Jungkat

(RUMAH UNIK) Rumah Mewah Bikin Betah Kayak Di Cafe! (YouTube Video)

  • 03/08/2025

Nah, ngomongin soal konsep bisa dibilang seperti lu tadi sempat mention di awal, gaya-gaya kayak Sofia Gunawarman gitu kan. Jadi ini lampu yang paling aku cita-citain dari dulu aku lihat lampu ini pertama kali. Ah, ini harganya bisa beli satu alpar. Halo, ketemu lagi sama Belinda di Arsitektur Indonesia. Sekarang kita lagi ada di dekat area Pondok Indah. Nah, ini ada rumah yang menurut gue mewah banget. Gayanya mirip kayak kafe-kaafe yang ada di Sofia Gunawarman kayak gitu ya enggak sih? Dan di dalamnya itu banyak artwork yang keren banget kalau misal bisa dicontek ada di rumah. Enggak usah lama-lama, kita ketemu dulu sama Mas Bima dari Grand Devida dan kita tanya-tanya sedikit mengenai rumah sama lokasinya. Oke, Mas. Hai. Hai. Apa kabar, Bel? Hai. Nih, kita lagi ada di mana nih lokasinya nih? I ini tuh ee lokasinya tuh dekat Pondok Indah karena juga dekat sekali sama tol, dekat akses tol dan dekat sama Bintaro juga gitu. Jadi ini antara perbatasan ee Pondok Indah dan Bintaro lah gitu ya. Jadi ee lokasinya sekitarannya juga ini lagi masih develop semuanya udah banyak area komersilnya, area perumahannya juga udah banyak jadi emang alokasi nyaman aja gitu loh. Iya tadi gua lihat di situ juga ada perumahan ya yang lagi dibangun ya. Ada ada ada. Jadi makanya nempel sama si perumahan yang ee dievelop sama salah satu developer terkenal juga ya gitu besar ya gitu. Jadi that's why makanya areanya juga menarik dan salah satu alasannya si developer itu juga mau kan ya karena pasti area ini bagus nih punya potensi yang keren kan gitu. Oke. Berarti sebenarnya secara investasi dia bakal naik lah ya. Iya dong pasti. Ini memang rumah tadi gua listing oke gua listing cuma udah sold before coast kan gitu. Cepat banget dong berarti ya. Benar. Enggak heran juga kenapa cepat ya. Mungkin nanti kita lihat detailnya. Keren banget dan desainnya juga uh. Tapi yang namanya ee rumah dijual di listing itu pasti kan ada tawar-menawar ya. Nah, ini harga deal-nya itu cuman turun berapa persen sih, Mas kemarin? Wah, kalau kita ngomongin persen tuh tipis banget deh pokoknya. Jadi saking meang karena ral dijual ini kan e fully furnish ya. Jadi dengan semua ada interiornya dan ada aksesorisnya. Jadi tinggal masuk, tinggal masuk gitu. Jadi ya tipis-tipis deh. Cuma turun 100 R00 juta lah. I bisa dibilang kayak cuman 1% ya. Iya. Jadi the buyer willing to pay dengan apa yang dia dapat di dalam semuanya gitu loh. Oke berarti ini harus dilihat banget rumahnya gimana caranya supaya yang mau beli nawarnya dikit aja gitu. Oke yuk kita masuk dulu yuk. Yuk yuk lihat nih di sini nih ada gerbangnya. Gerbangnya harus gua tutup dulu dong. Yo yoi. Ini gerbangnya sendiri udah ini ya, udah otomatis ya. Oke. Tuh masang tut we kan. Ayo ayo pakai geriginya guys di sini. Ah ilmu-ilmu dikit. Oh kita jadi kayak suami komedi ya. Jadi memang si e pagernya dia automatic ya e pakai remote dan juga jadi gampang kan enggak ngebukanya dan ada pintu yang manualnya juga bagian pintu yang buat orang gitu loh. Oke. Oke. Tapi sebelum itu Mas sebelum kita masuk ke situ coba ceritain dong ini luas tanahnya berapa, bangunannya berapa, sama konsepnya apa? Jadi oke luas tanahnya ini tuh dia 320 m². Untuk bangunannya sendiri dia 450 m. Jadi tiga lantai termasuk si area garasinya. Oh iya iya. Kayak agak panggung ya. Iya kayak jadi bawahnya hanya buat area servis dan ee garasi gitu. Cuma ada satu kamar juga nanti kita lihat. Nah ee kamarnya ini dia ada empat cuma satu kamar dijadiin musala. Jadi semua kamar ini ada bathroom-nya. Kamar mandi di dalam semua. Lalu e dia punya swimming pool juga. Dan kalau ngomongin soal di mana itu swimming pool nanti kita ke atas karena ini masih lantai du mewak. seperti lu tadi sempat mention di awal kan. Jadi itu lebih apa ya