Jungkat

(RUMAH UNIK) Rumah Mewah Modern Klasik Lengkap dengan Grand Stairs dan Kolam Renang (YouTube Video)

  • 17/09/2025

Ini pas datang-datang kita langsung disambut sama tangga. Ruang keluarganya ini tinggi sekali nih, Mas. Pingginya berapa ini ya plafonnya ya kira-kira ya? Ee waktu bikin ini itu berapa sih semeternya nih? Sama ngisi-ngisinya nih? Iya 15 sampai 20 ya. Oke. Dan ini ceritanya nanti kalau misalnya ada yang mau mau dijual ya. Rana aku mau jual. Oh. Bukanya di harga berapa, Mas? Halo, ketemu lagi sama Belinda di Arsitektur Indonesia di acara Namu Bareng Belinda, teman arsitek kamu. Hai teman-teman, hari ini kita lagi ada di daerah Jakarta Selatan. Nah, kita mau meng-review house tour, rumah yang menurut gua keren banget dan unik. Kenapa? Karena ini mengadopsi gaya-gaya Eropa. Daripada kita tunggu lama-lama, lebih baik kita ketemu dulu sama yang punya. Ini dia yang punya. Halo, gua Bari. Gua CEO dari perusahaan advertising and welcome to my house. Nah, ini dia yang punya rumahnya. Namanya Mas Bari. Mas, ee mau tanya-tanya dong, Mas. Ini rumahnya tanahnya tuh berapa? Bangunannya berapa? Tanahnya ini luasnya 300 m, bangunannya 670. Oke. Mau tanya dong, Mas. Ini pagarnya ini tinggi banget ya? Ini kayak ada 5 m sendiri nih. Gua yakin nih 5 m enggak sih ya? ni kayaknya ee sekitar lebih dari 4 ya kayak ya. Oh 4 set,5 lah ya. Iya karena kita disesuainin sama rumah tinggi rumahnya kan gitu. Oh oke. Karena kita pengin biar dapat ee privacy gitu. Oke. Oke. Jadi ini supaya dapat privacy makanya pagarnya ditinggiin. Tapi ini yang lucunya Mas ini pakai batu apa sih? Eh ini tuh sebenarnya batu andesit ya. Cuman andesitnya tuh kemarin kita ngambilnya yang yang potongannya pengin yang ininya tuh teksturnya lebih gede-gede gitu lebih keluar. Mas, ini tuh berarti kan ini potongan alam ya bisa dibilang ya. Soalnya kan enggak datar nih teman-teman. Biasanya kalau kita beli di toko toko bangunan itu ada yang potongannya potongan datar gitu doang dan ini potongan alam. Jadi ini kayaknya lebih mahal ya kayaknya ya. Iya. Kita sengaja punya kayak begini ya gitu. E biasa emang yang flat aja ini kita emang pengin munculin yang ininya. Oh teksturnya biar dikeluarin ya. Sebenarnya ini terinspirasi dari mana sih? Nih sebenarnya kita pengin ini tuh ee kayak bangunan-bangunan resort ya kayak I gitu. Kayak di Bali kan mereka banyak menggunakan batu-batu alam ya Dan juga ini kan lokal pride ya kita pakai buku. Oke lokal pride guys. Oke kita masuk ke uh pintunya pintunya ini gede banget ya Mas. Iya ini berat banget. Berat banget ya. Iya karena disesuaikan sama bangunan kan gitu. Kalau misalnya kayak kurus besi doang kan kayak enggak balance gitu. Jadi kita saya tuh emang suka emang sesuatu yang kayak gitu. Hm. Dan makanya warnanya pun diambil juga yang bold juga nih ya. Oke. Dan ini pintunya sendiri pakai tebal nih platnya. Kayaknya tebal nih. Oke. Nah, sekarang kita udah di dalamnya nih, Mas. Datang-datang masuk-masuk langsung ketemu air terjun. Oh, iya. Ini berarti di atas sini ada apaan nih, Mas? Ee ini di atas tuh kita ada pool. Oh, ada kolam renang ya. Iya, ada kolam renang. Jadi emang kita pengin konsepnya sengaja dulu tuh penginnya ee ada air terjun yang jatuh ke bawah karena emang dulu tu kita pengin konsepnya di sini tuh gym room. Gim room di sebelah sini ya. Iya. Jadi biar biar ada untuk alamnya juga ya biar bisa dapat view di bawah ini tuh ya. Ini