Jungkat

(RUMAH UNIK) Rumah ini Melengkung Luar Dalam (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Hah? Lu punya banyak ayam nih ayamnya. Selamat datang di rumah ayam. Heeh. Dikasih banget ya kalau baru masuk ke sini. Soalnya kalau aku rasa, Mbak, ini gara-gara si dinding kamprot, habis itu si ee jendelanya begini sama kusennya pun juga kayu ya. Iya. Hai, ketemu lagi sama Belinda di Arsitektur Indonesia. Hai teman-teman, hari ini kita lagi ada di daerah Jakarta nih. Nih, gua mau bawa teman-teman untuk masuk ke rumah yang menurut gue unik banget. Kenapa? Karena kita ada di daerah perkotaan, tapi kita masih bisa dapetin hidup seperti ada di pedesaan. Kayak apa sih tuh maksudnya? Yuk, kita lihat dulu yang punya rumah. Halo, Teman-teman. Namaku Jejika Ardiati, bisa dipanggil Jeika atau Chika. Aku adalah owner dari JA House. Hobiku e berkebun, olahraga, kurus ayamnya. Bisa dilihat tadi kita udah keliling-keliling rumah ada ayam, ada kebun. Dan itu sebenarnya untuk memfasilitasi hobiku. Dan pekerjaanku sehari-hari memang mostly jadi ibu rumah tangga. Tapi aku juga salah satu branch manager eh di Stephen Genetic yaitu eh yang bergerak di bidang tes potensi genetik dan self development. eh hubungan relasi keluarga dan juga perusahaan. Kalau mau cek IG-nya boleh di Stepen Terus. Eh, semoga JA House bisa kasih inspirasi buat teman-teman yang gimana sih ee rumah yang bisa menyatu sama alam, rumah yang ee bisa membuat penghuninya juga bertumbuh karena di situ banyak ya banyak tumbuhan, ada hewan juga. Jadi mudah-mudahan bisa kasih inspirasi atau ee warna baru deh buat teman-teman semua. Terima kasih. Nah, ini dia yang punya rumahnya namanya Mbak Chika. Mbak Chika. Sama ini siapa namanya? Keiko, Keiko. Oke, Bika sama Keiko tolong ceritakan ini luas lantainya berapa, luas tanahnya berapa, sama konsepnya apa sih waktu itu pas ngedesain. Kalau luas tanah sekitar 200, luas bangunannya aja 170-an lah. Oke. Kalau konsepnya sebenarnya aku kan suka Japandi ya, tapi enggak mahal yang terlalu soft juga. Heeh. Jadi tetap ada line black-nya nih. Ah, jadi ada kontempor. Iya, ada kontemporernya. Kalau konsep bangetnya sih sebenarnya waktu bikin rumah ini pengin banget punya taman yang justru ee mendominasi lah. Oh, gitu. Jadi ini satu rumah ini mungkin 50%-nya berupa taman gitu ya. Iya. Makanya kan dari luas 200 luas bangunannya atas bawah aja cuma 170 gitu. Heeh. Berarti kan banyak ruang kebukanya. emang udah mesan sama arsiteknya waktu kayak gitu. Pengin aku pengin dong, Mas. Waktu itu bisa nanam tapi ada tanaman yang estetika juga. Jadi ada kayak dua tempat Yang satu buat bengong, yang satu buat kerja gitu. Emang buat buat makan gitu ya. Tambah harus pergi ke pasar. Betul. Buat ngompos segala macam. Dan aku dengar katanya di sini ada makhluk hidup yang bisa dimakan juga gitu ya, alias peternakan gitu ya. Telurnya sih telurnya dianya sih belum dipotong nanti kalau udah enggak bertelur kita potong baru kita buat opor gitu ya. Oke nih Mbak nih ceritain dong Mbak ini itu waktu itu ini atapnya pakai apa sih? Terus ituu materialnya apa sih? Atapnya pakai solar e tough si oke solar tough awalnya sih ini panas banget sih mbak pas ini pas kita udah tinggal di sini kan bening banget ya. Oh iya. He apalagi mataharinya tuh dari sini kalau misalnya udah mulai jam 12 ke atas kita pakai itu deh tuh. Oh pakai ini ya roller blind yang buat buat nutupin si matahari ini ya. Boleh enggak ini dibuka? Soalnya tadi aku ngelihat kayaknya lucu banget. Sini kamu keiko. Sini Kiko dadah-dadah keiko iklan. Oke. Oh masuk. Ini bisa buat bawa mobil ya berarti ya. Iya, memang pesannya buat dua mobil. Oke. Ini bukanya gimana sih, Mbak? Boleh enggak? Boleh. Boleh. Soalnya kan ini ee lahannya kan agak terbatas ya. Kalau geser kan agak susah. Iya, betul. Ah. Oh, kuat ya. Kuat ya. Jadi ini didoro, dilipat satu, habis itu dorong ya. Oke. Oke. Jadi, dia cuma nutupin sampai situ doang nih, Teman-teman. Iya. Tadinya tuh dia cuman kayak gini terus jadinya susah kan mau keluar. Heeh. Akhirnya minta lagi ke kontraktor gimana caranya biar bisa sampai ujung. Oh, sampai ujung. Sampai ujung. Oke. Terus kalau yang ini nih, Mbak, dia berarti kayak gitu juga. Lipat aja berarti ya? Iya, lipat. Jadi memang sistemnya geser lipat. Ah, menarik sekali. Dan