Jungkat

Run Aplikasi di Flashdisk 1TB Sekecil Ini, Emang Bisa ? (YouTube Video)

  • 28/07/2026

Nyari laptop di era sekarang, emang bikin penat. Apalagi kalau ada yang minta saran di budget 3 jutaan. Wah, udah enggak ada obat. Kalau saran aku, mending nabung lagi. Tapi, biar kuliah kalian enggak tersendat, aku punya tips yang bisa kalian ikutin secara cepat. Ya udah, daripada terlambat, selamat menonton yang mirip malaikat. Hai semua, aku Azula. Di video kali ini aku mau bahas suatu masalah klasik yang sering banget seliweran di kolom komen dan DM Instagram-nya DK ID. Banyak banget dari kalian yang nanya rekomendasi laptop untuk kebutuhan yang lumayan berat. Contoh nyatanya, ada maba DK minta saran laptop buat nugas sampai lulus, tapi pas ditanya budget-nya mentok di 3 jutaan. Jujur aja, di era elektronik yang harganya pada naik ini, cari laptop buat kebutuhan desain dengan harga segitu itu agak kurang masuk akal. Ya, ada sih, tapi performanya pasti ngos-ngosan. Bukannya enggak bantu tugas, yang ada nyesel doang. Kalau kalian atau teman kalian itu lagi ada di posisi ini, sebenarnya saran aku mending budget-nya disimpan dulu, terus kalian nabung pelan-pelan buat nambahin budget. Tapi, terus ngerjain tugasnya gimana? Tenang, aku punya strategi biar kalian tetap bisa ngerjain tugas berat, tapi sambil pelan-pelan nabung biar bisa nambah budget kalian. Caranya, manfaatin PC teman. Bercanda ya, Guys, ya. Maksudnya, kalian itu harus memanfaatkan tenaga dari PC teman atau mungkin PC kampus atau bahkan warnet. Yaitu, pakai trik aplikasi portable yang ditanam di dalam flashdisk. Jadi, kita enggak perlu beli laptop mahal dulu buat sekadar jalanin software berat. Penasaran gimana caranya? Yuk, kita bahas. Sebenarnya, buat ngerjain tugas sambil numpang di PC teman itu ada dua cara. Yang pertama, jalur web based alias pakai layanan online kayak Canva, Figma, atau Google Workspace. Opsi ini emang gampang, tapi kelemahannya kalian wajib terkoneksi di internet secara terus-menerus. Kalau tiba-tiba Wi-Fi kampus ngadat atau koneksi warnet putus, ya enggak bisa ngapa-ngapain sampai internetnya konek lagi. Nah, opsi kedua itu adalah trik yang bakalan kita pakai saat ini, yaitu portable apps. Singkatnya, ini adalah jenis software nomaden yang bisa kalian buka dari flashdisk tanpa perlu diinstal ke dalam sistem Windows PC tersebut. Analoginya itu kalian kayak numpang tidur di tempat teman, tapi bantal, selimut, lemari itu kalian bawa sendiri. Jadi, begitu kalian cabut, ya udah itu balik semua, enggak ada. Tempat teman kalian itu bakalan tetap bersih gitu. Sama kayak portable software ini, begitu kalian cabut udah aman tanpa sisa. Asiknya lagi, karena ini aplikasi fisik di dalam flashdisk, banyak yang bisa kalian jalanin secara offline. Nah, caranya tuh gampang banget. Kalian tinggal search di Google aplikasi apa yang kalian mau. Beberapa aplikasi biasanya sih ngasih opsi download portable. Kalian bisa langsung milih buat download versi portablenya. Tapi, kalau aku biar gampang, itu aku cari portable installernya di website portableapps.com. Kalian tinggal colok flashdisk, terus search aplikasi apa yang kalian butuhin, download, simpan di flashdisk, kelar. Tapi, kalau semisal kalian itu mengalami kendala, misalkan PC di kampus kok enggak bisa buat nginstal macam-macam kah? Karena itu udah dikunci sama administrator. Nah, itulah kenapa kita pakai portable apps. Karena si portable apps ini kita enggak perlu run as administrator. Jadi, kita bisa langsung aja tinggal buka. Selama PC lab atau warnet kalian enggak ngeblokir double klik file eksekusi atau exe dari storage eksternal, aplikasinya bakal aman dan tetap jalan lancar jaya. Tinggal colok, klik, langsung kebuka deh. Sebenarnya tutorialnya itu udah kelar sampai situ aja. Emang segampang itu, sesimpel itu. Tapi, perlu diingat ya, kalau kalian mau melakukan ini, kalian harus punya flashdisk. Nah, aku sedikit pamer dikit kali ya. Yang aku pakai kali ini adalah SanDisk Extreme Fit 1 terabyte. Ukurannya sekecil ini, tapi kapasitasnya 1 terabyte. Kekurangannya si flashdisk ini itu harganya cukup mahal di 3,4 jutaan. Tapi kalian enggak perlu sedih dulu, kalian enggak perlu pakai flashdisk yang semahal ini sebenarnya. Pakai flashdisk 32 GB atau 64 GB dengan harga 50 ribuan aja sebenarnya udah cukup. Syarat wajibnya cuma satu, pastikan flashdisk-nya original dan kalau bisa beli di official store. Soalnya flashdisk palsu di pasaran itu banyak