi kalau untuk tamu kan ee enggak mungkin kamar mandi mama kan. Iya. Iya, betul banget. Jadi dia di sini dan ini kenapa di bagian iniya lu? ini ya ee kamprot. Iya, kamprot. Di kamprot. Jadi supaya ada permainan tekstur lah di sini. Ini kan udah ada permainan motif, terus ada permainan tekstur juga. Jadi supaya powder room-nya tuh menarik lah. Lu kasih toilet rules apa? Oh iya ada. Oke. Tapi yang karena yang pakai karena yang pakai kan bukan satu orang kan. Apalagi juga ngumpul gitu. I ini pintunya tuh buat apa sih, Mbak? Buat meong. Meong buat Oh, keluar masuk. Heeh. Rencananya sih memang pengen taruh litter box di sini. Oh, ya. Biar sekalian di sini gitu ya. He. Dan di sini ada tuh ada apaan sih, Nah, ini bangunan dari developer tuh kan banyak cerukan-cerukan tuh. Nah, aku pikir tuh aku manfaatin jadi tempat sepatu. Oh, ini tempat sepatu. Ini tempat sepatu. Jadi ini ee lemari sepatu. Heeh. Heeh. Yang bawahnya itu kayak kaos kaki Oh iya ya. Masih ada buat duduk. Jeda sekitar 25 cent ya nih ya buat duduk ya cukup ya gitu. Heeh. Terus pergi deh. Ah menarik. Jadi kadang lemari sepatu dan tempat kayak gini ini enggak perlu ada di depan pintu ya sebenarnya. Oke. Nah, Mbak ini loh aku suka banget model sofa begini karena menurut aku ini agak long lasting dan bikin guyup. PW. Iya. PW banget deh. Belinya di mana? Apa custom? Aku bikin. Oh, custom sendiri. Aku bikin. Bikin sendiri lewat ee ininya ya, konsultan desainnya berarti ya. Soalnya kalau nyari ini kan 4 m sofanya. Ee kalau nyari sofa 4 m tuh agak susah. Satu. Yang kedua, harganya begitu nemu harganya lumayan juga, tapi dengan kain yang menurut aku kurang, kurang oke. Nah, ini aku kebetulan memang ee pricey karena memang kainnya aku pilih yang ee apa e gampang dibersihin itu loh. Iya. Iya. Tapi ini kerasa sih kalau misal kain impor emang kalau di interior juga kalau misalkan material itu menentukan harga ya juga ya. Ini kalau dipegang halus tapi dia enggak nyimpan debu nih. Heeh. Jadi kalau kesepil juga dia gampang dibersihin. Oh, jadi dia enggak nyerap air ya? Iya. Berhubung punya bayi I penting juga. Jadi wajib yang gampang dibersihin kan. Betul. Nah, ini di sini ada cerukannya pun dimanfaatin lagi ya. Heeh. Jadi buat pajangan. Oke. Lemari persembahan ya. Kalau gua bilang ya. Kalau semuanya lemari kayak gitu kan ee flat banget kan monoton. Jadi dibeda-bedain gitu. Oh iya ada dua ya. Heeh. Bisa buat naruh pajangan-pajangan, enggak foto-foto. Dan dari tadi aku perhatiin itu banyak ee kayak tanaman-tanaman artificial ya. Di bawah ada, di sini ada. Di sini ada. Ada. Sebenarnya emang aku suka tanaman cuman enggak jago buat ngerawat. Beli udah bagus-bagus dari toko tanaman begitu di tangan. Langsung. Oke, bye bye. Bye. Bye. Nah, di sini ee ini modelnya berarti model pohon olive ya nih artificialnya ya. Lewat konsultan itu juga? Enggak. Enggak. Ini beli di Solo. Oh, Solo. Beli di Solo. Heeh. Oh, ternyata ada ya? Ada ternyata dijual-jual. Ini juga apa? Ee mungkin yang e ibu-ibu home dekor tahulah. Ini Naima Batis itu. Nah, di sini yang tadi tempat teras tadi ya, Mbak? Jadi