gitu tuh kompang ini. Kjun. Oke. Nah ini juga ya Mas ya. Ini pakai material apa sih nih? Ini kayaknya sama nih ya. Ini pakai andesit. E enggak enggak nih ini undesit. Heeh. Yang ini tuh sebenarnya dia batu Sukabumi. Oh, Sukabumi ya? Iya, batu Sukabumi. Oh, iya. I ya. Mohon maaf gua pegang. Dan ini botel Sukabumi ini juga ee sering banget dipakai buat material di kolam renang. Tahu deh buat orang rumah-rumah mewah tuh biasanya pakai kayak gini. Iya. Ini kolam renang. Kalau renang risort di Bali tuh semua pakai ini. Oh, oke. Oke. Terus habis itu di sebelah sini, Mas. Ini itu garasinya bisa muat sampai berapa mobil sih? Kayak gini. Ini kita di carpot sebenarnya dua ya. Dua tapi masih ada lebih untuk motor sama di dalam nih dua lagi garasi. Oke. Nah, jadi empat totalnya. Total empat plus motor empat juga lah ya. Terus di bagian sini Mas ini ada apaan sih Mas? sebenarnya di sini kita area basemennya benar-benar yang kita khususnya buat terutama buat servis sih ya. Ee di sini dia ruang pam room ya. Jadi yang mesinnya kolam renang apa semua yang air-air di sini. Terus sebelah sini dan area di sana tuh area totalnya buat area servis. Oke, di sini tempat area servis yang ada tangganya menuju naik ke atas ya. Iya. Heeh. Berarti di sini ada Oh, ada kamar Mbak. Habis itu ada kamar Mbak sama semua mereka. Jadi mereka aktivitasnya di sini tanpa ee mengganggu kita yang di atas. Oke. Jadi dipisahin ya zoningnya ya. Terus di sebelah sini yang sebelumnya ruangan gym itu tuh sekarang jadi apa nih, Mas? Sekarang di sini ee untuk sementara kita jadi ruang tim. Oke. Kantor sementara sih. Oh wow. Cukup ya. I di sini kita muat untuk enam orang sih. Wow. Seru sekali. Nanti next-nya ini berarti kantor ini bakal pindah ke kantor pindah karena ee insyaallah kayak kita tahun depan kita garap baru. Jadi kita akan pindah ke daerah ya ada di sana. Oke ya. Ini nanti mungkin balik ke awal untuk jadi lagi. Tapi by the way ini teman-teman ini namanya nih kantornya nih Renbar. Jangan lupa nanti follow Instagram-nya ya. Bikin apa aja Mas? Eh advertising sih kita billboard event sama aparel. Sekarang lanjut ke lantai atasnya ke lantai teras ya. Ini kalau misalnya dilihat-lihat ya lantai terasnya aja menujunya aja udah grande banget juga ya. Ya, seperti yang tadi konsep awalnya kita ee tetap pengin mengutamakan si resort itu tadi gitu. Jadi pengin suasana tuh kalau masuk tuh kayak bukan kayak lu masuk ke su hotel-hotel di Bali kan kayak pakai buk alam kayak gini. Nah, ini juga tetap masih ee batu alam ini yang jenisnya curi katanya. Apa? Batu curi. Batu curi. Oke. Oh, iya. I teksturnya dia bolong-bolong gini ya? Iya. Dia tekstur bolong gini. Jadi pas masuk itu kita ditemenin sama tanaman, batu curi sama lampu-lampu di bawah nih, Teman-teman. Jadi jangan lupa ya kalau misal bikin sesuatu itu lampu tuh emang harus banget. Kalau enggak dia enggak kelihatan mewahnya ya. Ini pas jalan nih, Mas. Ini swap-sapannya nih gede banget nih. Ini apaan sih namanya? Iya, ini juga dari batu ya. Ini granit bakar. Oh, granit bakar. Kayak enggak ada sambungannya gitu ya. Jadi granit bakar tuh kayak mar cuman kayak dibakar untuk bisa dapetin ini ya katanya apa? ee jadi kayak bertekstur kasar gini. Jadi biar anti Licin. Anti licin ya. Dan ini kita nyampai ke depan rumahnya. Dan depan rumahnya itu kita disambut sama pintu gede nih. Ini pintunya bahannya apa sih, Mas? Warnanya lucu nih. Ini kayu solid. Ee