Jungkat

(RUMAH UNIK) Rumah Tropis Sekaligus Kantor, Multifungsi Untuk Keluarga Baru (YouTube Video)

  • 10/08/2025

itu waktu itu renov-nya berapa sih kira-kira? Kira-kira ya Heeh. Segitulah kira-kira. Ini paling kayak lampu ini kita custom beli di online. Sebenarnya dia keranjang buah. Oh oke. Yang lucu adalah di sini teman-teman ada permainan bata yang digantung-gantung. Mbok ini kan berat mbok. Halo, ketemu lagi sama Belinda di Arsitektur Indonesia di episode Namu Bareng Belinda, teman arsitek kamu. Hai teman-teman, kali ini kita lagi ada di daerah Jakarta Selatan. Nah, gua mau ajak teman-teman untuk masuk full house tour-nya ke rumah yang sangat amat menarik. Kenapa? Karena rumah ini enggak sekedar hanya rumah tinggal yang nyaman kayak villa, tapi dia juga ada small compact office-nya. Nah, penasaran sama arsiteknya siapa? Yuk, kita temuin dulu. Halo, nama saya Ivaneldo. Saya dari studio arsitek Studie. Kita adalah studio arsitek yang berdomisili di Jakarta. Project yang biasa kita kerjakan mulai dari rumah tinggal maupun komersil. Kalau pengin tahu lebih banyak karya kita seperti apa bisa kunjungin eh website kita di www.studie. Instagram @studie_kali. Oke, ini dia sama arsiteknya. Ini namanya Mas Ivan. Mas, mau nanya ini luas bangunannya, luas tanahnya sama konsep bangunannya gimana sih? Ee luas tanahnya 352, luas bangunannya 356. Hmm. Oke. Konsepnya tropis. Tropis. Udah singkat banget, jelas. Padat. Oke. Kalau misal ini kan tropis ya, berarti waktu itu ini bangunannya tuh bangunan renov atau bangunan baru nih? Ini renov. Renov. Tadinya bangunan aslinya ee gayanya klasik. Klasik. Klasik gitu. Terus alasan renov juga ada perubahan fungsi. Jadi rumah ini sekaligus home office gitu. Dan itu berarti home office untuk studio ee desain ya. Iya. Ee itu kira-kira kapasitasnya berapa orang sih nih? Kalau kapasitasnya bisa nampung sampai 12 orang sih. Banyak juga. Dan tetap nyaman kelihatannya ya. Dan rapi juga ya untuk ee parkir-parkirannya ya. Iya. Enak sengaja dibikin kayak gitu karena kan ini posisinya di hook jadi kita bisa multifungsinya satu sisi buat yang untuk hunian. Satu sisi lagi buat yang home office tadi gitu. Kelebihan dari tanah hook ya teman-teman. Terus habis itu, Mas, ee ini penggunaan materialnya apa aja sih, Mas, kira-kira? Eh, kalau yang di posisi kita sekarang kebanyakan ya dinding finish cat, aci aci cat sama kamprot gitu. Kamprotnya juga kita cat juga biar lebih e tahan cuaca. Sama material kayu. Kayu solid. Kayu solid asli ya berarti ya. Oke. Terus tapi ini di atasnya ini pasti ada polikarbonat. Oh, dikasih polikarbonat ya biar lebih tahan lama ya. Kita berarti mulai dari yang huniannya dulu ya. Nah, ini kamar ee kamar lagi garasinya ini bisa muat sampai berapa nih? Kurang lebih 6 m. Bisa menampung dua mobilnya di kalau di pinggir kanan kiri muat gitu. Oh, muat ya. Pakai and seat 10* 10 ya nih. Oke. Terus di sini Mas bisa ceritain enggak nih? Ada apaan nih? Oh, ini buat kayak naruh-naruh perkakas lah gitu. Jadi, ini sengaja dibikin kamuflase, ini bisa dikunci juga gitu. Oke. Dan