(RUMAH UNIK) Rahasia Renovasi Rumah Modern Minimalis Jadi Murah! (YouTube Video)
Nah, ini nih penataannya nih sebenarnya kocak nih. Ini gimana nih ceritanya bisa diagonal begini nih? Ya, jadi ini e karena bokap gua tuh hobinya baca. Jadi pas kita jadi pas kita merencanakan ini, gua memposisikannya adalah biasanya kan leb itu selalu ada di area-area pojok-pojok gitu ya. Heeh. Heeh. He. Nah, ini gua merencanakannya kelihatan pas kita akses naik. Jadi ibaratnya setiap kita naik nih di ruang transisi ini, library ini selalu kelihatan dan selalu di mengundang mengundang. untuk halo dibaca dong biar pintar gitu kan. Halo semuanya, ketemu lagi sama Belinda di Arsitektur Indonesia. Kali ini kita ada di daerah Tangkerang. Nah, ini kita ada di rumah ini. Sebelumnya dia dua rumah lama yang dibangun kembali menjadi satu rumah nih. Penasaran isinya kayak apa? Ini isinya seru banget nih. Yuk, kita panggil aja yang punya rumahnya. Oke, ini yang punya rumah namanya Alvi. Ini teman kita waktu kita kuliah arsitek ya di Trisakti. Terus ee gimana ceritain dong, Fi, ini rumahnya ini kira-kira ini rumahnya siapa sih? Terus tanahnya berapa? Konsepnya gimana gitu. Oke, jadi ini sebenarnya rumah ee orang tua gua. Jadi ini tadinya dua rumah, satu kavlingnya itu sekitar 9 * 20. Terus kita gabungin dua rumah. Bentuk rumahnya tadinya enggak kayak gini. Tropical. jadul ya gitu. Terus habis itu ee yang punya rumah ini ee ng-planning pada saat itu karena nanti akan ditinggalin sama anak-anaknya penginnya tetap kelihatan satu rumah tapi terintegrasi jadi kayak nyambunglah gitu enggak sendiri-sendiri gitu. Makanya kelihatan ada dua masa bangunan. Luas tanahnya berarti 360. Heeh. Luas bangunannya kurang lebih waktu itu sekitar 450-an lah. Oke. Proses mendesain sampai membangun itu gimana tuh ceritanya? Berapa lama nih proses ngebangunnya? Kurang lebih setahun. Proses desainnya lama. Ya, kebetulan kita tahu habit di rumah. Jadi ketika kita pengin ngebenerin, maksudnya pengin e ngepropose sesuatu yang nih kayaknya cocoknya seperti ini nih gitu kan. Itu butuh namanya orang tua ya. Jadi harus ngejelasinnya harus dari berbagai sisi gitu. Jadi ee proses desainnya sih kurang lebih bis ee kayaknya 6 bulanan ya. Oh iya. Hampir setengah tahun lah gitu. Terus habis kita produksi langsung kita ee apa namanya? Menyesuaikan di lapangan juga. Iya. Soalnya kan menggabungkan isi kepala orang J1 dan setuju itu memang enggak gampang ya. Benar banget. Jadi ada waktu itu kita ng-planning rumah ini waktu itu pada tahun 2017 kita mulai ngebangun itu kan ee adik adik gua itu belum belum nikah di situ. Terus habis itu jadi ng-planning kalau misalnya nanti akan ada acara harus aman nyaman, orang sirkulasinya ngeblong. Jadi kalau bikin-bikin acara tuh ee mudahlah gitu. Oke. Boleh ceritain enggak ini gimana ini ceritanya untuk atepnya? Terus habis itu pemilihan materialnya karena ini kan dikasih ubin ya. kita nge-proposnya dengan bangunan yang lebih e basic geometri aja. Jadi, e shape-nya kotak-kotak aja gitu. Terus ah gitu ee karena kita mau ekspresinya juga enggak tropis, kita