(RUMAH UNIK) Rumah Modern Industrial ala Jepang yang Selalu Rapih! BERBEDA! (YouTube Video)
Di sini ini dia punya balkon yang tadi kita lihat dari depan. Heeh. Ini saya bilang dari kan tetap di sini kan terang kan. Heeh. Heeh. Iya. Terang ya. Dan kita juga sebenarnya view kita enggak kehalang. Iya. I tapi kalau dari depan mereka enggak bisa lihat ke area dalam karena agak miring ya. Heh. Gitu. Terus di sini e punya balkon juga. Dan balkon ini itu sharing antara kamar anak satu ke kamar sebelah. [Musik] Halo, ketemu lagi sama Belinda di Arsitektur Indonesia di acara Namu Bareng Belinda. Kali ini kita lagi ada di daerah Jakarta di rumahnya yang arsiteknya itu ee lulusan dari UK. Ah, ini rumah keren banget menurut gue. Kenapa? karena banyak banget eh open space-open space yang bisa ngebuat kita lebih bebas dan terasa lebih luas. Nah, rumahnya ini ada di hook dan penuh dengan ee ide-ide menarik yang membuat rumah ini tetap kelihatan private di daerah perumahan yang cukup padat begini nih. Nah, penasaran isinya kayak apa? Yuk, kita ketemu dulu sama arsiteknya. Bell. Gimana ini belnya? Belnya di mana sih ni? Oh, di sebelah sini ya. Oke, permisi. Halo. Welcome. Welcome. Welcome. Welcome. Ayo, Mbak e kenalin dong ini namanya siapa? Oh, halo. Saya saya Putri. Ini suami saya ee Narendra. Kebetulan ini rumah kami berdua dan saya sebagai owner sekaligus arsiteknya dari Broadgate Studio. Oke. Eh, Broadgate Studio. Broadgate Studio tuh ada Instagramnya. Namanya apa Instagramnya? Broadgate. Jadi kalau mau lihat projek-projek kita ada di Instagram. Oke. Oke. Sebelum itu ee Mbak aku mau nanya Mbak eh ini rumahnya tuh sama tanahnya itu berapa sih luas bangunan sama luas tanahnya? Oh, kalau luas tanahnya ini 210 m. Heeh. Kalau luas bangunannya kurang lebih 300 m. Dia memang agak besar karena di garasinya ini kan lumayan full. Oke. Heeh. Jadi bisa sampai 300 tuh karena bagian depannya lumayan difulin sih. Oke. Ini di depannya berarti bisa masuk berapa mobil ya? Ini memang dari awal saya tuh kalau desain biasain tiga mobil kalau di Jakarta. H. Karena biasanya kalau suami istri itu di Jakarta yang udah-udah sih biasanya punya mobil satu-satu tuh. H. Nah, satu lagi biar pemilik rumah tidak menggunakan area umum untuk parkir tamunya. Jadi, biasanya kita kasih selalu kasih satu spare tempat parkir lagi buat tamu gitu. Oke. Masukan yang bagus ya sebenarnya ya. Iya, benar juga. Kalau misalkan orang tua datang kan karena saya keluarga besar juga jadi saudara-saudara sering datang jadi dua tiga. Oh, kayak gitu. Oke. Ceritain dong konsep rumahnya nih apa sih? Kok bisa bentuknya jadi begini? Ini rumah tanah hook kan ya? Iya, rumahnya ini tanah hook. Karena tanah hook, jadi kalau dari fasad ya ini kan rumah pribadi ya. Heeh. Sedangkan saya orangnya ya agak introvert juga sih. Jadi memang dari depan tuh saya enggak mau kelihatan. Sedangkan rumah saya dihook. He. Dan jalan kebetulan jalan di samping rumah tuh juga enggak besar kan. Jadi ke tetangga juga dekat-dekat. Makanya kita secara fasa tuh agak ee apa sih namanya? Masif. Agak solid. Oh. Oke. Jadi ada second skin-nya juga ya. Hanya untuk di lantai du itu kita menggunakan second skin itu sebagai barrier visual juga. He. Karena itu di balik second skin itu tuh ada kamar-kamar. Oh. Jadi kamar-kamar tidur itu kita taruh di balik second skin itu. Jadi dari luar Heeh. ee tetap kelihatannya tertutup. Tapi nanti kalau dari dalam keluar enggak setertutup itu. Oh gitu. Penasaran juga ya. Dari luar kelihatan ketutup tapi dari dalam bisa langsung ngelihat keluar tanpa ketutup banget. Heeh. Benar. Benar. cahaya juga maksimal datang. Oke. Tapi privacy orang yang berada di kamar di belakangnya tuh juga tetap terjaga gitu sih. Oke. Dan ini kelihatannya gayanya gaya apa ini, Mbak? Sebenarnya saya sih sukanya gaya-gaya yang sederhana sih, gaya-gaya modern kontemporer yang sederhana. Karena menurut saya keindahan itu justru muncul tuh dalam kesederhanaan gitu. Jadi Iya, benar. Jadi penggunaan material material-material OS juga. Ini semen acian biasa, semen mortar. Jadi ya ditampilkan apa adanya juga. Jadi ini irit cost juga. Terus ee penggunaan material-material besi ya emang diapir as in besi. Heeh. Gitu. Jadi enggak ada yang ditutup-tutupin ya. Kalau misalkan dia besi ya besi. Heeh. Besi ya besi kayak