(RUMAH UNIK) Punya Element Air dan Tanah? Contoh Rumah Ini! (YouTube Video)
Jadi dari gerbang depan di sini ngelihat langsung lurus ke rumahnya ini ya. Jadi ini rumah tusuk sate nih teman-teman. Nih, di bagian sini tuh emang sengaja dibikin buat outdoor dining. Berarti meja makannya udah di luar semua ya? Iya. I terus juga lebih adem aja sih kayaknya kalau makan di luar gitu. Iya benar. Jadi rasanya kayak naman gitu ya. Hai ketemu lagi sama Belinda di Arsitektur Indonesia. Kali ini kita lagi ada di daerah Tangerang Selatan. Nah, Teman-teman nih aku mau ajak Teman-teman buat ngelihat nih. Ini ada satu rumah yang posisinya itu ada di daerah Tusuk Sate. Tapi ini udah ditinggali selama kalau enggak salah lebih dari setahun 2 tahun. Yang katanya kalau misalkan rumah tusuk sate itu sebenarnya katanya menurut Fengui itu kurang baik nih. Penasaran enggak keadaannya kayak gimana? Sebelum itu kita ketemu dulu sama arsiteknya. Halo, saya Hendro. Saya arsiteknya ruang Raya. Kalau suka dengan konsep rumah ini, tampilan rumah ini, dan pengin lihat karya-karya ruang raya yang lain, bisa cek dan hubungi saya di Instagram @_ruangraya. Ah, ini dia ketemu sama arsiteknya, Teman-teman. Namanya Mas Hendro. Mas Hendro. Mas Hendro tuh dari kantor arsitek apa sih? Ruang Raya, saya ruang raya, ya. Oke. Mas Hendro boleh ceritain enggak ini hasil karyanya ini tuh luas tanahnya berapa, bangunannya berapa? Sama konsepnya apa sih? Luas tanahnya ukurannya 8* 13. Luas bangunannya 125 m². Itu luas bangunan murni ya di luar luas karport sama di belakang nanti ada taman belakang yang lumayan. He jangan di ee terus secara konsep sebenarnya kalau secara konseptual ya itu di kan namanya Natura House. Natura House itu diambil dari ee elemen air dan tanah gitu. Elemen air dan tanahnya itu diambil dari hubungan suami istrinya. Nah, jadi saya tuh ngerasa mereka tuh sangat ee supportif sama satu sama lain. Jadi saling nurture gitu seperti air yang menyeburkan tanah ee dan tanah yang menampung air. Oh, i ya. Makanya warnanya jadinya terakota sama biru. Nanti di dalam lebih kelihatan birunya gitu. Nah, terus kalau secara fungsi sebenarnya si fasadnya ini konsepnya kaitannya sama posisi bangunannya yang memang bisa ee tusuk sate. Oh, iya. Ya, ini ya. Jadi dari gerbang depan di sini ngelihat langsung lurus ke rumahnya ini ya. Jadi ini rumah tusuk sate nih teman-teman nih. Betul. Yang konon kalau fengsui katanya ee jangan beli deh rumah tusuk sate tapi ini jadi dan rumahnya bagus nih. Oke. Nah si fasadnya ini saya pakai materialnya plat besi. Oh itu yang dibengkok-bengkokin itu ya? Betul. Jadi plat besinya ditekuk-tekuk terus mainin elemen e sedikit trapesium. Ee jadi dia sesuai juga sama bentuk tata masa bangunannya yang memang ada tekukan-tekukannya juga gitu. Terus e kenapa dia dibikin kayak gitu? Karena ya tadi kaitannya kalau ini tuh terkait sama privacy usernya kan di belakangnya itu kan fungsinya balkon dan balkonnya itu sering dipakai buat beraktivitas ownernya terutama yang cowok e untuk olahraga. Nah, terus di belakangnya situ sebenarnya itu ada ee fungsinya sebagai ee tempat WFH-nya mereka lah di belakang balkonnya. Oh, ini owner berarti kerjaannya dia ee cukup sering di rumah sih mungkin ya gitu. Nah, terus ee kalau misalkan siang kalau dari jauh itu sebenarnya jendelanya meskipun sudah pakai warna hitam suka tembus. Oke, gitu. Jadi si fasad ini cukup ee ngebantu untuk melindungi privacy si user di dalamnya. Tapi di sisi lain karena banyak bolongan-bolongan juga si bolongan-bolongan itu ngebantu cahaya tetap masuk sama udara juga tetap bisa lewat. Jadi kalau misalkan mau beraktivitas masih tetap bisa nyaman tanpa harus pakai AC gitu. Oh iya ya. Kalau enggak salah tadi malah ketemu sama ownernya dia ee berhijab ya. Iya benar. Nah kalau misalnya yang berhijab itu kadang butuh ada partisi ya second line Jadi kalau misalnya di rumah bisa lepas jadi tetap enggak bisa kelihatan dari luar ya. Betul. Betul gitu. Dan ini juga jendela-jendelanya