(RUMAH UNIK) Rumah Mungil : Cocok untuk Keluarga Baru Senang Liburan dan Otomotif (YouTube Video)
Mas Ruben tanya mau tanya dong ini lahannya tuh berapa sih sama bangunannya berapa luasnya? Oke lahan 136 m². Luasan bangunannya sendiri di 150-an m². Dan ini balkonnya berarti ada di dalam rumah ya judulnya ya? Benar balkon dalam rumah. Ini kenapa dibikin turun nih ke bawah nih? Awal itu si owner emang pengin living room-nya sangken. Hai, ketemu lagi sama Belinda di Arsitektur Indonesia di acara Namu Bareng Belinda, teman arsitek kamu. Hai teman-teman, hari ini kita lagi ada di daerah Tangerang. Gue mau ngajak teman-teman buat lihat salah satu contoh rumah yang ownernya itu pecinta otomotif. Tara. Inilah salah satunya. Rumah kayak apa sih? Kalau misalkan rumahnya tuh ownernya itu pecinta otomotif, pasti ada sedikit yang beda dong, baik desain, warna, maupun kebutuhan kebutuhannya. Penasaran isinya kayak apa? Kita ketemu dulu sama arsiteknya. Halo, saya Ruben dari Lokalic Studio. Kali ini kita lagi ada di ASH House. Semoga e project ini bisa menjadi inspirasi teman-teman semua. Oke, sekarang kita udah ketemu sama arsiteknya namanya Mas Ruben. Mas Ruben. He. Mas Ruben nih eh dari mana sih? Dari Jogja aslinya. Iya. Nama kantornya. Oh, kantor LCAL Studio. Oke. Namanya nama kantornya adalah Local Studio ya. Oke. Ee, Mas Ruben, Mas Ruben tanya mau tanya dong. Ini lahannya tuh berapa sih sama bangunannya berapa luasnya? lahan konsepnya. Oke. Lahan 136 m². Kalau luasan bangunannya sendiri di 150-an m². Oke. Kalau konsep sebenarnya ee kita masih pendekatannya tropis, tropis modern. Cuma karena basicnya si owner itu pecinta otomotif dan kegiatan outdoor ya. Jadi mungkin emang pemilihan material segala macam kita bikin lebih maskulin aja. Jadi warna-warna gelap ee apa material-material yang masih mentah ya, raw-rau gitu. Oh, jadi agak semi-semi industrial gitulah ya. Oke oke oke. Mas ee bisa diceritain enggak ini waktu ketemu itu emang owner emang mintanya tuh emang udah gelap atau Mas Rubennya yang mengetahui dari pribadi ownernya ini? Makanya diambilnya yang warnanya agak-agak gelap. Iya. itu berdasarkan diskusi aja sih ee akhirnya mengerucut ke pemilihan warna tone-toneya yang gelap dan yang ee raw. Berarti kalau kayak gitu pemilihan materialnya pun juga disesuaikan ya. Mulai dari atap deh. Ini atapnya pakai apa nih? Kita atapnya pelana sebenarnya dia pakai atap keramik tapi emang kita dari depan kita cover dari fasnya kita enggak enggak enggak kelihatan gitu. Jadi kelihatan cuma dari atas aja. Heeh. Jadi kita cuma ikutin bentuknya geometri si ata pelana kita kasih segitiganya kita pisah dua messing ya. Jadi ada yang kiri ada yang kanan. Oke. Berarti untuk yang di atas itu ada servisnya enggak sih, Mas? Ada, tapi hanya untuk AC outdoor. Untuk AC outdoor aja di atas loh. Biasanya kan orang naruh toren itu kan biasanya selalu ada di atas ya. Kali ini ada di mana nih? Di bawah kita pakai ground taneng di bawah. Jadi dia pakai pompa langsung ditembak ke atas sekali. Oke. Oke, satu pompa aja gitu. Oke. Nih, Mas, ini lebarnya berapa sih tadi? Dimensinya belum nih. Belum. Oke. Dimensi depan total 8 m lahan ya. 8 m lahan. Ee panjangnya 17. 