gitu. Cuma kita pakai untuk besi kita gunain galvanis. Oh iya. Iya dong. Heeh. Biar lebih awet aja durability-nya biar enggak kebanyak sering karat. E mbak ini berarti pagarnya ini juga sistemnya dia geser ya? Iya geser. Jadi bisa kebuka dua nanti sisanya tinggal satu daun aja gitu ya. He. Dan semua ini hidup. Parkir ini semua hidup. Jadi kita bisa parkir di sisi sini ataupun parkir di sisi tergantung mana mobil yang mau keluar. Hmm. Oke oke oke. Selain yang e pagar mobil kita juga ada sedikit jalan ini 90 cent buat orang atau motor. Oh ya ya ya. Heeh. Jadi rencananya sih nanti mau beli motor kalau mau beli takjil kan. gitu. Terus habis itu ini e untuk ee lantainya sendiri dia pakai batu andesit ya. Iya andesit aja sih karena 2020 ya nih? Iya 2020 karena dulu juga budgetnya waktu bangun rumah ini enggak enggak berlebihan ya jadi ya apa adanya aja. Jadi enggak enggak diapa-apain lagi nih dipasang ya. Makanya ya memang agak beda-beda cuma ya tapi batu alam ya batu alam. Iya batu alam ya batu alam aja gitu. Kalau ini sih ya karena memang budget sih, budget constrain. Kebetulan arsiteknya ini juga yang ee bangun sendiri kemarin jadi Oh iya iya iya iya. material secara material meleketek ya apa apa itu melek eh apa meletek ya apa sih ngelupas eh apa sih kalau orang bilang kepala kepala iya luar kepala iya iya jadi karena emang dulu tuh saya desain and build cuma semenjak nikah terus punya anak jadi saya udah saya fokus ke desain kan tapi ilmu membangun saya masih terus ada siadah gitu jadi waktu waktu bangun ini saya lagi hamil makanya ee ya lumayanlah perjuangan sampai ini selesai. Sebenarnya sih pertanyaan lebih perjuangan si bapaknya sih menghadapi stres ini dan stres hormon gimana? Tapi kan happy happy life. Happy happy life ya. Enggak ada yang setuju? Enggak ada yang setujuak ada yang setuju gitu. Oh iya Mbak di sini itu ada beberapa ruangan itu ruangan apa aja sih mbak sebenarnya? Oh jadi ini sebenarnya rencananya ke depan ya. Mana tahu kan punya anak nanti pakai spir atau sekarang sih enggak pakai spir cuma one day dipersiapkan kalau kita punya spir jadi di situ ada ruang supir sampingnya ada kamar mandi tambahan buat dia. Cuma sekarang karena belum pakai supir jadi kita jadiin gudang aja sih. Gudang tambahan. Oke. Kalau enggak itu bisa jadi posap lah ya. Iya benar. Oke. Boleh dong aku masuk ke rumahnya. Oke. Oke. Silakan silakan. Yuk kita masuk dulu yuk. Yuk yuk. Eh ee Mbak ini ee pintunya nih besar sekali nih bukaannya nih. Iya. Ini openingnya 1,2 m. Jadi ini 1,2 m lebarnya 1,2 m tingginya 3 m. Jadi memang kalau saya ngerancang Heeh. opening tuh sama pintu kalau bisa rata siling. Jadi up to siling biar lebih kesannya modern lebih. Hmm. Oke. Lebih baguslah. Terus ini materialnya sendiri dia pakai apa sih? Oh ini engineering wood lapis PVC sheet. Jadi harganya enggak gitu mahal. Oh gitu. Tapi tampilannya oke. Iya. Jadi masih di bawah bisa ininya PVC ini masih bisa diganti kayak HPL cuma kalau kebetulan saya pakai PVC sheet. Iya. Heeh. Cakep rapi. Iya. Heeh. Ee dan di sini aku ngelihat ada ee ini ya pintu lagi ya. Pintu lagi nih. Pintu lag. Nah, kalau ini pintu kamar mandi tamu. Oke. Heeh. Cuma bedanya sama pintu utama. Jadi kalau pintu-pintu yang lain sebenarnya kita sama pintu kamar mandi ataupun pintu kamar tuh sama aja tipenya. Hanya dia tingginya hanya 2,4. Oh, jadi kayak itu dibuat kamuflase ya. Jadi atasnya ada panel kamuflase aja. Nah, ini kamar mandi tamu dan ini ee kita pakai homogeneous style. Motifnya tuh kayak teraso. Oh, jadi ukuran 6060 ee kita pakai motif teraso. Sedangkan lantainya ini pakai yang anti slip. Oh, iya iya. Terasel. Heeh. Iya. Jadi ini kalau buat kamar mandi better yang pakai slip sih. Dan ini di sini ada pintu lagi nih. Oh, jadi kamar mandi ini tuh bisa di e diakses dari dua arah. Jadi kalau kita buka yang ini, ini tuh kect ke kamar tidur tamu. Uh, lihat. Sini, sini, sini. Heeh. Oh, oke. Yuk. Oke. Nah, di sini tuh di bawah ini ada kamar tidur tamu. Oh, jadi kadang-kadang ee parents gitu pada mau nginp atau saudara pada nginp, mereka nginpnya di sini di lantai satu biar tapi view-nya enak sekali ya. Nah, ini dan private loh ya. Memang didesain biar punya view enaklah kalau orang tua dan enggak pulang-pulang buat bantuin jaga. Dan takutnya kan one day kalau saya hamil lagi, kalau