Jungkat

(RUMAH UNIK) Rumah Compact Bisa Hasilin Cuan, Asal Tau Cara Dekornya! (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Nah, di sini kita ada ruang ruang apa nih? Ruang tamu yang walaupun enggak pernah punya ada tamu tapi ya lumayan ya buat jadi lumayan ee buat bikin konten-konten gitu ya. Tapi lucunya nih teman-teman untuk di bagian cordennya dibikin biasanya kan naik ke atas ya ke atas plafon ya drop ceilingnya. Tapi kalau ini dibikin kotakan sendiri nih. Selain content creator aku tuh juga sewain rumah ini buat ee kayak disewain buat syuting. Oh gitu. Cuman sekarang masih kita renak dikit-dikit. Dan nanti kalau misalnya ada yang minat bolehlah nanti. Oke. Halo, ketemu lagi sama Belinda, teman arsitek kamu di arsitektur Indonesia. Hai teman-teman, kali ini kita lagi ada di daerah Depok, Jawa Barat yang rumahnya cukup menarik. Tapi enggak cuman rumahnya doang yang menarik, tapi pemiliknya juga sangat menarik. punya cerita-cerita yang sangat inspiring. Jadi, kebetulan nih yang punya rumah ini adalah dua orang yang merantau ke Jakarta dan berhasil sampai ada di sini dan punya bisnis-bisnis lainnya. Nah, penasaran kayak apa? Yuk, kita lihat ownernya seperti apa. Halo, nama aku Tias. Aku seorang content creator dan pemilik rumah ini. Selamat datang di rumahku, rumah De Mahendra. Semoga rumahku menginspirasi ya. Nah, ini dia yang punya rumah namanya Mbak Tias. Mbak Tias ceritain dong ini tanahnya berapa, bangunannya berapa, dan konsepnya apa. Oke, ini tanahnya itu 72 m², bangunannya kurang lebih 120. Konsepnya mau dari industrial. Oke. Tapi kalau misalkan ini lebarnya berapa? Enam ya? Lebarnya en ke belakang panjangnya 12. Oke. 12. Ini konsepnya tadi apa? Modern industrial. Iya. Hmm. itu pengin sendiri atau arsiteknya kah yang memberi isarannya begitu. Jadi kita tuh kan sebelum pakai jasa arsitek itu kita punya beberapa referensi gitu. Heeh. Nah, terus digambarin jadi ini tuh konsepnya seperti ini gitu. Oke, gitu. Terus terus terus waktu Mbak Tias bisa jelasin enggak kalau misal dari atas tuh pakai atapnya apa sih? Oke, kalau dari atas itu atapnya kita pakai Buman. Oke. Kebetulan itu juga pilihan dari arsiteknya sih. Heeh. I lumayan ya. Karena Heeh. Harganya sih sebenarnya lumayan sih, Kak. Tapi emang ya worth it dengan kualitasnya ya. Enggak ada air terjun. Enggak enggak ada air terjun atau rembesan-embesan? Enggak ada. Udah enggak ada. Oke oke oke. Terus habis itu untuk tampaknya ini banyak cuman main chat-chat aja ya sama permainan taman. Iya. Jadi itu ee enggak terlalu banyak apa ya aksen kayak minimalis gitu sih emang. Cuman di sini dibikin ada kayak planter box gitu kan. Oh iya iya. Memanjang ya. Heeh. Jadi ini tuh beneran kita tanam di tanah ini di atas ini nih. Ini tanah langsung ditanam di sini dan ini udah dibikin pipa pembuangannya sama sebelah situ ya berarti ya? Iya betul. Jadi kayak ibaratnya itu kayak apa ya? Talang ya? Talangnya talang. Jadi talangnya itu langsung ke tanaman ini langsung ada di sisanya baru dibuang ke bawah. nih kamu kah yang? Iya. Ini tuh kebetulan project aku sendiri karena aku tuh penginnya lebih rapi aja di depan tapi aku enggak mau tanaman tuh yang terlalu tinggi karena kan maintenance-nya lumayan ya kan gitu. Jadi aku maunya yang low maintenance aja yang tanamannya itu gampang disiram-siram aja udah hidup gitu. Nah di sini tuh ada tanaman apa aja nih Mbak? Ini aku tahu nih. Ekor tupai. Iya. Kalau ini apa ya? Aku t apa ekor sih sebenarnya. Ekor tupai. Ekor tupai. Terus ini tuh apa ya? Kayak kayak aduh kayak melatih mini apa sih? Kayak roseliat apa gitu aku lupa deh namanya. Tapi gua tahu yang ini lid. Iya. Udah itu paling gampang banget dari rawas. Kenapa