(RUMAH UNIK) Lansia di Rumah 3 Lantai? Bisa, Kalau Nggak Asal Bangun. (YouTube Video)
Yang punya ini kan tadi aku bilang tuh ke teman-teman tuh umurnya sekitar 60 tahun nih, Mas. Iya. Tapi lucunya kalau dilihat dari sini kayaknya enggak ada kamar utama. Nih memang pemiliknya konsern untuk bisa exercise. Iya. I kalau dilantin dulu mau juga apa pasti harus turun naik. Ah, mirip seperti kayak Aday bilang ya, ibunya ditaruh di kamar atas biar supaya tetap bisa exercise. Betul. Terus waktu itu pas bangun ini Mas biayanya berapa? Biayanya emang harus pakai biaya ya. Ayo, ayo, ayo. Hai semuanya, ketemu lagi sama Belinda di Arsitektur Indonesia. Halo, Teman-teman. Kali ini kita lagi ada di daerah di Jakarta Selatan. Nah, aku pengen bawa teman-teman untuk melihat satu rumah unik ini. Kenapa? Karena yang punya ini itu sudah ee memasuki usia sekitar 60 tahun, tapi memiliki style dan gaya hidup yang sehat. Kenapa tuh? karena kamar tidurnya di lantai du nih. Jadi yang punya rumah ini tuh pengin tetap mempertahankan kekuatan fisiknya pada saat ee ada di rumah juga dengan cara naik naik turun tangga nih, Teman-teman. Satu hal yang agak jarang dan menurut aku ini rumah ini juga sangat menarik banget karena dibikin sama salah satu arsitek kesukaan gua yaitu arsitek tropis. Nah, tapi sebelum itu rumahnya ini juga rapi sekali. Yuk, kita lihat profile yang bikin rumahnya. Halo, eh saya Kresna. Saya dari BFP Fous. Eh, selamat datang di projek e saya yang di tahun 2023 dimulainya dan selesai di 2025 kemarin. Ini projek eh kita yang kelima bersama desainer eh arsitekopis dengan Mas Ren Katili. Semoga rumah ini bisa menginspirasi teman-teman semua. Ah, ini dia yang bikin rumahnya. Ini namanya Mas Kresna. Oke, Mas Kresna. Mas Kresna ini boleh ceritain enggak sih ini luas tanah berapa sama bangunannya luasnya berapa? Luas tanahnya tuh 135 man. Lebarnya berapa? Lebarnya cuma enam tapinya. Lebarnya cuma enam ya? Lebarnya cuma enam. Oh, Terus habis itu bangunannya nih berapa nih, Mas? Bangunannya total bangunan sampai lantai 3 itu di 250 man. 250 meteran. Oke, Mas. Ini kan lu yang bangun nih. Kira-kira lu tahu enggak nih konsepnya apa nih? Nah, nih biasanya yang bangun sama arsitek beda nih. Tapi kita tanya kolaborasinya sama arsitek nih masuk enggak nih? Kalau masuk lu harusnya tahu nih kalau kalau kalau selama gua jalan sama Mas Ren, sama desainernya, sama ownernya ini kayaknya lebih ke owner tuh banyak ngasih referensi yang kelihatannya tuh kayaknya harusnya si Japandi Japani. Dia pengin yang simpel, yang low maintenance, terang, dan ai ai ai maksudnya jadi ya flow ya karena Mas untungnya Mas Trend kan memang selama ini spesialisnya di rumah tropis ya jadi ee sangat konsen sama ee pencahayaan sama udara. Oke. Tapi emang kalau dilihat ya emang dia tampaknya patah-patahannya mirip banget kayak rumah-rumah modern yang ada di Jepang sih sebenarnya ya. Iya. Iya. Ini Japanya Japan Indonesia kali ya. Iya, Japan Indonesia nih. Oke, mulai dari atas. Kalau dari atas tuh berarti Mas bilang ada lantai tiganya. Berarti ini ada top flornya. Lantai tig ada tiga lantai. Paling atas tiga lantai ketiga. Oke. Jadi ini atapnya pakai apa itu, Mas? Kalau atap kita pakai sing alum soundproof, rock wool. Oh, rock wool. Kasih rock wool sama aluminium foil. Hmm. Iya gitu ya, Teman-teman. Kalauum tuh kalau kena enggak dikasih peredam pasti berisik tangis apalagi ee hujan di kita udah kayak hujan es ya kadang ya. Iya udah udah dicek juga pas nyobain lagi hujan saya di atas ya kecilah enggak tipis tipis tipis tipis. Oke. Apalagi rokul itu kan harus masih lebih kencang dari lebih kencang genteng yang enggak pakai apa-apa. Ah oke. Nasi lebih kencang genteng yang enggak pakai apa-apa. Oke, terus habis itu untuk di tampak depan nih, Mas. Ini kan simpel aja ya. Jadi ini pakai bata merah atau hebishing apa ini? Kalau yang di perimeter kita pakai bata merah bata merah cuman penyekat di dalam kita pakai bata ringan untuk ngehemat struktur biar lebih ringan. Satu. Terus kedua juga buat kecepatan kerja. Betul. Hmm. Itu dia. Tapi untuk me tetap meredam panasnya dari luar tetap dikasih bata bata merah. Bata merah. Good idea. Kombinasi yang bagus. Kontraktor yang baik. Terus habis itu di bagian bawah ini Mas. Ini