area piano. Oke. Dan ini pianonya piano kuno nih. Iya. Pianonya mama. Oh. Udah berapa tahun ini? Berarti nih diceritain sih dari tahun 20-an. 1920-an. Heeh. Oke. Udah 100 tahun ya ini berarti ya? Oh iya benar ya. 100 tahun. Iya ya. Baru juga ya. Oh, dia udah lebih tua daripada siapapun di dunia ini. Oke. Dan bunyinya juga masih bagus nih C sotoy. Padahal gua enggak bisa main piano. Oke. Dan di sini ini dikasih ee sentuhan batu-batu travertin ya nih ya. Ee ini asli dari rumahnya jadi enggak aku bongkar sayang kan. Oh jadi eksterior sebenarnya. Ini sebenarnya eksterior cuman dipoles lagi supaya enggak terlalu kasar kan. Ah ya ya ya ya. Tapi karena dia emang batunya bagus makanya dimasukin terior rok aja ya. Cocok-cocok aja. Di sebelah situ tuh ini apaan sih? Ini. Nah ini karena rumahnya kebetulan dihook jadi ee dapat fasum nih. Fasum teras belakang. Jadi kalau sehari-hari itu sebenarnya ini dibuka. Jadi buka yang depan, buka yang ini. Udah deh adem. Oh. Dan ini ada lebihan dikit ya. Heeh. Jadi ini memang memang sengaja ee jadi kalau orang kan ngomongnya Juliet balkoni ya. Iya. Iya. Gua juga hilang gue jadi enggak enggak teras cuman sebenarnya cuman jendela yang dikasih reling aja gitu. Ah tapi dikasih pintu pintu pintu atau jendela yang dikasih reling. Iya ya. Tapi dikasih jeda juga nih sekitar kayak 40 sebenarnya buat maintenance kan karena ini kan tetap perlu dibersihin. Oh iya buat ngelap-ngelap ya. oke. Kalau di sebelah sana tuh Mbak ini ada apa nih Mbak? Kalau sebelah sana tuh ada kamar. Ini sebenarnya kamuflase sih. Oh, ini harusnya kamuflas. Karena nama kiri kan sama nih modelnya. Oh, iya benar benar benar benar. Heeh. Jadi ini kamarnya kamar tamu cuman ee sekarang jadi kamarnya mama. Oh, kau. Heeh. Dekat kan kalau mau main piano dekat kalau mau mau makan dekat. Lucu sekali modelannya. Dikasih yang rotan-rotan gitu ya. Masuk ya ternyata ya. Rotan. Kalau ini ee PVC PVC profil. Jadi ee terus kita chat. Dan ini lucu juga ya. Jadi pintunya tuh enggak perlu pakai handle ya. Enggak. Jadi ini aja. terus tutup. Ya itulah ya kehebatannya interior desain ya. Pikiran aja begini-begini ya. Kalau gua arsitek harus handle gitu. Oh ini berani enggak pakai itu aja. Ini kan asnya buat jendela kan. Iya orang muncis ya. Orang muncis orang muncis namanya. Heeh. Oke, terus ini ada sofa bed. Jadi kalau ada yang nginp mau sama mama bisa tidur di sini gitu. Ah, oke. Ini ruangannya gede juga ya. Heeh. Tapi dari tadi ya aku perhatikan Mbak ini kamu suka sekali membuat lengkungan-lengkungan ini nih. Kalau ini sih sebenarnya buat safety mama ya. Dia enggak kepentok pojokan sini gitu. Oh, jadi masih buat proteksi lah. Oke. Iya. Ya, bisa buat orang tua dan buat anak kecil juga ya. Iya. Heeh. Dan ini kamar mandinya juga dibikin kamar mandi dalam nih. Kamar mandi dalam. Oh, lampunya bagus sekali kamu. Kamu gimana sih? Aku aku senang banget sama lampu ini. Ee jadi ini pengrajin Indonesia. Jadi memang kalau bisa tuh kita pakai barang-barang pengrajin lokal. Kita harus bantu juga kan. UMKM. Betul. Gua suka banget. Jadi ee ini apa sih? Lempengan