Jungkat

(RUMAH UNIK) Rumah Tropis Modern, Ada Ruangan nya Dalam Atap (YouTube Video)

  • 15/08/2025

Ini apa nih? Ini sih kisi-kisi screen ya. Second screen ini bisa dibuka ini. Oh, bukanya begini ya. Dorong lipat ya. Lipat. Uh. Eh, coba ulang. Jadi ini ditutup. Halo. Eh, harus dari sini. Halo. Oh, harus dari situ enggak ya? Enggak ya? Ini gimana sih tadi? Enggak. Dia tidak pengertian berarti kalau misalnya orang lagi mau mabuk gitu ya. Oh, enggak. Dia pengertian ternyata. Ini lu ngedesain ini waktu itu berapa lama? Kalau desain sampai gambar kerja jadi lengkap sih 6 bulan kita. Halo, ketemu lagi sama Belinda di Arsitektur Indonesia di episode Namu Bareng Belinda, teman arsitek kamu. Kita sekarang lagi ada di daerah Jakarta Utara. Nah, aku mau bawa teman-teman semua nih untuk masuk ke rumah yang bagus ini. Yang lucunya, uniknya dia tamannya itu ada di berbagai sisi. Taman depan punya, taman samping punya, taman belakang punya. Penasaran isinya kayak apa? Yuk, kita ketemu dulu sama yang ng-edesain. Oke, di sini ada Mas Andre nih. Mas Andre, sini dong. Nih namanya Mas Andre. Dia arsiteknya. Mas Andre mau tanya ini rumahnya tanah berapa, bangunannya berapa? Sama konsepnya apa sih? Luas tanah 200 m², luas bangunannya 544. Wow. Tapi luasan arsiteknya luasan kontraktor harusnya lebih besar ya. Iya. I itu berarti ada berapa lantai nih, Mas? Kalau dilihat kan sebenarnya tiga lantai. Cuman itu kan karena peraturan dari developer enggak boleh kelihatan empat lantai. Jadi kita buat tiga. Tapi aslinya ada empat lantai. Jadi oke. Itu ya berarti di atap itu ya? Di dalam atap ya? Hmm. Di dalam atap berarti ada loteng. Nah, konsepnya ini apa nih Mas? Waktu ngedesain ini nih? Kalau konsepnya sih kita tetap tropis kan. Kebanyakan kita desainnya pasti tropis. He. Jadi, makanya kita bawa material-material alami kayak batu alam, terus kayu. Kayu juga kita pakai kayu asli, terus kamprot. Ya, modern tropis sih jatuhnya ya. Jadi masih enggak terlalu tropis yang warna ular atau apa gitu. Coba sekalian jalan dong, Mas. Aku tuh mau tanya dong, Mas. Ini ee katanya waktu awal tropis, pas mau akhir-akhir Iya. berubah di kita itu pas awal sih emang ee approach kita karena kita desain suka tropis jadi konsep tropis tapi di akhir-akhir ada sentuhan dari owner pengin Japanese di Japanis. Ah oke. Nah waktu itu ini mempengaruhi pemilihan material enggak sih? Enggak sih, karena kita sudah berjalan pembangunan udah udah 50% ya di jalan sudah konstruksi berjalan baru ada ide mau pakai japanis. Jadi segala pemilihan material sih udah oke semua sih. Aku sering banget ya ngelihat ee pakai and seat 1010 begini untuk di carport. Tapi ini ada bedanya. N-nya dalam banget nih, Mas. Iya. Ini gimana nih? Kok bisa sedalam gini? Nah, ini karena pakai andesetnya yang tebal ya, kita pakai yang 3 cent. Oh, 3 cent ya. He. Jadi bisa nutnya bisa di dalam. Karena kalau di atas kan owner enggak mau kelihatan ada semen-semennya. Biasa kalau kita nut growing itu kan ada kelihatan semennya putih-putih ya. Dan juga gara-gara dia di dalam nut-nya. Jadi ini udah kayak bikin jalur air ya. Iya. Oke. Terus Mas ini atepnya berarti pakai apa nih Mas? Ceritain dong dari atas. Atap kita pakai aspal. Atap aspal. Oke. Heeh. Pakai bitomen. Terus ee materialnya sih rangkanya pakai WF. Dalamnya pakai WF. Itu kan kayak ada kayu. Heeh. Penopang itu sebenarnya cuman mainan sih. Itu bukan struktural ya. Itu cuma mainan. Heeh. Oke. Ini kalau enggak salah tadi