jati sih. Jati ya? Ini dibikin motifnya motif-motif agak deko nih. Ya. Ini ee karena kita konsepnya kan klasik modern ya. Oke, jadi kita pengin dapat e sentuhan-sentuhan klasik dan ini terinspirasi dari apa? Gatsbe. Dulu. Oh, GSB. Wow. Oke. Jadi pengin biar ada maskulinmaskulin yang tetap motifnya. Oke. Terus habis itu tadi kalau enggak salah dengar ini kayak ada unsur-unsur Marokonya ya. Jadi bagaimana? Eh, jadi untuk konser ini tu sebenarnya ee fasad terutama kita bisa rasain ini tuh ee Maroko, Spanis gitu. Oke. Oke. Makanya ada melengkung-melengkung beginian. N ini nih. Dan si ee ornamen-ornamen tadi di sini kan tuh itu dia kayak marokon banget. Oke. Wow. Uh, rumahnya mewah sekali. Ini pas datang-datang kita langsung disambut sama tangga muter yang gua tahu bikinnya ini enggak gampang. Selain mahal, tapi intinya di sini enggak enggak gampang nih bikinnya. Nih ini tangganya ini daerah sini nih, Mas. Rumah ini tuh konsepnya tuh dari mana sih? tiba-tiba pengin disambutnya sama tangga. Iya. Ee sebenarnya gua terinspirasi dari ee rumah-rumah Amerika gitu kan. Dia kalau masuk tuh dia suka kayak langsung tangga gitu. Oh iya benar-benar iya langsung tangga muter dan ini kita memang bikin tangga nih grand steps ini tuh kayak cukup lumayan butuh space yang ini satu ruangan itu cuma buat tangga doang nih enggak bisa ini. Makanya ee rumah ini ee benar-benar kayak mau makan harus ruangan yang besar. Ah ee karena kita biar dapat ee sentuhan-sentuhan ee si klasiknya ini yang terlihat kayak apa ya? Mega gitu loh. Iya. Betul. Betul. Terus ini Mas ini lantainya ini apa nih? Ini sebenarnya salah satu statement sih ya pas masuk gitu ya kita sudah langsung lihat ee dari satu ee tangga ini dan motif marmer ini yang eh yang kontras gitu ya. Iya. Yang emang langsung ke sini tuh sesuatu yang dilihat oh gitu. Iya. Iya. Karena ini ee lumayan lama banget bikin bikinnya lama ya ini ya? Iya. Oh, kayak pelan-pelan gitu potongnya. Terus habis itu ini water jet ya kalau enggak salah itu apa ya? Iya, water benar benar benar. Tapi ini ee marmernya apa ini Mas? Ee ini jenisnya apa ini? Kita kalau yang kremnya ini lokal deh. Hah? Lokal gitu. Cuman ee yang ininya ini Marquina sih. Yang hitam ini Marina. Yang ini lokal. Lokal. Nah, terus waktu itu nih gua pas bangun rumah ini pikir kayak, "Wah, ini lokal harga marmernya nih lumayan lah gitu ya." Engak enggak semahal akhirnya ya udah kita bikin nih semua nih lantai ini semuanya utama kita lantainya marmer aja. Ternyata yang mahalnya pemasangan pemasangannya gila luar biasa sih. Pemasangannya lebih mahal daripada materialnya ya. Tapi yang gua enggak sangka adalah marmal lokal ini warna krennya cantik sekali ya. Yuk, ini marmel lokal mana sih, Mas? Eh, apa ya itu? Ujung pandang atau apa ya? Ujung pandang. Uh, cantik sekali. Coba dikenalin dong itu siapa itu yang ada di Oh iya. Oh, iya. Ini faktor kerja aku sih. Jadi ini emang ee jadi ruangan kita nih, gitu. Tadi kan staf-staf di bawah. Halo, Ren. Halo. Halo. Siang. Halo. Oh, namanya Mas Rendy. Mas Rendy lagi ngapain? Maaf nih kita masuk nih. Lagi lagi nunggu kamu. Ah nungguin aku. Lagi kerja lagi kerja dong. Oke. Lagi kerja ya. Ini katanya ee bikin ini ya apa advertising ya? Iya kita advertising company sudah kita ni partneran gitu loh. Kita sudah kurang lebih hampir 11 tahun. Oke. Dan bikinnya apa aja sih Mas? Boleh dikasih lihat enggak? Sini sini sini. Boleh ya? Boleh boleh