pintunya juga dibikinnya agak kamuflase juga ya. Jadi enggak ada handle supaya ee di di balik ini tuh ada toilet dan kita kasih glass blok. Oh, jadi supaya cahaya tuh masih tetap bisa tembus ke Nah, tuh kalau mau lihat sini sini sini sini. Nah, di balik glas blok itu. Tapi ini maaf ya berantem namanya juga perkakas. Ini buat cahaya dari sini ngambilnya Makanya pintunya pun juga enggak dibikin solid ketutup ya. Terus biar dia nyatu sama si kisi-kisi yang di atas gitu. Oh iya. I dan kalau dilihat dari luar ini tuh kayak menerus sampai lantai dua si kisi-kisinya. Oh iya. I bisa kelihatan di drone ya berarti ya. Nah di bagian sini ini tuh ada kolam. Aslinya pasti enggak ada kolam dong. Enggak ada taman aja. Suka sama air. Suka sama unsur suara air. Terus ee ya biar enak aja gitu kalau duduk-duduk di sini. Oh, gitu ya. Tapi ee sama kalau lagi emosi tiduran di sini kan jadi ee berendam biar ee biar dingin suasana hatinya ya. Kan lagi musim tuh berendam di es apa tuh namanya. Iya iya iya. Benar benar benar benar. Tapi ini pemilihan kayaknya tamannya ini pun juga dipilihnya tanaman-tanaman yang iya tanamannya tropis. Kita ee kolaborasi sama tanemin namanya. Oh gitu. Tanemin ee dia ada khusus landscape. Terus ee saya minta emang tropis aja deh tanamannya gitu. Tapi dia bikin agak ee messi gini katanya biar tetap ada nuansa janggalnya tuh ada katanya. Iya. Iya. Kerasa sih. K. Ini juga pohonnya banyak digantungin rusa. Heeh. Oke. Dan di bawah sini dikasih batu split ya. Batu split. Ini buat air hujan. Oh. Jadi biar gentengnya jatuhnya enggak ngotorin. Ah. Oke, Teman-teman. Jadi kalau misalnya supaya enggak tampias gitu, jadi lebih baik dikasih batu split ya. Jadi pas dia jatuh dia enggak merciknya enggak ke mana-mana. Jadi stay aja di sini langsung keserep ke tanah. Nah, terus di bagian sini ada apaan nih, Mas? Ini ini pintu utama. Pintu utama connecting ke side entrance. Entrance buat servis. tuh ini pintu masuk servis. Iya, ini masuk servis. Maaf juga kalau berantakan. Jadi di sini langsung ke dapur. And the gang. Iya, and the gang. Oke, kita lanjut ke pintu masuk utamanya nih. Sebenarnya ini kalau kayu kayunya kayu asli ya berarti. Kayu asli semua sama tipe kayunya bengkirai semua. Oh, bengkirai semua. Kecuali daun pintu ini. Oh, kalau daun pintu apa nih, Mas? Jati. Termasuk sama kusennya juga ber. Susnya juga sama. Oke oke oke. Dan ini sebenarnya agak modern ya, soalnya dia pakai ee seamless ya nih enggak pakai. Iya. Sengaja dibikin tipis gitu. Kita kemarin pengen nyoba segini kuat enggak ya? Sebenarnya sih kuatkuat. Ternyata kuat ya. Kuat. Asal dia kayu solid dan 3 cent nih kayaknya deh. Iya kurang lebih. Heeh. Uh nice. Dan ini pintunya matanya kayak meteran ya. Hah? Matanya kayak meteran. ngelihat gini langsung tahu 3 cent gitu. Oh, jangan sedih. Ini 2,5 cik gitu bisa sampai ee margin segitu gua. Tapi ini pintunya ya, Mas? Kayak ada di Pinterest-pinterest yaitu Iya, mungkin waktu itu ordernya kayak di Pinterest juga gitu ya. Ini soalnya pintunya tuh kayak ee sambungannya tuh bisa begini, Men. Biasanya. Iya. Ini