Kuningan. Ini pengrajin Kuningan. Hm. E terus ya dilekuk-lekuk aja gitu. Ini di daerah mana lu beli dulu? Di mana ya? Aku lupa. Daerah kan bukan di Jakarta kan? E di daerah bukan Jakarta. Benar. Dulu sempat searchingsearching searching searching. Cari Instagram lah semuanya. Oh di Instagram dulu habis itu baru samperin gitu ya. Oh. Heeh. Oke. Dan ini nuansanya juga abu-abu ya Mbak ya? Abu-abu. Di sininya mozengnya pun juga abu-abu. Tadi pink sekarang abu-abu. Dan di sini ada betak. Ada betap. Wah. Tapi sebenarnya memang enggak dipakai. Cuman kan satu hari ada cucunya main ke sini kan bisa main gitu. Iya. Dan gayanya kayak ini ya, kayak di hotel ya. Jadi bisa dibuka tutup ya ininya ya. He. Emang konsepnya biar bisa ngelihat keluar. Mbak ini lantainya ini. Ini apaan sih? Conwood juga. Conwood yang buat tangga ya? Konwood tangga. Cat biasa aja. Cat sendiri juga. Bukan lu kan gua. Oh, lu juga capeknya setengah mati sih. Oh, iya, gua pernah juga tuh. Dan di bagian sini ini apaan nih? Koleksiku. Jadi dulu pas lulus kuliah aku tuh suka backpacking. Ah, backpacking. Heeh. Jadi waktu itu keliling Cina, keliling Eropa, backpacking. Pengen sesuatu yang bisa dibawa-bawa tapi enteng. Karena kalau backpacking kan kita bawa tas ya, enggak mungkin yang berat-berat. Jadi, akhirnya tempelan kulkas aja dari situ ke bawah sampai sekarang. Tiap kali pergi senang ngumpulinnya magnet. Di balik rock ini ternyata ada jiwa yang sporty. Dan ini cara baru sih untuk menikmati tempelan-tempelan ini. Biasanya kan orang nempelin tuh di kulkas kan. Kalau ini begitu bikinin aja bingkai sekalian. Dan ini masih bisa dibuka ya berarti ya. Bisa bisa buat masuk buat masuk-masukin nambah-nambahin kan. Oh wow. Berarti di belakang sini dia besi ya. Ada besi. Besi kita cat. Heeh. Wow. Cantik ya. Dan jangan lupa dikasih lampu nih buat disorot. Jadi benar-benar jadi artwork. Dan itu ada Gua dari nengok ke situ langsung kelihatan sedikit dan ini langsung mengambil perhatian gua nih. Ini apaan nih mbak? perpustakaan. Karena aku dari kecil aku koleksi buku. Eh masuk ya. Pas dari kecil aku koleksi komik kan. Nah, ya itu ngumpulin dari kecil sampai dewasa. Jadinya banyak berboks-boks yang tadinya mikir mau dijual aja atau disimpan dikit. Terus gua pikir, kenapa enggak bikin aja sekalian mari buku gede Oke, satu hal yang mau gua tanya. Kalau ini angsel-nya sama roda ini lu pasti beli dari luar kan? Ee iya karena gua nyari ini ada enggak ada ya di luar gua juga agak gig buku. Dan ini salah satu mimpi gua juga nih. Oke, boleh kok. Berani juga ya dia. Komiknya juga sama kayak gue. Trobing tight. Iya. Ininya agak gerak ya. Tapi aman sih soalnya kan waktu itu juga sambil bawa buku sambil masukin yang atas. juga oke. Lu beli berapa waktu itu? R000. R juta kalau enggak salah. Si ininya aja ya sama itu belum sama. Kalau relnya lu berarti bikin sendiri? Relnya relnya itu waktu itu sebenarnya udah kepikirin mau bikin cuman karena waktu itu kita dikejar ini pengen selesai rumahnya akhirnya beli walaupun mahal. Kalau boleh saran sih bikin aja bikin aja ya. Pokoknya total-total