juga udah dikasih yang kaca film ya nih berarti ya. E sebenarnya bukan kaca film sih dia emang kacanya langsung warnanya hitam. Oh emang kacanya jadi e tinted glass namanya gitu. Ah oke oke oke oke. Jadi bukan dari ee stiker ya berarti. Bukan bukan. Jadi kalau misalkan di Indonesia tuh suka bilangnya kaca ribben gitu mungkin tu dari nama ribben yang kacamata itu. Tapi karena pelafalan lokal jadinya ribben. Rib yang penting ribben. Jangan ribet Oke. Ini sampai bawah-bawah juga ya berarti ya. Betul. Jadi semua bagian depannya memang didesain kacanya warnanya hitam. Dan ini trapesium-trapesium nih waktu itu ini sekitar dibikinnya kapan nih kira-kira waktu itu? Ini tuh dikerjainnya masih pandemi. Jadi masih di 2021 fase desainnya itu kurang lebih. Terus pengerjaannya memang cukup lama karena kan ini dikerjakannya sama kontraktor bawaan developer dan rumahnya pun sebenarnya belinya di developer. Oh gitu. Tapi full customized ee sama arsitek gitu. Ihatang seragam tuang lebih. Iya cuman ini doang kecuali beberapa yang di deretan ini gitu. Nah memang jadi ya rumahnya beli di developer semua pembayaran transaksinya ke developer tapi yang ngerjain juga kontraktor baw developer cuman arsiteknya aja yang enggak gitu. Jadi desainnya full custom. Nah karena mungkin kontraktornya sudah terbiasa membangun seperti rumah-rumah yang lain dia agak agak kaget. Mak ya perlu penyesuaianlah untuk membaca desain yang dari arsitek yang lain. Makanya proses konstruksinya jadinya berjalannya lumayan lama setahun lebih. Oh iya. Yang harusnya mungkin sekitar 9 bulan 1 tahun sudah selesai. Oke. Oke. Tapi emang ya semuanya full custom sih dari lantainya juga. Terus habis itu Oke, Mas. Ini mau tanya nih. Ini berarti materialnya kan berarti di atas tadi sudah kebaca ya. Kalau yang di bawah nih berarti ini pakai apa? Ini pakai andesit ukuran 10* 10 dan ini beneran dipasang satu-satu. Hm. Se per batunya. Eh, ini gua pernah coba pasang ini mau nangis loh pasangnya. Soalnya makin kecil begini buat dapetin lurus gitu enggak gampang loh teman-teman. Dia harus ada patokannya ya. Iya. Makanya itu sih jadi ee ya ada usaha yang harus dikeluarkan yang membutuhkan waktu lebih panjang. Makanya durasi konsumsinya jadi agak sedikit lebih panjang. Oke. Oke. Oke. Terus ini berarti sudah ditinggalin selama berapa tahun ni? Berarti sudah 2 tahun kalau 2023 sudah selesai. I sekarang ini tadi gua ngobrol sama teman-teman nih. Ini rumah hook e bukan rumah huk, ini rumah tusuk sate. Sebenarnya kita pengin tahu benarkah katanya kalau misal itu kurang baik untuk kehidupan keluarga atau bisnis. Tapi kelihatannya sih kayaknya oke ya. Bisnisnya sih baik-baik aja harus mungkin nanti kalau misalkan kita ada waktu atau ada rezeki kita bisa ngobrol langsung sama ownernya buat mereka cerita lebih banyak sih. Oh i ya ya. Terus habis itu, Heeh. Mas, ini tuh di depan sini memang dibikinnya enggak mau ada banyak buat duduk-duduk ya terasnya ya? Enggak terlalu besar ya? Engak sih emang lebih kayak buat buat ruang transisi aja sih. Copat pasang sepatu terus habis itu mungkin kalau misalkan mau santai sore kan sebenarnya lebih enak kalau di balkon tadi tuh di atas. Nah, di sini mungkin lebih ruang transisi yang sebentar aja dan kalaupun untuk terima tamu yang enggak terlalu dibikin nyaman supaya enggak usah lama-lama karena waktu itu lagi pandemi ya waktu itu dibikinnya kan kalau tamu yang nyaman diajaknya ke dalam kan di udah kayak keluarga sendiri aja langsung ruang keluarga iya iya iya tapi kalau di sini hanya buat terima tamu yang informal aja ya terus tapi di bagian sini di ini kayaknya buat pengganti tamannya itu ada daerah serapan ya di sini berarti ya iya jadi enggak semua kan ini kan karpernya kan tadi ya. He, effortnya lumayan besar untuk bikinnya. Jadi enggak dibikin full, cukup yang area mobil aja yang dibikin pakai kayak gini karena masih ada sisa space ee lebarnya kan del tadi. Jadi 2 mnya tuh dipakai buat taman kering di kiri kanannya. Nah, di taman