kayu bekas. Oh, kayu bekas. Jatinya jati-jati bekas juga. Langsung dari tukang kayunya ya. Dibikinin handelnya berarti ya. Iya. Request minta bulat gitu. Request. Ini dibikinnya juga pivot ya. Pivot. Jadi bisa keluar ke dalam. Tinggal dikasih moher doang ya. Oke. Kalau misal dilihat ini kan kesannya kayak apa sih nih garis-garis ternyata dia cuman kaca kaca temper doang sama dikasih ee apa ya? Ini vertical blind ya ber vertical eh wooden blind. Wooden blind ya. Wooden blind. Nah, yang ditempel ke atas dia kesannya kayak langsung tropis banget di atasnya. Ini dikasih apa nih, Mas? Kabinet. Oh, ini kabinet. Beneran? Kabinet beneran bisa dibuka. Oh, isinya apa itu, Mas? Kira-kira buat itu buat naruh barang-barang yang jarang banget dipakai. Ah, tapi sekalian juga ada AC-nya ya di sini ya? Ada. Heeh. Banyak yang teman-teman tuh bikin kalau misalkan AC tuh kisi-kisinya tuh di depan. Ini di bawah. Di bawah. Karena kalau kisi-kisi di depan bawahnya ketutup itu dia kalau lagi apa namanya? Kondensasi jadi basah di situ. Makanya ee gua enggak pernah mau tuh nutup bagian bawah. Jadi kalau misalnya kayak gitu lebih baik di bawahnya aja yang kebuka, atasnya yang ketutup gitu ya. Dan AC-nya kan jadi langsung direct juga enggak ketutup bidang apa-apa gitu. Ini living room, ruang kumpul utama kita lah di sini gitu. Nonton. Terus ee ini materialnya batu bobos. Oke namanya. Terus apa lagi ya yang ada di sini? Ini paling kayak lampu ini kita custom beli di Oh keranjang buah kita bolongin. A su kasih kepalaan ini ya. Iya. Biar kepala lampunya masuk gitu. Kreatif aja anaknya. Kreatif ya. Pakai ini tikwood. Tik tikwood ya? Tikwood. Jati. Iya. Oke. Lantainya juga pakai yang 80 * 80 Iya, lantainya pakai granita 80 * 80. Motifnya dove ya ini ya. Oke, berarti ini 6 * 5 ya nih kira-kira ya. Oke. Dan di sini dikasih Credenza. Credenza yang ini barang-barang kayak gini nih. Lu bikin custom sendiri apa? Enggak, enggak. Ini kebetulan dapat emang ada toko khusus rotan-rotan kita nyari kok di Jakarta kok. Oh, banyak ya. Ada. Oh, paling ini gua customnya gua tambahin ini doang, lighting di belakang. Nah. Oh, iya iya benar. Jadi kalau malam dia pendap kita nyalain ini sendiri tuh kayak ee full moon apa? Iya. I I kayak P coolen. Di sini apaan lagi nih, Mas? Ini daerah yang dapur plus ruang makan ya? Iya. Ini pentry sama dining room. gitu. Jadi karena penghuninya hanya berempat. He bangkunya kita bikinnya yang dua tuh cadangan di island gitu. Kalau lagi ada tamu ngumpul-ngumpul baru nambah bangku. Kalau enggak tetap di sini ya. Jadi kayak ini bisa semi host-nya Mulai makan meja DJ juga bisa di table. Nah, terus ini kayu-kayunya dari kayu bekas semua. Ini bekas pintu ini bekas pintu dilapis lagi gitu. Oke. Waktu bikin e kayak ginian yang dari bekas. akan lebih mahal atau enggak sih sebenarnya? Lebih murah lah jatuhnya. Lebih murah ya? Iya. Karena kita apa material utama di dalamnya itu udah udah solid gitu, udah kayu solid. Kita cuma nambah lapisannya doang. Tapi jadi craftman wood ship-nya itu jadi lebih ee mahal enggak sih? Jadi