17 lahannya. Iya. Oke. Berarti di sini 2 m dipakai buat taman ya. Betul. Sisanya ini buat sisanya untuk mobil. Mobil. Oke. Dan di sini pakai materialnya yang semen coren biasa aja ya. Iya, benar. Yang raw aja. Raw aja. Semen yang simpel, gampang bersihinnya ya. Tapi enggak terlalu bersih juga sekarang. Cuma maintenance-nya lebih gampang. Maintenance-nya lebih gampang ya. Di atasnya itu pakai kanopi besi yang emang besi dimensinya tuh agak lebih gede ya. Jadi biar kelihatan gagah gitu Benar. Kita overlap dikit ke area servisnya. Oke. Terus habis itu di sebelah sini Mas. I ini ada rooster-ro nih. Yap. Ini tuh waktu didesain tuh tujuannya buat apa sih? Awalnya memang ini kita kasih buat tempat jemur. Jadi ini supportingnya area service di dalam. Jadi buat jemur. Tapi memang akhirnya kita bisa buat naruh segala macam. Misalnya ada sepeda motor. Ah oke. Ini bisa sekalian. Oke. Dan juga kalau misalkan kayak barang-barang ee di rumah tuh kan misalnya ada top table atau enggak sisaan keramik itu bisa ditaruh di sini ya. He, ini contohnya kayak di sini nih, Teman-teman nih. Dan di sini di bawahnya ini adalah si ground tanengnya juga ya. IAP. Jadi, itu manhole-nya. Oke, ini man-nya. Iya. Malahan ya enggak ketahuan ya. Benar. Di sini juga ada meterannya, terus ada pintu yang menuju ke servis ya, Ben. Ini yang ke servis. Benar. Oh, oke oke oke. Ya, namanya anak mobil ya dari tronton punya mobil listrik pun juga ada. Oke, oke, oke. Terus masuk sini nih, Mas. Yap, kita disambut sama apa nih? Eh, apa ya? Ini lebih ke Jadi, kita berusaha buat sedikit menekan area outdoor itu biar bisa masuk ke dalam bangunan juga. Jadi ceritanya emang gimana caranya kita membawa masuk si odor itu ke dalam ruangan. Oke, makanya di sini ada taman sama ada air mancurnya ya. Dan supaya tanamannya masih hidup, di atasnya dikasih yang atopnya kaca. Kaca. Iya. Gede kayaknya gede. Benar balkon dalam rumah. Ah oke oke. Oh iya ini tadi pintu masuknya berarti nih. Ini pintu masuk. Jadi pintu utamanya ya? Iya pintu utama sini. Dan kita enggak bikin ini solid. Jadi kita bikinnya emang ada bukaan-bukaan gini. Jadi biar kita ee udara biar tetap masuk. Jadi feel outdoornya itu masih sampai dalam ngerasa gitu. Jadi emang pintu masuk utama itu enggak melulu harus ee kayu solid yang gitu ya. Iya. Benar. Uh. Di sini langsung dikasih tipis-tipis ee ini ya. Ee apa sih yang ada di dalam? Ya ini buat ngintip dikitlah ya. Jadi di dalam itu ada living room. Jadi kita bikin open plan di dalam. Nah, ini sebenarnya ini kan bisa dibuka juga. Oh, ini ada bukaannya ya. Iya, cuma habis ya dikunci. Ah, bisa. Nah, ini kalau emang kita buka semua yang sana juga dibuka itu nanti tembus tuh dari depan ke belakang. Oh, kelihatan gitu ya? Benar. Jadi dalam posisi pintu ketutup pun terus si kisi-kisi ini pintu juga udah ngalirin udara kan. Jadi, kita bisa bikin bin tunel tuh dari depan ke belakang. Masuk dari depan bisa tembus ke belakang dan sebaliknya langsung gitu ya. Oke. Dan di sini juga di pasuk pun kayak kesannya si tanaman batu ini eh taman batu ini juga masih nyambung ya. Benar. Nyambung sama depannya. Oh iya. Rumah tuh emang enggak langsung melulu keras-keras gitulah ya. Emang harus ada