S CLASS VERSI SUV: MERCEDES EQS SUV (YouTube Video)
Halo semuanya, kembali lagi di Florid Anif ya. Punya uang 3,7 miliar ya. Kalian bisa beli mobil ini. Mahal sekali ya. Tapi memang bukan buat komendang mending. Ini adalah Mercedes-Benz EQS SUV. [Musik] ye Jadi kalian tahu Mercedes-Benz S Class kan? Nah, S Class itu punya mobil listriknya namanya EQs. Nah, EQs dibikin SUV ya jadinya seperti ini. Jadi bisa dibilang ini adalah S class Cass SUV yang bisa kalian beli tapi dalam versi listrik. Dan mobil ini karena emang mobil mewah ya, ada varian Mibah-nya jadi yang lebih tinggi lagi dan lebih mahal lagi ya seperti itulah kurang lebihnya. Dan kalau kalian lihat untuk sebuah mobil 4 miliar ya, ini sebenarnya mobil tuh gede sekali pas kita lihat secara langsung. Tapi pas difoto kelihatannya kayak biasa aja. Ini panjangnya itu 5,2 m dan lebarnya itu 2,1 m. Jadi emang besar sekali. Kurang lebih panjangnya sama kayak panjangnya S Class ya dan lebarnya pun juga sama kayak S class kurang lebihnya. Ya, emang benar S Class yang ditinggiin, tapi belakangnya enggak bentuk kayak sedan. Dan kalau kalian lihat seperti MercedesBenz EQ pada umumnya, mukanya itu seperti ini. Gua salah satu orang yang ee merasa desainnya ini terlalu plain ya, terlalu kalem untuk sebuah mobil mewah. Kan mobil mewah sekarang zaman itu flashy flashy flashy ya. Tapi Mercedes-Benz EQ itu punya desain yang seperti telur atau seperti air ya, tetesan air biar apa? biar dia aerodinamis. Dan bayangin ini mobil selebar ini, sepanjang ini, ini coefficient of drug-nya cuma 0,26. Jadi sangat sangat sangat aerodinamis. Kalau yang EQS versi sedannya itu lebih aerodinamis lagi. Tapi ini SUV segede gini bisa saya aerodinamis ini, itu tuh luar biasa. Dan kalau kalian pikir depannya ini besar ya kan pasti bagasinya depannya gede. Tapi sayangnya dia enggak bisa dibuka. Jadi cuma bengkel yang bisa buka kap depannya. Jadi kita enggak dapat tempat buat naruh barang di depan. Tapi yang unik adalah pertanyaannya kalau kita mau ngisi air itu di mana? Air wipernya ada di sini. Dipencet ngisi air di sini. Kalau udah tinggal ditutup lagi ya. Jadi depan ini sama sekali enggak didesain untuk dibuka. Walaupun seharusnya bisa kalau bengkel yang buka. Lampu depannya keren. Dia udah matrix ya. Jadi kalau misalkan kita pakai high beam auto high beam nanti jalan gitu ya. Terus depan kita ada mobil atau dari lawan arah ada mobil gitu ya. Nanti dia akan kayak ngeblok biar si mobil yang lawan arah sama kita atau di depan kita itu enggak kena high beam. Jadi high beam-nya cuma di tempat-tempat tertentu aja yang enggak mengganggu orang lain. Itu keren banget. Dan matriksnya Mercedes Benz itu salah satu matriks yang paling rapat ya. Jadi benar-benar akurat dan benar-benar bisa kecil banget gitu loh. Kalau Ionic 6 juga ada matriksnya tapi dia enggak selebar itu jangkauannya. Dan kalau kalian merasa, "Wah, Mercedes-Benz harus punya banyak logo." Tenang, ini banyak banget logo Mercedes SAT depan gede di sini. Kemudian ada kecil 1 2 3 4 5 6. Dan kalau misalkan lagi di malam hari, Cinya nyala dari ujung ke ujung velegnya. Dia pakai Rally Vzero. Ukurannya dia luar biasa gede 27545 R21. Jadi peleknya 21 inci. Dan kalau kita lihat ke dalam ya, itu piringan cakramnya gede banget dan kaliper remnya juga besar sekali. Tapi dia enggak diwarnain ya, jadi enggak terlalu kelihatan ya. Terus dia pakai handle pintu itu juga yang udah model seperti ini ya. Nah, jadi kalau misalkan kita dekatin nanti dia