boleh boleh dong. Gua e selalu e amaz sama ee perusahaan-perusahaan. Kita tuh bikin billboard, bikin unbox, kita bikin grafik billboard juga plementnya semua. Jadi kita megang Tokopedia tervalok tuh salah satu klien kita juga. Oh nice. Wow. Oke enggak apa-apa ya Mas aku masuk-masuk bentar ya. Soalnya ini ruang kerjanya keren loh nih. Thank you. Oke Mas Bari maaf ya. Ini lantainya ini nih pakai apa nih Mas? Oh ini e parket sih. Parket. Heeh ini parket. Jadi kita mix nih dari si marmer. Kita pengin ada sentuhan kayunya juga di sini gitu. Oke. Iya sih, terasa hangat ya. Dan ini motifnya juga yang herring bone ya. Iya. Ini herring bone. Oke. Dan plain-plainnya pun juga masih dipakai marmer ya berarti ya. Nih. Oke. Dan ini ruangannya plafonnya ini lucu banget. Ini dipakaiin apa ini, Mas? Dan terinspirasi dari mana? Sebenarnya ruangan kan kita ada ada kesukaan dia juga nih. Ada tesnya dia gitu. Jadi si Rendi itu dulu pengin kayak apa sih Ren? Milano Milan gimana, Mas? Jadi inilah kita suka traveling ke Eropa gitu kan. Jadi memang kita tuh suka konsep yang agak bold tapi jadi tetap warnya dapat gitu loh. Jadi kita suka unsur-unsurnya unsur-unsur kayak Eropa Spanish gitu ya. Iya iya iya bentuknya gitu. Dan ini warnanya warna hijau ini kan agak-agak suka ee apa ya? Kalau misalkan kelihatan mahal bisa kelihatan mahal banget. Contohnya kayak yang ini nih. Ini keren banget loh, Mas. Ini army look itu kan? Iya. Iya. Makanya emerald enggak sih? Emerald ya? Iya emerald ya. H emerald. Oke oke oke. Jadi ruangan ini juga ada something uniknya nih. Tuh. Jadi ini kan meja kita memang build kan enggak ada beda enggak ini kakinya tuh. Iya iya iya. Nah ini tuh ada artinya nih kayak papan catur. Iya. Jadi kita tuh king merajai untuk bisnis kita gitu loh. Oke. Benar benar benar benar. Tapi kalau di kalau diisalkan di rumah kerja itu harus ada unsur-unsur yang kesannya kayak ee menjadi apa ya? Menjadi orang juga jadi lebih semangat kerja lagi ya. Yuk kita lanjut ke ruangan sebelahnya, Mas. Ini di ruangan sebelahnya ini ada apa ini? Oh, i ini tuh sebenarnya ini tuh sebenarnya kamar tamu ya gitu loh. Jadi ee kamar tamu di bawah ini. Cuman ee kita kosongin dulu karena ini ee kadang suka buat display ee karena belum banyak tamunya juga ke sini kan. Iya. Iya. Tadinya ada sih gitu. Tadi ada cuma lama-lama ya udah biasa baru-baru ya kan gitu ya. Tadi jadi kita taruh buat display-display e cloting line aku sih gitu loh. Kan kita ada cloting line kan Ah bardem ya ini bardem. Oke, dan di sini uh ini lucu banget, Teman-teman. Kenapa? Karena menuju ke kamar mandinya aja itu enggak dikasih pintu dan dia memanjang begini, tapi lucu banget. Dikasih warna hijau ini lagi dan dindingnya dikasih traverin. Nih, ini marmer juga. Ee ini ee bolong-bolongnya asli loh. Bukan marmer. Ini dia granit ya kayaknya sebenarnya. Ee bukan marmer sih, cuman kita ambil yang motif aja trappertin. Oh granit. Iya iya iya iya iya iya. Dan ini masih bolong-bolong nih terasa nih. Jadi ini konsepnya tuh emang kayak ee di villa gitu loh. Jadi kayak dia enggak pakai pintu. Makanya enggak pakai pintu. Biar terlihat lebih ee terbuka aja lapang. Subway tiles-nya ini eh stand out banget ya warnanya ya. Tosca-tosca gitu. Iya. Ini hijau. Ini belinya di mana ya waktu itu? Ini di apa ya? Boleh ngibutin di tokonya? Boleh boleh boleh. Di Venus. Oh di Venus. Iya. Oh, Venus Style itu ya yang ada di Instagram ya? Ee iya ya. Ada