ke ingat? Karena itu tajam seperti beneran lidah tajam dia. Iya. Terus kasih batu-batu aja gini aksen. Jadi gampang gitu. Dan kalau untuk pagarnya sendiri ini kokoh sekali ya. ini ee ya ini tuh pagarnya pagar lipat ya, Kak. Boleh aku lipat? Boleh, boleh, boleh, boleh. Malahan aku mau izin dong. Boleh enggak bantuin ngelipetin? Jadi gini. Nah. Nah, ini tuh jadi pagar lipat ini. Ini tingginya 2 m. Oh, tingginya 2 m. Nah, ini tuh biar kuat ini tuh kita tanam di sini bawah sampai ke kita tanam besinya ke bawah biar benar-benar kuat, biar enggak gitu kan. Engak goyang sih tadi siang. Iya. Emang kita suka pakai aksen ini. Ngikutin aja sama tema rumah juga. Kebetulan kayak rilingnya juga aksennya kayak gini. Iya. Perforated yang bulet-bulet gede ya. Oh menarik menarik. Soalnya biasanya enggak pernah ada yang segede ini nih. Ini satu ini masuk nih. Biasanya kan kecil-kecil yang ini gede nih. Iya benar. Ini kan bersihinnya lumayan gampang ya. Pokoknya aku tuh dulu waktu bikin aku bilang sama detek-nya aku maunya low maintenance. Iya. Betul. Jadi pokoknya ribet banget, tapi tetap kelihatan bagus soalnya ya maklumah kita kan ibu-ibu benar sibuk kan yang semudah mungkin ya para arsitek kalau ngedesain rumah ya karena kita ibu-ibu ini penginnya juga yang loman semua biar waktunya bisa habis buat ngerawat suami dan anak. Amin. Ya benar ini mulut gua baik banget ya hari ini ya. Oke, Mbak. Dan di sini lucunya nih, di sini untuk ada carpotnya bisa buat mungkin satu motor ini. Satu mobil, dua motor, dua sepeda anak-anak juga masuk. Oke. Dan ini di sini sini deh ada skyl-nya dari ini kayaknya solar flat Betul, solar flat. Oh, jadi aksen yang menarik nih. Dan dia langsung megang ke talang yang si tanaman tanamannya. Iya, benar. Jadi bisa dibilang ini sebenarnya kayak ketutup tapi sebenarnya enggak ketutup Iya, benar. Jadi kalau dari luar tuh kelihatan ketutup, tapi sebenarnya enggak terlalu tertutup. Jadi kayak cahaya juga masih masuk. Iya ya. Terang ya. Dan ini lampunya enggak nyalain loh. Ni enggak enggak nyala lampu. Heeh. Oke. Oke. Dan masuk ke sini ada terasnya buat ngumpul-ngumpul. Tapi sebelum itu apakah itu? Ini anu tas sepatu yang ibaratnya itu ya segala sepatu-sepatu yang ini masuk sini yang sering dipakai. Ah, oke. Oke. Terus habis itu di sini me seru sekali ya di bagian teras ini. Kenapa minta gede nih Bu? Biasa e Mbak karena kan biasanya teras itu paling jarang ya. Orang sekarang sudah jarang banget di sini tapi dikasih terasnya gede. Apakah emang tukang ngumpul-ngumpul atau bagaimana? Ee biasanya kalau sore kadang kan suka ngelihatin tanaman nih. Kalau sore sama habis siram-siram tanaman duduk-duduk bentar lah dilihatin. Oh suka bengong ya? Heeh. Bengong-bengong sambil ngelamun lah. Nah, makanya perlu dikasih jeda agak banyak nih ya kalau biar enggak terlalu dekat banget gitu ya. Iya, benar. Terus kebetulan kan ini rumahnya kan lokasinya tuh tanjakan ya. Oh, iya benar ya, Tanj. He. Jadi, makanya di sini ada tab tangga kan yang kita bikin kayak gini supaya kesannya itu luas dan tetap apa ya? Tetap clean gitu, tetap bagus. Kalau misalnya tangganya terlalu ke sini kan carportnya juga jadi kecil. Iya. Oh, oke oke oke. Menarik banget. Tapi aku penasaran pengin masuk dalam rumah ya. Boleh Kak? Boleh. Yuk masuk ke dalam rumah. Eh Mbak ini kan kalau misalnya di sini kan di Talang-talang ini kan agak susah ya kalau misal mau nyiram. Terus gimana caranya kalau pasir? Nah kalau nyiramnya itu udah ada kerannya di sini Kak. Nih sembunyi di sini dia. Jadi ini ada pipa. Pipanya ini tuh langsung ke tembok ini. Nah langsung tuh ke sini Kak. Oke, dia naik ke atas gitu ya. Yes, betul. Jadi kita enggak usah tuh susah-susah