(RUMAH UNIK) Rumah Sudut Hook Gaya Tropis Jepang dengan Taman Subur Luar Dalam (YouTube Video)
bangunannya hama tanahnya tuh berapa sih dan konsepnya tuh apa? Oke, eh lahannya rumah ini ada di lahan 15* 16 m which itu 240 s me total luas bangunannya sendiri ada di 340. Ini berarti ada dindingnya ya berarti belakang sini apa di ini lemari? Enggak, enggak lemari ini. Lemari sebenarnya lemari. Lemari di sana bukanya besar di sini juga ada kolam renang sama si dekingnya. Ini rasanya kayak di 10 m. Halo, ketemu lagi sama Belinda di Arsitektur Indonesia di acara Namu Bareng Belinda, teman arsitek kamu. Kali ini kita lagi ada di daerah Tangerang nih, Teman-teman. Nah, gua mau ajak Teman-teman untuk ke rumah ini sangat menarik. Kenapa? Karena menurut gue ini agak one step ahead untuk smart house-nya. Penasaran kayak apa? Yuk, kita ketemuin dulu sama arsitek dan ownernya. Halo, nama saya Deo. Saya adalah principal di Boso Studio. Boso Studio sendiri banyak mengerjakan projek-projek residential dan ini satunya rumah Akira dengan tetap mengedepankan jargon kami yakni Green East Must. Nah, ini dia arsiteknya. Ini namanya Mas saya Deo. Oke, Mas Deo. Mas Deo ini dari ee kantor arsitek apa sih dan ada Instagramnya enggak? Saya dari Boso Studio. Instagram bisa e cari di Woso. Ini bangunannya hama tanahnya tuh berapa sih dan konsepnya tuh apa? Oke, jadi ini ee lahannya rumah ini ada di lahan 15 * 16 m which itu 240 s me untuk total luas bangunannya sendiri ada di 340. Oke. Ini berapa lantai tuh? Berarti ini 2,5 lantai. Nah, kenapa 2,eng lantai? Karena setengahnya itu kita anggap sebagai etik. H gitu. Jadi memang kita manfaatkan space di bawah atap seperti itu. Jadi kita asumsikan sebagai setengah lantai. Hm. Oke. Terus konsepnya sendiri ini kan berarti ada kliennya ya. Nih kliennya waktu itu pas datang tuh mintanya itu desainnya konsepnya gimana sih? Ee konsepnya itu awalnya nih awalnya macam-macam nih. Oh macam-macam. Macam-macam. Jadi memang awalnya ingin bergaya Japandi gitu. namun tetap ingin kontekstual. Kontekstual itu gimana, Mas? Kontekstual itu tetap mempertahankan nilai-nilai tropikal karena kan kita ini letaknya di Indonesia gitu. Jadi memang ya kita enggak bisa terpungkiri bahwa klimate atau iklim di Indonesia itu kan cukup unik dibandingkan dengan negara-negara yang lain. Kita kan punya jargon nih, Boso punya jargon yaitu green is must. Oke ya. Green is must. Jadi memang ya green tuh harus ya bagi kami sudah bukan menjadi pilihan. Jadi kita coba pelan-pelan edukasi, kita tawarkan mempenetrasi konsep green tropical ke ee konsep Japandi sebagai core dari owner itu sendiri. Terus Mas boleh diceritain deh mulai dari atasnya ini atapnya tuh pakai apa Ini kita atap menggunakan atabitumen. Nanti mungkin kita bisa lihat ya detailnya pas langsung di atas. kita menggunakan atabitumen yang memang secara durable durability lebih bagus, lebih ringan juga ya sebagai ee penopang bangunan tahan gempa itu sangat bagus sekali untuk gitu. Looksnya juga bagus karena ini kita expos kan. Oke gitu. Iya apalagi kalau diekpos ya lebih baik pakai gentengnya yang cakep aja sekalian ya. Betul betul sekali. Tapi bawahnya itu pakai rangka baja atau pakai baja ringan atau pakai kayu nih Mas? Ee kalau rangkanya kita ada beberapa layering ya. Yang pertama ada e rangka bajar jaringan. Jelas pasti. Oke. Lalu setelah itu di atasnya kita lapisi dengan GRC. Bukan triplek, bukan multiplek ya. Karena ini kita di kawasan tropis. Heeh. Jadi memang memang kita harus menahan curah hujan yang sebegitu besarnya. Nah, kenapa kita taruh GRC di situ. Lalu ada underlayer-nya lagi yaitu kayak semacam apa sih ya? Iya, membran gitu ya. Supaya airnya enggak masuk. Baru setelah itu si lapisan bitumennya. Oke, dan ini kita ada add on yaitu ada e lapisan aluminium foil atau I. Jadi biar dia lebih aman dari ee panas dan ee lebih kedap suara. He. Terus untuk di finishingnya nih, Mas. Ini finishingnya pakai chat. Terus habis itu ada WPC ya kelihatannya ya. Terus habis itu ada apaagi? Ini