kering ini karena dia kering dan batu-batu besar juga masih bisa dipakai buat ee parkirnya si sepeda ya berarti ya. Iya, benar. Oke, terus habis itu lantai-lantainya ini pakai kayaknya ini pakai modelan HT 3060 ya berarti ya. Benar. Iya. Jadi ini HT-nya aslinya HT 60 * 60. Oh, ini hatinya 60* 60. Iya, tapi ee langsung pesan dari pabrik minta dipotong ukuran 30* 60. Oh, pantesan rapi sekali ya bikinnya ya. Iya, benar. Dan ini nanti dipakai juga di ee di dalam. Nah, sekarang Dro gua pengin tanya dong. Ini pintunya ini lu bikin pivot nih. Why? Ya, karena fleksibilitas aja. Jadi bisa dibuka ke dalam sama dibuka keluar. Cara awalnya sih lebih kayak gitu gitu. Cuman ee setelah diudi ini kan pakai smartlck. Iya. Kalau pakai smartlock ternyata enggak terlalu recommended pakai angsel pivot. Kecuali kita pakai angsel pivot-nya yang kayak Dorma atau engel pivot yang kayak ini kalau mungkin orang awam tahunya angel pivot pintu Indomart. Iya. I pintu kaca ya. Iya. Jadi dia yang ee apa namanya? Ee ada penutup sendirinya. Oh si namanya ya itu ya dia nutup sendiri. Iya pas itu itunya ya apa si itu engel itu tuh intinya itu ya. Karena kalau misalkan enggak kayak gitu, kalau yang ee dia eh suka kelewatan si pintunya, nutupnya. Sedangkan si sensor ini itu berfungsi benar-benar harus akurat gitu. Jadi kalau misalkan mau pakai smart lock direkomendasikan. Kalau misalkan emang mau pivot pakai pivot yang tadi yang ada auto clossing-nya atau kalau mau enggak mau pakai pivot, pakai swing biasa aja yang satu sisi ya. Pokoknya pivot itu kalau bisa ada kayak door closernya ya. Nah, itu dia namanya door closer ya dari tadi nyari. E Hro ini penampakannya mungkin terlalu serius tapi kalau misalnya udah dekat dia ternyata bisa im lupa lupa. Nah. Oke. Oke. Oke. Oke. Masuk masuk masuk. Gua pengin tahu nih. Ini rumah ya kalau dari tadi gua lihat. Iya. Gua merasa tidak ada hitam atau putihnya monokromnya. Jadi kayaknya ownernya ee sukanya hidupnya yang berwarna ya kalau lihat ya. Betul. Iya. tadi itu sih tetap masih konsisten sama si konsep naturnya itu. Jadi ini warna birunya lebih banyak diaplikasikan ke dalam gitu. Tetap kalau misalkan di luar itu lantainya warna si warna terakota bahkan itu pakai terakota asli tuh di bagian terasnya ya. Betul. Uh asli. Oke nanti kita sebelum ke sana gua juga mau ngomongin ini dulu bro. Ini kan rumah kan rumahnya tusuk sate ya. Heeh. Gua curiga, jangan-jangan lu mendesain ini ketutup semua gara-gara menjawab ee e menghindari adanya gangguan-gangguan dari cahaya. Misalkan mobil kan kalau misalnya lewat kan dia suka silau kan. Ini jangan-jangan lu desain ini dan jendela yang ada di atas tuh jangan-jangan untuk menjawab itu. Wow. Betul. Jadi fungsinya benar kayak gitu makanya jendela posisinya ada di atas. Ah. Dan karena view-nya terbatas ke depan, makanya lahannya disisain di belakang. Jadi orientasi view-nya langsung ngadap ke taman dalamnya. Oke, oke, oke. Pantesan ini ruang keluarganya ya enggak usah gede-gede, tapi dari dapur sampai ke belakangnya itu gede banget ya kalau gu lihat ya. Iya, benar. Jadi lebih di tujuannya lebih kayak luas ke bagian situ. Hmm. Biar orang-orang ketariknya udah matanya ke sini aja gitu ya, enggak usah ngelihat-lihat lagi keluar. Nah, di sini tuh lu bikin tertutup semua ya kabinetnya ya berarti ya. Apakah ini salah satu permintaan dari klien untuk punya rumah yang kabinetnya banyak juga? Benar, karena memang sebenarnya waktu pertama kali diapproach itu karena tadi beli rumah di developer ya, itu lebih kayak buat develop interiornya. Oke. Awalnya dari situ ya. Heeh. Cuman karena ngelihat desainnya terus habis itu ngelihat denaknya terus tahu harganya kayak sayang ya gitu ya. Boleh enggak sih saya bantu gitu iya propos terus ya sudah berproses jadi kayak gini. Tapi ee pekerjaan interiornya tetap jadi scop kerja ya. ee yang masuk sampai akhir dan dari awal memang brief-nya gimana caranya bisa punya rumah yang banyak penyimpanannya gitu. Karena memang apa ya kebutuhan