pakai atapnya yang bisa atap landa itu. Jadi kita pakainya waktu itu pakai on the line. Oh, ya. Underline gitu. Kita pakai underline. Terus habis itu untuk fasadnya kita kenapa pakai ee HT yang motifnya kayak travertin stone gitu. He. Karena sebenarnya awalnya adalah kita mau pakai Travin Stone yang beneran tapi ya budget ya gitu. Terus habis itu ee akhirnya kita kombinasiin kalau misalnya full banget kayaknya terlalu polos menurut ee yang tinggal di sini. He. Kita kombinasiin sama conwood. Nah, ini conwood nih yang garis-garis ini. Oh iya. Ini conwood tapi conwood ini jadi secara prosesnya kita penginnya cokelat. He. Tapi kan karena konut itu kita cat ya. Iya. Jadi jadi tergantung si pas kita lihat warnanya kayak oke nih gitu kan. Kok kayaknya agak kurang ya. Akhirnya dicat lagi, akhirnya jadinya yang disetujuin adalah yang hitam. Jadi biar ngangkat si travertinnya. Biar kalau sama coklat tuh jadi kayak lebih kontras gitu ya. Oke. Oke. Terus kalau bagian bawah kita full kita kamprot kamprot tekstur semuanya dengan beda warna. Jadi karena kan kalau bagian luar biasanya kan kotor kepegang sama orang jadi kita ngindarin itu sih. Oh ya. Jadi lebih e maintenance-nya lebih lama ya. Oh ya. Sama ini gua ngelihat ada yang dua barang yang menurut gua cukup lucu nih ya. kayak ada jendela sudutnya terus habis itu sama kanopinya yang panjang ini. Bisa ceritain enggak Vi ini pembuatan jendela sudut ini kenapa gitu? Kaca-kaca jendela di rumah ini gua bereksperimennya sebenarnya semuanya frameless. Oh oke gitu. Jadi kalau misalnya dilihat semua kaca-kaca itu semuanya frameless. Enggak ada kusennya kecuali yang jendela bisa dibuka. Jadi kalau misalnya kita lihat itu, itu semuanya frameless. Tapi yang bagian itunya doang tuh jadi kayak kacanya sebenarnya jendelanya ngambang. Iya benar. Jadi semuanya tuh entar kalau ke belakang juga kita lihat itu ada jendela-jendela yang sebenarnya ngambang gitu. Jadi apa namanya ee kita bikinnya bagian depan bukaannya itu lebih ee enggak terlalu banyak kusen-kusan lagi sih. Oke, terus untuk yang si kanope ini waktu itu ini bisa selebar ini lu pakai materialnya apa ini? Ee untuk kanopi karena yang tinggal di sini ada ya futur-ya tiga keluarga gitu kan. Heeh. Jadi kita minimal tiga mobil tuh. Minimal tiga mobil dah tuh gitu. Jadi ya waktu itu struktur yang kuat seperti apa ya akhirnya kita pakai Habim terus habis itu kita bungkus lagi pakai si channel gitu. Boleh sekalian masuk enggak nih? Ada bagian yang e lucu nih. Jadi ada kayaknya ini ada batang tanaman yang existing ya nih kalau enggak salah ya. Terus habis itu untuk dipertahanin. Jadi akhirnya si kanopi inilah yang beradaptasi sama si pohonnya ya. Okey. Ini tadi yang cat kamprot tadi ya. Dan ini nanti yang dibilang sesuai konsepnya tu frameless ya. Berarti ini gayanya agak sedikit dia emang gayanya modern gitu ya. Nah, ini kalau kelihatan nih di sini nih plinnya sendiri pun juga udah pakai. Ini pakai apa nih? Gua pakai aluminium L. Semua material dinding, lantai dan plafon itu gua pakaiin shadow line. Oh. Karena karena ini kan beda material