di bagian depan nih, Mas. Iya. Sebenarnya karena gini nih saya pengin jelaskan ini kan posisi ada di hook sebenarnya di hook. Jadi memang kita itu ingin membuat ada dua experience yang berbeda. Jadi ketika di entrance ee looksnya seperti ini dan nanti kalau kita lihat di sisi ee timur itu juga looksnya akan sedikit berbeda. Oh muka ya. Kita punya dua muka gitu dengan perpaduan adanya a expos supaya memang menimbulkan kesan natural dan kayu. Nah, cuma memang di bagian fasad kita tidak menggunakan kayu asli gitu. Oh, iya. Iya, betul. Dan looknya pun tetap tetap dapat tetap kayu gitu. Ini di bagian samping tampaknya ceritain dong soalnya beda nih tampaknya nih. Iya. Jadi ee yang pertama memang kita itu kan mempertahankan pohon-pohon existing. Jadi ini ada dua nih yang gede nih ya. Sat du gitu. Karena memang basisnya memang dari awal udah ada e sudah ada si pohon existing ini, maka untuk komposisi fasad kita coba buat berbeda gitu dan ee dan supaya bisa nge-blend si pohon existing ini. Makanya kan kalau kelihat kalau dilihat kan si pohon ini sebenarnya kayak berasa ada di tengah ya atau di gap dari si dua messing yang berbeda ini nih gitu. Ah diagonalnya ya diagonas di situ ya. Jadi juga tidak menutupi kesan estetika atau ikonik dari ee fasad dari masing-masing sisi, baik dari timur, baik dari ee selatan seperti itu kurang lebih. Dan di sini kalau kita jalan ya enggak kelihatan ya. Jadi privasynya si owner pun juga masih kejaga ya. Betul ya. Ini kan soalnya kan di kluster kan memang kita enggak bisa pasang pagar. Makanya kenapa ya konsepnya kita coba menggunakan pagar organik ya dengan Oke. Ini namanya apa, Mas? Kalatea lutea. Oh wow. Oke, ini corn wood ya. Iya, ini fiber man. Iya, betul. E cornwood ya. E untuk untuk merek yang kita pakai dan ini pakai Palier brown. Gua hafal karena gua paling sering pakai warna ini nih. Paling natural. Paling natural. Paling natural. Tapi di bawahnya diangkat lagi ya. Iya, betul. Jadi ini kayu apa? Besi asli di dalamnya ya. Baru ditutupin ya. Betul sekali. Betul sekali. Hm. Kita harus harus taruh taruh gap lah supaya dari untuk sisi kerapian gitu dan dan lebih aman juga. Iya, betul. Heeh. Betul. Oke. Dan di atasnya ini dia perpaduan WPC. Betul sekali. E ini dengan besi ya. Oke. Iya. Jadi base-nya rangkanya rangka baja. Lalu tinggal ee untuk kolom-kolomnya semua kita clading dengan conwood dan ada BPC di bagian atas. Iya. Heeh. Ya, ini sebenarnya kalau di di jam-jam tertentu cahaya matahari yang naik ke dari atas ke bawah itu bisa memunculkan shadow yang menarik. Nah, untuk di bagian bawahnya ini pakai batu alam ya berarti ya. Tapi ini ada dua nih. Ini apa ini? Ini sebenarnya ruang ruang pompa. Oh. Heeh. Kan ee di dalam ada kolam renang gitu. kita taruh nih di di depan ini kita pasang nih untuk pompa, untuk ee filtrasi dan lain sebagainya. Oke. Untuk menahan supaya mobilnya ini enggak ngajar si tutupan pompa ini dikasih tahanan ya. Iya, betul. Kita kasih kayak semacam tanggulan ya. Ini small detail aja sih supaya lebih aman gitu ya. Iya. Dan ini Mas. Nah, ini apa ini yang bikin kebayang buat bikin jendela bulat nih. Oke, satu bikinnya enggak gampang. Harus rapi banget nih. Terus habis itu bikin ininya custom nih dibengkokinnya gitu. Betul ya. Sebenarnya gini, jenderal bullet ini kan menjadi salah satu ciri ee look dari si gaya Jepang itu sendiri atau ya di beberapa wilayah di negara Asia itu kan memang memang ee bulat ini menjadi satu sisi ikonik gitu ya. Namun nah namun kita sebagai arsitek enggak mau dong kalau hanya serta-merta udah deh kita kasih aja jendela bulat tanpa memberikan kesan atau experience apapun. Heeh. Nah, itu kenapa ini kita letakkan diye gitu kita dan kita coba letakkan ada lukisan di sana. Iya. Jadi kayak orang luar juga masih bisa menikmati. Betul sekali. Jadi ada kesan inout yang memang kita tampilkan sehingga makna dari si jendela bulat ini bisa dinikmati atau bisa lebih punya nilai e untuk experience itu sendiri gitu. Kita lanjut ke dalamnya nih, Mas. di dalamnya