dulu kan saya tinggal di apartemen tuh enggak pakai naik turun tangga. Heeh. Nah, ini dibikin kalau one day saya ambil lagi, saya mungkin staynya di sini. Stay di sini. Makanya e apa tuh namanya? Kamar mandi juga pengin connect gitu sih. I tapi sebenarnya itu juga ee agak sedikit nge-save budget juga. Instead of punya kamar mandi tamu dan powder dan powder room lebih baik digabung aja. Benar, benar, benar, benar sih. Soalnya kan pada kenyataannya sehari-hari jarang yang gunain gitu. Oke. Dan kalau menurut Sengui kan katanya juga kamar mandi juga enggak boleh terlalu banyak ya. Iya, benar. Jadi, rumah ini tuh ya karena ya saya percaya lumayan lah sama Fengui, jadi beberapa hal saya nerapiin prinsip fengui. Jadi, misal kayak Heeh. tadi kita naik teras di depan itu kan kalau fengwi itu setiap step itu kelipatan 5 plus 1 ataupun plus du i betul. Nah, jadi kita naik step tuh tadi cuma dua kali. Heeh. Oke, nanti tangga ini pun tangga utama juga itu ada 22 anak tangga. Oh, jadi karena kelipatan 5 + 1 + 2. Iya. Iya. Ya. Jadi kalau teman-teman penasaran gimana caranya misalnya 22 tuh jadi 5 * 4 itu kan 20. Nah, itu masih nyisa satu atau dua gitu. Itu yang bagus. Jadi 21 anak tangga ataupun 22 anak tangga. Iya, gitu ceritanya. Kita pilih 2-2 karena saya pertama kali ketemu suami saya tanggal 22. Oh iya guanya yang malu. Gua ketemunya semari lewat soalnya di kantin. Eh cakep tuh gitu kan sedih ya gitu sih. Oke sekarang kita lagi ada di ruang ini main room-nya. Heeh. Jadi ada di kita dari Voye. Ini main room. Jadi konsep Heeh. Main room ini kalau saya dari saya dan tim gitu ya kalau ng-edesain itu penginnya sama konsepnya itu open semua itu share. Saya enggak suka ada ruang-ruangan yang lekuk-lekuk yang kita enggak tahu itu di balik itu ada apa. Karena saya juga agak takut ya perempuan kan ya namanya perempuan gitu. Jadi memang konsepnya open dan emang ini konsepnya dibuat ee jadi kayak U gini loh. Ah engak. He. Jadi area dapur ini enggak cuma nge-serve meja makan, tapi dari dari area dapur bisa langsung ke bisa dua-duanya ya. Heeh. Namanya kan kadang-kadang kita makan tuh enggak cuma di meja makan ya. He. Kadang-kadang kita kan sambil nonton TV apa jadi nyiapin snack atau apa tinggal bawa gitu. Oke, makanya bentuk komposisinya pun dia kotak kotak. Instead off kan kadang-kadang ada yang bikin memanjang. Memanjang. Kita milihnya buat rumah saya sendiri saya milihnya kotak ini. Kotak. Nah, ini kira-kira ukurannya berapa? Kali berapa nih? Ini lebar ininya tujuh. Heeh. Kali mirip lah 7* 7 lah. Mirip 7* Oh, I 7* 7 ya. L kurang lebih ya. Mungkin 7,5 lah. Lebih gedean sedikit. Hmm. 7* 7,5. Oke. Dan di sini ada maket. Oh iya. Ini ada maket. Maket ini tuh hadiah rumah baru dari staf saya, tim desain saya. Heeh. Jadi ini hadiah mereka. Ini contoh bos yang dicintai oleh pegawainya. Dikasih kok. Iya. Sama pegawai aja dicintain ya. Heeh. Apalagi sama klien. Cinta banget sampai 7 tahun enggak mau lepas-lepas. Heeh. Gitu. Jadi ini paket rumah ini. Oke. Jadi ini hadiah ya. Saya pajang aja sih. Saya pajang ini. Nah, ini kelihatan ya, Teman-teman, di atasnya tadi tuh atapnya. Sebenarnya ada atap, ada atap UPVC cuma ketutupan sama dinding perimeternya. Oke. Ini kan kadang biasanya kalau atapnya tropis itu kan dia pelana ya, ini terbalik gitu. Iya. Iya. Di terbalik biar maintain ini aja sih area talang. Jadi talangnya kita pakai talang beton dan dia ada di tengah aja gitu. Jadi kalau waterproofing apa semua gampang ditutup sekali gitu. Sekali gelar enggak banyak buang-buang. efisien sekali ya secara material ya. Soalnya kalau atnya gini kan keliling tuh. Iya. Heeh. Muter. Kalau ini kan cuma satu di tengah gitu. Karena rumah sendiri penginnya maintain yang gampang. Oke. Benar. Benar banget sih. Dan ini kemarin pakai waterproofing-nya tipenya yang membran apa? C semen brace. Semen base. Oh semen base. He semen base. Nah gitu. Kita enggak pakai membran. Oke gitu. Nanti kita lihat ya di Instagram-nya si mbaknya. Siapa tahu dia bisa sharing-sharing buat maintenance-nya gimana aja ya. Iya. Nanti dibikin dulu kontennya ya. Belajar dari ahlinya. Iya. Heeh. Gitu. Oke. Ini lucu juga namanya judulnya sebenarnya rumah ini adalah BM 16 home. Iya. BM ya. Nama jalan ini 16. Oh, bunga Mayang ya. Iya. Ternyata simpel guys. Kalau yang ada singkat-singatan gitu