berarti kita ini rencananya carport ini buat carport. Ini dua mobil. Dua mobil ya. Satu city satu big. Oke. But satu city. Oke. Mas B City car. Mas B City Car. Oke. Terus habis itu di bagian sini ini kocak banget deh teman-teman. Ini tuh di bordernya ini dikasih kayak batu koral, tapi di sininya ada perosotan nih. Apakah ini benaran perosotan? Maksudnya ini rem. Ini rem karena ya takutnya kadang-kadang ee ya kita enggak tahu ya kondisi kesehatan kita. Kadang-kadang mungkin suatu hari kita membutuhkan pakai ee roda. Jadi memang yang ownernya koncern untuk dibikin rem. Kalau misalkan suatu dibikin suatu waktu atau mungkin lagi mau traveling apa jadi kan enggak usah koper-koper gede yang full size apa enggak usah langsung keluar sini usah enggak usah pakai diangkat-angkat lewat bawah aja. Iya sama juga kalau misal cucunya datang pakai stroller juga langsung stroller. Stroller juga masih bisa aqua galon. Betul sekali. Betul sekali. Meringankan gua sambil jalan-jalan di sini. Terus habis itu di sebelah sini Mas lu lucu banget deh lu carport-nya. Biasanya kan orang pakai keramik ya. Ini pakai ya. Why? Karena kita di Jakarta Selatan. Jadi memang ini di bawah-bawahnya ada sumur saapan. Oh oke oke. Semua ada semur resesapan. Jadi ya air mudah-mudahan enggak semuanya kebuang ke saluran drainage kota. Jadi bisa sebagian masih bisa masuk ngeresep ke ke semua resapan kita. Tapi banyak yang enggak tahu ya tujuan resapan tuh sebenarnya apa sih gitu. Resapan tuh tujuannya buat ee mengembalikan air ke dalam tanah kan. Dan itu kadang-kadang e kalau misal buat gantiin taman ya pakai blok kan berarti kan kalau salah ya. Iya. I iya iya iya. Dan air air talang juga di rumah ini masuk semuanya ke sumur saapan. Uh. Baru overflow-nya kepenuhan udah udah mampat udah udah jenuh. Nah dia baru ada overflow buat dibuang ke ke drainage kotak. Oke. Oke. Tapi ini enak ya posisinya ya. Ada cegokan gini. Jadi tamu ya. Ya tamu gitu bisa sebenarnya bisa jadi delan mobil eh sor lima. Lima mobil bisa masuk sini. 3 4 5 satu pojok. Jadi emang dibikin ee enggak cuman buat sendiri ya, buat bersama-sama juga ya. Oke, Mas. Ini di sini nih. Ini ada jendela hidupnya, ada jendela ini kayak partisi kacanya. Terus habis itu ini apakah ini permintaan supaya tetap ada cahaya masuk apa gimana ini? Iya, karena dia kerasa tetap ada kerasa keluar jadi enggak ada enggak ada border gitu. Ah, i jadi menghindari biar enggak terlalu keblok gitu loh dari tetap tetap tapi kalau yang ini pasti harus dikasih jendela karena ini lubang masuk udara utama. ada utara udara masuk pasti dari sini untuk biar bisa glow ngalir ke dalam ngalir ke dalam. Karena kalau di sini kalau yang di sini sih enggak mungkin lagi udah enggak mungkin masuk ke rumah ini pasti ke atas karena ada ke belakang. Oke. Oke. Nih kita mulai masuk ke rumahnya ya. Di sini tuh dikasih kanopi kaca ya Mas ya. Kan biasanya kalau kaca kan suka jamur air kan ya. Kalau ini lu kasih apa nih Mas supaya buat kalau ini sunblast aja. Oh lu kasih sunblast. Sunblast kita pakai double pakai laminate kacanya tapi ee laminate-nya kita pakai yang sunblast. Oh jadi udah dipakai jadi kaca-kaca bening tengah-tengahnya yang pakai stiker sunblastnya. Oke. Oke. Good ide ya. Terus habis itu di bagian dalam nih kita kan ketemu teras nih. Terasnya masuk miring nih dia nih. Terus di bagian sini udah ada kWh meternya ya. Ih, ditutupnya bagus banget. Kamu baik sekali. Terus di sini ada pintu masuk ke mana nih, Mas? Ini untuk ya service ART-nya ART-nya atau e LPG? Gas. Heeh. Gas. Karena gas LPG saya juga di kitchen saya biasanya masuknya dari luar. Jadi, dia enggak masuk sana. Jadi harusnya lebih terlindung daripada jedak-jeduk gitu. Itu apa ya? Baret. I tapi lucu ya. Di sini diekspos aja ya. Ini pakai ini. OS aja. OS aja. Ekpose aja ya. Semen ya. Iya. Ah, oke oke. Tapi lucu nih bordernya masih tetap jalan terus. Jalan terus ya. Terus ee boleh masuk enggak? Boleh. Boleh. Boleh. Boleh. Silakan. Silakan. Ini pintu-pintunya juga dibikin kokoh ya. Ini apakah kamu buat sendiri? Pengin ngbul ke atas semua Mas Ren itu. Jadi dia pengen rata dengan plafon. Oke, ini berarti pintu ini 2,8 ya. 2,8. Ee plafonnya juga 2,8. Oke. Tapi karena keterbatasan bahan ya biasanya begitu ya. Karena 