tuh kalau enggak salah semua nih R7 juta. Eh masih hitungannya lebih murah kan? Belum sama ini ya? Iya belumlah. Dan kalau misalnya ada orang yang klien datang supaya bikin kayak gini lu bisa? Bisa. Bolehlah nanti diusahakan. Oke diusahakan. Oke. Dan ini dia finishingnya du eh itu HPL. HPL ya. Warnanya bagus ya. Heeh. Oh oke. Oke. Teksturnya beda ya. Ada barang ada harga guys. Dan di sini ini pakai kayu ini pintu. Heeh. Sama ini pintu yang sama dengan tadi di gym. Oh i ya ya. Tapi ininya pakai kayu apa Ini kayu meranti. Yang ininya juga meranti. Meranti. Semua meranti. Ah oke oke oke. Pengennya jati cuman dompetnya enggak kuat. Mahal, Pak. Mahal. Dan Jati pun kalau misal keluar dari Jepara kan enggak bisa juga kecuali udah jadi barang kan. He. Kalau enggak dimintain surat perutaninya kan. Iya. Benar. Ini ini ada lagi nih sebenarnya ini kan office. Aku enggak penggak suka office yang banyak kabelnya. Jadi ini kabel semua disimpan nih dalam sini. Ah ini ada grometnya ya. Heeh. Ada grometnya ke dalam minum tarik keluar gitu. Oh iya ada lacinya gitu ya. He jadi rapi. Oh. Oke. Oke. Dan ini semuanya ada di bawah sini, dalam situ. Oke. Oke. Dan ini Oh, buat kamu dan suami ya? Heeh. Aku sama suami. Dan makanya kerjanya bikinnya pun buat engak dapat inspirasi di ruangannya harus enak nih kalau misal bikinin ee buat interiornya klien ya. Bosan dikit baca komik. Oke. Di bagian sini Mbak ini ada apa nih? By the way, ini kamar mandi anak posisinya sih tetap sih, cuman aku ubah-ubah keramiknya sama apa, finishing-finishingnya aku ubah semua. Ini keramik motif mermaid begini lucu sekali dan warnanya disamain ya dan ketemu ya. Nyari hunting iya hunting. Nyari yang benar-benar sama gitu. Ini wis masa hati. Oh ada ketemu. enggak tahu sekarang masih ada apa enggak. Ah, oke oke oke oke. Ini lucu sekali. Hampai handle-nya pun dicarinya yang solid ya. Dan ternyata masih awet ternyata. Masih awet. Hmm. Ini kamar mandi baby-nya ya. Ini kamar mandi baby. Lucu sekali mandi di sini. Dan saniternya pun juga yang warnanya sama ya? Iya sama. Memang satu tipe sama si krannya. Iya. Ah memang ya kalau bikin rumah kalau misal berkonsep jadinya lebih menarik ya. Ah. Oke. Oke. Ih, nah ini lampu dinding buat di sini-sini ternyata bisa membuat suasana rumah tuh jauh lebih hom ya. He makanya ini sebenarnya enggak ada lampu. Pengin itu sebenarnya enggak ada lampu downlight. Cuman kadang kalau yang model-model gini kita pakai saklar hotel kan kayaknya agak kurang gitu. Jadi ee udahlah tetap ada downl satu gitu. Jadi nyalain dari bawah tuh tetap nyala Iya. Dan dari tadi nih gua perhatiin tangganya pun juga dibikin melengkung. ya nih ya. Jadi enggak ngotak gitu ya. Jadi emang satu set ya bisa dibilang ya. Tadi kan furniture begitu ini plafon juga lengkung gitu. Ah oh iya itu melengkungnya gitu ya. Ini juga kamu tuh kamu pasti menangis. Menangis bahagia setelahnya pas bikin bawah ini aja udah manyun. Oke. Nah ini kamar anak. Tapi ee sekarang jadi kamar tamu karena masih tidur bareng kan sama aku si baby. Jadi ini jadi kamar tamu. Ee terus ini juga