modern klasik kah? Ada klasnya dan ada sentuhan apa ya bohemiannya ya kali ya. Iya gitu ya. Dan gue tetap ngelihat ada rasa-rasa rastiknya sedikit sih. Itu di bagian finishing-finishing kayunya itu. Dia finishingnya tuh agak sedikit rastik tapi tetap terasa mewah banget. Nanti kita lihat ya di video pas masuk. Iya. Betul. Sekarang kita ke mana dulu nih, Mas? Di sini. Heeh. Kita di area ee depan atau area carport ya. Jadi di sini dia tetap menggunakan apa sih? Batu alam ya. Ini undersat bukan sih namanya? Undersit kan? Oke. Undat. Undersat. Tapi ini ukuran 20* 20 nih. 20. Benar. Nah, arsiteklah yang lebih paham detailnya. Oke. Dan luasannya gede ya berarti ya luasannya gede. Iya. Bisa buat dua mobil. Nah, ee sebenarnya garasi dan carport itu carport dua, garasinya bisa dua. Ber itu total bisa empat mobil. Heeh. Ini kalau untuk tingginya, Teman-teman, di 2 koma kira-kira 2,4 nih. 2,4 ya? Iya. Ini 2,4 nih. Terus Wow. Ini custom. Custom. Nah. Uh. Kalau kadaran kita biasa ngelihat model yang cuma kisi-kisi. Iya. Iya. biasa aja gitu. Horizontal apa ee vertikal gitu ya? Nah, ini dibikin kayak bentuk ini sih keren banget sih. Iya kan? Ini pakai mesin CNC nih pasti belahnya J kayak gitu. Sini juga yang tebal banget dan powder coating jadi enggak ada bedanya sama sekali nih. Biasanya kalau misal pakai semprot dia ada-ada aja bedanya nih. Oke. Ini keren. Bagus dia. Cuma yang ini dia enggak otomatis. Dia manual tinggal tarik atau dorong aja sih. Kalau ini mah gitu. Oke. Nah, ini ada penerangan juga lighting tiga ya sama itu ya. Oh, iya ya. I ya ya. Heeh. Buat dan di sini Mas. He ini itu ada space untuk apa ini Mas? Tujuannya tadinya mungkin bisa buat taman kering atau let's say buat parkir motor. Let's say ada yang punya moge itu masih bisa atau let's say buat genset. Nah, ini kan ada jendela. Ini sebenarnya kamar. Oh, gitu ya. Ada ruangan. Ini bisa dibikin tembusin pintu kan sebenarnya kan. Iya, benar. Jadi, mau bikin office. Atau mau bikin kayak ruangan kreatif atau apa ya enggak perlu Heeh. langsung masuk ke sini. Jadi, karyawannya let's say dia punya langsung masuk sini. Heeh. Jadi, enggak perlu naik masuk garasi atau gimana. Betul. Betul. Jadi secara ee masuk pintu masuknya tuh pun dibedain enggak ganggu Terus kita naik ke atas dong, Mas. Gua penasaran nih. Wow, pagarnya tinggi sekali ya. ya. Yes. Ini dari tangganya juga dia pakai batu alam juga. Ada sedikit landscaping-nya. Simpel. Enggak terlalu rameai tapi tetap estetik lah ya. Iya iya iya. I kan. Heeh. Ini kayaknya malam cantik nih. Oh cantik. Tentu ada lampu ini juga nih stairs ini kan biasa tuh. Jadi penerangan supaya ee kalau misalnya malam dia tetap enggak ada yang kepeleset terang gitu loh. Benar. Oke. Ini sekarang kita ada di lantai lantai duanya ya. Lantai duanya yang ada kolam renangnya yang Iya. Uh, rasanya kayak ada di Bali. Jadi untuk area outdoor sih mungkin e nuansa alaminya lumayan dapat ya. Lantainya juga tetap pakai batu alam dan nyambung ke kolam renang ya. Iya. Dan ini karena kita ada di lantai du jadi orang-orang tuh enggak bisa seenak itu untuk lihat ya sebenarnya agak privacy ya. Ini landscaping-nya juga dia nuansa-nuansa tropisnya juga dapat. Ada pohon kambojanya, alang-alangnya. Iya. Jadi kalau punya anak kecil enggak langsung cukcuk cukcuk langsung naik ke atas gitu ya. Jadi ada penghalangnya dulu sama vegetasi. Oke. Terus ini kita ke terasnya. Teras. Uh. Nah, ini teras ke masuk ke entrance. Dan dari rilingnya juga dia custom semua. Ini nyambung sampai ke handeling anak tangga. Dia perpaduan kayu sama ee besi ini ya. Nah, tempak, Guys. Mungkin gua sukanya dari rumah ini tuh e ada kan orang yang klasik banget ya, yang keriting-kriting banget itu ya. Nah, ini tuh simpel gitu. Heeh. He. Karena klasik itu enggak perlu keriting. Jadi karena dia klasik tapi dia simpel jadinya matanya pun juga enggak berat-berat