ternyata simpel. Simpel kok. Heeh. Simpel. Simpel. Oke, lanjut untuk ke dapurnya. Ini dapurnya sendiri adalah dapur bersih ya? Iya, ini dapur bersih. Jadi di rumah ini punya dua dapur. Ini dapur bersih. Jadi kalau ini kan ada oven segala. Jadi ya saya sih karena punya anak lagi mikir mau belajar baking. Jadi emang makanya dipersiapin saya pakai oven, pakai microwave segala macam terus ada island. Karena waktu di rumah orang tua saya tuh island ya buat bikin baking-baging tuh enak juga dan emang ngefek banget ya sebenarnya kalau ada island ya. Iya. Heh. Terus island-nya juga ngadap ke arah taman jadi kan inspiratif gitu. Heeh. Terus habis itu ini dapur ini sebenarnya enggak gede, cuma ya ini trik desain aja sih. Saya di balik ini kan sebenarnya ee area tangga. Heeh. Cuma saya tutup-tutupin pakai panel-panel biar kesannya dapurnya tuh lebih lebar daripada sebenarnya. Tunggu sebentar. Berarti di bagian sini adalah gudang bawah tangga. Jadi kalau di sini tuh kayak Aqua galon gitu. Jadi saya taruh di sini pokoknya barang-barang gitu. Oh, terima kasih Bapak. Gitu. Jadi ini kalau ini enggak ada. Ini sebenarnya ada tembok tapi saya lapisin aja. Oh, iya. Iya. Karena dia jedanya cuma segini. Oh, karena di balik ini kan ada tangga. Iya. I cuma paneling ini saya enggak terusin sampai ujung ya. Biar kelihatannya biar ada variasi lah. Heeh. He gitu. Dan di situ ada si teras samping ya. Iya, ada teras samping. Ini lumayan terasnya. Terasnya ini lebarnya 7 * 3 m. Oke, jadi sebenarnya kalau ada acara keluarga dibuka pun juga. Benar. Dan mikir sekarang kan anak saya masih bayi ya. Nanti kalau dia udah agak gede, udah mulai bisa main sepeda-sepedaan muter di sini. Iya, bisa jadi 10* 7, Guys. Ukuran 10. Benar. Yang mana tahu nanti anak ulang tahun ke satu kan, ya? Iya. Oh, iya benar. Cukup di rumah aja. Cukup di rumah aja. Ini boleh aku coba dorong enggak nih? Dorong aja. Jadi ini pakai aluminium dan ini bisa diparkirin ke kanan dan ke kiri. Oh. Tapi ini aluminium sistemnya stick system. Stick system. Coba coba aku mau gedein ya. Aku buka ya. Biar rasa seberapa gede sih ini rasanya. Oke. Wow. Dan ini pakai kacanya kaca tempered semua ya berarti ya. Iya. Dan ini sampai 3 m se selebar itu jadi ya benar. Ini jadi kayak overflow dari area dalam. Jadi kalau kita di sini kan berasanya lega gitu ya. Hmm. H ini kalau difoto juga cakep banget sih. Iya. I juga ya. Heeh. Belum sempat moto-moto. Heeh. Belum sempat moto-moto gitu. Benar kan? Bagus kan? Nanti dibuka kita foto di sana. He. Oke. Oke. Terus ini untuk atopnya sendiri Mbak ini pakai eh atopnya plafonnya plafonnya sendiri ini pakai ini pakai WPC. Jadi karena budget constrain waktu bangun. Iya. Emang emang kalau lagi bangun rumah itu emang budget itu soal menjadi musuh. Oh penting. Iya penting. Heeh. Penting. Heeh. batasan kalau saya udah di ini nih ini pakai saya nih alarm alarm alarm gitu ya jadi kayak ini nih saya pakai WPC tile. Heeh. Ee sisa project sebelumnya. Oh. Jadi karena cuma sisanya segini makanya tadinya kan idealnya saya mau pakaiin WPC ini sampai terus ke pojok. Oke. Tapi karena cuma sisanya segini jadi ya saya bikin sengaja ini plafonnya lebih tinggi terus dibikin kotak. Ayus ada drop ceilingnya. Ada drop ceiling ya. Ini tu sebenarnya desain ini terbentuk karena materialnya cuma ada segini. Iya. Iya. Tapi benar juga sih, kadang ada beberapa orang yang mau pindah ke rumah baru tapi ada barang yang bisa digunain. Akhirnya desainnya ngikutin lah material itu kan. Benar. Heeh. Oke. Gitu. Dan ini dindingnya semua pakai acian expose. Iya. Heeh. Karena menurut saya itu membuat rumah lebih estetis tapi secara biaya itu juga affordable. He gitu. Bahkan termasuk terasnya aja kita pakainya. Jadi tadinya saya kan pengin emang yang kayu karena penginnya yang hangat gitu suasananya. Tapi kalau kayu asli kan kalau yang itu mahal gitu kan yang tahan. Iya mahal. Terus tadi mau pakai WPC de King kok juga mahal. Ujung-ujungnya saya pakai WPC tile yang harganya cuma setengahnya dan ini bisa dipasang sama tukang biasa bisa. Oh nice gitu. Jadi dapat apa sih ya? Kalau ada maintenance pun juga. Oh gampang. Jadi ganti. Jadi dia tuh ukurannya 30 tinggal ganti aja. Hmm. Heeh. Gitu Bapak dong ya. Iya dong. Heeh. Siap-siap para suami para suami. Heehitu harus bisa setidaknya ganti ban. Ganti