pakai kayak apa selang kayak gini. Iya. I ya. Kalau misal pakai selang kan airnya muncak-muncat mana kan. Nah, tinggal diputar aja terus dia nanti keluar nanti kita matiin kalau udah selesai. Heeh. I ya i aku mau masuk dong, Mbak, ke rumahnya. Yuk, silakan. Ini apa nih? Fabrika ini. Oh, ini ya? Iya. Ini pintu kawat nyamuk ya? Awat nyamuk? Oh, heeh. Jadi dia dilipat gini, Kak. Sor ya, aku cukup. Nah. Oh. Nah. Oh iya. Angin kalau benar kadang-kadang kan kita kalau siang siang itu masa tutup pintu terus kan enggak enak ya. Jadi penginnya itu terbuka tapi udara tetap masuk tapi jangan sampai hewan-hewan itu masuk. Oh iya iya iya. Benar benar benar. Karena once hewan masuk kita semua terak. Nah di sini kita ada ruang ruang apa nih? ruang tamu yang walaupun enggak pernah punya ada tamu tapi ya lumayan ya buat jadi ee buat bikin konten-konten gitu ya. Benar. Terus apalagi kalau ibu-ibu kadang suka ngopi-ngopi kan enak nih ya gitu Kak. Dan warnanya juga warna-warna yang agak-agak modern tapi ya benar kayak rumahnya sih tadi ya. Industrial modern Iya modern industrial. Yang ini warnanya gelap-gelap gini. Ini siapa yang punya ide? Apakah si bapak atau Ibu? Enggak sih, aku kebetulan. Jadi kalau suami itu yang penting bangunannya aja, desainnya udah terserah. Oke, udah udah terserah istri ya. Tapi tadi aku kan cerita ya ke teman-teman semua kalau ee Mbak Tias ini mulainya itu adalah sebagai perantauan. Eh, benar banget. Jadi ceritanya itu gimana tuh, Mbak? Jadi ceritanya itu ini long story ya. Heeh. Mulanya itu aku pindah ke sini 2012 itu rumah ini dibeli 13 tahun lalu. 2013 aku pindah ke sini. Jadi sebelum aku pindah nih, rumah ini sudah dibeli sama suami. Karena aku yang minta. Oke. Permintaan ee pas merit itu apa tuh? Berarti jadi pas merit kebetulan ini kan suami memang dari kuliah jauh. Oke. Nah, kebetulan dia mau setelah merit mau dibawa yang ke sini. Oh, kamu sekalian dibawa. Iya. Tapi aku minta dulu ada rumah walaupun kecil aku enggak masalah yang penting rumah sendiri. Bukan bukannya ini ya, Kak. Bukannya matre. Maksudnya aku sih realistis aja karena kan kondisinya kita tuh jauh dari orang tua. Kalau misalnya kita misalnya ngontrak dan itu enggak tahu ngontraknya di mana dan misal nih pada waktu itu emang juga suami kan kebetulan ya gajinya waktu itu enggak kayak sekarang ya jadinya juga first starter pastinya semuanya berdarah-darah ya benar-benar ya terseok-seok di awal ya tapi memang memang semua harus ada yang dikorbankan lah ibaratnya ya oke deh alhamdulillah dapat rezeki pas jodohnya Dapat rumah ini kita bel tapi keadaan masih satu lantai. Iya. Dan ini rumahnya kita beli second. Oke. Beli second satu lantai. Berarti enggak kayak rumah developer sekarang yang baru yang enggak dong kondisinya ya harus tetap ada perbaikan lah ya. Pasti pasti. Heeh. Oke. Terus habis itu bertahan berapa lama itu dengan rumah dengan rumah yang kayak gitu? itu pas 2000 2022 kita baru renovar-benar dari awal mulai dari nol dibongkar total bikin pondasi baru itu 2022 apa yang membuat jadi berpikir oh sekarang gua harus bikin dua lantai nih karena sebenarnya sebelum 2022 itu, Kak rumah ini itu udah banyak bocornya. Oke, terutama di bagian kamar gitu kan. Dua kamar tapi yang dipakai cuman satu karena satunya benar-benar bocor kayak air terjun gitu. Oke. Jadi kayak perbaikannya butuh major ya, enggak minor lagi ya. Yes. Enggak, enggak minor lagi. Dan itu kayaknya kalau kita kayak renov dikit-dikit juga dihitung-hitung sama dan Heeh. Malahan lebih mahal kan mala. Yes, benar. Terus kalau kita pas itu kebetulan waktu itu udah ada anak kedua. Nah, anaknya kan laki-laki perempuan, otomatis kita butuh lebih ruangan, kamar yang lebih