banget ngelihat ya. Dan di sini kelihatan lagi dari motif pintunya pun dibuat gayaknya begitu. Iya. Benar. Jadi kayak bulat gitu ya. Iya. I. Jadi nyambung juga ke si besinya, relingnya besinya. Jadi memang detailnya tuh owner sih luar biasa sih. Dia yang desain sendiri kah? Ide dan katanya jadi ide semuanya itu dari diri sendiri reference-nya dari Pinterest. Gila ya. Ya tapi it's ok selama ada yang selama ada yang bisa interior desainernya atau desainernya bisa ngebikin ini satu lain masih is oke. Tapi kalau ceplak ceplok ceplak ceplok ya. Iya, iya. Iya. Pastinya kan gua pengin yang secara garis besarnya kayak gini nih desainnya modern tropisnya mungkin ada sedikit sentuhan bohiminnya dilihatnya. Nah, dapatlah akhirnya seperti ini gitu. Emang perlu sih, Teman-teman, kalau misalnya untuk ngedesain itu tetap basisnya itu dari si pemilik atau penghuni rumahnya. Habis itu baru diarahin sama desainernya. Ini begini aja supaya enggak keramaian rumahnya. Jadi, dibikin senada kayak di situ ada lurus-lurus bulat-bulat ya. Di sini juga ada lurus-lurut bulat-bulat enggak tiba-tiba keriting begitu. Itulah pentingnya. Oke, kalau kayak gitu aku penasaran pengin ketemu sama yang punya. Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Halo. Ayo silakan masuk. Halo, Mas. Nah, ini dia pemiliknya. Gua kenalin langsung Mas Adrian. Halo, Adrian. Mas Adrian. Aku Belinda. Halo. Langsung aja untuk to rumahnya dan detailnya sama sang empunya. Wah. Oh io ih karena yang katanya yang punya rumah inilah yang ibaratnya mendesain awalnya. Cuman sebenarnya enggak mendesain, ada desain interiornya, cuman idenya emang dari saya sendiri gitu loh. Kita lihat ya istanaku ini. Rumahku istanaku nih. Mas aku mau tanya nih. Aku amaze loh dari tadi sama pintu-pintunya. Oke. Karena ini menurut aku pintunya ini finishingnya beda nih. Iya. Enggak enggak enggak kayak finishing pada umumnya yang mengkilat gitu. Jadi, masih ada terasa rastiknya tapi tetap kelihatan mewah. Bisa ceritain enggak sih? Ini tahu enggak? Sebenarnya ini aku ini ini bahan bahan kayunya sendiri ini pakai kayu merbau nih aku. Jadi, semua pintu-pintu di rumah ini pakai kayu merbau makanya dia berat. Oh, Terus kalau untuk pemilihan warna karena sebenarnya rumah ini kan sendiri dari warnanya kan pemilihannya cuma ada tiga warna abu, navy blue, sama hitam. Jadi aku minta semua di rumah ini semua termasuk AC apa semua warnanya hitam termasuk pintu ini. Oh iya benar juga AC-nya. Tadi gua lihat AC hitam, WC hitam, semua hitam pokoknya. Enggak ada yang putih di sini. Aku enggak tahu nih apa warnanya. Sebenarnya arsiteknya juga jago. Dia udah arsitek keluargaku dari lama. Jadi kayak dia udah tahu ee apa yang aku minta, dia langsung cari gitu. Dan dapatlah warna hitam ini. Ini semua senada sama warna yang buat tangga, kayu tangga semua. Oke ya, nanti kita lihat ya. Tapi ini juga keren banget menurut gua. Kenapa? Karena biasanya kusen itu dia lebih kecil daripada dindingnya. Ini juga. Betul. Betul. Jadi e kelihatan kayunya itu pun juga balokannya yang gede ya. Iya betul. Dan ini lantainya, Mas. Lanya ini ini marmer asli. Asli. Asli. Ini ini yang yang abunya ini ee marmer e lokal sih dia Sulawesi. Kalau yang hitam-hitamnya kita pakai Maruina Itali. Oh ini pakai waterjet namanya yang motif kayak begini gitu loh. Oke. Dan ini perpaduan antara lokal dan interlokal. Karena kalau sebenarnya penginnya ee penginnya semua impor, cuman karena mahal banget rumah segede gini kan sayangnya ini karena semuanya marmer di rumah ini enggak ada yang enggak. Oh gitu. Kecuali kamar tamu saya pakaiin parket biar hangat gitu. Oh iya iya suasananya biar hanget ya. Biar hanget gitu. Tapi kalau kamar utama semua pakai marmer. Jadi lumayan. Sebenarnya saya ngincernya airmes gry sih. Marmer Itali dia Airmes Grey. Eh Mas ini waktu itu ini ceritanya emang Mas sendiri yang minta ada beginiannya