ada. Jadi, jadi ini semua tuh aku hunting sendiri semuanya gitu. Jadi benar-benar ee cari ininya semua itu hunting sendiri gitu. Dan ini marmernya beda lagi nih. Iya. Ini marmernya ee karera ya. Apa? Oh, karera yang motifnya begini ya. Dan ini kayaknya lu bikin sendiri lagi ya. Ee jadi ini sisa-sisaan. Jadi sisa-sisaan dari si marmer. Sayang kan kalau dibuang kan gitu apa nih gitu. Jadi si tukang marpernya aku bilang, "Ini sayang nih, coba diapain lah gitu." Terus dia bikin lah ini kayak buat tray seperti itu kita taruh ya kan. Heeh. Buat itu sama ini paling buat taruh-taruh taruh-taruh barang gitu ya. Oke. Oke. Yuk lanjut yuk ke ruangan selanjutnya. Ruang keluarganya ini tinggi sekali nih Mas. Tingginya berapa Ini tuh totalnya pokoknya yang di bawah ini 3 m 15 ya. Di atas 3 m. Oke berarti ini 6 m ya kira-kira ya? Ya, kurang lebihnya segitu deh. Dan ini pakai ee aluminium semua ya, Mas Iya. Untuk ee jendelanya kita semua pakai aluminium. Oke. Yang finish good atau yang assembly? Asem lightly itu equal finish good tuh berarti keluar dari pabrik. Mm finish good ya kayaknya. Oke, finish good. Dan di sini dikasih kayak arch-arch gitu ya. Ya, ini jadi ee salah satu statement sebenarnya kayak ee yang benar-benar kita pas masuk sini tuh kayak masuk ke buah sebuah ee museum atau restoran lah apalah. Iya. Hotel yang di Eropa. Jadi kayak kalau di sini tuh enggak enggak monoton gitu doang ya. Nah, di sini ada buat meja makannya nih. Dan lucunya nih teman-teman kalau perhatiin di lantainya ini pun juga dikasih pola lagi ya sama si marmer ya. Jadi terkesan kayak ada karpet border ya apa namanya? Border. Iya. Tadinya kita mau karpet kan cuma pikir kayak aduh karpet kalau di bawah ee meja makan tuh kayak bakal tumpah makanan apalah segala ya kan. Ribet. Jadi gimana ya caranya biar tetap e bagus, estetik? Oh, ya udah deh kita bikin border aja deh gitu. Nah, ini ya Mas, nih unik nih. Kalau menurut gue ini unik nih. Lucu banget nih. Modelnya kayak ee klasik-klasik zaman dulu. Iya. Ini retro ya, kulkas retro. Iya. Oh, ini enggak ini narik begini ya. Ini custom atau gimana nih, Mas? Enggak. Jadi waktu itu kita pas lagi hunting kebetulan ini dari Modena sih ya kan si Modena bikin dia ada retro gitu. Terus kebetulan emang kita nih semua ee Modena semua nih satu ini ya kan gitu. Jadi ya udahlah kita pakai Modena aja semuanya satu di kita ini ya gitu untuk elektroniknya. Oke ini pakai duo dan ini pakai vinir ya kayaknya. Oh paham ya. Gua baru mau bilang tapi dalam mati aja Dan di atasnya juga dikasih pakai fluted glass nih. Oke, ini buat menyamarkan juga nih, Teman-teman. Kalau misalkan pengin punya kitchen set tapi di kaca tapi enggak pengin terlalu kelihatan dalamnya. Pakai apa? Pakai fluted glass dan looknya buka moru. Ich moru ya. Oke. Di sebelah sini ada apa nih, Mas? Oh, iya. Ini pocket kecil ya. Jadi ini kita di sebelahan nih si dapur bersih sama kotor semua. Iya. Jadi biar enggak terlalu jauh jalannya gitu kan. Jadi kalau mau masak yang berantakan-berantakan kita di sini. Even raknya pun kayak ada di Vila Bali ya. Ya. Ya. Ini nih kayu nih. Kayu jati nih. Jadi ini dari rumah gua yang lama aku bawa. Oh gitu. Oke. Kalau misal rumah lamanya berarti dulu di mana nih, Mas? Rumah lama aku di BSD dulu. Oh di BSD. Iya. Dulu konsepnya itu tropis sih. Tropis. Sekarang setelah punya rumah kedua. Iya. Pas pengin yang kedua ini kita kayak pengin lebih gimana ya? Pengin