katanya secara struktur dia gabungan antara baja dengan beton ya? Boleh diajak enggak masuk ke? Boleh. Boleh. Ayo. Ini bisa buat muat dua mobil ya? Ini dua mobil sama kayaknya motor masih bisa juga ya buat di sini ya. Ee di belakangnya kali ya? Iya di belakangnya ya. Terus eh ini ada apa nih, Mas? Oh iya ini ada di dalam roster ini. Di balik roster ini sebenarnya kan atasnya ini plat gantung ya. Iya. I. Jadi kita bisa manfaatin nih dijadiin gudang sekarang. Tadinya mau dijadiin ruang sepeda cuman kayaknya masih berantakan ya. Gua pengin masuk tapi enggak bisa ya. Tapi ini berarti ini di dalamnya gudang. Iya dalamnya sekarang masih perkakas-perkakas gudang. Tadinya kita naruh panel-panel MP semua di sini. Oh jadi dalam sini kalau kan ada automation buat lampu, ada MCB, MCB semua kita masukin dalam sini panel utamanya. Oh tapi dikasih roaster. Jadi biar anginnya Bu tetap masuk. Biar pengap. Heeh. Dan juga kalau panel itu kan biasanya suka panas ya. Iya. Jadi ini udaranya masih bisa keluar panas h. Nah, di sini itu garasi bisa buat berapa mobil nih? Ini dua mobil juga. Jadi kalau total garasi sama karpot empat. Oh, bisa empat mobil. Empat mobil tapi diganti sama. Nah, di bagian sini Mas ini tuh ada apaan sih, Mas? Ee kita tuh bagi dua akses ya di sini. Oh, ada dua. Nah, satu ke sana, satu ke sini. Ini untuk akses service. Jadi untuk ART semua bisa lewat sini masuk keluarnya di situ akses kita nanti ketemu ke lantai atas lantai utama. Oke oke oke. Ini berarti ini ada ruangan apa aja nih Mas? Kalau ini kan akses tadi masuk yang di sini gudang. Oh ini gudang. Sini ya rak sepatu tadi. Rencananya sini untuk rak sepatu nantinya. Nah di sini pintu masuknya ya Mas ya? Iya sini pintu masuk yang dari bawah ya dari servis. Nanti kita bisa connect langsung bawah ke atas. Oke, di sini tuh ini kenapa ada jepun-jepun begini? Nah, ini yang tadi kan sudah kita jelasin tiba-tiba terakhir tuh ada request untuk Jepang. Pengin ada nuansa Jepang. Jadi yang bisa dimasukin yang kemarin semuanya kan sudah dipesan kemarin tinggal area ini. Jadi yang dip yang dirubah bisanya area ini gitu. Oh iya ya. Makanya buat ngakalinnya pakai si kaca dikasih sunblast ya. I kan kalau kalau Jepang kan ada yang kayak kertas itu ya. Iya, K. Ini jadi ruang meetingnya owner kayaknya untuk terima tamu juga kalau ini kalau terima tamu semua di sini aja Nah, di sebelah sini ada apa nih, Mas? Ini poder room. Coba aja dibuka apa? Boleh, boleh. Buat akses yang bagus. Uh, lucu banget powder room-nya kayak gaya-gaya Bali ya. Ini powder room-nya ya agak Agak wow. Terus di sebelah sini ada apa nih, Mas? Ini udah ke ini gudang. Kita manfaatin bawah storage jadi eh bawah tangga jadi storage. Heh. Di sini udah dapur kotor. Area servis semua. Oke. Ini di sini tuh ada dapur kotor yang langsung masuk nanti ke sebelah sana buat di kamar-kamarnya ya. Heeh. Yang ini ini storage lagi. Sini banyak storage. Sini. Iya. Oke. Emang benar sih kalau misal rumah sekarang tuh harus punya banyak storage rapi ya. Ya udah request dari awal sih dia pengin storage. Ada beberapa. Ada berapa tuh total? Berarti ee satu du ya tiga sih. Tiga ya? Cocok cocok cocok. Ibu bapak anak ya. Ini satu-satu. Ini yang tadi taman ya? Ada taman di situ. Oh iya ini tadi tamannya ya yang tadi aku bilang ya yang taman belakang. Tapi ini pohonnya belum gede ya masih kecil. Iya. Kalau pohonnya gede ngeri juga baru dipasang. Ini berarti naik buat ke lantai atas ya. Ah, oke daripada lewat