Enggak. Ini ini idenya desain interior aku. Oh gitu. Ini kalau ini emang di luar konteks yang aku pengin. Jadi waktu itu dia tiba-tiba come up sama this idea. Tadinya sebenarnya aku penginnya ini dibikin e plong aja biar jadi ketika orang buka pintu dengan adanya patung berbreak ini kayak disambut sama si patung ini terus tangganya kan grand stare gitu. Jadi biar orang ketika masuk, oh gua disambut nih gitu. Iya iya benar ya. Nah tapi e akhirnya si apa desain interiornya bilang better pakai kayak beginian Mas biar lebih ee homy gitu. Kalau terlalu plong juga jadinya enggak enak. Kayak pokoknya enggak bagus deh waktu itu sempat plong juga gitu loh. Jadi ini benar-benar belakangan banget gitu loh. Akhirnya dirubah lagi akhirnya dibikin ini jadi manis aja lebih manis. Terus si waterjetnya juga dirubah lagi mengikuti si ininya. Padahal tadi water jetnya udah di belakang lurus sampai situ gitu. Tapi ini kelihatannya emang kayak tempat ini ya perapian ya. Emang ini ceritanya fire e fireplace gitu loh. Heeh. He. Terus ininya buat aku taruh pajangan-pajangan karena sebenarnya aku juga koleksi beberak sama kaos kan. Oh, pantesan ya dari tadi dilihat ada ada semua di tiap sedut tuh ada. Nanti nanti kita bisa lihat deh koleksi patungku. Ini besarnya segede gini kah? Ee iya yang ini 2 m ya. Gua jauh banget nih ya tadi kayak gua ngelihat Hilman sih sebenarnya ya. Oke. Dan ini di atasnya ini Mas aku lihat ini dikasih enggak cuma sekedar plafon doang. Ini ada kacanya kah atau kaki bukan? Ini pakai akrilik. Akrilik dalamnya ada lampu LED. Oh, biar juga warm gitu dan kalau cuman plafon biasa aja kan itu udah banget ya. Benar-benar di rumah ini custom Custom semua terus beda dari yang lain deh pokoknya nanti bisa dilihat juga kayak kamar mandi utama itu aku bedain banget gitu loh dari rumah-rumah pada umumnya gitu loh. Oke kalau kayak gitu aku mau lihat dong di bagian sini. Boleh. Ayo. Uh tangganya aja muter nih. Bikin gini enggak gampang loh nih tangga muter ini. Betul betul. Yang susah tuh handle kayu itunya. Biasanya mereka pakai besi gitu. Heeh. Nah, ini powder room. Oke, ini powder room. Aku di sini sengaja enggak bikin kamar mandi dalam biar kalau ada tamu tuh lalu lalang di kamar mandi enggak perlu ke kamar dulu apa karena ini letaknya bersembelahan dengan kamar tamuku. Ini kamar tamunya gitu. Oke, nice. Boleh ya aku masuk ya? Boleh dong. Kamar tamunya aja kesannya seperti hotel. Dan aku ini kan orangnya detail banget ya. Jadi aku tuh sangat suka dengan lampu-lampu. Jadi di setiap perabotan yang ada di rumahku ini aku kasih lampu-lampu ini LED kayak gini gini gitu loh. Iya iya iya. Kelihatan ini. Ini ya lampu LED ini biasanya ada yang taruh di depan atau belakang dia taruh di tengah. Iya. Kalau di rumahku semua perabotan itu termasuk meja-meja itu ada lampu LED-nya. Nanti yang di atas semua ada LED-nya gitu. Kelihatan sih kalau orang yang detail banget tuh sampai yang kecil aja tuh diadain. Iya betul. yang enggak perlu sebenarnya jadi perlu gitu loh. Tapi ya worth it lah karena tadi aku dengar kan rumah ini dijual dan penawarannya tuh hanya kecil banget kan dan orangnya mau gitu ini. Nah ini musala musalaku dan plafonnya dibikin melengkung melengkung biar terlihat besar gitu loh. Kalau aku ngelihatnya kayak kulit ya. Jadi kelihatan kayak kesannya kulit gitu yang ditaruh di atas. Uh kelihatan mahal. Nice. Iya, kelihatan jadi lebih lebih white sama lebih kelihatan mahal ya looknya. M jadi kayak lebih elegan gitu loh di ruangan lebih kreasi gitu. Oke. Dan di sini wall panelnya dikasih setengah aja dan ada lampunya lah. Iya, lampu LED itu di belakang ini juga ada apa tuh namanya? Batu apa tuh ya? Lupa deh aku. Heeh, aku lupa apa namanya ini. Ini tuh kosnya mahal juga nih bikin ini. Oh, iya. Ini kayak ya ini sebenarnya kayak dipotong sama mesin CNC kan ya? Uh. Udah. Jadi, ini kenapa aku