akan ngebuka dan ini kalau malam bagus banget karena eh kayak batangnya ini dia tuh kayak dibikin menyalanya tuh berpendar gitu loh. Keren banget. Dan kalau kita buka, waduh ini pintunya emang sih pas dibuka tutup berasa mewah, tapi sayangnya dia enggak vakum. Jadi enggak nyedot dia ya. Walaupun sebenarnya nutup pintu ini gampang. Nah, nutupnya tuh enggak pakai tenaga kencang pun dia udah nutup dan ada tulisan di sini IQs ya. Tapi yang ini tuh enggak bolong ya, bukan kaca. Yang kacanya itu di bagian sini aja. Spionnya besar sekali. Ada kamera buat 360-nya. Bagian atapnya seperti ini ya. Dan pintu belakangnya wah panjang dan lebar. Biar di belakang itu masuknya gampang. Oke, tapi sebelum kita masuk kita mau bahas belakangnya dulu. Terus ke belakang yuk. Nah. Nah, bentuk belakangnya ini mirip ya kayak IQ SUV atau IQ SUV ya. Jadi kayak lampunya, e ornamen-ornamennya itu ee enggak jauh beda ya dan terlalu simpel untuk sebuah mobil harga hampir R miliar ee kurang striking gimana gitu. Terus kalau kita lihat desain dia tuh belakangnya ada spoiler udah menyatu sama desainnya ya, ada hemed stop lamp dan lain-lain dan lainlain-lain. Dan ciri khas Mercedes Benz logo ininya itu dia dalamnya ada kameranya. Jadi kamera 360 atau kamera mundurnya dia akan nanti ngebuka logonya secara otomatis. Nah, di bagian sini kosong. Cuma ada lampu buat plat nomor dan lain-lain ya. Ada tempat penyan di bagian bawah tapi enggak ada ban serep seperti biasa mobil zaman sekarang. Terus ini kan tebal ya, dikasih peredam lagi dong di sini ya. Jadi biar enggak berisik ya. Makanya peredaman mobil itu luar biasa kedapnya. Ini ada kanan kiri karena bisa dibuka ya. Nah, di sini ada tombol tapi ternyata pas dipencet itu buat kursi tengah ya, bukan buat kursi belakang. Kalau misalkan kursi belakangnya kita mau tarik, hah sepertinya lebih baik dari tengah aja agak jauh. Ini ada tempat chargernya. Seperti biasa ini sudah pakai CCS2, ada lampunya sebelah kiri kanan. Jadi kalau mau kita ngecas tuh gampang. Ini baterainya tuh gede banget 108 kWh dan kalau misalkan kalian ngecas itu bisa sampai 632 km berdasarkan WLTP. Mungkin NEDC-nya itu bisa sampai 700 lebih. Jadi emang panjang sekali ya. Yuk kita masuk ke belakang. Nah, sekarang kita di bagian belakang. Dan di bagian belakang sini jujur aja enggak terlalu besar ya. Kepalanya hampir mentok, kaki juga hampir mentok. Jadi emang harus agak maju sedikit yang bagian tengahnya kalau belakang mau diisi orang. Tapi untuk gua yang 170 cm ternyata mu ada colokan USB type C 2 biji ya sama ada cup holder. Begitu pula di sebelah kiri. Jadi kita bisa ngecas banyak sekali device di bagian belakang sini. Tapi yang tengahnya enggak ada amres. Udah sih segini aja ya. Cuma ini lucu nih. Ada tombol buat matiin atau nyalain AC di bagian sini sih. Lucu ya. Dia tuh enggak bisa ke atas bawah, cuma bisa gini-gini doang. Jadi matiin nyalain tuh pakai tombol di sini. Oke, let's go. Kita ke tengah dulu. Kita masuk. Ini kenapa tegak sekali? Kita ngatur biar dia mundur. Itu dari sebelah sini. Nah, ini yang sebelah kiri ada yang paling mundur. Kita punya banyak banget leg room. Dan ini bagian yang paling kanan. Jadi kalau misalkan yang bagian tengahnya ini dimajuin ke depan sekalipun kita masih dapat L room yang gede, headro juga besar. Kalau kita mundurin ini yang paling the best sih. Ah, dan nama juga mobil ultimate luxury-nya untuk sebuah SUV dari Mercedes Benz ya, kita dapat AC itu 5 zone loh. Jadi depan kanan kiri beda, belakang