bedanya tipis apa enggak sih sebenarnya? Sebetulnya bedanya dibilang tipis sih enggak juga. Lumayan juga lumayan juga Lumayan juga. H. Dan yang kalau yang lebih dikejarnya solidnya sih kan kalau bikin custom biasanya mungkin dalamnya cuma rangka. Rangka dilapis plywood. Nah, kalau ini kan udah dalam-dalamnya solid semua jadinya. Oh, iya. Beda ya bunyinya ya. Terus tapi ya tergantung dapatnya ukurannya ya. Bukan berarti kalau misalnya segini, habis itu jadi ya udah dibikinnya segitu. Gampang emang. Iya. Dan emang ukurannya kita mau kemarin mau eksperimen juga kebanyakan meja makan tuh lebih lebar dari ini Oh iya ya kebanyakan. Nah kita mau coba bikin yang ee lebarnya enggak terlalu makan tempat. Jadi ternyata lebih enak, lebih intimate gitu kalau lagi makan bareng. Enggak terlalu jauh. Dan di kakinya sendiri juga agak beda nih. Ini bukan buatan ya, tapi ini batu beneran. Batu beneran. Heeh. Hah. Batu undesit. Undesit. Beneran. Heeh. Dan enggak difinishing ya nih kayaknya enggak difinishing. Hmm. Ini mesan ya berarti ya? Mesan tuang batu. Kalau kita malu sendiri kan keras mbak. Terus di sini ini pakai mozaik aja ya. Mozaik. Tapi dalamnya bodinya tetap sih kayu itu ya libw itu ya. Dan di sini ini pakai apa nih? Solid surface. Solid surface. Solid surface yang sengaja kita bikin ee nyatu sama westavelnya. Jadi kita enggak beli westavel lagi gabung gitu. Sol sur Oh, dibikin sendiri custom ya? Oke. Dan di atasnya emang gayanya emang gaya-gaya vila ya sebenarnya ya. Ada garis-garis begini. Emang pengin kayunya semua satu ton aja sih. Jadi warna kayunya enggak belang-belang gitu. Senada semua ya. Itulah ya kelebihannya kalau misalkan pakai melamik ya. Iya. Jadi warnanya itu tuh bisa dicustom ngikutin misalkan ada HP ini ya udah tingkat kegelapannya dimiripin. Iya. Bisa diatur. Heeh. Walaupun enggak 100% bakal sama gitu ya. Nah di bagian sini ini bikinnya nih bisa bolong-bolong gini. Gimana sih, Mas? Ee ini beneran dinding enggak? Nah. Jadi ini pakai gipsom. Oh. I. Cuma ditambahin ke depan. Heh. Terus dikasih listrik buat lighting. Oh. Oh. I. Mmm. Pintar. Dan di sini kembali lagi ya pakai kayu yang begini ya. Oke, di bawahnya ini ini SPC. Kita lanjut ke sini dulu kali Boleh nih Mas. Ini di bagian sini ini sebelumnya ruangannya apa nih? Berarti ini yang ini. Ini emang udah dining room. Oh dari rumah lama juga udah dining Rumah lama dining room. Ee ini yang berubah. Oke. Ini ini dulu dapur. Dapur kitchen dapur. Jadi dulu di sini enggak ada sumber cahaya dan udara kecuali dari depan. Depan. Oh. Nah, ini dapur dibongkar atasnya juga tadinya dak. Dak ee jemuran gitu. Itu dibongkar setengah gini kira-kira. Terus kita jadiin taman. Oke. Supaya plafonnya enggak boring. Ini cuman pakai apa sih? Ini k yang biasa buat nutupin hujan itu. Heeh. Cuma kita paku doang ya di beberapa modul ya. Ih, seru banget. Terus di atas itu dikasih juga polikarbonat. Polikarbonat ditutup pakai kayu dolken. Kalau ini dolken ya. Tapi banyak yang bilang dolken itu katanya enggak enggak awet. Benarkah awet ya? Kalau kena langsung direct kena