ini pegangannya banyak ya. Nah, ini kayaknya banyak nih yang bakal nanya nih kalau ini gimana cara bikinnya nih. Eh, ayo masuk siniuk sini. Dan ini dia pakai wood plank ya. Iya betul. Sama besi-besinya ya. Wermes. Oke. Oke. Baju baru. Iya pakai baju baru nanti ya setelah syuting kita lihat tante mau lihat kamu catwalk nanti. Oke kita mau dari depan dulu. Oke. Nah ini. Ini dia pakai roster Pakai roster. Kalau atasnya ini berarti pakai si solar tough itu ya. Solar tough. Tadinya kan waktu ternyata panas pengin pakai kaca film. Udah ke beberapa vendor. Heeh. Kata vendornya bisa sih Bu, cuman dia akan ada bubble jadi gak bisa gak bisa rata karena bukan kaca. Ada juga yang malah menolak kita belum bisa nih kalau bukan kaca gitu. Akhirnya gimana ya? Soalnya panas banget kan. Mm. Akhirnya pakai roller blind. Nah, ini roller blind ini ini berarti. Oh, ini ada rantainya ya. Rantai. Iya. Oh, jadi dia tuh kalau panas banget adem jadinya. Ah, dan panjangnya juga bisa panjang banget. Yes. Sampai sana sih. H. Jadi nutupin jadi ada dua kan? Iya, ada dua nih di sini. Oh ya. Ya. Jadi kita kalau misal kita mau dapat matahari tinggal buka. Tapi kalau kepanasan tinggal tutup. Jadi catnya mobil enggak rusak ya. Mobilnya enggak panas banget pas mau dipakai. Iya betul. Dan di situ berarti ada pintu masuk ke servis ya berarti ya Bu ya? Iya servis sama kebun produktif. Ah, kebun produktif di situ. Oke. Terus nih ini berarti ada bisa buat dua mobil dan daripada pakai lampu-lampunya di sini, jadi lampunya ditanam aja ya ke sini ya. Oke. Dan ini kalau yang buat pintu masuknya orang biasa ya, Mbak ya. Iya. Ini buat masuk itu buat garasi. Biar enggak usah lewat sana dulu. Dan ini menarik juga ya karena kanan kirinya tuh kayak dibikin kayak taman kering ya. Iya, taman kering. Sebenarnya tamannya juga konsepnya beda-beda. Iya. Gimana tuh Tamancaper? Aku minta konsepnya lebih ke Mediteran yang depan. Terus kalau yang ruang tamu lebih ke Japanese. Oh, oke. Jadi, kita bakal ketemu banyak jenis konsep ya berarti ya. Betul. Oh, tapi di sini lucu sekali loh. Ada ada pohon apa? Olif-nya ya. Olif. Olif. Dan ini ibu sendiri kah yang ngedesain? Enggak. Aku ada landscaper. Oh, ada landscapernya. Hafal enggak nih? Apa? Eh, e nama-nama pohonnya. Eh, enggak hafal. Oh, enggak hafal. Oke, oke, oke, oke. Cuma waktu itu aku cuman mau yang kayak gini gitu vibe-nya. Akhirnya mereka yang waktu itu berarti vibe-nya itu dapetin inspirasinya dari mana itu? Pinterest. Pinterest. Oke. Berarti dari mulai bangunan, taman itu pakai Pinterest semua masih moodbard karena kan istilahnya susah ya. Iya. Langsung aja deh ke arsitek, ke landaper, ke desain interior langsung kayak gini nih. Oke. Oke. Termasuk juga buat si duduk teras ini ya berarti ya. Iya betul. Hmm. Menarik sekali. Dan di sini masih dikasih lubang udaranya ya berarti ini. Oh, ini taman samping nih. Iya, taman samping. Taman estetik. Taman estetik itu. Oke, gua mau lihat dong, Mbak. Oke, silakan masuk. Nih, sekarang kita sudah mau masuk nih, Mbak. Ini ee pintunya sama lantainya ini kok bisa sama sih? Ini apa ini, Mbak? Ini lagi. Apa tuh menurut lu? Apa nih? Ini kayu bukan? Kayu. Kayu sih. Oke. Ini kayu ya? I ini kayu. Oh, tapi catnya disamain ya berarti sama konwood-nya. Oh, iya. I ya. Pantesan warnanya senada semua ya. Sampai dinding-dinding ini pun belang. Hm. Dan di sini jadi kelihatan nih ini buat jalur sirkulasi aja nih. Jadi buat ada perbedaan ee perbedaan material nih di sini deh. Sini kamu macuk macuk macuk. Nah di sini ada lantainya yang homogeneous style. Jadi emang kelihatan nih bedanya ya antara foye sama si mulai masuk ke ruang keluarga. Yes. Dan ini lucu banget sih Mbak ini ee dibikin melayang ya si lemari. Aku suka banget soalnya motif-motif yang e slate yang garis-garis gini. Jadi waktu minta sama Kak Saka desainer internya maunya yang ada ininya ya gitu ada motif garis-garis gitu. Ini berarti antara arsitek sama interiornya beda berarti beda. Beda. Oh oke oke oke. Ya nanti kita tanya-tanya. Tapi gua mau tanya nih Mbak ini ee ada rumahnya enggak sih Instagram rumahnya? Ada apa tuh? menghunija menghuni.ja yes. Oke. Kenapa tuh Ja? Ini buat ini ja house namanya. Karena kan aku J Cikasaku namanya adik jadi kayak Oh ja tuh de menghuni Ja mic itu mic kamu mau ikutan ngomong nah