harus dibedakan ya. Iya, kayaknya kan benar-benar enggak mungkin. Ya udah deh, akhirnya kita sambil nabung, alhamdulillah ada rezeki 2022 itu kita renom. Nah, ini kan tadi udah ruang tamunya yang enggak ada tamunya ya. I walaupun enggak punya tamu ya, Kak. tetap aja kita bikin. Oke. Terus di sebelah sini ini ada ruang keluarganya yang bikin dari tadi. Ini kaligrafinya bagus deh. Beli di mana sih? Iya ini beli ada ada. Oh ada kalau ini ada Instagram. Iya di Instagram. Nanti aku promosi kali i ya teman-teman jangan lupa follow Instagram-nya karena ini bagus loh nih. Banyak yang nyariin banyak juga yang suka. Bagus emang sih Kak. Oke. Di bagian sini juga dikasih wall panel yang sederhana aja ya. Iya sederhana aja. permainan kayu dan solid gelap dan dibikin melayang supaya supaya bersihinnya gampang gampang. Oke, sudah bisa ditebak. Tapi di sini siapakah ini yang suka main kopi? Suami saya. Oh, gitu. Ini tuh sebenarnya, Kak, kebetulan ini bikin setelah rumah ini jadi ya. Jadi, ini tuh enggak ada di gambar enggak ada gitu. Oh, editional lah ya. I bikin karena suami itu kan suka ngopi ya maksudku ya kita bikin aja di rumah biar lebih hemat. Nah, ini ada barang-barang semua peralatan apa nih? Kalau ini ini tuh, Kak, ini tuh alat bikin kompos, Kak, sebenarnya. Oh, ini buat bikin pupuk ya? Heh, benar. Jadi kayak kalau kita sisa-sisa makanan terus kupas buah itu kulitnya aku masukin sini. jadiin kompos deh langsung bisa buat tanaman. Oh, gitu. Walaupun ini juga lemarinya suami, tetap ada barangnya istri. Terus di sini ini ada lemari apa nih, Mbak? Ini tuh ee lemari isinya tuh kayak barang-barang simpan makanan terus dispenser. Aku tutup biar lebih rapi. Oh, ya. Ya, ya, ya. Dan di sini wall panelnya dikasihnya juga lucu nih, Teman-teman. Ini bukan, ini kayaknya GBSOM ya. HMR. Oh, pakai HMR ya. Ah. Uh, pantesan dia lurus ya. Oke. Dan ini cat sendiri itu ya di chat. Cat chatnya dari memang beli udah bisa pilih warna. Oh. Oh, gitu. Oke. Dan di sini adalah daerah kekuatan nih. Daerah kekuasaan si istri ini di sini. Ini apa sih nih? Ini kok ada aja deh. Ini apa ini? Suami aku, Kak, ada aja. Emang kadang bapak-bapak tuh kadang suka beli apa gitu gitu. Terus habis itu kita istri suruh bingung buat taruhnya di mana, gitu. Ya udahlah simpan sini. Jadi ini alat untuk olahraga. Oke. Jadi kalau misalnya istri lagi enggak ada di sini jadi area buat nge-gym si bapaknya gitu ya. Gitulah. Semaksimal mungkin walaupun ruangannya kecil. Iya Bapak. Ya ampun Pak. Terus di bagian sini nih ada lemari nih di bagian. Iya. Ini tuh kayak buat stok-stok makanan ya kan, Kak? Kayak tepung apa-apa gitu. Aku masukin sini ada raknya. Terus gudang kecil gimana gudang? Karena kita enggak punya gudang kan. Tapi bingung kan kalau misalnya ada yang enggak kepakai ya nikin di sini. Tutup pakai pintu biar lebih rapi sini. Nah, tapi ini lucu banget loh mbak untuk kitchennya menurut aku manis sekali. Ini pakai marmer. Apa sih ini? Kara ya? Iya, marmer karanya juga cantik. Terus back splash-nya pun juga pakai keramik nih. Ini bukan mozangat. Prekat. Prekat ya. Ah. Terus di bagian bawahnya jang enggak lupa juga untuk daerah-daerah yang butuh ee enggak boleh lembab dikasih lubang anginnya. Kamu attenstion sekali. Apakah ini desain kamu atau dari arsiteknya? Enggak. Ini enggak dari arsiteknya. Ini apa namanya? Ee kamu sendiri kah? Jadi ini kan e ada vendor kitchen setan aku aku punya ini nih aku iniin ini ini ini. Nah, tapi kalau ada yang enggak cocok aku ganti-ganti. Aku maunya ini di sini gitu berarti kolaborasi ya. Oke. Dan lucu banget di sini buat ee sakarnya juga dikasih yang bisa tambah-tambah. Iya. Iya. Awalnya bukan ini sih, Kak. Ini aku baru ganti