ini. Ini apa bedanya nih, Mas? Ini ada sedikit jalan setapak ini. Ini berarti maksudnya buat orang ya? Iya, betul sekali. Ini sebenarnya kalau ada akses dari sana dan ini sebenarnya ada ruang servis nih di sebelah sini. Oh, oke. Gitu. Ada ruang servis yang memang dedicated supaya rapi ya. Sini, gini, sini. Enggak apa-apa gua masuk aja. Iya. Ini ya ada beberapa barang-barang servis lah gitu. Oke. Tapi ini ada pintu menuju ke mana? Menuju ke area mroom gitu, area e mate bathroom, storage dan langsung bisa punya akses nanti ke lantai du khusus area service dan ini jedanya cuma 1 m ya, jadi enggak kerasa ini kok gua kayak punya poni gitu di sini. Gua kayak punya poni nih. Oke, lanjut ke teras nih ya. Betul. Oke. Oke. Berarti owner baru pasang buat ini ya. Nah, ini pakai apa nih, Mas? Ini menggunakan ee batu andesit. Iya. Memang memang ini memang eh salah satu konsep dari owner yang kita coba tekankan ke owner adalah eh less ismore ya. Jadi sebisa mungkin ee apa ya warnanya itu tidak berlebihan. Makanya kenapa di area depan ini kita bikin semua monolitik ya. Ini menggunakan andesit carport menggunakan andesit tapi kita permainan level gitu ya. Seperti rumah-rumah Jepang kan kita main rumah-rumah P level gitu. Iya. Dan ini pintu utamanya. Nah, ini pintu utamanya. By the way, ini berarti waktu bangun siapakah yang membangun? Kebetulan dari kami juga. Oh, untuk yang membangun supaya kita bisa coba maksimalkan ee desain yang memang sudah kita rencanakan. Dengan ee pelaksanaan yang setelahnya lag. Iya. Iya. Jadi, biar udah one stop solution juga ya. Terus ini pakai kayu apa nih, Mas? Ini gede banget nih. Iya, gede. Ini kita menggunakan kayu trembesi full utuh. Oh, makanya tebalnya kita bisa lihat nih 10 cent jadi tanpa sambungan sama sekali. Tebal banget nih. Iya. Dan kita hanya pattern aja dengan beberapa tali air dengan handle custom yaitu bulat supaya line ya dengan keseluruhan tema. Sini deh. Ini pintu terteebal yang pernah aku temuin. Lihat nih, mungkin dari samping Iya. Iya. Nih tebal nih. 10 cent nih. Oh iya ya. 10 cent. Dan di bagian dalam itu ada voy-nya. ini juga pakai and seat juga nih yang 10-10 nih. Why? Iya karena ini kan ee kalau di Jepang kan kita sebutnya sebagai apa? Genkan ya genkan gitu ya. Nah kita ingin bahwa ee pattern ketika ee masuk ini kita bikin lebih kasar. Oh Jadi tetap menggunakan andesit tapi lebih kasar supaya ya kan biasanya kalau untuk ee sandal atau apapun itu bisa lebih enak gitu. Oke, jadi nanti orang enggak perlu buka dulu sebenarnya di dalam juga bisa. Ya, sekarang kita udah ada di ruang utamanya dan ini ownernya. Hai, aku Angela dan aku istri dari pemilik rumah ini. Aku adalah ibu rumah tangga dan aku juga komikus. Dan ya inilah rumah kita dan semoga bisa menjadi inspirasi teman-teman ya. Oke, Mbak Angel aku mau tanya ini pas masuk kita nih udah langsung ketemu ruangan besar yang ada kolam renangnya. Iya. Boleh diceritakan enggak ini kenapa ada beda jalan nih yang ini. Nah, ini kan biasanya ada leveling kayak begitu. Pertama kan kalau misalnya yang kayak di Jepang gitu kan suka banyak leveling akan seperti itu. Ada kesan lorong. Nah, ini kita kayak ngambil dari keepang-jepangannya seperti itu. Terus lorongnya kayu seperti itu. Terus ee plus juga kan karena misalnya di tengah ada kolam renang. Nah, kolam renangnya itu sebenarnya fungsinya buat pendingin ruangan gitu. Oh, gitu. Iya. Jadi ya kan kalau misalnya kayak di fisika kan udara dingin itu di bawah udara panas ke atas kayak begitu. Ini buat ngedinginin sekalian. Nah, terus kan biasanya kalau dipakai ini kan suka ciprat. Nah, ciprat. Nah, makanya di sini tuh kayak ulin. Yang katanya sih kalau misalnya air lumayan tanah air. Iya, tanah air sama kalau makin lama tuh makin jelek malah makin bagus gitu. Makin rastik ya. Makin rastik malah makin bagus gitu. Ini Mbak, ini kita ada di ruangan keluarga yang nyambung langsung sama kitchen-nya nih. Tapi ada dining room juga muat nih. Ini ukurannya berapa sih, Mbak? Tadi 4,5 * 8. Sekitaran segitu