kanan kiri juga beda. Tapi yang beda itu bukan cuma temperaturnya, tapi kipasnya juga berbeda. Jadi di belakang sini ya kalau kita nyalain kita itu bisa ngatur hembusan AC-nya berbeda. Enggak cuma temperaturnya. Tuh ini langsung nyala 5 16, kita bikin lebih panas dulu. 19 ini kita kenengin jadi en ya. Dan kita bisa atur mau ke kepala sini atau ke kaki. Jadi ini sangat mewah sekali. Terus di sini kita ada nah AMRES dan ada sebuah tablet cuma karena ini unit pinjaman dari MercedesBenz bukan kita beli ya, enggak dikasih di bagian sini tabletnya. Nah, di sini ada cup holder. Nah, cup holdernya ada dua kiri kanan sama tempat buat naruh handphone di bagian sini. Oke. Nah, buat kalian yang pengen ngecas HP secara wireless, di sini ada wireless charger. Tapi dia enggak ada kipasnya. Jadi, ini bisa membuat HP kita jadi agak sedikit panas. Nah, kalau mau ngecas pakai kabel di sini ada USB type Cuma ada dua di bagian sini. Nah, kalau buat naruh-naruh barang gimana? Sebelah kanan sini kita punya storage yang gede sama satu cup holder ya, speaker burmaster dan ini suaranya bagus sekali event kita di belakang. Di sini kita ada lampu tapi nyalainnya dari samping sini kita nyalain ya baru dia nyala. Termasuk juga ini ada reading lights ya. Kalau kita pencet di sini yang tengah sini nyala, dia akan e menuju ke bagian yang kena di sini nih. Kalau yang ini cuma nyalain biasa aja. Kalau dimatiin reading light-nya tetap masih nyala. Oke. Pokoknya kalau di belakang mewah banget sih. Cuman kalau misalkan bagian sandarannya ini bisa dibikin lebih mundur lagi itu pasti lebih enak. Dan seperti biasa ada bantal ini. Gua senang banget sama Mercedes-Benz itu ada bantalnya ya. Dan sekarang yang lain juga mulai ikut-ikutan. Bahkan gua di berapa mobil pun gua minta Om Ferry buat bikinin biar mirip-mirip kayak Mercedes Benz. Aduh enak banget sih. Apalagi pas kita jalan suspensinya tuh aduh mantap. Nah sekarang kita masuk ke bagian depannya. Pasti pas kita masuk kita langsung bahas MBUX Hyper Screen. Layarnya itu gede banget. Ada tiga lagi. 1 2 3. Dan layar ini itu meskipun dia terpisah tiga biji, tapi dia tuh di dalam satu kaca yang sama ya. Jadi kalau pecah ganti semuanya dari ujung ke ujung. Dan kalau kita lihat nih ya, dia tuh layarnya miring cekung gitu ya. Bagian bawahnya itu lebih menonjol ya. Yang di atas ini kita bisa ubah-ubah mau jadi apapun gitu ya. Jadi Android Auto yang secara wireless atau Apple CarPlay. Tapi bawahnya ini dia stay enggak berubah enggak tetap kita bisa atur kecepatan AC ini dan temperaturnya ya. Dan ini juga kiri kanan bisa dibikin terpisah ya. Jadi gua bilang five zone kalau mau lebih lengkap bisa ke climate menu ya. Di sini ada first row seats, second row of seats dan third row of seats ya bisa kita atur tapi temperaturnya dia ngikut yang kiri kanan tuh sama. Jadi five zone ya, air quality bisa diatur juga ya, circulated air active. Jadi dia ngambil darah dalam, ionization-nya ada dan ada air freshen-nya atau parfum-nya tapi enggak ada isinya ya. Break entry climate-nya juga bisa diatur ya. Terus second row off seats-nya yang gua bilang tadi, kiri kanan bisa beda. First row seats-nya juga bisa diatur seperti ini. Nah, di sebelah kanan sini ada tombol. dia punya pendingin, pemanas sama ada pencet yang paling kiri. Dia buat ngatur kursi yang sebelah kiri. Jadi kita bisa atur kursi sebelah kiri dari sebelah kanan dan tombolnya ini dia sebenarnya kita sentuh ini tuh enggak gerak ya. Jadi tombolnya itu mati