penyimpanan barangnya lumayan banyak gitu. Makanya juga sih ini tuh kabinet TV-nya yang desainnya tuh lebih tertutup dan yang terbukanya tuh sedikit banget gitu. Betul, betul, betul, betul. Dan di sini nih, Teman-teman, kalau dilihat ini udahlah kabinet full sampai atas. Dari bawah sini juga masih ada kabinet lagi. Makanya ini gede banget sebenarnya. Kalau misalnya ditaruh island juga masih bisa ya di sini ya sebenarnya ya. Iya bisa gitu. Terus di bagian belakang nih sebelum kita naik ke atas nih di bagian belakang tadi lu bilang ini terakota asli nih. Benar ini. Iya Uh dingin. Lantai terakota asli. Oh warnanya beneran enggak bohong ya? Terus di bagian sini tuh emang sengaja Iya. I benar. Karena kan si ownernya juga dua-duanya nge-vape. Jadi saya mikirin gimana caranya biar mereka bisa tetap melakukan aktivitasnya. Cuman lebih diarahinnya ke area outdoor aja yang atapnya terbuka. Jadi terbuka anak-anak juga aman ya. Iya. Asap dan udaranya semuanya bisa lebih keluar. Terus juga lebih adem aja sih kayaknya kalau makan di luar gitu. Iya. Dan memang waktu waktu kan desainnya kan pas pandemi kan. pas pandemi itu kan kebutuhan apa? Heeh. Area outdoor itu jadi urgen pada saat itu karena kita benar-benar tersadarkan oh ternyata kita tuh butuh area outdoor ya. Ternyata kita tuh butuh udara asli ya, udara segar. Karena waktu itu mungkin kita juga enggak bisa sering-sering keluar terus gimana cara di dalam rumah bisa dapat udara segar yang setiap hari bisa diakses. Ya caranya kayak gini saya. Makanya kelihatan ya ini pintu bukaan-bukaannya pun juga gede banget ya. Ini sendiri berapa nih, Bro? Ee ini pokoknya selebar ini tuh. Em harusnya sekitar 3 man. Jadi ini tapi ini kepotong 60 cent. Jadi ini 2,4 nih mungkin. Oh jadi ini 1,2 nih ya. Segini nih. Uh besar sekali ini barang pintu. Dan ini dua-duanya bisa digerak. Oh bisa bisa ini ya bisa gitu dikunci itu bagian situnya tuh. kalau lagi masak untuk mempermudah sirkulasi pengantaran makanannya yang dibuka yang sini. Tapi kalau misalkan enggak lagi kondisi masak kayak gitu yang di sana. Tapi jadi ini ke ibaratnya nih teman-teman kalau misalnya lihat ini kan di dapurnya enggak ada sing ya. Nah ini singnya tuh ada di sini. Heeh. Jadi kalau misalkan ada yang suka banyak orang yang suka terganggu dengan bau makanan ya ee apalagi habis setelah makan. Jadi mereka maunya di luar. Nah, ini caranya salah satunya begini nih. Jadi tinggal kasih pembatas begini pas dibuka ya ini jadi kayak perpanjangan si dapurnya. Jadi udah cut selesai. Benar. Oke. Gitu konsepnya. Hmm. Pantesan. Terus di sini nih, Dro. Ini dibikin emang eh berarti owner ini emang e anak nongkrong nih kayaknya. I anak nongkrong parah nih. Nyambung loh ini. Kapasitasnya bisa banyak ini orang buat duduk-duduk di sini. Iya gitu sih. Emang suka apa ya? Suka santai aja benar-benar. Jadi ya gimana caranya biar di dalam enggak berasa kayak di dalam rumah ada tempat spot-spot yang nyaman lah buat misalkan mau WFH mau ngumpul sama main sama keluarga gitu. Terus kalau misalkan ngumpulin keluarga banyak gitu kan ada orang tua, ada anak, ada kakek, nenek bisa semuanya ngumpul di satu tempat yang nyaman gitu. Heeh. Heeh. Dan di sini tuh berarti daerah apa aja nih, NRO? Kalau ini sebennya lebih ke area servis sih. Area service ya. Kamar ART, kamar mandi ART. Ini storage outdoor untuk e barang-barang yang ee sifatnya bisa lebih tahan sama debu dan kotoran. Oke. Tapi bisa disembah di luar cukup. Oke. Tapi ini ee proper ya, masih enak dilihat ya kalau misal kayak gitu ya. Duduk gabung. Oke. Oke. Terus di bagian sini ini ada apaan nih? Ini sebelum kita naik ke atas nih, gua dari tadi ngelihat nih. Ini se berhubungan dengan ee tema kita hari ini. Kita melihat kehidupan dengan rumah yang di tanah tusuk sate ini kayaknya ee yang punya entrepreneur ya, jualan ya. Secara bisnis kayaknya makmur nih di sini kalau gua lihat nih. Nanti mungkin bisa tanya langsung Pak Uniknya aja ya. Iya. Kayak gitu. Nih ownernya kayaknya makmur