pakai ini? Kan ruangan ini kan enggak ada jendela. Jadi, e aku bikin seakan-akan itu jendela di musala ini. Nah, makanya LED ini seakan-akan seperti cahaya matahari gitu. Oh, iya. Ini akrilik lagi, Teman-teman. Akrilik. Ini akrilik gitu. Oke. Aku pikir juga ini tadi ada jendela Enggak ada. Jadi biar orang tuh sebenarnya orang tahu ini apa, cuman maksudku ya begitulah gitu. Iya. Iya. Biar kesannya kalau ini jendela. Padahal dia bukan jendela. Iya, betul. Dan lampu di sini juga temaram aja ya biar khusyuk ya kalau mau salat. Exactly. sekarang kita ke living room dulu kali Boleh, boleh. Ayo dong. Aku jalan-jalan aja seakan-akan aku yang punya. Oh, enggak apa-apa. Santai banget. Nah, ini salah satu koleksi patungku juga. Lucu banget. Itu ini keren. Yang itu apa? Yang itu kaos yang biru. Aku juga itu kesukaanku itu. Iya. Sama apa kesuka? Itu kaos. Eh, jenisnya kaos tapi senimannya semua sama dari Jepang dia. Iya. I ini bare brick gitu. Kalau untuk living room ini sendiri aku ambil konsep dari film Greit Gatsbe. Nah, kenapa aku ngambil itu? Karena aku suka banget Greit Gatsby itu kan laki-laki muda yang berkelas. Akhirnya film itu menjadi salah satu film favoritku. Nah, aku implementasikan di ruangan ini gitu loh film GR GB itu. Oh, iya. Berarti ini mungkin rumahnya nanti bisa judulnya rumahnya Gre Gre Gb. GR GB. Amin. Karena ini sebenarnya benar-benar rumahku banget ini. Jadi ceritanya agak konsepnya agak Britishbritish gitu styleennya gitu dengan plafon tinggi-tinggi terus ini kan kotak-kotak gitu loh. Tapi ini ini pembuatannya detail banget nih. Ee waktu pertama kali itu ini rumahnya berarti tanah kosong. Tanah kosong. Tanah kosong. Habis itu bangun sendiri dan isi sendiri. Isi sendiri. Total lamanya waktu itu berapa lama? Hampir 2 tahun ya? Hampir 1 tahun setengah lah. 1 tahun setengah. 2 tahun sampai ngisinya. Sampai ngisinya. Heeh. Oke, lumayan juga Coba lihat deh lampu di atas itu. Itu juga itu aku ambil dari hotel The 25 yang di Asta itu. Ini aku customize. Customize lagi. Semua lampu di rumah ini customize. Benar-benar konsep rumah custom ya. Jadi ee lampu dindingnya semua gitu. Ini pakai desain. Kalau lampu-lampu aku pakai desainer lampu gitu. Oke. Boleh aku lihat sampai ke situ ini? Karena ini lampunya satu lagi kita ngomongin lampu gantung yang ini juga beda nih. Nah, ini ruang makan aku. Dining room sama kitchen. Ini semua aku ambil konsepnya dari restoran Franco yang di Bumi Pakono. Lampu lampu barnya semua gitu. Aku suka banget lampu ee Franco restoran itu. Jadi aku ikutin konsep-konsep mereka. Oh. Termasuk siling-siling di atasnya dia. Oh iya benar juga ya. Ini kitchennya keren banget dari segi top table-nya, terus habis aksesorisnya. Ini bisa ceritain enggak sih, Mas, ini waktu bikin ini di mana sih belinya? Ini aku semua di rumah ini semua dari botga artisan untuk kayak marmer-marmernya, Granitale, semua itu dari Botega Artisan. Jadi, desain interior aku itu khas dengan desain curve-nya dia yang seperti ini kan curve semua tuh. Jadi, rata-rata lemari-lemari di sini semua e motifnya agak curve-kurve gini. Oke. Rapi ya dia bikin? Rapi. Rapi. Iya. Oh, ini harus tukang marmer nih. Walaupun ini set besar harus tukang marmer nih. Terus dan ini sampai ke ruja makannya pun juga begitu ya. Semua custom dia. Semua custom dari kecuali kursinya. Kursinya saya beli sendiri terpisah. Oh, gitu. Gitu. Ini meja makannya kita gunain e marmer yang sama warnanya. Jadi color ton-nya sama semua. Iya. Lebih ke navy dan grey ya. Jadinya mungkin ini salah satu kenapa sih yang mau beli rumah mau ya soalnya udah ini semua iya bagus ini. Memang teman-teman saya juga paling suka di rumah ini adalah kitchen ini. Terutama si siling ini sama kamar. Jadi siling kamar sama kitchen tuh sama. Iya aku pengin banget ngelihat ke atas deh kayak gini gitu. Tapi untuk di bagian situ apa tuh Mas? Ini area ke