kasih hijau-hijaunya. Dan ini sebagai transisi juga. Jadi transisi antara luar luar dan dalam tuh kayak enggak langsung anjlok gitu bedanya. Jadi kita masih ada. Ah, ya. Enggak dibikin kaget ya. Iya. Ada pelan-pelan transisinya ke dalam gitu. Ah, oke. Oke. Dan nah di bagian sini tuh ada fy-nya dulu ya berarti ya. Iya. Ini Voy aja biasa standar. Paling cuma tempat sepatu. Tempat ee apa? Tempat duduk buat pakai sepatu misalnya. Duduk duduk. Mas, ini di bagian sini nih ada turun ke bawah ya, Mas ya? Ini yang tadi udah dimention ini ada service tapi yang di sebelah sini ini apa namanya? Ini poder powder room-nya. Betul. Oh ya ya buat tamu ya di sini ya. Betul tamu di situ. Oh ini ada split level sedikit ya berarti ya? Iya split level. Kita emang sengaja naikin levelnya. Terus di bagian sini adalah yang tadi menuju ke ruangan jemur. Jemur. Betul. Ini daerah kamar ee kamar mandi mbak. Kamar mandi mbaknya. Ini kamar mbaknya jadi budak sekarang yang multifungsi lah ya. Iya. Karena ibunya juga ee apa ya? Girl power ya. Bisa kerjakan semua sendiri di rumah dan di bawah tangganya dipakai buat fungsi untuk gas. Kita ada gas terus buat nyimpan-nyimpan kayak galon-galon yang ada kandang kucing juga. Ah ya. Ya. Ya. Ya. Ini untuk gas yang di sana dalam sana. Iya. Jadi kalau misal teman-teman pengin bawahnya masih bisa kepakai, coba diturunin dua anak tangga ya. Iya. Cer Heeh. Oke. Oke. Lanjut ke ruang utamanya. Nah, ini ruang utamanya cukup lucu ya. Jadi pas dibuka enggak terasa seperti kayak ada pintu. Tapi ditutupnya pakai wall panel nih ya. Iya. Bikin pocket. Bikin pocket ya. He. Terus habis itu di sini open plan nih. Ini ukurannya berapa nih? Kurang lebih ini 4 m lebar. Heeh. Cuma kalau lebar ini selebar tanah ya delapan. Tadi dari TV ke dapur itu delan tapi lebar ini sekitar 4 m sampai 4 m sih sebenarnya. Kita sisain juga area belakang. Dan yang bikin salah satu paling miss adalah si island-nya nih. ini island-nya gede sekali nih. Lumayan. Ini berapa ukuran ini? 1 koma 1,2 kalau enggak salah. Heeh. 1,2 ini panjangnya sekitar 2,4. Oh, berarti satu slap ya? Satu slap butuh. Dan ini kelihatan mewah lagi karena dia jarak antara si island sama si dapurnya ini juga cukup besar ya. Ini kira-kira berapa sih, Mas? Ah, ini mungkin di 1,2-an juga kurang lebih jaraknya antara jarak bersih ya. Island dan dapur sekitar 1,2 jarak bersih. Jadi, biar aktivitas bisa kiri kanan gitu. Oh i ada yang ngadap sana, ada yang ngadap sini bisa masih lega gitu. Kalau Iya iya kalau kita masih begini orang lewat di belakangnya juga masih enggak empet-empetan ya. Oke. Dan di ininya pun juga pakai warna gelap lagi sama dengan maskulin depannya fasadnya. Benar. Nah di bagian sini Mas. Eh ke sini dulu dong. nih? Eh, emang idenya emang awal itu si owner emang pengin living room-nya sangken. Oh, kayak di Bali ya. Iya, benar. Tapi emang kalau dipikir-pikir itu jadi kayak men-separate gitu ya, dua area yang berbeda. Hm. Tanpa harus bersusah payah lah ya. Terus jadi kalau kita lagi duduk di sini, di situ ada orang, kalau kita mau nonton TV pun enggak ketutupan gitu. Oh, iya benar juga. Kalau kita lagi di sini ya. Iya, benar. Ah, oke oke oke oke. Jadi bisa nambah kesan