nih. Jualannya kayaknya oke nih. Dari tadi pas gua datang pun itu juga lagi ada pengantaran nih teman-teman. Jadi ini real life nih. Benar-benar real life. Jadi ternyata tidak begitu ini ya. Fengsu itu ya. Nah. Heeh. Di belagian sini ada apa nih? Ni besar sekali. Ini kamar orang tua. Tapi kita enggak usah ke dalam lah. Kamar orang tua atau enggak kamar istirahat anak yang di atas kan sebenarnya ada kamar anak tuh. Cuman katanya kalau misalkan anak pulang sekolah lebih sering tidur di sini. Oh oke oke oke. Kalau dan ini memang si tangganya tuh saya desainnya enggak full. Iya ini kayak floating. Karena di atas kan ada Skylight tuh sedikit. Ah nah si Skylight-nya itu cahayanya biar bocor sedikitlah sampai ke sini terus tang I dan enggak terkesan berat aja tangganya kalau dibikin solid kan kayak penuh banget gitu. Kayak terlalu kayak tangga sekolah lah. Iya. Iya benar juga. Dan juga kalau misalkan ee bentuk tangga yang begini nih agak menceruk itu biasanya kalau gelap dikit deg-degan ya di dalam situ ya bikin atut gitu. Ini di dalam sini dia kamar mandinya itu karena di depan itu kamar tidur ee orang tua makanya di sini kamar bukan jadi powder room ya malah di kamar mandi ya ada showernya ya. Iya. Nah. Oke. Oke. Tapi kombinasi warnanya sih menarik nih. Ini yang keramik yang ada di teras. Tapi sapya yang ada warnanya biru. Birunya bagus loh nih by the way. I tapi hmm gimana menurut lu ini? Jadi ee meskipun kelihatannya bagus ini sebenarnya keramiknya keramik murah. Oke gitu. Jadi ini kalau misalkan mau dicari nanti ini brandnya namanya ee Mustika Keramik atau keramik kita itu satu boksnya cuma Rp60.000-an harganya. Oke. Perbedaan dari keramik yang agak ee ibaratnya kalau ini mungkin KW berapa nih? KW enggak KW sih emang keramik murah aja cuman enggak banyak orang yang tahu karena ini kan produk lokal. Saya sih ma mau bilang gini jadi mau keramik murah atau keramik mahal sebenarnya tetap ada potensi untuk bisa kelihatan bagus selama kita bisa ngkombinasinya dengan benar. Betul. Si keramik biru ini kan dia terlihat bagus gitu, kelihatan proper karena dikombinasiin sama keramik HT yang tadi 30* 60 lebih mahal dan lantainya pakai tegel gitu. Tapi semua satu kesatuan tema gitu masih jadi satu sama tema rumahnya. Oh ya ya benar-benar ya. Satu biru semua biru gitu ya. Tapi pas permainannya ada warna turunannya juga gitu ya. Nah, oke oke oke oke. Terus ini untuk tangganya ini lu bikin melayang nih. Ini bikinnya juga pasti enggak semudah kayak ngecor biasa ya nih. Iya. Jadi benar-benar satu persatu bikin bekistingnya satu-satu di dalamnya. Di sini tuh ada pembersihannya dua rangkap. Ee terus ee ya harus benar-benar diperhitungkan dengan benar gitu pembesiannya dan ngecornya juga harus dibantu sama damdekor untuk membantu kebutuhan. Benar. itya karena kalau enggak ada potensi ketika diinjak si betonnya tuh crack. Ah, kalau udah crack e susah soalnya modelnya lempengan begini ya. Jadi harus benar juga. Dan ini ee tebalnya cuma 10 cm. 10 cent ya. Termasuk vinilnya. Oke. Ini 10 cent. Jadi betonnya tuh sekitar 8 centan. 89 centan. Oke. Yang ininya dikasih jeda berapa? Ini berarti ini tangganya per1. Per1. Jadi ini bolongannya 8 cm, ini 10 cm. Oke oke oke oke. Jasiko kalau 18 itu emang ukuran standar maksimal buat tinggi tangga, Teman-teman. Kalau ada yang bilang bisa 19 bisa 20, cubit ya kupingnya. Jewer kupingnya please. Ada tuh kepala tukang gua sempat begitu tuh. Gua jewer, gua ajak ribet 2 jam. Oke, boleh naik ke atas enggak, Dro? Boleh. Boleh. Halo teman-teman, nama saya Steven Muliawan. Pekerjaan saya wirausaha. Saat ini kita sedang berada di rumah saya. Bisa dilihat kan? Mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi untuk teman-teman. Nah, di lantai du sekarang kita ngobrol sama yang punya rumah. Namanya Mas siapa? Nama saya Stepen. Aku lagi mau lihat-lihat nih, Mas. Tadi aku pas di bawah tangga aku lihat itu banyak sekali barang-barang itu kayaknya dagangan istri ya kalau enggak salah ya yang di bawah