ya? Sekitaran segitu. Heeh. Sekit. Oke. Tapi karena di sana bukannya besar, di sini juga ada kolam renang sama si dekingnya ini rasanya kayak di 10 m. Kira-kira gua juga lagi ngitu tuh. 10 m. Iya, kayaknya ada 10. Jadi kayak lebih jadi kayak gede banget gitu kesannya. Jadi soalnya kan bisa ngelihat wah ke sana gitu, wah ke sana gitu rasanya. Dan ini ada yang menarik nih, Teman-teman. Ini ini apa? Ini motifnya bagus. Teksturnya pun juga ee beda nih. Biasanya kan kalau misal marmery atau enggak granit itu pas dipotong itu kan dia kayak lurus ya. Kalau ini ada geradakannya nih. Ini ee ini apa nih, Mbak? Jadi itu dia di finishing leather gitu sih. Oke. Jadi dari kita dari vendornya. Ee ini granit apa marmer sih? Kayak granit deh. Oke. Ini granit tapi definishingnya leather ya. Iya definishingnya leather. Jadi kayak lebih matte gitu ya. Enggak kinclong soalnya aku enggak suka kalau kinclong kan kayak Iya. Iya. Agak agak agak bling-bling ya. Sedangkan di sini warnanya juga enggak ada yang memantulkan kan. Iya. Kayak kayu kan mat gitu ya. Heeh. Kayincong semua jadin. Tapi katanya ini enggak ini ya enggak nyerep ya, Mbak ya? Enggak, enggak nyerap. Jadi kan udah berapa kali masak di sini ada yang tumpah, ada yang apa juga enak enggak nyerep di lap udah langsung hilang gitu. Iya. Warnanya nih masih terjaga banget ya. Enggak ada berjakan gitu ya. Iya. Iya. Iya. Ini granit teman-teman. Tumben ni ya. Ada warnanya granit yang keren banget kayak gini nih. Dan di sini ada dua keran. Nih apa nih Mbak? Bedanya nih, Mbak. Ini keran cuci piring. Ini keran air minum. Bisa diminum ini. Hah? Keran air minum? Iya. Iya. I. Oke. Oke. Bisa diminum? Mau coba enggak? Mau coba. Mau dong. Mau dong. Iya. I. Jadi langsung langsung ada filternya delan filter di bawah gitu loh. Tapi ini bukan dari pam kan? Ini emang air dari pam terus difilter Oh maksudnya e ada filternya kan? Ada filternya di bawah. Oh ya. Ya. Iya. Ada filternya. Ada delapan jenis filter gitu. Oh, jadi dari pam masuk ke sini dulu keluar masuk. Iya. Tapi ininya karena ini lubangannya bukan custom ya, tapi ini lubangan yang buat sabun. Sebenarnya buat sabun ya. Jadi pas beli ini tuh ada ada oh ini buat dilubangin gitu. Nah tuh bilangnya itu buat sabun terus ya udah kan pas gitu. Terus habis itu di belakang sini Mbak ini pakai mozaik ya. Mozaiknya dari mana nih kira-kira? Tahu enggak? Pokoknya pilihnya tuh kayak motif gini soalnya Jepang-jpangan gitu kan. Oke. Jepang-jepangan tu kayak kayak ngetren gitu pakai ini. Iya. Dan kalau misal tropis bedanya kan dia susun bata nih, Teman-teman. Kalau Jepang dia benar-benar lurus aja kayak orang baris gitu ya. Heh. Iya. Kayak orang baris gitu. Terus habis itu di bagian sini oke microwave-nya di atas semua ya. Jadi bawah benar-benar clean ya. Dan motifnya pun juga kayak ee apa ya? Dinding-dinding yang ada di Jepang ya. Jadi makanya ada bingkai-bingkai begini. Bingai-bingkainya ada pengulangannya kayak gitu. Terus di bagian sini ada apa nih, Mbak? Oh, di sininya itu taman sebenarnya taman samping. Karena kan dia ada rules buat GSB ya. Oh, Iya. Dan motongnya lumayan gede. Jadi ya udah kita jadiin taman aja gitu. 5 m seingat gue. Iya. Dan itu enggak boleh ada bangunan, enggak boleh ada pagar, enggak boleh ada apa gitu. Kalau BSD tuh oke. Tapi akhirnya dikasih kayak ee tanaman-tanaman gini supaya orang tuh enggak bisa langsung see true ya. Soalnya di sini jendela semua ya. Iya. Iya. Jadinya pagar hidup lah begitu. Heeh. Plus juga ada tirai juga. Dan ini udah udah panjang, Guys. Iya, udah panjang dia mah. Kalau di sini kan ada matahari, ada kena hujan apa mah subur gitu. Oke, berarti liquan ini kalau misal mau tumbuh subur tuh harus di tempat yang langsung ada matahari. Heeh. ada air itu juga ada penyiram otomatisnya juga sih sebenarnya di situ. Cuma kan dia kan kena hujan juga kan kalau hujan deres kan der gitu kan kita tapi dia enggak langsung las ke sana karena ketahan sama ini. Iya. Yuk lanjut ke dalamnya lagi. Karena ini menarik loh ya. Banyak mind blowing