pas apa namanya ininya aku renov karena sebelumnya bukan ini sebelumnya itu kaca kayak kotak-kotak gitu loh Kak yang bevel. Nah itu enggak tahu kenapa ya kok cepat pecah sih aku ngerasanya. Akhirnya aku ganti aku sekalian ganti ini karena aku pengen ini tuh sesuai sama kebutuhan kan kalau ini. Oh dan microwave-nya ada di sini ya? Iya. Microwave-nya nih. Jadi, Teman-teman, untuk microwave-nya ada di sini. Tapi untuk rice cooker dan segala perminuman ada di sebelah sana nih. Jadi kebagi nih antara makanan sama minuman. Oke. Menarik-menarik. Terus oh ya di bagian sebelah sana tuh ada apa, Ibu? Kita dari tadi yang open space-nya mulu Open space-nya ya. Ini sebelah sini yang ini kamar. Kamar apa? Ini kamar kamar tamu. Jadi kalau misalnya orang tua lagi main ke sini, habis itu orang tua enggak mau pulang. Segini kamar tamunya. Ini ukurannya cuman 3* 3 sih, Kak, sebenarnya. Oh, tapi cukup ya ini keen size ya berarti ya? Iya, queen size. Tapi lucunya nih, Teman-teman, untuk di naik ke atas ya, ke atas plafon ya, drop Iya, dibikin beda. Heeh. Habis itu dikasih lampu ya. Jadi kelihatan tuh ada lampu-lampunya turun tuh. Ini siapa yang punya ide? Ini arsiteknya punya ide. Aku pikir kamu ngelihat dari Pinteres mana. Enggak di arsiteknya sih, Kak. Oke. Dan di sini itu ada lemari ini. Tuh rak sepatu yang ya sepatussepatu semua koleksi sepatu dari semua ee penghuni rumah ini semua. Iya. Tapi yang misalnya ini tuh enggak enggak tiap hari dipakai sepatu buat pergi-pergi olahraga Pak Simpan sini. Terus di sebelah sini ini kamar mandi. Jadi awalnya tuh enggak ada tempelan, Kak. Tapi padang suka bingung ini kamar mandinya di mana. Oh iya. Oh iya benar-benar ya. Sama ya? Sama ya. Jadi ya udah aku tempelin aja biar enggak nanya kamar mandinya di mana. Kamar mandi tamu ya. Iya kamar mandi tamu. Ukurannya kecil banget sih ini Kak. Cuman 1,5 * 1,3. Tapi mewah karena dibikin yang ada shower rain-nya bukan enggak mau pulang mau pulang lagi. Terus gua pengen mandi. Oke. Oh. Ih, lucu banget. Ini pasti buat odol yang bisa gitu ya. Iya. Tinggal diiniin tempe apa ditekan gini tekan habis itu dia otomatis ya? Dan ada di Instagram rumah the Mahenda. Oke, bukan main banyak sekali sebenarnya. Dari tadi sebenarnya gua udah banyak banget nih barang-barang yang gua mau tanyain, cuman gua tahu daripada nanyain lebih baik gua cek aja Instagram-nya ya. Ini ada tempat sampah yang bisa nutup sendiri sama nyalain sendiri. Terus di sebelah sana tuh apa tuh? Airp fire ya. Bukan, ini vakum. Oh ya ampun gua enggak kelihatan tonggolannya yang gua lihat ininya vakum. Vakum yang udah ada buat tampung debunya tuh. Oh oke oke oke. Terus habis itu ada buat robot. Itu robot. Makanya nih dari tadi kalau dipikir-pikir udahlah jangan kebaikan aja nanti lu lihat aja Instagramnya. Oke, yuk kita naik ke atas ni. K Mbak Tias ini tangganya ee ini kan mirip kayak yang di depan ya berarti ya. Perforated ya. Tapiated ininya pakai apa ini? Kayu ini. Kayu asli. Oh oke. Menarik sekali. Terus di bagian sini apa? Ini wall panel sih. Oh wall panel WPC biasa ya. Panelp atas. Mantap. Ada ada skylight-nya juga di atas. Oh, ya, ya. Karena di sini ee penuh dengan Skylight, makanya di ruangan ini dikasih jendela ya. Iya. Biar terang. Ah, ya. Ih, pengin naik ke atasnya. Lucu sekali. Ini ruang kerja yang sekarang yang aku yang pakai kerja karena suami kerjanya di kantor. Oh, udah, udah enggak lagi ya. He. Terus ee di sini ini ada ruang bermain anak-anak nih. Iya. Ini ruang yang bisa dipakai. Biasanya anak-anak suka bikin tenda-tendaan di sini. Oh, di sini Skylight lagi ya? Iya, Skylight lagi. Jadi, tapi ini juga bisa dibuka lagi ya semuanya. Bisa bisa dibuka. Ini bisa dibuka. Ini