itu. Oh iya itu ee baru mau mulai sih. apa ee kita bikin hijab sendiri. Tapi itu usahanya istri. Usahanya istri. Oke. Oke. Nah, aku mau tanya-tanya nih, Mas. Kalau biasanya rumah untuk yang hook itu eh sori tusuk sate itu kan secara fengs katanya kan kurang baik ya. Nah, ini Mas kan udah 2 tahun ya di sini Gimana? Benarkah itu? Kalau untuk fengsoy kan memang ya ee tanpa mendeskretkan dengan keyakinan masing-masing ya gitu. Kalau buat saya pribadi dan di keyakinan saya itu enggak ada fengsu apa bahwa tusuk sate itu akan membawa apa? Maaf kesialan gitu ya. Enggak ada sih kalau jadi memang dari awal saya juga tidak terlalu ee apa namanya ee tidak punya keyakinan ke arah situ gitu. Ditambah di keyakinan saya pribadi juga enggak ada itu bahwa tusuk saat itu ee menyebabkan kesialan atau apalah itu. Oke. Nah, berarti sekarang kalau bisa dibilang ee kalau misalnya secara bisnis baik-baik saja. Aman aja. Alhamdulillah. Kalau misalkan keluarga oke-okee. Alhamdulillah sehat semua. Nah, jadi itu ternyata hanya di sini aja ya, Teman-teman ya. Oke. Oke, Mas. Justru justru ee mungkin boleh digaris bawahi ya. Kalau kita tersugesi seperti itu yang ada jadi kejadian benar sebenarnya. Jadi ya kita positif aja lah pikirannya. Positif thinking. Usaha yang terbaik. Betul sekali. Oke. Oke, Mas. Nih aku kan masuk-masuk nih. Boleh kan? Boleh. Silakan. Oke, nih aku udah di lantai du nih, Pak. Nih sekarang di daerah sini rencananya ini nanti mau apa nih? Ini sebenarnya kan udah 2 tahun di saya sudah 2 tahun di sini ya gitu. Awalnya tuh enggak banyak barang awalnya di sini tapi ya namanya anak makin besar ya ada aja mainannya apa gitu kan. Jadi ini belum selesai nih kan ee sebenarnya ini konsep awalnya ini kita untuk musala. Oh untuk musala. Untuk musala makanya ini ada pembatas Jadi Heeh. partisi. Jadi untuk di sini jadi kalau ada yang salat ini di Iya untuk menghalangi aja untuk salat. Nah, ini tuh ee ini ini kayak kafe nih, Mas. Kalau misalnya lagi dipakai untuk salat ini bisa dibuka tutup. Oh, bisa dibuka tutup. Jadi ini, Hah, ini ada ininya. Jadi kalau misalnya di sana dibuka ini bisa dicopot, di sana juga. Oh, jadi ini portable ya? Iya. Ini mejanya memang didesain sama ee Mas Hendro untuk bisa dibuka tutup gitu. Oh, tapi paten. Oh, sori. Di tengah ada lagi. Oh, tengah ada lagi. Ini banyak. Oh, iya benar teman-teman. Kalau misalkan memang bentangannya panjang itu memang harus ee banyak ya exel pengarahnya. Karena kalau di kanan kiri aja ee ini ada ini, Pak. Kalau di kanan kiri aja nanti tengahnya jadi agak bingkok gitu. Iya. Enggak, enggak boleh melendut ya. Iya. Ini jadi memang bisa dibuat kalau kita mau jadi ruang salat ini ditutup. Kalau mau kerja ya berarti saya angkat lagi gitu. Oke. Berarti Bapak banyak kerja ya di rumah ya berarti ya? Ya lumayan. Oh gitu lumayan. Oh oke oke oke. Dan di sebelah sini nih Pak Noh langsung aja nih pas langsung. Nah ini ada void-nya buat manggil ya Pak? Buat manggil ya. Eh supaya kelihatan lebih luas aja sih. Oh supaya lebih luas. Ee satu supaya karena ini kan memang sengaja udara terbukanya dari atas. Nah, supaya udara masuk bisa ke bawah juga gitu. Oh, iya. Ya, jalurnya dia masuk dari sin. Jalur dari atas. Karena kan enggak mungkin kita selalu buka pintu ya kan enggak enak juga. Jadi ya dari atas sini aja gitu. Oke. Di sebelah sini Pak Ini kan bisa dibilang ini tampaknya ini salah satu yang bikin menarik kan ini nih ya. S ini ya? Iya. Heeh. Dari depan ya. Heeh. Tapi di sini nih dipakai buat apa nih Pak? Ini awalnya ee untuk duduk-duduk saya sama dulu tuh waktu semangat-semangatnya olahraga waktu COVID ya kan kita sering pakai tab tuh di di situ lalu kita olahraga awalnya untuk itu tapi setelah COVID ya kita jadi jarang olahraga kembali lagi makanya udah agak maju lagi sama Pak oke oke oke. Tapi ini tempatnya sebenarnya masih bisa dipakai buat macam-macam ya. Masih bisa dipakai buat macam-macam. Heeh. Dan cukup aman karena anak-anak juga enggak bisa nyelip gitu kan. Iya. Ini udah ada