Jungkat

Ryzen AI 7 Terjangkau! - ASUS Vivobook M3407KA (YouTube Video)

  • 17/11/2025

Saat pertama ng-review Vivobook yang pakai Ryzen AI7350, kita agak kecewa dengan harganya yang sampai Rp1 juta. Kayaknya kalau Ryzen AI7 itu cocoknya ada di sekitar 14 sampai R jutaan deh. Kali ini kita akan ngebahas sebuah Vivobook yang pakai Ryzen AI 7350. Layarnya OLED, SSD-nya 1 TB, tapi harganya cuma Rp14 jutaan. Body yang dipakai oleh Vivobox SKU M3407KA ini sama kayak beberapa model Vivobook yang keluar tahun ini. Desainnya oke, elegan, tapi ya lama-lama terkesan monoton ya kalau dipakai sampai berkali-kali. Logonya udah simpel dan juga kelihatan gak kayak laptop murah. Tapi ya balik lagi dengan warna yang silver and black ini doang jadi bosan aja gitu. Kalau overall modelnya kita bandingin sama kakak-kakaknya yang pakai Ryzen AI7350 juga jujur ini adalah yang paling kelihatan basic. Gua jauh lebih suka dengan M5406 yang bagian exhaus-nya itu ada celah di layar. Balik lagi ke laptop yang sekarang kita review. Hingch-nya yang sekarang ini lebih kuat dibuka dengan satu tangan ya. Easy. Dia minim akan wobble, solid, dan bahkan bisa dibuka sampai 180 derajat. Layarnya juga berukuran 14 inch dengan resolusi full HD 60 Hz. Panelnya OLED, tapi brightness-nya rendah banget. Jadi kalau kita lagi di luar dan banyak sumber cahaya di sekitar kita, siap-siap aja kalian bakal ngaca saat pakai layarnya. Bagian keyboard-nya kurang lebih standarnya Asus aja. Layout-nya sama dengan Zenbook atau Vivobook lain. Page up, page down home dan itu diembet ke dalam aeropad walaupun mereka gak tulis legend-nya. Overall function-function yang sering kita pakai juga ada di afow. Volume button, brightness, disable touchpad, dan lain-lain tuh ada. Hanya kurang media button aja. Touchpad-nya kurang lebih ukurannya standar untuk laptop zaman sekarang. Dan seperti vivobook kekinian, touchpad ini udah ada smart gesture-nya juga. Jadi walaupun ini versi budget, enggak banyak dari desainnya yang dipangkas. Paling ya buat konektivitas yang kelihatan banget dipangkas. Sebelah kanan hanya ada satu USBA doang. Itu pun masih 3.2 gen one yang 5 gigit. Sementara di kiri ada dua USB 3.2 Gen One type C, full HDMI port, satu lagi USB 3.2 type A, dan audio combo jack. Walaupun USB-nya enggak ada yang USB 4, tapi dua-duanya ini udah full function alias buat PD dan DP itu bisa dicolok ke monitor USBC juga bisa sekalian ngecas. Paling ya bandwid-nya aja yang terkesan kurang. Lalu walaupun secara desain ini monoton dan konektivitasnya juga dipangkas, tapi di harga segini speknya tetap dapat Ryzen AI7350 yang udah pakai IGP Radeon 860M. RAM-nya 16 gig DDR5 5600 yang diolder, tapi masih ada satu slot SODIM yang berarti RAM-nya bisa di-upgrade lagi. Kapasitas SSD-nya sudah 1 TB juga PCI Gen4. Tapi ini adalah PCI Gen4 yang speed-nya cuma 3.400-an. Nah, Ryzen AI750 yang ada di Vivobox terjangkau ini ternyata lebih kencang dari Zenbook 14 yang kemarin Mike ataupun Zenbook SPI 14 yang kita udah review juga. Mengisyaratkan kalau makin mahal laptopnya belum tentu juga prosesornya bakal makin kencang karena balik lagi ke cooling dan binding. Kalau skore 3D Mark Firestrike-nya malah berbanding terbalik. Vivobook ini jauh banget ketinggalan bahkan hampir setengahnya. Mungkin karena V RAM-nya kurang kali ya. Laptop ini cuma dikasih 16 gig RAM yang harus di-share sama V RAM. Sementara kalau yang ZenBook Sasi 14 itu udah dapat 24 gig RAM dan Zenbook 14 ada yang bisa sampai 32 gig. Nah, karena kita penasaran, kita coba nambah lagi RAM 16 gig 5200 ke dalam laptop ini. Dan ternyata benar aja skornya langsung naik dan bahkan hampir sama dengan Zenbook 14 OLED kemarin. Cuma memang IGP ini masih kalah karena enggak pakai LPDDR yang frekuensinya jauh lebih tinggi. Tapi tetap aja kalau kita upgrade laptop