Ryzen AI 5 Solusi Gaming Di Ultrabook Terjangkau? - ASUS Vivobook M1407K (YouTube Video)
laptop dengan Ryzen AI series sekarang udah mulai banyak nih SKU-nya. Kemarin kita udah nguji itu yang pakai Ryzen AI 9365, terus kita uji lagi yang Ryzen AI 7350. Sekarang kita uji yang Ryzen AI5 [Musik] 340. Dilihat dari desain, laptop ini menggunakan body yang sama dengan Vivobok A14 yang pakai Snapdragon kemarin yang kita review. Bahan-bahannya juga terbuat dari plastik. Kebanyakan dengan logo Vivobook yang kalau secara desain ya memang kelihatan elegan, namun enggak terlalu mewah seperti yang Vivobook S series. Overall ini laptop juga enggak terlalu enteng dan tipis ya. Masih tergolong kayak Vivobook zaman dulu lah. Hingch-nya di sini lumayan oke, bisa dibuka dengan satu tangan bahkan sampai 180 derajat. Layarnya juga berukuran 14 inch, IPS level full HD yang sayang banget di sini belum 100% sRGB. Ini mengecewakan banget karena tahun-tahun sebelumnya Asus tuh mampu loh naruh oled bahkan di laptop harga-harga sekitaran segini. Bahkan vivobook yang tahun lalu itu udah turun ke harga R jutaan yang di mana udah pakai OLED dan kita masih agak kecewa ya kenapa dia masih belum at least 100% sRGB lah gitu. Okelah move on ke-nya ini punya layout yang sama dengan yang A14 kemarin. Warnanya itu hitam jadi tidak sama dengan warna laptopnya. Namun secara layout kurang lebih ya masih sama dengan layout Asus yang lain. Kita melihat di sini legend dari aeropad-nya itu cukup simpel. Namun page up, page down, home, dan end itu udah tergabung. Sayangnya power button yang tergabung dengan keyboard ini tidak punya preventif akan tertekan. Touchpad-nya lagi-lagi punya fitur smart gesture di mana ini bisa membantu kalau kalian lagi mau ganti brightness atau volume secara cepat di daerah touchpad. Kalau konektivitasnya sih kurang lebih sama dengan A14 yang terakhir. Di sebelah kanan hanya ada satu USB A 3.2 gen one aja. Sementara di sebelah kiri ada 1 HDMI 2.1, USB 3.2 type A lagi, 2 USB 4 type C, dan 3,5 mm audio combo jack. Sekarang kita masuk ke spesifikasi. Unit kita kali ini dipersenjatai Ryzen AI 5340 yang paling baru. Ini adalah seri yang katanya paling bontot di Ryzen AI 300 series alias tidak akan ada seri Ryzen AI3 nantinya. Kalau secara jumlah core seperti biasa Ryzen 5 ini kebagian 6 core 12 Red yang terdiri dari 3 Zen5 dan 3 Zen5C. Lalu prosesor tadi juga didampingi 16 gig RAM DDR5 di mana 16 gig-nya tersebut udah solder dan kita masih dikasih satu slot RAM yang kosong di mana kalau misalnya kalian mau upgrade lagi itu masih bisa. Ditambah ada 51 GB SSD PCI Gen 4 yang bisa diganti-ganti juga. Melihat ke performanya, jadi kalau kita lihat di CineBch dulu nih, jadi performa dari Ryzen AI 5340 ini udah melewati beberapa prosesor kompetitor bahkan udah mendekati Core Ultra 7 yang terbaru. Namun performa IGP-nya entah kenapa masih setara dari Ryzen 5 6600H dan bahkan udah dikalahkan cukup jauh dari Core Ultra 5 series. Di beberapa game juga Ryzen AI5 ini enggak terlalu bisa main game yang berat-berat banget. Namun game simpel yang graphicsnya itu enteng masih bisa dimainin dengan frame rate yang masih playable lah. Contohnya Dota 2 bisa dapat 114 FPS, Zenless Zone Zero bisa 43 FPS dan Withering Wave itu masih dapat 50 fps. Semua game tadi itu kita setting di settingan mentok kiri. Memang dimaklumin frame rate-nya enggak bisa tinggi-tinggi banget karena ini adalah prosesor laptop middle budget. Yang lucu adalah performa Adobe Premiier Pro itu ternyata tidak