besi tanpa kelihatan ada besi untuk enggak anak-anak juga enggak mungkin masuklah. Iya iya. Ya. Ya kalaupun lewat dia ke carport ya masih bisa manjat lagi ke Oke. Nah di di lantai du ini Pak ini tuh ada selain ruang salat habis itu ruang olahraga. Di sini tuh ada kamar utama ya berarti ya? Iya. Ini kamar utama saya. Oh boleh boleh. Silakan silakan. Eh enggak apa-apa loh Pak. Oh, entar aku masuk ke yang punya rumah. Nah, di sebelah sini tuh ada ruang buat ee walking closetnya ya. Iya. Untuk ee apa namanya? Lemari, baju-baju gitulah. Oke. Oke. Boleh aku lihat kamar mandi. Silakan. Tapi agak berantakan enggak apa-apa ya. Enggak ngertiin apa ya, Pak. Ini ee pemilihan materialnya waktu itu siapa yang minta nih? Soalnya di sini ada komagen style, ada batu alam. Waktu itu dari arsitek atau ada Bapak? Minta ini dari arsitek sih. Oh, enggak ada. Jadi kita enggak e pemilihannya iya, tapi pilihannya di ee kasih pilihan oleh arsiteknya. Oh. Jadi kita enggak secara khusus minar kita mau gini-gini enggak. Cuman ketika ini nanti saya akan buat gini gini gini kata arsiteknya Bapak mau pilih yang mana? Oh akhirnya saya pilih ini batu Sukabumi untuk apa namanya yang bagian atas ini kan sininya ya keramik ini apa namanya saya lupa I inilah. Ah, oke oke oke oke. Terus habis itu di sini emang ada permintaan bikin skylight atau emang dari arsiteknya sendiri? Dari arsitek. Ya itu tadi pengin ada cahaya. ini kalau enggak salah ya karena saya bukan arsitek ya. Jadi menurut ee Mas Hendro itu yang apa desain rumah saya ee pengin banyak cahaya. Makanya tadi kacanya di roof tadi yang l kacanya besar gitu ya. Terus di sini ada ini tuh sebenarnya e nyambung ke tangga. Oh, jadi ini satu satu satu slap lah ya. Satu slap lah. Kalau kita dari atas naik ya. Itu satu slap nyambung ke tangga situ. Jadi di atasnya itu ada udara bisa masuk sama cahaya. Ah, tapi nyamuk masuk enggak, Pak, dari situ? Nah, itu saya sudah tanggulangi juga di sela-sela udara itu memang kita kasih ee net-net gitulah buat buat ininya untuk menghindari rasa nyamuk ya. Berarti nyamuk dan juga ee mungkin binatang-binatang ya. Kita kan enggak tahu dari atas gitu. Oh oke. Ternyata berarti bisa ditanggulangi ya kalau misa mau. Tapi ini lucu sekali. Ini beli di mana, Pak? Ini juga nyari-nyari aja sih. Nyari-nyari sendiri nih, Pak. Nyari-nyari sendiri. Awalnya ya semua karena ada case by case aja. Awalnya tuh memang maunya begini kan gitu. Nah, awalnya e awalnya ini tuh meja sebenarnya tapi dengan posisi toilet yang sebenarnya ke arah sini. Tapi saya enggak mau kan ini ada arah kiblat ke sana. Akhirnya saya minta ini ditukar arah toiletnya. Oke, oke, oke. Tapi akhirnya jadi mentok dengan meja kan ya. Mau enggak mau kita cari solusinya ya udah ini dikosongin tapi ini bisa ada melayang gitu. Oke. Oke. Ini. Oke. Berarti kalau misal ee toilet emang enggak boleh mengarah ke kiblat ya Sayanya enggak mau sih ya. Iya. Terus habis itu untuk di sebelah kiri ini Pak ada kamar ya berarti ya? Tempat tidur ya? Iya. tidur. Ah, sederhana sekali. Tapi nyaman. Cukuplah ya gitu. Jadi pas masuk kamar juga enggak kepenuhan ya. Jadi di bagian sini ada apa nih, Pak? Ini hanya ini aja ruang kosong aja kalau mau kita tapi ya itu lagi agak ini ya main dimainin anak. Iya. I ya. Ini berarti ada berandanya ya di sini ya? Iya ada beranda. Oh oke oke. Biasanya cocok kalau misal pas sebelum tidur lagi kontempolasi diri ya. Ee niatnya gitu, tapi jarang juga sih niatnya. Niatnya untuk kalau lagi mungkin kita lagi enggak enak ya maunya di luar gitu. Tapi enggak juga sih. Jarang juga si Oh, jarang juga dipakai ya. Oke oke oke. Terus di sebelah sana Pak itu ada apa nih Pak? Kalau aku lihat ada 1 2 3 pintu. Itu sebelah kanan laundre. Ini kamar mandi anak dan sebelah kiri kamar anak. Oke. Nih gua sambil minggir-minggir di sini nih. Dahah enggak apa-apa. Ini udah kita tutupin. Nah, di sebelah sini ada ada ini. Ini kamar anak. Ini kamar mandi anak. Ini laundry. Oke. Oke. Boleh lihat yang kamar ya? Silakan