kan nanti kamu nanti ada waktunya aku kasih waktu buat kamu ngomong nanti nanti kamu perkenalan yang gitu. Oke lanjut. Nah ini pas masuk kita langsung ketemu nih apa nih? ruang keluarga ya berarti ya? Iya, ruang keluarga, ruang tamu dan Jepang sekali gayanya. Iya, ini kan minta waktu itu sama ee arsiteknya aku mau jendela yang gede. Terus minta sama landscapernya di di jendela gede itu aku pengen suasananya kayak pohon Japaneseh. makanya di sini kan dikasih Japan banget ya kalau baru masuk ke sini. Iya. Apalagi kalau ini di diiniin terus dia akan kotak-kotak gitu kan. Wow, guanya yang lucu banget. Bisa begini. Iya. Dan ini 3D blind. Oh, ini namanya 3D blind ya. Oh, seru sekali sekali. Emang Japanese banget. Iya iya iinnya lomba. Terus ini apaan, Bu? Ini air mancur sebenarnya. Oh ini air mancur ya cuman enggak dinyalain dulu ya. Iya. Oke oke. Iya i ya. Terus habis itu di sini warna-warnanya juga yang kalem-kalem ya. Agak retro-retro dikit deh engak sih. Iya agak agak jadi mix sebenarnya. Iya. Enggak yang Japanese banget gitu. Sofanya kan retro. Iya warnanya. Heeh. Heeh. Terus di sini itu berarti kita langsung masuk ke ruang makan sama sekaligus dapurnya. Dapur bersih. Iya. Oke. Dapur pentry gitulah buat yang bikin-bikin kopi. Iya ya. Agak retro ya. Aku tuh suka sama hal-hal yang natural kan. Jadi dari ininya aja kan ala-ala semen ya. Iya. Iya. Dan slide besar ini. Iya slatnya besar. Ini berapa kali? Berapa nih ya? Mm. Ini 100. 100 * 200 kali ya. Ya, lebih deala enggak salah. Kali kap 180. Oh, 90* 180. Oke. Sekitar itu. Heeh. Terus habis itu di bagian sampingnya ini juga ada taman samping Iya, ada taman si estetik tadi itu. Dan di sini semuanya ditutupin koral ya. Berarti kamu enggak suka sama rumput berarti apa gimana? Ee sebenarnya tadinya pengin rumput, cuman pertimbangan di sini kan sinar mataharinya enggak terlalu ya udah begini aja nih walaupun lagi panas gitu. Ah dia enggak enggak silau. Sedangkan rumput itu kan perlu sinar matahari yang banyak ya. Kalau enggak dia botak-botak tuh. Oh iya benar benar benar benar. Makanya daripada kayak gitu daripada dipaksain ya. Kal semua biar lumayan nih. Ini kantongnya banyak banget. Iya iya benar benar. Dan bawahnya pakai geotek lagi biar enggak ambles kan. Oh iya benar-benar pakai Geotex ya. Iya dan tadi pas ngomong benar. Iya benar mendelik langsung tahu aja sama perasaannya sama. Oh iya bagus pasti gitu kok enggak kelar. Oke. Dan ini e dapurnya menyenangkan sekali ya warna-warnanya ya. Iya. Tiba-tiba ada biru kan ada pink. Jadi biar walaupun natural tapi ee enggak bosan lah. Iya. Playful ya. Heeh. Terus habis itu juga kabinetnya juga enggak usah difulin sampai atas. Benar benar. Emang mintanya sama Kak Saka lebih ke opening. Oke. Dan udah digantiin sama si pentrynya ini ya. Oke. Dan di sini langsung dapat view keluar juga ya. Betul. View keluar itu di sini ada apaan nih Bu? Kok aku ngelihat kayak ada ruangan lagi ya? Ada musala. Oh ini musala. Iya. Jadi kan aku senang banget bikin gathering. Oh ya bagus. Enggak apa-apa anaknya interaktif. Iya. Ee temannya teman sama keluarganya banyak nih. yaah biar kalau ada yangak naik segala macam di sini aja gitu bisa salat ram dan karena gayanya juga melengkung-melengkung gitu di sininya melengkung di atasnya melengkung dan tempat budunya pun juga melengkung melengkung rosternya juga bulat jadi memang apa matching matching semuanya ya di sini oh oke ok dan di sini jadi tempat salat ya gua rasa ini nanti kalau misal tiba-tiba ada tamu bisa deh kayaknya deh ruangannya Enak nih kayak Bu Cotage ya. I. Oke oke oke oke oke. Uh syahdu sekali kayaknya ya. Kadang-kadang jadi tempat olahraga. Olahraga juga ya. Oh iya ada ang tambahan nih ya. Multifunction ya. Iya makanya. Nah di sebelah sini nih Bu. Ini aduh tanamannya enak sekali dan ada bongkahan batu yang dijadiin kolam ya. Nah ini konsepnya pas sudah nyampai sini sudah mulai French garden. Oh French. Oke, ini French Garden. Oke. Oke. Bedanya French Garden sama garden-Garden yang lain apa coba kira-kira? Ee pokoknya dia tuh ada kayak kolam naturalnya terus ada kayak gini-gini. Makanya suasananya kayak jadul tapi chick gitu loh. Oh oke oke. Tuh ke sana lebih French lagi ada. Eh boleh dong. Gua mau ngelihat teman-teman ayam kita soalnya enggak mau pakai sendal. Eh