2,4 ya. Pasti pasti karena ee triplek 2,4 terus juga venir juga 2,4. Iya, venir juga 2,4. Jadi, makanya dia dipotong di sini. Betul. dipotong di situ. Oh, tapi ini kalau dilihat-lihat ini juga bisa jadi pintu ya buat se bisa itu bisa jadi pintu. Bisa jadi pintu itu bisa jadi pintu ini gimana tuh, Mas? Ah, jadi kalau bawa-bawa barang enggak ini ya enggak nabrak-nabrak ya. Bisa. Uh, besar sekali. Dan pas masuk ini kita langsung temuin apa nih, Mas Dina? Ini harusnya ya jadi ruang tamu atau voyer sebenarnya. Oke. Jadi orang langsung rusuh-rusuh gitu ya. Enggak, enggak, enggak. Oke, oke, oke. Mas, ini kayaknya masih banyak yang kosong nih, Mas. Soalnya kayak katanya kalau enggak salah yang punya rumah baru tinggal 3 bulan ya kalau enggak salah ya. Yang baru serah terima 3 bulan. Jadi belum pindah sebenarnya yang rumahnya belum pindah. Baru sekali-sekali aja yang ada baru build-bild aja ya. Iya, betul. Yang gampang-gampang aja. Mungkin mereka mungkin weekend mau ke sini ya baru ada ada itu buat nyiapin makanan microwave sedikit enggak enggak belum yang full belum beradap operasional belum full operasional sembari beradaptasi ya oke oke. Nah di sini tuh tadi kalau enggak salah yang punya ini kan tadi aku bilang tuh ke teman-teman tuh umurnya sekitar 60 tahun nih Mas kayaknya enggak ada kamar utama nih. Kenapa tuh? Iya, memang pemiliknya konsern untuk pengin tetap bisa exercise. Kalau di lantai satu kan nanti malas exercise. kalau di lantai du mau apa pasti harus turun naik. Ah, mirip seperti kayak AD Ray bilang ya, ibunya ditaruh di kamar atas biar supaya tetap bisa exercise, dengkul, paha, bisa kerja terus. Jadi otot kakinya terus bekerja. Oke, berarti dia mendobrak mendobrak stigma-stigma. Iya. Biasanya kan siapin satu ya, satu kamar ada cuma kan bukan master. Satu kamar ada tapi buat buat tamu malahan tapi bukan master. Oh ukurannya kira-kira pasti cuman 3* 3,5 itu. Oh ya nanti kita lihat lah ya. Tapi sebelum itu di sini tuh ada ini tuh nanti kayaknya bakal jadi kabinet TV ya. Udah di ini kabinet TV itu. Jadi memang di sini enggak bukan ini enggak ada living room. Jadi di sini buat kabinet TV sama sama ee meja makan harusnya di sini. Ini lampunya udah ada. Lampu meja makannya. Ini lampunya lucu sekali. Ini lampunya bikin sendiri. Custom. Custom. Custom. Custom dirimu yang bikin. Custom ya. Satu tim kita sama di tim interior. Oh gitu. Jadi ini enggak dijual bebas di pasar. Enggak kan tinggal bikin aja gampang enggak susah ini. Oh gampang ya kalau misal bikin ya. Terus habis itu di sini dia ada bukaan besar nih Mas. Ini iya bukan besar. Ee Bu ini memang penginnya full karena biar kerasanya tetap outdoor kan. Heeh. Nah, cuma biasanya kalau udah kayak gini-gini ya kita pasti harus pakai yang finish good. Iya, finish. Jadi karena lebih padat, lebih solid. Karena gede ya. Kalau enggak geleber-gleeber nih. Iya. Iya, benar. Kalau pakai gak finus good pasti geleber-geleber. Geleber-geleber bunyinya. Ini boleh dibuka enggak, Mas? Oh, boleh, boleh, boleh. Oke, ini sekarang gua percobaan. Oke, ini jadi ceritanya ini sekali ngebuka bisa semua ya? Bisa 2/3. Oh, iya. I openingannya 2/3. Nah, openingannya 2/3. Oke, jadi feelingnya outdoor. Iya, nambah 1 m. Feelingnya nambah 1 m lagi. Oke, jadi di sini sini sini dia bisa langsung mengarah ke taman belakang ya. Kelihatannya sangat menarik belakang. Gua penasaran banget. Nah, itu tadi tuh pintu buat LPG. Oh, iya. Tuh, dia ada di belakang ya? Sebelah sini nih. Sebentar. Ah, ini menarik sekali loh nih. Soalnya kan banyak yang takut ya. Dan dan yang dan yang di yang di pojok itu kan biasanya dia Dead Space kan. Iya. I. Nah, jadi malah dead space-nya malah dipakai. Oh, iya. I ya. Dead space-nya malah dipakainya buat dipakai dengan akses yang lebih mudah dan enggak mengganggu ya. Enggak enggak enggak mengganggu. Terus enggak mengganggu. Di bagian belakang sini juga ada lubang-lubang udara ya buat ekos ya. Ekzos. Ekzos itu buangan ekos. Oke. Oke. Jadi sebenarnya pintu masuk samping ini sangat banyak gunanya ya Mas ya? Iya. Buat, buat, buat servis. Buat yang berat-berat lah. Ah oke oke. Buat yang berat-berat. Dan itu kalau misalkan tiba-tiba lagi ada jamu tamu terus ada harus heh gasnya habis, gasnya habis. Tenang aja orang