jendela bisa dibuka. Oke. Oke. Dan di sini ada ruang laundry-nya. Laundry. Laundry. Laundry-nya bagus banget. Ei, ei, bagus banget ini. Kamu desain sendiri kah? Iya. Ini aku coret-coret sendiri ke kebetulan aku punya tukang yang langganan dia udah biasa bikin. Jadi aku coret-coret di kertas terus aku ini aku mau kayak gini. Jadi dia tinggal ukur. Pokoknya aku mau ada rak lemari ini buat naruh kayak sabun-sabun, sapu kayak gitu pakai baju kotor. Terus ini ini ini apa ini? Ee air. Air. Keran air. Hah? Jadi ini keran air kayak buat simpan-simpan juga nih. Kayak simpan-simpan gini, simpan-simpan ini ada keran air. Oh, ada keran airnya dikotakin biar rapi gitu. Jadi benar-benar enggak kelihatan ya keran-kerannya ya. Terus perintilanmu banyak sekali. Kalau kalau gue sih cuma punya ini doang ya, Rinso satu atau apa gitu. Satu biji ini ada yang begini, ada yang begini, ada yang begini. Iya. Jadi dipisah-pisahin biar kelihatan enak dilihat dilihat ya. Oke. Dan kelihatannya kamu emang ee menyuci sendiri kan? Heeh. Nyuci sendiri. Dan semua barang-barang ini kamu ajarin ada di Instagram kamu ya? Ah, kalau mau dipilihin boleh. Nama namanya apa sih? Nama nama Instagramnya Rumah Mahendra. Rumah Mahendra. @umah theemahendra. Ada rumahde. Mahendra. Rumah t. Mahendra. Siapa yang namanya Mahendra? Mahendra itu suami. Oh, gitu. Anak-anak juga namanya Mahendra. Jadi kayak rumah keluarga Mahendra gitu. Oh oke. Oke. Di sini ada foto-fotonya Foto-foto. Ini kebetulan foto-foto pas rumah ini tuh awal jadi pengen apa ya didokumentasiin gitu pas awal-awal jadi makanya anakku masih kecil. Oh i udah udah enggak udah enggak sekecil ini lagi. Sekarang udah TKB ini waktu 3 tahun ya. Oh jadi rumah ini udah berapa tahun nih? 2 tahun lebih. Mau 3 tahun. 3 tahun sudah ditinggali tapi masih rapi. Alhamdulillah. E keajaiban ya kira-kira ini jarang banget loh. Kita mau yang mana dulu ini? Bingung kan? Ini apa? Ini pintunya salah semua ya. Menurut Mbak Tias yang mana coba? Oke dulu. Ini kamar mandi. Oh ini kamar mandi. Putih. Oke. Dan di sini lucunya Hei ini kok bisa ada wasel sekecil ini, Mbak? Ada. itu di IKEA. Oh, di IKEA ya. Ya. Oh, ini pasti buat anak-anak nih. Iya, karena bentukannya pendek sekali. Sengaja kita bikin agak pendek biar anak-anak bisa pakai buat pakai sendiri ya, mandiri ya. Oke. Dan di sini juga dikasih dudukannya ya biar Heeh. Menunjang untuk kemandarian. Kemandirian anak. Dan ini tadi lampunya kamu ganti ya, J Putih ya? Iya. Ini tuh tiga tiga warna lampunya bisa jadi bagaimana kuning. Oh oke oke oke. Jadi kalau mau yang rasanya suasana kayak spa itu langsung kuning ya. Iya bisa sebenarnya bisa diakses pakai HP sih. Oh bisa diakses pakai HP e betup supaya anak-anak enggak minta stayation dulu Iya udah benar Mbak di sini aja biar hemat. Iya iya iya. Oke. Di sebelah sini ada apa nih Mbak? Oke kita ke kamar anak-anak dulu ya. Ini kamar anak-anak. Ini kamar anak aku yang kecil yang masih TK. Jadi ya kalian suka banyak mainan lah ya di sini gitu. Karena kamarnya ini kecil banget sih sebenarnya, Kak. Ini cuman 2,5 * 2,8 lebih kecil dari yang di bawah. Oh, tapi enggak terasa ya. Iya, karena ini aku kasurnya pakai ukuran yang size-nya single jadi biar lebih luas. Terus kayak tas-tas aku gantung kayak Sini sini sini. Lihat deh. Nah, dan ini udah 2 3 tahun ditinggalin ya, Teman-teman. Dan masih begini. Berarti ini dekat clutteringnya jago iya. Jadi aku kalau misalnya udah enggak kepakai suka aku kasih ke saudara yang jangan disayang-sayang gitu ya. Iya, jangan. Kalau rumah tuh emang harus riscing deater sih. Kalau enggak makin umpuk. Ambil banyak lagi ya. Dari tadi aku juga udah cerita nih kalau di sini Ibu Mbak Tias ini juga punya