enggak usah, enggak usah, enggak apa-apa. Ini soalnya e koralnya lembut sekali ini. Heeh. Jadi kayak kayak kita bisa dipijit gitu rasanya. Minta sendal dulu sama Mbak. Adik cari sendal dulu. Adik. Mbak sana aku. Aku pokoknya ke sini. Kamu nyusul nanti. Oke. Nah, ini udah mulai masuk. Agak-agak European gitu kan. Oh, iya benar ininya ya. Si apa bak-baknya ini ya? nih ayamnya. Selamat datang di rumah ayam. Ini ayamnya ini ayam bertelur. Yes. Kalau ini bias tapi bertelur juga dan telurnya aku makan juga. Oh, bisa dimakan? Bisa. Tapi yang ini fertil karena sepasang ya. Jadi kalau telat diambil bisa ditetesin karena di rami. Kalau ini kan enggak. Oh, i ini ada ya. Oh, ya ampun. Gua pengen megang gua takut dipetok tahu enggak sih? Seru sekali kamu tok. Ya ampun dulu soalnya nenek gua punya ini ayam peternakan ayam di Cilacap. Jadi kalau dengar-dengar beginian eh nih waktu itu pas bikin beginian lu habis berapa nih bikin beginian nih? Gua pengin banget punya satu kayak gini rumah. Ya, awalnya kan pakai ini. Oke, Pak. Cuma pas mereka di bawah ee tinggal di bawah situ kurang sinar matahari ternyata akhirnya sakit-sakitan di situ. sering sakit, rebutan makanan segala macam. Pindah ke atas baru mulai. Oh, jadi karena mereka seat dan bertelur tiap hari. Oh, karena mereka punya makanan sendiri-sendiri ya. Iya. Dan enggak kadang suka berantem. Oh, biar enggak ribut. Ada satu yang introvert ekstrovert gitu loh. Oh, gitu ya. Jadi walaupun ayam karakternya beda-beda ya, tidak cuman manusia doang troper. Jadi ada yang dominan ada yang ngalah ya udahlah kalau dipantok enggak usah makan gitu ada yang kayak gitu. Akhirnya malahan enggak makan enggak makan karena kadang-kadang stres kan ayam juga bisa stres. Apalagi ayam petelur. Oh gitu ya. Gampang gampang sakit sama gampang stres. Oke. Oke. Dan di sini gua lihat juga lu nata tanamannya juga seru sekali ya. Ini kira-kira lebarnya berapa sih Mbak? Lebarnya berapa ya? Ini mungkin sekitar 2,5 ya. 2,5 me mungkin 2 set5 sini tiga kali ya kalau karena kan ini agak trapesium. Oh iya i ya i ya berarti yang ini tiga ya sini makin dan lucunya di belakangnya dikasih yang cemara di depannya baru yang ininya ya jadi buat cemara ini buat nutupin ya bisa betul buat nutupin. Ah habis itu ada pandan ada cabe. Cab ini lengkuas gua tahu ini lengkuas ini. Ini lengkuas nih. Tadinya di sini ada kemangi cuman kena hama. Oh, ya. Jadi sebenarnya karena ini full outdoor jadi ada tanaman yang tahan banget karena ini panas banget kalau lagi Oh. I dan tiba-tiba misalnya jam 12. Jam panas, jamnya hujan. Jadi kalaupun dulu kalau nanam tomat itu retak tomatnya. Oh. Karena perbedaan suhunya ekstrem. Oh. Kamu sudah banyak belajar kayaknya ya? Udah udah banyak nih. Udah berapa bulan ini kayaknya nih? Iya. Udah berapa kali panen dan ini berarti pintu yang tadi ya? Iya. Ee dan di sebelah sini tuh ada apa aja sih, Mbak? Berarti ini kamar ART sama langsung ke dapur kotor ya. Oh, ya. Dapur basah ya. Iya, iya, iya. Jadi ee tapi enggak langsung kelihatan tapi ditutupin sama roster ini ya. Iya, betul. Oke. Oke. Nah, yang ini nih apa nih, Mbak? Nih ini powder room. Jadi buat isinya toilet aja. Oh, karena bawa tangga ya. Uh. Dan di finishingnya rapi ya. Alhamdulillah rapi maksudnya. Kan biasanya kotak gitu ya. Ini dibikin melengkung gini ternyata cantik juga. Dan penggunaan materialnya juga cornwood-nya keluar lagi gitu ya. Oh. Hm. Ini lu bikin custom ya Mbak? Yang mana? Yang ini enggak enggak enggak. Ini di mana ini barangnya? Di Wisma Sehati itu. Oh ada barangnya ya. Linknya ada enggak linknya? Ada. Ada di Instagram lu kan? Jangan lupa follow ya teman-teman. Kalau misal penasaran sama rumahnya lu perintilan-perintilan ini ada semua kan berarti ja langsung nkromnya. Oke. Oke. Terus habis itu kita gua penasaran nih mau naik ke atas nih. Tapi di lantai ini pakai apa nih Mbak? Lantainya yang mana? Ini. Iya. Ini pakai SPC. Oh, pakai SPC biasa aja ya berarti ya. Cuman enggak dico-cover di bagian samping-sampingnya ya. Kelihatannya malahan jadi kayak ee apa? Agak semi-semi iya rastik gitu. Menarikmenarik. Terus habis itu di sini dia pakai handel-nya apa nih, Mbak? Kok bisa melengkung begitu handel-nya? Ini bukan kayu. Oh, ini bukan kayu. Bukan ini. Oh, ini pakai besi. Besi cuman urat kayu motifnya. Oh, di