ini, kita bahkan bisa main withering waves di 39 fps, Hon Kai Starel di 55 fps, dan kalau Cyberpunk bahkan bisa dapat 60 fps walaupun di settingan mentok kiri. Dan laptop ini juga bisa main Spider-Man di 54 fps. Intinya kalau dipakai buat main game ringan harusnya lebih makes sense ya laptop ini. Dan kalau kalian adalah seorang video creator, laptop ini juga bisa nge-render video yang berat di H265 dan juga blender bisa walaupun ini dikit-dikit doang bisanya. Kalau dalam pengelolaan panasnya, gua harus akui bahwa laptop ini lumayan cerdik. Dia ini cuma pakai satu fan dan satu heat pipe, tapi heat pipe-nya itu ada yang nyambung ke VRM. Jarang-jarang loh ada heating laptop yang mau diinginin VRM juga. Jadi dia itu bisa mengontrol CPU-nya lebih baik ketimbang yang enggak pakai heat sink sama sekali. CPU-nya ini sendiri bisa spike sebentar di 90 derajat celcius, namun stabilnya itu di 70 derajat celcius. Ini menggambarkan kalau CPU-nya itu bakal throttle kalau dipakai dalam waktu yang cukup lama dan spike-nya itu ada di sekitar 60 watt TDP-nya, tapi ujung-ujungnya bakal stabil di 35 watt. Sebagai laptop yang paling basic, gua enggak merasa masalah sih pakai laptop ini buat jadi daily driver sehari-hari. Layarnya udah olet walaupun cuma full HD, IGP-nya kencang dan USBC-nya walaupun belum USB 4 tapi sudah full feature. Walaupun enggak semewah kakak-kakaknya, tapi secara fungsional ini udah bisa dipakai buat jadi mesin tempur ke mana aja. Wii-nya udah support dengan Wii 6 dan Bluetooth-nya juga sudah 5.3. Speakernya basic banget, kualitasnya standar. Bass pun gak ada. Tapi udah support dengan Dolby Sound kalau kalian mau additional volume dan di volume maksimal pun speakernya enggak distorsi. Speed SSD-nya juga walaupun tergolong pelan dibanding yang lain, menurut gua ini masih oke loh. Toh udah dikasih 1 TB juga di harga segini. Beda speed dari 3.400 ke 5.000 ataupun 7.000 MB/ itu tuh enggak terlalu kerasa loh. Kecuali kalau kita memang sering transfer file yang gede-gede banget. Buat kapasitas baterainya dia ini cukup gede dan tahannya juga lama karena yang pertama resolusi layarnya itu enggak terlalu gede, hanya di full HD aja dan yang kedua prosesornya juga cukup efisien. Dan yang terakhir kualitas kameranya juga cukup oke. Resolusinya udah 2,1 megap alias ini full HD. Terus juga udah ada privacy shutter, ada notification light juga kalau lagi nyala, dan ada Windows Hello buat sign in. Dan dia karena udah copilot plus PC, jadi sudah bisa menggunakan Windows Studio Effect seperti ini. Jadi walaupun laptop ini memang tergolong basic dan juga B aja, apalagi dibandinginnya sama kakak-kakaknya yang Vivobook dan Zenbook itu yang masih pakai Ryzen 7 AI i7350, memang daya tarik laptop ini tuh ada di harganya. Dengan gak sampai R juta kita udah dapat layarnya OLED, SSD-nya 1 TB ya. IGP kencang, IGP lebih kencang lagi kalau misalnya RAM-nya di-upgrade dan juga USB-nya itu udah full function ya walaupun tidak dengan USB. Tapi balik lagi ya kalau buat e pekerja yang mungkin memang budgetnya mepet sih kalau kata gua mendingan pilih ini daripada kayak contoh M5407 yang harganya ada di Rp1 jutaan. Dan garansinya juga udah 2 tahun garansi Asus Indonesia ada ADP juga. Saingannya dia yang paling menurut gua paling mencolok itu ada di Lenovo malah. Lenovo Idea Pad 5 dengan spek yang sama Ryzen AI 7350 16 gig RAM ya walaupun SSD-nya masih 51 gig ya dan juga layarnya masih OLED. Itu harganya di Rp1 juta. Wow lumayan ya. dengan ngurangin budget dikit lagi kita dapat laptop yang sama cuman dari Lenovo cuman balik lagi ya kalau kalian memang penginnya Asus ini adalah salah satu pilihan yang solid juga kalau kalian maunya Lenovo ya itu tadi yang kita udah sebutin dan kalau kalian sendiri sebenarnya lebih naksir sama Lenovo atau sama Asus sih

Lihat di YouTube