panas hujan dia. Iya. Oh. Dia emang bukan kayu yang kuat gitu. Tapi kalau misalkan ditutupin begini kering kan dia jadinya kena panas doang. Awet kok. Awet aja. Awet. Nah, ini untuk daerah dapur. Mbaknya dapur. Iya, dapur kotor. Tapi proper ya. Ya, biar koter ya ininya ya. Lucu juga. Masaknya juga enaklah. Ini yang makan kita juga soalnya. Nah, ini tadi aksis menuju ke si Mbak sama si Iya. Ini ada berarti ada kamar mandi Mbak ya? Enggak. Kamar mandi air teh di sini. Oh kamar mandi air teh di sini. Di sini kamar-kamar sama gudang paling. Oh sama gudang ya tadi ya. Ini nih gudang. Nah ini ada gudang lagi. Rapi kan? Oh sangat cocok gua sama dia. Makanya gudang. Nah di sini berarti kamar si mbaknya yang sangat mewah menurut gue. Kalau ini sangat memperhatikan ya. Biar mbaknya enggak pulang kampung sering-sering gitu ya. Nah, itu dia. Benar. Walaupun tetap pulang juga sih. Iya, tetap pulang juga sih dia. Hanya kamar mandi doang tidak bisa menahan dia. Nah, ini nih nih nih nih. Lihat nih. Lihat nih. Oke. Tuh. Ini kamar mandi buat siapa sih, Mas? Ceritanya ini powder room aja sih sebenarnya. Ee buat apa ee yang kerja di studio gitu. Oke. Dan ini lu bikin sendiri ya berarti Iya. Itu custom. Oh, maaf ya. Iya. L kanan. Dan dia lucu banget modelnya begini. Lu beli di mana nih? Ee online kok. Oh online ada juga ya? Ah. Nah ini tuh ee ke belakangnya itu langsung taman. Langsung taman dan atasnya terbuka. Why? Jadi ya biar kalau ngebul-ngebul di dalam toilet tuh enggak terganggu gitu. Ah oke. Enggak enggak sesek napas. Heeh. Jadi dikasih begini ya. I kita tut ee tapi batanya kita supaya enggak bisa ngintip. Oh, iya. I ya. Benar juga ya. Kalau misalnya ada orang di sini enggak kelihatan nih, Teman-teman. Soalnya ada bidang si batanya ini nih. Ini batanya yang kerja di sini kan gen apa ada cowok-cewek. Heeh. Ya dijagalah ya privasinya ya. He cowoknya sih penginnya requestnya batanya miringnya ke sini sebenarnya. Iya. Heeh. Heeh. Jadi kalau misalnya ke sini malahan diarahkan gitu kan. Oke. Dan di situ ada si ini studio studio kerja studio. Oke, kita lihat ee dari luar aja ya. Kasihan nih. Enggak apa-apa kalau mau ke dalam. Ini yang tadinya garasi. Hm. Gitu. Jadi kita apa? Kita uruk lantainya dinaikin. Jadi paling tinggi levelnya di bangunan ini tuh ini studio ini gitu. Terus di atasnya itu emang karena di atasnya masih asli duck garasi kita cuma tutup setengah di sini karena ada balok. Jadi ada balok di tengah siasatinnya kita tutup. Drop ceiling sama dikasih lighting gitu. Oke. Tapi karena dia bangunannya yang lama ini corcorannya bentuknya udah geradakan jadi lebih baik diekspos aja. Kesannya kayak malah malah senang kita inya geradakannya. He pasir kayak pasir malahan nih kesannya. Uh. Jadi kalau misalnya teman-teman punya sesuatu dari renovasian yang lama itu mungkin bisa diotak-atik malahan bisa jadi vokal point ya malahan ya. Hmm. Ini pasti lebarnya en mana? Ini 4 eh 4,8. Oh cuma lima. soalnya kalau kalau garasi kan biasanya kalau dua mobil kan 3 + 3 ya. Oke. Ini kita lagi ada di ruang komunalnya nih kalau gua bilang