finishingnya urat kayu ya. Kayaknya yang ngecat ini pintar nih. Soalnya kelihatan kayak kayu beneran. Gua pikir kayu beneran loh. Heeh. Dan di sini juga dikasih itu juga, tapi motifnya juga motif rapat kayu. Uh, smart smart smart. Ya udah, yuk gua naik ke atas ya. K. Halo, aku Selaka, interior desainer. Aku salah satu desainer juga founder di Kasaka. Jaa House ini merupakan salah satu karya kita. Moga-moga JA House ini bisa menginspirasi kalian ya, buat kalian yang lagi e nyiapin atau ngedesain rumah impian kalian. Ya, kita udah nyampai ke lantai duanya. Kali ini gue sama eh interior desainnya siapa namanya? Eh Sel. Namaku Sel. Dari Kasaka. Oh, dari Kasaka ya. Ada Instagramnya enggak? Ada. Oke. Instagramnya apa? Ee sebenarnya kita ada dua Instagram. Oh, oke. Heeh. Jadi yang pertama tuh untuk Kasaka di Jakarta itu Kasaka. Tapi kita baru-baru ini lagi bikin satu lagi di Bandung. Oh, di Bandung ada cabangnya. Heeh. Tapi ya masih dalam masa pembangunan lah. Masih baru banget soalnya ya. Heeh. Jadi kalau yang Bandung itu Kasaka.bandum. Oke, jadi ada dua nih. Terserah mau follow yang mana nih. Iya boleh lihat-lihat. Oke. Nih kita kan nyampai ke tempat yang enak nih ya Mbak nih. Dulu waktu itu kenapa di sini ada sofa, habis itu ada ruangan kerja itu gimana sih ceritanya waktu itu? Jadi untuk di lantai du ini kan sebenarnya dipakai untuk area yang lebih private ya. He. Jadi ada area ini untuk nonton dan kerja, terus ada tiga kamar tidur. Jadi kalau ee pembagian layout sebenarnya kan kita sudah mengikuti arsiteknya aja gitu. Jadi e ownernya emang udah ng-guide bahwa di sini ada apa ada tempat untuk lebih main game sih sebenarnya bukan untuk bukan kalau nonton kan mungkin lebih ke bawah. Heeh. He yang yang bareng-bareng gitu. Kalau ini lebih ke main game gitu. Jadi emang waktu itu ada request ee ruang kerja. Nah, karena layout-nya udah ada jendela, jadi ya kayaknya akan lebih menarik kalau kita kerja sambil ngelihat view luar gitu Oh iya, makanya ada potnya juga jadi hijau gitu ya. Jadi kalau misal wis gini-gini ni stres dikit ya. Sebenarnya bisa buat tempat inspirasi ya. Iya buat inspirasi. Dan ini lu lucu banget deh. Ini lu bikin ini tingginya berapa ya kira-kira ya? Ini kayaknya semeter kalau enggak salah. Ini semeter ya. Jadi masih ada jeda sekitar 15 cent buat si ee iya ini kan 75nya. H. Terus habis itu karena di sini buat tempat main game jadi ee sofanya pun juga yang santai. Ini bukan anak gue tapi kelakuannya udah kayak anak gue dari tadi kamu hati-hati gitu ya. Sisanya sih buat kayak tempat santai aja. Terus habis itu ini tempatnya buat Oh, reading corner ya. Betul. Terus kita karena kan memang konsep rumahnya kan lebih ke furniturnya tuh yang minimalis ya. Jadi kita enggak bikin full ya karena Jap Andi kan. Heeh. Jadi kita bikin meja floating, bench juga floating gitu. Jadi tanpa kaki. Ini ada besinya. Ada struktur besinya. Iya makanya. Enggak enggak enggak lendut loh ya. Nih kuat kamu. Iya. Ada struktur besi dulu. Nah ini kita langsung masuk ke kamar utamanya nih Mbak. Nah ini yang kamar utamanya ini lantainya pakai apa sih Mbak? Pakai SPC. Oh pakai SPC ya. semuanya pakai SPC sih. Kalau ini nih, Mbak. Ini tuh pakai yang bikinnya dari apa ya? Kalau ini dari HPL kita bikin sendiri. Oh, satu-satu. Uh, mau nangis. Iya, emang effort karena kan kita mau kadang-kadang kan kalau pakai WPC kan dia warnanya suka beda kan. Jadi kita bikin manual. Betul. Oh, ya. Tapi karena dia juga dari HPL ya, jadi ee beda-bedanya lebih bukan kayak sprinan pabrik ya. Benar. Jadi justru kelihatan natural sih kita. Heeh. pengin efek itu le nature. Oke. Dan handelnya ini itu ada handle aluminium. Oh, pakai handle aluminium. Hmm. Dan di sini lu kasih masih tetap lu kasih cermin ya buat full body ya. He. Kalau ini emang ada request sih karena pengin punya ada cermin yang full tapi kita enggak mau nambah ada bentuk baru kan. Jadi kita masukin ke dalam furnitur-nya si detail cerminnya gitu. Oke. Dan ini juga nyambung lagi ya. Oh. Karena tampaknya dia melengkung. Jadi di dalamnya kan melengkung ya. Benar. Karena ini kan tampaknya ada konsep lengkungnya. Jadi kita ngikutin ngangkat lengkung itu. Tema lengkung itu. Oh. Ini kayaknya menarik sekali ya dia di bagian situnya ada lampunya tapi bukan lampu yang lampu tidur tapi