tempat tidurnya ada roda. Jadi kalau tamunya rameai bisa digabung. Oh. Oh digabung ke sana. Oh jadi dapatlah dia 240 deh. 240. Terus kalau masih mau ada kasur lagi di lantai pun masih bisa kan karena ini kan digeser ke sana. Oh ini custom juga. custom semua custom. Makanya kalau mau punya hubungi. Ini juga ada lacinya buat apa? Simpan-simpan apa? Selimutnya. Oke. Oh, jadi sebenarnya laci itu enggak semuanya pakai HPL ya, jadi dibikin pakai kanvas fabric ini juga bisa. Dan di sini ada ininya lagi ya. Oh, ini ada teras. Teras depan tadi ya? Oke. Jadi apa ee buat maintenance juga bisa dari sini juga sih ya? He maintenance si bisa dari kamar mandi tadi juga. Oh iya ada ada jendela ya pintunya. Atau dari sini karena kan pasti kaca-kaca juga perlu dibersihin kan. Lucu sekali kamu handel-nya dari tadi. Heeh. Handelnya ee enggak mau yang standar. Heeh. Nih bikin enggak kan? Enggak. Beli. Nyari beli. Jadi kan nyari ya. Oke ya. Gitulah teman-teman. Kalau misal mau interior tuh kalau nge-hire desainer tuh emang buat kayak ginian nih pengetahuan yang enggak banyak orang tahu nih. Nah, di sebelah sini ada lemari pemujaan lagi dan ini kamar utama. Silakan dam gila ini kita langsung disambut sama si walking closet. Yang gua tahu di sini pasti ada sesuatu karena ada cahaya. Terus habis ituu ini plafonnya tinggi banget, Mbak. dibongkar. Jadi aku memaksa si developer buat ngasih aku gambar kerja lengkap. Aku pelajarin apa yang bisa dibongkar, apa yang enggak bisa dibongkar. Salah satu yang bisa dibongkar ternyata plafonnya bisa naik. Oh, gitu. Jadi aku maksimalin. Oh, jadi masih ada rangka plafonnya di atas gitu ya? He, masih ada 1,7 m lagi. jadi makanya ini 3 + 1,7 4,7. Oh, oke. Dan ini dimanfaatin buat storage-storage semua ya? Storage. Heeh. He. Jadi sebenarnya isinya sih cuman bantal dan selimut yang enggak kepakai itu aja sih. Iya. Tapi karena emang posisi di atas dan supaya enggak usah keluar masukin tangga ini kamu kasih ini lagi. Iya semuanya. My love ini nih my love. Bawa bawa mau dong kamu k pesan lagi ikut ya. Aku juga mau beli buat rumahku nanti nitip bareng biar shippingnya bisa murah kita. Oke. Dan ini HPL-nya motif. Ini HPL. Kalau ini ee tako. Tako ya? Tako tapi dia motifnya kain ya? Heeh, motifnya kain. Memang pengen fabrik. Aku sengaja enggak kayu soalnya kan sebenarnya lantai udah SPC-nya udah kayu. Jadi biar enggak rame. Jadi dibalance antara motif kayu sama yang solid. Oke. Tapi karena emang motifnya juga soft ya, jadi kelihatannya kayak kesannya kayak solid. Oke. Dan di sini ada apa nih, Mbak? Ini ada udah ketahuan gara-gara lampunya lah ya. Harusnya dimatiin. Ini ada pintu ke mana saja ke kamar mandi. Eh layout sama tadi dengan kamar mama cuman ini aja aku ubah. Oh dan dia ngangkat sendiri. Ada dia dulu kerja di kantor terus ada ruang eksekutifnya diaruhlah beginian. Soalnya yang datang tuh kan orang-orang penting gitu kan. Dia manggap sendiri. Teman gua tereak dari kamar mari gitu. Oke. Ih. Oh iya. Ini dipisahin ya dipisahin jadi enggak ganggu kan? Iya. Jadi e urus urusan masing-masing. Urusan masing-masing gitu