lebih luas lagi juga sih sebenarnya. Iya ya. Dan void-nya pun juga terasa lebih luas ya. Oh oke. Oke. Lebih tinggi jadinya. Dan kalau misal karena yang punya ini juga e masih ada totler anak-anak ngawasinnya pun juga jadi lebih gampang Jadi kayak tinggal e gitu kan. Dan ini bisa jadi area bermain anak-anak banget ya. Terus di bagian sini, Mas, lanjut nih. Ini ada ada kita sisain area belakang itu untuk ya kita punya taman gitu. Oh, bagus sekali penataan tamannya. Ini kayak gua mesti nanya nih jenis-jenisnya apa aja nih ya? Ini keren banget ya. Ini pisang-pisang ini kayaknya bisa difulin ya. Bisa ini bisa full sampai sana sampai habis bisa. Tapi agak berat ya. Udah lama enggak dibuka-buka? Udah lama enggak angkat beban juga sih gua. Oke. Nah, ini bisa kebuka sampai segini. Tapi di sebelahnya itu dikasih pintu lagi. Iya. Ini buat akses cepat aja. Kalau malas buka yang gede, kita bisa buka yang kecil. Kalau dari area dapurnya ini kalau misalnya dibuka pengin bikin ee ini ya apa acara biar dia kebuka semua di sini. Kita bisa extend area lah ya. Iya. I iya iya. Terus habis itu supaya kelihatannya kesannya seperti emang kayak ada di Bali, jadi kayak si tanaman Kamboja. Habis itu ada lampu-lampunya juga ada di bawah nih. Dan ini kayaknya bukan kayu beneran kan ya? Bukan, ini conwood. Oh, kita pakai konwood yang model plank gitu. Oke oke oke. Dan ini taman keringnya juga enggak pelit ya. Setengahnya loh dikasih buat taman kering. Iya. Biar mantap. Biar mantap ya. biar terasanya lebih mantap lagi. Oke. Oke. Ini dipakaiin tanaman-tanaman tinggi begini ya supaya kelihatannya dia dan bentuknya juga melengkung begitu supaya dia lebih mangkok gitu. Yuk kita mulai ke atas aja yuk. Gua penasaran nih ini. Oke. Ini keramik kayu apa sih? Nah ini bukan keramik bukan ee bukan sihir bukan keramik. Oke. Terus apa lagi? Bukan spisi juga. Ini vinil. Vinil. pakai vinil tapi enggak dikasih aksesoris ya? Enggak. Clean aja gitu ya. Clean polos. Oh, jadi malahan kelihatan ya kalau pemasangannya bagus ya ini kayaknya tebalnya tebal deh. Iya, lumayan tebal. Kelihatan ada hitam-hitamnya garis. Karena kelihat karena tebal dan pemasangannya bagus dia tahan ya berarti Iya benar. Karena banyak yang bilang kalau vinil tuh sebentar udah ngangkat kan. Iya. Kita juga tadinya takutnya kayak gitu, tapi ternyata ya kalau tebal ya fine-fine aja. Terus habis itu di bagian atas nih. Iya ya. Enggak ada ruangan yang tertutup ya. Sini kebuka semua ya? Kebuka semua. Ini kalau ke belakang sana kan udah nyambung ke tadi ya, ke entrance masuk yang mana itu ke kanan tuh sudah langsung tembus ke depan. Jadi udah ini cuma atap kaca aja. Jadi benar-benar ini kebuka semua sampai tangga. Jadi area tengah ini sebenarnya transisi ini sebenarnya outdoor. Masih outdoor. Oh oke. Semi lah ya. Semi outdoor. Semi outdoor ya. Oke. Dan atapnya juga dibikin plafonnya dibikin miring ya. Iya. Ini ngikutin bentuk atapnya aja sih. Celana tadi. Ini dalamnya berarti dia itu ya enggak yang segitiga gitu ya? Atap segitiga cuma yang sebelah kanan lebih kecil. Yang di sini kita emang cari bentuk geometrinya proporsinya yang enak. Jadi kecil di kanan yang di kiri lebih panjang. Oke gitu. Ini berarti