lewat. Enggak enggak enggak enggak ganggu ruang tamu. Jadi kalau misal punya lebar ee enggak terlalu besar tuh sebenarnya dikasih jalan samping tuh sebenarnya masih bisa ya asal emang dikasih bukan besar. Bisa cuman bukannya besar. Yang bukan besar cuman lagi. Cuman harus pakai bagusnya pakai finish. Iya. Nah, kalau enggak gerek gederek gerek ged gede gede cuman inden aja ya inden aja sih paling kan 2 3 bulan iya iya iya kalau kayak gitu kan kalau finish good biasanya 2 3 bulan dipotong di sana dib potong sampai sini tinggal pasang terus cuman satu hari selesai pasang iya satu hari selesai nyampai sini oke terus habis itu di sini ada kitch mimpinya ibu-ib kalau gua bilang mimpinya ibu-ibu di sini kitchen-nya aduh iya pakai marmer putih begini ya dan ada island-nya sangat menyenangkan di sini tuh Ee pakai ini ya, Mas ya. Pakai vinir lagi ya. Jadi samain ya vinir. Karena kan pengin sama kita mau pakai dipakai buat lantai, buat kusen, buat apa. Kalau pakai HPL enggak ada terlalu yang terlalu sama, agak beda. Jadi akhirnya semuanya pakai vinir. Akhirnya pakai vinir karena penginnya karena tadi balik lagi ke Japandi, jadi kita pasti mau pakainya yang lightl. Memang harus pakai sungkai ya. I pakai sungkai sih. Pakai sungkai dengan pewarnaan yang sangat minim. Heeh. Heeh. Natural berarti transparan natural. Natural. Nah, di bawah ini kan berarti tangga ya, Mas. Di sini tuh ada lemari-lemari buat apa nih, Mas? Tangga ini storage bisa apun. Ada rak sepatu ada. Iya, lucu sekali sampai ininya dirapihin sekali ya. Biasanya kan cuma di plesteraci doang sama chat ya. Ini kamu pakai karena ada temannya ini. Ah, ada temannya ya? Ada temannya. Oh, jadi kita pun ke gudang pun rasanya happy gitu ya. Terus di sini dimasukin juga nih Iya. dispenser. Dispenser build in semuanya di sini ya. Build in semuanya. Terus untuk kitchen-nya sendiri ini gede banget sih, Mas. Ini berapa kali pakai ini? Di kitchen aja ini 4,5 * 5. Sorry. 4* 5 ya. Iya. Dari dari ee ujung itu sampai situ tuh 4,5 ya. Ini kan kalau total-total sama ini ininya kan agak lebarnya jadi lima kan rumah ini. Iya. Iya. Benar ya. Lumayan lima. Terus habis itu di sininya dikasih jendela ya. Jendela buat terang sama flow ya. Sama airflow ya. Iya. I ya. Jadi kalau misal masaknya heboh, Iya, masaknya heboh. Jadi jendela sana dibuka pasti airfownya masuk sini. Either dia keangkat ke sini. Nah, terangkat ke sini balik lagi ke depan. Nah, itu enggak finish good. Oh, yang ini tidak finish good. Tidak finish good kan? Oh, iya. I kenapa? Kenapa? Kenapa? Ya karena kecil juga untuk mengefisiensi biaya juga jadinya kalau yang ini K finish good. Nah, itu bedanya kayak gitu. Oh, iya. Ya, kerek-kerek kerek gitu ya. Agak gedek-gedek tapi karena ini kecil enggak terlalu terasa. Tapi makin gede gedek-gedeknya makin kencang. makin rasa. Dan di sini kalau gua lihat, Mas, ini juga untuk mengakali kitchen setnya enggak perlu sampai ke atas. Di atasnya itu dikasih ada kaca. Iya, karena ada kaca jadi cahaya juga masih bisa masuk deh situ ya. Masih bisa masuk, Teman-teman. Karena kalau misalnya jendela itu tidak selamanya harus ee ada di depan sini ya, di atas enggak apa-apa. Iya, enggak apa-apa. Nah, kalau di sini ini apa ini, Mas? Kalau ini ya ini hama tamu. Ee yang kiri ini toilet. Oh, pakai pintu geser toilet. Toiletnya ada showernya ya? Ada shower. Ada shower. Karena kan nanti ada kamar tamu juga di sini. Jadi siapa tahu jadi dari tamu dari tidur langsung ke depan sini ya. Iya. Iya. Oke. Dan showernya enak juga loh. Gede ya. Gede gede untuk masih bisa gede kan walaupun segini tapi tidak kita enggak ngerasa rumah dengan lebar 6 m. Iya. Tapi pengaplikasian materialnya juga at least lebih baik pakai yang agak slide besar gitu ya. Jadi jadi supaya kesannya kayak besar lebih lebih lebih besar kelihatannya. Oke, yang di sebelah sini. Nah, ini ke sini. Nah, ini ee uh ini pintunya lucu sekali pintunya. Ini pakai e pintu aluminium tapi dikasih kaca moru ya, Mas ya. Kaca moru. Iya. Nih gua dengar kalau enggak salah kemoru itu kan dia kan berlekuk ya. I susah kalau misalkan bersihinnya ya. Iya. Kalau enggak salah lu ada cara supaya bersihnya gampang. Kita pakai double. Jadi morunya ditempel. Morunya ditempel. Nah kan. Jadi moru 5 mili. Ini