ya. Kalau mau ditemuin pasti akan ada yang ngalah di sih gitu. Jadi kalau ke atas gua juga pakai shadoline karena ya si plafonnya biar enggak kena juga gitu. Heeh. Heeh. Jadi ee jadi juga efek modernnya juga dapat sih karena semuanya jadi e det gitu loh. Iya. Iya. Ini kayak melayang ya jadinya ya. Keren. Kayak di rumah-rumah luar negeri malah. Nah, ini juga apa namanya? Ini pintu utamanya langsung ini ngikutin posisi lama sebenarnya kita pakai kayu marbau. Oke. He. Kita pakai kayu marbau solid. Terus habis itu di depannya ternyata dalam perjalanannya suka tampias nih kalau hujan gitu. Padahal kita kemarin spare di sini udah ada 1,2 kan. Heeh. He. Tapi ternyata suka air masuk. Jadi kita bikin ada roll blind lagi. Kalau misalnya sewaktu-waktu hujannya besar itu bisa ditutup tinggal ditarik doang gitu ya. Ini pakai apa nih F? Lebih private. Ini roll blind-nya ee Ona kita sih yang apa namanya? Yang blackout. Dia lumayan tahan lama ya si Ona ini ya. Lumayan. Lumayan banget sih. Oke. Dan di sini ada teras tapi ada cegokan masuk ke dalam tuh. Itu apaan tuh F? Iya. Jadi karena di sini kan enggak ada terasnya tuh nyambung ya. Karena kebetulan sudah warga lama jadi udah pada tahu. Jadi biasanya itu kalau misalnya saat pam tamu datang tuh langsung duduk di sini. Kalau misalnya sana tuh K servis biasanya. Bokap lu dulu sempat jadi Pak RT enggak sih? Biasanya punya ter aktif di masjid. Aktif di masjid. Jadi memang kadang-kadang sering suka ngumpul-ngumpul. Makanya kalau dilihat entar ke dalam juga banyak ruang-ruang yang sebenarnya tujuannya buat ngumpul sih karena keluarganya suka ngumpul, suka datang gitu. Oke. I ya ya oke. Gua penasaran boleh enggak? Yuk, kita masuk ke dalam, yuk. Nah, ini nih penataannya nih sebenarnya kocak nih. Ini gimana nih ceritanya bisa diagonal begini nih? Ee karena kayaknya yang tinggal di sini kan lebih ee sering nyokap ya, Ibu gitu. Terus habis itu kayaknya dia juga bosan kalau misalnya lurus-lurusan lurus-lurus. Karena sebenarnya secara layout planningnya adalah ee sofa di kanan dan kiri gitu kan atau sofa di ujung sana ngeL gitu kan. Iya. kayaknya tuh sudah dari udah beberapa tahun setiap tahun kayaknya harus gitu aja terus ya kayaknya harus beda angle nih ya. Oke. Dan soalnya ini kocak juga tapi masih bisa ngobrol juga kan karena sebenarnya layout-nya ya harusnya sih hadap-hadapan karena semuanya udah kita planning plafonnya seperti itu. Terus di sebelah sini ada apa ni? Ini ada powder room. Oh my powder room. Jadi, powder room untuk tamu enggak perlu masuk ke area ee ruang keluarga yang ngeblong ini. Oke, berarti di sini ada ruang ee untuk makannya, habis itu di sini buat ruang ngumpul-ngumpulnya. Ya, betul. Oke. Biasanya yang dekat-dekat sama ruang makan pasti sebelahannya lagi sama dapur. Yo. Dan di sini ada uh jadi karena daily life-nya yang dibutuhin biasanya kulkas, dispenser, terus habis itu tempat obat gitu-gitu kan. Jadi ya kita taruh di satu ini belakang ada kabinet yang sebagai pembatas sama dapur juga. Jadi kalau ngelihat dari sini sebenarnya nih ruangannya lebih simpel. Terus habis itu