banget. Jadi jangan sampai kalian kena genjutsu cuma gara-gara tulisannya itu 1 terabyte dan dijual harganya ratusan ribu. Itu jelas palsu. Flashdisk-flashdisk kayak gitu itu kalau pas kalian buka dan kalian lihat properties-nya itu memang 1 terabyte. Tapi pas kalian isi file gitu kan, kalian pindahin file ke situ, itu dia pasti bakalan langsung korup. Nah, si Sandisk yang aku pakai itu dia udah pakai USB 3.2 yang speed read-nya itu ada di 400-an MB per second. Dengan write-nya mungkin yang agak rendah ya, itu di 145 MB per second. Ya emang sih ini enggak sekencang storage yang ada di laptop pada umumnya, tapi untuk ukuran flashdisk ini udah oke banget. Selain masalah hardware, aku juga mau kasih tahu soal masalah software-nya. Mungkin kalau kalian buka website tadi si portableapps.com, itu kalian mungkin bakalan bertanya-tanya, "Kok Photoshop enggak ada?" Ya emang enggak ada karena kebanyakan aplikasi yang ada di website itu adalah aplikasi alternatif yang free dan sebagian itu ada yang open source. Kalau ditanya Photoshop atau Premiere ada versi portable-nya atau enggak, ya di internet itu ada tapi enggak resmi. Dan aku pribadi itu enggak akan kasih tips atau tutorial yang pakai aplikasi bajakan karena aku enggak mau tanggung jawab kalau semisal nanti tiba-tiba PC atau laptop kalian itu kena malware atau virus atau apa gitu ya. Nah, ini juga itung-itung biar kalian tuh enggak ketergantungan sama aplikasi berbayarnya sejuta desainer yang super kapitalis itu. Aku juga bakalan kasih alternatif software open source yang free dan ini juga enggak kalah kuat sama aplikasi-aplikasi itu. Buat gantiin Autodesk 3DS, kalian bisa pakai Blender. Alternatif Photoshop itu ada GIMP, Adobe Illustrator atau CorelDRAW itu bisa diganti Inkscape. Kalau buat edit video, jujur sebenarnya belum ada yang benar-benar se-powerful Premiere sama After Effects ya. Tapi, kalau buat versi open-source dan portable-nya itu ada Kdenlive atau Shotcut. Buat user DaVinci Resolve yang mungkin bertanya-tanya, "Loh, Kak, kan DaVinci Resolve itu free?" Iya, dia emang free, tapi dia kan enggak portable ya. Dia semoga dia ke depannya itu bakalan bikin yang versi online-nya atau ya versi portable-nya jadi kita bisa pakai di mana aja. Kekurangan kalau semisal kalian pakai portable software itu, itu ada di kecepatan booting-nya. Ya, emang sih akan cukup mengganggu ya kalau semisal kita buru-buru. Tapi, ini enggak yang sampai mengganggu banget sih kalau menurut aku. Dan ketika udah dibuka, dia enggak ada kendala sama sekali. Aku juga sempet main game Star Wars yang aku download di GOG, hasilnya itu cukup menarik. Karena walaupun ini game portingan PS, setidaknya selama main itu enggak ada kendala kayak startling atau elol-elol. Nah, aku juga udah coba ini di flash disk lain dari Sandisk juga. Ini flash disk sejuta umat, yaitu si Sandisk Cruzer Blade yang 16 GB nih. Kalian pasti punya. Nah, di kedua flash disk ini kendalanya itu emang di cepet panasnya dan gampang dicolong orang karena ini sejuta umat banget. Tapi, kalau semisal temen kalian itu orangnya bener, ya enggak bakalan ilang. Nah, soal panas ini, dia kalau makin panas, speed write and read-nya itu jadi menurun. Tapi, overall masih nyaman. Jadi, sambil kalian nabung buat dapetin laptop idaman kalian, alternatif pakai portable apps ini bisa jadi solusi budget mepet kita. Apalagi kalau kalian punya akses ke PC kampus atau warnet. Nah, trik ini bisa kalian pakai kalau semisal kalian kerjaannya itu sebagai IT support atau kalau kalian itu demen ngoprek PC. Jadi, si flashdisk ini bisa kalian bikin kayak semacam kotak P3K digital. Contohnya, kalian bisa masukin aplikasi portable kayak HWinfo buat ngecek suhu dan spesifikasi PC atau aplikasi recovery data buat nyelamatin file di laptop teman yang lagi error. Nah, ini semuanya tanpa perlu kalian instal di laptop yang emang udah bermasalah itu. Apalagi pakai flashdisk kayak SanDisk Extreme Fit tadi yang kapasitasnya udah 1 TB. Cuman memang kalau semisal kalian pakai flashdisk kayak tadi, itu kelemahannya ada di suhu yang bisa berpengaruh sama kecepatan speed read dan write-nya. Jadi, cara ini enggak bisa kalian samakan dengan experience pakai software yang emang terinstal di laptop kalian. Nah, kalau kalian sendiri gimana? Coba dong tulis di kolom komentar aplikasi apa lagi yang gratis, open source, atau portable apps lain yang menurut kalian recommended. Ya udah, segitu dulu aja. Aku Azula, bye bye.

Lihat di YouTube