ban dulu pertama step keduanya harus siap siap gitu. Mulai step pertamanya adalah ganti ban dulu ya guys. Iya. Oke. Terus habis itu di bagian sini ini ada apaan ini, Mbak? ini tuh. Jadi di balik sini tuh ada area service dan pintunya ini kita buat kamuflas. Jadi secara material tuh sama. Jadi di dinding kamprot. Jadi ini pintunya dari GRC di finish kamprot gitu. Dan di sini dikasih tali air supaya pas e potongan di sini juga kelihatannya kamuflas ya. Benar benar. Tali air ya standar lah ya. Pakai e U channel. U channel aja. Heeh. Terus ini harus rapi. Kalau mau rapi harus pakai U channel. U channel. Benar. Soalnya kalau manual pasti geradakan sih. Betul gitu. Terus di sini ada area cuci dan dan jemur. Lalu di sisi sini ada area ee dapur kotor. Jadi memang dapur di sini tuh ada dua. Nah, jadi ee Mbak saya kalau misalnya keluar masuk tuh dari samping sini. Oh ya. Ya. Di sebelah sana. Jadi di sebelah sana ada pintu lagi yang menuju langsung ke garasi. Ah, kitawat samping. Jadi kalau saya lagi ke luar kota, Mbak tuh tetap punya akses karmase dan ini ke garasi, ke garasi tadi gitu. Oke. Huh, gitu sih. Nice. Jadi kalau misalnya lagi pas lagi ee owner juga pengin pergi lama cukup lama rumah itu bisa semuanya dikunci tapi Mbak masih tetap tetap punya akses. Dia punya tetap punya dapur sendiri dan kalau sehari-harinya tuh buang sampah juga bisa lewat samping, enggak lewat area utama gitu sih. Iya. Baunya semerbak. Begitulah kira-kira. Oh iya, ini pun di ruang keluarganya dibikin simpel banget ya. Iya. Ee cuman kabinet aja dan enggak ada wall panelnya. Jadi memang apa namanya karena ruangannya kan sebenarnya enggak gede-gede banget jadi saya mau keep everything to clean. Heeh. Heeh. Jadi karena dindingnya sudah cantik apa adanya dengan diekpos ini, jadi saya pikir-pikir ya enggak perlu ada perintilan apa-apa lagi. Jadi cukup ya dia appear as it is aja. Jadi kita tambahin karena ini untuk practicality ya, buat nyimpan-nyimpan barang san meja TV jadi di bawah aja gitu. Ini kita sekarang ada di gua nyalain dulu lantai du ini lantai du. Oke. Nah, ini koridornya nih lumayan gede nih. Ee sekitar 1,8 m lah. Saya bikin gede tuh karena ke depannya. Nanti di sini mungkin saya mau bikin kayak meja, meja belajar. Iya, meja belajar sekaligus penyimpanan. Karena anak saya masih kecil kan saya mikir nanti ke depannya pasti banyak mainannya. Dinikmatin dulu lah pas akan ada saatnya heboh akan ada saatnya benar harus bikin-bikin gitu. Oh iya jadi ee kalau kita diri di sini nih Heeh. kalau lihat ke area sana itu makanya relingnya sengaja saya buat transparan biar ada ee kesatuan visual dan di ujung makanya saya kasih hijau-hijau. Jadi setiap kali naik turun tangga tuh kayak ada kayak ngelihat lukisan ya. Benar. Exactly. Dan itu bikin apa ya, mood-nya lebih baiklah melihat sesuatu yang natural-natural. Dan untuk konsep tangganya sendiri ini saya bikin dindingnya tuh dari Aen Expos terus nerus ke lantainya ini yang motif semen juga tapi dari homogeneous style yang ukuran besar dan warnanya pun dibikin yang agak mirip ya mirip. Heeh. Jadi kesannya baik dinding ada continuity dari dinding ke lantai ke dinding lagi gitu sih. Oh oke. Oke. Ini menarik juga sih. Tapi emang benar ya teman-teman kalau misal ibaratnya nih kalau kita main di games The Sims terus kalau misalnya kita nambahin ada ee aksesoris atau apa, dia kan ee mood-nya jadi berubah ya. Benar benar benar benar juga. Oke. Eh sebelum itu kita ke sini dulu ya kali ya. Oh iya. Heeh. Jadi ini tuh ee ini tuh kamar mandi sharing buat anak. Heeh. Jadi kalau anak saya mandinya ya di sini. Oh, gitu. Ini semuanya sama sih. Jadi kalau saya untuk material kamar mandi Heeh. Pakai tilelnya baik dari yang di lantai bawah sama lantai atas tuh sama untuk apa? Untuk mengurangi waste pemakaian material. Satu hal yang kita ibu-ibu suka adalah hemat. Betul. Hemat dan low maintenance. Bapak-bapak lebih suka biasanya kalau ibunya hemat gitu. Dan bapak pun jadi lebih sayang kepada kita. Ini ini tips nih buat ibu-ibu yang lagi bangun rumah biar makin disayang suami. Berhematlah. Iya berhemat. Jadi ini lumayan hemat loh. Jadi waste-nya dikit. W sedikit aja nih ya. Heeh, benar. W-nya sedikit. Jadi baik lantai maupun ini kita sama. Jadi semua kamar mandi tuh sama. Oh iya. Karena emang sebenarnya desain pun lebih eh lebih baik materialnya sama tapi desain yang bisa berubah kan. Benar. Layout-nya yang berubah gitu. Oke, ini berarti nanti akan ketemu lagi model seperti ini di kamar tidur utama only in bigger space lah. Oke. Nah, lalu di sini ada dua pintu. Ini sebenarnya dua-duanya kamar anak, cuma karena kamar anak saya masih satu gitu, jadi kamar anak yang dipakai tuh yang ini. Yang sebelahnya itu buat jadi kamar main. Iya, kamar main. Jadi ini rusuh, Guys, ya. Enggak usah dilihat dulu lah, ya. Jadi ini kamar anak saya masih umur 8 tahun. Oh, gitu. Oh, iya. 8 bulan. 