ini juga kita bisa tutup ya. Heeh. Jadi dari sini kalau misalnya lagi ada tamu ee semuanya ya langsung ngeblong aja sih. Ruangan keluarganya tetap bisa aktif gitu. Oh jadi kayak kalau misalnya mau dibikin lebih private lagi ini tinggal ditutup aja ya sama pintu geser. Dan di sini ada area apa nih? Ini ruang kerja. Heeh. Ruang kerja itu tadi akses dari samping. Service. Servis. Jadi langsung dari sini. Oh, yang tadi ya? Betul nih yang tadi nih. Ni yang di samping tadi. Ternyata di situ tempat isinya para Aqua dan para-para kompresor. Jadi di sini ya kadang-kadang ee ruang buat ngumpul. Nah, ini void-nya juga void dari assisting. Kita pertahanin dari rumah yang sebelah gitu kan. Jadi se tujuannya juga jadi pembatas antara rumah kanan dan rumah kiri sih sebenarnya. Oke. Batasan yang ee lahannya itu berarti ada kurang lebih ada di sini. Di sini ya berarti ya. Kurang lebih ada di sini. Oke. Jadi void dari sini ke sana tuh udah kurang void tidak membatas sebenarnya. Terus habis itu karena apa namanya? Sering kumpul buat keluarga jadi kita bikinnya semuanya adalah pintu geser dari ee YKK ini. Ee kenapa pakai YKK? Karena penginnya yang bisa ada kawatnya waktu itu agak agak jarang kan tahun itu. Iya. Iya benar nih. Ini nih biasanya selalu jadi kayak bikin bukaan besar pasti pertanyaannya pengin Iya betul. Serangga. Nah ini ya kebetulan orang tua cukup bersih gitu ya. Clean freak gitu ya. Oke. Apik ya. Jadi selalu disedot ya. Jadi dia jadi dia selalu pengin enggak mau ada nyamuklah, enggak mau ada apalah gitu. Nah, ini biasanya memang kalau ini cuman satu sisi. Oke. Gitu yang bisa kebukanya. Mari kolam berenang. Oh, masih bisa berenang pada saat hujan ya. Oke, konsepnya begitu. Berenang anytime anywhere. Jadi karena habis berenang biar enggak langsung apa namanya basah-basahan banget ini. Kita kan di bawah tetap perlu kamar mandi nih sebenarnya. Kamar kamar mandi buat tamu gitu ya. Nah, tapi kita aksesnya bisa dipakai sama dia tapi bisa dipakai juga sama orang yang habis berenang. Iya. Multifungsi lah ya. He. Jadi bisa langsung jadi becek-becekannya kalaupun sampai harus becek hanya di bagian sini. Oke, kelihatan nih zoning rumahnya nih. Dan ini enak banget ya. Ini wastaffel tapi langsung ngelihatnya ke iya kolam renang gitu gitu. Oke. H. Dan di decking ke kolam renang ini juga dikasih ruang buat duduk-duduk ya keluarga ya. Kelihatannya emang suka ngumpul ya. Betul ya. Keluarga dari orang tua cukup banyak ya dari kedua belah pihak. Jadi kadang-kadang suka datang ke sini untuk kumpul. Makanya ee ruang-ruang kumpulnya tuh banyak. ada di mana-mana. Iya. Seatingnya pun juga yang ngambilnya yang banyak-banyak juga ya. Ada berapa orang gitu. Nah, kalau di sini berarti bisa diakses langsung ke dapur ya. Jadi sambil Iya. makan tinggal ngambil gitu ya. Jadi dulu sebenarnya pas bikin kolam renang tuh punya ekspektasinya gimana kalau misalnya mau makan gitu ya, minta buatin sesuatu gitu, itu enggak perlu jauh-jauh terus habis itu langsung nyambung karena kan makanan tuh ngindomin penting banget gitu kan gitu. Jadi batnya dari berenang