yang beda gitu. Oh iya. Kita cobain klasik modernu. Oke. Terus dengar-dengar ini katanya mau dijual ya Mas ya. Iya sih rencananya pengin ada ada. Iya ada. Pengin dijual. supaya bisa pindah ke rumah yang gayanya beda lagi Iya, beda lagi. Udah, udah kebayang belum cerita pengin gaya kayak gimana? Mungkin nanti lebih kayak pengin yang lebih simpel, kompact itu. Jadi kayak pengin konspek tuh kayak apartemen tapi rumah. Nah, di sebelah sini ini tadi ada powder room-nya nih, Teman-teman ya. Iya. Jadi konsepnya kita pengin sih si kamar mandi ini toilet ya. Iya, toilet ini. Powder. Heeh. Ee kayak masuk ke restoran tadi gitu. Jadi kayak ada satu restoran Jakarta seperti ini gitu. Jadi Oh, pakai ee tilta yang yang sapo tetap dengan dimix sama si ee marmer-marmer ini ya kan yang ini kayaknya gua tahu nih ini custom nih. Gua pernah nyaris mau beli nih dan ini pakai marmer lagi ya Mas ya. Iya ini travertin. Oke. Jenisnya beda lagi nih travertonin yang ini ya. Ini jadi sama dia kayak di sana ya. Iya di sebelah sini ya. Wow. Jadi ada kayak sayang nih sisa aku pakai aja. Iya iya iya benar-benar. Jadi kalau misalnya emang kalau dihandle sendiri sama owner biasanya kalau ada sisa entah dijadiin apa ya. Kita ada musalah ya dengan view-nya ee ya ke kolam berenang gitu. Jadi ini sebenarnya bisa buat satu kamar cuma kayak kebanyakan kamar buat apa jadi kita kayak buat musala sih. Oke. Oke. Dan ini kalau di musalanya ini juga dikasih wall panel yang dikasih lampu ya. ya. Dan lantainya kembali lagi dibikin seperti ini. Jadi kita enggak usah pakai karpet, tapi rasanya kayak punya karpet. Iya. Jadi tetap saya tuh enggak suka pakai karpet yang mati gitu. Jadi kita paling pakai sejadah dan ini tetap bisa dibersihin kan. Tapi dia punya view langsung ke kolam renang jadi kayak rasanya kayak serenity gitu ya. Tenang gitu ya kalau mau salat juga. Iya. Karena di sini tuh view-nya juga pas kayak ee kayak rumah-rumah Joglo gitu kan. Oh iya benar-benar di sebelah situ view-nya langsung tetangganya ya memanfaatkan tetangga. Terima kasih tetangga karena sudah membuat atapnya yang menarik. Oke terus kita boleh lanjut ke lantai duanya. Oh ini dia nih. Nah iya nih tadi gua bilang nih. Jadi ini sisaan-sisaan nanti data takut banyak nih. Jadi buat e door stopper Iya gua baru sadar ada dua lagi di sini Mas. Ini di lantai du ini ada ruangan apa aja nanti di situ sebenarnya ada satu kamar lagi sama master bedroom ya. Oh, master bedroom. Nah, ini juga kita nih ee biar tetap ada sentuhan si klasik itu tadi kita tetap main di profil Aitraf gitu-gitu yang tadi. Jadi cuma enggak mau kayak kebanyakan nih. Jadi ya udah kita di tangga aja deh yang kita bikin seperti ini. Dan supaya enggak kelihatan penuh di chatnya juga sama juga ya. Dan habis itu di plafonnya ini juga dibikin melengkung-melengkung mirip kayak keadaannya yang si architraffi-arcraff ini. Terus ini ruang ini sebenarnya ruangan apa ya? Santai aja sih. Iya. Heeh. Jadi kita juga ada alternatif yang di bawah kayak lebih kayak lebih besarnya di sini. Jadi kalau kita mau lebih yang santai bangun tidur kadang-kadang malas langsung turun ke bawah ya sudah di sini aja gitu. He. Oke. Dan di sini ada apa nih Mas? Nah ini dia tadi kamar. Oke. Ih, lucu sekali. Ini udah disiapin kamar anak ya harusnya. Iya, kamar anak nih ya udah disiapkan ya. Dan ini ada Oh, ada kalau ada kamar mandinya langsung unsweite ya berarti Iya. Nah, jadi ini juga