sini kita lewat depan aja ya. Mas, ini pas keluar ini maju banget nih. Ini kenapa ini, Mas? Ini request by desain. Ini request dari awal owner gimana kalau taruh mobil Pas di karpot kan enggak bisa enggak mau kepakai kanopi. Oh. Jadi gimana kalau dia turun dari mobil enggak mau kehujanan? Jadi kita buat kanti levernya lumayan panjang nih. Karena kan kita enggak boleh GSB juga kan sini enggak boleh ada kolom. Jadi kita minta orang struktur kita mau kanti lever supaya minimal dua pengemudi di depan aman ya. Iya. Dua passenger depan tuh enggak kehujanan kalau pas turun ya. Makanya ini agak melayang kecannya. E dan ini panjang loh ya melayangnya ya. Ya lumayan kayaknya 2 set5 apa tiga ya? Kayaknya tiga deh nih ya. Kayaknya tiga deh Mas. Ini kan masuk nih ya. Ini lucu banget. Udah udah didesain ya kalau ini bakal jadi nomor rumah dongudah. Nah, ini menuju ke terasnya ya, Mas ya. Ini pintu utama. Iya, betul. Oke, di sini supaya daripada bikin lampu-lampu karena di atasnya enggak ada plafon, jadi enggak bisa taruh lampu di atas. Jadi, lampunya ada di bawah semua ya. Kita biasanya gitu kalau outdoor kita pakainya uplight biasanya. Oh, Dan di situ dikasih cat kamprot sama batu. Ini batu apa? Batu andesit. Batu andesit ini. Oh, ini batu andesit. Oh, iya. Batu asli ya? Batu asli. Dingin loh. Oke, ini. Wow, pintu masuknya mewah sekali. Tingginya berapa nih, Mas? Ee semua plafon dalam kita 3,2. 3,2. Oke. Nuansanya gini ya. Dan di atasnya ini pakai kayu. Ini kayu. Kayu asli. Kayu. Kayu asli juga. Oh, apa nih? Kirai kayaknya ya. Oh, Bang Kirai. Kalau yang ini ulin, tapi yang ini Bengkiray. Oh, kalau yang di atas Bangkira, yang di bawah ulin. Kenapa tuh, Mas? Eh, bacaet juga ya, Masnya. Biar enggak terlalu semuanya ulin kan berat juga kan di atas. Oh, lebih ringan. Bengkirnya juga kayaknya lebih murah juga. Tapi kan kalau yang bawah biasanya lebih sering tampias air ya. Iya. Lebih kuat ya kalau ulin ya. Oke. Dan di sini tadi yang di atas gudang tadi itu dia jadi taman ya. Taman. Rencananya sih nanti mau dipasang pohon pohon fosil kamboja cuma belum. Oh, wow. Ya nantilah ya. Heeh. Boleh aku masuk? Boleh. Boleh. Pintu silakan. Oke. Ini pintunya pun juga gagah bener ini. Iya. Ini full kayu juga. Kayu jati. Kayu jati. Handle juga. Ini kita custom handle. Oh, bikin sendiri ya? Bikin sendiri. Oh, nice. Oke. Dan di depan sini kita langsung disambut sama taman sampingnya. Betul. Nah, ini yang benar-benar gayanya gaya Jepang ya. I nih request dari owner juga nih yang bikin taman. Oke. Nah, ini supaya aman dari ee hewan-hewan dan serangga-serangga makanya ditutup ya pakai pakai kaca temper. Kaca benar. Ini kaca tempernya gede sekali. Ini berapa ini, Mas? Ini selebar ini 2 man kali ya. Nih 2 m * 3,2. Ini hitungannya jumbo ya. Jadi Heeh. Kita tadinya pas kita ngatur ini kan jelek ya kalau harus dibagi dua, kita masuk terus tiba-tiba di tengah sini ada garis sambungannya. Jadi kita paksain nih kita diskusi sama owner gimana kalau kita bikinnya kaca jumbo biar kita enggak ada apa pemisahnya ini enggak ada sambungan si kacanya jadi view-nya bisa lebih los. Iya benar view ya ini waktu itu pakai tebal berapa nih Mas? Ini tebal banget ya 10 apa ya 10 apa 12 Oh ini pakai 12 mili ya. 12 kayaknya 12. 