tapi dia ada kapasitive sensornya. Kita matiin di sini baru kita bisa atur yang kursi sebelah kanan. Seperti biasa karena ini mobil ultra mewah ya. Tentu saja teleskoskopiknya dia sudah pakai elektrik. Dan biasanya kalau teleskopik itu gua selalu majuin sampai yang paling maju, tapi ini tuh teleskopiknya bisa majunya itu maju banget gitu. Jadi gua biasanya kalau naik mobil ini agak pengecualian. Nah, segini baru pas dan setirnya gua suka banget desainnya ya yang 1 2 3 4 5 6 B ya. Ini setir paling mewah cuma karena dia kapasitif semua gua kurang begitu suka dengan tombol-tombol yang kapasitif seperti ini gitu. Nah, tombol-tombol di belakangnya buat shifternya, buat wiper dan lampunya itu juga mewah sekali ya. Quality and fit finishing itu juga bagus. Tapi di beberapa bagian ada yang bunyi creat-kreate kayak misalkan ini nih. Ini bunyinya sama di sini juga sama ya kalau ditekan-tekan gitu agak kurang solid. Tapi di bagian sini sama di bagian MBUX ya kan ada yang bilang MBUXnya juga create-create enggak? Bagian sininya itu solid semuanya solid ya. nya agak uji sedikit Mercedes-Benz sekarang tuh emang seperti itu. Tapi kalau untuk soal kemewahan ya enggak semua orang suka dengan layar. Tapi waktu gua ke Shanghai Auto Show kemarin itu rata-rata mobil yang mewah ya itu semuanya layarnya dari ujung ke ujung. Tapi terinya itu kalau gua lihat di Cina itu even Chela baru kan dia punya layar sampai ujung ke ujung ya. Itu dia bisa dipakai buat nonton film ada IQ atau segala macamnya ya. Nah di sini tuh enggak ada. Jadi cuma bisa buat ngatur audio dan audionya itu juga bisa individual bisa dikhonekin ke headset. Nah, seandainya di bagian sini itu bisa dipakai nonton YouTube dan kawan-kawan kan harusnya aman ya. Itu pasti lebih cakep lagi tuh bisa nonton Netflix, YouTube dan kawan-kawan. Jadi driver tetap fokus sama depan yang sebelah kiri penumpang bisa nonton gitu bisa menikmati. Di sini ada tombol bisa buat buka bagian laci bawahnya ya. Dan ini tombolnya juga. Kalau soal kursi sudah enggak usah ditanya lagi. Enak sekali kursinya. Ah, kursinya ini the best. Tapi untuk ee rasa kursi berkendaranya dia tuh dasb tinggi banget dan kacanya itu di bawah gini. Jadi kalau kita naik mobil ini kita betul dia atas biasakan kalau itu kan di bawah ya tapi kalau beli di bawah banget itu ngar dashboard kita naikin lagi ya nah di sini ada charging kalau ditutup bentuknya kayak gini ya ini kayu-kayunya juga bagus kita buka lagi cari USB type C buat ngecas ya sama ada cup holder sama buat naruh barang lagi sama kunci. Nah, di sini ada tombol. Tapi kalau kita pencet itu yang kepencet tuh semuanya gitu. Jadi, kita harus benar-benar pas naruhnya. Ini buat ngatur e dynamic settingsnya. Jadi, buat driving mode ada un volume dan volumenya ini untungnya enggak perlu digeser, cukup dipencet aja yang plus atau minusnya dan itu lebih mudah dibandingkan kita pakai di eh setir ini ya. Ada tombol buat kamera parkir, EQ berapa baterai dan kawan-kawannya. Terus, nah ini nih function-nya bisa kita atur dari sini. Jadi untungnya meskipun semuanya sudah secara touch screen, tapi kita tetap dikasih shortcut. Start stop engine button-nya di sini dan ini ada untuk nah kita enggak terdaftar soal fingerprint-nya. Ini buat matiin layar ya. Eh sistem. Nah jadi hitam tapi buat AC masih ada sama ini buat mute. Nah di sini ada tombol buat buka bagian tengahnya dan bisa dingin juga. Enggak ada sih ventilasinya, tapi kok agak disedigit dingin ya? Karena mungkin jalur