basement. Di basement ada parkiran, ada gym. Tapi gym-mnya enggak dijadiin gym sama aku. Tapi jadinya kayak hall gede gitu. Terus ada area servis. Area servis semua di bawah. E dapur kotor semua di bawah. Terus ini ada lemari sepatu. Kayak sepatu yang aku pakai gitu. Karena sepatu-sepatu yang enggak dipakai aku taruh di kamar. gitu. Ini lemari sepatu. Aku jadi pengin langsung lihat ee daerah atas nih. Boleh. Come on. Tuh, lihat tuh AC-nya semua hitam warnanya tuh. Iya loh. Jadi enggak kelihatan loh. Dan masih bagus catnya. Ya gitu deh. Kalau misalnya ngecat harus yang bagus. Cat AC-nya loh. Iya. Kalau enggak mahal nanti ngelotok-lotok. Ngelotok. Benar. Heeh. Terus sekarang kita ke atas. Oke, ini tangganya. Ini enggak murah nih. Ini mahal. Iya, susah. Susah. Benar. Susah. Kal. Jadi, kenapa aku tuh suka banget? Jadi, dari dulu aku kalau punya rumah emang punya cita-cita pengin punya rumah yang pakai Grandstare. Ah. Nah, akhirnya terjadilah di rumah ini. Tapi aku bikin kalau rumah biasa kan mostly mereka taruh tangga itu sampingnya meja makan, ruang ruang keluarga apa. Kalau aku enggak. Aku bedain sendiri. Jadi, aku pengin rumah ini tuh benar-benar ketika kita buka pintu di area main gate gitu, foye, foye itu enggak ada kursi, enggak ada apa. Jadi hanya tangga ini biar orang kayak terus ya sama si patung merah itu gitu loh. Jadi langsung kita enggak ada ruang tamu biar sekarang udah aku pengin ya udahlah kita nyatu aja, enggak usah ada gap antara si tamu dan si tuan rumah gitu loh. Iya. Iya. Tapi ini pas buka kesannya kayak disambut gitu ya. Iya. Biar kesannya seperti disambut dan kesannya jadi megah gitu loh dengan tangga Grandster ini. Iya. Enggak, ini kelihatan mewah banget Mewah. Heeh. Terus lampu ini. Nah, ini yang aku tadi bilang ini lampu yang paling aku cita-citain dari dulu aku lihat lampu ini pertama kali. 3 tahun lalu aku lihat lampu ini di mana? Di Plaza Indonesia. ini harganya bisa beli satu Alpard. Tapi aku enggak segitu belinya. Lebih murah karena gua mau nelen lu udah langsung. Eh, kalau yang di Plaza Indonesia itu harus beli satu Alpard. Hm. Gitu. Nah, akhirnya sahabat keluargaku kebeneran dia yang bikin lampu-lampu di ee hotel-hotel ternama di Jakarta lah. Akhirnya aku bikin customize ini langsung. Tapi kristal ini dari Ceko. Oh, langsung dari Ceko. Jadi bikinnya juga lama. Dia bikin lampu ini sekitar 8 bulan karena waktu itu sempat kena lampu merah. Kristal-kristalnya enggak bisa masuk ke Indonesia gitu. Oh, di dihold dulu ya. Dihold dulu di customnya gitu loh. H. Dan di atasnya ini dikasih kaca ya? Iya. Kasih kaca biar terlihat lebih megah dan lebar gitu. Betul. Iya. Iya. Dia kelihatan kayak ngerucut gitu ya. Iya. Jadi ketika kita lihat ke atas itu bagus banget dia lampunya jadi kayak ada kayak kayak Iya. bentuknya jadi double kan. Kayak double gitu. Wow. Dan ini kayaknya ke cerminnya pun juga cermin bronze ya. Bronze. Semua bronze di sini cerminnya. Nah, untuk lantai du sendiri ini area entertainment. Kalauum apa semua karena di sini semua pakai soundproof semua. Jadi kita mau karaoke jam . pagi mau apa semua. Di sini aja. Di sini aja. Enggak kedengaran. Keluar. Oke. Dan habis itu ini ruangan apa, Mas? Yang ini kamar tamu. And kamar tamunya pun terlihat seperti kamar utama pakai flutedot glass. Utama. Iya. Apa? Temper bukan temper glass apa ini ya? Ini fluted glass nih. Fluted karena dia melengkung melengkungmelengkung gitu. Iya betul. Oke. Nah, ini kamar mandinya. Jadi aku samarin. Wah, seperti lemari. Ini seru sekali. Sebenarnya ini kamar mandi gitu. warnanya pun hitam dan hijau. Hijau juga salah satu warna favoritku dan ini adalah salah satu contoh yang aku ambil juga dari restoran Franco. Kamar mandinya kayak gini banget. Saya ikutin persis. gitu dicontek banget. He. Tapi ya masih kelihatannya bagus ini. Dan ini dikasih kayak list-list ke gold Iya, gold