12 menit dan temper ya biar aman teman-teman. Kenapa pakai temper? Karena kalau pakai temper itu pecah dia jadi bubur dulu baru turun ke bawah. Tapi kalau misalkan kaca clear biasa dia langsung pecahan-pecahan besar dan bisa ngelukain. Bahaya. Oke. Dan di sini ada ruang keluarganya Betul. Ini langsung kita masuk. Ini kan foyer. Tadi kita ketemu ruang keluarga sini open plan. Oke, Mas. Dan di sini kalau misalkan lagi kita lagi terima orang banyak, ngerasa agak kurang gede lagi, kita gedein lagi di sini nih ya kayaknya ya. Iya, betul. Second screen bisa dibuka ini. Iya, lipat. Uh. Oh, dia rel atas ya. Rel atas. Jadi bawah enggak ada rel. Iya. Iya. Rel atas nih, Teman-teman. Ni ini sih awalnya sih karena di depan itu kan buat orang jogging ya. Jogging TRK. Heeh. Terus di sini jadi kalau buat ngintipak kalau lihat dia kan bisa lihat sini kalau jadi dia minta privacy. Jadi misalnya dari sana lagi ramai biar ke sini enggak enggak terlalu kelihatan. Oh makanya ada sih secondary skin ini. Nah dan kalau ini kita tutup dalamnya kita buka kan angin tetap lewat ya. Iya iya benar benar benar. Dan di sini juga oh ada potnya ya. Heeh. Ini udah lanter box. planter box dan dikasih perforated lagi. Oh, supaya di sini kalau pas malam juga bagus, lighting-nya ada di bawah ya. Lightingnya ada di bawah ya. AT. Oh, nice, nice, nice. Oke, oke, oke. Sekarang aku mau tanya dong, Mas. Ini ukuran ini nih berapa sih nih? Sama ini balkonnya berapa sih nih? Ini kayaknya 12 11. Oke, 12 atau 11 ya? Terus di sini adalah dapur yang barengan sama si ruang makannya ya. I. Ini pantry dapur bersih. Dapur kotor tadi di bawah. Hm. Ee ini gabung sama island sama meja makan. Oke. Dan dia ini kembali lagi dengan konsep Jepangnya. Makanya di pentry di island-nya ini pun dibikin ada buat masak-masak ya. Iya betul. Siapa tahu mau live cooking kan. Iya. Heeh. Tepanyaki bla bla bla syabu-syabu gitu ya. Dan lampunya pun dibikin senada dengan ala jepak. Terus di bagian situ, Mas, itu tuh dikasih kayak partisi ya Jepang lagi Iya ya. Ini kayaknya tadinya sini sih cuman void, cuman kosong. Oh, void kosong. Kenapa void? Karena bawah ini kan yang tadi kita masuk dari area bawah. Oh iya, benar. Nah, sih tuh. Nah, ini kan kita masuk nih. Jadi ee kalau di bawah kan jadi kita enggak dapat taman yang cukup atau udara eh cahaya yang cukup. Kita bisa dapat dari atas ini kalau pas lagi jam 12. Jam siang terang tuh ini sampai ke bawah. Jadi bawah tuh terang. Makanya kita bikin void-nya ke atas gini kan. Oh iya makanya supaya dia begini ya. Ini tambahan. Kalau ini sih tambahannya. Oke. Ini makanya tadinya sini cuman bolong ee dia minta mainan partisi gitu ya. Oh dibikin partisi ya. Heeh. Oke. Oke. Dan ini bisa jadi begini ya? Bisa. Ah, gua datang-datang ke rumah orang udah ngotakik. Eh, tolong jangan dihujat ya karena udah minta izin dulu tadi. Oke, di sebelum nyampai ke atas nih, di sini ada taman samping lagi. Ini taman tamannya ada kanan, kiri, depan, belakang bisa dibilang. Nah, di sini ee buat duduk-duduk ya. Oh, di sini ada skylight yang apa nih, Mas? Ini Skylight karena kan kita manfaatin itu ya tembok itu kan butuh untuk dapur situ juga untuk kamar kita enggak gede-gede bukanya cukup secukupnya. Jadi tembok kita manfaatin buat Skyl. Di bawah ini kan kamar ART. Oh ini bawah kamar ART. He bawah kamar ART. Jadi itu Skylake buat ee jalur sirkulasinya tadi ya. Cahaya buat masukin cahaya ke jalur ART tadi. Kamar ART. Dan kalau diperhatiin nih, Mas, itu ee bagian sini nih yang kayak tadi aku ngomong di depan ya. Ini berarti ada perpaduan permainan struktur beton sama bajak nih ya. Kelihatannya di sini nih. Di situ juga ada tadi. Ini kenapa ini Mas? Kenapa harus kenapa