di sini guys. Heeh. Terus di plafonnya ini, Mbak. Ini plafonnya pakai apa nih Mbak? Yang garis-garis ini pakai WPC. Oh oke. Pakai WPC ya. Jadi tinggal pakai relnya doang, tinggal slep, habis itu enggak usah finishing-finishing rapi semuanya. Dan dia ringan juga kan gitu. Oke. Oke. Mudah ya. Jadi daripada harus bikin dari custom-custom gitu, lebih baik langsung plek taruh selesai. Iya. Lagian kan dia cuma aksen gitu sebenarnya kan fungsinya. Oke. Oke. Terus habis itu ini ada apa nih, Mbak? Di sini sebenarnya powder room. Terus ya ada tempat cuci tangan sama ini sebenarnya bisa kamar mandi. Jadi kalau habis berenang ya kan enggak terlalu jauh kalau ke atas ya. Jadi mandi sini Oke. Ini powder roomnya. Iya. Sama kalau ada tamu nginp misalnya oma gitu nginp ya udah di sini aja. Ini kamar mandi tamunya. Kamar mandi tamunya. Oh oke oke oke. Terus habis itu di sebelah sini. Oh ini ruang servis. Jadi ada kamar Mbak, ada kamar mandi mbaknya sama ada gudangnya juga gitu. Begitu. tadi pintu yang tadi itu ya? Iya. Iya. Pintu sampingnya itu. Heeh. Oh. Jadi ini sebenarnya ini ind gimana ya bilang ya? Biasanya daerah sini ini dan deking ini tuh adalah outdoor tapi somehow ini ternyata indoor ya. Oke. Oke. Dan panel listrik di sini juga ya. Jadi benar-benar clean banget enggak kelihatan nih bagus banget ya desainnya. Ha. Iya. Dan tanaman-tanaman ini pun ada di dalam nih. Terus ada ini ada Oh. Ah. lemari ninja gitu. Gudang sih sebenarnya sih. Oh, ini gudang ya? Iya, gudang bawa tangga ya? Gudang bawa tangga tapi kayak ninja gitu dan tangganya model betonannya pun yang bukan yang miring gitu ya, yang kotak-kotak gini. Jadi biar bawahnya bisa jadi lemari lagi nih. Dan ini ada apa? Ini ada giko. Oke. Kamu pecinta geko kah? Kita pecinta reptil. Oh gitu. Iya. Sebenarnya suamiku maunya ular sih. Cuman kayak entar dulu deh entar dulu deh. Makannya tikus soalnya ya gitu. Kalau geko kan makanya cuman jangkrik sama cacing gitu loh. Hongkong. Oh iya dengar-dengar kalau enggak salah tadi di situ ada kamera tuh Mbak. Kamu tuh apa sih? C ini jadi zaman dulu tuh kita sempat jadi contonent kreator juga main YouTube juga. Oh gitu sebelum pandemi. Tapi namanya geng 3A. Kita geng 3A guys kalau nonton lagi. Tapi sudah lama tak update ya. Kita dulu review hotel ceritanya. Oh review hotel. Iya. Terus habis itu ee selanjutnya terus kan pandemi nih bisa ke mana-mana nih jadi ngomongin geko kan terus ngomongin geko. Iya. Jadi kan namanya algoritma zaman itu ya langsung des gitu ya. Udah akhir itu kan enggak enggak ngonten lagi nih. Akhirnya aku bikin komik gitu di Instagram. Komik. Iya komik 4 koma tahu tah lalats kan kayak gitu. Aku juga nge-fans soalnya jadi kan dia 4 koma gitu kan ada panselinnya kayak short tapi kayak eh ada lucunya di ujung gitu. Nah, modelnya kayak gitu. Tapi komiknya itu tentang ya kita-kita aja sebenarnya. Kita bertiga ini kehidupan kita bertiga. Jadi kalau misalnya ada lucu, oh catat nih kurit gitu loh. Kom namanya apa? Mami @ami @mamiponi. M a m i p o n i. Oh oke. Oke deh. Jangan lupa difollow ya teman-teman ya. Dan itu kayaknya sih kayaknya kocak ya. Lucu-lucuan aja sih tapi nama disamarkan gitu ya. Nama anak disamarkan gitu. I kejadian tu beneran gitu. Oh, kejadian beneran ya. Kejadian beneran. Jadi harusnya related sama kehidupan kita pada umumnya ya. Iya. Tapi ada juga rumah ini juga punya Instagram juga namanya @rumah.Aakkira. Oh gitu. Oh iya ya i ya i benar juga. Lanjut lagi kita ke daerah yang tadi kita nyaris mau masuk tapi belum masuk. Belum masuk. Ini adalah ruang berarti kamar tidur tamu ya yang Iya. sebenarnya kamar tidur tamu tapi juga ruang piano. Jadi sekalian aja kan kalau tamu kan ya kan jarang-jarangnya oma-opa nginp ya. Ya udah sekalian piano aet gitu. Oke. Tapi kalau misal di sini dia sofanya bisa jadi sofa bed ya. Sofa bed ini. Hmm. Masih enak langsung jalannya kalau misal mau ke kamar mandi tinggal per sana lurus gitu. Tapi ini lantainya pakai apa sih Mbak nih? Kayaknya 120* 60 ya. Lantainya ya. Tapi pas masuk kamar