atapnya campuran ada kanopi sama ada atap genteng ya. Oke. Oke. Ini apa ini, Mas? Benar. Di depan kamar anak. Oke. Di kamar anak ini. Ini berarti ada apaan nih, Mas? Boleh ya buka, ya? Boleh. Boleh. Kamar anak cuma ada kamar ee kamar mandi. Lalu dia punya balkon sendiri juga. Oh, ini betul. Yang tadi kita lihat dari depan ya berarti ya. Iya, benar. Ini berarti langsung dia punya balkon sendiri ya. tapi enggak bisa kabur juga karena masih di dalam rumah balkonnya. Hal yang kita takutin kalau anak-anak udah gede bisa kabur. Nah, ini rel apa? Balkonnya ada di dalam rumah. Jadi masih dalam atap ya. Jadi enggak akan pernah yang namanya kena ee air hujan ya. Dan sekalian dia bisa jadi menara pengawas gitu ya. Iya juga bisa lihat siapa yang datang. Oh ya. H tapi gua paling tertarik sama siopik e kaca ini sih. Iya soalnya jarang banget ada yang bisa memadukan antara genteng sama ini tapi enggak bocor. Oke. Dan di sini dibikin uh atapnya miringnya. Oh tapi dia punya jendela juga ya berarti. Punya. Ini sebenarnya bisa dibuka tapi kayaknya ada takut kena mainan. Nah takutnya mainannya entar jatuh semua kalau oke. Supaya privacy ditutupin sama sias tuh. Ah, kita satu kata. Terus habis itu di sini ada kamar mandi. Oke, kebuka ya. Ah, kamar mandinya lucu juga ya. dibikin karena untuk anak-anak ya. Iya. Yang enggak ter sebenarnya dari anak-anak bisa sampai remaja juga bisa. Tapi di sini dikasih jendela. tetap jadi biar ee kamar mandi ya kita kayaknya meemang selalu butuh bukaan keluar sirkulasi udara segala macam biar enggak lembab juga matahari masih bisa masuk tapi ee dia lihat deh supaya aman di bawahnya tetap dikasih ada lantainya. kita ngintip dikit aja ya jangan gede-gede. Oh. Jadi kalau kapanp kalau misal ngerasa kurang butuh lebih itu lagi tinggal buka aja ya. Ini waktu itu bangunnya berapa lama berarti? 1 tahun 2 bulan mungkin. Oke. Iya benar. Cocok sih supaya bangunannya lebih matang gitu ya pasar terima ya. Hmm. Oke. Oke. Ini mau kalau mau dijual dijualnya berapa nih, Mas? Ya dengar-dengar sekitar 2,3 ya. 2,3. Dan karena didesain bagus begini, harusnya sih ya dengan desain yang menarik orang preferensi kalau mau beli rumah lebih banyak ke yang kayak gini ya, dibandingkan rumah yang agak-agak biasa dan standar gitu ya. Nah, Mas ini ee kamar apa nih? Ini kamar masternya si owner. Kamar master. Ah. I. Uh, adem ya. Dan lebih adem. Nah, kalau di sini enggak pakai AC pun adem ya. Oke. Oke. Loh, ini tali air juga. Iya. Ya, ini ada permainan. Jadi emang tadinya kita pengin bawa yang dinding Itu masuk ke kamar juga. Jadi ini pakai kamprot juga. Ee tapi ini kayaknya bukan dindingnya deh. Bukan. Jadi kita lapis dulu pakai GRC. H. Heeh. Baru si GRC itu yang kita olah eh pakai kamprot segala macam. Oh iya iya ya. Karena ada lampunya begini jadi si teksturnya si GRC ini lebih keluar ya. He. Oke oke oke. Dan ini GRC doang ya teman-teman. Iya. Yang dikasih jeda sekitar ya mungkin 0,8 sampai 1 cent ya. C. Dan di sini ada jendelanya. Jendela langsung ke taman belakang. Uh. Jadi sembari itu dia masih dapat view juga ya ke taman belakang ya. Iya. Iya. Dan dikasih jendela juga ya. Jendela. Benar. Dong yah. Oke. Oh jadi udaranya pun masih bisa jalan