enggak beton aja semuanya? Kenapa harus ada bajanya? Kita senang kayak gini ya maksudnya ee karena ini bentuknya kan corner ya. ya kacanya dari situ. Jadi kita pengin nuansa ini tuh nyatu sama si aluminiumnya. Jadi ee kita minta sama orang struktur di area sini yang kita sudah tandain kita mau ekspos baja. Nah, jadi ketemunya nanti sama aluminium warnanya bisa sama. Jadi kalau kita pakai beton kan dia udah balky kotak gitu ya. Ee kalau ini kan ada profilan jadi kelihatan tipis ya. Masih kelihatannya enggak terlalu balki si kolomnya. Oke. I ya. Itu. Nah, cuman paling yang di sini kolom kan kolom H ya profilnya. Nah, yang di sini kita cover sama plat dulu sebelum nempel ini. Oh, iya. Ditutup dulu apakah supaya dia bisa ngigit ya ke situ. Iya sih. Ini kan perlu apa strukturnya alumnim kan perlu ngigit ke situ kan. Nah, di sini nih ada apa nih, Mas? Ini kamar tamu. Ini ada kamar tamu. Sini ada kamar mandi. Ini kamar mandinya untuk kamar mandi luar untuk akomodir yang area living kan. Jadi kita enggak perlu folder room lagi. Nah, ini sekalian untuk kamar tamu juga. Kalau jadi tamunya sih enggak mau pulang sih. Dan ini kamar buat tamunya ya. Ini kamar tamu ya. Ini kan kenapa kita kasih bukaan samping ya? Ini. Oh. Supaya biar kamar tamu punya akses juga ya. Udara dan cahaya juga. Oke. Oke. Dan ini juga pakai aluminium yang finish good ya. Jadi kayaknya kedap nih. Kayaknya kedap i. Oke, ini lantai satu sudah selesai. Penasaran dong, Mas. Lantai duanya, Mas. Mas, ini lantainya ini pakai apa nih, Mas, buat ditangkap? Ini kayu jati ini. Oke. Terus terus ada lampunya nih ya. Iya. Ini kalau lampu kita biasa taruhnya di samping ya. Jadi buat nyorot ke lampu. Kalau malam jadi enggak silau, enggak nyorot ke mata. Jadi di atas ini kan karena tangga menerus ya, enggak bisa kasih lampu juga. saya taruhnya di samping di bawah. Oke. Ya, soalnya kan suka ada yang pas e bangun tidur malam-malam mesti turun. Kalau misalnya nyalain lampu suka malas dia karena kan silau kan. Akhirnya ini di bawah aja. Jadi tetap aman nih teman-teman. Nah, di bagian sini ini apa nih Mas? Ini masih kam nih. Kamar. Iya. Ini rencananya ini untuk kamar anak. Nah, kalau layoutnya kan sebenarnya sama kayak yang tadi di bawah. Heeh. Cuman di bawah kan sini pintu. Ini jadi kamar mandi luar. Nah, kita sekarang cuma geser pintunya ke depan. Ini jadi kamar mandi dalam. Oke. Ini waktu kayak gini udah lu desain belum sih dalamnya? Udah. Oke. Ceritain dong ini tuh ceritanya nanti bakal kayak apa nih? Ini kan kasur makanya udah ada colokan kanan kiri buat bed table. Oh, sini kasur. Nakas. Nakas. Iya. Situ kan nanti meja TV ada lemari di situ sama meja belajar. Oh, akan ada meja belajar ya. Terus habis itu di sini kamar mandinya sama nya kayak di bawah dan ini dikasih showereng. Oh, menarik juga. Dan ini mewah ya, pakai batu. Eh, ini pakai enggak kalau ini pakai HT ya? HT. HT dan kayu apa nih, Mas? Ah, ini kayu asli juga nih. Oh, kalau yang ini Bengira. Nasi baunya masih bau enak. Gua anak, gua cucu ee nenek gua tuh punya workshop kayu di Bali dulu. Jadi gua tuh pecinta bau kayu gitu kayak agak semi anjing. Oh, ini tempat berdoanya yang owner ya. Ini dia request tempat berdoa. Dan di sini itu ada apa lagi nih, Mas? Di sini kamar anak juga. Di sini bukannya gede-gede ya? Iya. Ini kamar anak. Sama sih layoutnya kayak yang sana. Oh, sama ya? Sama. Itu kan jadi bukaan yang samping Heeh. untuk ngakomodir dua kamar anak itu. Hah? Jadi maksudnya si taman yang di tengah maksudnya buat ini nih. Jadi masing-masing kamar punya cahaya sama udara, kan? Oh, i ya ya. Emang kaidah ruangan yang sehat itu emang harus mempunyai akses buat keluar ya, buat pergantian udara sama ee pergantian eh bukan pergantian ya, sinar matahari lah. Sinar matahari yang cukup. Heeh. Oke, Mas. Lu waktu bangun ini itu berapa lama sih kontraktornya waktu bangun ini? 1 seteng tahun kayaknya. 