lumayan eh bikin tiles-nya ini ya. Ini yang tadi hering b tadi juga kita hering b. Oke. Dan di sini dikasih marmer lagi. Nyaman banget ya. Dan masih punya dapat balkon sendiri lagi. Iya. Bisa ada balkon juga. Oke, terus kita lanjut. Oh, ketemu langsung ketemu sama Citrafa Citraf yang ngelihat langsung ke void ya. Di sebelah sini ada apa nih, Mas? Ini laundry room ya. Ini jadi Oh, yang nyambung tadi langsung ke ke kamar. Jadi ini akses ee ART jadi semua ya. Dan harus buat ke atas juga area service ya. Dan tangganya juga lucu ya, dibikin ada yang tebal di situ tapi di atasnya begini. Dan ini menarik sekali loh untuk dicontek ya. Jadi ini bisa dibilang kolaborasi antara owner sama arsitek ya. Ide dari kita arsitek yang mengimplementasikan untuk oh jadinya begini gitu dan bisa kira-kira ini ruangannya masih lega ya. Iya. Ini ukuran-ukurannya ini masih oke nih. Misalnya dia lebih tahu kan. Nah ini kita nyampai ke ujung rumah nih. Iya. Ini dia ini apa nih? kamar utamanya. Oke. Wow, menarik sekali. Kita pas datang-datang masuk ya, enggak langsung lihat tempat tidur ya. Jadi disambut dulu nih sama Oh iya. Ee gua sih bilangnya ini meja persembahan nih. Ini sebenarnya ini tuh kayak ee ya ee buat launch gitu kan. He. Cuman ee kita jadiinya buat taruh ee di sini. Iya. Barang barang. Oke, dan habis itu kita langsung kebagi dua nih. Ee satu mau ke ee ruang pakaian, satu lagi ke kamar tidur. Kita ke kamar tidur dulu. Nah, di kamar tidur ini ceritain dong, Mas. Ini terinspirasi dari mana nih? Ada satu hotel di Bali. E, aku suka banget ya dia ee ininya untuk ee backdrop-nya. Jadi, ini kita bikin seperti ini, gitu. Jadi, ini tuh benar-benar yang diukir nih. Terus habis itu ini campurannya pakai ini duko ya. Duko lagi sama vinir. Iya. Oke. Dan di bagian sini ini bukan lemari ya, tapi di belakangnya nih instalasi-instalasi berarti ya. Dan meja ininya pun nakasnya juga dipakaiin marmer yang tadi ya. Sisaan ya. Ini enggak sih? Enggak sisa. Oh, kalau ini enggak sisaan. Nemang konsepnya jadi dia satu sama ee kamar mandi nanti. Oh, sama kamar mandi. Uh, enggak ny eh apa enggak sabar nih. He. Oh, ya. Ini ada ini yang unik nih. Jadi ini beneran ee dia tuh beneran dari Spanyol nih. Sesuai konsep gua tadi rumahnya Spanis kan ini. Jadi ini semua material ini nih sama yang tadi ee frame-frame di bawah ada beberapa itu dari jadi waktu itu ada satu butik ee Eropa. Heeh. Dia mau tutup. Oh dia mau tutup. Dia mau tutup. Terus sudah gitu dia suruh gua beliin baju. Gua bilang gua enggak mau bajunya. Gua mau propertinya lo. Gitu. Oh gitu. Dan ini juga kayak gini- kayak gini ini bikin atau beli? Iya. Ini custom dan di sini pun juga masih ada balkon Iya, ini ada balkon. Jadi ini balkonnya view-nya langsung ke pool ya. Wow, seru sekali. Karena anginnya kencang banget kan. Oh iya iya benar benar benar benar. Nah, jadi gua tangan gini. Nah, inilah gunanya. Fungsi lain teman-teman tapi kayaknya sulit nih kalau mau dijualin di Tokopedia karena ini berat banget. Jadi harus dibikin sendiri sama yang punya rumah. Oke. Dan ini eh langsung view-nya ngelihat ke kolam renang nih. Tuh. Dan terima kasih kepada tetangga lagi yang sudah membuat gentengnya yang tetap atop ini. Iya. Jadi suasananya pun jadi bisa masih bisa terasa kayak di Bali ya. Gua belum lihat walking closetnya nih. Walking closetnya kayaknya ada satu hal yang unik nih. Oke. Walking closet-nya ini ee jadi gua bikin mau semuanya