dikasih beda list lagi ya. Beda. Jadi kayak ya ini kamar gitu. Heeh. Jadi dia langsung 6060 lagi ya. Oke. Tapi dikasih list aluminium tuh di situnya buat pembaginya. Ini sekarang kita ada di tangganya nih. Dan tangganya unik banget nih. Ini dikasih ada beda-beda begini nih. Heh. Ini maksudnya buat apa nih Mbak? Jadi kalau misalnya udah menua nih kita nih udah pensiun gitu kan ya udah susah naik tangga. Jadi dia dikasih pembeda supaya pay attention gimana? Pay attention gitu kan ya. Kalau misalnya sudah tua kan suka agak susah naik turun tangga, tapi kita juga enggak mau kita taruh di bawah, kita ditaruh di bawah maksudnya supaya namanya orang tua kan butuh aktivitas ya gitu. Makanya tetap di atas tapi biar dengkul kuat, biar dengkul kuat tapi tangganya okelah gitu maksudnya ya. Jadi kayak dikasih hei lihatlah ini ada tangga jangan sampai salah gitu ya. Jangan sampai jatuh gitu. Iya gitu. Oke. Dan ini dikasih dinding kamprot dan lampu di bawahnya ya. Heh. Iya. Oke. Menarik. Pegangannya pun dari besi. Kokoh nih guys. Tebal banget nih kayaknya. Dan ini juga pakai besi holo. Eh, besi bulat holo nih. Oke. Ini jadi seni agak-agak industrial dikit tapi dengan gaya desainnya orang Jepang yang lurus-lurus rapi gitu ya. ini kan suka ada di Japan, di- Japani, di Jepang gitu kan yang kayak gini motifnya gitu. Heeh. Heeh. Heeh. H. Iya. Ya, gitu. Dan di sini lucu banget nih datang-datang udah ada tempat kafenya nih. Iya. Nih ini biasanya tadinya sebenarnya rencana meja belajar. Ah, tapi terus buat sarapan asik gitu loh. Oh, oke oke. Jadi bisa sambil duduk dia sini bisa sambil begini ya. Iya, bisa sambil gini makan ngaf buka laptop. gitu ya. Tapi by the way, Mbak, waktu ini desainnya tuh kapan sih? Tahun 2022 zaman pandemi lah. Oh, pandemi itu baru didesain. Karena baru beli cavlingnya pas itu harga jatuh kan. Lumayan ya. Lumayan. Terus habis itu didesain selama berapa bulan? 6 bulanan lah kira-kira. Oke. 6 bulan didesain terus habis itu baru dibangun. Pas dibangun ini kalau enggak salah katanya bangunnya bangun santai lah ya. Bangun santai soalnya biar anakku pas masuk SD baru pindah. Oke, ya. Jadi emang kadang kalau misal kita lagi ngebangun rumah itu enggak butuh cepat-cepat ya, Teman-teman. Kadang mesti disesuaiin sama jadwal kita. Ternyata Mbak Angel ini nyesuaiin sama jadwal masuk sekolah. Jadi waktu itu berapa lama nih, Mbak, pas bangunin ini? Total semua. Total ya? Sampai interior ya berarti ya? Sampai interior 2 tahun. 2 tahunan sih. 2 tahunan ya? 2 tahunan lah. Iya. Terus habis itu ya kayak ya ngisi pelan-pelanlah apa gitu kan. Oke, oke, oke. Bersih-bersihlah gitu. Tapi oke kok kalau misalnya masih 2 tahun tuh sama interior masih lama banget. Masih oke lah. Bisa lebih cepat sebenarnya cuma kita santailah anaknya juga entar tungguin pas masuk SD gitu. Iya. I iya iya gitu. Oke. Oke. Dan lanjut kita di bagian sini nih. Ini ada apa nih Mbak? Nah, di sini ada kamar mandi anak. Nah, ini sear anak dia lukis. Heeh. Dipajang aja gitu ya. Ini kamar mandi anak. Karena biar enggak rebutan. Apalagi kalauanya itu ada pistol itu ya. Ada pistol sama popit ya. Iya iya iya iya iya. Ini kamar mandi aku bukan kamar mandi mama. Ih. Dan di sini ada unsur outdoor-nya juga ya. Iya. Sini. E dan enggak enggak ini kan apa enggak ada nyamuk ya? Enggak sih? Soalnya ada kawat nyamuk di atasnya. Oh di atasnya dikasih kawat. Di atas kasih kawat nyamuk. Dan salah satu yang menarik ya, ini waktu kita datang tuh kayaknya kita disambut di sini nih. Ini maksud ee maksud diriku adalah kadang banyak rumah yang lupa kalau misalkan kalau misalnya dikasih beginian kita ngerasa rumah tuh lebih hom. Makanya kalau dikasih kayak kalau gua bilangnya ini ee lemari pemujaan ya, pemujaan kita gitu ya. Iya, pemujaan itu malahan rumah tuh rasanya lebih kayak agak ya naik naik tingkat lah ya. Lebih nyaman gitu. Iya. I iya. Ini bagus nih. Terus di bagian sini ini sebenarnya jemuran sama ruang cuci. Oh ruang laundry ya. Ruang laundri. Jadi bisa bisa jemur tanpa kehujanan. Itu juga