ya. Iya. Ruang santai. Ruang duduk-duduk. Jadi kalau misalnya anak-anak kantor lagi penat, dia pengin menghirup ular segar, dia ke sini. Oke. Yang lucu adalah di sini, Teman-teman, ada permainan bata yang digantung-gantung. Mbok, ini kan berat, Pernah coba angkat tadi barusan kan. Dan ini dia udah bolong-bolong dari aslinya. Udah bolong-bolong. Tujuannya buat ini nih bayangannya lucu gitu. ngikutin arah matahari dia beda apa berubah-berubah kayak segitiga segitiga gitu ya kayak wajib heeh wajib kalau lagi pas di atas bentuknya beda lagi mataharinya gitu ya kalau arsitek kadang memang aspek-aspek kayak shadow gitu tuh dimain karena kan matahari itu kan dia begini ya jadi kadang bayangannya tuh jalan nah itulah yang bikin jadi motifnya nah ini tuh waktu di ini kan dimatiin ya berarti ya mati jadi dia enggak goy-goy Bisa, bisa digeser-geserin. Oh, bisa digeser-geser. Iya. Ini cuma digantung doang. Oh, cuma digantung doang. rapi sekali. Jadi, jadi kalau mau dibentuk kayak tulisan Melinda gitu bisa susah. Gua bilang tadi gua mau bilang bisa dia ternyata terakhir bilang susah. Dia di atas ini dia tutup lagi sama kaca ya, Mas? Kaca. Hmm. Kalau ini karena Renof dia jadi tambahan yang tambahan ini yang mana nih? Hmm. Ini nih. Ini balok ini nih baru. Oh, balok ini baru. Balok ini baru. Ini juga baru dong berarti ya. Ee ini baru ini apa dulunya? Ini teras. Oh teras. Jadi ini dulunya carport ni terasnya Oh teras yang lama. Ini kita tutup biar ee lebih private aja kalau pagarnya lagi dibuka gitu. Oke. Oke. Dan ini ada penyusunan batu yang berbeda ya. Tapi materialnya sama. Sama. Ya, contohnya ini bolong-bong. Ini ada bolong-bolongnya biar ada udara sama cahaya masih ke dalam. Terus kalau dari dalam masih bisa lihat keluar. Oke. Tapi kalau yang ini kalau yang ini rapat emang kita pengin ya enggak usah kelihatan kelihatan dari luar gitu. Oke. Tapi ini 1 2 3 semua barang yang sama ya? Sama. Bedanya ini udah ada bolongnya aja. Oke. Nah boleh masuk enggak, Mas, di bagian sini, Mas? Boleh. Ini lantainya pakai batu. Batu teplek. Iya. Oke. Ini menuju ke office-nya buat ruang diskusi ya. Iya. Buat nerima tamu lah. Ah, oke. Jadi tamu yang kalau tamu kantor di sini, tamu rumah yang ee bukan e yang enggak dekat juga ke sini. Ke sini enggak ke dalam gitu. Oke. Dan habis itu ini enggak usah gede-gede ya sebenarnya ya. Iya. Terus itu ini adalah pintu menuju ke nembus yang tadi ke living room. Oh, kembali kembali ke living room. Oh, langsung dia ketemu di sebelah tangga ya. Nah, ini sebelah tangga ini bawah tangganya dipakai buat penyimpanan sepatu. Buat storage. Iya. Ini ada toilet. Nah, ini kabarnya toilet. Tapi emang dibikin kamuflase. Gitu. Nah, ini yang tadi kalau dimatiin tuh cahaya dari sini. Oke, ini yang cahaya kalau misal itu. Tapi kalau misal demi kepentingan ee teman-teman semua, kita coba nyalakan. Nah, ini dikasih lampu gantung yang existingnya ya. Ini ee penggunaannya pun juga kayak materialnya kayak agag jadul Iya. Kalau yang bawah mozaik. Ee kalau yang ini tiles biasa 20* 20. Oke. Tapi dikasih warna biru dongker