ya? Semuanya ini jendela terbuka ya. Betul. Kecuali yang bawah supaya lebih safety. Di sini lagi WC ada apa namanya lemari-lemarian ya. Bin closet. Ada tempat rias, meja rias. Terus di sini kamar mandi. Ah. Tapi ini desainnya lucu loh, Mas. Ini lu juga yang desain. Iya. Interior kan? Heeh. Heeh. Dia sini tuh dibolongin dia buat naruh. Padahal ini kecil ya, paling kayak cuman 10 cent gitu ya. H iya 10 cent doang bisa buat naruh kayak buat yang tipis-tipis ya dan yang cepat ya. Iya. J kayak adaambil apa tempat buat sajadah segala macam di sini atau enggak mau taruh dokumen juga bisa. Bisa. I. Nah, tapi kalau misal enggak pengin dibolongin dikasihin Tutupan aja. Ini sama. Heeh. Oke. Dan di sini ada apa nih, Mas? Di sini ada kamar mandi utamanya. Iya, kamar mandi utama. Ah, gelap lagi ya semuanya ya. Maskulin gua begini lagi. Maskulin. Oh, di atasnya ini dibikinin kabit vanity-nya melayang ya berarti ya? Iya, melayang. Bawahnya sekalian buat tempat-tempat sabun juga. Oke oke oke. Dan di bagian showernya dikasih juga pin eh p jendela ke mana saja dan supaya lebih privacy lagi dikasihnya sunblast. Sunlass betul. Oh oke oke oke oke. Terus Mas waktu ngebangun ini ada drama enggak sih? Eh drama ya ada sih kayaknya tetap kayaknya semua project tuh pasti akan selalu ada drama. Oke. Cuma ya udah gimana kita menyelesaikannya aja. Kebanyakan dramanya tuh apa sih? Eh, mostly pemilihan material biasanya gitu. Kalau enggak ee sama kontraktor kadang ada suka miss-miss diambar segala macam. Kalau enggak ada biasanya yang ada masalah itu perbedaan di ukuran lahan tuh biasanya kadang kita suka di situ kan aslinya sama di gambar. Iya. Ya, berarti bagian mana yang harus dikalahin, bagian mana yang harus dimenangin gitu ya. Heeh. Heeh. Oke. Oke, Mas. Ee ini berarti ceritain dong waktu pas desain ini itu ee si Localic Studio ini tuh ee ownernya ketemuannya meetingnya gimana sih? Waktu itu kita meeting waktu itu kan zaman COVID ya tahun 2021 sebenarnya kita ketemu terus kita meetingnya kebanyakan online. Oh jadi online ya via Zoom gitu ya? Iya waktu itu iya waktu itu ya paling kita ketemu itu ee awal-awal ketemu nanti di akhir-akhir tuh juga sempat ketemu. Lebih sering ketemunya waktu udah di lapangan. Jadi sudah mulai konstruksi. Nah itu kita sering tuh ketemunya di lapangan. Hm. Oke. Jadi kayak bahas semua segala macam kayak pembelian material, mau ngecek ee ngecek progres segala macam. Nah, itu baru di lapangan. Oke. Oke. Ya udah, jangan lupa nanti follow Instagram-nya ya. Instagram-nya ada di mana, Mas? Ee kita ada di @lokalic studio. Oke, gitu aja. Oke, follow-nya nanti di Instagram-nya yang itu ya. Jangan lupa juga follow sama subscribe YouTube-nya Arsitektur Indonesia. Kita juga ada TikTok and Instagram-nya, Teman-teman. Makasih banget ya sudah nonton episode kita kali ini. Dan jangan lupa buat Teman-teman yang pengin eh yang punya keinginannya sama, yang punya hobinya sama yaitu pecinta otomotif, mungkin videonya ini bisa di-share ke temannya atau di-save ke pasangannya juga ke supaya referensi kalau misalnya mau bangun rumah kayak apa. Dan jangan lupa untuk follow juga si Mas Rubennya. Makasih teman-teman. Jangan lupa see you next episode.