juga sudah dikasih. Jadi jangan jadi jangan bilang kalau itu ada bau ya. Heeh. Oke. Dan di sini Oh motifnya sama ya berarti ya? Sama sama dengan si e walk in closet tadi. Heeh. Pinj apa nih? Inilah kalau rumahnya desainer ya. Sampai iniya pun dibuat begini. Oh my. Oh, tunggu dulu dong. Ini Oh, kita kayak ada di hotel Rumah Buba. Hotel Rumah Buba ya? Heeh. Benar-benar kayak hotel. Enggak dulu soalnya aku pas masih di konsultan emang aku pegang hotel jadi ke Oh, gitu. Oke. Ini mainnya adalah kamar utama. Gua pengen lihat dong kamar utamanya. Kamar utama ini. Ah, Ah, ada selalu ada kejutan ya di sini ya? Di rumah lu ya? Biar biar seru. Iya seru loh. Ini plafonnya nih dibikin melengkung begini drop ceilingnya ya. Ini tuh sebenarnya jadi ini dibikinnya udah berapa lama sih? Finish 2023 awal. Oke. Sedangkan melengkung-melengkung itu bisa dibilang agak hype banget tuh di 2024 ya kalau enggak salah kan. Jadi bisa dibilang rumah lu adalah pencetus ya. Enggak sih sebenarnya teman-teman kalau misal mau ngedesain pakai interior tuh ya salah satunya bisa ngelihat future trendnya kayak apa sih? Karena ini kan semua sudah kotak nih. Jendela kotak, ambalan-ambalan kotak. Jadi pengin sesuatu yang melembutkan ruangannya tuh apa sih gitu selain dari fabrik gitu. Dan juga ngebikin kesannya guyup gitu ya kayak dipeluk gitu ya. Heeh. Ada masuk-masuknya. Dan di sini ini apa ini? Ini area duduk juga sebenarnya. Kadang ee area jemur bayiku juga. Oh, ini sunrom ya berarti ya? top nih kebetulan. Hm. Jadi mau naik? Mau dong. Oh i sini sini sini. Ini pasti pakai yang bergerak nih. Ah ya ya ya. Ah. Oke. Lu atasnya berarti pakai Oh itu pakai kaca. Oh pakai kaca. Kaca. Oh kuat ya. Kuat. Eh, sebenarnya kalau mau pakai solid apa sih? Solar flat lebih enteng sih. Oh iya iya iya ya. Dulu tadinya ini enggak ada plafonnya cuman jadinya kita kalau hujan kita enggak bisa ke atas. Hati-hati ya. Ada slingnya gorden. Aduh gua kena lampu kan dan gua enggak kena lampu di sini. Gua kena lampu. Oke. Dan di sini lu bikin kayak rooftop pribadinya ya. Heeh. Jadi kalau hujan kita nongkrong di sini. Oh iya. Dapat pemandangan ya. Ini ee dikasih tahu kan kenapa aku bikin ini ya? Ini supaya kayak gini. sambil hujan sambil duduk gitu. Oke. Dan supaya enggak ngalengin makanya ini dikasih kaca semua. Kaca semua. Ee satu lagi ini sebenarnya nakalin supaya developer enggak protes. Hah? Kenapa tuh? Karena sama developer enggak boleh beda sama fasad lain. Ngakalinnya begini caranya. K ini jadi kalau pakai pagar besi kan apaan nih gitu pasti enggak kasih izin. Waktu itu aku kan ngotot orangnya ya kita ya. Iya kita ngotot orangnya. Jadi e udahlah aku pakai kaca aja enggak kelihatan toh dari bawah gitu. Oh akhirnya setuju. Ya udah makasih ya teman-teman sudah ngelihatin ee episode kita kali ini di Rumah Bubak dan jangan lupa follow juga Instagram-nya @umah.bubak. Kalau misalkan mau nyari interior desain juga bisa hubungin juga sama Mbak Alianya juga. Oke, jangan lupa like, follow, comment, share. Kita juga ada TikTok dan Instagramnya @arsitekturindonesia. Bye

Lihat di YouTube