gini dan ada lukisannya di atas sini. Jadi kelihatan kayak di kafe nih sebenarnya ya. Ekhaya langsung ke tadi yang perkakas langsung keluar. Heeh. Selanjutnya, Mas, ayo kita boleh enggak ke atas? Boleh. Nah, di atas ini kira-kira nanti bakal ada apa aja sih, Mas? Di atas kamar-kamar aja sih sama ruang penerima gitu. Maksudnya ada ruang tengahnya. Ini kalau material ini jati, ini mahoni. Nah, Mas ini waktu renov kalau enggak salah berapa tadi? 9 10 bulan ya? 11. Oh, 11 bulan. 11 bulan. 11 bulan. Nah, itu waktu itu keadaannya kan enggak terlalu banyak relay out, cuman fungsinya aja yang dirubah kan. Itu waktu itu renovnya berapa sih Kira-kira ya. Segitulah kira-kira 1,5 ya. Ee ya sekitarlah sekitaran sekitar range-range ya segitu. itu ee hanya buat ngetacap doang kan? Sama ngisi interiornya enggak juga. Ee itu udah sama interior. Udah sama interior tapi enggak berubah banyak ya. Berubah banyak. Enggak berubah banyak. Nah, apa mungkin perhatian untuk orang-orang yang mau renov gitu. He kadang-kadang enggak bisa apa harga, angka, dan keinginan tuh harus sinkron tadi ya kita diskusi jangan. Dan volume rumahnya juga dilihat kalau renov gitu bisa aja sebetulnya pekerjaannya ringan tapi volumenya besar banyak ngecat semua ruangan atau apa jadinya bengkak-bengkak juga gitu. Oh iya benar nih teman-teman. Jadi kayak sedikit pengetahuan aja kalau misalkan ada material yang lebih susah ee maksudnya susah tuh agak lebih unik. Jadi kadang harga barangnya lebih mahal dibandingkan harga jasa. Tapi kalau misalkan barangnya itu biasa aja, tapi kayak perlu ee craftmanship-nya yang lebih, berarti harga jasanya lebih banyak daripada harga materialnya. Jadi sebenarnya tuh harganya sebenarnya mungkin mirip-mirip ya, karena di bangunan tuh ada ada barang, ada harga. Nah, di sini nih ada ruangan apa nih, Mas? Ini ya buat duduk-duduk, baca-baca. Tadinya pintu utamanya tuh keluarnya di Jadi ini tadinya full tembok gitu. Nah, itu dipindahin pintunya. Ini juga pintunya pakai yang lama. Jadi, ini justru ini yang ditutup dijadiin taman sama fasad. Ee kalau kaitannya ke fasa tadi biar private kita blok cuma celah buat ngintip doang gitu. Dan di sini kalau teman-teman sadari ini akhirnya jadi kandang. Kadang kura-kura yang jagain yang jagain kita semua di sini si kura-kura ini. Jadi sembari duduk baca sembari bisa ngasih makan gitu ya. Oh nice nice nice. Jadi ini jadi ruang keluarganya. Tapi ini lucu juga deh. Ini maksudnya gimana nih tiba-tiba di Iya ini karena tadinya ini tembok jadi pas dijebol tuh levelnya sama. Oh. Oh. Nah, supaya air enggak ke dalam, kita bikin bahan-banan kayak gini. Tanggul. Iya. Iya. I. Terus tanggulnya sengaja dibikin lebar. Kan kalau tanggul biasanya cuma segitu. Ini sengaja dibikin lebar biar kayak aksen gitu loh. Dan buat dudukan si ee ini si rak-rak ini ya. Rakrak ini. Iya. Instead of bikin cuman sekecil itu lebih digedein aja biar sekalian jadi ada bedanya ya. Oke. Dan di sini ada ee penghargaan nih. Penghargaan-penghargaan. Berapa tahun hidupnya nih? Udah di sini dan ini udah e bangunan-bangunannya