usaha yang lain ya. Selain jadi content creator itu sekarang lagi kayaknya merambah ke properti. Amin. E gimana? Lagi kebetulan memulai sih. Oke, mulai. Mulainya apa nih? Mulai e sebenarnya selain content, aku tuh juga Oh, gitu. Oh, iya. Pantesan rapi ya. Bener. Heeh. Terus kebetulan juga kita baru beli rumah. lagi kita renov ya. Belum tahu sih, Kak ke depannya rencananya mau diflipping atau mau disewakan gitu. Iya, belum tahu sih rencana ke depannya, cuman sekarang masih kita enak dikit-dikit dan nanti kalau misalnya ada yang minat bolehlah nanti. Oke. Tanahnya berapa nih, Mbak? Yuk, ambil jalan dulu. Tanahnya 72 sama yang rumah kedua itu tanah 72. Sama tanahnya 72. Oke. Terus ee bangunannya satu lantai satu lantai, Kak. Satu lantai. Tapi berapa meak? Ee 36 sih, Kak. 36 ya. He. Oke. Itu kalau mau dijual kira-kira berapa tuh, Mbak? Kalau kira-kira sih kalau pasarannya sekitar 500 600-an sih, Kak. 600-an, ya? Tapi kalau di sekitaran sini kayaknya kalau misal satu lantai setahu aku tuh udah 650. Jadi sebenarnya punya kamu lebih murah Rp50 juta ya. Jadi kalau misal mau tahu nanti ee DM aja ya. Bolehlah nanti sambil. Siapa tahu ada yang minat. Iya makanya. Nah, kita sekarang ada di kamar anak yang perempuan. Iya. Ya, beginilah, Mbak. Anak perempuan Aduh, umur berapa sih, Mbak? Hah? Masih SD 10 tahun. Kok bedaknya sama sih? Kok bedaknya sama sih kayak gue? Jadi ini sebenarnya punya mamanya diambil semua taruh sini kan. Oh, iya iya. Anak gua juga udah mulai tuh kerja nyisir mulu toh. Iya kan? Jadi kalau berangkat sekolah tuh pakai sunscreen, pakai lip bang, masih SD kelas 5. Iya, anakku juga SD kelas 4. E kerjanya juga gitu. Aku sampai heran aku. Ya udahlah yang penting jangan berwarna kan nanti takut kita dipanggil ke sekolah. Iya. Iya iya iya ya. Jadi kayak kesannya ngajarin ya. Aduh. Dan di sini dikasih meja riasnya sendiri ya. Iya. Ini dia yang kata sendiri sih, Kak. Jadi aku kalau misalnya ngerapihin tuh dia bilang pokoknya meja riasnya jangan. Nanti aku sendiri gitu ya. Udah gitu. Baiklah. P jadi ya beginilah kamar anak SD SD kelas 5 sekarang begini ya keadaannya ya. Tapi ini lucu deh mbak ini. Kamu apa ini? Ini wall panel bentuknya emang lengkung kayak gitu. Kamu tambahin ambalan buat taruh kayak wall dekor jam. Tapi ini biasanya kan kotak-kotak ya. Ini kamu udah bikin ketemu nih yang melengkung gini nih. Terus di bagian sini ini custom ya Enggak sih? Ini beli. Oh, ini beli. Ini beli jadi. Beli jadi. Iya. Tapi kok bentuknya kayak custom ya? Ada stop kontak di atas. Tapi ini beli kok. Harganya juga masih affordable. Oke. Tapi ini lucu deh mbak di bagian sini tuh. Boleh aku nyalain ya? Boleh. Eh ininya mau nyalain ininya ya? Iya ininya itu kecil ya. Nah. Oke. Ini tuh di sini. Ini juga beli juga di tempat enggak? Kalau ini aku bikin. Oh ini bikin. Heeh. Jadi buat kayak simpan-simpan barang-barang anak-anak. Yang buku atau perintilan-perintilan anak cewek kan banyak banget ya. Perintilan-perintilan apalah bikin kadang suka berbikinan ee yang dari manik-manik kayak gitu gituah. Aku kan pusing ya ngelihatnya gitu. Mata kita kayak S. Iya. Heeh. Jadi aku pengen bikinin udah simpan aja di sini. Kalau pas main dikeluarin kalau udah selesai dibalikin lagi. Oke. Tapi yang penting mama enggak lihat Iya. langsung gitu cepat banget. Iya. Terus di sini dikasih buat Iya. Ini ini lagi. Iya. Ini juga beli kok, Kak. Ini ini tuh bisa kalau misalnya enggak dipakai ini tuh bisa ditutup, Kak. Kayak gini. Jadi enggak enggak apa ya? Enggak kena orang tuh enggak enggak bahaya gitu. Oke. Oke. Dan di sini juga di semua kamarnya enggak dikasih TV ya berarti Tapi udah disiapin kalau disiapin dari arsiteknya kan selalu udah siapin gitu. Tapi aku emang enggak kasih. Iya. Nah, ini udah kamar utamanya nih, Bu. Iya, silakan. Ini kamar utamanya. Kamar utamanya ee sebenarnya agak letter L ya. Jadi agak buat di sebelah sini tuh buat lemari pakaiannya. By the way, Mbak ini dari tadi nih gua nanya-nanya mulu nih. Tapi gua lupa satu yang gua lupa tanya. Bangunnya nih berapa lama sih di rumah? Bangun rumahnya 6 bulan. 