makan mau bikinin apa langsung ada di sini habis masuk lagi gitu aja meja makannya ada di dalam dan di luar gitu. Iya. Jadi si mbak semuanya kamar-kamarnya ada di atas semua ya. Iya betul. Jadi di apa namanya di bagian bawah tuh emang hampir 80% mungkin hampir 90% tuh untuk ruang publik sama kamar doang sama dapur gitu. Jadi untuk area servisnya pembantu semuanya adanya di atas. Oke. Tapi dia benar-benar tangganya pun tersembunyi ya. Kalau misalkan gua enggak samperin tadi enggak kelihatan loh. Iya. Heeh. Ya sengaja emang pengin sesatu yang ngumpet dan posisinya ini posisinya tangga servisnya rumah lama. Oh gitu. Jadi gua e apa merencanakan rumah ini sebenarnya semua akses masuk service yang kebiasaan habit dulunya itu tetap gua pertahanin secara posisinya. I. Jadi pas orang baru pindah masuk pun juga enggak ngerasa award lagi ya. Heeh. Ya, ya, ya, ya. Terus gua pengin lihat dong daerah situ tuh suka banget deh. Itu ada buku-buku kan aku anak library nih. Dulu waktu SMP seksi library main ini library ini biasanya kalau dibikin library pasti ada yang ee punya hobinya emang baca berat nih. Ini siapa nih? Ya, jadi ini ee karena bokap gua tuh hobinya baca. Jadi pas kita jadi pas kita merencanakan ini gua memposisikannya adalah biasanya kan merencanakannya kelihatan pas kita akses naik. Jadi, ibaratnya setiap kita naik nih di ruang transisi ini, library ini selalu kelihatan dan selalu di mengundang, mengundang untuk halo dibaca dong biar pintar gitu kan ya. Ya, ya, ya, ya, ya. Oke. Pantesan di sini ada tempat duduk yang agak tersembunyi ya, agak secluded ya. Jadi kalau misalnya pas lagi baca enggak apa orang bisa konsen, enggak keganggu gitu ya. Nah, ini juga ada cahaya-cahaya tadi kalau dari di depan kan ada kayak sobekan-sobekan kecil. Jadi biar e si karena area sini kalau misalnya terlalu masif jadi agak gelap, kita ada tetap ada masukin cahaya-cahaya naturalnya sih. Eh, boleh dong naik atas dong. Oke. Oke. Oh, ini ini kolom asli ya nih ya. Ini kolom assisting juga. Terus kita tambahin makanya jadi besar. Hmm. Gitu. Jadi kalau jadi semua nih kalau dilihat itu semua dinding-dinding kolom-kolomnya itu kolom-kolom assisting. Hm. Jadi kalau kan tuh di jendelanya itu di antara pintu ada kolam-kolom tiangnya. Heeh. Heeh. Makanya pembagian pintunya itu juga berbeda-beda karena ngikutin struktur lamanya tetap dipertahanin ya. Jadi sebenarnya itu buat bisa mengefisienkan biaya bangun juga dong. Betul. Betul banget gitu. Oke. By the way nih ee yang desain berarti kan kantor arsitek lu ya. Ceritain dong kantor arsitek l Instagramnya apa gitu ya. Kantor arsitek apa namanya? Saya saya arsitek namanya. Saya tulisannya gimana? S I. S A I A. Oke. Di kita di Karawachi studionya. Oh, Karawaci. Jadi banyak megang proyek di mana aja nih, F? Justru malah lebih banyak megang proyek di Tangerang Selatan sama Jakarta Selatan ya, dibandingin Tangerang sendiri. Oh, oke. Oke. Nah, ini pas habis naik sengaja langsung ketemu sama pintu kamar utama. Heeh. Karena biar lebih dekat langsung ke sini. Terus habis itu ini langsung ada kayak jembatan. Jembatan