lemari. Heeh. Lemari yang tertutup nih. Gua enggak suka tebuk kan debu kan. Heeh. Jadi ini karena memang bajunya banyak banget jadi ya udah kita pandang tertutup-tertutup aja sih. Ininya ini dari apa nih Mas? Dingin ni ini. Ee enggak ini besi. Ini besi kan? Ini besi ini. Besi di disemprot ya. Jadi biar ini tuh dia semua kesatuan sama si e wardrop ini juga ada kan. Ah oke oke. Dan ini ini apa ini? E ini kamar mandi. Ini kamar mandi kita. Oke. Uh. Jadi kalau dari luar kelihatannya kayak lemari pakaian. Ternyata pas dibuka pintu geser jadilah dia ya. Oke. Nah, ini tadi yang aku bilang ini ee sama satu marmer ini sama yang tadi. yang ee meja nakas sebat tempat tidur. Oh, iya. Iya. Warnanya sama-sama gelap Dan lucunya nih, Teman-teman, kalau dilihat di sini udah disiapin tempat duduk dari marmer lagi nih. Tapi ini kayaknya movable ya, Mas ya. Kadang suka capek kan, jadi kita bisa reduk gitu. Kadang tuh kalau misalkan dengkul udah capek gitu ya, lebih baik mandinya gini aja. Iya, kita tarik aja tinggal tarik ini doang begini doang ya. Dan dikasih tempat buat naruh sabun dan dikasih lampunya. Wow. Dan di atasnya dikasih ada eh skylight lagi ya. Dan di sebelah sininya ih dikasih rak-rak. Iya. Ini aku suka banget bagi dari bagian ini tuh ini jadi tempat koleksi perfume sih sebenarnya gitu. Oh iya. harus pas keluar udah ready semua. Tapi Mas ini mau tanya nih eh waktu bikin ini itu berapa sih semeternya nih sama ngisi-ngisinya nih? Oke sama ngisinya ya semuanya ya? Ee range-nya aja. Range-nya aja. Oh oke. 15 sampai 20. Tapi itu udah isi ya. Oke. Tapi belum termasuk sama eh udah termasuk sama tanah dong berarti. Udah udah udah. Oh udah termasuk sama tanah ya. Oke. Dan ini ceritanya nanti kalau misalnya ada yang mau mau dijual. I rencana aku mau jual. 15 nego. 15 m nego. Ya enggak apa-apa sih kalau misalkan bangunannya kayak gini ya wajar. Kan kita juga e pernah datang ke rumah-rumah biasanya juga angkanya juga segituan ya. Kalau misalnya yang kualitasnya juga bagus. Dan ini fan material sih kayak materialnya tuh ini yang tadi gua bilang ya ee karena ee kita pengin yang klasik ternyata bikin klasik itu mahal banget. Oke. Oke. Banyak nih yang mau nanya nih. Biasanya tuh pertanyaannya kalau misalkan bikin klasik sama aja enggak sih kayak bikin minimalis? Ternyata jawabannya enggak beda. Jauh. Jauh. Jauh jauh banget sih. Jauh ke klasik tuh. Karena kita tuh tetap ee untuk ada klasiknya kita butuh kayak profil-profil acitra apa itu itu aja udah mahal sendiri. Biaya untuk hand-nya itu ya. Karena kalau tropis yang dulu-dulu maku pertama tuh kayak ya udah lurus-lurus aja paling kayak sudah langsung rata jendela. Nah gitu kayak gitu aja. Kalau ini lebih kita main kayak di detail sih. Oke. Jadi sebenarnya kalau bisa dibilang materialnya mungkin hampir sama tapi handmade apa itu mahal ya. Kedetailannya itu kita bikin si profil-profilnya itu ya kan. Hmm. I ya ya. Ya udah makasih banget sama teman-teman udah stay tune di episode kita kali ini. Jangan lupa tonton episode kita yang lainnya dan juga follow Instagram-nya Mas Bari di apa SBI deh. Ya udah nanti lihat aja di bawah ya. ngeder nih masnya nih habis ganti nama gitu tiba-tiba dilihatin langsung ke kamera gede banget gitu kan langsung hei dari tadi enggak ngelihat ya soalnya ya jangan lupa like comment follow subscribe dan share video kita juga ada TikTok dan Instagram di @arsitekturindonesia Bye.

Lihat di YouTube