AC ke belakang. Kurang lebih seperti itu. Di bawah sini ada tempat penyimpanan yang besar sekali ya, karena emang dibikin floating sama ada STNK nih ya. Kalian tahu enggak mobil 3,7 miliar pajak pertahunnya berapa? Ee Rp0 juta, R0 juta salah. Nol PKB-nya. Jadi kita coba bayar SWDL KKLJJJ-nya aja nih. Sumbangan wajib dan biaya administrasi SNK dan kawan-kawan Rp143.000. Yah itulah mobil listrik itu. Bayangin kalian punya ee Mio karbuhan karbu pajaknya tiap tahun. Nih lihat menunya ya. Jadi kalau jeleknya layar begini tuh kita mesti rajin-rajin bersihin ya. Kalau enggak ada bekas-bekas tangan atau kita coating lagi. Nah, eh beberapa ada yang dikasih PP tapi kalau kalian kasih PP sebaiknya dites dulu. Kadang ada beberapa PPF yang kalau ditempel di layar itu jadi kurang responsif. Nah, cuma yang gua senang dari layar ini adalah ketika kita ngeklik dia tuh kayak ada heptic feedback-nya gitu. Jadi ada geternya sedikit. Nah, masuk ke home. Ada EQ yang mode yang tadi ya, tapi lebih gede aja. Masuk home lagi. Home apps-nya ini enggak banyak ya, cuma Mercedes Beginner Drive Mode, Valice Mode, dan Gallery. Terus masuk lagi ada settings. Ini settings-nya banyak sekali dan yang paling gua suka adalah kita skip aja ya karena banyak banget. Kalau kita masuk ke audio, nah entertainment ini personal sound profile. Gua suka sekali bagaimana cara si Mercedes-Benz itu ngasih settingan yang mudah buat kita. Bus, intensif, brilion atau language. Gua paling suka yang di bagian sini. Jadi kita enggak usah pusing-pusing graphic equalizer, bass apa segala macam, udah main begini aja itu udah pas banget. E bas karakteristiknya mau netral, gentle, warm, atau punch gua sukanya yang gentle. Samoundsound-nya ini juga bagus. Jadi ee gampang sekali untuk mendapatkan suara yang pas sama kuping kita dengan semudah ini gitu loh. Oke, backnya yang ini ya. Oke. Atau kita mau pakai pure atau disound juga ada. Equalizer bisa diatur secara e manual juga. Tapi gua pakai sound profile yang ini sih. Ini ngaruh enggak sih? Dan ada sound focusnya juga mau depan atau belakang ya. Itu bagus sekali juga. Lness-nya juga bisa kita atur. Cuma yang itu tadi. Cuma yang tadi itu tuh yang bagus banget itu internet, Bluetooth, data protection dan kawan-kawan. Assistance, driving, collision, assistance, eh kamera, parking semua ada. Vehicle dan kawan-kawannya. Dynamic select itu ada dynamic select, open, close, comfort. Ini sunblind-nya juga ada di atas ya. lights sistem info. Ada banyak sekali yang bisa diatur di sini ya. Home lagi ada comfort seperti biasa dia punya kinetic seat. Jadi okeang. Terus ada comfort ya. Jadi dia punya massage seat ya. Ini massage seatnya kalau kita mau nyalain itu agak repot sih karena sama dia enggak dikasih eh tombol ya. Jadi kalau misalkan kita mau nyalain massat-nya, gua lebih pakai voice comennya aja tinggal ngomong Mercedes. Hai Mercedes. How I help you? Turn on massage seat. I'm switching on the massage for you. Nah, ini bisa buat messenger dan buat drivernya. Dan aduh ini juga enak banget sih. Aduh. Terus masuk lagi ke home ya. Ada phone, radio, media, offroad. Offroad-nya dia modenya cukup lengkap sebenarnya. Kita bisa cek suspensi, ganti-ganti tire pressure-nya ya. Tay temperatur, position, drive juga bisa diganti-ganti ya. Ada banyak hal yang bisa kita mainin di sini ya. Tuh dan bisa dinaikin, tapi ee naikin suspensinya tuh sedikit sekali. Jadi hampir enggak berasa ya. Bisa buat offroad, tapi emang bukan offroad yang e ekstrem