kacau 5 mili. Nah yang yang teksturnya ditutup sama yang halus. Jadi kita kalau bersihin kanan kiri halus. Ah gitu caranya. Enggak ada enggak ada yang teksturnya. Oh oke. Oke. Tapi tetap kalau dari mata kelihatannya tekstur. Tekstur. Karena kan mobilnya kelihatan garis-garis. Iya. Garis-garisnya ya. Tapi sebenarnya dia rata ya. Rata. Dua sisinya rata jadinya. Oke, terus habis itu kita di ada taman Ini taman belakang. Kenapa kagak dikasih tanaman rumput asli ini? Ini kena mataharinya cuman 3 jam. 3 jam. Iya. Kalau rumput asli itu dia butuh mataharinya 6 sampai 7 jam. Kalau kalau cuma 3 jam biasanya banyak yang mati. Hidup. Enggak akan hidup. Oke. Apalagi di sini ada tambah lagi pohon. Pohon gede ya? Pohon. Oke. Oke. Kalau ini waktu beli langsung hidup. hijau. Asal belinya yang agak lumayan ya. Jadi yang agak ting yang agak tebal ya. Iya yang agak tebal ya. Jadi biar look-nya juga kayaknya subur gitu ya. Enggak yang setengah mati gitu ya. Terus habis itu Mas di sini tuh udah disiapin nih. Ini ada besi siku habis itu ada kayak ada warmesnya begini. Ini buat apa? Karena karena ownernya tuh di rumah lamanya punya tanaman rambat. Itu yang mau dia pindahin ke sini. Jadi kalau tanaman rambat itu dia bakal Oh, ya. Beda ya sama yang kayak dolar gitu ya. Kalau dolar beda. Kalau dolar kan di sini. Kalau dolar senangnya pakai ke sini. Ini tanaman rambat ke sini. Iya. Oh, jadi yang cut cuut cut cut gitu Oke. Oke. Dan ini kayaknya kalau malam enak nih. Aduh, sayang lampunya enggak nyala. Kalau lampunya nyala pakai timer soalnya. Oh, pakai timer. Timer. Jadi gimana tuh, Mas? Kalau pakai tim nyalanya kalau udah gelap. Oh, udah gelap ya. Iya. Udah, udah jamnya bukan udah gelap. Kalauudah udah jamnya otomatis nyala. Oke oke oke. Terus di bagian sini itu ada apaan sih, Mas? Itu lubang-lubang ekzos dari kamar mandi. Oh, oke. Nah, kan ada kamar mandi dua nih. Di bawah ada kamar mandinya Mbak. Nah, ini kamar-kamar kamar e ada kamar mandi yang tadi. Nah, ini dua keluar dari sini ekhaosnya. Oke. Banyak orang bilang mereka enggak mau punya lombang-lombangan buat ekha itu takut ee hewan-hewan masuk segala macam. Jadi, harus dikasih begituan ya. Tutupan itu itu udah ada udah ada grillnya dalamnya. Udah ada grillnya, udah ada ee kawat nyamuknya yang halus di dalam. Jadi enggak ada masuk. enggak ada yang masuk. Jadi, Teman-teman kalau mau bikin lubang udara dikasih begituan ya. Dannya yang harus ada katupnya juga. Yang harus ada katupnya. Oh, oke. Oke. Kalau di sini kamar Mbak Ini kamar Mbak aja. Dan dia punya kamar mandi sendiri ya. Udah kayak kamar kos. Iya. Kalau dia kalau di kalau di kita mau lagi ke luar kota ditinggal ini bisa dikunci semua. Oh, iya benar. Ini kunci semua. udah dia juga bisa keluar aja lewat samping. Ah, iya benar. Enggak ganggu ke rumah utama. Nah, Mas ini tangganya ee lucu sekali ya. Seperti kayak ada di Jepang ya sebenarnya ya. Kalau pakai solid wood enggak mungkin karena kayu-kayu di kita enggak ada yang putih. Iya, benar benar benar kayak gitu. Kalau jat cokelat. Iya, betul. Kalau setransparan apun jadinya gelap. Jadi kalau biar sama semua jadi akhirnya ini pakai kayu aja tapi kita finish pakai sungkai. Oke, jadi kayu. Dia harus pakai kayu solid ya, supaya di sininya bisa dibevel ya berarti. Betul, betul, betul. Sebenarnya bakal kalau pakai triplek 18 mili juga bisa cuman cuman ee apa lebih kuat ya kayaknya. Enakan pakai kayu solid. Oke, terus sekarang kita udah di lantai dua nih. Dan di rallynya ini sebenarnya simpel aja ya. Dan ini finishingnya bagus nih. Cuman pakai cat doang ya. Biasanya kan suka dikasih kayu kan. Tapi kalau misalnya finishingnya bagus e bih dicat begini aja duku aja udah cakep nih. Dan ini ada pintunya begini nih. Iya. Karena so smooth dan enggak berisik loh nih. Karena karetnya kita pakai karet yang silikon yang karet. Nah, rubber. Nah, supaya enggak kerasa sempit jadi kita pakai yang sliding. Karena karena pemiliknya ada empat cucunya. ada cucunya. Jadi masih kecil-kecil. Jadi kalau kita enggak pakai ya khawatirlah. Iya. Dan ini lantai dua, lantai tig dibikin agak berat. Ini jadi kunci juga bisa jadi kunci juga ini. Oh iya nih nih nih nih. Ini kayaknya custom deh nih. Heeh. Oke. Dan nyampai atas nih kita ketemu langsung