list itu iya betul. Gold panel. Heeh. Wow. Gitu. Nice. Dan lucunya ini ada di salah satu e lemarinya ternyata. Jadi kalau ibaratnya kayak pintu kamuflase ya. Betul. Betul. Kayaknya yang ada di sini enggak mau pulang deh. Dan ini oke ini sliding semua ya. Berarti sliding dan semua ketika kamu buka pintunya dia langsung ada lampu. Lampu. Jadi aku bikin konsep rumah ini tuh biar kayak di hotel kan. Jadi ketika kita buka lemari itu langsung ada pencahayaannya gitu. Jadi kelihatanlah dalamnya gitu loh. Ini kayak kesannya kayak black. Ini pakai black mirror nih. Ini pakai black mirror begini-begininya. C. Oke. Ini black mirror ya? Iya, black mirror. Uh, nice. Dan dibikin ini kayaknya fireplace lagi ya. Iya, betul. Kalau di sini ada sedikit warna putih yang sebenarnya aku enggak suka tapi biar enggak terlalu gelap karena kan ini warnanya dominannya keabu dan hitam. Jadi akhirnya aku bikin warna putih biar ada sedikit menyeimbangkan warna gitu. Heeh. Heeh. I. Oke, sekarang let's go to the itu my room. Uh, jadi di rumah ini sebenarnya ada tiga kamar, tapi kayaknya paling menarik nih kayak kayaknya kamar kamu deh, Mas. Sebenarnya empat kamar sih, tapi kan satu kamar aku jadiin di musala karena kan aku juga tinggal sendiri. Ini kayak tempat yang paling instagramable di rumah ini. Kalau teman-teman saya bilang. Di lorong ini dari sini tuh ke sini. Ke situ. Heeh. Oke. Uh. Nah, ini kamar aku. Wow. Ya ampun. Ini seru ya. Seru banget nih. Nih. Ini aku ngambil juga konsep tempat tidurnya dari The Hotel. Asta. Oh, di Asta lagi. Asta. Heeh. Oke. Dan di sini uh yang paling masif di sini menurut gua adalah si tempat pakaiannya. Wardopu. Heeh. Ini wardropku dan mimpi semua laki-laki adalah memiliki ini tempat aku buat naruh jam sama kacamata-kacamataku. Iya. Jadi enak kan? Jadi kalau misal kayak gini enggak usah buka-buka langsung lihat dari atas gua mau ambil yang ini. Tek tek tek tek tek selesai gitu kan. Nah, terus ini apa lebih ke sepatu-sepatu yang jarang dipakai yang enggak pernah dipakai sih sebenarnya. Tapi kesayangan. Kesayangan gitu. Kalau yang dipakai tadi di bawah ini kayak ee pakaian-pakaian pesta aku. Jadi aku tuh sering pesta kan jadi baju-bajunya dipisah-pisah gitu. Nah, supaya kelihatan keren nih kayak GRD GS gitu. Heeh. Akhirnya aku bikinlah seperti ini. Jadi kalau mau pesta tinggal dipilih. Nanti kalau ada calon istri tinggal Mas kamu cocok pakai yang ini gitu. Sini sini sini coba lihat. Sebenarnya ini k ide aku doang lucu-lucuan aja gitu. Ternyata kok lucu juga ya gitu Iya. Dan kerennya ya kalau misalnya lagi kayak gini ambillah angsel yang bagus. Kenapa? Karena dia jadinya smooth halus. Kalau kita udah kalau misalnya enggak terlalu bagus dia nanti udah goyang semua ini. Betul. Betul. Betul. Oke. Oke. Ini bisa. Wow. Sekarang kita ke kamar mandi utama. Kamar mandi aku ceritanya. Nah, ini ceritanya aku ambil konsep dengan konsep book match. Oh, i covernya book match. Tapi aku enggak mau pakai lampu di belakangnya. Karena buat aku kalau pakai lampu di belakang bookmch itu jatuhnya Nora. Iya. Agak lebay keras gitu. Lebay enggak bagus elegannya hilang gitu Jadi aku bikin ee book match ini tanpa lampu. Nah, ini sendiri pakai Paloma. Semua Paloma. Kalau di sini ininya apa? Ee ee saniternya ya? Saniternya Paloma semua tuh. Ini udah dipakai ber mandi kan? Ah belum. Oh belum. Cumaan doang sih se jujur aja ini tuh. Mm. Nah yang tadi aku bilang di bawah ini dari Amerika aku beli waktu itu. Aku langsung beli di sana. Oh iya emang benar sih. Kalau misalkan lagi jalan-jalan keluar baiknya kita mencari barang-barang yang tidak ada ya guys. Yang ini enggak ada di Indo. Ini aku beli di Amerika waktu itu. Nah. Terus tadi kan aku bilang rumah ini dibikin beda seperti rumah lain. Salah satunya kamar mandinya. Kenapa aku bisa bilang gitu? Karena lihat, kalian bisa lihat di sini wastaffelnya ini wastaffel