aku yang mau sebenarnya. Iya ya. Ih semua ibu-ibu punya begitu. Iya iya. Dan ini ada ruang laundry-nya nih teman-teman. Dan di sini tangganya ini langsung ke tadi tangga tadi yang lorong ada kamar mbak. Iya. satunya itu ada tangga ya, ada tangga ke atas. Dan biasanya kan suka pakai tangga putar gitu. Aku bilang aku enggak mau kayak gitu. Aku mau tangga yang biasa gitu loh. Tangga kayak begini. Oh, tangga beton lah ya. Soalnya lebih firm. Kalau yang tanggal putar kan ih takut gitu. Iya. I ada ada rasa deg-degannya ya. Oke. Dan ini kayaknya Oh, ini ada ada ini dinding apa sih? Jengjeng. setrikaan sebenarnya. Oke, oke, oke. Dan ini tebalnya cuman 20 cent doang nih. Ternyata pek masuk dan dia berdiri. stabilan kan kayak gede ya. Biasanya kalau cuma ditaruh doang kayak gemes aja gitu. Terus ini berarti ada dindingnya ya berarti belakang sini. Apa ini lemari? Enggak enggak lemari. Ini lemari sebenarnya lemari. Lemari. Iya. Jadi pas lagi belum ada ini kayak bolong gitu. Oh bolong kan? Iya. Terus habis itu dibikinin kayak gitu. Sekatnya pakai lemari. Jadi kayak ini sebenarnya kayak lemari gitu. Satu geng ini lemari. ini lemari gitu sebenarnya. Oke. Di sebelah sini ini ada kamar anak. Kamar anakku. Oh iya. Silakan silakan. Di sini suasananya pun juga enggak yang terang banget gitu Suasana yang temaram aja. Jadi biar tidur juga enak ya. Iya. Terangnya dari sini. Oh terangnya dari situ. Terus habis itu di sini ada lemari buku-buku ya. Buku-buku. Ini umur berapa sih? Kayaknya dia pembaca deh. Dia 6 tahun sekarang. Oke, sebenarnya lebih ke arah mamanya mau mengintrodu supaya ayo dong baca gitu. Ayo baca daripada screen time screen time lebih baik baca. Ayo baca baca. Nah, di sini nih. Ini wow. Wow. Wow. Ini kayak apa nih? Ada mainan-mainannya kan daripada berceceran mendingan taruh di bawah gitu. Nah, ini juga aku yang minta supaya kayak di bawahnya ranjang tuh ada laci laci laci laci gitu loh. Kalau kalau di Jepang mau bawa di bawah. Iya, silakan silakan. Oke oke oke oke. Oh my God. Dia rapi sekali. Berbeda sekali dengan diriku. Dan di sini ada lemari pakaiannya ya. Iya. Lemari bajunya dia. Oke. Karena ininya juga enggak enggak apa dipakai buat si Dipan ini. Jadi dia geser ya berarti ya. Geser. Kan kalau Jepang suka geser-geser ya makanya gitu. Dan dia lebih hemat space daripada dibuka set gitu kan. Heeh. Heeh. Heeh. Oke ya. Wow. Jempol buat kamu. Nah, kalau yang di sini ini ada satu ruangan kosong nih. Masih kosong tapi jendelanya gede-gede semua. Ini ini apa ini? Cerita. Ini sebenarnya tadinya mau ruangan anak kedua, tapi kita enggak jadi anak kedua. Tapi enggak tahu kalau kebobolan ya. kia payung sebelum hujan. Sebelum hujan. Dan ini di Selasari ini itu dikelilingin sama tanaman-tanaman nih. Ini lu pusing enggak sih ee nyiraminnya? Soalnya kita udah ini pusing sih kalau dipikir ya. Tapi kita makanya kita makanya kita bikin ada kayak penyeraman otomatis. Jadi ada kayak selang kecil Oh gitu. Jadi udah tinggal satu tep habis itu udah langsung Ah oke. Tombolnya ada di atas atau enggak pakai aplikasi gitu pakai pakai Bardi. Oh gitu di bagian sini. Utama Simpel aja. Dan nah berant di dalam sini. Oh iya di sini ya. Iya gua mau buka tapi gua takut gitu. Oke. Dan AC-nya pun juga disembunyiin ya, Mbak ya? Iya, disembunyiin. Dan di sini ada langsung walin closetnya Heeh. Walk in closet kalau dilihat set. Oke. Set. Ini kayaknya clean policy nih. Ini ruang ini meja meja rias. Tapi kagak ada apa-apa, Guys. Kayak di kantor ini kan gini ya gitu. Oh, ada lacinya ya. Iya, lacinya gitu. Terus di bagian sini ada kamar mandi. Ini kamar mandi. Oh, ada betup-nya ya. Iya, ada betap. Ini bisa jadi rebutan. Jadi ada showernya sendiri, betupnya sendiri, dan ini rasanya kayak ada di villa karena dia standing begini tapi belakangnya tanaman ya. Heeh. Kalau misalnya mandi sih ditutup-tutup sih itu. Makanya Makanya ada tira gitu. Dan di bagian sini itu ada ee ininya ya berandanya ya? Iya ada beranda kayak lorong juga belandanya. Ah. Set ke sana. Oh iya dia nutupin