kompatibel-kompatible banget. render video 10 menit H265 aja itu butuh waktu sampai 24 menitan. Seharusnya sih ini hanya driver issue aja yang bisa diperbaiki dengan update-update selanjutnya. Buat menangani panasnya, dia menggunakan satu fan dan satu heat pipe aja yang di mana ini udah cukup banget buat prosesor ini. Suhu CPU-nya paling panas hanya di 68 derajat celcius dan suhu surface-nya itu juga cuma 40 di titik-titik tertentu aja. Lalu move on ke pengalamannya. Nah, jadi sebenarnya untuk laptop ini kita enggak ada protes apa-apa sih dengan performanya. Dia cukup kencang dan juga fluid. Tapi paling kalau dibandingin dengan laptop setaranya, sayang banget di harga yang sama ada Core Ultra 5 yang performa graphicsnya itu malah lebih ganteng. Kalau main game macaming Wave atau Zenless Zone Zero juga enggak bisa dibentokin kanan walaupun seenggaknya masih playable di mentok kiri. Yang agak disayangkan adalah bodinya yang kerasa murah di harga laptop di atas R juta dan juga monitornya ini masih belum 100% sRGB. Touchpad-nya sih ya lumayan mulus dan mempunyai fitur smart gesture itu enak banget sih. Baterainya berkapasitas 42 watt hour dan batery life-nya ini cukup panjang walaupun tidak sepanjang laptop dengan Snapdragon series. Suara speakernya cukup basic karena dia masih speaker Sonic Master milik Vivobook A14 series. Walaupun pas kita tes di volume 100% clarity-nya ini masih enak. Kalau kalian mau bawa ke mana-mana juga Vivobook ini udah menggunakan USBC charging yang di mana ini cukup ringan dan juga bisa buat ngecas e device yang lain. Dan kalau kalian mau mengatur VRAM-nya, di My Asus juga ada fitur untuk mengganti-ganti memory allocation. Jadi decision Asus untuk memasukkan Ryzen AI 5340 ke dalam laptop vivobook yang A series dan di harga yang R jutaan ini cukup dipertanyakan ya. Kenapa? Karena pertama gua ngelihat bodinya itu masih yang body A series sama seperti laptop Snapdragon yang waktu itu paling murah yang pernah kita review itu. Terus dia juga e performanya Ryzen 5 yang AI 5340 ini ternyata tidak sebaik yang gua kira kecuali eh performa NPU-nya ya itu udah sampai 50 toks. Terus juga dia ee IGP-nya pun ternyata tidak sebaik itu. Walaupun secara efisiensi memang ini lebih baik daripada yang sebelumnya, tapi ini harganya 11,2 jutaan nih kalau misalnya kita cari di marketplace. Sementara di harga segitu ada beberapa opsi yang lebih menggoda lah. Seperti ada Vivobook 14 yang harganya itu udah di e 11 jutaan udah pakai OLED dan Ryzen 7 7730. memang tidak sefisien AI5340, tapi performa computingnya itu lebih baik. Terus juga kalau kita melihat lagi ada ID Padlim 5 juga yang dia itu udah pakai Ryzen 7 8845HS 16 gig RAM 512 gig SSD dengan harga 12,3 juta. Dan kalau melihat ini harganya di R,5 juta kayaknya agak-agak nanggung ya kalau kita bisa dapat performanya Ryzen 7 di harga yang sama. Apalagi kedua laptop yang gua sebutkan tadi itu udah OLED. Sementara yang ini 100% sRGB aja itu belum. Jadi gua melihat kayak agak sayang Asus biasanya naruh laptopnya itu udah pakai OLED semua sekarang malah di-downgrade. Ada kemungkinan harga prosesor sekarang memang udah lebih mahal dan juga memang ee untuk manufacturing laptop juga sekarang udah lebih mahal. Tapi ini membuat laptop tahun lalu itu jadi lebih menggoda daripada yang tahun ini. Ya serah kalau kalian lebih suka gimana? Apakah kalian enggak apa-apa untuk beli laptop yang tahun lalu yang harganya udah turun atau beli laptop yang zaman sekarang yang harganya itu masih mahal.