1 seteng tahun. Dan biayanya waktu itu tahu enggak bisa dipel enggak? Di kitaitan ya? Ee hiteman kayaknya jutaan lah per meter. R jutaan itu tahun belum finish ya 2021 atau 2022. Oh jadi udah kayak udah lama lah ya. Hm. Ini kayu beneran ini kayu asli. Oh iya ya ya. Ini kombinasi sama ininya pakai HPL ya. HPL. Ini desain. Desain. Didesain dan tamar tidurnya ini gede banget ya. Ya. Ini kamar masternya. Oh ini kamar masternya. Dan di sebelah sini ada berandanya ya. Iya ini balkon. Balkonnya mau keluar kita. Nah ini balkonnya ya Mas ya? Eh iya. Ini balkon kamar master. Dia punya balkon sendiri. Oh oke. Ini yang tadi dibilang ya. Heeh. Oh, dari jauh kayak kecil ya, dari dekat gede ya? Iya, gede ya ternyata ya. Dan ini dicapit sama angsel besi. Ini balok beneran kayu. Kayu utuh. Benar kayu utuh. Tadinya kita mau pakai dalamnya rangka doang. Iya, ditutupin doang. Ditutup kayu doang. Cuman dari orang kayu nyanggupin dan ya udah kan cuma dami juga kita. Bukan struktural kan. Oh, iya. Bukan struktural ya, Mas. Ini kan atopnya nih agak keluar nih. Eh, agak dimundur nih. Kenapa nih? Jarang nih. Biasanya kan orang tampias lah, apalah. Tapi kalau misalkan ada yang dikorbankan begini pasti ada potensi yang lebih baik tuh ya kan. Kalau kita majuin airnya jatuhnya tinggi banget ya sampai lantai satu kan lebih deras. Jadi kita decide untuk jatuhinnya ke balkon ini. Terus kita bikin gutter tuh kanan kiri tali air kita bikinin. E nanti gutternya masuk di bawah andesit itu. Oke. Ini ini si floor drainnya ya. kita sembunyiin di situ. Ah, Jadi biar enggak deres banget aja ke Nah, jadi teman-teman kalau misalnya di sini tuh ada overstacknya ini tuh kadang ada yang emang didesain tuh enggak ngelewatin si lantainya tapi sengaja ditaruh sini. Ternyata si balkon ini bukan hanya sekedar balkon aja tapi sebagai topi-topian duck lah ya. Iyalah buat menyalurkan distribusi air aja biar enggak terlalu debitnya enggak terlalu gede ke bawah. Oke. Dan juga kalau bayangin nih udah atapnya bagus-bagus. Misalkan mau dikasihin talang jadinya Iya jadinya drop chay kan bisa tipis kalau gini. Iya kalau ini kan dikasih besi lagi ya. Dia kelihatannya tipis ya. Oh kelihatannya mewah malahan. Terus lanjut Mas. Lanjut. Di sini tuh ada apa lagi sih nih kamar tidur utamanya. Ee kamar mandi utamanya ada di sini. Kita bikinnya kamouflage ya. Oh oke. Hmm. Engselnya bagus nih, Guys. Tuh, begitu masuk ke dalam. Dan di sini ada tempat buat showernya sama toiletnya terpisah. Jadi, pas orang masuk itu biasanya kan ada yang suka lupa tuh ngedesain toiletnya di sini. Jadi, pasu masuk, hai gitu kan. Iya. Masuk mah enaknya wastaffel ya biasanya. Iya. Ngelihatnya langsung wastaffel aja ya. Jadi kalau misal si suami bertindak di sini, istri masih bisa masih bisa colab. Masih bisa colab. [Musik] Dan ini mm what is this? Ini pilihan owner sanitary-nya. smart. Ini yang smart ini kayaknya er of enchanting. Kepala gua mendekat, dia membuka, dia nyuruh gua masuk ke dalam. Berarti ini ceritanya. E coba ulang. Jadi ini ditutup. Halo. Oh, enggak. Dia