8 tahun gua ini buat 8 bulan. Jadi, karena anaknya masih kecil, jadi kalau saya memang kalau anak tuh tidur di bawah. Oh, iya. Supaya enggak jatuh juga kan. Iya. Untuk keamanan safety sih enggak gitu banyak barang karena emang semua alat mainnya di kamar sebelah. Oke, gitu. Jadi, sini cuma boneka-boneka. Terus di sini ini dia punya balkon yang tadi kita lihat dari depan. Heeh. Ini saya bilang dari kan tetap di sini kan terang kan. Heeh. Iya terang ya. Dan kita juga sebenarnya view kita enggak kehalang. Iya. I ya. Tapi kalau dari depan mereka enggak bisa lihat ke area dalam karena agak miring ya soalnya ya. He gitu. Terus di sini e punya balkon juga dan balkon ini itu sharing antara kamar anak satu ke kamar sebelah. Oke. Lumayan nih. Balkon sekitar 1,2 m lebarnya. Heeh. Jadi ini balkon ini sharing juga ke kamar sekarang jadi kamar main nantinya jadi ya hopefully jadi kamar anak kedua lah gitu. Satu aja dulu. Iya dulu. Adaptasi dulu punya anak enggak gampang. Oke. Ini curhat ya. Heeh. Curcol. Heeh. Curcol. Nah ini jadi sharing sebenarnya yang di bawah kan juga sama ya teras sama area kamar tamu kan juga sharing. Iya iya benar juga. He ya. Main room sama kamar tamu juga sharing teras gitu. Oke. Dan ini kalau misal mau tidur di bawah kan kadang ada yang bilang, "Oh, nanti dingin ya kanan lantainya udah dikasih SPC sama karpetnya udah nyaman ya enggak dingin ya. Heeh. Dan emang kalau kamar bayi itu iya meminimalisir banyak barang biar enggak nyimpan debuk. Heeh. Gitu. Betul. Terus lalu kita ke arah sini dia tuh ada void. Nah, jadi di atas di atas area ruang keluarga ini ada void. Karena kalau saya tuh desain saya lebih suka ya kesinambungan flow antara enggak cuma antara satu ruangan dengan ruangan lain, tapi antara satu lantai dengan lantai lain. Oke. Jadi biar kalau misal itu masih tetap bisa komunikasi, bisa komunikasi gitu. Jadi kalau manggil Mbak gitu, I kan praktikal ini. Praktikal inf harus bikin interkom, Guys. Benar, benar. Dan buat orang yang agak penakut gitu ya, ini enak sih. Jadi bisa oh enggak kelihatan gitu. He oh ada yang lewat. Oh iya itu mama gitu kan. Oke. Dan di sini ada ke pintu kamar utama. Iya. Nah pintu kamar utamanya sendiri pakai ee automatic eh smart smart door. Jadi awalnya tuh waktu saya bangun saya enggak pakai ini. Iya. Kenapa nih? Terus repot juga ya. Setiap kali keluar kamar harus atau kebadan pergi kunci gitu. Jadi menurut saya, saya sangat merekomendasikan pemakaian smart door lock di pintu utama. Jadi kalau setiap keluar masuk tuh enggak perlu bawa kunci. Oh iya iya very simple. Jadi very practical. Iya benar juga. Soalnya di kamar utama itu kan suka isi rahasia-rahasia dan sebagainya namanya banyak privacy lah di sini. He privacy kan ini masuk dari sini ada ruang diskusi kelihatan sekali sih Bapak dan Ibu ini sangat bekerja nih. Apakah bekerja bersama ini? Oh enggak. Nah justru ini juga ya gitu. Jadi karena lantai du tuh mostly kita belum beli. Ah ee ya paling beli sedikitlah. Heeh. Ee jadi kita banyak gunain barang-barang yang ada di apartemen. Kayak ini tuh barang sisa-sisaan gitu. Bekas apartemen gitu tempat kerja kita taruh di sinilah. Ee karena ternyata fungsional juga. Jadi kalau malam-malam tuh beli martabak misalnya atau apapun lah makanan. Makan malas kan di bawah gitu. Ya udah di sini aja gitu. Iya. Benar juga ya. Jadi kayak sangat fungsional ternyata ini. Oh kita enggak pernah kerja di rumah. Oh, enggak pernah kerja di rumah. Tapi ada ruang kita makan makan di sini. Oh, iya. Tapi benar juga sih emang sebelum tidur biasanya kan suka suka ngemil. Jadi ke bawah. Heeh. Daripada harus ngabisin di situ kotor lagi ke sini. Benar, benar, benar, benar gitu. Oke. Terus untuk kamar utama memang kita sengaja juga karena