ya. Tuh, kita bisa ngelihat bagian depannya nanti ada apa aja di depan kita. Itu bagus sih. Oke, masuk home lagi. Info ya, energy flow vehicle dan kawan-kawan dan kawan-kawan. Terus kita masuk lagi Android Auto. Jadi, ada banyak yang bisa kita setting, termasuk kita bisa atur dari sini tampilan layar speedometer dan HUD-nya. Huh. Nanti kalau mau di bisa lebih panjang lagi ya, karena zaman sekarang serba digital banyak yang bisa kita atur dari semang. Let's go. Nah, gimana rasanya pakai mobil dengan harga hampir 4 miliar ini? Ya, tentu saja sudah ini ya terbayang ya enaknya ya. Jadi emang mobil ini nyaman sebagaimana S- Class ya. Naik SUV ini tuh juga rasa-rasa S class-nya tuh masih ada. Suspensinya juara enak banget. Tapi kakunya tuh masih ada. Jadi kalau misalkan kita lewat polisi tidur yang miring gitu ya, goyang-goyang gininya tuh masih ada, tapi pas kita lewatin jalan ee bergelombang, berlubang, polisi durur yang lurus itu enak. Enggak ada kebantingnya tuh enggak ada. Enggak ada yang jeduk gitu tuh enggak ada. Enggak ada kebantingnya. Ada terasa guncangan gitu tapi nyaman sekali. Enak. Bukan yang paling empuk doyong-doyong gitu, enggak. Tapi eh entah kenapa pas kena jalan itu ya kayak S class lah. Gimana sih rasanya? Dan tentu saja mobil dengan harga segini perdaman kabinnya luar biasa. Suara motor-motor lewat itu enggak ada. Bahkan suara AC itu malah lebih kedengaran dibandingkan dengan suara luar. Udah gitu audionya ini burmaster-nya bagus sekali. Jadi audionya tuh bisa kita sesuaikan dengan selera kita dan dikontrolnya dengan mudah dan gampang gitu loh. Enggak perlu kita expert equalizer, oh iniib segala macamnya berapa kiloz gitu ya. Enggak perlu. Ini mudah banget. Seandainya semua mobil kayak gini diaturnya itu bagus banget dan surround sound-nya 3D-nya itu juga separasi antar instrumen tuh bagus sekali ya. Jadi kelasnya memang kalau kita custom mobil sendiri gitu ya. Ini mungkin kita custom dapat audio kayak gini ya di atas Rp100 juta karena emang seenak itu audionya. Di belakang pun juga enak. Nah, kemudian gimana tentang driving feel-nya? Yang pertama posisi duduknya ya dia tuh bisa dibikin turun sekali kayak sedan ya. Lupa lagi di sebelah sini. Tapi kalau kita di bawah sekali seperti ini eh dashboard-nya itu terasa terlalu tinggi ya. Dan kalau kalian perhatiin potongan kaca dashboard depan itu di atas sini dan bagian kacanya itu dia turun ke bawah. Jadi kaca samping kanan kirinya itu dia lebih pendek dibandingkan dengan yang kaca depannya. Dan itu ee ngebuat si speedometernya ini sama dashboardnya itu rasanya kayak tinggi banget. Dan karena kita ngerasanya itu kayak tenggelam, nah gua lebih senang pakai mobil ini itu justru duduknya agak tinggi, agak berbeda dengan mobil-mobil lainnya. Di mana kalau gua naik mobil SUV atau apapun itu, gua senangnya duduknya tuh di paling rendah gitu. Tapi karena rasanya kayak tenggelam gitu, di mobil ini gua agak sedikit berbeda kebiasaannya. Dan paling lucu sih pedal F-nya ya. Untuk pedal gas ya gua sih enggak ada masalah, tapi pedal feel-nya ya ini rasanya kayak kita bawa mobil balap. yang enggak ada e masternya, boosternya kita copot terus pakai kampas racing. Kurang lebih kayak gini rasanya. Jadi rasanya itu keras tapi remnya tuh pakem. Jadi buat ngeremnya itu kita kalau mobil balap tuh kita harus pakai feeling juga biar enggak nge-lock ya. Kalau misalkan dia ngunci ya udah ngeblok dah enggak bisa belok kita. Nah, itu kurang lebih tuh sama gitu. Dan