dia kayak lampu gantung gitu ya. Iya. Heeh. Ini buat pemanis sih. Jadi ee karena ini ada pojokan lengkung kan kita ekspos jadi tambah satu pemanis gitu. Enggak mau dua-duanya. kelihatan juga ya di sini tuh ada makin menegaskan kok dia melengkung gitu ya. Iya karena si lighting itu ya. Iya iya sama itu LED. Tapi ini dari desain arsiteknya kalau ini. Oke. Oke. Tapi lu ee bagus memasukkannya. Iya. Jadi memang kan kita pelajarin arsitekturnya dulu kan gitu. Biasanya kalau lengkung-lengkung gini kan emang arsiteknya pengin mengangkat sesuatu gitu. Jadi ee terus ini kan banyak warna putih terus dia banyak ngambil ruang luar kan. Jadi kita interiornya juga enggak mau yang terlalu ee keras banget. Iya gitu karena kita ee kalau sebisa mungkin bisa sinergi sama ya apa desain arsitekturnya gitu. Soalnya dipikir-pikir sebenarnya kan tadi gua ngomong ya di sini ya di awal-awal gua bilang ini kayaknya kehidupan seperti kayak di desa tapi di perkotaan ya. Ya emang enggak boleh berat ya. He. Jadi harus banyak apa? Ringan-ringan gitu ya. Nah, di sebelah sini nih, Mbak. Gua lihat ini ada sesuatu nih. Iya, ada meja rias nyempil memang di sini. Oke, meja riasnya. Terus habis itu ada kamar mandi. Kamar mandi. Ih, lucu amat kamar mandinya. Dan ini suasananya kayak ada di agak-agak semispa gitu ya. Jadi, ada perbedaan antara satu lantai, satu lagi yang ininya ya. Kayu. Kayu asli. Ini kayu asli ya? Heeh. Oh, jadi ada betap-nya. Tapi betap-nya juga dapat e jenang. Heeh. Oke. Oke. Jadi emang benar-benar suasananya kayak agak semi-semi villa Ah. Oke. Oke. Terus lanjut. Gua mau dibawa ke mana lagi nih? Ke kamar anak yuk. Kamar anak. Nah, di kamar anak ini anaknya berarti ada ada dua kam. Iya, cewek dan cowok yang cewek dulu kali. Kamu masuk kasih lihat kamu suka apa di kamar kamu. Malu. Nah, ini di kamar yang perempuan ini nuansanya agak semi-semi pink ungu Iya, betul. Betul. Kalau pink ini sebenarnya request dari kliennya, dari owner. Nah, cuman biasanya rata-rata kalau owner kan request gimana caranya punya kamar anak tapi bisa long lasting. Long lasting sampai gede gitu ya. Heeh. E sedangkan kalau misalnya kita mau main warna kan takutnya umurnya jadi terlalu furniture akan cepat ganti. Nah, jadi salah satunya kita pakai ee aksen pinknya itu aksen warnanya hanya di dinding. Jadi ini bisa diganti. Oke. Oke. Gitu kan bisa tinggal kita copot aja kan kalau misalnya suatu kali bosan. Tapi yang utamanya mainnya ini tetap sih warna kayu ini. Wih, lucu sekali. Pas datang-datang langsung disambut sama buku-buku ya rak-raknya gitu. Terus habis itu di sebelah sini juga ee ininya hei iya kita main-main lu dilengkungin ya. Iya ya. Karena tema di rumahnya kan ada lengkungnya nih. Jadi kita masuk-masukin tema lengkung ke dalam furniture juga. Oh iya gitu. Handelnya juga kayak setengah lingkaran. Tapi situnya yang bikin lengkung. Iya itu ujung-ujung pintunya juga. Jadi lengkung itu sebenarnya kalau misal dulu kalau pas kita belajar tuh katanya aman buat anak-anak ya. Jadi karena enggak ada sudut jadi enggak dek gitu kan. Heeh. Heeh. Oke, ini yang ini adalah kalau ini untuk yang kamar anak cowoknya. Oh, kamar anak cowok ini. Iya, kalau cowok ini ee lebih ke biru dan terraakota. Ah, terakota tuh sebenarnya agak mirip-mirip orange kan ya. Iya, benar. Ada yang agak kecoklat juga. Nah, jadi juga kita mainnya main di aksen dinding yang suatu hari nanti bisa diganti kan dan dia lagi manjat. Heeh. Terus ada ini. Jadi, kita main seru banget tuh. Chat-chat aja. Eh, kamu aman kan? ini ee umurnya baru 4 tahun saja dan dia sudah mencapai di sini. Wow, hebat sekali. Terus, terus ini dari lu juga konsepnya? Iya, dari kita juga. Kayak ini emang ada request pengin ada wall climbing. Jadi kita masukinnya ya latarnya kita main chat aja terus dipakaiin. Ini ini dindingnya harus bata ya berarti ya? Heeh. Sebenarnya pakai multiplex juga bisa berarti bedanya di sekrup ininya. Oh, sekrupnya doang yang dibedain ya. Dan ini juga kalau enggak salah kan juga enggak terlalu mahal ya di online shopping gitu juga tinggal taruh dret gitu doang. Nih waktu itu lu sampai belajar enggak sih? Kayak jangkawan enggak kanak. Enggak ngetesnya ya. Enggak enggak kebetulan enggak sih aman kan gue soalnya pengin bikin kayak ginian juga ternyata tinggal beli habis itu trut