ruang keluarga ya. No. Ruangruang keluarga kecil. Ruang keluarga kecil ya. Ruang keluarga yang lebih gede lagi di atas. Kalau ini adalah kamar tiga kam. Ini kamar master. Ada kamar tiga kamar di sini. Karena beliau pemiliknya ada dua orang. Putra-putrinya ada dua orang ya. Cuman karena sudah sebagian barangnya sudah masuk, jadi kita enggak bisa buka dulu. Mohon maaf sekali. Tapi itu udah didesainkan, kan sebenarnya? Udah, udah, udah, udah desainkan. Oke, desainnya buat kamar utama seperti ini. Kira utamtama ee kamar ee anak ya, kamar anak yang kedua, kamar anak yang pertama depan. Oke. Dalam kamar tidur utama itu ada apa aja tuh, Mas? Kamar tidur utama ada pasti ada suite bathroom-nya. Ada ada bathroom. Ada kamarnya ukuran kurang lebih 4,5 * 5. Oh oke. 4* 5 ya. Dengan akses mataharinya ke taman belakang tadi. Oh ya. Dia posisinya agak di belakang Belakang. Ngadap-ngadap ke taman ke pohon tadi. Ngadap di pohon tadi yang di bawah. Oke. Oke. Kalau yang di kamar anak ini itu ada kamar ini berap ke gang semua. Yang yang ini lebih besar 6 * 3 lah. 6 * 3. Heeh. Jadi bisa dibilang kamar enggak ada enggak ada enggak ada suet bathroom-nya. Jadi em pengin kamar yang satu lebih besar. Oh jadi itu yang dikurangin ee living room-nya. Oh kayak mending gede living room ini harusnya berhenti di sini dulu. Nah di tangga ini berhenti harusnya. Nah di sini nih mulainya. Oh jadi kamar ini harusnya nanti Iya. Dari sini sampai ke pintu itu. Oke. Tapi diperbesar gitu ya. Betul. Tapi diperbesar. Oke. Dan di sini adalah kamar mandi anaknya berarti ya. Oke. Boleh lihat ya? Boleh, boleh, bole. Kamar mandi boleh. Boleh. Oke. Oh, iya. Tapi lucu banget, Mas. Ini jendelanya ini ada di bawah sama di Iya, iya. Biar, biar biar kelihatannya supaya kerasanya lebar aja jadinya jadi luas. Jadi luas kan. Oke. Iya. Rasanya seperti diskusi dengan Mas Ren nih. Tapi di bawah sini karena dikasih batu koral rasanya agak semi-semi spa, tapi karena di luar kita dapat looknya tapi kita enggak dapat. Harus bersihin dari lumutnya. Iya. Iya. Dan itu sebenarnya tertutup di luarnya ketutup karena masih ketutup atap. Oh. Di atasnya enggak enggak enggak terbuka. Iya. Tapi kadang dia bias aja. Tampias tambasjon doang kan. Oke. Tapi lucu ya. Jadi dindinginnya kayak melayang gitu Iya. Jadi melayang dan kerasanya jadi lebih luas kan. Iya. Iya. Iya. Jadi enggak kerasa enggak kerasa terlalu paket sempit gitu. Terus habis itu di bagian sini tuh dikasih lemari-lemari dan ada ini lemari lemari lemari buku sih ini dan dikasih moru lagi biar sejenis ya. Moru lagi. Iya. H. Nah, kalau yang ini kalau enggak salah dia ini ya, dia sup cuma satu lapis doang. Nah, kalau yang ini satu lapis karena karena di ini kan tipis ininya. Kayu ininya tipis. Kayu ininya daunnya tipis. Jadi makin tipis nanti itunya. Oke. Oke. Inilah bedanya nih, Teman-teman. Ada jeglugan-jeglugannya Ada jeglugan-jeglugannya. Heeh. Iya. Tapi seperti kayak ada di Jepang dan ada ruang duduknya. Iya. Buat buat baca-baca buku kalau lagi adem ya. Dan di sini tuh yang ke berandanya berarti ya, ada beranda kecilnya ya. Kanya ada ada balkon yang ngadap ke depan itu. Boleh ya? Ah kalau gua bilangnya ini ee pojok kontemporasi. Dikasih tempat duduknya juga enggak sih? Kalau gua sih kayaknya gua bakal duduk di sini sih. Bengong ngelihatin orang jalan. Kalau sudah selesai bobok. Terus kita lanjut ke lantai tiga. Tiga. Yang ini kamar anak juga ya berarti ya? Yang anak juga Mas. Ini by the way Subway ini kan lu yang bangun ya. Berapa lama bangunnya waktu itu? 18 bulan. Tapi sebenarnya itu kontrak. Saya selesai sebenarnya ini 15 di 15 bulan. 15 bulan. Jadi ada tambahan interior. 