sebelah kan masih tandah kosong. Heeh. Jadi emang main room itu kita kasih jarak sekitar 1 m biar kalau one day sebelah bangun kita bisa akses gitu. Enggak enggak ganggu kita lah. Ini kan area tempat tidur kalau digedor-gedornya. Oh iya enggak langsung karena kan ya biasalah kalau sebelah bangun kadang-kadang suka bocor retak dan lain-in itu mindari itu. Oke. Makanya dikasih 1 m ini ya. Jadi bukan berarti kalau misalkan di di bawahnya kan dia full ya, mentok ya. Benar. Nah, kalau di atasnya bisa dikurangin lagi. Iya, benar. Benar, benar. Oke. Dan di sini berarti dia modelannya tempat tidurnya yang di tengah ya. Betulnya ngotak lagi ya. Kayak gini tuh soalnya ee mengikuti kebiasaan saya. Jadi waktu saya sebelum nikah, saya kalau diet saya jalan kaki. Ah, dia muter. Jadi kalau di rumah dulu lama rumah orang tua dia island-nya dapurnya kan lumayan gede terus ada island tengah. Saya lumayan tuh muter ya. Nah, kalau di sini ya karena punya suami kan masuk di dapur gitu kan. Jadi kalau saya muter, kalau nanti saya diet gitu ya, saya jalan kaki saya ngeterin ya. Jadi bisa dibilang teman-teman ini adalah kamar tidur yang menggabungkan fungsi kamar tidur dan jogging TRK. Benar. Jadi kalau desain gu dari tadi geli doang nih gua nahan nih ngomong nih. Sekalian jogging trend. Iya. Jadi menurut kalau kita tuh desainnya sebenarnya yang jadi main fokus kita tuh kebiasaan klien. Heeh. Betul. Betul. Jadi Heeh. Karena kita sebagai arsitek kan sebenarnya jembatan untuk klien mewujudkan semua mimpi-mimpinya. Heeh. Kebiasaannya dalam rumah idaman yang dia pikirkan kan. Iya. Kalau lain tuh bisanya cerita tapi dia pas enggak bisa. Iya. Karena kita punya expertise lah di bidang itu. Jadi kita berusaha mengakomodir di samping kayak rule-rule standar dalam perancangan ya. Misalnya harus pencarian baik, pemudaan baik. Kayak ini tuh ada bukaan di sisi sana dan sisi sini cross. Oh i kalau lagi dibuka gitu. Jadi bisa dibilang kalau misal ngedesain di kantor ee konsultannya Mbak nih ee cukup memperhatikan kebiasaan kebiasaan dari Iya. Jadi kalau setiap rumah itu unik. Jadi kita juga enggak mau terlalu maksudnya gini sebagai arsitek yang paling mending tuh kan kliennya happy ya. Kalau kliennya happy berarti menurut saya desain saya berhasil. Jadi desain saya berhasil enggak cuma kalau look-nya itu bagus. Hm. Kalau estetik bagus itu kan sebenarnya lebih ke apa namanya? Subjektif. Heeh. Tapi kalau yang ninggalinnya itu happy, dia betak, itu baru desain itu berhasil gitu. He gitu sih. Terharu. Iya. Oke. Dan ini sekarang kita coba lihat ke kamar mandinya. Oke. Oke. Nah, ini sebelum ke kamar mandi nih. Heeh. Ini jadi ini saya bikin dinding. Oh. Karena masalah lagi again budget. Heeh. Jadi one day saya pengen bikin apa jadi kayak paneling gitu bikin di sini. Jadi sementara saya dinding saya cat warna abu dan kebetulan di rumah lama ini juga warna abu ada warna abu saya pakai karena kalau enggak kan bahaya ya. He buat kepala terus matching. Heeh. Ternyata matching dan ini sangat berfungsi buat naruh-naruh barang. Oh gitu. Jadi ya sebenarnya gini, kalau budget tuh enggak jadi halangan buat kita buat berkreativitas lah intinya. Ini juga semuanya nih barang-barang dari apartemen semua area ruang kerja kayak gitu. Berarti next-nya ini bakal bikin lem nanti saya bikin lemari. Benar. Lemari sama vanity table di situ. Ah. Dan konsep kamar ini tetap sama. Jadi ada balkon. Heeh. Ada balkon sekitar 1,2 m sebagai buffer. Dan itu balkon itu sangat berfungsi untuk bersihin kaca. Kalau enggak bakal susah banget. Oh iya. Kalau enggak harus pakai tangga kan. Iya. Jadi kalau lantai dua atau lantai tiga punya rumah ya better ada balkon ya buat ini. Hmm. Buat maintenance gitu. Jadi gampang ee bersih-bersih. Oke, selanjutnya ke kamar mandi utama. Nah, kamar mandi utama kita bakal ketemu material yang sama tapi dengan model desain yang beda ya. Iya. Oke, jadi ini kamar mandi utama. Jadi dia secara size lebih besar sudah pasti. Terus ini ee secara material baik dinding, lantai ataupun top table tuh semua sama. Dan karena masalah budget constrainnya tadi saya bilang, top table pun saya makainya eh homogeneous style aja, tapi bisa dipotong rapi kayak gini. Rapiah ini triknya harus tukang marmer yang ngerjain. Jadi enggak bisa kayak tukang keramik yang biasa masang lantai