semua ya, Mas ya? Oke. Jadi yang ini bangunan apa nih, Itu kafe. Oke. Kalau yang ini sisanya rumah tinggal semua deh kayaknya. Oke. Ini berarti karya-karyanya dari sejak kapan nih, Mas? Dari sejak kira-kira 5 ya 2017-an lah kita start. Oh, 2017-an. Yang paling penting adalah di bagian sini dia punya maket. Jadi kalau buat arsitek tuh biasanya malahan maket-maketnya itu jadi ini ya artwork-nya ya. Iya. Jadi eh kenangan pahit. Oh iya bukan kenangan manis. Kenangan pahit. Begadang diomelin. Iya revisi ulang gitu ya. Nah ini tugas akin. Ini tugas akhirinnya apa nih Mas? Judulnya ini bikin hotel dulu. gitu. Tapi hotelnya ee hotel ngayal kan kalau sakit kan. Tapi tenang tenang teman-teman rumah, hotel apa segala macam ternyata bisa jadi begini nih. Keren nih. Kalau kalau kuliah mah kelihatan sih kalau punya bakat nih. Ini punya bakat nih. Kalau kayak gini nih. Sisanya servis situ. Bagian servis ya? Jemuran sama ya. Tapi ini ada pintunya ya berarti ya? Ada emang buat akses ke situ. Wow. Anaknya tukang berantem apa gimana sih Enggak sih? Ee buat jagain anak. Ini gua begini enggak gerak loh dia ternyata. Gawat lu. Ini kamarnya ada apa aja nih, Mas? E sebenarnya ada tiga kamar tapi yang satu ee cuma buat hobi aja. Oh, ini akan jadi hobi apa nanti bakal direnovove jadi kamar? Enggak tahu ke depannya. Enggak tahu gitu. Terus ini ada kamar mandi. Engak tahu. Oh, kamar mandi anaknya. Sesuai dengan tinggi anaknya. Betul. Segua. Segua. Sedih banget. Apa? Sedih banget ya. Segua maksimal anak. Berarti di rumah sebenarnya mau bikin shower glass segitu aja, Mbak. Iya, gua ya gua cuma gua doang. Terus habis itu di sebelah sini kamar kamar anak. Nih aku masuk ya. Iya. I boleh boleh. Oke. Jadi kebetulan anaknya ini ee baru dua ya, tapi yang kedua masih kecil ya. Jadi yang yang pertama doang yang punya kamar dulu nih. Nah, ini kamar umur berapa nih, Mas? Mau tujuh. Mau tujuh. Kamarnya ini kok lucu banget sih custom rotan-rotan gini? Iya. Ee apa emang temanya kalau yang ini sengaja dibikin bohemian. Oke. Ini permintaan anaknya atau lu sendiri aja? Ee tentu ibunya. Bapak emang enggak punya ngomong ya. Heeh. Kalau kayak gini ya. Ukurannya berapa nih, Mas kira-kira? Kayak kalau enggak salah 4,5* ee 3,5. Oh, 4,5 * 3,5 ya. Iya. Sekitar itulah. e sekitar itu isah di sini juga masih ada dapat ee berandanya ya ngadap ke depan ya. Ini existing enggak existing cuma rilingnya diganti. Ya udah kalau kayak gitu Mas Mas Ian makasih banget udah dibolehin main dan ternyata orangnya asik banget men. E terima kasih banget sudah ngelihatin kita video kita kali ini di episode kita kali ini. Jangan lupa nonton episode yang lain ya. Terus e jangan lupa like, comment, follow di Instagram kita. Dan Mas Ian ini juga ada studio arsiteknya. Namanya apa, Mas? E namanya Studie. Studie. Studie. Stu_4 kali pasti ketemu. Oke, kalau kayak gitu jangan lupa difollow ya, Teman-teman kalau mau ngelihat karyanya yang keren-keren lainnya. Amin. Heeh. Jangan lupa like, comment, follow @arsitekturindonesia. Kita juga ada Instagram dan TikTok-nya. Bye.

Lihat di YouTube