3 bulan. Jadi 18 bulan itu jadi akhirnya include interior. Jadi sebenarnya kita bisa early 3 bulan. Oke. Jadi sebenarnya ya biasanya kan kita kalau ngomong kan ngasih spare ya. Ngomongnya di 18 bulan ternyata ada permintaan buat interior. Jadi dikejar nih ya sipilnya ya supaya e enggak normal. Normal memang sipilnya akhirnya bisa lebih awal dan ketika ditambah interior tuh jadinya akhirnya match. Ya udah pas jadinya. Pas jadinya ya. Hmm. Oke oke oke. Pas jadinya pas. Terus waktu itu pas bangun ini Mas biayanya berapa? Biayanya emang harus pakai biaya ya? Range, range, give me range. Range-nya range. Range square meter gitu ya atau range e per square meter. Per square meter. Kalau di kita tuh kurang lebih 9 sampai 10 lah ya. Sekarang itu yang materialnya yang kayak gini ya. Ini tebal banget. Cangki-cangki ya. Tapi ini tebal banget nih barangnya. Habis itu kan juga udah pakai step-sep besar, pakai vinir gitu kan. Itu di berapa tadi? 10 lah ya kalau 10 ya. Oke. Oke. Huh. Lucu banget udah dikasih begini. Ada banyak aksesorisnya ya sebenarnya ya. Ya karena gambar desainnya kayak gitu. Iya iya iya dari Mas Rendnya udah ada ya akhirnya ya kita bikinin. Memang memang di sini kalau enggak ada ini sih memang lebih gelap. Lebih gelap ya. Terang tetap terang tapi ya lebih menarik aja lah. Lebih ee cahaya yang ke bawah lebih lebih banyak. Iya. Di sini dikasih ee apa? Lampu strip ya, dari depan sampai belakang. Terus habis itu di sini ada apaan nih, Di sini tuh rencananya harusnya buat ruang TV, ruang-ruang nonton harusnya ya. Ini entertainment. Ini entertainment room. Ini entertainment room. Ini paling gedara. Acara keluarga di sini. Acara keluarga di sini. Dan ketemu pintu-pintu yang bisa digeser gede lagi biar di sini buat perluasan ya. Nah, nih, Mas. Ini kan kita selalu ketemu ya masalah kita tuh di iklim tropis ini kan hujan. Hujan. Nah, ini nih suka ada beginian nih. Tapi gua lihat dari depan itu enggak ada tali air-tali begini nih. Lu gimana caranya nih? Ya ini gara-gara dibuangnya ke belakang. Jadi depannya enggak apa-apa. Yang depannya jangan yang depannya biar tetap bagus. Kan kita sering tuh lihat ya di sekitar kita l rumah-rumah ee banyak yang udah depannya tuh banyak noda-noda air gini kan, watermark gini kan. Nah itu karena dia miringnya ke depan. Oh depan ini kan di depan enggak ada kan bersih kan depannya bersih. Iya apalagi karena ini dia cat kamprot ya jadi sebenarnya cat kamrot. Iya kamprot apalagi apalagi kalau yang rumahnya ini ya kalau yang rumahnya misalnya American Classic itu yang keriting-kriting. Nah kalau dimiringinnya ke depan ya udah iya punya poni tiba-tiba ya. Poni semuanya. I semuanya poni. Tapi karena dimiringin yang ke dalam jadi watermark-nya ke dalam. Jadi nanti kalau tinggal mental tinggal cat aja lagi cat lagi dengan mudah tanpa harus pakai e stagger atau stagger atau apa karena tinggi. Karena tinggi kan karena tinggi ini kan sudah lantai ketiga jadi udah sekitar 10 man. Tapi emang konsekuensinya begitu kalau di rumah yang tropis ya. Iya di rumah tropis pasti itu enggak bisa dihindari. Tapi makanya harus dipikirin supaya gimana enggak kelihatan sama orang. Iya kelihatannya sama kita aja. Kelihatannya sama kita aja. Sebenarnya ini juga udah pakai chatnya juga yang bisa dibersihin juga kan tinggal digosok. Iya. Ini weather shield ya standar lah ya. Pakai Mobile X atau pakai dulux yang buat di eksterior ya. Kalau eksterior kan sebenarnya dia agak sedikit lapisannya agak lebih tahan cuaca kan. Tahan air. Jadi kalau misalnya mau dibersihin sedikit dia masih bisa. Masih bisa. Heeh. Enggak kayak cat dalam ya. Cat dalam diilap aja paling. Cuma enggak bisa dicuci. Iya benar dilap bisa. Nah, di sebelah sini kan ruangannya gede nih, Mas. Tapi di sini ada satu ruangan lagi nih. Ini gudang. Tapi ya gudang juga enggak kita bisa karena ini banyak barang-barangnya si pemilik. Sudah banyak barang banyak pemilik di dalam. Di ada satu ruangan lagi. Ini sengaja kita buka ya supaya udaranya jalan ya. Ya, tadi kita ngobrol enggak pakai AC Enggak pakai AC. Heeh. Terus karena flownya dapat dari depan angin masuk keluar ke belakang atau dari belakang ke depan. Keluar. Ini adalah ruang laundry nih. Ini laundry room proper sekali. proper sekali dikasih satu ruangan sendiri nih. Satu ruangan sendiri. Dan di sebelahnya ini langsung ke ruang servisnya nih yang tadi kita sudah omongin di depan ya. Iya bisa timur di sini bisa buat outdoor AC e water heater karena yang di kamar master itu ada betup. Jadi water heaternya harus besar. Pastikan. Dan enggak mungkin di kalau yang lain-lain sih saya simpan di dalam kamar mandi. Di atas di atas plafon. I. Oh, di atas plafon. Di atas plafon itu kecil-kecil 30 lit. 30 Lang kan enggak ada enggak ada betap. Oh iya enggak ada betap. Jadi kita yang kecil cukup. Tapi kalau yang ada betap kita harus yang besar. Tapi kalau yang besar udah enggak mungkin disimpan di atas plafon. Iya betul karena terlalu besar kan. Betul. Jadi simpannya di sini dan perlu dimaintenance kan. Perlu dimaintenance. Maintenance. Terus habis itu di sini sekalian udah ada toren-torennya nih ya. Toren ini lu ngapain bisa ada dua-duaan begini Mas? Kenapa enggak satu aja yang gede? Ya karena ada betap. Oh karena ada si betap ini. Ada betap satu. Terus juga kan kalau penghuni rencana total sih kalau lihat dari jumlah kamar kan enam. bisa enam. Ya. Kalau kali 200 L aja sehari sudahudah 1,2 liter. 