truth jadilah. Heeh. Jadi kalau enggak salah ada yang model untuk yang ke kayu dan ada yang untuk ke tembok dari si dinabolnya ini. Oh. gitu. Wah, awas hati-hati. Hebat. Enggak ada talinya. Nah, kita kalau ini sih kayaknya kuat, man. Berani banget sih. Uh, uh, uh. Sampai gemeter. Hebat. Mantap. Selamat. Ayo kita lihat lagi rumahnya Kanika nih. Kamar mandinya. Nah, ini kamar mandinya ini gua udah melihat dari agak jauh kayaknya udah agak sedikit playful nih ya. Dan ada permainan lampu-lampu di bagian sini. Benar. Oh, lucu banget dibikin kayak kesannya kayak onsen-onsen gitu. Tuh. Jadi ditutupin lagi ya sama wood plank ini ya. Heeh. Terus masih dikasih buat tempat taruh-taruh begini. Iya. Ini sebenarnya karena ada ini karena ada toilet kan dia kalau toilet gantung kan memang harus ada penebalan dinding. Oh iya betul. Memang di atasnya bisa sebagai storage juga, tapi enggak cuma segini doang, panjangin aja sekalian ya. Dan plafonnya juga lucu nih, dibikin melengkung gitu. Melengkung melengkung skylight ini sebenarnya masih masuk tema rumahnya sih. Jadi banyak main di elemen plafon, di furniture, di dinding. Oke. Oke. Nah, ini kan lu ngurusin waktu itu ngisinya. Nah, ngisinya itu kira-kira ya kalau misalnya orang punya pengin punya bayangan buat ngisi satu rumah itu berapa sih per meter per sebenarnya? Kalau furniture tuh kan enggak bisa dibilang begitu ya. Betul. Betul. Karena furniture itu kan tergantung dinding. Kalau dia full semua ya jadi mahal kan. Kalau ini kan agak setengah ada setengah enggak ada gitu ya ketutup sama wall panel. Ini kira-kira berapa sih biayanya? Kalau per meter persi mungkin lebih enak di start from kali ya. Start fromnya di 3,5 kali kalau m². 3,5 tuh dengan spek. Kalau dia pakai multiplex. Pakai L. Iya. Multiplek. HPL. Multiplek. Oke. Kalau misalkan nih ada yang pengin upgrade gitu bahannya yang lebih enggak e lebih tahan sama air he sama rayap itu apa? Kita biasanya suggestnya di PVC board. PVC board. Heeh. Cuman harganya bisa lumayan banget sih. Mungkin bisa nambah 50% ya. Oh gitu. Dari keseluruhan. Kalau HMR yang warna hijau itu yang tahan sama air juga kan. Tapi tapi kita enggak pernah suggest HMR sih karena menurutku karena belum kita enggak bisa ngejamin HMR itu 100% tahan rayap kalau PVC karena memang dia plastik kan karena aku pernah ada kasus ee pasang HMR tuh tapi dia tetap ada yang dimakan rayap jadi aku enggak bisa enggak bisa jamin dan enggak pernah mensuggest HMR sih gitu. Jadi biasanya aku PVC tapi kalau memang ada concern budget biasanya kita ee masukin PVC itu di area-area basah. gitu. Jadi untuk wasffel aja atau untuk sing di area dapur itu kalau dari kita udah pasti PVC sih kita spekinnya. Sama ini juga gue juga pernah dengar katanya rayap itu di setiap tempat itu berbeda. He. Jadi ada yang rayap bisa makan kabel. Gua pernah dengar. Terus tapi ada yang dia cuman makan rayap doang. Jadi emang makan kayu doang gitu ya. Iya. Jadi emang tergantung banget ya kalau rayapnya lagi ganas gitu. Hmmr dihajarnya. Mungkin karena dia udah kehabisan makanan juga ya. I adanya HMR ya. Bisikah. Oke. Oke. Ini ada dua pintu nih. Kira-kira nih. Gua enggak tahu ini yang ini apa sih, Mbak? Jadi ada satu kamar lagi. Ee sepertinya ini kayak buat ruang tamu tapi belum di apa namanya? Belum diisi dulu ya. Heeh. Next project. Biar dipanggil aja. Nah, untuk yang ini tuh ee sebenarnya area untuk servis ini. Sekarang kita ada di ruang service nih yang tadi lu bilang di sebelah sini tuh berarti ada ruangan apa? Ini untuk gudang. Oh, ini gudang. Oke. Terus habis itu di sebelah sini itu banyak banget perintilnya. Heeh. Jadi ini buat nyimpan menyembunyikan mesin-mesin ya. H. Heeh. Jadi kan untuk area servis kan kalau ini ada solar panel. Oh, iya. I itu baterainya ya? Heeh. Heeh. Terus ini panelnya. Oh, oke. Oke. Dan jadi semua diumpetin di sini. Oke. Terus habis itu di bagian sini adalah si yang bisa buat laundry tapi ada tangga naik ke atas. Lu berarti ini ee biasanya lu selain ngambil rumah ada pekerjaan lain enggak sih yang lu ambil saat ini? Apaan? Sebenarnya sih 80% kita rumah sih. Rumah. Rumah. Cakupannya di daerah mana? Banyaknya di selatan Bintaro, BSD. Oke. Jakarta Jaboretabek lah ya. Heeh. Oke. Terus dan bisa produksi juga. Bisa produksi juga. Menerima juga kalau misalnya