6 bulan? 6 bulan. Cepat loh. Cepat ya. Sama sekalian ngisi enggak? Oh, ngisinya bertahan. Oh, ngisi bertahap. Bertahap sesuai kemampuan. Oh, bertahap sesuai kemampuan ya. Terus itu untuk pas bangun ini biayanya berapa nih, Mbak? Biayanya waktu itu tuh per meternya R5 juta. Jadi sekitar 600-an deh. Oke. R juta ee di tahun 2000 2022. 22 ya. Oke. Tapi 6 bulan cepat loh ya. Dan ini pakai apa sih? Hebel atau pakai? Kebetulan pakai hebel sih, Kak. Pakai hebel ya. Oh. Oh, buat mengejar waktu m mengejar waktu dan me mengejar. Heeh. Dari tadi tangan gua begini-begini nih. Soalnya takut kan entar enggak bisa bayar gitu. Terus Au jadi ini ngasih ke kontraktor dong ya berarti. Iya ada rekanan dari arsiteknya sih kontraktornya. Oke. Habis itu langsung jebret R5 juta tapi jadi gitu ya. Sekarang ini kita ke ruangan terakhir. Ini ruangan jadi ruangan santai. Balkon yang Oh. cuman bisa diakses dari kamar utama. Enak banget kan anginnya? Iya enak loh angin. Kalau sore enak sih, Kak di sini sama duduk-duduk sambil ngopi gitu kan sambil ini. Nah, biasanya kalau pagi tuh Kak di situ suka kelihatan gunung. Ah, ya ya. Gua tahu tuh gunung begitu. Iya. Heeh. Jadi lumayan dah buat santai-santai. Tapi kayaknya kalau misal malam kaki gua enggak ada di bawah deh. Kayaknya kaki gua ada di atas deh. Di sini deh gitu Enak ya buat? Iya. Posisinya enak ya. Terus masih dapat hijau-hijau. Iya. tanaman gitu enggak? Ini sama kayak beranda gua di rumah nih. Kalau kayak gini nih ininya juga ada begini modelannya sama jangan-jangan kita setipel kayak ada di rumah sendiri nih rasanya. Oke, Mbak ini sekarang nih gua mau tanya nih. Setelah lu merantau segala macam, gua dengar-dengar lu kalau enggak salah agak e sandwich generation ya? Ya, gimana ya? Ya, tapi emang gitulah ya. Ya namanya hidup kan emang enggak ada yang sesuai sama. Iya, benar. Yang penting kita mah bersyukur aja apa yang kita dapat gitu. Terus apa yang lu lakuin sampai lu bisa keluar dari si ee kehidupan sandwich generation ini nih? Yang pasti sih kita harus selalu mau belajar untuk maju ya. Jangan kayak oke kita sudah dapat g puas. Jangan sih menurut aku. Jadi ee belajar terus, belajar terus dan cari kesempatan yang baik juga. Tapi jangan serakah juga gitu ya. Iya, benar. Jangan sampai pokoknya intinya itu kalau dalam hidup aku jangan sampai kita tuh matiin rezeki orang kayak gitu. Boleh kita kayak pengin ini itu tapi intinya jangan sampai kita matiin rezeki orang atau bikin orang tuh kayak susah gara-gara kita gitu. Jangan susah. Oke. Tapi apa juga jangan lupa selalu berkembang ya teman-teman ya. Dan jangan lupa untuk enggak apa-apa loh capek sekarang mungkin nanti pas tuanya udah enak nih kayak gitu. Amin. Amin. Amin. Amin. Oke, Mbak Tias makasih banget. Aku udah boleh main tim arsitektur boleh main. Ee buat teman-teman jangan lupa follow sama ininya Instagram-nya apa? Apa ada TikTok juga kah? Ada Instagram, ada TikTok, ada YouTube-nya lagi. Oh, lagi mau bikin YouTube short, ada tapi ya sambil sambil pelan-pelan. Nanti kita colab lah ya. Dan namanya apa? E @umah rumahdik mahendra. Oke, semua semuanya sama tuh. Sama semua. Oke, jangan lupa follow ya teman-teman. Jangan lupa follow kita juga. Comment, like, subscribe di @arsitekturindonesia. Kita ada TikTok dan Instagram-nya. Bye.

Lihat di YouTube