satu, ini wastaffel 2. Oh iya ada satu lagi. Mostly rumah di Jakarta itu dua wastaffel tapi mereka sama dalam satu apa ee table gini satu meja panjang gini. Kalau aku enggak mau. Akhirnya aku punya ide kayak gimana kalau ini pastafelnya dibikin pisa aja gitu loh. Oh. juga biar beda gitu. Jadi ya udah terjadilah konsep ini Jadi enggak saling ganggu tapi enggak ngebosenin juga dan dan benar sih ini agak instagramable ya untuk di kamar mandi ya. Betul betul. Kayaknya gua foto di sini bisa di sini juga oke di sininya pun juga cakep di situnya pun juga terbagi dua untuk kamar mandi dan showernya. Oke. Ini konsepnya tidak saling ganggu. Tidak saling ganggu biar kita punya privasi masing-masing walaupun kita bisa ngintip. Iya gitu. Cukup ngintip aja. You can touch ya. Oke. Wow. Ini kalau ini juga lemari juga ya, Mas ya? Lemari semua. Ini lemari. Ini lemari. Lemari sepatu. Lemari sepatuku tuh banyak banget. Oh emang emang pencinta sepatu ya? Emang pencinta sepatu. Tapi emang benar-benar benar teman-teman. Kalau misalkan kita punya rumah emang kita punya banyaknya sepatu ya berarti komposisi untuk e walking closet-nya juga harus lebih banyak buat sepatunya. Bukan kayak pada normalnya. Betul. Sebenarnya di sini balance sih. Aku juga kan emang emang aku tuh suka banget sama pakaian apa sepatu fashion. Jadi emang aku semua lengkap baju ini semua baju yang dari sini ke sini baju baju itu baju dingin. Jadi emang semuanya bisa terpenuhi gitu loh dalam satu ruangan ini gitu. Iya dan jadinya rapi enggak ada yang kececer ke mana-mana. Kalau ini lebih buat aku simpan koleksi-koleksi item aku gitu. Apa tuh? Enggak ada yang berharga sih cuma begini doang gitu. Oh oke. Parfumpfashion. Travel gitu. Heeh. Heeh. Ya, my wallet. Karena aku emang hobi banget apa? Jalan-jalan. Wallet bukan. Oh, bukan. Aku koleksi dompet. Dompet. Heeh. Parfum. Oh my God. Masih ada Blackberry-nya. K jadian aja. Eh, tapi emang benar loh kayak kita kan juga punya hobi ya. Hobi tertentu itu emang harus di bisa difasilitasi sama furniture kita. Betul. bisa jadi maksudnya kayak sekarang kan ini kayak gini-gini udah enggak berharga nih daripada kita buang better buat sesuatu yang buat pajangan kan lucu juga kan gitu loh selain buat pajangan juga buat e recall memori kita lagi loh gua mulai mengetahui pentingnya Instagram guysnya gua ngerasa nih udah mulai agak pikun nih kalau misalnya gua ngelihat itu lagi dia ke ingat lagi ya inilah tujuannya barang-barang yang begitu jadi disimpan-simpan dan rumahnya ini beneran eh customized mewah nya dapat dan boleh dipel enggak sih kemarin ee ini kejualnya berapa sih? Ee pokoknya berapa? Berapa kita pakai 1 miliar. Oke. Gua tadi mau bilang ee kalau enggak boleh bisa dibanding. Entar dulu, aku belum jelasin ya. Pintu ini sama pintu bawah itu sama kan? Sama. Tapi hanya kamar utama dan pintu utama. Jadi biar orang tahu bahwa ini pintu utama dan ini kamar utama di rumah ini gitu. Iya. Berarti ini ruangan yang opening Iya. The most important ini apa? Space in this room gitu. In this house gitu Oke. Dan ini tapi handle-nya ini handle-nya sih aku dari arsitek aku. Aku udah malas milih kayak udahlah ya udahlah terserah terjadilah yang seperti ini K fayakun Tapi keren kok Mas. Ini waktu bikin begini Mas boleh dipel enggak sih waktu biaya bangunnya itu berapa? Bangunnya itu hampir 15 M ya maksudnya itu udah sama semuanya ya udah semuanya semuanya. Jadi bangun sama ngisi interior itu di 15 waktu Oh, enggak sama tanah ya? Sama tanah. Tapi beranak 2 M. Iya kan? Lumayan. Iya lumayan ya. Oke kalau kayak gitu teman-teman makasih banget sudah ngelihat kita di episode Namu Bareng Belinda di Arsitektur Indonesia. Jangan lupa klik like, follow, share kita. Kita juga ada TikTok nih, Mas Adrian. Jangan lupa follow juga Instagram-nya di @ @riansyah_martin. Oke kalau kayak gitu see ya. Bye bye.

Lihat di YouTube