pengertian ternyata. Nah, yang ini ini ada ini remote-nya buat ini. buat si ini Bluetooth nih ya. Pasti ya. Enggak ada kelistrikan di sini ya? Enggak ada. Oke oke oke oke. Keren. Ya, begitulah teman-teman. Kalau misalnya emang rumah mewah kadang harus dilengkapi dengan appliance-nya yang mewah juga. Lanjut dong, Mas. Ini. Oh, iya. Ini tuh pakai apa sih, Mas? Ini kalau kamar mandi semua kita enggak pakai marmer asli. Ini pakai HT. HT yang slap gede. HT slap gede. Kalau yang di sini pakai marmel asli. Ini marmel asli. Why? Kalau HT kan porinya enggak ada ya. Jadi lebih mini maintenance aja. Karena itu kan area basah. Iya. Jadi kemungkinan untuk keserap noda. Iya. Hm. Dari sabun-sabun jadi putih-putih gitu ya. Bisa dibilang jamur airnya jadi bisa lebih cepat keluar ya. Benar. Nah ini adalah di bagian atasnya si taman Jepun tadi nih. Nah ini ada. Oh, tetap ditutupin ya Mas Iya. Tadinya sih awal kita desainnya kebuka. Heeh. Hujan masuk. Cuman owner enggak mau karena sini dia mau jadiin taman Jepang ini kan. Iya. Harus kering ya. Harus kering kan. Jadi kita tutup kayak kaca tapi kita tap bikin jalur udara panas buat lewat tuh. Oh iya makanya ada kisi-kisi jadi ada kisi-kisi itu buat buang udara panas. Jadi kalau udara panas kan selalu geraknya dari bawah ke atas. Nah itu kita buat buat buang udara panas Oke. Oke. Oke. Jadi enggak stuck di dalam rumah. Oke. Dan di sini kita naik ke lantai atasnya ya. Lantai atas ya. Ini waktu itu tadi tadi bikin katanya R juta ya untuk bangunan hitam ya. Berarti finishingnya itu di luar itu ya? Finishing di luar itu cost and fee itu by owner nyari material. Kita suggest owner cari material langsung payment. Ee itu urusan owner nanti kontraktor cuman pasang aja. Oke. Karena kan orang bingung ya oh gua mau bangun ini tuh lebih baik kosvi atau lamsam ya. He. Nah, di sini kalau misalkan mau lamsam itu lebih baik bangunannya emang udah fix. Jadi, owner udah enggak pusing lagi. Ya, kalau marmer kan enggak bisa ya difix ya karena beda-beda kan blok. Nah, itu dia. Makanya kalau misal kayak gitu bikinnya cost and cost and V. Enggak bisa di-fix di awal. C and V aja. Oke oke oke. Dan di sini ada apa nih, Mas? Ini area service ini. Noh kalau area service ini dia pintunya beda ya. Pakai apa nih, Mas? Beda ini kayaknya aluminium. Oke. Dan di sini tempat area servis-nya ngumpul semua nih ya berarti ya. Iya. Ini area servis. Area servis dan oke. AC. Jadi semua servis AC di sini semua. Dan ini ada tangga ya. Tangga buat ke atas buat toren semua taruh di atas di dak. Oke. Dan ini tuh cocok banget teman-teman. Kenapa? Karena daerah servisnya itu ada si jemuran kan. Nah si kompresor ini dia ngasilin panas jadi cepat gitu ya. Cepat keringnya nih teman-teman. Oke, Mas. Di sebelah sini tuh ada apa? Tadi kan di bawah sini itu rumah tempat doa ya. Kalau yang di sini apa nih? Ini storage saja buat kalau jemuran sana selesai taruh sini semua. nyimpan-nyimpan semua spray dan lain-lain. Oh, kalau nyetrikannya berarti di situ ya tadi ya? Ah, oke oke oke. Terus di bagian sini ada kamar mandinya. Iya. Ini powder room. Oh, powder room. Dan di sini ada ruang untuk gym ya. Ini ruang gym. ruang gym dan kalau misal mau yoga-yogaan bisa di sebelah sana. Kalau di sini buat olahraga. Oke. Satu hal yang teman-teman suka lupa adalah kalau misalnya bikin ruang gym jangan lupa taruh TV-nya. Ini lupa. Lupa. Heeh. Banyak yang lupa soalnya ini ya. Ini decking juga. Ini taman juga ya. Kita banyak