awal-awalnya kalau misalkan kalian enggak biasa pakai rem mobil balap itu butuh penyesuaian. Tapi karena gua cukup sering pakai mobil balap dulu waktu masih balapan ya, ya rasanya kurang lebih mirip gitu. Itu agak aneh sih. Maksudnya bukan ee aneh yang gimana tapi kayak enggak lazim aja di mobil-mobil pada umumnya gitu loh. Dan mobil ini juga punya body control yang bagus. Jadi ketika kita ng-rem ya itu body depannya tuh enggak terlalu nunduk gitu. Kemudian untuk regenerative breaking-nya dia tuh namanya recuperation ya. Jadi kita pencet minus ini ya jadi normal. Pencet minus lagi jadi strong recuperation dan dia enggak ada one pedal driving-nya. Tapi menurut gua ya recuperation-nya ini atau regenerative breaking breaking-nya gua sih lebih senang dia ada di no recuperation. Dan ketika kita pakai recuperation-nya ya, itu tuh rasanya pedal remnya tuh kayak agak turun sedikit gitu loh. Jadi e pas kita injek rem tuh beda gitu rasanya. Enggak kayak mobil-mobil listrik yang pernah gua coba sih. Jadi pas kita pakai recuperation-nya itu dia tuh kayak pedalnya ikut turun juga gitu. Kayak ikut ngerem pas kita injak pedalnya ya. Makanya gua lebih senang pakai yang no recuperation. Dan uniknya adalah ini mobil kenapa desainnya kayak gini? yang gua bilang tadi karena air dinamis ya. Dan Mercedes-Benz itu ya ee dari generasi Chelumnya dia kan sangat bangga sekali dengan coefficient of drug yang sangat rendah. Jadi benar-benar aerodinamis. Dan ketika recuperation-nya itu kita matiin ya, eh regenerate freaknya kita matiin. Ini mobil di tol kita lepas gas itu benar-benar meluncur ya. Jadi kayak enggak ada rolling resistance-nya gitu di dilepas gas itu kayak kok enggak turun-turun kecepatannya, tapi juga dia enggak makan daya gitu. Jadi meluncurnya itu jauh lebih kencang dibandingkan dengan mobil-mobil lain yang gua pernah coba gitu. Dan itu yang membuat mobil ini juga efisien penggunaan dayanya. Makanya eh klaim WTP-nya aja sampai 600 lebih loh ya. Tapi baterai gede juga 107,9 kWh dan yang paling keren itu di CL baru karena range-nya panjang padahal baterainya enggak gede-gede amat. Jadi buat efisiensinya meskipun secara EV-nya kayak misalkan enggak ada one pedalnya dan kawan-kawannya, tapi dia secara efisiensinya eh Mercedes-Benz itu udah bagus sekali gitu. bisa ngasih range yang panjang di mobil yang berat dan baterainya itu menurut gua untuk 107 itu dapat range segitu sih keren banget. Oke, sebagai perbandingan ya. Eh, Ionic 70 kWh dapat 450 WTP lagi. Artinya kalau misalkan mobil ini pakai klaimnya NEDC mungkin bisa 700 km lebih dan CLTC bisa hampir 800 jauh ya. J suspensinya enak. Kalau handling khas MercedesBenz tentunya enak sekali ya. Cuma ya tetap aja dia SUV gak bisa disamain sama S class yang sedan. Tapi yang paling gua suka adalah ketika putar balik. Iya, mau parkir muter balik ini mobil hampir 2 m loh lebarnya. Tapi gampang banget. Dan eh karena dia belakangnya ikut belok kayak baja ya. Tadi anak kantor gue yang bawa. Ih kok dapat muter muter balik. Padahal dia 5,1 m. Biasanya mobil-mobil yang lain aja tuh yang lebih kecil tuh enggak dapat putar balik yang di depan Holland Baker Pasar Minggu tuh keren kan? Dan putarannya pun juga sama. Jadi beloknya itu kita enggak perlu banyak-banyak. Lock to locknya tuh kiri kanan tuh enggak banyak banget gitu. Jadi cuma satu kali sret udah mentok. Udah nice. Jadi meskipun ini mobil gede tapi rasanya lincah ya dibawanya tuh gampang dan kencang pula. Nah, gimana soal performance-nya? Jadi