gitu, enggak bisa karena mereka punya alat-alat khusus, teknik khusus. Jadi tetap ini enggak tajam dan harganya jauh di bawah solid surface dan apa? Marble ya. Dan sedangkan dia juga tahan kan. tahanak enggak nyerap noda gitu. Iya, betul juga. Heeh. Dan ini pakai apa sih kemarin mereknya? Apakah merek tertentu yang bisa atau semuanya bisa sih? Ini di Bismati sih saya beli. Oke. Berarti bisa dibilang granit yang ukurannya 120 120* 60 biar one piece. Benar biar One Piece. Jadi kalau kayak tadi di kamar mandi anak dia kan 1,7 kalau di saat itu jual yang 1,8. Nah, iya benar. Yang penting One Piece sih. Jadi tapi biar enggak ada tapi biar jasanya ya. Oh iya. Cuma ya jadi kadang biaya jasanya lebih mahal dibanding biaya tetap tapi kalau secara overall lebih murah pakai ini dibanding pakai solid surface ataupun marmer. Oke. Jadi ee kalau di kamar mandi utama ini pembedanya cuma hanya satu ya. Adanya penambahan ubin ee motif marmer begini ya. Iya style motif marmer. Ini juga dari saya beli di Bismati. Kalau ininya saya pakai ini mbak ker. Iya. Pakai kohl kalau sanitir terus ini agak dimajuin sebagai aksen aja. Dan ini enaknya kalau kamar mandi utama. Jadi dia punya jendela gede itu setting ya ada hijau-hijaunya lah. Biar ada rasa-rasa mandi di luar gitu. Kalau agak parno dikit ya tinggal turunin aja kan. Nah ini naik balik. Iya benar. Tanggal parno. Biasanya suami saya paran. Heeh. Dia selalu tutup bilang siapa yang mau ngintip ya kan ya. Heeh. gitu. Kalau kita OS aja. Iya, POS saja. I kan ya kan udah ada yang lindungin. Heeh. Nah, ini ada apa area betap. Heeh. Ya biasanya nanti kalau anak makin gede. Oh iya. He di B itu mereka paling suka kan betap. Jadi saya prep dulu terus dibikin cowokan-coakan lah di beberapa tempat ya buat naruh-naruh nanti sabun. Tapi ini kayaknya ukurannya enggak terlalu besar ya. Iya ini ukuran karena memang kan saya enggak hobi ini kayak buat anak nanti. Jadi saya pakai ukuran yang 75 * 1,5 aja. Oh, oke oke. Ee Mbak, aku mau nanya. Ini waktu bangun ini tuh berapa lama sih bangun ini? Cuma 8 bulan sama interior. Oh, 8 bulan sama interior? Sama ngisinya udah 8 bulan. Iya. Tap ya karena buat punya sendiri ya, jadi bisanya ngebut gitu ya. Iya. Lumayan sih dulu perjuangan karena saya lagi hamil terus saya sambil bangun kayak gitu ya. Lumayanlah. Terus untuk biaya bangunnya sendiri itu kira-kira di biaya berapa sih range-nya? Mungkin yang bayar aja kali yang yang bayar aja yang ngasih tahu. Heeh. Cring cring cringing. Ditambahin ini bank saya yang ngebayar. Heimasi ya mungkin 8 sampai 9 juta per 8 sampai R jutaan ya per meter. Iya untuk biaya bangunan itu belum termasuk sama biaya desain sama permit kayak gitu-gak gitu kan. Oh beda beda. Jadi di sini pakai konsultan struktur ya. Kalau kebetulan saya arsiteknya lumayanlah hemat di situ. E ng di situ. Tapi tetap pakai konsultan struktur segala. Iya. Iya, benar juga emang harus begitu ya, Teman-teman. Jadi supaya bangunannya tuh emang ee kuat apalagi kalau pakai buat sendiri jangan sayang-sayang sih. Karena menurut saya kalau yang hal di luar-luar itu kan estetika bisa kita ganti-ganti ya. Tapi kalau yang di dalam kayak pemipaan, kayak struktur besi kan sesuatu yang enggak mungkin kita bongkar-bongkar. Jadi dari awal mendingan pakai yang bagus. He betul, betul, betul, betul, betul, betul banget. Tapi ya terima kasih banget ya, Mbak sudah diajak. Thank you, thank you, thank you. Terima kasih sudah berkunjung gitu. Terus habis itu jangan lupa teman-teman untuk follow Instagram-nya di broadget.d eh portfolio kita lah. Jadi kita tuh enggak ngerjain cuma rumah tinggal tapi mostly commeril, sports hall, kantor, restoran gitu. Oh, gitu. Iya. Oh, i kalau enggak salah kan lulusan UK kan. Oh, iya. Jadi karena saya tuh ngerjain komersil karena emang waktu itu saya waktu ke Inggris major saya tuh bangunan tinggi dan bangunan kota. Terus habis itu kerja di Singapura 2 tahun tuh banyak ngerjain interior. Jadi makannya banyak ngerjain semua interior juga ngerjain karena ya bas on experience sih. Oke. Pengalamannya udah kemanis-manis sebenarnya ya. Gitulah. Oke kalau kayak gitu makasih ya teman-teman sudah nonton episode kita kali ini. Jangan lupa like, com follow, share video ini dan juga kita juga ada TikTok dan Instagram-nya @arsitekturindonesia. Cabut dulu. Coo.