semua. He sebenarnya ke sana juga ada, tapi dikasih tembok buat privasy. Oh, yuk kita naik ke lantai 3. Ini ruang main, ruang baca. Oh, oke oke Dan di sini ya ini ada outdoor-nya buat pasti buat barbecue sama buat santai. Barbecue. Biasanya sarapan pagi ya. Ini mah lucu banget sih gitu. Ini beli di mana nih, Mbak? Di askol itu lagi diskon. Berapa? Cepekan dapat dua. Cepek dapat dua. Gua suka sekali mendengar kata-kata itu. Lumayan banget. Wah. Iya. Ini kalau nyore enak. Terus di sana kelihatan juga ada Disneyland KW-nya. Oh, iya benar. Ada si istana itu. Si istana itu ya. Oke. Oke. Dan di sini tuh ada jalan lagi ya? Iya ada jalan sini. Sebenarnya juga mungkin kalau kalau ini bisa jadi kalau dibuka kalau mau betul-betulin kali ya. Oh, nah ini aku bilang ada ka ada kawat nyamuknya di atas. Oke. Oke. Oh, ini ya. Ini di sana juga tuh ada. Jadi biarpun kebuka tetap tetap sama ada nyamuk ya. Ini nih ini saklarnya nih. Nah, dia lagi nyala tuh. Tapi kalau mau manual gitu n mati lagi. Tapi bisa juga pakai HP gitu. Oke oke oke. Jadi cuman pakai saklar dari sini semuanya langsung des gitu. Oke. Oke. Kalau kayak gitu kita ngobrol sama arsiteknya nih ya. Gimana caranya dan pemipannya itu ada di ee rahasianya ada di balik pintu ini semuanya. Mas Deo, gua mau nanya mengenai ininya cara lu membuat tanaman-tanaman ini bisa subur banget. Gimana caranya? Oke. Gimana nih, Mas? Oke. Jadi memang kita kan ee awalnya ingin menaruh green di setiap sudut rumah gitu ya. Tapi kan kita ingin ee gampang gitu ya. Makanya semua kita menggunakan penyeraman otomatis dan semua itu berbasis di toren yang kecil ini. Jadi kan kita ada dua toren nih. Ini toren utama untuk distribusi ke seluruh rumah dan kita punya ada satu toren yang kecil. Ini tujuannya apa? Ini untuk memberikan nutrisi dari semua tanaman. Jadi misalnya tiap maintenance oh kita butuh pupuk nih. Kita butuh vitamin B1 lain sebagainya. Tinggal kita bukain di sini kita masukin. Udah. Nah, awalnya ini sebenarnya juga dirancang. Jadi, kalau kita punya sisa-sisa makanan contohnya kayak buah gitu, sayur dan sebagainya, awalnya ini bisa menjadi ee nutrisi dari si tanaman-tanaman itu. Jadi, sebenarnya kita tinggal masukin gini aja, masukin makanan. Sisa makanan. Iya, sisa makanan kayak buah semuanya. Itu kan memang konsep green ya gitu ya. kita masukin semuanya lalu dia akan berfermentasi dan itu ee hasilnya itu akhirnya sangat bagus sekali sebenarnya untuk nutrisi di dalam tanaman. Awalnya seperti itu. Ada pompanya juga beda nih. Nah, pompa yang tadi yang khusus tanaman itu terkonnect dengan ee sistem otomatis sistem smart. Dan ini kita juga siapkan ada manifoldult yang namanya nih manoneifold distribution Uh, rapi sekali ya. Moneifold distribution ini tujuannya supaya bisa mendistribusikan air itu merata tekanannya. Ah, oke, makanya itu kan kita kasih keterangan satu-satu tuh ya. Ini khusus lantai dua, lantai satu gitu ya. Dan di sebelah sini tadi ada satu pintu nih yang belum gua buka karena kalau kelihatan nih kalau misal pintu besi begini biasanya pasti maksudnya ke servis-servis kan ya. Oke. Dan ini ada pintu apa nih? Ini pintu service AC. Jadi AC-nya ngumpulnya di sini semua ya. Betul sekali. Oke. Jadi, semua outdoor AC memang kita kelompokkan di sini gitu. Itu kan kadang ee dalam proses perencanaan kan kadang kita kelupaan gitu ya. Di belakang ya AC mau taruh mana ya? Tapi ini kita coba planning di awal kita coba kelompokkan di satu ruang ini supaya memang secara estetika tidak kelihatan dari luar dan yang paling penting untuk maintenance ee ke depannya lebih gampang kan gitu. Kita cuci AC tinggal ke sini aja gitu ya. Oke. Kita siapin keran gitu. Kita siapin ada colokan listrik. Jadi semua memang proper nih, Om. Oke, kalau kayak gitu makasih banget ya, Teman-teman, sudah tonton kita episode kali ini. Jangan lupa like, comment, follow, subscribe. Kita juga ada TikTok dan Instagram-nya di @arsitekturindonesia. Dan jangan lupa follow juga Instagram-nya Boso.studio. Oke, kalau kayak gitu see ya.