agak berantakan ya. Ginilah. Oke. Anak. Oh, anaknya perempuan ya, Pak? Ya, anak perempuan. Iya. Ah, warnanya pink-pink gini. Bagus sekali. Iya. Heeh. Emang dari awal emang udah didesain begini. Aduh, enak sekali. Rasanya kayak Putri Raja ya. Oke oke oke. Di sini waktu dibikin anaknya pas lagi umur berapa nih, Pak? Ini apa ini? Udah 2 tahun ya kayaknya nih. Apa keinginan dari si ibu nih? Ini yang pengin kayak gini anaknya atau ibunya nih yang ya ibunya pasti ya. Karena anak kan belum umur 2 tahun belum bisa. Oh waktu itu masih 2 tahun. Umur 2 tahun. Sekarang sudah 4 tahun. Ah wah happy sekali dia berarti ada di dalam sini. I dan di sini ruangannya enak juga ya. Lantainya pakai apa nih Pak kira-kira? Ini vinil. Oh, ini pakai vinil ya. Ini pakai vinil. Iya. Ah, nuansanya biru, pink, putih. Uh, cantik sekali. Dan sudah disiapkan tarkod besar. Buat naruh tas-tasnya. Udah kecepatan sih ya. Sementara buat akhirnya dipakai tas ibunya ya. Oke. Di sebelah sini itu ada kamar mandi anaknya ya, Pak? I. Ini kamar mandi anak nih. Iya. Ini kamar mandi anak. Heeh. Oh, kamar mandi anaknya juga gayanya mirip seperti yang ada di bawah ya. Mirip, Pak. Ini lantainya yang di bawah tuh kan hijau, yang ini biru nih. Dan ini motifnya tuh kan agak-agak ee unik-unik ee etnik gitu ya. Ini apaan sih, Pak? Ini ini ee tegel ya kalau enggak salah. Tegel. Heeh. Kalau enggak salah tegel itu kan agak tebal ya, lebih tebal daripada biasanya kan ya. Iya. Waktu itu saya juga kaget karena keramik-keramik biasa itu kan kayaknya segini ya tebalnya kan gitu untuk ee ya seginilah gitu. Nah, itu hampir segini loh, Pak. Saya kaget juga pas lihat, ih tebal banget gitu. Padahal untuk ukuran ininya kecil-kecil gitu kan, tapi tebalnya tebal banget gitu. Tapi ini bisa dipotong nih, Teman-teman. Karena banyak yang bilang kalau tegel itu pas dipotong gampang pecah nih. Tapi ternyata katanya ini ya, Pak ya, kalau enggak salah gerindanya apa? Enggak enggak pecah keramiknya, tapi gerindanya yang habis. Oh, boros. Boros itu komplain dari tukang sih waktu itu. I mohon maaf, Pak tukang. Namanya juga keinginan ya. Iya, saya juga enggak tahu. Tiba-tiba datangnya segini temannya kan gitu. Enggak nyangka ya? Terus di bagian sini ada apa nih, Pak? Ini laundry aja sih. I ruang laundry. Lalu ada kalau dibuka udaranya jalan sekali ya. Iya. Makanya sebenarnya selain daripada yang dari tadi kaca yang di situ ini juga ngaruh juga kalau kita buka gitu. Ah. Dan di sini itu ada meja laundry juga. Meja laundry. Mesin cuci. Lalu ada ini jalur untuk kita naik ke atas toron dari sini. Oke. Itu jalurnya ini ya digeser ya berarti ya? Apanya? Jalurnya digeser apa didorong situ? Pak didorong ke atas. Oh didorong ke atas. Atas ya. Ah oke oke oke. Pak mau nanya ini berarti nih waktu dibangun ini kalau enggak salah tadi kan katanya 1 seteng tahun Iya 1 seteng tahun. Terus ee boleh tanya biayanya enggak? Biaya apa nih? Biaya bangun ya. Biaya bangun ya sebenarnya per meter pers per meter pers aja. Range aja aku minta. ini sekitar lima sih ya kalau ngobrol sama apa namanya ee kontraktornya gitu. Oh, dia ngitungnya per meternya untuk ee 5 atau 5, gitu saya lupa juga. 5 atau 5,5. Itu di tahun 2023 berarti ya. Kalau eh enggak enggak enggak sori sori. 2021 2022 ya. Iya antara itulah kayaknya. He. Kalau sekarang kayaknya susah banget ya nyampai segitu ya kayaknya ya. Saya belum ngecek lagi sih. Udah ngeri banget. Iya 5 sampai 5 set. Oh sekarang udah 7,5 bro. Enggak, maksudnya kan ini kan yang tadi saya bilang beli sama developer developernya harganya segitu. Iya, lumayan tuh. Heeh. Heeh. Ya udah, makasih banget ya, Pak sudah dibolehin jalan-jalan. Habis itu ternyata kita sudah dikasih lihat ee stigma rumah tusuk sate itu seperti apa. Karena setelah ditinggalin ternyata tidak ada apa-apa. Enggak ada apa-apa juga. Iya. Makasih banget teman-teman sudah tonton episode kita kali ini. Jangan lupa, jangan lupa komen, like, subscribe di @arsitektur Indonesia. kita ada TikTok dan ada Instagramnya.