ada udah ada gambarnya gitu. Tapi kita dari arsitek sih. Oh, biasanya dari makanan sama arsitek. Supaya lebih jelas gambarnya ya dan enggak banyak ribut deh. Iya, betul. Mengurangi konflik. Mengurangi konflik. Mengurangi konflik. Oke, Mbak nih. Ee gua mau tanya dong, waktu lu ngedesain ini itu berapa lama waktu itu? desainnya mah cepat maksudnya sampai dari yang kita mau sampai desain jadi Eh, kayaknya enggak nyampai kayaknya cuman 3 bulan deh. 3 bulan aja desain. Tapi kalau pas ngebangunnya itu, Nah, ngebangun kan dari mulai desain terus kita cari kontraktor kan, pilih-pilih kontraktor sampai akhirnya binding sama kontraktor yang kita secara RAB masuk terus portofolio masuk. Oke, mulai dari pondasi benar-benar sampai finishing sampai bisa jadi itu kayaknya hampir 1 seteng tahun. 1 seteng tahun ya? Tahun buat ngebangun. Lama di finishing sebenarnya. Oh iya pasti pasti. Duitnya juga paling banyak finishing. Banyak mau. Terus itu pas misinya ini kan gua lihat soalnya agak ee ribet nih. Soalnya lu ee kontraktor sendiri, arsitek sendiri, interiornya pun sendiri. Waktu itu lu berarti masukin si interiornya itu pas lagi paralel atau udah selesai dulu? Paralel. Iya. Jadi masih finishing dari kontraktor kecil-kecil itu udah mulai ee inilah udah mulai sama desain interior dan sudah mulai masuk-masukin Biar nanti pas sudah serah terima kunci. Benar-benar semuanya dibersihin dulu tukangnya. Jadi langsung jadi terima beres ya. Beres. Betul. Jadi diparan. Terus waktu itu pas ngebangun ini kira-kira berapa sih per meternya untuk sipilnya aja ya? Sekitar 7 sampai 7,5. 7 sampai 7,5. Waktu itu tahun berapa tuh ki? 2024 kok. Masih tahun lalu lah. Oh, masih tahun lalu ya. Oke. Waktu lu mengkoordinasikan tiga orang yang berbeda ini sama taman. Taman kan ada vendor. Empat ya berarti yaer. Iya. Oh oke. Oke. Itu ada dramanya enggak sih waktu mengkoordinasikan orang ini? Ada sih. Alhamdulillah vendornya amanah semua. ee baik-baik maksudnya enggak ada yang kan biasanya kan ada yang ketipu atau ee tiba-tiba enggak bertanggung jawab di tengah. Enggak sih? Alhamdulillah dari mulai arsitek, desain interior, taman, ee kontraktor semuanya oke gitu. Benar-benar bisa men-deliver apa yang aku mau walaupun kadang-kadang banyak mau gitu kan. Oh sembari ya para vendor itu mohon maaf ya gini sekalian di video ini dia minta maaf nih di sini nih. Sabar maaf dan terima kasih dong. Maaf dan terima kasih. detail gitu. Tapi memang yang namanya bangun rumah ada aja ya dramanya waktu di ini si tuh di bagian pas ee masang sumur air itu kan kita pakai air tanah. Tadinya kan mau sumur satelit ketika itu lagi di kan kalau satelit itu kan biasa di atas 40 60 kan ketika sudah mau 30 ke 40 Heeh. Ternyata tetangga protes jadi airnya mereka kena kena selama 3 hari mereka enggak bisa pakai air bersih. Oh Jadi ya emang kalau misalkan bangun rumah tuh dramanya tuh kadang enggak di internal doang ya. Iya ada aja. Padahal udah mulus banget nih maksudnya benar-benar alhamdulillah ya bilang gitu kan sama suami kita tuh dapat vendor yang bagus-bagus gitu yang kerjanya sesuai sesuai inilah mau kita terus jujur gitu loh semuanya sesuai. Tapi di akhirnya tuh ada aja ibarat sayur kalau enggak dikasih garam enggak enak gitu ya. Iya. Yang di luar kontrol. Jadi ya udah karena kita tahu semua pasti ada cobaannya jadi ya udahlah di oke ada solusinya. Akhirnya kita enggak jadi pakai smartit. Oke. Tapi berarti kan ada toleransi ya antara tetangga ini. Nah itu yang paling penting ya. Soalnya kan ee akhirnya kan kita bakal hidup berdampingan ya. Betul. Jadi daripada kita maksain tapi enggak enak sama tetangga atau enggak nanti setiap pagi kita keluar kandang kita juga lihat-lihatan. Iya. Apalagi sebelah banget kan jadi udahlah enggak usah. Oke. Jadi gitu ya. Oke. Oke. Oke. Ya udah teman-teman jangan lupa follow Instagram-nya di @ apa mbak? Menghuni. Heeh. Menghuni. Oke. Dan di situ bakal banyak banget material yang dipakai. Terus hax-hhacks-nya apa dan bercocok tanamnya dan peternaknya juga ya? Betul. Iya. Oke, jangan lupa follow eh Instagram interiornya di @kasaka. Ya, makasih teman-teman juga udah ikutin episode kita kali ini. Jangan lupa like, comment, follow, subscribe di @architekturindonesia. Kita ada TikTok dan ada Instagramnya. Ciao

Lihat di YouTube