1,2 kubik. Tambah bet. Jadi belum servis apa cuci baju, cuci mobil, siram tanaman. Jadi ya lebih aman pakai dua aja sih. Oke. Lebih aman buat spare cadangan langsung dua aja ya. Iya pakai dua aja. Oke, oke, oke. Ini gua mau tanya ceritanya waktu bangun ini rumahnya kalau enggak salah dibelinya pada saat lagi COVID ya kalau enggak salah ya pandemik. Iya. Ya, ceritanya sih gitu yang saya dengar. Jadi belinya waktu lagi pandemi terus habis itu dibangun nih. Dibangun. Nah, pada saat waktu itu ada dramanya enggak sih? Terus kan biasanya suka ada orang yang pengin masih tinggal di rumahnya. Waktu lagi rumahnya dibangun atau direno? E kalau karena yang punya rumah tuh dulu udah enggak enggak tinggal di sini. Jadi ini rumah tanah memang dia baru beli sudah dikosongin. Jadi yang punya rumah enggak tinggal di sini. Engak ada drama itu tuh. Tapi kalau kalau memang ada beberapa project saya sebelumnya itu emang dia renovasi. Tapi enggak mau pindah. Ah tuh suka ada tuh yang kayak gitu itu Nah itu itu ini penting ya buat buat buat teman-teman semua nih ya. Teman-teman arsitektur dan teman-teman yang mau bangun rumah juga. I jadi dia renovasi. Tapi enggak mau e evakuasi. Oke. Kenapa evakuasi ya dengan saving budget buat ngontrak bisa enggak mau ribet juga mungkin buat ikutan ngawasin ya biasanya ya. Iya ngawasin juga mungkin enggak lah ya. Tapi tapi karena enggak mau ribet aja untuk pindah lagi untuk packing untuk untuk spending lagi untuk karena kalau ya kalau enggak ada rumah orang tua atau rumah yang lain pasti harus ngontrak dong dan itu pasti akan budget lagi kan. Tapi ya pasti nanti ada drama lah yang namanya tinggal bareng sama tukang kan pasti pasti dengan construction itu pasti ada aja berisiklah debu lah tiba-tiba air yang matilah gara-gara pecahlah pipanya apa pun bisa terjadi. Jadi emang lebih baik kalau misalkan emang kita punya proyek di rumah walaupun sekecil apapun kalau debu proyek itu sebenarnya cukup galak ya sebenarnya ham organ kita ya. Iya karena kan agak kasar pasti agak ya debunya kan enggak terlalu halus ya dia agak kasar. Iya. Jadi sebenarnya kalau misalnya apalagi punya alergi ya. Iya. Apalagi yang punya alergi ya. Dan itu bisa lumayan sakitnya menahun kadang-kadang teman-teman. Jadi kalau misalnya ada bangun-bangun begitu lebih ispa lah minimal ispa. Heeh. nanti mikirnya ke mana-mana lagi. Jadi lebih baik kalau lagi bangun atau reonf lebih baik evakuasi dulu ya. Sementara evakuasi itu evakuasi dan paling jangankan enggak evakuasi sekarang tetangga aja kita bangun kadang-kadang komplain karena debunya nyampai ke tetangga kan. Nah, itu aja pasti tetangga sebelah aja pasti keganggu lagi. Ini juga ada cuman cuman ya tetangganya enggak enggak di enggak komplain cuman kalau ada yang saya pernah juga itu tetangganya resek ya komplain karena debula apa ya ganggu waktu tidur ganggu waktu belajar. Iya. Kalau kalau kalau jam kerjanya over Iya. Iya. Atau enggak kadang ada yang WFH jadi terganggu. WFH terganggu lagi meeting Zoom meeting keganggu gitu I betul betul betul. I begitu ya. I ya. Kayak kita syuting sekarang barusan juga bunyi kan noda-noda air gini kan watermark gini kan. Nah, itu karena dia miringnya ke depan. Sebelah lagi potong besi gitu ya. Kita pun juga jadi kencang gitu ya. Ya udah kalau kayak gitu teman-teman makasih banget sudah tonton episode kita kali ini. Jangan lupa follow ke Instagram-nya @ bisbox.finehouse. Oke jangan lupa follow juga arsiteknya @arsittropis atau Mas Renkatil. Mas Renkat Kati. Oke makasih teman-teman udah lihat episode kita sekarang. Jangan lupa like, comment, follow, subscribe. Kita ada TikTok dan Instagramnya di @architekturindonesia. Bye.