ini memang direncanakan untuk sebagai pemisah sih antara ee kamar orang tua sama ee apa namanya? Kamar anak-anaknya yang tinggal karena kan nanti berkeluarga ya gitu. Pemisah bang ee kamarnya ya gua pikir bisa bangunan gitu. Jadi secara secara hubungan ruangnya seperti kenapa enggak ngeblong aja gitu kan, perlu ada jembatan dulu biar tahu kalau misalnya ini memang sudah ee fungsi yang berbeda. Makanya di sini lebih clean yang di sini udah banyakan anak-anak nih gitu diskriminasi. Terus habis itu kita buka di sininya cahaya semua sih. Jadi karena hadapnya ke utara dan belakangnya itu selatan ee kita mencoba ee Heeh. cahayanya biar masuk semua sih. Ini ada satu area yang belum kita samperin nih, yaitu ee taman yang di depan itu ya, yang tadi kalau dilihat dari drone tuh ada rumputnya keluar itu. Oke, di sini tuh berarti balkon untuk si kamar utama sih sebenarnya. Kamar utama. He. Oke. Karena kan dulu kalau misalnya kayak teras gitu masing-masing kamar punya. He. Tapi karena terasnya di depan itu jadi kayak jarang di akses kan. Nah, kita taruhnya ketika naik tangga langsung orang bisa ke sini untuk maintenance. Kalau dari kamar utama juga bisa langsung ke sini. Oh, ya. Ini ya pintunya ya berarti ya. Oke, berarti pintu-pintu di sini pun juga semuanya konsepnya sama kayak si pintu depan ya. Konsepnya cuman kusennya di kanan kiri to gitu ya. Habis itu e engselnya juga pakai pivot. Pivot yang ditanam ke ini ya, ke lantai sama ke plafon ya. Oke. Hmm. Ya. Ya. Ya. Terus ini dikasih ee kayu apaagi nih? F. Gua gua ngerti nih kalau ini kayu nih gua agak pintar dikit nih tumben nih gua tahu nih ini kan kaca tempered nih ya terus habis itu dikasih ini biar enggak goyang ya sedap jadi teman-teman Alvi ini dulu IPK-nya tinggi menomaan men gua dibawa di jadi gua ada pengin pamernya juga kalau gua masih pintar gitu oke ini pakai kayu apa sih Vi by the way ini kita pakai kayu bengkiraay terus habis itu kita coating lagap iya ya Ee kayaknya ini masih ini agak long lasting ya looknya ya. Hmm. Awet awet awet. Nah, kalau di sini nih berarti ruang kumpul anak-anak lah ya bisa dibilang ya. Ini siapa ya? Ini kucing yang punya adik gua di sini. Jadi mereka di sini emang hobi banget sama kucing gitu kan. Terus habis itu di ruangan ini ya karena apa ya banyak akan bertumbuh. Ada anaknya lagi, ada cucunya dari orang tua gitu kan. Heeh. Nah, jadi ee apa namanya? Ada play areanya lah. Gua prepare di sini. Terus habis itu nyambung sama area outdoornya. Oh, gitu. Oh, ini yang di bawahnya tadi kolam renang ya berarti ya? Iya, betul. Ini kayak bikin jembatan lagi. Ah, seru sih nih. Sirkulasi udaranya juga enak banget sebenarnya. Oh, iya benar. Anginnya langsung jalan banget ya. Selanjutnya VI ini kita ee ini ada satu ruangan nih. Gua penasaran nih. Soalnya dari tadi udah kelihatan kayak ada ngeping-ngepingnya gitu. Apaan sih tuh? Iya. Karena yang tinggal di sini ada anak cewek sama anak cowok. Terus habis itu masing-masing punya warnanya sendiri gitu kan. Terus habis itu ya requirement-nya gua coba apa namanya? Sambil lihat dong. Oke. Oke. Sambil