taman kan jadinya. Iya ya. Banyak bukaan ya. Hampir semua ruangan punya view taman kayaknya di sini. Ini kalau rumah yang banyak tamannya di lantai dua atau tiga biasanya kan cenderung suka bocor ya. Ini tuh tahan bocor nih. Ada teknik apa enggak sih supaya enggak enggak bocor gitu? Susah ya kayaknya. Susah ya. Eh tetap mungkin ada yang namanya human error kan bisa aja ya atau betonnya gimana. Oh. Oh itu tergantung juga ya. Iya tergantung kualitas ya pas ngerjainnya kan gimana. Hm. H. Oke. Jadi yang bisa kita tangkap, Teman-teman, kalau misalkan kita ngedesain rumah yang ee di lantai duanya itu ada taman, di bawahnya ada ruangan. Perlu diperhatiin benar-benar tuh. Cuman harus pakai diperhatiinnya sama tenaga ahli ya. Jadi tahu kalau misal dikerjain langsung dicut gitu. Nah, di sini ada apa nih, Mas? Di sini ruang kerja. Ruang kerja yang tadi di bawah atap ya. Oh, ini yang di bawah atap ya? Ya, karena kan enggak boleh empat lantai. Iya, boleh. Cuma kelihatan tiga lantai. Jadi ini atapnya pakai apa nih berarti? Nih pakai aspal. Model modelnya berarti baja. Baja rangkanya. Oh makanya dia bisa tipis ya. Oke. Dan bagian atapnya pun dikasih kayu beneran ya. Kayu beneran nih. Wow. Terus di bagian sini apa nih Mas? Ini kita ke rooftop ke outdoor sini. Oh. segala sesuatu yang berhubungan dengan ruang area luar itu pintunya diganti ya. Iya. Karena takut ampias. Oh. Oh, ini yang tadi yang kisi-kisi tadi ya. Jadi bisa dimainance dari sini juga ya? Bisa. Bisa. Ini bisa dibuka juga. buat buang udara panas tadi ya. Oke. Ini buat duduk-duduk sorenya nih ya. Dan di bagian situ ada di batoknya jadi storage lagi buat nyimpan perkakas atau apa yang tadinya kan sini mau jadi area barbecue gitu. Oke. Kalau mau nyimpan area berbin jadi kita siapin di bawah atap aja bisa dipakai. Oke oke oke. Mas tanya-tanya dong. Ini 6 bulan. Heeh. Cuman kalau dari proses awal sampai owner kan biasanya cuma lihat sampai 3D. Itu 3 bulan. Kita diskusi revisi gitu 3 bulan. Ini bisa dibilang waktu itu desainnya 3 sampai 6 bulan ya. Heeh. 3 sampai 6 bulan. Oke. Lu nama kantor lu apa sih? Dari tadi enggak disebut-sebut loh. Kita dari Localic Studio. Oh, dari Localic Studio. Ada Instagramnya enggak? Ada Localic Studio. Udah Localic Studio. Enggak ada titik, enggak ada apa. Jangan lupa difollow ya, Teman-teman. Terus ini waktu bangun ini pemilihan kontraktor lu yang dampingi atau bagaimana? Iya, kita suggest ee beberapa kontraktor. Nanti owner silakan pilih ee kontraktor mana yang mau dipakai itu balik ke owner. Tapi udah disuggest dan dibantu untuk dipilihkan ya. Heeh. Kita pilihkan yang bisa kerja sama sama kita pastinya yang kita sudah tahu kualitasnya juga. Jadi di lapangan minim drama lah ya. Oke. Waktu bangun ini ada drama enggak berarti? Pasti ada dokter ya? Ada ada drama dramanya tapi kan ee tadi baliknya bukan ke saya drama kontraktor. Tapi kan ee dari ee mungkin pemilihan material kan ada dari kita mau kayak gini dari owner mau seperti ini mungkin ya kita perlu cari jalan tengahnya aja. Oke. Dan itu normal ya, Teman-teman ya, kalau misal kayak gitu ya. E kalau misal kalau gua sih ngerasa ya, kalau misal dalam pembangunan itu tidak ada drama, ibarat masak sayur tanpa. Iya. I soto tanpa kuah, sayur tanpa garam gitu Ya udah kalau kayak gitu teman-teman makasih ngelihatin episode kita kali ini. Jangan lupa like, comment, follow, share di YouTube-nya Arsitektur. Kita juga ada TikTok dan Instagram-nya. Ciao

Lihat di YouTube