dia itu kok macet ya sebelah kanan tuh handlingnya. Asik ya. Belok sret dia tuh masih nempel aja gitu ya. Tapi kenapa dia bisa kayak gitu? Salah satunya bukan cuma karena sasis dan suspensinya atau ban yang bagus juga, tapi dia menggunakan yang tadi gua bilang ban belakang ikut belok. Otomatis pas lagi belok itu juga ya dia anginnya lebih banyak tanpa harus pakai body roll yang lumayan gitu. Karena yang gerak itu 4AT-empatnya. Dan ngomongin soal akselerasi, 0 ke 100-nya ini emang ggak kencang-kencang amat untuk sebuah ee mobil listrik ya. 6 detik doang ya. Harusnya bisa lebih kencang lagi. Tapi ya karena beratnya juga sih. Tapi yang paling menarik adalah dia punya suara mesin artificial memang cuma suaranya seru. Eh, mau di comfort atau mau di e sport ya itu suaranya sama. Ini kita masuk ke sport. Kita ambil jarak sedikit ya, kita rem. Habis itu kita gas. Oh, kayak ada suara knalpot ya. Jadi enggak kayak suara mobil listrik, suara justru kayak suara mobil bensin loh. Kayak mau V8 tapi enggak jadi gitu loh. Tapi tetap ada sensasinya dan kalau kita ngegasih tipis-tipis doang itu suaranya sama sekali enggak keluar. Jadi kalau misalkan kita nih ambil kiri dikit ya, kiri. Nah, karena kanannya L hoger semua tuh. Tuh, ini suaranya enggak kayak yang lain. Yang yang lain mungkin masih ada nging gitu ya. Ada suara-suara motor listriknya gitu ya. Kayak suara dinamo. Ini suaranya justru kayak suara mobil bensin ya. Tapi 6 detik itu 0100 sudah lebih dari cukup sih. Dan kita coba kemarin ya di tol cruising itu paling the best sih. Jadi mobil itu kayaknya emang didesain itu bukan buat kencang-kencengan walaupun bisa kencang tapi ketika kita cruising di tol seperti ini, kita nyalain l keepeping assist-nya ada controlnya. Tuh lihat ini mobil santai habis pergerakannya kayak deng kiping asisnya nyala ya padahal kita enggak nyalain cruise control. Nah, matinnya di mana? Matinnya di sini. Nah, active L chipingnya kita matiin aja udah ya. Wah, ini mobil ya S class tapi versi SUV. Jadi ketika dipakai kayak gini itu benar-benar keluar gitu. Nyamannya tuh di sini. Tapi ya ini mobil bawanya itu gak berasa kencang loh. Kita jalan di jalan di 100 rasanya kayak jalan di 80 kayak nyantai banget gitu. Ya, kita lepas gas. Meluncur tuh. Ini sekarang 110, 109, 108. benar-benar meluncur itu benar-benar meluncur gitu. Nah, nih baru kita ngerem ya. Karena kalau enggak direm ya dia akan jalan terus ee penurunan kecepatannya itu sedikit sekali 3,7 km Pamulang Depok. Oke, masih lanjut. Dan head up display-nya itu besar sekali ya di atas ini ya. Salah satu head display yang paling besar dan kalau dipakai itu di siang terik pun juga masih kelihatan. Dia juga display-nya berwarna. Terus kalau kita mau ganti head up display-nya tuh tinggal pencet home. Kita bisa atur head up display-nya kayak gimana ya. Dan untuk speedometernya baru di bawahnya. Jadi atasnya tuh headup display, bawahnya itu assistance, service, dan lain-lain. Dan assistance-nya itu juga gambarnya keren banget ya. Ya emang mobil mahal sih, jadi wajar gitu loh. Jadi kurang lebih itulah rasanya MercedesBenz EQS SUV ya. Ya bisa dibilang ini adalah S Class versi SUV. Jadi buat teman-teman yang pengen beli S Class tapi pengen yang SUV atau pengin listrik gitu ya, ya ini adalah pilihannya. Jadi buat teman-teman yang udah beli IQ SUV bisa komen di bawah seperti apa rasa dan bagaimana memeliharanya. Sardu Aniif sampai jumpa di vlog berikutnya. Terima kasih telah menonton. Bye bye.