lihat kita. Wah b nih. Banyak ini nih. Makanya waktu itu kita bikinnya ada rak-rakan lagi. Ah di sini jadi kalau masuk tuh ada rak-rakan. Lucu ya. Kayak sebenarnya ini kayak partisi tapi pengin tetap situs supaya kelihatannya besar ya. Heeh. Oke. Jadi ini ditinggalin sama berapa orang nih kapasitasnya nih? Nah, ini sekarang ee adik gue sudah berkeluarga punya satu anak sama suaminya. Jadi, ya ini tempat kamarnya dia. Terus habis itu ini wardrop-nya sama kamar mandinya. Oke, gitu. Jadi ini kita ada di satu ruangan seukuran berapa nih kira-kira? Mungkin sekitar 3,5 ya. 3,* 6 ya. Oh, ini empat. Heeh. Ini empat. Terus habis itu panjangnya kalau total itu berarti sekitar 4 * 7,5 lah ya. Heeh. Itu sampai 7, itu sampai kamar mandi. Kalau sampai kamar mandi kayaknya nambah ya jadi 8 set, gitu. Oke. Dan ini wardrop-nya sih sebenarnya cukup banget ya. He. Jadi buat Bapak, Ibu. Iya. Habis itu masuk langsung kamar mandi. Kamar mandi. Oke, sekarang kita lanjut ke kamar yang ada cowok ini. Ayo silakan masuk. Nah, kalau yang kamar cowok ee nuansanya lebih gelap, semua furniturnya lebih warna hitam. Nih gua lihat di sini nih adik lu nih banyak barang-barang anak desain nih. Apakah dia anak desain? Iya, betul, dia desain produk. Oh, anak desain produk ya? Iya, soalnya sampai dikasih ada begini-beginiannya nih lampunya. Terus habis itu ada ini juga nih. Apa sih itu? Ring light. Ring light. Terus habis itu ada kamera juga. Oke. Dan di sini kayaknya sebelumnya ini adalah TV ya. Iya, betul. Oke. TV-nya udah enggak ada tapi PS-nya masih ada. Ini konsep yang menarik. Terus habis itu di sini ada area juga langsung ke jendela di depan ya berarti ya? Iya, betul. Ini langsung keluar. Hmm. Oh, ini buat jendela di depannya dengan yang melayang tadi ya. Melayang tadi. Iya, betul. Tetap dikasih si kasa nyamuk ini juga. Jadi kalau pas dibuka tetap enggak ada nyamuk gitu. Terus ee selain kamar, kamar tidur ini juga nyambung ke kamar mandi. Jadi ini langsung wardropnya direncanain ee sebagai pembatas juga sih sebagai jadi langsung kamar mandi tuh langsung ke lemari gitu. Oke. Dan ini kamar mandinya dikasihnya yang yang wallhang. Sebenarnya historyya tuh mereka tuh sering liburan nginep misalnya karena dulu rumahnya kan cukup ee apa namanya? Jadul lah ya. Heeh. Jadi sering banget tuh nginp ke hotel. Sering nginp hotel ke Jakarta lah ke Bogor gitu kan. Terus habis itu ya pengin punya rumah kalau bisa nginp-nginapnya tuh berkurang kan. Oh iya betul. Jadi feel-nya tuh makanya kayak pemilihan toilet semuanya kita rencanain semuanya yang kayak e hospitality-nya lebih nyaman lah. Nah untuk sirkulasi udaranya juga ee kita sengaja tetap buat yang natural terus habis itu sobekan aja. Kan kalau dulu kan ee apa boven kamar mandi kan di atas ya. Iya. memanjang gitu kan sekarang dibikin jadi vertikal ya. Vertikal tapi tetap sistem boven juga zigzag gitu. Heeh. Begini ya. Gu. Heeh. Ya udah kalau kayak gitu terima kasih teman-teman sudah nonton episode kita kali ini. Jangan lupa klik like, follow subscribe Instagram dan TikTok kita juga @arsitekturindonesia. Ciao
